TFT CA
PELAPORAN KORPORAT
Agenda
Kompetensi dan Kurikulum
Metode Pembelajaran
Diskusi Permasalahan dalam Pengajaran
Kompetensi Umum CA
1. CA memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam
mengelola sistem pelaporan yang menghasilkan
laporan keuangan dan laporan lainnya yang
bernilai tinggi sesuai dengan prinsip-prinsip tata
kelola, etika profesional, dan integritas.
Kompetensi CA – Pelaporan Korporat
1. Memiliki kemampuan menyusun, menyajikan dan
mengevaluasi laporan keuangan grup entitas dan
laporan perusahaan sesuai dengan standar global
yang berlaku.
1. Memiliki kemampuan menyusun, menyajikan dan
mengevaluasi laporan keuangan grup entitas dan
laporan perusahaan sesuai dengan standar global
yang berlaku.
9. Mampu berfikir dan bertindak sebagai pemimpin.
10. Memiliki sikap untuk terus melakukan pembelajaran agar dapat mempertahankan kompetensi profesionalnya.
11. Mampu menyampaikan ide dan hasil pemikiran secara lisan dan tulisan.
12. Mampu berinteraksi dan berhubungan dengan orang atau fungsi lain dalam organisasi dan antar organisasi.
9. Mampu berfikir dan bertindak sebagai pemimpin.
10. Memiliki sikap untuk terus melakukan pembelajaran agar dapat mempertahankan kompetensi profesionalnya.
11. Mampu menyampaikan ide dan hasil pemikiran secara lisan dan tulisan.
Metode Belajar Peserta - Silabus
• Metode pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen
terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk:
1. Ceramah: Dosen menyampaikan ide-ide pokok dari suatu topik pembelajaran. 2. Diskusi kelas dan membahas kasus: Peserta mendiskusikan kasus yang ditugaskan 3. dengan dipandu dosen.
4. Presentasi kelompok: Anggota kelompok menyampaikan hasil tugas mereka untuk kemudian di disuksikan bersama.
5. Latihan mengerjakan soal
• Pada pertemuan pertama metode pembelajaran adalah ceramah dan diskusi kelas • Pertemuan lainnya metode pembelajaran adalah dengan kombinasi diskusi kelas
dan membahas kasus yang diawali dengan presentasi kelompok.
• Pada bagian akhir setiap pertemuan, akan dilakukan latihan mengerjakan soal. • Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh Program sedangkan peserta
Metode Belajar Peserta - Silabus
• Metode pembelajaran adalah berdasarkan active learning, dengan peran dosen
terutama sebagai fasilitator. Perkuliahan di kelas adalah dalam bentuk:
1. Ceramah: Dosen menyampaikan ide-ide pokok dari suatu topik pembelajaran. 2. Diskusi kelas dan membahas kasus: Peserta mendiskusikan kasus yang ditugaskan 3. dengan dipandu dosen.
4. Presentasi kelompok: Anggota kelompok menyampaikan hasil tugas mereka untuk kemudian di disuksikan bersama.
5. Latihan mengerjakan soal
• Pada pertemuan pertama metode pembelajaran adalah ceramah dan diskusi kelas • Pertemuan lainnya metode pembelajaran adalah dengan kombinasi diskusi kelas
dan membahas kasus yang diawali dengan presentasi kelompok.
• Pada bagian akhir setiap pertemuan, akan dilakukan latihan mengerjakan soal. • Bahan bacaan untuk kasus sebagian diberikan oleh Program sedangkan peserta
Silabus
1. Overview atas conceptual framework dalam pelaporan keuangan entitas
2. komersial, entitas publik/pemerintah, ETAP, dan entitas berlandaskan syariah , Perbedaan di antara conceptual framework tersebut
3. Studi kasus atas penggunaan conceptual framework dalam pelaporan keuangan : Pelaporan keuangan ETAP dan nirlaba , Perbedaan standar
akuntansi untuk ETAP dengan IFRS , Penerapan standar akuntansi untuk ETAP 4. Transaksi berbasis syariah dan pelaporan keuangan syariah: Jenis-jenis akad ,
Konsep keuntungan dalam syariah , Transaksi yang dilarang . Kerangka
pelaporan syariah, Pelaporan keuangan syariah , Instrumen keuangan syariah , 5. Kombinasi bisnis dan konsolidasi: Investasi pada entitas lain, entitas asosiasi,
ventura bersama, dan entitas anak, Kombinasi bisnis , Kombinasi bisnis entitas sepengendali , Laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan
tersendiri
6. Pengaruh perubahan kurs valuta asing
Silabus
8. Properti investasi, sewa, dan penurunan nilai aset
9. Imbalan kerja
10. Pendapatan, kebijakan dan estimasi akuntansi dan
kesalahan, dan pajak penghasilan
11. Instrumen keuangan: Pengakuan dan pengukuran,
Penyajian, Pengungkapan
12. Analisis laporan keuangan, kinerja, dan kepatuhan atas
entitas komersial, nirlaba, dan ETAP
Pengalamaman
•
Fokus mengajar masih menggunakan active lecturing dengan
tujuan agar materi pokok dalam tersampaikan dengan baik.
•
Kasus – peserta diminta untuk melakukan analisis laporan
keuangan yang terkait dengan topik bahasan. Misal dengan
membandingkan ketaatan penyajian, cara penyajian yang
berbeda. Jika dimungkinkan ada kasus dalam penyajian
suatu item yang terkait dengan topik.
KERANGKA DASAR PENYUSUNAN & PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN (KDP2LK)
Tujuan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian LK
Kerangka Konseptual Ditujukan untuk:
Penyusun standar akuntansi
keuangan dalam pelaksanaan tugasnya.
Penyusun laporan keuangan untuk
menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan.
Auditor dalam memberikan pendapat
mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
Para pemakai dalam menafsirkan
informasi yang disajikan dalam Laporan Keuangan.
Kerangka konseptual menurut PSAK terdiri dari:
Pengguna laporan keuangan Tujuan laporan keuangan Asumsi dasar
Karakteristik kualitatif
Konsep pengakuan dan pengukuran
unsur laporan keuangan
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
PSAK
Basis akrual,
pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada
saat terjadinya (bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan).
Kelangsungan usaha
, mengasumsikan bahwa entitas akan
melanjutkan usahanya di masa depan.
KDP2LK - Asumsi
IFRS baru
• Accrual
• Going Concern • Entity
• Monetary Unit
PSAK
• Accrual
• Going concern
US GAAP
• Going Concern • Entity
KDP2LK – Karakteristik Kualitatif
Dapat dipahami, Laporan keuangan harus dapat dipahami oleh para pemakai agar dapat digunakan untuk pengambilan keputusan
Dapat dibandingkan, untuk dapat menganalisis trend kinerja entitas dan melihat posisi entitas dalam lingkungan usaha, pemakai perlu memperbandingkan laporan keuangan entitas antar periode dan membandingkannya dengan entitas lain
Relevan, informasi dikatakan relevan jika informasi tersebut mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai sehingga dengan membantu mengevaluasi
peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu
KDP2LK – Karakteristik Kualitatif
Keandalan, Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan
• Penyajian Jujur, Agar dapat diandalkan informasi hars menyajikan dengan jujur dan wajar transaksi dan peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan
• Substansi Mengungguli Bentuk, Transaksi dan peristiwa lain seharusnya disajika sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya
• Netralitas, Informasi digunakan untuk kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu
• Pertimbangan Sehat, Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah
KDP2LK – Konstrain
Kendala Informasi yang Relevan dan Andal
• Tepat Waktu
• Keseimbangan Biaya dan Manfaat, Manfaat yang dihasilkan informasi
harus melebihi biaya penyusunannya
• Keseimbangan di antara Karakteristik Kualitatif, untuk mencapai
CONCEPTUAL FRAMEWORK - IFRS
Presently, the Conceptual Framework is comprises of the following. • Chapter 1: The Objective of General Purpose Financial Reporting • Chapter 2: The Reporting Entity (not yet issued)
• Chapter 3: Qualitative Characteristics of Useful Financial Information • Chapter 4: The Framework, comprised of the following:
1. Underlying assumption—the going concern assumption; 2. The elements of financial statements;
3. Recognition of the elements of financial statements;
First level
The "why"—purpose of accounting
Second level
Bridge between levels 1 and 3
Third level
The "how"— implementation ASSUMPTIONS
1. Economic entity 2. Going concern 3. Monetary unit 4. Periodicity 5. Accrual
PRINCIPLES
1. Measurement
2. Revenue recognition 3. Expense recognition 4. Full disclosure
CONSTRAINTS
1. Cost
OBJECTIVE
Provide information about the reporting entity that is useful to present and potential
equity investors, lenders, and other
creditors in their capacity as capital
ILLUSTRATION 2-2
Hierarchy of Accounting Qualities
Karakteristik IFRS
• IFRS menggunakan “Principles Base “ :
– Lebih menekankan pada intepreatasi dan aplikasi atas standar sehingga harus
berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut.
– Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah
presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi.
– Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi.
• Menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif
harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai
• Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif
maupun kualitatif
KERANGKA KONSEPTUAL
RUANG LINGKUP KERANGKA KONSPETUAL
1. Tujuan Kerangka Konseptual
2. Lingkungan Akuntansi Pemerintahan
3. Pengguna dan Kebutuhan Informasi Para
Pengguna
4. Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan
5. Peranan dan Tujuan Pelaporan Keuangan serta
Komponen Laporan Keuangan
6. Asumsi Dasar, Karakteristik Kualitatif,
Prinsip-prinsip serta Kendala Informasi Akuntansi
LINGKUNGAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN
a.
Ciri utama struktur pemerintahan dan pelayanan
Bentuk umum pemerintahan dan pemisahan kekuasaaan
Sistem pemerintahan otonomi dan transfer pendapatan
antar pemerintahan
adanya pengaruh proses poltik
Hub. Antara pembayar pajak dgn pelayanan pemerintahan.
b.
Ciri keuangan pemerintah
Anggaran sbg pernyatan publik, target fiskal dan sebagai alat
pengendalian
ENTITAS AKUNTANSI VS ENTITAS PELAPORAN
NO INDIKATOR ENTITAS AKUNTANSI ENTITAS PELAPORAN
1 Definisi Unit pemerintahan pengguna
anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan
keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan
Unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi atau entitas pelaporan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan
pertanggungjawaban berupa laporan keuangan
2 Komponen 1. KPA-K/L yang mempunyai dokumen anggaran tersendiri
2. Bendahara Umum Daerah (BUD) 3. Kuasa Pengguna Anggaran di
lingkungan Pemda bila mempunyai dokumen pelaksanaan anggaran yang terpisah
1. Pemerintah Pusat 2. Pemerintah Daerah
3. Kementerian Negara/lembaga di lingkungan Pemerintah Pusat 4. Satuan organisasi di lingkungan
TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH
TUJUAN
Menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi, sosial maupun politik.
KOMPONEN LAPORAN
KEUANGAN
1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (Laporan Perubahan SAL)
3. Neraca
4. Laporan Operasional (LO)
5. Laporan Arus Kas (LAK)
PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
Prinsip Akuntansi Basis akuntansi;
Prinsip nilai historis; Prinsip realisasi;
Prinsip substansi mengungguli
bentuk formal;
Prinsip periodisitas; Prinsip konsistensi;
Prinsip pengungkapan lengkap;
dan
Prinsip penyajian wajar. Karakteristik Kualitatif
Relevan;
Andal;
Dapat dibandingkan; dan
Dapat dipahami
Asumsi
Asumsi kemandirian entitas Asumsi kesinambungan entitas Asumsi keterukuran dalam satuan
uang (monetary measurement)
Konstrain
Materialitas
PRINSIP AKUNTANSI – BASIS AKUNTANSI
Basis akuntansi yang digunakan dalam
laporan keuangan pemerintah entitas
adalah
Basis Akrual
Basis akrual digunakan untuk pengakuan
pendapatan-LO, beban, aset, kewajiban
dan ekuitas
Dalam hal anggaran disusun dan
PRINSIP AKUNTANSI
NILAI HISTORIS
Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan.
Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang.
Nilai historis lebih dapat diandalkan daripada penilaian yang lain karena lebih obyektif dan dapat diverifikasi.
REALISASI
Pendapatan basis kas yang tersedia yang telah diotorisasikan melalui anggaran
pemerintah selama suatu periode akuntansi akan digunakan untuk membiayai utang dan belanja yang terjadi dalam periode tersebut.
PRINSIP AKUNTANSI
SUBSTANSI MENGUNGGULI BENTUK FORMAL
• Peristiwa harus dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas
ekonomi, bukan hanya mengikuti aspek formalitas.
KONSISTENSI
Perlakuan akuntansi yang sama harus ditetapkan pada kejadian yang
serupa dari periode ke periode oleh suatu entitas (prinsip konsistensi internal).
Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat metode
yang baru diterapkan menunjukkan hasil yang lebih baik dari metode yang lama.
Pengaruh atas perubahan penerapan metode harus diungkapkan dalam
PRINSIP AKUNTANSI
PERIODISITAS
• Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan entitas pemerintah perlu dibagi
menjadi periode-periode pelaporan sehingga kinerja entitas dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan
PENGUNGKAPAN LENGKAP
• Laporan keuangan harus menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan
oleh pengguna.
• Informasi tersebut dapat ditempatkan pada lembar muka laporan keuangan
atau catatan atas laporan keuangan.
PENYAJIAN WAJAR
• Dalam penyajian dengan wajar posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi
PENGAKUAN ASET DAN KEWAJIBAN
Aset diakui pada saat potensi ekonomi masa depan diperoleh
dan mempunyai nilai yang dapat diukur dengan andal;
Aset dalam bentuk piutang diakui ketika hak klaim untuk
mendapatkan arus kas masuk atau manfaat ekonomi lainnya
dari entitas lainnya telah atau tetap masih terpenuhi,dan nilai
klaim tersebut dapat diukur atau diestimasi
Aset dalam bentuk kas yang diperoleh pemerintah titik
pengakuannya memerlukan pengaturan yang lebih rinci
Kewajiban
diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada
PENGAKUAN PENDAPATAN & BEBAN
Pendapatan-LO
diakui pada saat timbulnya hak atas
pendapatan tersebut atau ada aliran masuk sumber daya
ekonomi
Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas
Umum Negara/Daerah
Beban
diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya
konsumsi aset, atau terjadinya penurunan manfaat ekonomi
atau potensi jasa
Belanja diakui berdasarkan terjadinya pengeluaran dari
PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN
Pengukuran adalah proses penetapan nilai mata uang untuk
mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan
keuangan menggunakan nilai perolehan historis
Aset dicatat sebesar pengeluaran/ penggunaan sumber daya
ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan
untuk memperoleh aset tersebut
Konsep dan Prinsip Pervasif
• Konsep dan prinsip pervasif merupakan KDPPLK (Kerangka Dasar Penyajian dan
Pengukuran LK) untuk ETAP
• Tujuan Laporan Keuangan
• Karakteristik kualitatif informasi dalam laporan keuangan
– Dapat dipahami, relevan, materialitas, keandalan, substansi mengungguli bentuk, pertimbangan sehat, kelengkapan, dapat dibandingkan, tepat waktu, keseimbangan antara biaya dan manfaat
• Komponen Laporan Keuangan:
– Posisi keuangan: aset, kewajiban, ekuitas, – Kinerja keuangan: pendapatan dan beban
• Pengakuan : probabilitas manfaat ekonomi masa depan dan keandalan pengukuran • Pengukuran unsur-unsur laporan keuangan : biaya historis dan nilai wajar
• Prinsip pengakuan dan pengukuran berpengaruh luas (Pervasif) : dalam hal tidak
ada pengaturan tertentu dalam SAK ETAP mengikuti aturan hirarki.
• Dasar akrual
BAB 2
Laporan keuangan untuk tujuan umum
•
Laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan
keuangan, misalnya:
− pemegang saham,
− kreditor,
− pekerja,
− masyarakat dalam arti luas
BAB 2
PARADIGMA TRANSAKSI SYARIAH
Al-Falah
(Kesejahteraan Hakiki secara material dan spiritual) Alam semesta Amana h Sarana Pencapaia n Akuntabilitas manusia: Syariah dan akhlaq sebagai indikator baik/buruk – benar/salah suatu usaha Terbentuk integritas -> GCG & Market
KARAKTERISTIK TRANSAKSI SYARIAH
Transaksi hanya dilakukan
berdasarkan prinsip
saling
paham dan saling ridha
• Semua aktifitas bisnis terkait dengan
barang dan jasa yang diharamkan Allah
• Riba
• Penipuan • Perjudian • Gharar
• Penimbunan Barang/Ihtikar • Monopoli
• Rekayasa Permintaan (Bai’ An najsy) • Suap (Risywah)
• Ta’alluq • Bai’ al inah
• Talaqqi al-Rukban
ACUAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH
•
Peraturan Bank Indonesia
•
SAK
– KDPPLKS – PSAK Syariah
– KDPPLK dan PSAK Lainnya (sepanjang tak bertentangan dengan prinsip
syariah)
•
Accounting, Auditing and Governance Standards for Islamic
Financial Institutions—AAOIFI
•
IAS dan SFAS sepanjang tak bertentangan dengan prinsip syariah
•
Peraturan perundang-undangan yang relevan
•
Prinsip akuntansi berlaku umum lainnya yang tak bertentangan
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH
•
Pengambilan putusan investasi dan pembiayaan
•
Menilai prospek arus kas
•
Memberikan informasi atas sumber daya ekonomi
•
Memberikan informasi kepatuhan LKS terhadap prinsip
syariah
•
Memberikan informasi mengenai
zakat
UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN SYARIAH
• Lap Posisi Keuangan
(Neraca)
• Laporan Laba Rugi
Komprehensif
• Laporan Perubahan
Ekuitas
• Laporan Arus Kas
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana ZIS Laporan Sumber dan
Penggunaan Dana Qardh LKS: Investor Manajer Inv. LKS: Pengemban Fungsi Sosial
Catatan atas Laporan Keuangan
Perbankan: Laporan Rekonsiliasi Pendapatan dan Bagi Hasil Mencerminkan
Kegiatan Sosial Mencerminkan Kegiatan
Soal 1
Manakah yang merupakan asumsi dalam kerangka konseptual
PSAK ?
A. Substansi mengungguli bentuk
B. Akrual
C. Relevansi
D. Unit Moneter
B.
Jawaban Benar merupakan asumsi. A dan C karakteristik kualitatifSoal 2
Entitas mendepresiasikan aset tetap yang dimiliki dengan
estimasi masa manfaat 10 tahun, sehingga beban depresiasi
akan diakui selama 10 tahun penggunaan aset. Asumsi dasar apa
yang mendasari kebijakan akuntansi tersebut ?
A. Monetary unit
B. periodicity
C. Going concern
D. Entitas ekonomi
C.
Jawaban Benar depresiasi dengan masa manfaat 10 tahun menunjukkan bahwaSoal 3
Entitas mengklasifikasikan suatu sewa yang memenuhi kriteria
sebagai
sewa
pembiayaan.
Pihak
penyewa
akan
mendepresiasikan aset tersebut sepanjang masa sewa.
Karakteristik kualitatif apa yang mendasari perlakuan akuntansi
tersebut ?
A. Substance over form
B. Going concern
C. Reliability
D. Relevance
A.
Jawaban Benar karena dasar perlakukanSoal 4
Entitas mengakui pembelian kalkultor seharga 500 ribu sebagai
biaya administrasi walpuan kalkulator tersebut memiliki manfaat
lebih dari satu tahun. Pertimbangan apa yang mendasari
perlakuan akuntansi tersebut ?
A. Materiality
B. Going concern
C. Reliability
D. Relevance
A
Soal 5
Entitas pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi
melakukan eliminasi transaksi yang terjadi antara anak dan induk
perusahaan. Asumsi apa yang mendasari perlakuan akuntansi
tersebut ?
A. Akrual
B. Periodicity
C. Going concern
D. Entity
D
Soal 6
Manakah pernyataan berikut yang tepat?
A. IFRS menggunakan nilai wajar dalam semua penilaian aset
dan liabilitasnya
B. Dalam US GAAP tidak ada penilaian aset yang menggunakan
nilai wajar
C. IFRS lebih banyak menggunakan penilaian dengan nilai wajar
dibandingkan US GAAP
D. Dalam IFRS penilaian dengan menggunakan nilai historis
tidak diperkenankan
C
Soal 7
Manakah pernyataan berikut yang tepat?
A. Konseptual framework merupakan standar akuntansi.
B. Konseptual framework digunakan jika ada transaksi yang
belum ada standarnya
C. Konseptual framework digunakan sebagai dasar dalam
mengakui suatu transaksi
D. Konseptual framework sebagai dasar standar memiliki
kekuatan hukum lebih tinggi dibandingkan PSAK.
B
Soal 8
Konsep yang menjadi dasar dalam kerangka dasar penyajian dan
pengungkapan laporan keuangan adalah....
A. Kegunaan dalam pengambilan keputusan (
decision
usefulness
)
B. Kemudahan informasi untuk dipahami (
understandability
)
C. Keandalan informasi (
reliability
)
D. Keterbandingan informasi (
comparability
)
A
Soal 9
Tujuan laporan keuangan dalam kerangka dasar penyusunan
laporan keuangan pemerintah daerah menurut SAP lebih
mengutamakan aspek...
A. Kegunaan dalam pengambilan keputusan (
decision
usefulness
)
B. Kemudahan informasi untuk dipahami (
understandability
)
C. Penilaian (
valuation
)
D. Pertanggungjawaban (
accountability
)
D
Soal 10
Berikut ini merupakan
bukan
merupakan prinsip dasar dalam
transaksi syariah
A. Transaksi didasarkan pada prinsip saling paham dan saling
ridho
B. Transaksi kebebasan transaksi sepanjang halal dan thoyib
C. Transaksi didasarkan prinsip mudharabah
D. Transaksi dibolehkan sepanjang tidak haram dan dilarang
C
CA REVIEW
PKP Pertemuan 2
METODE PEMBELAJARAN
•
Analsisi atas laporan keuangan Jamsostek 2013 dan 2014
– Laporan keuangan penutupan dan pembukaan – Jenis-jenis laporan keuangan yang dihasilkan
•
Analisis laporan keuangan rumah sakit BLU/BLUD
– Isi laporan keuangan
– Standar yan g digunakan dalam menyusun laporan keuangan
•
Dosen memberikan overview perubahan laporan keuangan
Jamsostek dan Laporan keuangan BLUD.
JAMSOSTEK SEBAGAI BPJS
• BUMN menjadi Badan Hukum Publik dan bertanggung jawab kepada Presiden • Cakupan bersifat wajib menjadi lebih luas:
– BPJS Kesehatan seluruh Penduduk
– BPJS Ketenagakerjaan selusuh Pekeerja
• Perubahan Sistem Penyelenggaraan
– Perusahaan melakukan administrasi dua BPJS (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan)
– Tenaga kerja dilayani oleh dua BPJS • Perubahan Program Manfaat
– Jaminan Pensiun untuk Tenaga Kerja Swasta dan Informal – Jaminan Kesehatan untuk seluruh Penduduk
• Perubahan Keuangan
– Pemisahan Aset
BPJS
• PMK 83 tahun 2013 Modal Awal untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
• Dana Operasional BPJS berasal dari 10% penerimaan iuran JKK dan JKM serta 0.1125% dari rerata bulanan akumulasi iuran dan hasil pengembangan JHT.
• Pengesahan Neraca Penutup dan Neraca Awal 1 Januari 2014
• Neraca Penutup menggunakan PSAK 1 • Neraca Pembuka menggunakan
– PSAK 18 untuk Program JHT
– PSAK 45 untuk Program JKK dan JKM;
– PSAK 1 untuk BPJS
• Perubahan yang dilakukan:
– Klasifikasi aset investasi pada neraca penutup: FVTPL, AFS dan HTM sedangkan pada neraca pembuka hanya fair value dan HTM.
– Penyertaan Modal Pemerintah perbedaan akuntansi neraca penutup dan pembuka.
– Peningkatan aset Program JHT karena revaluasi aset properti
Laporan Auditor LK BPJS 2013
•
Ruang Lingkup: PT. Jamsostek (persero dan Entitas Anak) dan
Entitas Bertujuan Khusus Program Dana Peningkatan
Kesejahteraan Peserta
•
Penekanan suatu hal
– PT. Jamsostek dibubarkan tanpa likuidasi menjadi BPJS
Ketenagakerjaan
– Pemisahan Aset BPJS Kesehatan
•
Auditor juga melakukan pengujian atas kepatuhan
Laporan Keuangan 2013
•
PT. JAMSOSTEK per dan periode yang berakhir 31 Desember
2013
– Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
– Laporan Laba Rugi Kompprehensif Konsolidasian (penyajian dalam dua
laporan)
– Laporan Perubahan Ekuitas – Laporan Arus Kas
– Catatan atas Laporan Keuangan
•
Laporan Keuangan Konsolidasian Penutup pada 31 Desember
– Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Penutup
Laporan Keuangan 2013
• Laporan Keuangan Konsolidasian Pembuka Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial Ketenagakerjaan, Entitas Anak dan Entitas Bertujuan Khusus, per 1 Januari 2014
– Laporan Posisi Keuangan Kosolidasian Pembuka – Catatan atas Laporan Keuangan
• Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua (JHT), per
1 Januari 2014
– Laporan Aset Neto
– Catatan atas Laporan Keuangan Pembuka
• Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Program Jaminan Kecelakaan Kerja
(JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM) per 1 Januari 2014
– Laporan Posisi Keuangan Pembuka
Karakteristik Industri Kesehatan
• Menyediakan jasa pelayanan kesehatan bagi masyarakat, diantaranya berupa jasa
• pemeriksaan dan perawatan dokter, jasa pelayanan laboratorium, dan farmasi.
• Perusahaan penyelenggara jasa kesehatan (Rumah Sakit) selain
berusaha mendapatkan aliran kas masuk untuk mencukupi kebutuhan membayar jasa para dokter dan tenaga medis lainnya, pemakaian dan perawatan peralatan laboratorium dan medis, dan kebutuhan lainnya, sekaligus memiliki peran sosial yang dapat diwujudkan melalui berbagai program yang ditetapkan oleh manajemen dan sesuai dengan peraturan pemerintah.
Karakteristik BLU Rumah Sakit
•
BLU rumah sakit bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat ddengan memberikan fleksibilitas dalam
pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip efisiensi dan
produktivitas, dan penerapan praktik bisnis yang etis dan sehat, serta
tidak semata-mata mencari keuntungan.
•
BLU rumah sakit merupakan unit pelaksana teknis Kementerian
Kesehatan yang diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan
kegiatan jasa pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan
serta usaha lain dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk
Kepemilikan dan Bentuk Rumah Sakit
•
Perusahaan terbuka
dimiliki oleh investor. PT.
Siloam International Hospital Tbk.; PT. Sarana
Meditama Metropolitan Tbk (RS Omni).
•
Perusahaan
PT. Rumah Sakit Pelni. PT.
Pertamedika (RS Pertamina)
•
Rumah sakit milik pemerintah pusat
RSCM
(BLU)
•
Rumah sakit milik pemerintah daerah
RSUD
Akuntansi Rumah Sakit
STANDAR MANA
YANG DIGUNAKAN ??
PSAK
PSAK 45
PSAK &
SAK
ETAP
SAK
ETAP &
PSAK 45
PSAP
Pedoman Akuntansi Rumah Sakit – BLU&D
• BLU laporan keuangannya dikonsolidasian dengan Laporan Keuangan
Pemerintah dengan menggunakan SAP, sehingga menggunakan SAP untuk tujuan konsolidasi.
• BLU menyusun LK dengan SAK dan SAP
• Keputusan Menteri Kesehatan RI No 1981/MENKES/SK/2010 – Pedoman
Akutansi Badan Layanan Umum Rumah Sakit.
– Acuan yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan adalah PSAK dan
pelaporan menggunakan PSAK 45.
– Menggunakan acuan PSAK sebelum PSAK 2010 dan tidak ada ketentuan yang
menyatakan jika ada standar baru mengikuti ketentuan yang standar baru
– Menimbulkan kesulitan auditor antara menaati Keputusan Menteri atau
Standar Akuntansi
• Untuk beberapa BLUD tidak menyebutkan secara jelas, namun ada yang
Soal 1
Mengapa Jamsostek sebagai perusahaan harus dilikuidasi ?
A. Memenuhi ketentuan regulasi
B. Memenuhi keinginan pemegang saham
C. Perubahan lingkungan bisnis
D. Dalam rangka menghadapi persaingan
A.
Jawaban Benar, alasan utamaSoal 2
Berikut ini adalah laporan keuangan pembuka yang disajikan oleh
Jamsostek per 1 Januari 2014,
kecuali
:
A. Laporan Posisi Keuangan JKK
B. Laporan Posisi Keuangan JKM
C. Laporan Posisi Keuangan JHT
D. Laporan Posisi Keuangan BPJS
Soal 3
Laporan posisi keuangan entitas berikut ini disusun berdasarkan
PSAK 1 Penyajian laporan keuangan, adalah:
A. Dana Jaminan Hari tua
B. Dana Jaminan Kecelakaan Kerja
C. Dana Jaminan Kematian
D. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Soal 4
Jika berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah, rumah sakit BLU
akan menyusun laporan keuangan berdasarkan:
A. PSAK
B. SAK ETAP
C. Pedoman Akuntansi Rumah Sakit yang ditetapkan oleh Kementerian
Kesehatan
D. PSAK dan SAP sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh
Kementerian Keuangan
C.
Jawaban Benar, karena merujukSoal 5
Standar mana yang diacu dalam ketentuan pelaporan keuangan
Rumah Sakit BLU ?
A. PSAK 1 Penyajian Lapora Keuangan
B. SAK ETAP – Penyajian Laporan Keuangan
C. PSAP 1 Penyajian Laporan Keuangan
D. PSAK 45 Organisasi Nirlaba
Soal 6
Berikut ini komponen laporan keuangan Rumah Sakit BLU
kecuali
:
A. Laporan Neraca (posisi keuangan)
B. Laporan Laba rugi
C. Laporan Arus Kas
D. Catatan atas Laporan Keuangan
Soal 7
Sesuai ketentuan BLU dan ketentuan industri standar yang akan
digunakan sebagai rujukan dalam menyusun laporan keuangan
BLU adalah :
A. PSAK atau SAK ETAP; PSAK 45 dan PSAP
B. PSAK 45 dan PSAP
C. PSAK, SAK ETAP dan PSAK 45
D. PSAK dan SAK ETAP; PSAK 45 dan PSAP
PKP Pertemuan 3
STANDAR AKUNTANSI ENTITAS TANPA
SAK – ETAP: Why?
• PSAK – IFRS based sulit diterapkan bagi perusahaan menengah
kecil mengingat penentuan fair value memerlukan biaya yang tidak murah.
• PSAK – IFRS rumit dalam implementasinya seperti kasus PSAK 50
dan PSAK 55 meskipun sudah disahkan tahun 2006 namun implementasinya tertunda bahkan 2010 sudah keluar PSAK 50 (revisi).
• PSAK – IFRS menggunakan principle based sehingga
membutuhkan banyak professional judgement.
• PSAK – IFRS perlu dokumentasi dan IT yang kuat
Manfaat SAK ETAP
•
Diharapkan dengan adanya SAK ETAP, perusahaan kecil,
menengah, mampu untuk
–
menyusun laporan keuangannya sendiri,
–
dapat diaudit dan mendapatkan opini audit,
sehingga dapat menggunakan laporan keuangannya untuk
mendapatkan dana (misalnya dari Bank) untuk
pengembangan usaha.
•
Lebih sederhana dibandingkan dengan PSAK – IFRS sehingga
lebih mudah dalam implementasinya
SAK ETAP
Disusun dengan mengadopsi IFRS for SME dengan modifikasi sesuai kondisi di
Indonesia dan dibuat lebih ringkas.
SAK ETAP masih memerlukan professional judgement namun tidak sebanyak untuk
PSAK – IFRS.
Dalam beberapa hal tidak ada perubahan signifikan dibandingkan dengan PSAK
lama: contoh PSAK 16 (1994). Namun ada beberapa hal yang dimodifikasi dari IFRS/IAS.
IFRS for SMEs, merupakan “mini” Full IFRS
– Terdapat pengurangan opsi dan pengungkapan
– Tidak terdapat pengakuan dan pengukuran yang berbeda dengan Full IFRS, kecuali
– “borrowing cost” dibebankan langsung dan tidak dikapitalisasi, dan
– terdapat pengaturan mengenai “ekuitas”
ISI SAK ETAP
BAB ISI BAB ISI
1 Ruang Lingkup 16 Aset Tidak Berwujud
2 Konsep dan Prinsip Pervasive 17 Sewa
3 Penyajian Laporan Keuangan 18 Kewajiban Diestimasi dan Kontijensi
4 Neraca 19 Ekuitas
5 Laporan Laba Rugi 20 Pendapatan
6 Laporan Perubahan Ekuitas 21 Biaya Pinjaman
7 Laporan Arus Kas 22 Penurunan Nilai Aset
8 Catatan atas Laporan Keuangan 23 Imbalan Kerja 9 Kebijakan Akuntansi, Perubahan Kebijakan
Akuntansi dan Koreksi Kesalahan 24 Pajak Penghasilan 10 Investasi pada Efek Tertentu 25 Mata Uang Pelaporam
11 Persediaan 26 Transaksi dalam Mata Uang Asing
12 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Entitas Anak 27 Peristiwa setalah Akhir Periode Pelaporan 13 Investasi pada Joint Venture 28 Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa
14 Properti Investasi 29 Ketentuan Transisi
Ruang lingkup
• SAK ETAP, dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas
Publik (ETAP), yaitu entitas yang:
Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna
eksternal
• Entitas dengan akuntabilitas publik signifikan
Telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau sedang dalam proses
pengajuan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau
Menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar
masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.
• Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK
Perbedaan Pokok PSAK dan SAK ETAP
• SAK ETAP tidak mengatur pajak tangguhan
• SAK ETAP hanya menggunakan metode tidak langsung untuk laporan arus
kas.
• SAK ETAP menggunakan metode biaya untuk investasi ke asosiasi dan
menggunakan metode ekuitas untuk anak perusahaan.
• SAK ETAP tidak secara penuh menggunakan PSAK 50/55.
• SAK ETAP hanya menggunakan model biaya untuk aset tetap, aset tidak
berwujud dan properti investasi. PSAK-IFRS boleh memilih model biaya atau model reavaluasi.
• Beberapa pengaturan yang tidak dalam PSAK ETAP : penggabungan usaha,
KDPPLK
SAK ETAP
Tujuan laporan keuangan Sama
Karakteristik kualitatif laporan keuangan Sama
Unsur-unsur laporan keuangan Sama – nama berbeda
Konsep pengakuan Sama
Konsep pengukuran:
biaya historis biaya kini
nilai realisasi bersih nilai sekarang
Konsep pengukuran:
biaya historis nilai wajar
Konsep pemeliharaan modal Tidak ada
SAK UMUM
SAK ETAP
Kepatuhan terhadap SAKPengungkapan atas PSAK “misleading” Kepatuhan terhadap SAK ETAP
Komponen laporan keuangan:
Lap posisi keuangan/neraca Lap laba rugi komprehensif Lap perubahan ekuitas Lap arus kas
Catatan atas laporan keuangan
Komponen laporan keuangan:
Neraca
Lap laba rugi
Lap perubahan ekuitas Lap arus kas
Catatan atas laporan keuangan
Tanggung jawab atas lapkeu Tidak ada
Dasar akrual & kelangsungan usaha Sama
SAK UMUM SAK ETAP
Neraca
• Pos minimal yang disajikan banyak • Urutan penyajian
• Pengungkapan banyak
Neraca
• Pos minimal yang disajikan lebih sedikit • Sama
• Pengungkapan lebih sederhana
Laporan laba rugi komprehensif
• Laba rugi dan pendapatan komprehensif lain
• Pos minimal
Laporan laba rugi • Laba rugi
• Pos minimal lebih sedikit
SAK UMUM SAK ETAP
Laporan perubahan ekuitas
Pos minimal
Pengungkapan distribusi dividen dan
dividen per saham
Tidak diperkenankan
Laporan perubahan ekuitas
Pos minimal lebih sedikit Tidak ada
Laporan perubahan ekuitas dan saldo
laba dapat menggantikan lap laba rugi dan lap perubahan ekuitas
Laporan arus kas
Arus kas operasi disajikan dengan metode
langsung atau tidak langsung
Arus kas valas, bunga & dividen, pajak
penghasilan, investasi pada entitas anak, ventura bersama & entitas asosiasi,
perubahan kepemilikan, dan transaksi nonkas
Kas yang dibatasi
Laporan arus kas
Arus kas operasi disajikan dengan
metode tidak langsung
Arus kas bunga & dividen, pajak
penghasilan, dan transaksi nonkas
Tidak ada
SAK UMUM
SAK ETAP
Catatan atas laporan keuangan
Kebijakan akuntansi
Sumber estimasi ketidakpastian Modal
Dividen dan informasi umum
entitas
Catatan atas laporan keuangan
Kebijakan akuntansi
SAK UMUM
SAK ETAP
Laporan keuangan konsolidasian Tidak menyusun laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan tersendiri (lampiran dari laporan keuangan konsolidasian)
Konsolidasi entitas bertujuan khusus
SAK UMUM
SAK ETAP
Kebijakan akuntansi
Pemilihan kebijakan akuntansi PSAK serupa
Conceptual framework
Other pronouncements, literatur
dan praktik
Dampak penerapan PSAK yang
akan berlaku
Kebijakan akuntansi
Pemilihan kebijakan akuntansi Bagian SAK serupa
Conceptual framework SAK umum
Other pronouncements, literatur
dan praktik
Tidak ada
Estimasi akuntansi Sama
Kesalahan Sama
SAK UMUM SAK ETAP
Instrumen keuangan Efek yang diperdagangkan (marketable securities)
Diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi
Tersedia untuk dijual
Dimiliki hingga jatuh tempo Pinjaman yang diberikan dan
piutang
Diperdagangkan
Tersedia untuk dijual
Dimiliki hingga jatuh tempo
Maksud dan kemampuan Maksud
SAK UMUM
SAK ETAP
Biaya perolehan atau nilai realisasi
neto (mana lebih rendah) Sama
FIFO dan rata-rata tertimbang Sama
Persediaan pialang-pedagang komoditi
menggunakan fair value Tidak ada
Persediaan pemberi jasa Sama
SAK UMUM
SAK ETAP
Pengaruh signifikan
•Faktor kuantitatif dan kualitatif •Hak suara potensial
Pengaruh signifikan
•Faktor kuantitatif •Tidak ada
Metode ekuitas Metode biaya
Investasi pada entitas asosiasi yang
tersedia untuk dijual Tidak ada
SAK UMUM
SAK ETAP
Pengendalian bersama operasi Pengendalian bersama operasi
Pengendalian bersama aset Pengendalian bersama aset
Pengendalian bersama entitas
• Metode ekuitas atau proporsional
konsolidasi
Pengendalian bersama entitas
• Metode biaya
SAK UMUM
SAK ETAP
Pengendalian, termasuk entitas
bertujuan khusus Pengendalian, tidak mengatur entitas bertujuan khusus
Metode ekuitas dan harus
dikonsolidasikan Metode ekuitas dan tidak dikonsolidasikan
Transaksi pelepasan kepemilikan tetapi tidak menyebabkan hilangnya
pengendalian (transaksi ekuitas)
Tidak ada
SAK UMUM
SAK ETAP
Properti investasi
• Model biaya
• Model nilai wajar
Properti investasi
• Model biaya
Aset tetap
• Model biaya • Model revaluasi
Aset tetap
• Model biaya (revaluasi harus ada izin
pemerintah)
SAK UMUM
SAK ETAP
Berasal dari internal dan eksternal Berasal dari eksternal
Umur manfaat terbatas dan tidak
terbatas Umur manfaat terbatas
Goodwill Tidak ada
Model biaya dan model revaluasi Model biaya
SAK UMUM SAK ETAP
Perjanjian sewa dan perjanjian mengandung sewa Perjanjian sewa
Klasifikasi sewa: indikator dan situasi yang memerlukan judgment.
Sewa modal jika terjadi perpindahan risiko dan manfaat.
Klasifikasi sewa: indikator yang tidak perlu judgment:
pengalihan aset opsi beli
min 75% umur ekonomis min 90% nilai wajar
aset bersifat khusus)
Jual dan sewa-balik (sale and leaseback) Tidak ada Sewa dan sewa lanjut (lease and sublease) Tidak ada
SAK UMUM
SAK ETAP
Kewajiban diestimasi (provisi), aset
kontinjensi, dan kewajiban kontinjensi Sama
Ekuitas Sama
Pendapatan penjualan barang dan jasa Sama
Kewajiban Diestimasi (Provisi) dan Kontinjensi, Ekuitas, dan Pendapatan
SAK UMUM
SAK ETAP
Biaya pinjaman dikapitalisasi Biaya pinjaman dibebankan Penurunan nilai
Instrumen keuangan: incurred loss
Penurunan nilai
Pinjaman yang diberikan dan
piutang: expected loss (aging schedule)
Goodwill dan aset tidak berwujud
dengan umur manfaat tidak terbatas Diamortisasi
Persediaan Selisih nilai buku dan nilai realisasi
bersih
Aset lain Selisih nilai buku dan nilai jual
dikurangi dengan biaya menjual
SAK UMUM
SAK ETAP
Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan pasca kerja Imbalan pasca kerja, perhitungan lebih sederhana
Imbalan kerja jangka panjang lainnya Imbalan kerja jangka panjang lainnya Pesangon pemutusan kerja Pesangong pemutusan kerja
Imbalan berbasis saham Tidak ada
SAK UMUM
SAK ETAP
Konsep pajak tangguhan (deferred tax
concept) Konsep pajak terutang (tax liability concept)
Laba fiskal dan laba akuntansi Laba fiskal Aset dan liabilitas pajak tangguhan Utang pajak
SAK UMUM
SAK ETAP
Mata uang pelaporan: rupiah atau
mata uang asing Mata uang pelaporan: rupiah atau mata uang asing
Transaksi valas: kurs tanggal transaksi Transaksi valas: kurs rata-rata bulanan (mingguan)
Soal 1
Standar akuntansi apa yang akan digunakan oleh Bank
Perkreditan Rakyat Sejahtera dalam menyusun laporan
keuangan?
A. PSAK
B. SAK ETAP
C. PSAK Syariah
D. IFRS
B
Soal 2
Karakteristik kualitatif “diandalkan” dalam SAK ETAP berarti:
A. bebas dari salah saji material dan penyajian secara wajar
substansi ekonomi
B. sangat tepat – tidak terdapat ketidakpastian dalam
pengukuran
C. nilai wajar
D. biaya historis
A
Soal 3
Dalam SAK ETAP beban pajak penghasilan yang akan disajikan
dalam laporan keuangan adalah....
A. Pajak menurut perhitungan fiskal
B. Pajak tangguhan
C. Pajak kini dan pajak tangguhan
D. Utang pajak yang dihitung akhir periode
A
Soal 4
PT. Mutiara menggunakan SAK ETAP dalam menyusun laporan
keuangan. Pada 20X3-20X4 perusahaan membangun gedung
yang didanai dengan utang bank. Pernyataan berikut yang benar
adalah....
A. Beban bunga atas utang bunga semuanya boleh dikapitalisasi
B. Beban bunga yang dapat dihindari dapat dikapitalisasi
sisanya akan menjadi beban bunga
C. Semua beban bunga atas utang bank dibebankan pada
periode pembangunan
D. Termasuk dalam harga perolehan gedung adalah beban
bunga
c
Soal 5
PT. Menurut menggunakan SAK ETAP dalam menyusun laporan
keuangan. Metode yang digunakan untuk menyusun laporan
arus kas adalah....
A. Boleh memilih metode langsung atau tidak langsung
B. Metode tidak langsung
C. Metode langsung
D. Tidak ada jawaban yang benar
B
Soal 6
PT. Kelud menggunakan SAK ETAP dalam menyusun laporan
keuangan. Entitas menyewa Mesin dari perusahaan lain selama
8 tahun. Masa manfaat mesin tersebut 10 tahun. Bagaimana
sewa tersebut akan dicatat oleh perusahaan?
A. Diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan.
B. Diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
C. Perusahaan harus mengumpulkan tambahan informasi lain
sebelum menentukan.
D. Perusahaan akan menggunakan metode sesuai dengan
kebijakan manajemen.
A
Soal 7
Koperasi Kantil menggunakan SAK ETAP dalam menyusun
laporan keuangan. Pernyataan berikut yang tepat dalam
menentukan basis pencatatan.
A. Dalam mengakui pendapatan dan beban koperasi
menggunakan basis mencatat kas
B. Dalam mengakui pendapatan dan beban koperasi
menggunakan basis mencatat akrual
C. Dalam mengakui pendapatan dan beban koperasi boleh
memilih basis mencatat kas atau akrual
D. Koperasi akan menggunakan basis mencatat sesuai dengan
ketentuan dalam AD/ART.
B
Soal 8
CV. Mulia menggunakan SAK ETAP dalam menyusun laporan
keuangan. Pada 20X3 entitas merubah estimasi masa manfaat
bangunan. Bagaimana perubahan tersebut dicatat dalam
akuntansi?
A. Perubahan tersebut akan diberlakukan secara prospektif
B. Perubahan tersebut akan diberlakukan secara retroaktif
C. Entita dapat memilih menggunakan prospektif atau retroaktif
D. Perubahan akan dicatat sesuai dengan ketentuan dalam
pedoman akuntansi perusahaan.
A
Soal 9
PT. Melati memiliki anak perusaan PT. Kenanga dengan
kepemilikan sebesar 55%. PT. Melati menggunakan SAK ETAP
dalam menyusun laporan keuangannya. Metode apa yang
digunakan oleh Melati dalam mencatat investasi di PT. Kenanga?
A. Metode ekuitas
B. Laporan keuangan dikonsolidasikan
C. Metode biaya
D. Metode nilai wajar
A
Soal 10
PT. Dahlia memiliki investasi sebesar 40% di PT. Anggrek yang
dibeli pada 2 Januari 20X3 dengan harga 200milyar. Selama
tahun 20X3 PT. Anggrek melaporkan laba 40 milyar dan
membagikan dividen sebesar 25 milyar. PT. Dahlia menggunakan
SAK ETAP. Pernyataan berikut yang benar adalah.
A. Pendapatan investasi yang diakui 25 milyar
B. Pendapatan investasi yang diakui 40 milyar
C. Pendapatan investasi yang diakui 16 milyar
D. Pendapatan investasi yang diakui 10 milyar
D
CA REVIEW
PKP Pertemuan 4
Karakteristik Transaksi Syariah
• transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling ridha; • prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik
(thayib);
• uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai, bukan
sebagai komoditas;
• tidak mengandung unsur riba; kezaliman; maysir; gharar; haram; • tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of money)
– karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait dengan risiko yang
melekat pada kegiatan usaha tersebut sesuai dengan prinsip al-ghunmu bil ghurmi (no gain without accompanying risk);
• transaksi dilakukan berdasarkan :
– suatu perjanjian yang jelas dan benar;
– untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain
– tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk satu akad
PSAK Syariah
• PSAK 101 (Penyajian Laporan Keuangan Syariah) • PSAK 102 (Akuntansi Murabahah) Revisi 2013 • PSAK 103 (Akuntansi Salam)
• PSAK 104 (Akuntansi Istishna)
• PSAK 105 (Akuntansi Mudharabah) • PSAK 106 (Akuntansi Musyarakah) • PSAK 107 (Akuntansi Ijarah)
PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan
•
Laporan Keuangan Syariah adalah suatu laporan keuangan yang
dibuat oleh entitas syariah untuk digunakan sebagai
pembanding baik dengan laporan keuangan sebelumnya atau
laporan keuangan lainnya.
•
Komponen laporan
a. Neraca
b. Laporan Laba Rugi c. Lapaoran Arus Kas
d. Laporan Perubahan Equitas
e. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat
PSAK 102 Akuntansi Murabahah
•
Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan
menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang
disepakati antara penjual dan pembeli.
PSAK 102 Akuntansi Murabahah
• Karakterstik
– Proses pengadaan barang murabahah (aktiva murabahah) harus dilakukan oleh penjual
– Jika penjual hendak mewakilkan kepada nasabah (wakalah) untuk membeli barang dari
pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang menjadi milik penjual
– Cara Pembayaran dapat dilakukan tunai atau tangguh
– Murabahah tangguh, pembayaran dilakukan secara tangguh.
– Jika pembeli melunasi tepat waktu atau lebih cepat dari periode yang telah ditetapkan, maka penjual boleh memberikan potongan. Tetapi, besarnya potongan ini tidak boleh diperjanjikan diawal akad.
– Apabila pembeli tidak dapat membayar utangnya sesuai dengan waktu yang ditetapkan,
pembeli tidak boleh didenda atas keterlambatan Kecuali pembeli tersebut tidak membayar karena lalai.
– Apabila pembeli mengalami kesulitan keuangan, maka penjual hendaknya memberi
keringanan
PSAK 102 Akuntansi Murabahah
• Jenis
1.Murabahah dengan pesanan;
Dalam murabahah jenis ini, penjual melakukan pembelian barang setelah ada pemesanan dari pembeli. Murabahah dengan pesanan dapat bersifat mengikat atau tidak mengikat pembeli untuk membeli barang yang dipesannya. Kalau bersifat mengikat berarti pembeli harus membeli barang yang dipesannya dan tidak dapat membatalkan pesanannya.
2. Murabahah tanpa pesanan;
murabahah jenis ini bersifat tidak mengikat dan pembeli dapat membatalkan akad pembelian.
• Rukun jual beli
– Pelaku terdiri dari pembeli dan penjual
Mudharabah
•
Secara bahasa:
dharaba yang berarti bepergian untuk berusaha
•
Secara istilah
Akad kerjasama usaha antara pemilik dana (shahibul maal) dan
pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha,
dimana laba dibagi atas dasar nisbah bagi hasil menurut
kesepakatan kedua belah pihak;
Definisi Musyarakah
•
Secara bahasa: syirkah
“
كرششش”
Berarti: serikat/
partnership
•
Secara istilah
Akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberi kontribusi dana dan kerja
Skema Akad Musyarakah
Prinsip Akuntansi Musyarakah
• Pembiayaan/Investasi Musyarakah diakui pada saat penyerahan kas atau aset nonkas untuk
usaha musyarakah oleh mitra.
• Biaya pra akad tidak dapat dianggap sebagai bagian investasi musyarakah kecuali jika ada persetujuan dari seluruh mitra.
• Modal dalam bentuk kas dinilai sebesar jumlah yang diserahkan
• Setoran Modal dalam bentuk Aset Non Kas dinilai sebesar nilai wajar • Jika Nilai Wajar > Nilai buku aset non kas
Untuk mitra aktif
- diakui sebagai selisih penilaian asset musyarakah - disajikan di sisi ekuitas
• Untuk mitra pasif
- diakui sebagai keuntungan tangguhan
- disajikan sebagai kontra akun investasi musyarakah
• Baik selisih penilaian asset maupun keuntungan tangguhan diamortisasi selama masa akad
• Jika Nilai wajar < Nilai buku
Prinsip Akuntansi Musyarakah
• Setoran Modal dalam bentuk Aset Non Kas dinilai sebesar nilai wajar
• Jika Nilai Wajar > Nilai buku aset non kas
Untuk mitra aktif
- diakui sebagai selisih penilaian asset musyarakah - disajikan di sisi ekuitas
• Untuk mitra pasif
- diakui sebagai keuntungan tangguhan
- disajikan sebagai kontra akun investasi musyarakah
• Baik selisih penilaian asset maupun keuntungan tangguhan diamortisasi selama
masa akad
• Jika Nilai wajar < Nilai buku
Akad Salam
•
Salam
Akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) dengan pengiriman di kemudian hari oleh penjual (muslam illaihi) dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli (al muslam) pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu.
Salam Paralel
Salam paralel, artinya melaksanakan dua transaksi bai’ salam yaitu antara pemesan dan penjual dan antara penjual dengan pemasok (supplier) atau pihak ketiga lainnya secara simultan.
Beberapa ulama kontemporer melarang transaksi salam paralel terutama jika
perdagangan dan transaksi semacam itu dilakukan secara terus menerus.
Hal demikian dapat menjurus kepada riba. Paralel salam dibolehkan asalkan eksekusi
Karakteristik Akad Salam
Pembayaran
• Harus dalam bentuk kas dan
tidak boleh berupa
penghapusan utang penjual
• Harus tunai diserahkan saat
kontrak disepakati
Pembayaran
Harus dalam bentuk kas
– Maliki: Boleh dalam bentuk
benefit
– Jumhur: Tidak boleh dalam
bentuk penghapusan utang milik penjual
Harus tunai diserahkan
saat kontrak disepakati
– Maliki: Memperbolehkan
Ilustrasi Salam
2
2
Pembel
i
Ilustrasi Salam Paralel
2
2
Pembel
i
Penju
al
Bank sebagai Pembeli &
Penjual
Perbandingan Murabahah, Salam, Istishna
Pengertian Istishna’
• akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang
tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang
disepakati antara pemesan (pembeli/mustashni’) dan penjual
(pembuat, shani’).
• Shani’ akan menyiapkan barang yang dipesan sesuai dengan
spesifikasi yang telah disepakati dimana ia dapat menyiapkan
sendiri atau melalui pihak lain (istishna’ parallel).
•
kriteria:
– memerlukan proses pembu atan setelah akad disepakati;
– sesuai dengan spesifikasi pemesan (customized), bukan produk massal; dan – harus diketahui karakteristik nya secara umum yang meliputi jenis,
Jenis Akad Istishna’
Istishna’ adalah akad jual beli dalam bentuk
pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria
dan persyaratan tertentu yang disepakati antara
pemesan (pembeli/mustashni) dan penjual (pembuat,
shani’).
Is