• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skill Lab Penyakit Mulut

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Skill Lab Penyakit Mulut"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

CARA MELAKUKAN PEMERIKSAAN DI BIDANG PENYAKIT MULUT CARA MELAKUKAN PEMERIKSAAN DI BIDANG PENYAKIT MULUT

A.

A. DADATTA A PRIBPRIBADI PADI PASASIENIEN N

Naammaa ::An Kanwangwang Dwi Nada AAn Kanwangwang Dwi Nada A U

Ummuurr ::12 tahun12 tahun J

Jeenniis s KKeellaammiinn :: Laki-laki Laki-laki A

Allaammaatt :: Jalan Mastrip 2 nomor 10 Jalan Mastrip 2 nomor 10 P

Peeeerr!!aaaann :: Pelajar  Pelajar  S

Sttaattuus s PPeerraa""iinnaann :: elum kawinelum kawin K

Kee##aann$$ssaaaann%%ssuuu u ##aann$$ssaa :: !ndonesia"Jawa!ndonesia"Jawa

B.

B. PEMEPEMERIKSRIKSAAN SUAAN SUBYEKTBYEKTI& I& 'ANA'ANAMNESMNESIS(IS( )

).. KeKelulu**an an UtUtaamama #

#aahahapapan n awawal al dadari ri pepenanangngananan an papasisien en adadalalah ah dedengngan an memelalakukukakann  pemeriksaan

 pemeriksaan su$%ekti& su$%ekti& %aitu %aitu anamnesis' anamnesis' Dengan Dengan anamnesis( anamnesis( salah salah satu satu hal hal %ang%ang didapatk

didapatkan adalah keluhan utama %ang an adalah keluhan utama %ang menjadi tujuan pasien datang ke dokter menjadi tujuan pasien datang ke dokter  gigi' Keluhan utama %ang

gigi' Keluhan utama %ang dirasakan pasien adalah pasien dirasakan pasien adalah pasien mengeluhkmengeluhkan adan%aan adan%a rasa sakit dan perih pada $agian dalam mulut se$elah kiri'

rasa sakit dan perih pada $agian dalam mulut se$elah kiri' Da

Dari ri kekeluluhahan n ututamama a didiatatas as kakami mi memendndapapat at gagam$m$araran an awawal al $a$ahwhwaa kem

kemungkungkinan inan lesi lesi %an%ang g didedideritrita a pasipasien en mermerupakupakan an suatsuatu u ulseulserasirasi' ' KemKemudiaudiann dalam penentuan etiologi( diagnosa dan ren)ana perawatan dari keluhan utama dalam penentuan etiologi( diagnosa dan ren)ana perawatan dari keluhan utama  pasien terse$u

 pasien terse$ut( diperlukan t( diperlukan pemeriksaan pemeriksaan o$%ekti& %ang o$%ekti& %ang teliti meliputi teliti meliputi pemeriksaanpemeriksaan klinis ekstra oral dan intra oral' Namun di$utuhkan juga pemeriksaan penunjang klinis ekstra oral dan intra oral' Namun di$utuhkan juga pemeriksaan penunjang untuk menundukung penentuan diagnosis'

untuk menundukung penentuan diagnosis'

+.

+. RiRi"a"a,a,at -t -een,n,aaitit

erdasarkan anamnesis( didapatkan $ahwa pasien merasakan perih pada erdasarkan anamnesis( didapatkan $ahwa pasien merasakan perih pada luka di$agian dalam mulut se$elah kiri' *asa sakit dan perih dirasakan pasien luka di$agian dalam mulut se$elah kiri' *asa sakit dan perih dirasakan pasien ketika sedang makan'

ketika sedang makan'

+e$elumn%a( , hari %ang lalu pasien menderita demam( n%eri kepala dan +e$elumn%a( , hari %ang lalu pasien menderita demam( n%eri kepala dan n%eri otot dan di$eri o$at i$upro&en untuk menurunkan demam' +etelah di$eri n%eri otot dan di$eri o$at i$upro&en untuk menurunkan demam' +etelah di$eri o$at( panasn%a turun' +ehari setelahn%a tim$ul rasa sakit di mulut' Keluhan di o$at( panasn%a turun' +ehari setelahn%a tim$ul rasa sakit di mulut' Keluhan di mulut $elum dio$ati'

mulut $elum dio$ati' 

.. KeKeaa/a/aan an UmUmuumm Pa

Pasisien en titidadak k sesedadang ng atatau au pepernrnah ah dadalalam m peperarawawatatan n rurummah ah sasakikitt op

opnamname"e"saksakit it daldalam am jajangkngka a wawaktu ktu %a%ang ng panpanjanjang.( g.( mamaupuupun n sedsedanang"pg"pernernahah menderita pen%akit tertentu'

(2)

#" / 120 )m " , kg( P /-"-( P /-( #/ ,3.

+uhu pasien tergolong tinggi( %aitu ,3( namun pasien mengatakan $ila suhun%a saat diperiksa( le$ih rendah di$andingkan tiga hari se$elumn%a'

0. 1#at 2 3#atan ,an$ se/an$ /an tela* /i!alani /alam 4 #ulan tera*ir

Dalam , hari( semenjak pasien mengalami demam( n%eri kepala dan n%eri otot pasien mengonsumsi i$upro&en untuk mengurangi demam serta gejala lainn%a' 4ntuk luka pada rongga mulutn%a $elum dio$ati'

5. Kea/aan S3sial /an Ke#iasaan Buru -en/erita

Pada anamnesa keadaan sosial( diketahui $ahwa pasien memiliki ke$iasaan sosial dengan tara& %ang sedang dimana disini $erarti pasien tidak  terlalu memiliki ke$iasaan sosial %ang $uruk' Pada kartu status pasien di)oret selain %ang pilihan sedang'

+edangkan pada anamnesis ke$iasaan $uruk( diketahui pasien tidak  memiliki sama sekali ke$iasaan $uruk $aik %ang pernah atau %ang masih dilakukan sampai sekarang dimana pasien tidak melakukan $aik itu menggigit  $i$ir( merokok( mandi di sungai( minum alkohol( dan sema)amn%a' +ehingga  pada kartu status pasien dapat dituliskan keterangan #AA atau tidak ada

a$normalitas'

Dengan demikian( $aik keadaan sosial maupun ke$iasaan $uruk dari  pasien tidak mempengaruhi dari pen%e$a$ dari terjadin%a pen%akit pada rongga

mulut pasien'

5. Ri"a,at Keluar$a

+etelah dilakukan anamnesis pasien mengatakan $ahwa keluarga tidak  memiliki kelainan sistemik apapun'

B. PEMERIKSAAN KLINIS ). Estra 1ral

Pemeriksaan 5kstra 6ral merupakan pemeriksaan %ang dilakukan di daerah sekitar  mulut $agian luar' Pemeriksaan ekstra oral dilakukan untuk mendeteksi adan%a kelainan %ang terlihat se)ara 7isual( atau terdeteksi dengan palpasi' +eperti adan%a ke)a)atan(  pem$engkakan($enjolan( luka( )edera( memar( &raktur( dislokasi lain se$again%a'

(3)

Pemeriksaan %ang dilakukan di klinik gigi( di$atasi pada inspeksi dan palpasi pada  jaringan super&i)ial dan rongga mulut( kepala dan leher( dan $agian-$agian %ang terpapar dari

ekstremitas'

Pada struktur-struktur ekstraoral( dilakukan inspeksi dan palpasi pada seluruh $agian seperti din%atakan dalam kartu status' 8asil inspeksi meliputi/ ma)am lesi( $entuk lesi( ukuran(  jumlah( warna( $atas( tepi( permukaan dan hal lain %ang dianggap perlu' 8asil palpasi meliputi/

konsistensi( &luktuasi( krepitasi( mudah $erdarah atau tidak( sakit atau tidak( $ertangkai atau tidak( ada peru$ahan suhu atau tidak'

a. Mua

1' Pipi Kanan dan Kiri

Pemeriksaan 7isual daerah muka dilihat dari depan' Perhatikan apakah ada tonjolan( )a)at( $er)ak di kulit( lesi( asimetri wajah %ang  $erle$ihan se$agian $esar wajah memang sedikit asimetris. ataupun  facial palsy. Dapat juga dilakukan palpasi untuk melihat adan%a kelainan  pada daerah pipi'

Pada pasien( tidak ditemukan adan%a kelainan pada daerah pipi kanan maupun kiri'

2' i$ir Atas dan awah

Pemeriksaan 7isual/ Perhatikan tonus otot misaln%a( sudut mulut %ang turun dan ketidakmampuan untuk mem$entuk huru& 9o: dengan $i$ir   pada ell;s pals%.( setiap peru$ahan warna atau tekstur( ulserasi( $er)ak(

lesi herpetik( )heilitis angularis' Perhatikan juga kemampuan" ketidakmampuan $i$ir untuk $er&ungsi'

Palpasi $imanual/ Palpasi untuk tonjolan dengan menggunakan i$u  jari dan telunjuk( satu intra oral( %ang lain ekstra oral'

+etelah dilakukan pemeriksaan( pada $i$ir atas dan $awah pasien tidak ditemukan adan%a kelainan'

,' +udut Mulut Kanan " Kiri

Pemeriksaan 7isual/ Perhatikan tonus otot misaln%a( sudut mulut %ang turun dan ketidakmampuan untuk mem$entuk huru& 9o: dengan $i$ir 

(4)

 pada ell;s pals%.( setiap peru$ahan warna atau tekstur( ulserasi( $er)ak( lesi herpetik( )heilitis angularis'

+etelah dilakukan pemeriksaan( pada sudut mulut kanan maupun kiri tidak ditemukan adan%a kelainan'

#. Kelen!ar Sali6a

1' Kelenjar sali7a parotis

Pemeriksaan dilakukan dari arah depan' agian $awah daun telinga akan terdorong ke luar $ila kelenjar mem$engkak' Lakukan  palpasi pada kelenjar untuk melihat adan%a pem$engkakan atau  pera$aan %ang lunak' Kelenjar terletak di distal ramus asendens pada mandi$ula' Kadang tampilan %ang le$ih $aik pada kelenjar parotis diperoleh dari arah punggung pasien'

 Perhatikan/ Pem$engkakan unikateral pada kelenjar parotis dapat menunjukkan adan%a/

a' +um$atan pada duktus  $' #umor 

)' A$ses

d' !n&eksi retrograd pada kelenjar 

Pem$engkakan $ilateral kelenjar parotis menunjukkan adan%a/ a. !n&eksi 7irus( misaln%a mumps'

 $. Pem$engkakan degenerati&( misaln%a sialosis'

+etelah dilakukan pemeriksaan pasien( tidak ditemukan adan%a kelainan pada kelenjar sali7a parotis'

2' Kelenjar sali7a su$mandi$ula

Pasien memutar kepala ke kiri( lalu ke kanan untuk memeriksa regio su$mandi$ula sisi kiri dan kanan' ila pasien tidak terlalu gemuk( $iasan%a pem$engkakan kelenjar su$lingual( nodus lim&atik  dan kelenjar su$mandi$ula akan terihat'

Palpasi $imanual <am$ar 1./ <unakan jari telunjuk dan jari tengah dari satu tangan untuk pemeriksaan intra oral( kemudian jari telunjuk dan jari tengah tangan %ang lain di luar mulut' Lakukan  palpasi pada kelenjar sali7a su$mandi$ula di atas dan di $awah mus)ulus m%oh%oid' Jangan lupa untuk memeriksa juga duktus kelenjar untuk melihat adan%a $atu kelenjar liur'

(5)

<am$ar 1 Palpasi $imanual kelenjar sali7a su$mandi$ula'

+etelah dilakukan pemeriksaan pasien( tidak ditemukan adan%a kelainan pada kelenjar sali7a su$mandi$ula'

7. N3/us Lim8ati 

 Nodus lim&atik %ang normal tidak dapat dira$a' ila suatu nodus lim&atik tera$a( $erarti kondisi itu a$normal'

 Anatomi nodus limfatik 

 Nodus lim&atik daerah kepala dan leher di$agi ke dalam dua kelompok utama/

A' Kelompok melingkar  ' Kelompok ser7ikal

<am$ar 2 Anatomi nodus lim&atik 

A. Kel3m-3 melin$ar 'letan,a teratur melin$ari /asar tulan$ e-ala(.

Kelompok ini di$agi lagi ke dalam $agian luar dan $agian dalam' agian luar/

(6)

 $' +u$mandi$ula = di antara mandi$ula dan kelenjar sali7a su$mandi$ula'

)' >a)ial $u))al. = letakn%a pada mus)ulus $u))inator( di se$elah anterior insersi mus)ulus masseter'

d' Mastoid post-auri)ular. = terletak pada prosesus mastoideus' e' Parotid pre-auri)ular. = terletak di depan tragus telinga' &' 6))ipital = mengelilingi arteri o))ipitalis'

agian dalam tidak ada di gam$ar 2.' Nodus lim&atik %ang di$eri nama termasuk/

a. *etrophar%ngeal  $. Pre-tra)heal

). Para-tra)heal

Kelompok melingkar mengalir ke rantai ser7ikal $agian dalam deep )er7i)al )hain.'

B. Kel3m-3 ser6ial

 Nodus lim&atik ser7ikal di permukaan terse$ar di sekitar 7ena jugularis eksterna dan anterior.' Nodus lim&atik ini mengalir ke rantai ser7ikal $agian dalam'

*antai ser7ikal $agian dalam terse$ar di sepanjang 7ena jugularis interna.' e$erapa nodus penting termasuk/

a' Jugulodigastri) di antara sudut mandi$ula dan tepi anterior mus)ulus sternomastoideus.'

 $' Jugulo-omoh%oid di $alik 7ena jugularis interna( di atas $ell% omoh%oid( tertutup oleh tepi posterior sternomastoid.'

Pemerisaan linis n3/us lim8ati 

+e$aikn%a nodus lim&atik diperiksa se)ara ekstra oral( $imanual( dan  palpasi %ang dilakukan dari arah $elakang pasien/

agian leher di$iarkan ter$uka( $ila tertutup minta pasien untuk  mem$ukan%a' Leher tidak perlu dipanjangkan( karena musculus  sternomastoideus perlu dalam posisi relaks' Dengan menggunakan ujung  jari( $awa kelenjar ke arah struktur %ang le$ih keras'

• +u$mental = Kepala sedikit menunduk ke depan( gerakkan nodus ke

arah $agian dalam tulang mandi$ula'

• +u$mandi$ula = +ama seperti di atas( han%a kepala pasien

(7)

•   Jugulodigastric = <erakkan tepi anteriormusculus sternomastoid  ke

arah $elakang' Jugulo-omohyoid  = <erakkan tepi posteriormusculus  sternomastoid  ke arah depan'

<am$ar , - Palpasi pada nodus lim&atik su$mandi$ula' ila suatu nodus tern%ata tera$a( maka )atatlah/

1. Lokasin%a

2. 4kurann%a diukur menggunakan kaliper.'

,. #eksturn%a = lunak in&eksi.( ken%al seperti karet kemungkinan  pen%akit 8odgkin.( keras seperti $atu kemungkinan karsinoma

sekunder.'

?. Lunak pada saat dilakukan palpasi kemungkinan in&eksi.'

. >iksasin%a terhadap jaringan sekitarn%a mungkin suatu kanker %ang sudah mengalami metastasis.'

@. Lesi $erga$ung menjadi satu misaln%a pada tu$erkulosis.'

. Jumlah nodus %ang terli$at multipel = pada  glandular fever ( leukemia( ds$'.' ila le$ih dari satu nodus terli$at( rujuk untuk   pemeriksaan tu$uh keseluruhan/ lim&adenopati men%eluruh dan tes

darah'

Ciri27iri n3/us ,an$ tera#a saat -al-asi:

a' !n&eksi akut = mem$esar( lunak( sakit( dapat digerakkan( $erdiri sendiri( terjadi dengan )epat'

 $' !n&eksi kronis = mem$esar( kokoh( tidak terlalu lunak( dapat digerakkan'

)' Lim&oma = seperti karet %ang keras( kasar permukaann%a( tidak sakit( multipel'

d' Kanker %ang mengalami metastasis = keras seperti $atu( ada &iksasi dengan jaringan di $awahn%a( tidak sakit'

ila ada pen%e$a$ non-dental %ang di)urigai( se$aikn%a dirujuk untuk   pemeriksaan medis' #etaplah $erpikir akan adan%a kemungkinan terjadi

(8)

kanker %ang mengalami metastasis ataupun lim&oma( hingga telah dapat di$uktikan $ahwa lesi terse$ut $ukan keganasan'

+etelah dilakukan pemeriksaan pada nodus lim&atik( tidak ditemukan adan%a kelainan pada pasien'

+. Intra 1ral

Pemeriksaan !ntra 6ral merupakan suatu pemeriksaan 6$jekti&( %ang harus dilakukan seorang dokter gigi se$elum menentukan diagnosa' Pemeriksaan ini dilakukan dapat dengan menggunakan instrument maupun tidak( jika menggunakan instrument seperti pada pelaksanaan skill la$ 6M dapat dilakukan dengan menggunakan ka)a mulut nomor , dan ?( Pemeriksaan intra oral di$agi menjadi $e$erapa $agian( %ang akan diperiksa setiap $agiann%a( untuk menentukan diagnosa sementara %ang didapat dari pemeriksaan +u$jekti&( diantaran%a/

1' <igi <eligi

*iwa%at Perawatan <igi <eligi/#idak pernah melakukan perawatan gigi-geligi

Pemeriksaan gigi geligi digunakan untuk mengetahui akan kondisi gigi pada rongga mulut pasien terse$ut( dimana pada rongga mulut pasien akan di$agi mendjadi empat regio utama %ang terdiri dari kanan rahang atas  1 .( kiri rahang atas  2 .( kiri rahang $awah  , .( dan kanan rahang  $awah  ? .( keempat region pada gam$ar ini di$agi atau dipisah dengan

garis imajiner $er$entuk B'

+elanjutn%a( adalah penomoran %ang dilakukan adalah didapati angka romawi dan angka nominal( dimana angka romawi menunjukkan gigi sulung  ! !! !!! !C C . dan angka nominal menunjukan akan gigi permanen  12,?@ .' Didapati juga s%m$ol s%m$ol %ang dituliskan pada $agian atas penomoran gigi %ang menunjukan status kea$normalan %ang didapati oleh gigi terse$ut

Pada pasien didapati $ahwa pasien di usia 12 tahun sesuai anamnesis. memiliki kondisi gigi geligi %ang $aik( serta gigi permanen telah erupsi sempurna

(9)

2' Pemeriksaan Jaringan Lunak 

Pada pemeriksaan jaringan lunak( pada klinik Pen%akit Mulut( akan di$agi dalam $e$erapa $agian sesuai dengan diagaram %ang ada(  pemeriksaan ini $ertujuan untuk dapat menentukan lokasi lesi dengan

tepat sehingga akan memudahkan diagnosis( lokasi terse$ut diantaran%a

a' Mukosa la$ial atas   . / #AA  $' Mukosa la$ial $awah  @ . / #AA )' Mukosa pipi kiri ?1 .(  ? .(  , . / #AA d' Mukosa pipi kanan  ?0 .(  2 .(  1 . / #AA e' u)al >old atas  .(   . / #AA &' u)al >old $awah 10 .(  12 . / #AA

g' <ingi7a *ahang Atas  1, .(  1? .(  1 .(  1 .(  20 .(  21 ./ 5ritema meluas( konsistensi lunak( dengan ulser( multiple( $ulat( diameter E 1-2 mm

h' <ingi7a *ahang awah  1@ .(  1 .(  1 .(  22 .(  2, .(  2? ./ 5ritema meluas( konsistensi lunak( dengan ulser( multiple( $ulat( diameter E 1-2 mm( dan $ergerom$ol'

i' Lidah  2 .(  2 .(  ,0 .(  ,1 .(  ,2 .(  ,, .(  ,? .(  , ./ #erdapat  pseudomem$ran putih dapat dikerok( tidak sakit

 j' Dasar mulut dan kelenjar su$ lingualis / #AA k' Palatum ,@ .(  , .(  , .(  , . / #AA l' #onsil Ki " Ka / #AA

m' Phar%nF / #AA

Pada pemeriksaan intra oral( pada gingi7al atas dan $awah didapati adan%a eritema meluas( konsistensi lunak( dengan ulser( multiple( $ulat( diameter E 1-2 mm( dan $ergerom$ol pada gingi7al anterior rahang $awah regio ,2( ,,' Pada

(10)

lidah dijumpai pseudomem$ran putih dapat dikerok dan tidak sakit' Pasien juga mengeluhkan adan%a rasa sakit %ang dialami selama ulserasi terse$ut mun)ul'

C. DIAGN1SA

+e$elum menentukan diagnosa dari lesi pen%akit rongga mulut pada  pasien( terle$ih dahulu harus dipahami mengenai )iri = )iri dari setiap pen%akit dari rongga mulut' Dari anamnesa pasien dan pemeriksaan klinis didapatkan diagnosis %aitu Gingivostomatitis herpetika primer. erikut adalah karakteristik  dari Gingivostomatitis herpetika primer '

<ingi7ostomatitis herpetika primer adalah suatu pen%akit %ang ditandai dengan lesi ulserasi pada lidah( $i$ir( mukosa gingi7a( palatum durum dan molle' <ingi7ostomatitis herpetika primer merupakan $entuk tersering dari in&eksi 8+C tipe 1 pada rongga mulut' <ingi7ostomatitis herpetika primer merupakan pen%akit %ang mudah menular melalui kontak langsung dengan mem$rane mukosa atau lesi kulit' !n&eksi 8+C-1 tinggi pada anak ke)il( dimana resiko pertukaran sekresi oral dan 7irus'

6nset gingi7ostomatitis herpetika primer dilaporkan memiliki 2 pun)ak' #erutama terjadi padamasa anak( $iasan%a pada usia @ $ulan sampai  tahun(

(11)

 pun)ak kedua terjadi pada usia awal 20 tahun' Ke$an%akan in&eksi 8+C tipe 1  pada anak $ersi&at asimtomatik atau ringan sehingga anak dan orang tuatidak 

men%adarin%a' e$erapa penelitian men%atakanhan%a 10-20G anak %ang terin&eksi memiliki gejaladan tanda klinis %ang )ukup $erat'

a' <ejala klinis

Periode inku$asi hingga 2 minggu' +etelah periode inku$asi tim$ul &ase  pada anak %ang se$elumn%a tampak sehat' >aseprodromal ditandai malaise dan kelelahan( sakit otot dan kadang sakit tenggorokan' Pada tahap awal nodus lim&e su$mandi$ular sering mem$esar dan sakit' >aseprodromal ini  $erlangsung 1-2 hari dan diikuti dengan tim$uln%a lesi oral dan kadang

sirkumoral'  $' Mani&estasi

Cesikula ke)il $erdinding tipis dikelilingi dasar eritematous %ang )enderung  $erkelompok tim$ul pada mukosaoral' Cesikula kemudian pe)ah dengan )epat danmenim$ulkan ulser $ulat dangkal' 4lser dapat terjadipada semua  $agian mukosa mulut' Dengan$erkem$angn%a pen%akit( $e$erapa lesi  $ersatumem$entuk lesi ireguler %ang le$ih $esar' Lesi inidisertai simptom

demam( anoreksia( lim&adenopati dan sakit kepala'

(12)

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan penunjang adalah pemeriksaan lanjutan %ang dilakukan setelah pemeriksaan &isik pada penderita' +pesimen %ang diperoleh dari pasien akan mengalami $er$agai ma)am pemeriksaan mikroskopik( $iokimia( mikro$iologi maupun imuno&luoresensi' Dengan semakin $er7ariasin%a kelainan  jaringan lunak mulut( maka diperlukan in&ormasi tam$ahan dari pemeriksaan

la$oratorium untuk menentukan diagnosis lesi' Pemeriksaan la$oratorium saja  $elum dapat digunakan untuk mengetahui si&at lesi ataupun menentukan diagnosis' Masih perlu lagi dikumpulkan in&ormasi dari $iodata pasien( riwa%at kesehatan umumn%a( riwa%at lesi %ang dikeluhkan( pemeriksaan klinis ekstra oral maupun intra oral' +uatu diagnosis %ang tepat juga akan dapat menghasilkan  perawatan %ang tepat' 4ntuk itu dilakukan pemeriksaan penunjang agar diagnosis dapat ditentukan dengan %akin( sehingga tidak ada keraguan dalam mem$erikan  perawatan'

erikut ini pemeriksaan penunjang untuk Primar% 8erpeti) <ingi7ostomatitis

a' +itologi

Pemeriksaan sitologi ini dimulai dengan 7esi)le $aru di$uka atau  preparat di $uat dari dasar lesi( diletakkan pada slide mikroskop lalu di$eri pewarnaan <iemsa' Dilihat apakah terdapat Multinu)leat <iant 3ells( +%ns%ntium dan alooning degeneration o& nu)leus( %ang merupakan gam$aran spesi&ik Primar% 8erpeti) <ingi7ostomatitis

(13)

Cirus %ang diisolasi $erasal dari lesi dan diidenti&ikasi setelah dilakukan kultur jaringan' Metode ter$aik adalah dengan spesi&itas dari sensiti7itas 100G' +el kultur jaringan harus disiapkan jadi monola%er ta$ung kultur( kemudian dilakukan porses kultur 7irus' +elama  hari ta$ung kultur  dioser7asi setiap harin%a untuk melihat e&ek sitopatik 3P5.

)' #iter Anti$od%

#iter anti$od% ini $aru $isa dilakukan setelah in&eksi sem$uh( jadi tidak   $isa digunakan se$agai penegakan diagnosa' +erum pada masa  pen%em$uhan dapat memastikan diagnosa in&eksi primer dengan menunjukkan paling sedikit kenaikan ? kali lipat titer anti$od%( namun apa$ila titer sama pada masa akut dan pada masa pen%em$uhan( menunjukkan $ahwa in&eksi adalah re)urent'

d' Pemeriksaan anti 8+C 1 !g< untuk mengetahui adan%a anti$od% !g< terhadap 8+C tipe 1( untuk mendiagnosis in&eksi pen%akit herpes simplek lampau' Pemeriksaan anti 8+C 1 !gM untuk mengetahui adan%a anti$od% !gM terhadap 8+C 1( hal ini untuk mendiagnosis in&eksi  pen%akit herpes simpleks %ang $aru saja terjadi' Hang terakhir adalah tes tIan)k( tes ini dipakai untuk mengetahui apakah pasien terkena 7irus herpes atau tidak'

(14)

E. RENCANA PERA9ATAN

#erapi %ang di$erikan $erupa anti 7irus ter$ukti e&ekti& melawan in&eksi 8+C dengan mengham$at DNA 7irus sehingga dapat mengham$at perkem$angan herpes 7irus( pada lesi dini dapat digunakan o$at topikal $erupa salep"krim %ang mengandung preparat idoksuridin stoFil( 7iruguent( 7irunguent-P. atau preparat asiklo7ir o7iraF. juga $e$erapa o$at anti7irus lain seperti >am)i)lo7ir( Cala)%)lo7ir anti piretik multi7itamin $erupa 7itamin  dan 7itamin 3  )ompleF( 3 )apsul 2F sehari 1. maupun multi7itamin s%rup 11 sendok teh untuk  meningkatkan da%a tahan tu$uh( antiseptik misaln%a )hlorheFidine glu)onate o$at kumur $erupa $enIiadamin 83L 0(2 G ,-?F sehari( dikumur setelah makan o$at kumur tetrasiklin dapat menurunkan in&eksi sekunder dan 6$at kumur  analgesik akan mengurangi rasa sakit terutama saat pasien makan' Pem$erian analgesik oral atau topikal se$elum makan atau minum dapat memper$aiki na&su makan' Di klinik lesi diulasi dengan po7idone iodine 10G setelah itu diulasi dengan triamsinolone a)etonid 0(1G se$agai antiin&lamasi di$erikan untuk  mengurangi rasa sakit' Kortikosteroid tidak digunakan untuk mengo$ati herpes simpleks karena $isa men%e$a$kan perluasan in&eksi'

Pen)egahan kekam$uhan $isa dilakukan dengan menghilangkan atau mengurangi &aktor pen)etus dengan mem$erikan pengarahan serta mengo$ati in&eksi dan meningkatkan da%a tahan tu$uh penderita dengan per$aikan kondisi tu$uh' +elain itu pasien juga dianjurkan untuk menghindari makanan pedas dan  $er$um$u tajam( serta istirahat %ang )ukup dan mengkonsumsi makanan lunak   $erkalori tinggi dan protein seperti roti( susu dan jus $uah untuk meningkatkan

da%a tahan tu$uh dan menghindari dehidrasi dengan $an%ak minum air( jus jeruk  atau nanas dihindari untuk men)egah iritasi mukosa aki$at kadar asam tinggi' +elama terapi pasien mematuhi pengo$atan dan edukasi dengan $aik dan pasien sem$uh pada hari ke-1?'

4ntuk menurunkan demam( dapat di$erikan para)etamol atau i$upro&en setiap @ jam sekali' Jika para)etamol dan i$upro&en dikonsumsi se)ara $ersamaan( dapat di$erikan setiap 2 jam sekali dengan $ergantian' Namun perlu diperhatikan  $ahwa i$upro&en tidak dapat dikonsumsi dalam jangka panjang karena e&ek 

(15)

4ntuk men)egah pasien agar tidak mengalami dehidrasi( dapat di$erikan larutan elektrolit setiap 2 jam sekali se$agai pengganti )airan tu$uh %ang hilang'

4ntuk mengurangi rasa sakit( dapat di$erikan aloe7era gel' er$agai  penelitian mengungkapkan $ahwa penerapan aloe 7era pada $agian oral dapat

mengurangi rasa sakit( meningkatkan remisi dan meningkatkan kualitas hidup  pada pasien %ang hidup dengan 6LP' Dalam se$uah studi oleh +alaIar-+n)heI et al',( @? pasien dengan 6LP %ang dipilih se)ara a)ak dalam studi dou$le-$lind ,2 pasien dio$ati dengan aloe 7era dengan dosis 0(? ml 0G konsentrasi. tiga kali sehari dan ,2 pasien lainn%a di$eri plase$o' @1G pasien %ang dio$ati dengan lidah $ua%a menunjukkan remisi rasa n%eri %ang sempurna setelah 12 minggu' Pada kelompok plase$o( persentase ini adalah ?1(@G' #idak ada e&ek samping  pada salah satu kelompok diatas' Dengan meningkatkan total kualitas kehidupan  pada pasien dengan 6LP' Pada pemilihan a)ak( dou$le-$lind( pla)e$o' Dalam  per)o$aan terkontrol dari ? pasien %ang di$agi menjadi dua kelompok %ang dilakukan oleh 3hoonhakarn et al'?0 di mana pasien di$eri gel aloe 7era atau  plase$o selama  minggu' 22 pasien %ang dio$ati dengan aloe 7era menunjukan

respon %ang $aik setelah  minggu pengo$atan( 2 pasien %ang dio$ati dengan aloe 7era memiliki remisi klinis lengkap' *asa sakit %ang ter$akar $enar-$enar  menghilang pada  pasien %ang dio$ati dengan aloe 7era'

4ntuk men)egah in&eksi $erlanjut dan semakin meluas( dapat di$erikan a)%)lo7ir 1 mg"kg  kali sehari selama - hari' Agar mendapatkan hasil %ang e&ekti&( a)%)lo7ir di$erikan 2 jam pertama sejak gejala mu)ul'

Citamin dan makanan tinggi protein seperti pediasure dapat di$erikan karena pasien mengalami kesulitan menelan dan makan( sehingga asupan giIi tetap dapat terpenuhi'

Gambar

Gambar : Manifestasi gingivostomatitis herpetika primer pada rongga m!t

Referensi

Dokumen terkait

Pembebanan yang bekerja pada analisa ini adalah pembebanan lokal yang diambil dari hasil analisa global suatu suatu struktur secara keseluruhan.. Oleh karena itu

'ontoh atribut amplitudo tipe ini adalah Maximum Absolute Amplitude&amp; Maximum Peak Amplitude&amp; Average Peak  Amplitude&amp; dan Maximum Trough Amplitude. Sama

Dalam makalah ini akan di bahas bagaimana suatu aplikasi dapat menghasilkan informasi yang berguna tentang hubungan tingkat kelulusan dengan data induk mahasiswa dengan teknik

Penulis melakukan survey terhadap 30 responden mengenai hal yang biasanya menjadi pertimbangan konsumen saat memutuskan untuk memilih kafe, dengan hasil mini

A betegellátó hálózatok kialakítása során legegysze- rűbb az akut és a krónikus ellátási formákat szétválasz- tani. A szervezés során feltétlenül fel kell használni a

Namun, ianya berbeza dengan kajian yang dijalankan di Bandar Baru Bangi di mana tanggapan atau persepsi mereka sangat didorongi oleh ilmu pengetahuan serta pendedahan

Penyemprotan dilakukan sebaiknya pada sore hari sekitar pukul 16:00 atau 17:00, di mana hama ini mulai aktif bergerak dan makan, sedangkan untuk fase uretnya (kuuk), yang

Dengan penelitian ini diharapkan dapat memperkaya strategi pembelajaran kreatif dalam dunia pendidikan dan menjadi sebuah upaya untuk meningkatkan pembelajaran