• Tidak ada hasil yang ditemukan

286 penyaluran kredit usaha rakyat 98

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "286 penyaluran kredit usaha rakyat 98"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Penyaluran Kredit usaha Rakyat

Written by Artikel

Wednesday, 02 June 2010 14:31 - Last Updated Thursday, 10 June 2010 18:19

JAKARTA. Rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) kredit usaha takyat (kUR) terus naik. Kantor Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM)

menyebutkan, NPL KUR per akhir Agustus 2009 sebesar 5,82%, naik dari 5,6% per akhir Juli 2009.

 

Kepala Sub Bidang Pendanaan KUKM Muhammad Hasyim menuturkan, rasio NPL meningkat karena sebagian besar kredit bermasalah belum diklaim ke pihak penjamin. "Penyebab lain adalah masalah teknis di mana metode perhitungan NPL tiap bank penyalur berbeda," kata Muhammad.

Penyumbang NPL KUR terbesar adalah Bank Bukopin. NPL KUR yang disalurkan oleh Bukopin mencapai 10,82% (liliat tabel). "Bukopin menyalurkan KUR dengan plafon yang relatif tinggi, yakni sebesar Rp 200 juta per debitur," kata Muhammad.

Secara total, per akhir Agustus, penyaluran KUR mencapai Rp 15,3 triliun dengan jumlah debitur 2,133 juta orang.

Tingginya NPL KUR jugadialami BRI yang merupakan penyalur KUR terbesar. Tingkat NPL KUR ritel BRI 6,29% dan 6,74% untuk KUR mikro.

Direktur Utama BRI Sofyan Basyir mengatakan, tingginya NPL tersebut karena BRI belum mengklaim NPL ke pihak penjamin. "Yang belum kami klaim adalah seluruh atau 100% KUR," jelas Sofyan.

Penyebab KUR bermasalah

di BRI adalah debitur menunda-nunda mencicil utang. Ia menyebut, perkembangan bisnis sebagian besar debitur KUR negatif, seperti gagal panen untuk debitur sektor perkebunan. Ada juga debitur yang dilanda musibah, seperti kebakaran. "Setelah diklaim ke pihak penjamin saya, optimis NPL bisa 3% untuk bulan depan," tuturnya

Direktur UMKM Bank Bukopin, Sulistyohadi membenarkan kenaikan rasio NPL KUR di akhir Agustus lalu. Ia bilang, beberapa bulan kemarin sebagian debitur KUR mengalami kemunduran usaha akibat kondisi ekonomi belum pulih. "Banyak yang menunda pembayaran karena

menderita penurunan omzet usaha," jelas Sulistyohadi.

(2)

Penyaluran Kredit usaha Rakyat

Written by Artikel

Wednesday, 02 June 2010 14:31 - Last Updated Thursday, 10 June 2010 18:19

Sulistyohadi mengaku, NPL KUR Bukopin juga naik lantaran pihaknya sama sekali belum mengklaim kredit ma-cet ke pihak penjamin seperti halnya BRI.

Meski NPL menanjak, Sulistyohadi berjanji akan tetap menyalurkan kredit seperti normal. "Tidak akan ada pengetatan," tutur Sulistyohadi.

Bukopin tetap akan meningkatkan analisis terhadap sektor usaha yang mempunyai potensi macet di waktu mendatang. "Selain itu tentu akan ada juga analisa terhadap calon debitur," tuturnya.

 

Sumber : Harian Kontan

Referensi

Dokumen terkait

Adapun permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pemberian Kredit Usaha Rakyat pada BRI Unit Sei Sikambing Medan adalah adanya kredit bermasalah. Pada dasarnya KUR

Faktor internal yang mempengaruhi penyaluran KUR yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), dan Return On Assets (ROA), sehingga penelitian ini

Hal ini berarti 76,8 persen pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas dapat dijelaskan oleh variabel independen (Pemberian KUR, modal sendiri, dan

4) Kinerja UMKM yang dilihat dari biaya menunjukkan perbedaan yang signifikan setelah menggunakan KUR dari BRI. KUR yang diberikan oleh BRI memberikan dampak yang signifikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan KUR yang diberikan BRI Unit Sei Sikambing Medan dapat dikatakan efektif terhadap pengembangan usaha mikro dan kecil, ini terlihat

Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran KUR Terhadap Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah Sektor Perikanan Di BRI Unit Tadokkong Pinrang 1 Apakah yang menjadi kendala pihak bank pada saat

PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT KUR BANK RAKYAT INDONESIA BRI KCP UNIT AMBON KOTA TERHADAP UKM PASAR MARDIKA Satiah Latuconsina Politeknik Negeri Ambon Email: [email protected]

Dari konteks penelitian yang dipaparkan di atas, yang terdiri dari keunikan-keunikan efektivitas dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat KUR di BRI Unit Gotong Royong saat mengembangkan