• Tidak ada hasil yang ditemukan

TFT CA Pelaporan Korporat 08062015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TFT CA Pelaporan Korporat 08062015"

Copied!
481
0
0

Teks penuh

(1)

TFT CA

PELAPORAN KORPORAT

(2)

Agenda

Kompetensi dan Kurikulum

Metode Pembelajaran

Diskusi Permasalahan dalam Pengajaran

(3)

Kompetensi Umum CA

1. CA memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam

mengelola sistem pelaporan yang menghasilkan

laporan keuangan dan laporan lainnya yang

bernilai tinggi sesuai dengan prinsip-prinsip tata

kelola, etika profesional, dan integritas.

(4)

Kompetensi CA – Pelaporan Korporat

1. Memiliki kemampuan menyusun, menyajikan dan

mengevaluasi laporan keuangan grup entitas dan

laporan perusahaan sesuai dengan standar global

yang berlaku.

1. Memiliki kemampuan menyusun, menyajikan dan

mengevaluasi laporan keuangan grup entitas dan

laporan perusahaan sesuai dengan standar global

yang berlaku.

9. Mampu berfikir dan bertindak sebagai pemimpin.

10. Memiliki sikap untuk terus melakukan pembelajaran agar dapat mempertahankan kompetensi profesionalnya.

11. Mampu menyampaikan ide dan hasil pemikiran secara lisan dan tulisan.

12. Mampu berinteraksi dan berhubungan dengan orang atau fungsi lain dalam organisasi dan antar organisasi.

9. Mampu berfikir dan bertindak sebagai pemimpin.

10. Memiliki sikap untuk terus melakukan pembelajaran agar dapat mempertahankan kompetensi profesionalnya.

11. Mampu menyampaikan ide dan hasil pemikiran secara lisan dan tulisan.

(5)

Metode Belajar Peserta - Silabus

Metode pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen

terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk:

1. Ceramah: Dosen menyampaikan ide-ide pokok dari suatu topik pembelajaran. 2. Diskusi kelas dan membahas kasus: Peserta mendiskusikan kasus yang ditugaskan 3. dengan dipandu dosen.

4. Presentasi kelompok: Anggota kelompok menyampaikan hasil tugas mereka untuk kemudian di disuksikan bersama.

5. Latihan mengerjakan soal

Pada pertemuan pertama metode pembelajaran adalah ceramah dan diskusi kelasPertemuan lainnya metode pembelajaran adalah dengan kombinasi diskusi kelas

dan membahas kasus yang diawali dengan presentasi kelompok.

Pada bagian akhir setiap pertemuan, akan dilakukan latihan mengerjakan soal. Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh Program sedangkan peserta

(6)

Metode Belajar Peserta - Silabus

Metode pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen

terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk:

1. Ceramah: Dosen menyampaikan ide-ide pokok dari suatu topik pembelajaran. 2. Diskusi kelas dan membahas kasus: Peserta mendiskusikan kasus yang ditugaskan 3. dengan dipandu dosen.

4. Presentasi kelompok: Anggota kelompok menyampaikan hasil tugas mereka untuk kemudian di disuksikan bersama.

5. Latihan mengerjakan soal

Pada pertemuan pertama metode pembelajaran adalah ceramah dan diskusi kelasPertemuan lainnya metode pembelajaran adalah dengan kombinasi diskusi kelas

dan membahas kasus yang diawali dengan presentasi kelompok.

Pada bagian akhir setiap pertemuan, akan dilakukan latihan mengerjakan soal. Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh Program sedangkan peserta

(7)

Silabus

1. Overview atas conceptual framework dalam pelaporan keuangan entitas

2. komersial, entitas publik/pemerintah, ETAP, dan entitas berlandaskan syariah , Perbedaan di antara conceptual framework tersebut

3. Studi kasus atas penggunaan conceptual framework dalam pelaporan keuangan : Pelaporan keuangan ETAP dan nirlaba , Perbedaan standar

akuntansi untuk ETAP dengan IFRS , Penerapan standar akuntansi untuk ETAP 4. Transaksi berbasis syariah dan pelaporan keuangan syariah: Jenis-jenis akad ,

Konsep keuntungan dalam syariah , Transaksi yang dilarang . Kerangka

pelaporan syariah, Pelaporan keuangan syariah , Instrumen keuangan syariah , 5. Kombinasi bisnis dan konsolidasi: Investasi pada entitas lain, entitas asosiasi,

ventura bersama, dan entitas anak, Kombinasi bisnis , Kombinasi bisnis entitas sepengendali , Laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan

tersendiri

6. Pengaruh perubahan kurs valuta asing

(8)

Silabus

8. Properti investasi, sewa, dan penurunan nilai aset

9. Imbalan kerja

10. Pendapatan, kebijakan dan estimasi akuntansi dan

kesalahan, dan pajak penghasilan

11. Instrumen keuangan: Pengakuan dan pengukuran,

Penyajian, Pengungkapan

12. Analisis laporan keuangan, kinerja, dan kepatuhan atas

entitas komersial, nirlaba, dan ETAP

(9)
(10)

Pengalamaman

Fokus mengajar masih menggunakan active lecturing dengan

tujuan agar materi pokok dalam tersampaikan dengan baik.

Kasus – peserta diminta untuk melakukan analisis laporan

keuangan yang terkait dengan topik bahasan. Misal dengan

membandingkan ketaatan penyajian, cara penyajian yang

berbeda. Jika dimungkinkan ada kasus dalam penyajian

suatu item yang terkait dengan topik.

(11)

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN & PENYAJIAN

LAPORAN KEUANGAN (KDP2LK)

(12)

Tujuan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian LK

Kerangka Konseptual Ditujukan untuk:

Penyusun standar akuntansi

keuangan dalam pelaksanaan tugasnya.

Penyusun laporan keuangan untuk

menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan.

Auditor dalam memberikan pendapat

mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

Para pemakai dalam menafsirkan

informasi yang disajikan dalam Laporan Keuangan.

Kerangka konseptual menurut PSAK terdiri dari:

Pengguna laporan keuanganTujuan laporan keuanganAsumsi dasar

Karakteristik kualitatif

Konsep pengakuan dan pengukuran

unsur laporan keuangan

(13)

Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan

(14)

PSAK

Basis akrual,

pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada

saat terjadinya (bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan).

Kelangsungan usaha

, mengasumsikan bahwa entitas akan

melanjutkan usahanya di masa depan.

KDP2LK - Asumsi

IFRS baru

Accrual

Going ConcernEntity

Monetary Unit

PSAK

Accrual

Going concern

US GAAP

Going ConcernEntity

(15)

KDP2LK – Karakteristik Kualitatif

Dapat dipahami, Laporan keuangan harus dapat dipahami oleh para pemakai agar dapat digunakan untuk pengambilan keputusan

Dapat dibandingkan, untuk dapat menganalisis trend kinerja entitas dan melihat posisi entitas dalam lingkungan usaha, pemakai perlu memperbandingkan laporan keuangan entitas antar periode dan membandingkannya dengan entitas lain

Relevan, informasi dikatakan relevan jika informasi tersebut mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai sehingga dengan membantu mengevaluasi

peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu

(16)

KDP2LK – Karakteristik Kualitatif

Keandalan, Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan

Penyajian Jujur, Agar dapat diandalkan informasi hars menyajikan dengan jujur dan wajar transaksi dan peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan

Substansi Mengungguli Bentuk, Transaksi dan peristiwa lain seharusnya disajika sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya

Netralitas, Informasi digunakan untuk kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu

Pertimbangan Sehat, Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah

(17)

KDP2LK – Konstrain

Kendala Informasi yang Relevan dan Andal

Tepat Waktu

Keseimbangan Biaya dan Manfaat, Manfaat yang dihasilkan informasi

harus melebihi biaya penyusunannya

Keseimbangan di antara Karakteristik Kualitatif, untuk mencapai

(18)
(19)
(20)

CONCEPTUAL FRAMEWORK - IFRS

Presently, the Conceptual Framework is comprises of the following. • Chapter 1: The Objective of General Purpose Financial Reporting • Chapter 2: The Reporting Entity (not yet issued)

• Chapter 3: Qualitative Characteristics of Useful Financial Information • Chapter 4: The Framework, comprised of the following:

1. Underlying assumption—the going concern assumption; 2. The elements of financial statements;

3. Recognition of the elements of financial statements;

(21)

First level

The "why"—purpose of accounting

Second level

Bridge between levels 1 and 3

Third level

The "how"— implementation ASSUMPTIONS

1. Economic entity 2. Going concern 3. Monetary unit 4. Periodicity 5. Accrual

PRINCIPLES

1. Measurement

2. Revenue recognition 3. Expense recognition 4. Full disclosure

CONSTRAINTS

1. Cost

OBJECTIVE

Provide information about the reporting entity that is useful to present and potential

equity investors, lenders, and other

creditors in their capacity as capital

(22)

ILLUSTRATION 2-2

Hierarchy of Accounting Qualities

(23)

Karakteristik IFRS

IFRS menggunakan Principles Base “ :

Lebih menekankan pada intepreatasi dan aplikasi atas standar sehingga harus

berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut.

Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah

presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi.

Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi.

Menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif

harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai

Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif

maupun kualitatif

(24)

KERANGKA KONSEPTUAL

(25)

RUANG LINGKUP KERANGKA KONSPETUAL

1. Tujuan Kerangka Konseptual

2. Lingkungan Akuntansi Pemerintahan

3. Pengguna dan Kebutuhan Informasi Para

Pengguna

4. Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan

5. Peranan dan Tujuan Pelaporan Keuangan serta

Komponen Laporan Keuangan

6. Asumsi Dasar, Karakteristik Kualitatif,

Prinsip-prinsip serta Kendala Informasi Akuntansi

(26)

LINGKUNGAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN

a.

Ciri utama struktur pemerintahan dan pelayanan

Bentuk umum pemerintahan dan pemisahan kekuasaaan

Sistem pemerintahan otonomi dan transfer pendapatan

antar pemerintahan

adanya pengaruh proses poltik

Hub. Antara pembayar pajak dgn pelayanan pemerintahan.

b.

Ciri keuangan pemerintah

Anggaran sbg pernyatan publik, target fiskal dan sebagai alat

pengendalian

(27)

ENTITAS AKUNTANSI VS ENTITAS PELAPORAN

NO INDIKATOR ENTITAS AKUNTANSI ENTITAS PELAPORAN

1 Definisi Unit pemerintahan pengguna

anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan

keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan

Unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi atau entitas pelaporan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan

pertanggungjawaban berupa laporan keuangan

2 Komponen 1. KPA-K/L yang mempunyai dokumen anggaran tersendiri

2. Bendahara Umum Daerah (BUD) 3. Kuasa Pengguna Anggaran di

lingkungan Pemda bila mempunyai dokumen pelaksanaan anggaran yang terpisah

1. Pemerintah Pusat 2. Pemerintah Daerah

3. Kementerian Negara/lembaga di lingkungan Pemerintah Pusat 4. Satuan organisasi di lingkungan

(28)
(29)

TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH

TUJUAN

Menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi, sosial maupun politik.

KOMPONEN LAPORAN

KEUANGAN

1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (Laporan Perubahan SAL)

3. Neraca

4. Laporan Operasional (LO)

5. Laporan Arus Kas (LAK)

(30)

PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN

Prinsip Akuntansi  Basis akuntansi;

 Prinsip nilai historis;  Prinsip realisasi;

 Prinsip substansi mengungguli

bentuk formal;

 Prinsip periodisitas;  Prinsip konsistensi;

 Prinsip pengungkapan lengkap;

dan

 Prinsip penyajian wajar. Karakteristik Kualitatif

 Relevan;

 Andal;

 Dapat dibandingkan; dan

 Dapat dipahami

Asumsi

 Asumsi kemandirian entitas  Asumsi kesinambungan entitas  Asumsi keterukuran dalam satuan

uang (monetary measurement)

Konstrain

Materialitas

(31)

PRINSIP AKUNTANSI – BASIS AKUNTANSI

Basis akuntansi yang digunakan dalam

laporan keuangan pemerintah entitas

adalah

Basis Akrual

Basis akrual digunakan untuk pengakuan

pendapatan-LO, beban, aset, kewajiban

dan ekuitas

Dalam hal anggaran disusun dan

(32)

PRINSIP AKUNTANSI

NILAI HISTORIS

Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan.

Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang.

Nilai historis lebih dapat diandalkan daripada penilaian yang lain karena lebih obyektif dan dapat diverifikasi.

REALISASI

Pendapatan basis kas yang tersedia yang telah diotorisasikan melalui anggaran

pemerintah selama suatu periode akuntansi akan digunakan untuk membiayai utang dan belanja yang terjadi dalam periode tersebut.

(33)

PRINSIP AKUNTANSI

SUBSTANSI MENGUNGGULI BENTUK FORMAL

Peristiwa harus dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas

ekonomi, bukan hanya mengikuti aspek formalitas.

KONSISTENSI

Perlakuan akuntansi yang sama harus ditetapkan pada kejadian yang

serupa dari periode ke periode oleh suatu entitas (prinsip konsistensi internal).

Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat metode

yang baru diterapkan menunjukkan hasil yang lebih baik dari metode yang lama.

Pengaruh atas perubahan penerapan metode harus diungkapkan dalam

(34)

PRINSIP AKUNTANSI

PERIODISITAS

Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan entitas pemerintah perlu dibagi

menjadi periode-periode pelaporan sehingga kinerja entitas dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan

PENGUNGKAPAN LENGKAP

Laporan keuangan harus menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan

oleh pengguna.

Informasi tersebut dapat ditempatkan pada lembar muka laporan keuangan

atau catatan atas laporan keuangan.

PENYAJIAN WAJAR

Dalam penyajian dengan wajar posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi

(35)

PENGAKUAN ASET DAN KEWAJIBAN

Aset diakui pada saat potensi ekonomi masa depan diperoleh

dan mempunyai nilai yang dapat diukur dengan andal;

Aset dalam bentuk piutang diakui ketika hak klaim untuk

mendapatkan arus kas masuk atau manfaat ekonomi lainnya

dari entitas lainnya telah atau tetap masih terpenuhi,dan nilai

klaim tersebut dapat diukur atau diestimasi

Aset dalam bentuk kas yang diperoleh pemerintah titik

pengakuannya memerlukan pengaturan yang lebih rinci

Kewajiban

diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada

(36)

PENGAKUAN PENDAPATAN & BEBAN

Pendapatan-LO

diakui pada saat timbulnya hak atas

pendapatan tersebut atau ada aliran masuk sumber daya

ekonomi

Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas

Umum Negara/Daerah

Beban

diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya

konsumsi aset, atau terjadinya penurunan manfaat ekonomi

atau potensi jasa

Belanja diakui berdasarkan terjadinya pengeluaran dari

(37)

PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN

Pengukuran adalah proses penetapan nilai mata uang untuk

mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan

keuangan menggunakan nilai perolehan historis

Aset dicatat sebesar pengeluaran/ penggunaan sumber daya

ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan

untuk memperoleh aset tersebut

(38)
(39)

Konsep dan Prinsip Pervasif

Konsep dan prinsip pervasif merupakan KDPPLK (Kerangka Dasar Penyajian dan

Pengukuran LK) untuk ETAP

Tujuan Laporan Keuangan

Karakteristik kualitatif informasi dalam laporan keuangan

Dapat dipahami, relevan, materialitas, keandalan, substansi mengungguli bentuk, pertimbangan sehat, kelengkapan, dapat dibandingkan, tepat waktu, keseimbangan antara biaya dan manfaat

Komponen Laporan Keuangan:

Posisi keuangan: aset, kewajiban, ekuitas,Kinerja keuangan: pendapatan dan beban

Pengakuan : probabilitas manfaat ekonomi masa depan dan keandalan pengukuranPengukuran unsur-unsur laporan keuangan : biaya historis dan nilai wajar

Prinsip pengakuan dan pengukuran berpengaruh luas (Pervasif) : dalam hal tidak

ada pengaturan tertentu dalam SAK ETAP mengikuti aturan hirarki.

Dasar akrual

BAB 2

(40)

Laporan keuangan untuk tujuan umum

Laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi

kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan

keuangan, misalnya:

− pemegang saham,

− kreditor,

− pekerja,

− masyarakat dalam arti luas

BAB 2

(41)
(42)
(43)

PARADIGMA TRANSAKSI SYARIAH

Al-Falah

(Kesejahteraan Hakiki secara material dan spiritual) Alam semesta Amana h Sarana Pencapaia n Akuntabilitas manusia: Syariah dan akhlaq sebagai indikator baik/buruk – benar/salah suatu usaha  Terbentuk integritas -> GCG & Market

(44)
(45)

KARAKTERISTIK TRANSAKSI SYARIAH

Transaksi hanya dilakukan

berdasarkan prinsip

saling

paham dan saling ridha

(46)

Semua aktifitas bisnis terkait dengan

barang dan jasa yang diharamkan Allah

Riba

Penipuan Perjudian Gharar

Penimbunan Barang/Ihtikar Monopoli

Rekayasa Permintaan (Bai’ An najsy) Suap (Risywah)

Ta’alluqBai’ al inah

Talaqqi al-Rukban

(47)
(48)

ACUAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH

Peraturan Bank Indonesia

SAK

KDPPLKS PSAK Syariah

KDPPLK dan PSAK Lainnya (sepanjang tak bertentangan dengan prinsip

syariah)

Accounting, Auditing and Governance Standards for Islamic

Financial Institutions—AAOIFI

IAS dan SFAS sepanjang tak bertentangan dengan prinsip syariah

Peraturan perundang-undangan yang relevan

Prinsip akuntansi berlaku umum lainnya yang tak bertentangan

(49)

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH

Pengambilan putusan investasi dan pembiayaan

Menilai prospek arus kas

Memberikan informasi atas sumber daya ekonomi

Memberikan informasi kepatuhan LKS terhadap prinsip

syariah

Memberikan informasi mengenai

zakat

(50)
(51)

UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN SYARIAH

Lap Posisi Keuangan

(Neraca)

Laporan Laba Rugi

Komprehensif

Laporan Perubahan

Ekuitas

Laporan Arus Kas

 Laporan Sumber dan Penggunaan Dana ZIS  Laporan Sumber dan

Penggunaan Dana Qardh LKS: Investor Manajer Inv. LKS: Pengemban Fungsi Sosial

Catatan atas Laporan Keuangan

Perbankan: Laporan Rekonsiliasi Pendapatan dan Bagi Hasil Mencerminkan

Kegiatan Sosial Mencerminkan Kegiatan

(52)

Soal 1

Manakah yang merupakan asumsi dalam kerangka konseptual

PSAK ?

A. Substansi mengungguli bentuk

B. Akrual

C. Relevansi

D. Unit Moneter

B.

Jawaban Benar merupakan asumsi. A dan C karakteristik kualitatif
(53)

Soal 2

Entitas mendepresiasikan aset tetap yang dimiliki dengan

estimasi masa manfaat 10 tahun, sehingga beban depresiasi

akan diakui selama 10 tahun penggunaan aset. Asumsi dasar apa

yang mendasari kebijakan akuntansi tersebut ?

A. Monetary unit

B. periodicity

C. Going concern

D. Entitas ekonomi

C.

Jawaban Benar depresiasi dengan masa manfaat 10 tahun menunjukkan bahwa
(54)

Soal 3

Entitas mengklasifikasikan suatu sewa yang memenuhi kriteria

sebagai

sewa

pembiayaan.

Pihak

penyewa

akan

mendepresiasikan aset tersebut sepanjang masa sewa.

Karakteristik kualitatif apa yang mendasari perlakuan akuntansi

tersebut ?

A. Substance over form

B. Going concern

C. Reliability

D. Relevance

A.

Jawaban Benar karena dasar perlakukan
(55)

Soal 4

Entitas mengakui pembelian kalkultor seharga 500 ribu sebagai

biaya administrasi walpuan kalkulator tersebut memiliki manfaat

lebih dari satu tahun. Pertimbangan apa yang mendasari

perlakuan akuntansi tersebut ?

A. Materiality

B. Going concern

C. Reliability

D. Relevance

A

(56)

Soal 5

Entitas pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi

melakukan eliminasi transaksi yang terjadi antara anak dan induk

perusahaan. Asumsi apa yang mendasari perlakuan akuntansi

tersebut ?

A. Akrual

B. Periodicity

C. Going concern

D. Entity

D

(57)

Soal 6

Manakah pernyataan berikut yang tepat?

A. IFRS menggunakan nilai wajar dalam semua penilaian aset

dan liabilitasnya

B. Dalam US GAAP tidak ada penilaian aset yang menggunakan

nilai wajar

C. IFRS lebih banyak menggunakan penilaian dengan nilai wajar

dibandingkan US GAAP

D. Dalam IFRS penilaian dengan menggunakan nilai historis

tidak diperkenankan

C

(58)

Soal 7

Manakah pernyataan berikut yang tepat?

A. Konseptual framework merupakan standar akuntansi.

B. Konseptual framework digunakan jika ada transaksi yang

belum ada standarnya

C. Konseptual framework digunakan sebagai dasar dalam

mengakui suatu transaksi

D. Konseptual framework sebagai dasar standar memiliki

kekuatan hukum lebih tinggi dibandingkan PSAK.

B

(59)

Soal 8

Konsep yang menjadi dasar dalam kerangka dasar penyajian dan

pengungkapan laporan keuangan adalah....

A. Kegunaan dalam pengambilan keputusan (

decision

usefulness

)

B. Kemudahan informasi untuk dipahami (

understandability

)

C. Keandalan informasi (

reliability

)

D. Keterbandingan informasi (

comparability

)

A

(60)

Soal 9

Tujuan laporan keuangan dalam kerangka dasar penyusunan

laporan keuangan pemerintah daerah menurut SAP lebih

mengutamakan aspek...

A. Kegunaan dalam pengambilan keputusan (

decision

usefulness

)

B. Kemudahan informasi untuk dipahami (

understandability

)

C. Penilaian (

valuation

)

D. Pertanggungjawaban (

accountability

)

D

(61)

Soal 10

Berikut ini merupakan

bukan

merupakan prinsip dasar dalam

transaksi syariah

A. Transaksi didasarkan pada prinsip saling paham dan saling

ridho

B. Transaksi kebebasan transaksi sepanjang halal dan thoyib

C. Transaksi didasarkan prinsip mudharabah

D. Transaksi dibolehkan sepanjang tidak haram dan dilarang

C

(62)

CA REVIEW

PKP Pertemuan 2

(63)

METODE PEMBELAJARAN

Analsisi atas laporan keuangan Jamsostek 2013 dan 2014

Laporan keuangan penutupan dan pembukaanJenis-jenis laporan keuangan yang dihasilkan

Analisis laporan keuangan rumah sakit BLU/BLUD

Isi laporan keuangan

Standar yan g digunakan dalam menyusun laporan keuangan

Dosen memberikan overview perubahan laporan keuangan

Jamsostek dan Laporan keuangan BLUD.

(64)

JAMSOSTEK SEBAGAI BPJS

BUMN menjadi Badan Hukum Publik dan bertanggung jawab kepada PresidenCakupan bersifat wajib menjadi lebih luas:

– BPJS Kesehatan seluruh Penduduk

BPJS Ketenagakerjaan selusuh Pekeerja

Perubahan Sistem Penyelenggaraan

– Perusahaan melakukan administrasi dua BPJS (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan)

– Tenaga kerja dilayani oleh dua BPJS • Perubahan Program Manfaat

Jaminan Pensiun untuk Tenaga Kerja Swasta dan Informal – Jaminan Kesehatan untuk seluruh Penduduk

Perubahan Keuangan

– Pemisahan Aset

(65)

BPJS

• PMK 83 tahun 2013  Modal Awal untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

• Dana Operasional BPJS berasal dari 10% penerimaan iuran JKK dan JKM serta 0.1125% dari rerata bulanan akumulasi iuran dan hasil pengembangan JHT.

• Pengesahan Neraca Penutup dan Neraca Awal 1 Januari 2014

Neraca Penutup menggunakan PSAK 1Neraca Pembuka menggunakan

– PSAK 18 untuk Program JHT

– PSAK 45 untuk Program JKK dan JKM;

– PSAK 1 untuk BPJS

• Perubahan yang dilakukan:

– Klasifikasi aset investasi pada neraca penutup: FVTPL, AFS dan HTM sedangkan pada neraca pembuka hanya fair value dan HTM.

– Penyertaan Modal Pemerintah perbedaan akuntansi neraca penutup dan pembuka.

– Peningkatan aset Program JHT karena revaluasi aset properti

(66)

Laporan Auditor LK BPJS 2013

Ruang Lingkup: PT. Jamsostek (persero dan Entitas Anak) dan

Entitas Bertujuan Khusus Program Dana Peningkatan

Kesejahteraan Peserta

Penekanan suatu hal

PT. Jamsostek dibubarkan tanpa likuidasi menjadi BPJS

Ketenagakerjaan

Pemisahan Aset BPJS Kesehatan

Auditor juga melakukan pengujian atas kepatuhan

(67)

Laporan Keuangan 2013

PT. JAMSOSTEK per dan periode yang berakhir 31 Desember

2013

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Laporan Laba Rugi Kompprehensif Konsolidasian (penyajian dalam dua

laporan)

Laporan Perubahan EkuitasLaporan Arus Kas

Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Konsolidasian Penutup pada 31 Desember

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Penutup

(68)

Laporan Keuangan 2013

Laporan Keuangan Konsolidasian Pembuka Badan Penyelenggara Jaminan

Sosial Ketenagakerjaan, Entitas Anak dan Entitas Bertujuan Khusus, per 1 Januari 2014

Laporan Posisi Keuangan Kosolidasian PembukaCatatan atas Laporan Keuangan

Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua (JHT), per

1 Januari 2014

Laporan Aset Neto

Catatan atas Laporan Keuangan Pembuka

Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Program Jaminan Kecelakaan Kerja

(JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM) per 1 Januari 2014

Laporan Posisi Keuangan Pembuka

(69)

Karakteristik Industri Kesehatan

Menyediakan jasa pelayanan kesehatan bagi masyarakat, diantaranya berupa jasa

pemeriksaan dan perawatan dokter, jasa pelayanan laboratorium, dan farmasi.

Perusahaan penyelenggara jasa kesehatan (Rumah Sakit) selain

berusaha mendapatkan aliran kas masuk untuk mencukupi kebutuhan membayar jasa para dokter dan tenaga medis lainnya, pemakaian dan perawatan peralatan laboratorium dan medis, dan kebutuhan lainnya, sekaligus memiliki peran sosial yang dapat diwujudkan melalui berbagai program yang ditetapkan oleh manajemen dan sesuai dengan peraturan pemerintah.

(70)

Karakteristik BLU Rumah Sakit

BLU rumah sakit bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan

kepada masyarakat ddengan memberikan fleksibilitas dalam

pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip efisiensi dan

produktivitas, dan penerapan praktik bisnis yang etis dan sehat, serta

tidak semata-mata mencari keuntungan.

BLU rumah sakit merupakan unit pelaksana teknis Kementerian

Kesehatan yang diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan

kegiatan jasa pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan

serta usaha lain dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk

(71)

Kepemilikan dan Bentuk Rumah Sakit

Perusahaan terbuka

dimiliki oleh investor. PT.

Siloam International Hospital Tbk.; PT. Sarana

Meditama Metropolitan Tbk (RS Omni).

Perusahaan

PT. Rumah Sakit Pelni. PT.

Pertamedika (RS Pertamina)

Rumah sakit milik pemerintah pusat

RSCM

(BLU)

Rumah sakit milik pemerintah daerah

RSUD

(72)

Akuntansi Rumah Sakit

STANDAR MANA

YANG DIGUNAKAN ??

PSAK

PSAK 45

PSAK &

SAK

ETAP

SAK

ETAP &

PSAK 45

PSAP

(73)

Pedoman Akuntansi Rumah Sakit – BLU&D

BLU laporan keuangannya dikonsolidasian dengan Laporan Keuangan

Pemerintah dengan menggunakan SAP, sehingga menggunakan SAP untuk tujuan konsolidasi.

BLU menyusun LK dengan SAK dan SAP

Keputusan Menteri Kesehatan RI No 1981/MENKES/SK/2010 – Pedoman

Akutansi Badan Layanan Umum Rumah Sakit.

Acuan yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan adalah PSAK dan

pelaporan menggunakan PSAK 45.

Menggunakan acuan PSAK sebelum PSAK 2010 dan tidak ada ketentuan yang

menyatakan jika ada standar baru mengikuti ketentuan yang standar baru

Menimbulkan kesulitan auditor antara menaati Keputusan Menteri atau

Standar Akuntansi

Untuk beberapa BLUD tidak menyebutkan secara jelas, namun ada yang

(74)

Soal 1

Mengapa Jamsostek sebagai perusahaan harus dilikuidasi ?

A. Memenuhi ketentuan regulasi

B. Memenuhi keinginan pemegang saham

C. Perubahan lingkungan bisnis

D. Dalam rangka menghadapi persaingan

A.

Jawaban Benar, alasan utama
(75)

Soal 2

Berikut ini adalah laporan keuangan pembuka yang disajikan oleh

Jamsostek per 1 Januari 2014,

kecuali

:

A. Laporan Posisi Keuangan JKK

B. Laporan Posisi Keuangan JKM

C. Laporan Posisi Keuangan JHT

D. Laporan Posisi Keuangan BPJS

(76)

Soal 3

Laporan posisi keuangan entitas berikut ini disusun berdasarkan

PSAK 1 Penyajian laporan keuangan, adalah:

A. Dana Jaminan Hari tua

B. Dana Jaminan Kecelakaan Kerja

C. Dana Jaminan Kematian

D. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

(77)

Soal 4

Jika berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah, rumah sakit BLU

akan menyusun laporan keuangan berdasarkan:

A. PSAK

B. SAK ETAP

C. Pedoman Akuntansi Rumah Sakit yang ditetapkan oleh Kementerian

Kesehatan

D. PSAK dan SAP sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh

Kementerian Keuangan

C.

Jawaban Benar, karena merujuk
(78)

Soal 5

Standar mana yang diacu dalam ketentuan pelaporan keuangan

Rumah Sakit BLU ?

A. PSAK 1 Penyajian Lapora Keuangan

B. SAK ETAP – Penyajian Laporan Keuangan

C. PSAP 1 Penyajian Laporan Keuangan

D. PSAK 45 Organisasi Nirlaba

(79)

Soal 6

Berikut ini komponen laporan keuangan Rumah Sakit BLU

kecuali

:

A. Laporan Neraca (posisi keuangan)

B. Laporan Laba rugi

C. Laporan Arus Kas

D. Catatan atas Laporan Keuangan

(80)

Soal 7

Sesuai ketentuan BLU dan ketentuan industri standar yang akan

digunakan sebagai rujukan dalam menyusun laporan keuangan

BLU adalah :

A. PSAK atau SAK ETAP; PSAK 45 dan PSAP

B. PSAK 45 dan PSAP

C. PSAK, SAK ETAP dan PSAK 45

D. PSAK dan SAK ETAP; PSAK 45 dan PSAP

(81)

PKP Pertemuan 3

STANDAR AKUNTANSI ENTITAS TANPA

(82)

SAK – ETAP: Why?

PSAK – IFRS based sulit diterapkan bagi perusahaan menengah

kecil mengingat penentuan fair value memerlukan biaya yang tidak murah.

PSAK – IFRS rumit dalam implementasinya seperti kasus PSAK 50

dan PSAK 55 meskipun sudah disahkan tahun 2006 namun implementasinya tertunda bahkan 2010 sudah keluar PSAK 50 (revisi).

PSAK – IFRS menggunakan principle based sehingga

membutuhkan banyak professional judgement.

PSAK – IFRS perlu dokumentasi dan IT yang kuat

(83)

Manfaat SAK ETAP

Diharapkan dengan adanya SAK ETAP, perusahaan kecil,

menengah, mampu untuk

menyusun laporan keuangannya sendiri,

dapat diaudit dan mendapatkan opini audit,

sehingga dapat menggunakan laporan keuangannya untuk

mendapatkan dana (misalnya dari Bank) untuk

pengembangan usaha.

Lebih sederhana dibandingkan dengan PSAK – IFRS sehingga

lebih mudah dalam implementasinya

(84)

SAK ETAP

Disusun dengan mengadopsi IFRS for SME dengan modifikasi sesuai kondisi di

Indonesia dan dibuat lebih ringkas.

SAK ETAP masih memerlukan professional judgement namun tidak sebanyak untuk

PSAK – IFRS.

Dalam beberapa hal tidak ada perubahan signifikan dibandingkan dengan PSAK

lama: contoh PSAK 16 (1994). Namun ada beberapa hal yang dimodifikasi dari IFRS/IAS.

IFRS for SMEs, merupakan “mini” Full IFRS

Terdapat pengurangan opsi dan pengungkapan

– Tidak terdapat pengakuan dan pengukuran yang berbeda dengan Full IFRS, kecuali

– “borrowing cost” dibebankan langsung dan tidak dikapitalisasi, dan

terdapat pengaturan mengenai “ekuitas”

(85)

ISI SAK ETAP

BAB ISI BAB ISI

1 Ruang Lingkup 16 Aset Tidak Berwujud

2 Konsep dan Prinsip Pervasive 17 Sewa

3 Penyajian Laporan Keuangan 18 Kewajiban Diestimasi dan Kontijensi

4 Neraca 19 Ekuitas

5 Laporan Laba Rugi 20 Pendapatan

6 Laporan Perubahan Ekuitas 21 Biaya Pinjaman

7 Laporan Arus Kas 22 Penurunan Nilai Aset

8 Catatan atas Laporan Keuangan 23 Imbalan Kerja 9 Kebijakan Akuntansi, Perubahan Kebijakan

Akuntansi dan Koreksi Kesalahan 24 Pajak Penghasilan 10 Investasi pada Efek Tertentu 25 Mata Uang Pelaporam

11 Persediaan 26 Transaksi dalam Mata Uang Asing

12 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Entitas Anak 27 Peristiwa setalah Akhir Periode Pelaporan 13 Investasi pada Joint Venture 28 Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai

Hubungan Istimewa

14 Properti Investasi 29 Ketentuan Transisi

(86)

Ruang lingkup

SAK ETAP, dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas

Publik (ETAP), yaitu entitas yang:

Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan

Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna

eksternal

Entitas dengan akuntabilitas publik signifikan

Telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau sedang dalam proses

pengajuan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau

Menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar

masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.

Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK

(87)

Perbedaan Pokok PSAK dan SAK ETAP

SAK ETAP tidak mengatur pajak tangguhan

SAK ETAP hanya menggunakan metode tidak langsung untuk laporan arus

kas.

SAK ETAP menggunakan metode biaya untuk investasi ke asosiasi dan

menggunakan metode ekuitas untuk anak perusahaan.

SAK ETAP tidak secara penuh menggunakan PSAK 50/55.

SAK ETAP hanya menggunakan model biaya untuk aset tetap, aset tidak

berwujud dan properti investasi. PSAK-IFRS boleh memilih model biaya atau model reavaluasi.

Beberapa pengaturan yang tidak dalam PSAK ETAP : penggabungan usaha,

(88)

KDPPLK

SAK ETAP

Tujuan laporan keuangan Sama

Karakteristik kualitatif laporan keuangan Sama

Unsur-unsur laporan keuangan Sama – nama berbeda

Konsep pengakuan Sama

Konsep pengukuran:

 biaya historis  biaya kini

 nilai realisasi bersih  nilai sekarang

Konsep pengukuran:

 biaya historis  nilai wajar

Konsep pemeliharaan modal Tidak ada

(89)

SAK UMUM

SAK ETAP

Kepatuhan terhadap SAK

Pengungkapan atas PSAK “misleading” Kepatuhan terhadap SAK ETAP

Komponen laporan keuangan:

 Lap posisi keuangan/neraca  Lap laba rugi komprehensif  Lap perubahan ekuitas  Lap arus kas

 Catatan atas laporan keuangan

Komponen laporan keuangan:

 Neraca

 Lap laba rugi

 Lap perubahan ekuitas  Lap arus kas

 Catatan atas laporan keuangan

Tanggung jawab atas lapkeu Tidak ada

Dasar akrual & kelangsungan usaha Sama

(90)

SAK UMUM SAK ETAP

Neraca

• Pos minimal yang disajikan banyak • Urutan penyajian

• Pengungkapan banyak

Neraca

• Pos minimal yang disajikan lebih sedikit • Sama

• Pengungkapan lebih sederhana

Laporan laba rugi komprehensif

• Laba rugi dan pendapatan komprehensif lain

• Pos minimal

Laporan laba rugi • Laba rugi

• Pos minimal lebih sedikit

(91)

SAK UMUM SAK ETAP

Laporan perubahan ekuitas

 Pos minimal

 Pengungkapan distribusi dividen dan

dividen per saham

 Tidak diperkenankan

Laporan perubahan ekuitas

 Pos minimal lebih sedikit  Tidak ada

 Laporan perubahan ekuitas dan saldo

laba dapat menggantikan lap laba rugi dan lap perubahan ekuitas

Laporan arus kas

 Arus kas operasi disajikan dengan metode

langsung atau tidak langsung

 Arus kas valas, bunga & dividen, pajak

penghasilan, investasi pada entitas anak, ventura bersama & entitas asosiasi,

perubahan kepemilikan, dan transaksi nonkas

 Kas yang dibatasi

Laporan arus kas

 Arus kas operasi disajikan dengan

metode tidak langsung

 Arus kas bunga & dividen, pajak

penghasilan, dan transaksi nonkas

 Tidak ada

(92)

SAK UMUM

SAK ETAP

Catatan atas laporan keuangan

 Kebijakan akuntansi

 Sumber estimasi ketidakpastian  Modal

 Dividen dan informasi umum

entitas

Catatan atas laporan keuangan

 Kebijakan akuntansi

(93)

SAK UMUM

SAK ETAP

Laporan keuangan konsolidasian Tidak menyusun laporan keuangan konsolidasian

Laporan keuangan tersendiri (lampiran dari laporan keuangan konsolidasian)

Konsolidasi entitas bertujuan khusus

(94)

SAK UMUM

SAK ETAP

Kebijakan akuntansi

 Pemilihan kebijakan akuntansi  PSAK serupa

 Conceptual framework

 Other pronouncements, literatur

dan praktik

 Dampak penerapan PSAK yang

akan berlaku

Kebijakan akuntansi

 Pemilihan kebijakan akuntansi  Bagian SAK serupa

 Conceptual framework  SAK umum

 Other pronouncements, literatur

dan praktik

 Tidak ada

Estimasi akuntansi Sama

Kesalahan Sama

(95)

SAK UMUM SAK ETAP

Instrumen keuangan Efek yang diperdagangkan (marketable securities)

 Diukur pada nilai wajar melalui

laporan laba rugi

 Tersedia untuk dijual

 Dimiliki hingga jatuh tempo  Pinjaman yang diberikan dan

piutang

 Diperdagangkan

 Tersedia untuk dijual

 Dimiliki hingga jatuh tempo

Maksud dan kemampuan Maksud

(96)

SAK UMUM

SAK ETAP

Biaya perolehan atau nilai realisasi

neto (mana lebih rendah) Sama

FIFO dan rata-rata tertimbang Sama

Persediaan pialang-pedagang komoditi

menggunakan fair value Tidak ada

Persediaan pemberi jasa Sama

(97)

SAK UMUM

SAK ETAP

Pengaruh signifikan

•Faktor kuantitatif dan kualitatif •Hak suara potensial

Pengaruh signifikan

•Faktor kuantitatif •Tidak ada

Metode ekuitas Metode biaya

Investasi pada entitas asosiasi yang

tersedia untuk dijual Tidak ada

(98)

SAK UMUM

SAK ETAP

Pengendalian bersama operasi Pengendalian bersama operasi

Pengendalian bersama aset Pengendalian bersama aset

Pengendalian bersama entitas

• Metode ekuitas atau proporsional

konsolidasi

Pengendalian bersama entitas

• Metode biaya

(99)

SAK UMUM

SAK ETAP

Pengendalian, termasuk entitas

bertujuan khusus Pengendalian, tidak mengatur entitas bertujuan khusus

Metode ekuitas dan harus

dikonsolidasikan Metode ekuitas dan tidak dikonsolidasikan

Transaksi pelepasan kepemilikan tetapi tidak menyebabkan hilangnya

pengendalian (transaksi ekuitas)

Tidak ada

(100)

SAK UMUM

SAK ETAP

Properti investasi

• Model biaya

• Model nilai wajar

Properti investasi

• Model biaya

Aset tetap

• Model biaya • Model revaluasi

Aset tetap

• Model biaya (revaluasi harus ada izin

pemerintah)

(101)

SAK UMUM

SAK ETAP

Berasal dari internal dan eksternal Berasal dari eksternal

Umur manfaat terbatas dan tidak

terbatas Umur manfaat terbatas

Goodwill Tidak ada

Model biaya dan model revaluasi Model biaya

(102)

SAK UMUM SAK ETAP

Perjanjian sewa dan perjanjian mengandung sewa Perjanjian sewa

Klasifikasi sewa: indikator dan situasi yang memerlukan judgment.

Sewa modal jika terjadi perpindahan risiko dan manfaat.

Klasifikasi sewa: indikator yang tidak perlu judgment:

 pengalihan aset  opsi beli

 min 75% umur ekonomis  min 90% nilai wajar

 aset bersifat khusus)

Jual dan sewa-balik (sale and leaseback) Tidak ada Sewa dan sewa lanjut (lease and sublease) Tidak ada

(103)

SAK UMUM

SAK ETAP

Kewajiban diestimasi (provisi), aset

kontinjensi, dan kewajiban kontinjensi Sama

Ekuitas Sama

Pendapatan penjualan barang dan jasa Sama

Kewajiban Diestimasi (Provisi) dan Kontinjensi, Ekuitas, dan Pendapatan

(104)

SAK UMUM

SAK ETAP

Biaya pinjaman dikapitalisasi Biaya pinjaman dibebankan Penurunan nilai

 Instrumen keuangan: incurred loss

Penurunan nilai

 Pinjaman yang diberikan dan

piutang: expected loss (aging schedule)

 Goodwill dan aset tidak berwujud

dengan umur manfaat tidak terbatas  Diamortisasi

 Persediaan  Selisih nilai buku dan nilai realisasi

bersih

 Aset lain  Selisih nilai buku dan nilai jual

dikurangi dengan biaya menjual

(105)

SAK UMUM

SAK ETAP

Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek

Imbalan pasca kerja Imbalan pasca kerja, perhitungan lebih sederhana

Imbalan kerja jangka panjang lainnya Imbalan kerja jangka panjang lainnya Pesangon pemutusan kerja Pesangong pemutusan kerja

Imbalan berbasis saham Tidak ada

(106)

SAK UMUM

SAK ETAP

Konsep pajak tangguhan (deferred tax

concept) Konsep pajak terutang (tax liability concept)

Laba fiskal dan laba akuntansi Laba fiskal Aset dan liabilitas pajak tangguhan Utang pajak

(107)

SAK UMUM

SAK ETAP

Mata uang pelaporan: rupiah atau

mata uang asing Mata uang pelaporan: rupiah atau mata uang asing

Transaksi valas: kurs tanggal transaksi Transaksi valas: kurs rata-rata bulanan (mingguan)

(108)

Soal 1

Standar akuntansi apa yang akan digunakan oleh Bank

Perkreditan Rakyat Sejahtera dalam menyusun laporan

keuangan?

A. PSAK

B. SAK ETAP

C. PSAK Syariah

D. IFRS

B

(109)

Soal 2

Karakteristik kualitatif “diandalkan” dalam SAK ETAP berarti:

A. bebas dari salah saji material dan penyajian secara wajar

substansi ekonomi

B. sangat tepat – tidak terdapat ketidakpastian dalam

pengukuran

C. nilai wajar

D. biaya historis

A

(110)

Soal 3

Dalam SAK ETAP beban pajak penghasilan yang akan disajikan

dalam laporan keuangan adalah....

A. Pajak menurut perhitungan fiskal

B. Pajak tangguhan

C. Pajak kini dan pajak tangguhan

D. Utang pajak yang dihitung akhir periode

A

(111)

Soal 4

PT. Mutiara menggunakan SAK ETAP dalam menyusun laporan

keuangan. Pada 20X3-20X4 perusahaan membangun gedung

yang didanai dengan utang bank. Pernyataan berikut yang benar

adalah....

A. Beban bunga atas utang bunga semuanya boleh dikapitalisasi

B. Beban bunga yang dapat dihindari dapat dikapitalisasi

sisanya akan menjadi beban bunga

C. Semua beban bunga atas utang bank dibebankan pada

periode pembangunan

D. Termasuk dalam harga perolehan gedung adalah beban

bunga

c

(112)

Soal 5

PT. Menurut menggunakan SAK ETAP dalam menyusun laporan

keuangan. Metode yang digunakan untuk menyusun laporan

arus kas adalah....

A. Boleh memilih metode langsung atau tidak langsung

B. Metode tidak langsung

C. Metode langsung

D. Tidak ada jawaban yang benar

B

(113)

Soal 6

PT. Kelud menggunakan SAK ETAP dalam menyusun laporan

keuangan. Entitas menyewa Mesin dari perusahaan lain selama

8 tahun. Masa manfaat mesin tersebut 10 tahun. Bagaimana

sewa tersebut akan dicatat oleh perusahaan?

A. Diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan.

B. Diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

C. Perusahaan harus mengumpulkan tambahan informasi lain

sebelum menentukan.

D. Perusahaan akan menggunakan metode sesuai dengan

kebijakan manajemen.

A

(114)

Soal 7

Koperasi Kantil menggunakan SAK ETAP dalam menyusun

laporan keuangan. Pernyataan berikut yang tepat dalam

menentukan basis pencatatan.

A. Dalam mengakui pendapatan dan beban koperasi

menggunakan basis mencatat kas

B. Dalam mengakui pendapatan dan beban koperasi

menggunakan basis mencatat akrual

C. Dalam mengakui pendapatan dan beban koperasi boleh

memilih basis mencatat kas atau akrual

D. Koperasi akan menggunakan basis mencatat sesuai dengan

ketentuan dalam AD/ART.

B

(115)

Soal 8

CV. Mulia menggunakan SAK ETAP dalam menyusun laporan

keuangan. Pada 20X3 entitas merubah estimasi masa manfaat

bangunan. Bagaimana perubahan tersebut dicatat dalam

akuntansi?

A. Perubahan tersebut akan diberlakukan secara prospektif

B. Perubahan tersebut akan diberlakukan secara retroaktif

C. Entita dapat memilih menggunakan prospektif atau retroaktif

D. Perubahan akan dicatat sesuai dengan ketentuan dalam

pedoman akuntansi perusahaan.

A

(116)

Soal 9

PT. Melati memiliki anak perusaan PT. Kenanga dengan

kepemilikan sebesar 55%. PT. Melati menggunakan SAK ETAP

dalam menyusun laporan keuangannya. Metode apa yang

digunakan oleh Melati dalam mencatat investasi di PT. Kenanga?

A. Metode ekuitas

B. Laporan keuangan dikonsolidasikan

C. Metode biaya

D. Metode nilai wajar

A

(117)

Soal 10

PT. Dahlia memiliki investasi sebesar 40% di PT. Anggrek yang

dibeli pada 2 Januari 20X3 dengan harga 200milyar. Selama

tahun 20X3 PT. Anggrek melaporkan laba 40 milyar dan

membagikan dividen sebesar 25 milyar. PT. Dahlia menggunakan

SAK ETAP. Pernyataan berikut yang benar adalah.

A. Pendapatan investasi yang diakui 25 milyar

B. Pendapatan investasi yang diakui 40 milyar

C. Pendapatan investasi yang diakui 16 milyar

D. Pendapatan investasi yang diakui 10 milyar

D

(118)

CA REVIEW

PKP Pertemuan 4

(119)

Karakteristik Transaksi Syariah

transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling ridha; prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik

(thayib);

uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai, bukan

sebagai komoditas;

tidak mengandung unsur riba; kezaliman; maysir; gharar; haram;tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of money)

karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait dengan risiko yang

melekat pada kegiatan usaha tersebut sesuai dengan prinsip al-ghunmu bil ghurmi (no gain without accompanying risk);

transaksi dilakukan berdasarkan :

suatu perjanjian yang jelas dan benar;

untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain

tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk satu akad

(120)

PSAK Syariah

PSAK 101 (Penyajian Laporan Keuangan Syariah)PSAK 102 (Akuntansi Murabahah) Revisi 2013PSAK 103 (Akuntansi Salam)

PSAK 104 (Akuntansi Istishna)

PSAK 105 (Akuntansi Mudharabah)PSAK 106 (Akuntansi Musyarakah)PSAK 107 (Akuntansi Ijarah)

(121)
(122)

PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Syariah adalah suatu laporan keuangan yang

dibuat oleh entitas syariah untuk digunakan sebagai

pembanding baik dengan laporan keuangan sebelumnya atau

laporan keuangan lainnya.

Komponen laporan

a. Neraca

b. Laporan Laba Rugi c. Lapaoran Arus Kas

d. Laporan Perubahan Equitas

e. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat

(123)

PSAK 102 Akuntansi Murabahah

Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan

menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang

disepakati antara penjual dan pembeli.

(124)
(125)

PSAK 102 Akuntansi Murabahah

Karakterstik

– Proses pengadaan barang murabahah (aktiva murabahah) harus dilakukan oleh penjual

Jika penjual hendak mewakilkan kepada nasabah (wakalah) untuk membeli barang dari

pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang menjadi milik penjual

Cara Pembayaran dapat dilakukan tunai atau tangguh

– Murabahah tangguh, pembayaran dilakukan secara tangguh.

– Jika pembeli melunasi tepat waktu atau lebih cepat dari periode yang telah ditetapkan, maka penjual boleh memberikan potongan. Tetapi, besarnya potongan ini tidak boleh diperjanjikan diawal akad.

Apabila pembeli tidak dapat membayar utangnya sesuai dengan waktu yang ditetapkan,

pembeli tidak boleh didenda atas keterlambatan Kecuali pembeli tersebut tidak membayar karena lalai.

Apabila pembeli mengalami kesulitan keuangan, maka penjual hendaknya memberi

keringanan

(126)

PSAK 102 Akuntansi Murabahah

Jenis

1.Murabahah dengan pesanan;

Dalam murabahah jenis ini, penjual melakukan pembelian barang setelah ada pemesanan dari pembeli. Murabahah dengan pesanan dapat bersifat mengikat atau tidak mengikat pembeli untuk membeli barang yang dipesannya. Kalau bersifat mengikat berarti pembeli harus membeli barang yang dipesannya dan tidak dapat membatalkan pesanannya.

2. Murabahah tanpa pesanan;

murabahah jenis ini bersifat tidak mengikat dan pembeli dapat membatalkan akad pembelian.

Rukun jual beli

Pelaku terdiri dari pembeli dan penjual

(127)

Mudharabah

Secara bahasa:

dharaba yang berarti bepergian untuk berusaha

Secara istilah

Akad kerjasama usaha antara pemilik dana (shahibul maal) dan

pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha,

dimana laba dibagi atas dasar nisbah bagi hasil menurut

kesepakatan kedua belah pihak;

(128)
(129)
(130)
(131)
(132)
(133)

Definisi Musyarakah

Secara bahasa: syirkah

كرششش”

Berarti: serikat/

partnership

Secara istilah

Akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberi kontribusi dana dan kerja

(134)

Skema Akad Musyarakah

(135)
(136)

Prinsip Akuntansi Musyarakah

Pembiayaan/Investasi Musyarakah diakui pada saat penyerahan kas atau aset nonkas untuk

usaha musyarakah oleh mitra.

• Biaya pra akad tidak dapat dianggap sebagai bagian investasi musyarakah kecuali jika ada persetujuan dari seluruh mitra.

• Modal dalam bentuk kas dinilai sebesar jumlah yang diserahkan

Setoran Modal dalam bentuk Aset Non Kas dinilai sebesar nilai wajarJika Nilai Wajar > Nilai buku aset non kas

Untuk mitra aktif

- diakui sebagai selisih penilaian asset musyarakah - disajikan di sisi ekuitas

• Untuk mitra pasif

- diakui sebagai keuntungan tangguhan

- disajikan sebagai kontra akun investasi musyarakah

• Baik selisih penilaian asset maupun keuntungan tangguhan diamortisasi selama masa akad

Jika Nilai wajar < Nilai buku

(137)

Prinsip Akuntansi Musyarakah

Setoran Modal dalam bentuk Aset Non Kas dinilai sebesar nilai wajar

Jika Nilai Wajar > Nilai buku aset non kas

Untuk mitra aktif

- diakui sebagai selisih penilaian asset musyarakah - disajikan di sisi ekuitas

Untuk mitra pasif

- diakui sebagai keuntungan tangguhan

- disajikan sebagai kontra akun investasi musyarakah

Baik selisih penilaian asset maupun keuntungan tangguhan diamortisasi selama

masa akad

Jika Nilai wajar < Nilai buku

(138)

Akad Salam

Salam

Akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) dengan pengiriman di kemudian hari oleh penjual (muslam illaihi) dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli (al muslam) pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu.

Salam Paralel

Salam paralel, artinya melaksanakan dua transaksi bai’ salam yaitu antara pemesan dan penjual dan antara penjual dengan pemasok (supplier) atau pihak ketiga lainnya secara simultan.

Beberapa ulama kontemporer melarang transaksi salam paralel terutama jika

perdagangan dan transaksi semacam itu dilakukan secara terus menerus.

Hal demikian dapat menjurus kepada riba. Paralel salam dibolehkan asalkan eksekusi

(139)

Karakteristik Akad Salam

Pembayaran

Harus dalam bentuk kas dan

tidak boleh berupa

penghapusan utang penjual

Harus tunai diserahkan saat

kontrak disepakati

Pembayaran

Harus dalam bentuk kas

Maliki: Boleh dalam bentuk

benefit

Jumhur: Tidak boleh dalam

bentuk penghapusan utang milik penjual

Harus tunai diserahkan

saat kontrak disepakati

Maliki: Memperbolehkan

(140)

Ilustrasi Salam

2

2

Pembel

i

(141)

Ilustrasi Salam Paralel

2

2

Pembel

i

Penju

al

Bank sebagai Pembeli &

Penjual

(142)

Perbandingan Murabahah, Salam, Istishna

(143)

Pengertian Istishna’

• akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang

tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang

disepakati antara pemesan (pembeli/mustashni’) dan penjual

(pembuat, shani’).

• Shani’ akan menyiapkan barang yang dipesan sesuai dengan

spesifikasi yang telah disepakati dimana ia dapat menyiapkan

sendiri atau melalui pihak lain (istishna’ parallel).

kriteria:

memerlukan proses pembu atan setelah akad disepakati;

sesuai dengan spesifikasi pemesan (customized), bukan produk massal; danharus diketahui karakteristik nya secara umum yang meliputi jenis,

(144)

Jenis Akad Istishna’

Istishna’ adalah akad jual beli dalam bentuk

pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria

dan persyaratan tertentu yang disepakati antara

pemesan (pembeli/mustashni) dan penjual (pembuat,

shani’).

Is

Referensi

Dokumen terkait

Prosedural edit profile yang berjalan untuk aplikasi situs pelaporan online LAPAN Bandung adalah dengan mengganti isi data sesuai dengan data pengguna masing-masing lalu data

bisnis yang penting adalah pelaporan keuangan bank1. Sebuah bank yang besar dan sudah berusia

Mitra pasif menyajikan hal-hal sebagai berikut yang terkait dengan usaha musyarakah dalam laporan keuangan:. • Kas atau aset nonkas yang disisihkan oleh

Berdasarkan penjelasan diatas mengenai peristiwa setelah akhir periode pelaporan yang memerlukan penyesuaian dan pengungkapan diatas, dapat disimpulkan bahwa

Selain itu, Kieso et al (2007:3) juga menjelaskan bahwa pelaporan keuangan adalah informasi keuangan perusahaan yang membantu pengguna untuk mengambil keputusan atas

waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di. BEI

Laporan Keuangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2015 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan

Perusahaan menyusun laporan keuangan kepada pengguna dengan asumsi • Orientasi pelaporan keuangan negara tersebut • Praktik akuntansi yang digunakan • Bahasa yang dipakai • Unit