BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1.
1.1. Latar BelakangLatar Belakang
Perkembangan teknologi yang begitu pesat beberapa waktu terakhir ini Perkembangan teknologi yang begitu pesat beberapa waktu terakhir ini membantu manusia dalam mendukung segala aktivitas dan kegiatan dalam membantu manusia dalam mendukung segala aktivitas dan kegiatan dalam kehidupannya. Dalam rangka menghadapi era keterbukaan dan pasar bebas dunia, kehidupannya. Dalam rangka menghadapi era keterbukaan dan pasar bebas dunia, diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas dalam berbagai bidang. diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas dalam berbagai bidang. Politeknik Negeri Malang merupakan suatu lembaga pendidikan yang menghasilkan Politeknik Negeri Malang merupakan suatu lembaga pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, profesional, dan siap kerja dalam bidang yang sumber daya manusia yang terampil, profesional, dan siap kerja dalam bidang yang ditekuninya serta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ditekuninya serta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sebagai dasar dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada sebagai dasar dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di lapangan pekerjaan. Oleh karena itu Politeknik Negeri Malang dituntut agar selalu di lapangan pekerjaan. Oleh karena itu Politeknik Negeri Malang dituntut agar selalu menyesuaikan sistem pendidikan sesuai dengan perkembangan dunia pekerjaan yang menyesuaikan sistem pendidikan sesuai dengan perkembangan dunia pekerjaan yang sesungguhnya.
sesungguhnya.
Perkembangan teknologi tersebut banyak bermunculan permasalahan yang Perkembangan teknologi tersebut banyak bermunculan permasalahan yang terjadi di industri yang sangat berbeda dengan yang diperoleh di bangku kuliah. terjadi di industri yang sangat berbeda dengan yang diperoleh di bangku kuliah. Dengan situasi tersebut, mahasiswa Teknik Listrik dituntut untuk dapat mengikuti Dengan situasi tersebut, mahasiswa Teknik Listrik dituntut untuk dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan sehingga apabila terjun ke dunia dan menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan sehingga apabila terjun ke dunia kerja sudah memiliki bekal yang cukup. Dalam usaha untuk menyesuaikan dan kerja sudah memiliki bekal yang cukup. Dalam usaha untuk menyesuaikan dan mengikuti perkembangan industri, kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di mengikuti perkembangan industri, kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di perusahaan
perusahaan dinilai dinilai sebagai sebagai sarana sarana efektif efektif untuk untuk menyesuaikan menyesuaikan diri diri dengandengan perkembangan tersebut.
perkembangan tersebut.
Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu mata kuliah yang ada di Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu mata kuliah yang ada di Jurusan Teknik Listrik Politeknik Negeri Malang. PKL ini dilaksanakan sebagai Jurusan Teknik Listrik Politeknik Negeri Malang. PKL ini dilaksanakan sebagai latihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan latihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan
yang diperoleh ketika berada di bangku pendidikan formal. Selain itu akan diperoleh yang diperoleh ketika berada di bangku pendidikan formal. Selain itu akan diperoleh gambaran langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan gambaran langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan – – permasalahan yang ada
permasalahan yang ada di industri. Misalnya permasalahan tentang pengdi industri. Misalnya permasalahan tentang pengaturan sistematuran sistem di tempat kerja.
di tempat kerja.
Pelaksanaan PKL ini bisa meningkatkan kualitas dan profesionalitas tenaga Pelaksanaan PKL ini bisa meningkatkan kualitas dan profesionalitas tenaga kerja, sebab selama ini mahasiswa setelah menyelesaikan studinya cenderung kurang kerja, sebab selama ini mahasiswa setelah menyelesaikan studinya cenderung kurang bisa beradaptasi
bisa beradaptasi dengan dengan lingkunga klingkunga kerja erja yang sesungguhnyang sesungguhn ya. Oleh ya. Oleh sebab sebab itu, denitu, dengangan melaksanakan PKL mahasiswa diharapkan mendapat pengalaman kerja yang melaksanakan PKL mahasiswa diharapkan mendapat pengalaman kerja yang nantinya bisa menjadikan mahasiswa mempunyai
nantinya bisa menjadikan mahasiswa mempunyai skill skill ..
PT.Hon Chuan Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak PT.Hon Chuan Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Industri Jasa produksi minuman yang berada di Kecamatan Ngoro, dibidang Industri Jasa produksi minuman yang berada di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Peran Hon Chuan Indonesia sebagai perusahaan yang sangat penting dalam Peran Hon Chuan Indonesia sebagai perusahaan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan produksi minuman yang mampu bersaing dengan berbagai memenuhi kebutuhan produksi minuman yang mampu bersaing dengan berbagai perusahaan
perusahaan industri industri yang yang lainnya lainnya baik baik dalam dalam maupun maupun luar luar negeri, negeri, secarasecara berkelanjutan
berkelanjutan terus terus diusahakan diusahakan seiring seiring dengan dengan pemenuhan pemenuhan kebutuhan kebutuhan listrik listrik sertaserta pelayanan
pelayanan kepada kepada masyarakat masyarakat secara profesional. secara profesional. Hal Hal tersebut di tersebut di atas atas dilakukan dilakukan jugajuga untuk memperoleh sertifikasi dalam bidang manajemen perusahaan maupun untuk memperoleh sertifikasi dalam bidang manajemen perusahaan maupun manajemen lingkungannya.
manajemen lingkungannya.
1.2
1.2 Tujuan PKL (Praktek Kerja Lapangan)Tujuan PKL (Praktek Kerja Lapangan) 1.
1. Mempersiapkan para mahasiswa untuk belajar bekerja secara mandiri,bekerjaMempersiapkan para mahasiswa untuk belajar bekerja secara mandiri,bekerja dalam satu tim dan mengembangkan potensi dan berkualitas sesuai dengan minat dalam satu tim dan mengembangkan potensi dan berkualitas sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
dan bakat masing-masing. 2.
2. Meningkatkan status dan kepribadian para mahasiswa,sehingga mereka mampuMeningkatkan status dan kepribadian para mahasiswa,sehingga mereka mampu berinteraksi,berkomunikasi dan memiliki rasa tanggung jawab serta disiplin tinggi berinteraksi,berkomunikasi dan memiliki rasa tanggung jawab serta disiplin tinggi
3.
3. Memberi kesempatan dan bergaransi bagi para mahasiswa yang berpotensi untukMemberi kesempatan dan bergaransi bagi para mahasiswa yang berpotensi untuk menjadi tenaga kerja terampil dan produktif berdasarkan pengakuan Standart menjadi tenaga kerja terampil dan produktif berdasarkan pengakuan Standart Profesi.
Profesi. 4.
4. Membandingkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dengan pelaksanaan magangMembandingkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dengan pelaksanaan magang di perusahaan atau industri.
di perusahaan atau industri. 5.
5. Untuk memperoleh pengetahuan dari tempat magang.Untuk memperoleh pengetahuan dari tempat magang. 6.
6. Mengaplikasikan kemampuan praktek yang diperoleh di perkuliahan ke duniaMengaplikasikan kemampuan praktek yang diperoleh di perkuliahan ke dunia perusahaan atau industri.
perusahaan atau industri.
1.3
1.3 Manfaat PKL (Praktek Kerja Lapangan)Manfaat PKL (Praktek Kerja Lapangan) 1.3.1 Bagi Mahasiswa
1.3.1 Bagi Mahasiswa
1.
1. Menguji kemampuan pribadi untuk berkreasi sesuai ilmu yang dipelajari sertaMenguji kemampuan pribadi untuk berkreasi sesuai ilmu yang dipelajari serta tata cara hubungan masyarakat dalam industri.
tata cara hubungan masyarakat dalam industri. 2.
2. Mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang telah dimilikinya padaMahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang telah dimilikinya pada kegiatan nyata, dengan demikian akan mengerti perbandingan antara kegiatan nyata, dengan demikian akan mengerti perbandingan antara pengetahuan di bangku kuliah dengan ken
pengetahuan di bangku kuliah dengan kenyataan di lapangan.yataan di lapangan. 3.
3. Memperdalam Memperdalam dan meningkatkan dan meningkatkan keterampilan keterampilan diri diri yang yang sesuai sesuai dengan ilmudengan ilmu yang dimiliki.
yang dimiliki. 4.
4. Dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di dunia kerja.Dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di dunia kerja. 5.
5. Dapat menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan diriDapat menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dimasa yang akan datang.
dengan lingkungan dimasa yang akan datang.
1.3.2 Bagi Politeknik khususnya untuk program studi Teknik Listrik 1.3.2 Bagi Politeknik khususnya untuk program studi Teknik Listrik
1.
1. Sebagai bahan masukan untuk mengevaluasi sampai sejauh mana kurikulumSebagai bahan masukan untuk mengevaluasi sampai sejauh mana kurikulum yang telah
yang telah diterapkan sesuai dengan diterapkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja yang kebutuhan tenaga kerja yang terampil diterampil di bidangnya.
2.
2. Sebagai sarana pengenalan instansi pendidikan Politeknik khususnya programSebagai sarana pengenalan instansi pendidikan Politeknik khususnya program studi Teknik Listrik, pada badan usaha perusahaan yang membutuhkan tenaga studi Teknik Listrik, pada badan usaha perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang dihasilkan oleh Politeknik.
kerja yang dihasilkan oleh Politeknik.
1.3.3
1.3.3 Bagi Bagi PT. PT. Hon Hon Chuan Chuan IndonesiaIndonesia
1.
1. Memanfatkan sumber daya manusia yang potensial.Memanfatkan sumber daya manusia yang potensial. 2.
2. Sebagai sarana untuk memberikan kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan olehSebagai sarana untuk memberikan kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan oleh badan usaha yang terkait.
badan usaha yang terkait. 3.
3. Sebagai sarana untuk mengetahui kualitas pendidikan yang ada di PoliteknikSebagai sarana untuk mengetahui kualitas pendidikan yang ada di Politeknik
1.4 TATA TERTIB. 1.4 TATA TERTIB.
1.4.1.
1.4.1. Kewajiban Kewajiban MahasiswaMahasiswa 1.4.1.1. Mematuhi
1.4.1.1. Mematuhi peraturan yang peraturan yang berlaku, di berlaku, di industri industri / / bengkel tempatbengkel tempat Praktek Kerja Lapangan
Praktek Kerja Lapangan 1.4.1.2.
1.4.1.2. Berada ditempat Berada ditempat PKL 15 PKL 15 menit sebelum menit sebelum dimulai.dimulai.
Sopan, jujur, bertanggung jawab, berinisiatif dan kreatif terhadap Sopan, jujur, bertanggung jawab, berinisiatif dan kreatif terhadap tugas-tugas yang diberikan.
tugas-tugas yang diberikan. 1.4.1.3.
1.4.1.3. Memakai seragam kerMemakai seragam kerja lengkap dengan atrija lengkap dengan atribut setiap keluar but setiap keluar masukmasuk industri dan berpakaian kerja lengkap dengan atribut Politeknik industri dan berpakaian kerja lengkap dengan atribut Politeknik setiap melaksanakan PKL.
setiap melaksanakan PKL. 1.4.1.4.
1.4.1.4. Memberi sMemberi salam pada alam pada waktu datang waktu datang dan mohon dan mohon diri saat diri saat pulang.pulang. 1.4.1.5.
1.4.1.5. Memberitahu kepada pimpinan unit / pembimbing industri bilaMemberitahu kepada pimpinan unit / pembimbing industri bila berhalangan hadir atau bermaksud meninggalkan praktik.
berhalangan hadir atau bermaksud meninggalkan praktik. 1.4.1.6.
1.4.1.6. Membicarakan dengan segera Membicarakan dengan segera kepada dosen pembimbing, ketuakepada dosen pembimbing, ketua kelompok atau petugas yang ditunjuk apabila menemui kelompok atau petugas yang ditunjuk apabila menemui kesulitan-kesulitan.
kesulitan. 1.4.1.7.
1.4.1.7. Melaporkan dengan segera kepada petugas yang berwewenangMelaporkan dengan segera kepada petugas yang berwewenang dalam industri / bengkel apabila terjadi kerusakan atau salah dalam dalam industri / bengkel apabila terjadi kerusakan atau salah dalam mengambil bahan / alat.
mengambil bahan / alat. 1.4.1.8.
1.4.1.8. Membersihkan dan mengatur kembali peralatan dengan rapi sepertiMembersihkan dan mengatur kembali peralatan dengan rapi seperti semula apabila akan meninggalkan tempat.
1.4.1.9. Menerima, mengisi dan menyerahkan buku agenda harian kepada pembimbing.
1.4.1.10. Menyusun Laporan dengan Sistem Kelompok Berdasarkan hasil Praktek Kerja lapangan.
1.4.2. Larangan Mahasiswa.
1.4.2.1. Menghisap rokok di dalam dan diluar tempat PKL, termasuk mengkonsumsi minuman dan obat obatan yang dilarang Pemerintah. 1.4.2.2. Menerima tamu pada saat melaksanakan PKL.
1.4.2.3. Mempergunakan fasilitas pesawat telephon di tempat PKL tanpa seijin petugas / pembimbing industri.
1.4.2.4. Pindah tempat PKL tanpa rekomendasi Kepala Urusan yang berwewenang dalam mengatur penempatan.
1.4.2.5. Berkelahi / bertengkar dengan siapapun dan dilarang berambut gondrong/panjang untuk pria.
1.4.2.6. Khusus untuk perempuan selain di atas juga dilarang : a. Memakai rok
b. Memakai sepatu bertumit tinggi c. Memakai perhiasan
d.Memakai tata rias / make up yang kurang sesuai dengan kondisi setempat.
1.4.2.8. Mahasiswa dilarang mengakhiri dalam pelaksanaan PKL sebelum batas akhir pelaksanaan selesai tanpa sepengetahuan dari politeknik
1.4.2.9. Mahasiswa dilarang mengambil barang yang bukan miliknya untuk dimiliki tanpa seijin pemiliknya
1.4.3. Sanksi-sanksi
Pelanggaran-pelanggaran tata tertib akan dikenakan sanksi sbb : 1.4.3.1. Peringatan secara lisan
1.4.3.2. Peringatan tertulis 1.4.3.3. Pengurangan nilai PKL
1.4.3.4. Dikeluarkan dari institusi tempat PKL dengan nilai Nol.
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Profil Perusahaan
Hon Chuan Enterprise Co. Ltd adalah perusahaan asal Taiwan yang memproduksi packaging untuk produk minuman, di antaranya botol plastik, tutup botol, dan label. Beberapa konsumen besar dari Hon Chuan antara lain: Coca Cola, Pepsi, Uni-President. Saat ini Hon Chuan Enterprise Co. Ltd menguasai market share sebesar 75% di Taiwan.
2.2 Sejarah PT Hon Chuan Indonesia
Hon Chuan Enterprise, Co., Ltd. berdiri pada tahun 1969 dan saat ini telah memiliki dua belas pabrik di Taiwan, enam belas pabrik di China, dan sebelas pabrik di Asia Tenggara, tiga di antaranya ada di Indonesia. Tiga pabrik PT. Hon Chuan Indonesia berlokasi di Bogor, Karawang dan Cikarang dan sekarang berencana untuk melakukan perluasan investasinya di Surabaya dengan target memulai aktivitas komersial pada triwulan pertama tahun 2015. Untuk proyek di Surabaya tersebut, PT. Hon Chuan Indonesia akan merekrut sekitar seratus orang tenaga kerja lokal yang antara lain fresh graduate dari berbagai perguruan tinggi di sekitar Surabaya di berbagai disiplin ilmu.
2.3 Lokasi perusahaan
Saat ini proses produksi PT. Hon Chuan Indonesia dilaksanakan di 4 tempat di Indonesia yaitu:
1. Dusun Mangga Besar I RT 09 RW 03 Desa Walahar Kec. Klari, Kab. Karawang, Jawa Barat, Indonesia.
2. 16730 Jl. M.HE Sukma KM.18 Gang Telkom, Ds Pasir Muncang, Kec.Caringin Kab.Bogor.
3. DELTA SILICON V JALAN KENARI RAYA BLOK G2 No. 1 & 17 Kawasan Industri- Lippo Cikarang.
4. Ngoro Industrial Park block F2-1 Jl. Raya Ngoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto 61385 Jawa Timur Indonesia.
2.4 Bidang Usaha
PT.Hon Chuan Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa. PT.Hon Chuan merupakan perusahaan Aseptic Plant atau perusahaan yang memproduksi barang dalam bentuk plastic maupun minuman.Hasil produksi ini juga diekspor ke luar negeri yaitu Taiwan.Sedangkan di Indonesia dipasarkan di berbagai toko maupun supermarket yaitu Alfamart,Indomaret dll.Minuman yang dipasarkan yaitu teh Ichitan,Yuzu,Fiesta Black Tea akan tetapi produk tersebut bukan milik PT.Hon Chuan itu sendiri melainkan produk pabrik lain karena PT.Hon Chuan hanya sebagai pabrik jasa.Selain memproduksi teh Pt Hon Chuan juga melayani pemesanan label minuman yang terkemuka di Indonesia.Misalnya Pocari sweet,Teh Pucuk Harum,Aquase,Kiranti,Ichitan,Yuzu dll
2.5 Visi dan Misi PT Hon Chuan Indonesia 1. Visi
Menjadi supplier packaging dan jasa pembuatan minuman dalam kemasan yang terkemuka di Asia Tenggara.
2. Misi
Memaksimalkan kepentingan pelanggan dan pemegang saham dengan memfokuskan kebutuhan pelanggan,produk,dan pasar,menyediakan layanan yang memuaskan dan terus menerus membuat produk yang lebih baik dalam rangka mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
Filosofi Perusahaan :
1. Tujuan utama PT Hon Chuan Indonesia adalah dengan giat untuk mengejar kualitas terbaik dari produk yang di hasilkan, meneliti teknik produksi, meningkatkan higienis, aman dan memberitahukan ke pelanggan bahwa keamanan dan higienis makanan adalah tugas PT Hon
Chuan Indonesia.
2. Perusahaan menaati prinsip “Integritas, Inovasi, Kualitas, Pelayanan, giat, dan Tanggung jawab” terhadap semua produk yang di hasilkan sesuai dengan permintaan pelanggan, sehingga pelanggan dapat yakin, percaya sepenuhnya terhadap produk yang di hasilkan PT Hon Chuan Indonesia.
Kebijakan Perusahaan :
PT Hon Chuan Indonesia berkomitmen untuk :
1. Memproduksi pangan yang berkualitas dan aman bagi konsumen.
2. Memenuhi semua persyaratan yang di terapkan oleh pelanggan, standar nasional, standar internasional maupun pemerintah.
3. Mengkomunikasikan isu terkait keamanan pangan kepada seluruh karyawan PT Hon Chuan Indonesia dan organisasi yang terlibat dalam rantai makanan.
4. Menjalankan sisrtem manajemen keamanan pangan, serta meninjau dan meningkatkan sistem manajemen keamanan pangan secara berkesinambungan.
2.6 Tujuan, Sasaran dan Prinsip Dasar PT Hon Chuan Indonesia 1. Tujuan
Tujuan PT.Hon Chuan Indonesia adalah dengan giat untuk mengejar kualitas terbaik dari produk yang dihasilkan,meneliti teknik produksi ,meningkatkan
higienis,aman dan memberitahukan ke pelanggan bahwa keamanan dan higienis makanan adalah tugas PT.Hon Chuan Indonesia.
2. Sasaran
Meningkatkan potensi perusahaan untuk mendapatkan peluang usaha yang menjamin masa depan perusahaan melalui sinergi internal dan eksternal.
3. Prinsip dasar
Loyalitas, Integrittas dan Dedikasi, yang berarti berpegang teguh pada tujuan perusahaan, kejujuran dan keutuhan sikap dalam interaksi organisasi dan pengabdian pada perusahaan. Ketiga hal ini merupakan sikap keseharian setiap anggota organisasi yang mendasari setiap aksi individual danorganisasi. Semangat kelompok tidak boleh mengalahkan prinsip pertama ini.
Keunggulan teknologi, yang berarti keyakinan bahwa penguasaan dan pemanfaatan teknologi sangat penting dalam mencapai tujuan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja untuk inovasi produk dan bahan untuk inovasi bisnis.
Kerjasama kelompok, yang berarti keberhasilan merupakan hasil dari kerjasama. Sinergi yang muncul dari kelompok yang dilandasi integritas anggota kelompok maupun memberikan kesuksesan yang sebelumnya tak mungkin diraih. Berbisnis untuk saling menguntungkan, yang berarti menekankan pentingnya memperoleh kepercayaan dari semua pihak yang berbisnis dengan PT Hon Chuan Indonesia. Merupakan hal penting untuk memikirkan dan menjamin manfaat dan menambahkan nilai kepada mitra, pelanggan, pemasok dan tentu untuk PT Hon Chuan Indonesia sendiri.
2.7 Struktur Organisasi Director Senior Mana er Manager Beverage Plant Manager Packaging Plant Manager Finance Manager QC Manager Sales Manager HRGA SPV Beverage SPV
BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Sistem Distribusi Tenaga Listrik 3.1.1 Tinjauan Umum
Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber da ya listrik besar sampai ke konsumen. Sumber daya besar tersebut dapat berupa suatu stasiun pembangkit atau berupa suatu gardu induk yang dilayani oleh pembangkit tenaga listrik. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit
listrik besar dengan tegangan dari 11 kV sampai 24 kV dinaikan tegangannya oleh gardu induk dengan transformator penaik tegangan menjadi 70 kV
,154kV, 220kV atau 500kV kemudian disalurkan melalui saluran transmisi. Tujuan menaikkan tegangan ialah untuk memperkecil kerugian daya listrik pada saluran transmisi.
3.1.2 Pembagian Sistem Distribusi 1. Jaringan Subtransmisi (JS)
Jaringan subtransmisi berfungsi menyalurkan daya listrik dari sumber daya besar menuju gardu induk yang terletak di daerah tetentu.
2. Gardu Induk (GI)
Gardu induk berfungsi menerima daya listrik dari jaringan
subtransmisi dan menurunkan tegangan menjadi tegangan jaringan distribusi primer (Jaringan Tegangan Menengah).
3. Gardu Hubung
Gardu hubung berfungsi menerima daya listrik dari gardu induk yang telah diturunkan menjadi tegangan menengah dan menyalurkan atau mebagi daya listrik tanpa merubah tegangannya melalui jaringan distribusi primer (JTM) menuju gardu atau transformer distribusi.
4. Jaringan Distribusi Primer/ Jaringan Tegangan Menengah (JTM) Jaringan distribusi primer berfungsi menyalurkan daya listrik,
menjelajahi daerah asuhan ke gardu/ transformator distribusi. Jaringan distribusi primer dilayani oleh gardu hubung atau langsung d ri gardu induk dan atau dari pusat pembangkit.
Pada umumnya terdapat empat bentuk atau tipe dasar dari system jaringan distribusi primer sebagai berikut:
a) Sistem Radial
Sistem distribusi dengan pola radial adalah sistem distribusi yang paling sederhana dan ekonomis. Pada sistem ini terdapat beberapa penyulang yang menyuplai beberapa gardu distribusi
secara radial.
Dalam penyulang tersebut dipasang gardu-gardu distribusi untuk konsumen. Namun keandalan system ini lebih rendah dibanding dengan sitem lainnya. Kurangnya keandalan disebabkan karena hanya terdapat satu jalur utama yang menyuplai gardu distribusi, sehingga apabila jalur utama
tersebut mengalami gangguan, maka seluruh gardu akan ikut padam. Kerugian lain yaitu mutu tegangan pada gardu
distribusi yang paling ujung kurang baik, hal ini dikarenakan jatuh tegangan terbesar ada diujung saluran.
b) Sistem Loop
Pada Jaringan Tegangan Menengah Struktur Lingkaran (Loop) merupakan system jaringan distribusi primer yang dimulai dari gardu induk atau sumber daya, melalui daerah beban dan kemudian kembali lagi ke rel gardu induk/ sumber daya yang sama.
c) Spindel
Sistem Spindel adalah suatu pola kombinasi jaringan dari pola Radial dan Ring. Spindel terdiri dari beberapa penyulang (feeder) yang tegangannya diberikan dari Gardu Induk dan tegangan tersebut berakhir pada sebuah Gardu Hubung (GH).
Gambar 2. Konfigurasi Jaringan Loop
Pada pengoperasiannya, sistemsSpindel berfungsi sebagai sistem radial. Di dalam sebuah penyulang aktif terdiri dari gardu distribusi yang berfungsi untuk mendistribusikan tegangan kepada konsumen baik konsumen tegangan rendah (TR) atau tegangan menengah (TM).
d) Cluster
System cluster banyak digunakan untuk kota besar yang mempunyai kerapatan beban yang tinggi. Dalam sistem ini terdapat Saklar Pemutus Beban, dan penyulang cadangan. Dimana penyulang ini berfungsi bila ada gangguan yang terjadi pada salah satu penyulang konsumen maka penyulang
cadangan inilah yang menggantikan fungsi suplai kekonsumen.
.
e) System koneksi (Hantaran Penghubung)
System jaringan distribusi primer dengan tipe ini terjadi jika ada beberapa gardu induk yang saling berinterkoneksi sehingga setiap beban memiliki beberapa kemungkinan untuk menerima
daya dari berbagai arah. Tetapi system ini memerlukan biaya investasi yang sangat besar di dalam pembangunannya, namun sangat cocok bila digunakan pada daerah beban dengan kerapatan yang tinggi serta membutuhkan system pelayanan yang terus menerus.
5. Gardu Distribusi
Gardu distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan primer (tegangan menengah) menjadi tegangan sekunder (tegangan rendah) yang biasanya 127/220 Volt atau 220/380 Volt.
6. Jaringan Distribusi Sekunder
Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban-beban yang ada di konsumen. Pada sistem distribusi sekunder bentuk saluran yang paling banyak digunakan ialah sistem radial. Sistem ini dapat menggunakan kabel yang berisolasi maupun konduktor tanpa isolasi. Sistem ini biasanya disebut sistem tegangan rendah yang langsung akan dihubungkan kepada konsumen/pemakai tenaga listrik dengan melalui peralatan- peralatan sbb:
Papan pembagi pada trafo distribusi.
Hantaran tegangan rendah (saluran distribusi sekunder). Gambar 5. Rangkaian Sistem Koneksi
Alat pembatas dan pengukur daya (kWh meter) serta fuse atau pengaman pada pelanggan.
3.2 Sistem Distribusi pada PT.HON CHUAN INDONESIA
Sumber tenaga listrik yang menyupai PT.Hon Chuan Indonesia berasal dari PLN dengan kapasitas masing masing divisi yaitu 20 kV. Suplay tersebut diunakan untuk memenuhi pemintaan beban dari masing-masing gedung pada PT. Hon Chuan Indonesia yaitu Gedung Divisi Utility,Divisi Beverage,dan Divisi Packaging
3.2.1 Sistem Pendistribusian Tenaga Listrik
PT. HON CHUAN INDONESIA menggunakan system ring dalam pendistribusian tenaga listrik. Hal ini ditunjukan untuk lebih mengefektifkan pendistribusian tenaga listrik. System ring ini sangat cocok dikarenakan keandalannya dalam penyaluran daya dengan tingkat beban besar, serta harus kontinyu atau berlanjut. Tetapi ada kelemahan yang sangat berbahaya dalam system tersebut, jika pada salah satu system mengalami kerusakan, biasanya yang mengalami trip pada sentral yang mengakibatkan produksi berhenti beberapa saat sampai petugas mengalokalisir daerah gangguan lalu bisa dinyalakan kembali.
3.2.2 Penghantar
Penghantar pada pendistribusian tegangan menengah 20kV memakai penghantar jenis NYFGbY. Penghantar atau kabel in dirancang untuk system instalasi bawah tanah. Kontruksi dari kabel ini antara lain menggunakan kawat tembaga yang sesuai standart IEC-228. Dilingkupi isolator PVC YJ-1 sesuai standart SPLN 41-2 dan SII 0207-83 dengan warna merah yang berarti kabel dirancang untuk bawah tanah. Kulit pelindung kabel terbuat dari kawat baja yang pipih dan dibungkus lapisan lagi yang terbuat dari baja. Dalam pemasangan kabel tegangan menengah 20 kV kedalam panel diperlukan
sepatu kabel, silling end, busbar, dan beberapa perlengkapan lainnya.
3.2.2.1 Terminasi
Terminasi adalah suatu alat yang dibutuhkan pada ujung kabel tegangan yang lebih besar yang akan dihubungkan dengan peralatan lain. Terminasi dimaksudkan untuk mencegah stress yang bertumpuk pada satu titik diujung setengah konduktor kabel, hal ini dapat dilakukan dengan:
1. Menggunakan stress cone yang telah disiapkan oleh pabrik, baik berbentuk pita isolasi maupun pejal.
2. Bahan yang mampu mencegah stress yang terbuat dari bahan yang mempunyai tahanan yang tidak linear.
Selain itu untuk melindungi ujung kabel tersebut dari suatu rembesan air dan uap udara serta pengaruh luar lainnya, teminasi juga membeikan lapisan yang tidak berjejak pad lapisan dan luar ujung kabel, sehingga walaupun terjadi tegangan tembus pada terminasi tidak akan terulang pada bagian yang sama.
3.2.2.2 Hal-hal yang Diperhatikan dalam MelakukanTerminasi Pada pemasangan terminasi yang terpenting adalah ketelitian sambungan dan kehati-hatian dalm bekerja, yaitu dimulai dengan pembukaan kabel sampai pada bagian akhir dari terminasi itu sendiri. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh terminasi adalah :
1. Dapat mencegah terjadi konsentrasi stress pada ujung screen kabel.
2. Dapat mencegah terjadinya jejak konduktif (track) pada bahan isolasi teminasi, meskipun dalam kondisi polusi yang kurang baik.
3. Sealing yang mempunyai keandalan tahan terhadap air, kelembapan dan keadaan llingkungan sekitarnya.
4. Kontak yang baik antara sepatu kabel dengan penghantarnya.
Ada bebeapa yang harus diperhatikan dalam pemasangan yaitu: 1. Pada waktu pembukaan lapisan setengah konduktor yang
2. tersebut. Karena apabila melukai laisan isolasi akan mebuat void/celah udara yang terjebak.
3. Gunakan sepatu kabel yang sesuai dengan kabelnya.
3.2.3 Transformator
Trafo berfungsi untuk memindahkan dan mengubah energy lstrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain melalui suatu magnet rangkap dan berdasarkan prinsip induksi electromagnet. Trafo yang digunakan pada PT. Hon Chuan Indonesia-Ngoro memiliki klasifikasi sebagai berikut :
3.2.3.1 Bagian Utama Transformator A. Inti Besi
Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh aris listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh “Eddy Curent”. Untuk menampung pemuaian minyak trafo, tangki dilengkapi dengan konservator.
B. Kumparan Trafo
Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan. Kumparan tersebut diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dngan isolasi padat seperti karton, pertinax, dan lain-lain. Umunya pada trafo terdapat kumparan primer dan sekunder. Bila kumparan primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi
sekunder tertutup (rangkaian beban) maka akan mengalir arus pada kumparan ini. Jadi kumparan sebagai alat transformasi tegangan dan arus.
C. Minyak Trafo
Minyak trafo berfungsi sebagai media pemindah panas dan bersifat pula sebagai isolasi (daya tegangan tembus tinggi).
Syarat minyak trafo :
a. Muatuan isolasi tinggi.
b. Penyalur panas yang baik berat jenis yang kecil. c. Viskositas yang rendah agar lebih mudah
bersirkulasi dan kemampuan pendinginan menjadi lebih baik.
d. Tidak mudah menguap yang dapat membahayakan.
e. Tidak merusak bahan isolasi padat. f. Sifat kimia yang stabil.
Agar minyak trafo berfungsi dengan baik, maka kualitas minyak harus sesuai denga standart kebutuhan.
D. Bushing
Bushing adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk menghubungkan ujung-ujung kawat dari lilitan dalam tangki trafo dengan kawat bagian luar. Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui sebuah bushing yaitu sebuah konduktor
yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki trafo. Selain sebagai penghubung, bushing berfungsi pula sebagai pengaman untuk menghindari terjadinya hubungan kawat yang bertegangan denga body (tangki) trafo.
E. Tangki dan Konservator
Berfungsi sebagai tempat dari lilitan transformator yang
terendam minyak trafo berguna untuk mengisolasi tegangan antar kumparan inti, body, dan antara bagian- bagian bertegangan lainnya. Untuk menampung pemuaian minyak trafo, tangki dilengkapi dengan konservator. Pada konservator juga terdapat indicator minyak trafo untuk mengetahui ketinggian minya trafo
dan besar pemuaiannya. Konservator merupakan tangki pemeliharaan berfungsi sebagai pengisian minyak trafo kedalam tangki trafo.
3.2.4 Proteksi
Untuk keamanan dan pencegaan terhadap adanya gangguan-gangguan tenaga listrik maka diperlukan suatu proteksi di dalam pendisribusian tenaga listrik agar dapat dilakukan tindakan-tindakan pengamanan untuk memcegah hal-hal yang tidak diinginkan.
3.2.4.1 Peralatan Proteksi Pada Transformator A. Relay Buchholz
Relay bucholz adalah alat/rele untuk mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan didalam trafo yang menimbulkan gas. Gas yang timbul diakibatkan oleh:
a. Hubung singkat antar lilitan pada/dalam fasa. b. Hubung singkat antar fasa.
c. Hubung singkat antar fasa ke tanah d. Busur api listrik antar laminasi
e. Busur api listrik karena kontak yang kurang baik
Rele ini digunakan pada tranformator yang mempunyai tangki konservator, berfungsi untuk mengatasi gangguan yang terjadi dalam transformator, antara lain berkurangnya minyak trafo, hubung singkat pada belitan, dan adanya kontak yang urang baik pada tap pengubah tegangan.
B. Rele Jansen
Rele jansen adlah rele untuk mengamanka transformator dari gangguan di dalam tap changer yang menimbulkan gas. Dipasang pada pipa yang menuju conservator. Cara kerja sama seperti rele bucholz tetapi hanya mempunyai satu kontak untuk tripping.
C. Rele Temperatur
Rele temperature mendeteksi kenaikan temperature belitan sisi primer/sekunder dan minyak, biasa disebut
winding temperature dan oil temperature. Gambar 10. Relay Buchholz
D. Rele HV/LV Windng Temperature
Bekerja apabila suhu kumparan trafo melebihi setting dari pada rele HV/LV winding, besarnya kenaikan suhu adlah sebanding dengan factor pembebanan dan suhu udara luar trafo. Urutan kerja rele suhu kumparan / winding ini dibagi 2 tahap :
a. Mengerjakan alarm (winding temperature alarm)
b. Mengerjakan perintah trip ke PMT (winding temperature trip)
Rele HV/LV oil temperature bekerja apabila suhu minyak trafo melebii setting dari pada rele HV/LV oil. Besarnya kenaikan suhu adalah sebanding dengan factor pembebanan dan suhu udara luar tafo. Untuk kerja rele suhu minyak/oil ini dibagi 2 tahap :
a. Mengerjakan alarm (oil temperature alarm) b. Mengerjakan perintah trip ke PMT (oil
temperature trip)
E. Pengaman Tekanan Lebih
Pengaman tekanan lebih berfungsi hampir samaseperti relay buchholz yakni mengamankan tehadap gangguan di dalam trafo. Bedanya relay ini hanya bekerja oleh kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan P.M.T.
F. Relay Arus Lebih
Relay arus lebih berfungsi mengamankan trafo arus yang melebihi dari arus yang diperkenankan lewat dari trafo tersebut dan arus lebih ini dapat tejadi olh karena beban lebih atau gangguan hubung singkat.
G. Relay Tangki Tanah
Relay tangki tanah berfungsi untuk mengamankan trafo bila ada hubung singkat antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada trafo.
H. Hubung Tanah
Relay hubung tanah berfungsi untuk mengamankan trafo bila terjadi gangguan hubung singkat satu phasa ke tanah.
I. Relay Termis
Relay termis berfungsi untuk menegah/ mengamankan trafo dari kerusakan isolasi kumpasan, akibat adanya panas lebih yag ditimbulkan oleh arus lebih. Besaran yang diukur di dalm relay ini adlah kenaikan temperature.
J. Arrester
Arrester berfungsi untuk menangkap tegangan lebih akibat sambaran petir. Sambaran petir menimbulkan tegangan lebih yang dapat merusak transformer, oleh karena itu dipasang arrester setelah cut out fuse u ntuk
membuang tegangan lebih akibat sambaran petir ke tanah
K. Relay Differensial
Relay differensial berfungsi pengamankan trafo dari gangguan di dalam trafo antara lain flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan
.
3.2.5 Pensaklaran (switching)
Pada system pendistribusian tgangan menengah di PT.Hon Chuan Indonesia menggunakan beberapa jenis saklar.
A. VCB (Vacum Circuit Breaker)
Merupakan saklar yang digunakan untuk pegaman pada tegangan menengah (6kV, 20kV) agar tidak terjadi bunga api. VCB mempunyai kekuatan isolasi yang tinggi sehingga mempunyai keunggulan dibanding menggunakan media lain. Pemutus tenaga vacuum biasanya banyak digunakan pada system bawah tanah.
B. LBS ( Load Break Switch)
LBS digunakan untuk menghubungkan dan
memisahkan suatu jaringan dengan jaringan lain yang bertujuan untuk menambah atau mengurangi, beban
sistem untuk pemadaman dalam perluasan pekerjaan atau perbaikan jaringan.
C. OCB (Oil Circuit Breaker)
OCB adalah salah satu switch yang memilki medium dielektrik berupa minyak atau oil yang digunakan sebagai pendingin dan pemandam bunga api.
D. Earting Switch
Pengguaan dari earthing switch ini ditujukan untuk menghilangkan tegangsn sisa yang dimngkinkan masih berada di dalam system. Earting switch ini berbentuk
berupa jepitan batang tembaga yang dihubungkan ke tanah. Cara kerjanya batang tembaga diputar masuk jepitan yang sangat rapat supaya aliran arus lancar. Pada fasa-fasa tegangan tinggi earting switch diparalel langsung ubung singkat ke tanah. Earting switch ini digunakan pada setiap panel pada sisi tegangan tinggi.
E. MCB (Miniature Circuit Breaker)
Merupakan saklar yang memiliki kontruksi lebih kecil disbanding dengan yang disebutkan diatas. Dan juga memiliki kapasitas arus yang terbatas. Karakteristik dari MCB adlah apabila MCB dialiri arus yang melewati setting arus yang ditentukan maka MCB akan langsung trip. Arus nominal yang terdapat pada MCB adalah 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, dan lain-lain. Kebanyakan pelanggan menggunakan daya 450VA (Volt Ampere) akan menggunakan MCB dengan arus nominal 2 ampere. Dengan perhitungan tegangan di Indonesia adalah 220V, jika daya yang terpasang 450VA, maka yang perlu dilakukan adalah membaginya dengan 220V dan hasilnya 2,04 sehingga dapat menggunakan MCB dengan nominal 2 ampere.
F. Air Circuit Breaker
Air Circuit Breaker memiliki ketahanan thermis yang tinggi sehingga dapat menjamin kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.Karena pada saat terjadi
gangguan,alat ini akan menunda pemutusan sebelum semua pemutus tenaga disisi bawahnya terputus (tripp).Sehingga jika gangguan tersebut hanya terjadi pada suatu titik,maka hanya pemutus tenaga pada
daerah itu sajalah yang terputus (tripp).
ACB adalah pengendali yang secara otomatis dapat memutuskan rangkaian secara seketika apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.Karena karakteristik perilakunya baik sekali dan kapasitas pemutusannya
arus besar dibandingkan dengan saklar pisau dan sekering,ACB ini luas dipergunakan sebagai pemutus daya untuk papan distribusi dan kendali dari peralatan elektrik suatu bangunan,perkakas mesin,mesin
industry,dll.
3.2.6 Alat Ukur
Alat ukur yang digunakan pada sitem distribusi tegangan menengah 20 kV di PT.Hon Chuan Indonesia tidak jauh beda dengan alat ukur dasar, missal voltmeter, amperemeter, mega ohm meter, dan lain-lain.
Hanya yang membedakan adalah bahwa semua alat ukur merupakan hasil keluaran current transformer (CT) dan potensial transformer (PT), ini dikarenakan tidak ada alat ukur yang dapat langsung digunakan pada tegangan menengah atau lebih.
Pada setiap jalur utama tegangan menengah 20kV terdapat 2 buah voltmeter. Sedang untuk jalur masuknya pada jalur utama terdpat 3 buah amperemeter untuk tiap-tiap fasa, satu voltmeter yang kesemuanya berdasarkan penurunan tegangan melalui CT dan PT. Untuk keluaran dari jalur utama terdapat 3 buah amperemeter.
Fungsi dari alat ukur listrik 1. Megger
Megger berfungsi sebagai pengukur tahanan isolasi dari alat alat listrik maupun instalasi -instalasi. Output dari alat ukur ini umumnya merupakan tegangan tinggi arus searah. Megger ini sering digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk:
a. Kabel instalasi pada rumah-rumah atau bangunan.
b. Kabel tegangan tinggi dan rendah c. Transformator.
2. Ohm meter
Ohm meter ialah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik pada rangkaian tertutup atau daya untuk menahan mengalirnya arus listik pada sebuah konduktor.
3. Amperemeter
Amperemeter ialah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk arus DC
maupun AC yang terdapat dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasa dipasang berderet dengan elemen listrik. Jika Anda akan mengukur arus yang mengalir pada sebuah penghantar dengan memakai Amperemeter maka wajib Anda pasang secara seri dengan cara memotong penghantar agar arus mengalir melalui Amperemeter.
4. Voltmeter
Voltmeter ialah alat yang digunakan untuk mengukur besar tegangan listrik pada sebuah rangkaian listrik tertutup.
Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berfungsi sebagai Anode sedangkan yang di tengah sebagai Katode. Pada Umumnya tabung tersebut berukuran 15 cm x 10 cm.
3.2.7 Pengolahan air minum dalam kemasan 3.2.7.1 Tinjauan Umum
Pengolahan air minum dalam kemasan merupakan bagian dari standard untuk mendapatkan air yang layak di minum. Pengolahan ini berguna untuk menjernihkan air serta menghilangkan bakteri dan zat-zat yang
tidak berguna dalam air. Air minum dalam kemasan tersebut berupa air mineral. Air mineral yang akan menjadi produk-produk sesuai dengan parameter BPOM dan MUI. Tujuan menyesuaikan parameter adalah agar air
mineral dapat menjadi produk yang tidak berbahaya bagi pelanggan.
3.2.8 Proses pengolahan Water Treatment Plant
Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah sistem atau sarana yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitas air baku (influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang di inginkan sesuai standar mutu atau siap untuk di konsumsi. Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) merupakan sarana yang penting di seluruh dunia yang akan menghasilkan air bersih dan sehat untuk di konsumsi. Biasanya bangunan atau konstruksi ini terdiri dari 5 proses, yaitu: koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.
a. Koagulasi
Koagulasi adalah sebuah metode untuk mengubah koloid sehingga mereka mendekat dan melekat satu sama lain membentuk partikel flok yang lebih besar. ( Mackenzie L. Davis dan David A.
Cornwell. 1998. Introduction to Environmental Engineering third edition. Singapore:WCB/McGraw Hill.)
Koagulasi adalah bahan kimia yang berfungsi sebagai pengikat partikel penyebab keruh terhadap air agar terjadi gumpalan atau flok yang mudah diendapkan. ( Anonim. SNI 19-6784-2002. Metode Pengujian Koagulasi, Flokulasi dan Filtrasi Bertekanan)
Koagulan adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam air menyempurnakan proses koagulasi. Terdapat tiga kunci sifat koagulan, yaitu: ( Mackenzie L. Davis dan David A. Cornwell. 1998. Introduction to Environmental Engineering third edition. Singapore:WCB/McGraw Hill.)
1. Kation bervalensi tiga (Trivalent cation)
Koloid biasanya ditemukan dialam dalam bentuk negatif, oleh karena itu diperlukan kation untuk menetralkan bentuknya. Kation bervalensi tiga ini merupakan kation yang paling efektif.
2. Tidak beracun (Nontoxic)
Hal ini merupakan syarat yang jelas untuk memproduksi air yang aman.
3. Tidak dapat dilarutkan pada pH netral.
Koagulan yang ditambahkan harus mengendap diluar dari larutan sehingga konsentrasi yang tinggi dari ion-ionnya tidak tertinggal dalam air. Pengendapan sangat membantu proses penghilangan koloid.
Dua jenis koagulan yang sering digunakan adalah aluminium (Al3+) dan besi (Fe3+). Faktor panting lainnya pada penambahan koagulan adalah pH dan dosis. Untuk aluminium memiliki rentang pH efektif diantara 5 sampai 8, sedangkan untuk besi lebih luas,
yaitu 4 sampai 9.
Untuk mendapatkan dosis yang efektif dalam proses koagulasi perlu dilakukan suatu test laboratorium, yaitu jar test. Jar test merupakan
suatu percobaan dimana digunakan rentang konsentrasi tertentu sehingga didapat konsentrasi koagulan terbaik yang menghasilkan air yang lebih jernih.
Jadi koagulasi adalah suatu proses dimana ditambahkan suatu zat yang disebut koagulan kedalam badan air yang akan merubah koloid-koloid dalam air menjadi partikel yang lebih besar. Proses koagulasi ini terjadi dalam bak pencampur disertai dengan proses pengadukan cepat, agar koagulan dapat bertemu dengan k oloid.
b. Flokulasi
Flokulasi adalah proses pengadukan lambat agar campuran koagulan dan air baku yang telah merata membentuk gumpalan atau flok dan dapat mengendap dengan cepat.
Tujuan utama flokulasi adalah membawa partikel ke dalam hubungan sehingga partikel-partikel tersebut saling bertabrakan, kemudian melekat, dan tumbuh mejadi ukuran yang siap turun mengendap. Pengadukan lambat sangat diperlukan untuk membawa flok dan menyimpannya pada bak flokulasi.
Sebelum tiba di bak flokulasi, air sudah dikoagulasikan, dan sudah memiliki inti flok (microflocs). Sehingga kini saatnya mendorong inti flok menjadi kumpulan dan membentuk flok yang lebih besar. Waktu penahanan sekitar 20 sampai 60 menit dibutuhkan, oleh karena itu bak flokulasi harus 50 kali lebih besar dari unit kecepatan pengadukan. Pergejolakan yang lembut diperlukan pada unit ini untuk menaikkan pengadukkan dengan seksama. Meskipun pengadukan seharusnya tidak terlalu keras karena akan menyebabkan rusaknya flok yang sudah terbentuk. Bak flokulasi dikategorikan menjadi tipe aliran mendatar (axial flow type/hydraulic) atau tipe
c. Sedimentasi
Proses sedimentasi menggunakan prinsip berat jenis, dan proses sedimentasi dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh proses sebelumnya (partikel koloid lebih besar berat jenisnya daripada air).
Pada masa kini proses koagulasi, flokulasi dan sedimentasi dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) ada yang dibuat tergabung menjadi sebuah proses yang disebut aselator.
d. Filtrasi
Filtrasi adalah proses penyaringan air melalui media pasir atau bahan sejenis untuk memisahkan partikel flok atau gumpalan yang
tidak dapat mengendap, agar diperoleh air yang jernih.
Penyaring adalah pengurangan lumpur tercampur dan partikel koloid dari air limbah dengan melewatkan pada media yang porous. Kedalaman penyaringan menentukan derajat kebersihan air yang disaringnya pada pengolahan air untuk minum.
Mekanisme yang dilalui pada filtrasi: 1. Air mengalir melalui penyaring glanular 2. Partikel-partikel tertahan di media penyaring 3. Terjadi reaksi-reaksi kimia dan biologis
Berdasarkan jenisnya filter terbagi menjadi dua bagian, yaitu: 1. Particle Removal (Penghilang Partikel)
Partikel-partikel menempel pada butiaran media penyaring karena sifatnya yang lengket (Sticky) sehingga cairan yang dilewatkan penyaring ini akan menghasilkan air yang lebih jernih. 2. BioFiltrasi
Kondisi di dalam suatu penyaring yang mendorong dan menstimulasi mikroorganisma sehingga mampu melenyapkan senyawa terlarut. Seperti membiakkan mikroorganisme yang dapat menghilangkan besi atau mangan.
Berdasarkan desainnya, filter dapat memiliki berbagai macam desain antara lain:
Penyaring terbuka
Penyaring terbuka mengalirkan air melalui media penyaring dengan gravitasi. Laju penyaringannya dibatasi oleh hilang tekanan. Pada penyaring terbuka ini air yang akan dialirkan harus memiliki rentang kekeruhan tertentu. Tidak terlalu besar atau terlalu rendah. Bila kekeruhan tinggi maka proses penyaringan akan sangat berlangsung lambat, dan bila kekeruhan rendah maka proses yang
terjadi akan berubah menjadi pencucian filter. Sehingga biasanya rentang kekeruhan sebelum dialirkan dalam penyaring berkisar di 10 NTU. Penyaringan ini telah diterapkan pada instalasi pengolahan air di Rio de Janiero, Brazil.
Penyaring tertutup
Pada penyaringan tertutup ini tekanan yang digunakan lebih besar. Tekanan ini dihasilkan oleh pompa untuk meningkatkan laju penyaringan sehingga menyebabkan laju alir lebih tinggi dan
penyaring lebih panjang. Penyaringan ini telah diterapkan pada instalasi pengolahan air di Jerman.
Penyaring lamban
Penyaring lamban ini terdiri dari lapisan gravel dengan tebal 0,3 meter dan pasir setebal 0,6-1,2 meter dengan diameter pasir sekitar 0,2-0,35 milimeter. Dari penyaringan ini akan dihasilkan kecepatan pengaliran sebanyak 0,034-0,10 liter/m3/detik. Apabila air limbah mulai menggenang sedalam 1,5-3 meter maka air limbah tersebut perlu dikeringkan dan permukaan pasir perlu dilakukan pengerukan, sedangkan waktu pengerukan ini dilakukan setiap
30-150 hari.
Dari literatur yang berbeda disebutkan bahwa pada dasar saringan adalah tangki empat persegi panjang yang kedap air atau tempat penyimpanan yang ditata berdampingan dijaga terbuka. Ukurannya adalah kedalaman 2,7 – 3,6 m dan memiliki permukaan air yang konstan dari dasar pasir. Dasar pasir terdiri dari dua lapisan dari batu bata (bricks) ditempatkan di atas salah satu tepinya, dibentuk saluran dan terusan untuk jalan air yang 86 disaring. Lapisan ke dua terdiri dari batu kerikil (gravel) dengan tinggi 15-30 cm, diikuti lapisan pasir kasar (coarse sand) 15 – 30 cm. Di atasnya adalah 90 cm pasir halus (fine sand) dan permukaan air 90 cm dari tangki pengendapan.
Pengoperasian dan perawatan instalasi saringan pasir lambat memiliki beberapa ketentuan, antara lain:
1. Kecepatan penyaringan 0,1-0,4 m/jam; luas permukaan bak maksimum 200 m2; jumlah bak saringan minimum 2 buah
2. Kedalaman bak saringan adalah jumlah tinggi bebas, tinggi air diatas media pasir, tebal pasir penyaring dan tebal karikil penahan.
3. Media penyaring berupa pasir yang mengandung kadar SiO2 90%. Ukuran efktif butiran 0,0,4 mm, keseragaman butiran 2-3 berat jenid pasir 2,55-2,65 gr/cm2-3. Kelarutan pasir dalam air selama 24 jam < 3 % beratnya.
4. Pengolahan pendahuluan diperlukan untuk penurunan kekeruhan, penambahan oksigen terlarut, penurunan algae dan bakteri koli.
Penyaring cepat
Penyaring ini berisikan 0,7 meter pasir dengan diameter 0,4-0,8 milimeter dan gravel setebal 0,3-0,6 meter. Adapun kecepatan aliran penyaringan yang dihasilkan sebesar 1,3-2,7 liter/m3/detik.
Penyaring lapisan tunggal
Penyaring lapis ganda
Penyaringan lapis ganda ini menggunakan saringan yang berbeda granulanya misalnya 0,5 meter antrasit dengan diameter 1 milimeter pada bagian atas, 0,3 meter pasir silika dengan diameter 0,5 meter. Satu set penyaringan menghasilkan 2,7-5,4 liter/m3/detik.
Penyaring Up-Stream
Penyaring Down-Stream
Penyaring Basah
Penyaring Kering
Pada setiap proses operasional harus disertai dengan proses perawatan. Pada penyaringan proses perawatan dinamakan proses backwashing, yaitu proses dimana filter dalam penyaring dicuci untuk
meningkatkan kinerja filter kembali.
bergerak. Laju ini bergantung pada berat jenis bahan dan ukuran butiran. Pada penyaring lapis ganda laju yang diperlukan jauh lebih tinggi. Selain menggunakan air pencuci dapat juga digunakan udara dengan menggunakan kompresor. Namun, bila jenis filter yang digunakan adalah biofiltrasi maka pada saat pencucian tidak boleh menggunakan air yang mengandung bahan kimia, karena dapat mematikan bakteri yang membantu proses filtrasi.
e. Desinfeksi
Setelah melewati proses filtrasi dan air bersih dari pengotor, ada kemungkinan masih terdapat kuman dan bakteri yang hidup, sehingga diperlukan penambahan senyawa kimia dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dapat mematikan kuman, biasanya berupa penambahan chlor, ozonosasi, UV, dll sebelum masuk ke konstruksi terakhir yaitu reservoir.
f. Reservoir
Konstruksi Reservoir dalam Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan.
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Perbaikan Lampu penerangan pada ruang Sparepart Beverage A. Pendahuluan dan Persiapan
Memahami dan mengetahui jalur pengaman utama pada lampu penerangan ruang sparepart beverage
B. Gangguan
Terjadi gangguan pada sistem penerangan pada bengkel stamping ada bagian lampu yang mati dan juga ada yang hanya b erkedip tidak bisa
menyala di karenakan menggunakan lampu TL yang
menggunakan ballast maka akan dilakukan perbaikan dan juga penggantian menggunakan lampu TL 20 watt
C. Langkah – langkah
1) Membuka pintu panel app penerangan 2) Menyalakan semua lampu
3) Mengecek lampu mana yang mengalami gangguan
4) Memastikan lampu yang mengalami gangguan dan menandai 5) Mematikan mcb utama ( supaya aman saat melakukan perbaikan ) 6) Melakukan perbaikan lampu dikarenakan posisi lampu yang cukup
tinggi maka di gunakan tangga hidrolik supaya bisa sampai melakukan perbaikan dan penggantian
7) Melakukan perbaikan dengan membuka tempat ballast dan
melepas ballast , ballast dilepas dikarena kan lampu akan diganti dengan lampu TL yang baru
8) Memasang kembali dan menutup tempat ballast dan memasang lampu TL 20 W
10) Menyalakan kembali mcb utama dan menyalakan semua lampu dan menjadi normal kembali
D. Alat dan Bahan yang dibutuhkan 1) Peralatan mekanik a) Tang kombinasi b) Tang potong c) Obeng + d) Obeng – e) Tespen E. Peralatan K3
a) Sepatu safety yang memilikan tahan isolasi tahan terhadap tegangan listrik
b) Sarung tangan F. Peralatan tambahan
a) Tangga hidrolik b) Isolasi
c) Lap / kain kotor
G. Bahan yang digunakan
a) Lampu TL Panasonic 20 w
4.2 Perbaikan Sensor kecepatan pada Mesin Printing A. Pendahuluan dan Persiapan
Memahami dan mengetahui cara kerja sensor kecepatan pada suatu mesin printing
B. Gangguan
Terjadi gangguan pada sistem kerja pada sensor kecepatan sehingga hasil print pada plastik hasil produksi.Sensor yang seharusnya
memberikan laporan berupa visual dari hasil pengeprinan.Sehingga dibutuhkan penggantian dari sensor kecepatan tersebut
C. Langkah – langkah
2. Mesin Printing di-onkan
3. Mengecek kerja sensor kecepatan dengan cek visual 4. Mematikan sementara mesin tersebut
5. Mengukur arus sensor tersebut menggunakan Avometer 6. Melepas sensor kecepatan tersebut
7. Setelah selesai,mesin dihidupkan kembali 8. Setelah itu membuat laporan perbaikan D. Alat dan Bahan yang dibutuhkan
1. Peralatan mekanik a. Tang kombinasi b. Tang potong c. Obeng + d. Obeng – e. Tespen f. Avometer E. Peralatan K3
a. Sepatu safety yang memilikan tahan isolasi tahan terhadap tegangan listrik
b. Sarung tangan c. Hairnet
4.3 Penggantian kabel daya motor di BEVERAGE A. Pendahuluan dan Persiapan
Memahami dan mengetahui cara kerja motor pada system beverage B. Tujuan
Terjadi gangguan pada sistem kerja pada motor dengan daya yang besar sehingga membuat arus start yang besar dan kabel yang ada pada
system daya motor tidak dapat di aliri oleh arus listrik yang besar C. Langkah – langkah
1. Matikan mcb motor yang di ketahui bermasalah 2. Cek kabel daya dengan avometer
3. Lepas kabel daya dengan obeng
4. Ganti kabel yang lama dengan kabel baru yang sudah sesuai dengan kabel yang sudah di persiapkan
5. Kencangkan kabel yang akan di sambungkan ke rangkaian daya motor
6. Cek dengan avometer apakah kabel sudah terpasang dengan baik 7. Hidupkan mcb motor yang bermaslah tadi
D. Alat dan Bahan yang dibutuhkan Peralatan mekanik A . Tang kombinasi b. Avometer c. Obeng – d. Obeng + E. Peralatan K3
1. Sepatu safety yang memilikan tahan isolasi tahan terhadap t egangan listrik
2. Sarung tangan 3. Safety helmet
4.4 Pengecekan motor-motor di beverage A. Pendahuluan dan Persiapan
Memahami dan mengetahui cara kerja motor pada system beverage Gangguan Agar dapat mengetahui kondisi motor yang ada di divisi beverage agar tidak terjadi gangguan pada system beverage yang dapat
mengganggu kinerja pabrik tersebut B. Langkah – langkah
1. Mengecek suhu pada motor
2. Cek suhu motor menggunakan thermovision 3. Mengecek oli pada motor
4. Mengecek vanbel motor C. Alat dan Bahan yang dibutuhkan
Peralatan mekanik ii. Tang kombinasi iii. Avometer
iv. Thermovision
D. Peralatan K3
1. Sepatu safety yang memilikan tahan isolasi tahan terhadap tegangan listrik 2. Sarung tangan 3. Hairnet E. Peralatan tambahan d) Data cheklist e) Bolpoint
F. Bahan yang digunakan
b) Motor- motor di divisi beverage
4.5 Penggantian Doctor Blade di mesin Slitting dan Printing A. Pendahuluan dan Persiapan
Memahami dan mengetahui pentingnya kinerja Doctor Blade pada mesin Slitting dan Printing.Doctor Blade berperan sangat vital untuk membatasi tinta di mesin Printing serta memotong pada mesin Slitting. B. Langkah – langkah
1. Mengecek Kondisi secara visual pada saat pemotongan label 2. Apabila pemotongan label hasilnya tidak memuaskan maka
harus segera diganti dengan yang baru 3. Mesin dimatikan terlebih dahulu
4. Memasang Doctor Blade yang baru 5. Mesin dapat dioperasikan
C. Alat dan Bahan yang dibutuhkan Peralatan mekanik
a. Sarung Tangan b. Doctor Blade
c. Hairnet
4.6 Cara Merawat Kompresor
Cek oli, pastikan levelnya minimal setengah dan tidak lebih dari 3/4 padaoil glass
Tutup semua kran
Periksa belt , pastikan tidak terlalu kendur namun juga tidak terlalu kencang.
Pastikan daya yang tersedia minimal 2 kali lipat dari daya yang tertera pada motor.
Untuk mesin kompresor, (pastikan oli dan bahan bakar tersedia)
Start/On pada switch (recoil untuk engine dan gunakan pengaturan gas untuk start , setelah stabil, kembalikan pada posisi awal).
Pastikan motor mati/Off jika pressure gauge menunjuk 8 bar dan kembali hidup/On pada 5 bar (untuk kompresor berkapasitas 12 bar akan mati/Off jika pressure gauge menunjuk 12 bar dan kembali hidup/On pada 9 bar)
Untuk kompresor engine, matikan secara manual dengan engine switch off
Setelah selesai menggunakan unit ini, buang seluruh angin yang tersisa di dalam tangki melaluidrain valve.
Gunakan kompresor sesuai aplikasinya.
Perhatikan debit pengisian tangki, harus lebih besar dari debit penggunaannya
Usahakan sedapat mungkin agar motor memiliki tenggang waktu yang cukup untuk hidup dan mati, minimal 5-10 menit.
Letakan kompresor di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
Hindarkan kompresor dari hujan/air maupun sinar matahari secara langsung (letakan di tempat terlindung).
Pastikan minimal sekali dalam seminggu untuk menguras tangki dengan angin (sebaiknya tiap hari).
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Sistem distribusi yang dipakai pada PT. Hon Chuan Indonesia menggunakan system ring atau loop tertutup yang mempunyai keandalan dalam penyaluran daya dengan tingkat beban besar, serta harus kontinyu atau berlanjut.Dan menggunakan 3 Trafo yaitu pada setiap divisi (divisi Beverage,Utility,Packaging)
Water Treatment adalah suatu cara/bentuk pengolahan air dengan cara – cara tertentu dengan tujuan untuk mencapai hasil yang diharapkan sesuai kebutuhan. Dalam mengolah air dapat ditinjau dari beberapa parameter di antaranya parameter fisik, kimia, dan biologi.
Selain parameter terdapat beberapa proses pengolahan air yaitu pengolahan air secara fisika, kimia, dan biologi. Secara fisika yaitu filtrasi dan sedimentasi. Secara kimia yaitu koagulasi dan flokulasi, pelunakan air serta ion exchange. Secara biologi yaitutrickling filter dan RBC ( Rotating Biological Contractor ).
5.2 Saran
Dalam kehidupan sehari – hari maupun dalam industri tidak terlepas dari adanya limbah cair. Untuk mengatasi limbah tersebut perlu adanya pengolahan air (Water Treatment ). Dalam Water Treatment proses yang dilakukan untuk mengolah limbah cair tersebut sebaiknya dilakukan sesuai dengan kontaminan yang terkandung di dalam limbah tersebut agar pengolahannya menjadi lebih tepat dan efisien. Sehingga tidak menimbulkan pengaruh yang lain terhadap lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.proconwater.co.id/blog-5-water-treatment-plant--wtp--atau-instalasi- pengolahan-air--ipa-.html. di akses pada tanggal 20 November 2017,
Pukul 13.20 WIB
http://envist2.blogspot.com/2009/05/koagulasi.html. di akses pada tanggal 2 Jan uari 2018, Pukul 15.00 WIB
http://envist2.blogspot.com/2009/05/flokulasi.html. di akses pada tanggal 6 Januari 2018, Pukul 08.00 WIB
http://envist2.blogspot.com/2009/05/sedimentasi.html. di akses pada tanggal 17 Januari 2018, Pukul 20.00 WIB
http://envist2.blogspot.com/2009/05/filtrasi.html. di akses pada tanggal 17 Januari 2018, Pukul 20.10 WIB
https://haruna16.wordpress.com/makalah-sistem-kompresor-3. Di akses pada tanggal 18 Januari 2018,Pukul 17:18