• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaporan Korporat Pertemuan 4 10102014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pelaporan Korporat Pertemuan 4 10102014"

Copied!
430
0
0

Teks penuh

(1)

TRANSAKSI SYARIAH BPR

(2)

Agenda

Prinsip Syariah

1.

KPLK dan Penyajian LK

2.

Penyajian LK

3.

Pelaporan BPR

4.

Transaksi Syariah BPR

5.

2

(3)

Prinsip Sistem Keuangan

Syariah

1. Pelarangan Riba

2. Pembagian Risiko

3. Tidak menganggap Uang sebagai modal

potensial

4. Larangan melakukan kegiatan spekulatif

5. Kesucian Kontrak

(4)

Transaksi Syariah

Syariah merupakan ketentuan hukum Islam yang mengatur aktivitas umat manusia yang berisi perintah dan larangan,

baik yang menyangkut hubungan interaksi vertikal dengan Tuhan maupun interaksi horisontal dengan sesama

makhluk.

• Prinsip syariah yang berlaku umum dalam kegiatan muamalah (transaksi syariah) mengikat secara hukum bagi semua pelaku dan stakeholder entitas yang melakukan transaksi syariah.

Azas Transaksi Syariah

– Prinsip persaudaraan (ukhuwah);

– Prinsip keadilan (‘adalah);

– Prinsip kemaslahatan (maslahah);

– Prinsip keseimbangan (tawazun);

(5)

Karakteristik Transaksi

Syariah

• transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling ridha;

• prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik (thayib);

• uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai, bukan sebagai komoditas;

• tidak mengandung unsur riba; kezaliman; maysir; gharar; haram;

• tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of money)

– karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait dengan risiko yang melekat pada kegiatan usaha tersebut sesuai dengan prinsip al-ghunmu bil ghurmi (no gain without accompanying risk);

• transaksi dilakukan berdasarkan :

– suatu perjanjian yang jelas dan benar;

– untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain

– tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk satu akad

(6)

PSAK Syariah

PSAK 101 (Penyajian Laporan Keuangan

Syariah)

PSAK 102 (Akuntansi Murabahah) Revisi

2013

PSAK 103 (Akuntansi Salam)

PSAK 104 (Akuntansi Istishna)

PSAK 105 (Akuntansi Mudharabah)

PSAK 106 (Akuntansi Musyarakah)

PSAK 107 (Akuntansi Ijarah)

PSAK 108 (Akuntansi Transaksi Asuransi

Syariah)

PSAK 109 Akuntansi Zakat, Infaq dan

(7)

Al Islam

sebuah

pedoman

hidup

dan

berkehidupan

yang

dikeluarkan

langsung oleh Allah SWT, Pencipta,

Pemilik, Pemelihara, dan Penguasa

tunggal alam semesta, agar manusia

tunduk, patuh, dan pasrah kepada

ketentuan-NYA agar dapat meraih

derajat kehidupan lebih tinggi yaitu

kedamaian,

kesejahteraan

dan

(8)
(9)

Hukum Islam

• secara istilah disebut juga hukum syara’ adalah

hukum Allah yang mengatur perbuatan manusia

yang didalamnya mengandung tuntutan untuk

dikerjakan

oleh

para

mukallaf

atau

ditinggalkannya atau yang mengandung pilihan

antara dikerjakan dan ditinggalkannya.

(10)

Maqashidus Syariah Memelihara Agama Memelihara Jiwa Memelihara Keturunan Memelihara Akal Memelihara Harta

Secara Filosofi , Seluruh kegiatan harus Sesuai Dengan Maqashidus

Syariah

Muamalah Ibadah Hak

(11)

Maqashidus Syariah Memelihara Agama Memelihara Jiwa Memelihara Keturunan Memelihara Akal Memelihara Harta

Secara Filosofi , Seluruh kegiatan Sesuai Dengan Maqashidus

Syariah

Yang Harus Dihindari

(12)

Prinsip Sistem Keuangan

Syariah

1. Pelarangan Riba

2. Pembagian Risiko

3. Tidak menganggap Uang sebagai

modal potensial

4. Larangan melakukan kegiatan

spekulatif

5. Kesucian Kontrak

(13)

Instrumen Keuangan Syariah

1. AKAD INVESTASI (NUC) - mudharabah

- musyarakah - sukuk

- saham syari’ah

2. AKAD INVESTASI (NCC) - murabahah

- salam - istishna’

3.

AKAD LAINNYA

- sharf

- wadiah

- qardhul hasan

- wakalah

(14)

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN

DAN PENYAJIAN

LAPORAN KEUANGAN SYARIAH

(KDP2LKS)

(15)

TUJUAN KERANGKA DASAR

(16)

PARADIGMA TRANSAKSI SYARIAH

16

Al-Falah

(Kesejahteraan Hakiki secara material dan spiritual) Alam semesta Amana h Sarana Pencapaia n Akuntabilitas manusia: Syariah dan akhlaq sebagai indikator baik/buruk – benar/salah suatu usaha  Terbentuk integritas -> GCG & Market

(17)

ASAS TRANSAKSI SYARIAH

(18)

KARAKTERISTIK TRANSAKSI

SYARIAH

Transaksi hanya

dilakukan berdasarkan

prinsip

saling

(19)

Semua aktifitas bisnis terkait

dengan barang dan jasa yang diharamkan Allah

Riba

Penipuan Perjudian Gharar

Penimbunan Barang/Ihtikar Monopoli

Rekayasa Permintaan (Bai’ An

najsy)

• Suap (Risywah)

Ta’alluq

Bai’ al inah

Talaqqi al-Rukban

19

(20)

20

(21)

Bangun Prinsip Akuntansi Syariah

21

(22)

ACUAN PENYUSUNAN LAPORAN

KEUANGAN SYARIAH

Peraturan Bank Indonesia

SAK

– KDPPLKS

– PSAK Syariah

– KDPPLK dan PSAK Lainnya (sepanjang tak bertentangan dengan prinsip syariah)

Accounting, Auditing and Governance Standards

for Islamic Financial Institutions—AAOIFI

IAS dan SFAS sepanjang tak bertentangan

dengan prinsip syariah

Peraturan perundang-undangan yang relevanPrinsip akuntansi berlaku umum lainnya yang

tak bertentangan dengan prinsip syariah

(23)

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH

Pengambilan putusan investasi dan

pembiayaan

Menilai prospek arus kas

Memberikan informasi atas sumber daya

ekonomi

Memberikan informasi kepatuhan LKS

terhadap prinsip syariah

Memberikan informasi mengenai

zakat

Memberikan informasi

pemenuhan fungsi

sosial LKS

(24)

ASUMSI DASAR LAPORAN KEUANGAN SYARIAH

Dasar Akrual

kecuali untuk perhitungan bagi hasil

Kelangsungan Usaha

(25)

KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN

KEUANGAN SYARIAH

(26)

UNSUR-UNSUR LAPORAN KEUANGAN

SYARIAH

• Laporan Perubahan Investasi Terikat

26

Lap Posisi Keuangan (Neraca) • Laporan Laba Rugi Komprehensif

Laporan Perubahan Ekuitas • Laporan Arus Kas

 Laporan Sumber dan

Penggunaan Dana ZIS

 Laporan Sumber dan

Penggunaan Dana Qardh LKS: Investor Manajer Inv. LKS: Agen Investasi LKS: Pengemban Fungsi Sosial

Catatan atas Laporan Keuangan

Mencerminkan kegiatan

komersial

Mencerminkan kegiatan sosial

(27)

NERACA

per 31 Des 200x

ASET

KEWAJIBAN

DANA SYIRKAH

TEMPORER

EKUITAS

27

adalah dana yang diterima sebagai investasi dengan jangka waktu tertentu dari individu dan pihak lainnya dimana entitas syariah

mempunyai hak untuk mengelola dan

menginvestasikan dana

(28)

ASET

28

 Kas

 Penempatan pada BI

 Giro pada bank lain

 Penempatan pada bank

lain

 Investasi pada Surat

Berharga

 Piutang

 Piutang murabahah  Piutang Salam

 Piutang istishna  Piutang Ijarah

 Pinjaman Qardh

 Pembiayaan /Investasi

 Pembiayaan Mudharabah  Pembiayaan Musyarakah

 Persediaan

 Aset yang dibeli untuk

Ijarah

 Aset Istisna’ Dalam

Penyelesaian.

 Penyertaan pada entitas

lain

 Aset Tetap dan Akumulasi

Penyusutan.

 Aset Pajak Tangguhan

(29)

KEWAJIBAN, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN

EKUITAS

29

KEWAJIBAN

Kewajiban Segera

Bagi Hasil yang Belum DibagikanSimpanan

Giro Wadiah

Tabungan WadiahSimpanan Dari Bank Lain

Giro Wadiah

Tabungan WadiahKewajiban Lain:

Utang SalamUtang Istishna

Kewajiban Kepada Bank LainPembiayaan Yang Diterima

Hutang pajak

Estimasi Kerugian Komitmen dan KontinjensiPenjaman Yang Diterima

Kewajiban LainnyaPinjaman Subordinasi

DANA SYIRKAH TEMPORER

Dari Bukan Bank

Tabungan MudharabahDeposito Mudharabah

Dari Bank

Tabungan MudharabahDeposito Mudharabah

Musyarakah

EKUITAS

Modal disetorTambahan modalSaldo Laba/Rugi

(30)

ASET LANCAR LIABILITAS LANCAR

(31)

LAPORAN POSISI KEUANGAN

(32)

LABA RUGI KOMPREHENSIF

(33)

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

untuk periode yang berakhir 31 desember 20x2 dan 20X1

POS-POS 20X2 20X1

PENDAPATAN

Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib:

Pendapatan jual beli

• Pendapatan marjin murabahah XXX XXX

• Pendapatan bersih salam XXX XXX

• Pendapatan bersih istisna’ XXX XXX Pendapatan sewa bersih

• Pendapatan bersih ijarah XXX XXX Pendapatan bagi hasil

• Pendapatan bagi hasil mudharabah XXX XXX

• Pendapatan bagi hasil musyarakah XXX XXX Pendapatan usaha utama lainnya XXX XXX

Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank

(34)

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

untuk periode yang berakhir 31 Desember 20X2 dan 20X1 – CONT’D

POS-POS 20X2 20X1

Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib

XXX XXX

HAK PIHAK KETIGA ATAS BAGI HASIL (XXX) (XXX)

Hak bagi hasil milik bank XXX XXX

PENDAPATAN USAHA LAINNYA:

• Pendapatan imbalan jasa perbankan XXX XXX

• Pendapatan imbalan investasi terikat XXX XXX

BEBAN USAHA (XXX) (XXX)

LABA (RUGI) USAHA XXX XXX

PENDAPATAN DAN (BEBAN) NON USAHA XXX XXX

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK XXX XXX

BEBAN PAJAK (XXX) (XXX)

ZAKAT* (XXX) (XXX)

(35)

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

untuk periode yang berakhir 31 Desember 20X2 dan 20X1 – CONT’D

POS-POS 20X2 20X1

LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN XXX XXX

Pendapatan Komprehensif Lain

Surplus revaluasi aset tetap XXX XXX

Keuntungan aktuarial XXX XXX

Keuntungan penjabaran laporan keuangan XXX XXX

Jumlah pendapatan komprehensif lain XXX XXX

Laba Komprehensif (XXX) (XXX)

Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk

(36)

Ringkasan Laporan Laba Rugi

36

Pendapatan pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib

20X2 20X1

Pendapatan dari Jual Beli Pendapatan dari Sewa

Pendapatan dari Bagi Hasil

Pendapatan Usaha Utama Lainnya

XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX

TOTAL XXX XXX

HAK PIHAK KETIGA ATAS BAGI HASIL DST (XXX) (XXX) PENDAPATAN USAHA LAINNYA XXX XXX BEBAN USAHA (XXX) (XXX) PENDAPATAN NON USAHA XXX XXX BEBAN NON USAHA (XXX) (XXX)

ZAKAT (XXX) (XXX)

(37)

Laporan Perubahan Investasi Terikat

(Mudharabah Muqayyadah)

Unsur Laporan Perubahan Investasi Terikat:

– saldo investasi terikat pada tanggal laporan;

– penyetoran dan penarikan dana oleh pemilik investasi;

– hasil investasi sebelum dikurangi bagian manajer investasi; dan

– jasa agen investasi.

Jika LKS sebagai manajer investasi:

– untung, dibagi sesuai nisbah

– rugi, LKS tidak memperoleh imbalan

Jika LKS sebagai agen investasi:

– imbalan sebesar jumlah yang disepakati tanpa memperhatikan hasil investasi.

• CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

(38)

Pengungkapan Dana Investasi Terikat

Periode yang dicakup

Saldo awal, keuntungan (kerugian), dan saldo

akhir

Sifat hubungan LKS dan pemilik dana:

– Mudharib

– Agen investasi

Hak dan kewajiban terkait dengan jenis dana

investasi terikat

(39)

Contoh Laporan Perubahan Dana

Investasi Terikat

(40)

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

(41)

41

LAPORAN ARUS KAS

(42)

Laporan Rekonsiliasi Pendapatan untuk Bagi Hasil kepada Nasabah penghimpun dana

42

PENDAPATAN USAHA UTAMA (Akrual) PENGURANG

Pendapatan Periode Berjalan yang Kas/Setara Kasnya Belum Dierima Pendapatan Margin Murabahah

Pendapatan Istishna Hak Bagi Hasil:

Pembiayaan MudharabahPembiayaan Musyarakah Pendapatan Sewa

(XXX) (XXX) (XXX) (XXX) (XXX) TOTAL (XXX) XXX PENAMBAH

Pendapatan periode sebelumnya yang kasnya diterima pada

periode berjalan:

Penerimaan pelunasan piutang: Margin Murabahah

Istishna

Pendapatan Sewa

Penerimaan piutang bagi hasil:Pembiayaan MudharabahPembiayaan Musyarakah

XXX XXX XXX XXX XXX TOTAL XXX

(43)
(44)

Contoh Laporan Sumber dan

Penggunaan Dana Zakat

(45)

Contoh Laporan Sumber dan

Penggunaan Dana Kebajikan

(46)

CATATAN ATAS LAPORAN

KEUANGAN

Catatan atas Laporan Keuangan mengungkapkan:

informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan

kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterap-kan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting;

informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan Standar

Akuntansi Keuangan tetapi tidak disajikan di Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas; Laporan Perubahan Ekuitas; Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat; dan Laporan Penggunaan Dana Kebajikan;

informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan

keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.

(47)

CATATAN LAPORAN KEUANGAN

(48)

CATATAN LAPORAN KEUANGAN

(49)

CATATAN LAPORAN KEUANGAN

(50)

Pengakuan Unsur-unsur Laporan

Keuangan LKS

(51)

Pengakuan Unsur-unsur Laporan

Keuangan LKS

51

(52)

PERBANDINGAN PSAK 101 dan PSAK 101 Revisi 2011

(53)

PERBANDINGAN PSAK 101 dan PSAK 101 Revisi 2011

(54)

PERBANDINGAN PSAK 101 dan PSAK 101 Revisi 2011

(55)

PERBANDINGAN PSAK 101 dan PSAK 101 Revisi 2011

(56)

PERBANDINGAN PSAK 101 dan PSAK 101 Revisi 2011

(57)

PERBANDINGAN PSAK 101 dan PSAK 101 Revisi 2011

(58)

Akuntansi Murabahah

(59)

Definisi Murabahah

Menurut PSAK No. 102 par 5.

Akad jual-beli barang

Harga jual: biaya perolehan +

keuntungan

Harga perolehan harus diungkapkan

(60)

ILLUSTRASI

(61)

Murabahah

Berdasarkan pesanan

- terikat: pembeli tidak dapat

membatalkan pesanan

- tidak terikat

(62)

Pembayaran

(63)

Akuntansi untuk Penjual

Aset murabahah diakui sebesar

harga perolehan

Denda dicatat sebagai hutang, bukan

pendapatan

Pada saat penyerahan, piutang

dicatat sebesar harga jual yang

disepakati

Harga jual - harga perolehan =

(64)

Pengakuan Pendapatan

Dilakukan saat barang diserahkan ke

pembeli jika:

- tunai

- cicilan tidak lebih dari 1 tahun

Ditangguhkan menunggu sampai

(65)

Akuntansi untuk Pembeli

Utang murabahah diakui sebesar harga

beli yang disepakati

Aset yang diperoleh diakui sebesar

biaya perolehan

Utang murabahah – Aset = beban

tangguhan yang akan diamortisasi

Diskon setelah akad mengurangi beban

tangguhan

(66)

Akuntansi Murabahah

Tanggal Transaksi Pihak Pembeli Pihak Penjual

1 Maret 2009 Pembeli mendatangi Bank/Perusahaan (Penjual) untuk membeli motor Honda Revo dari Bank/Perusahaan.

(67)
(68)
(69)
(70)

Penyelesaian Piutang Bermasalah

Pembeli mengalami penurunan

(71)

3 Opsi Penyelesaian Piutang Bermasalah

Memberi potongan tagihan (hair cut)

– kreditur mengalami penurunan

kemampuan membayar permanen

Melakukan penjadwalan kembali –

penurunan sementara

(72)

Akuntansi Piutang Bermasalah – Kreditur

Potongan yang diberikan mengurangi

keuntungan tangguhan

Dr Keuntungan murbahah ditangguhkan XXX

(73)

Akuntansi Piutang Bermasalah – Kreditur

Jika potongan lebih tinggi dari marjin keuntungan, selisihnya diakui sebagai kerugian.

- Contoh:

- Saldo Piutang Murabahah Rp 6.000

- Keuntungan murabahah tangguhan Rp 5.000

Jurnal:

Dr Keuntungan tangguhan 5.000 Dr Kerugian murabahah 1.000

(74)

Akuntansi Piutang Bermasalah – Kreditur

Untuk penjadwalan ulang:

- tidak ada tambahan piutang

murabahah

- Pembebanan biaya dalam proses

penjadualan ulang adalah biaya riil

- Penjadualan harus melalui

(75)

Barang Murabahah Dijual

Jika pembeli tidak sanggup melunasi

utang maka barang dijual.

Hasil penjualan > sisa utang;

kelebihan menjadi hak pembeli.

Hasil penjualn < sisa hutang; hutang

(76)

MUDHARABAH

(77)

Definisi Mudharabah

77

Secara bahasa:

dharaba yang berarti bepergian untuk berusaha

Secara istilah

Akad kerjasama usaha antara pemilik dana (shahibul maal) dan pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha,

dimana laba dibagi atas dasar nisbah bagi hasil menurut kesepakatan kedua belah pihak;

(78)

Definisi Mudharabah

(79)

Dasar Hukum

79

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu

saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di

antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha

Penyayang kepadamu.” (An Nisa: 29).

“… dan orang-orang yang berjalan di muka bumi

(80)

Dasar Hukum

80

HR riwayat Al-Thabrani dari Ibn

Abbas r.a.:

”Abbas bin Abdul Mutthalib jika menyerahkan harta sebagai Mudharabah ia mensyaratkan kepada mudharib-nya agar tidak mengarungi lautan dan tidak menuruni lembah, serta tidak membeli hewan ternak. Jika persyaratan itu

dilanggar, ia (mudharib) harus menanggung risikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas itu didengar Rasulullah, beliau

(81)

Dasar Hukum

81

HR al-Tirmidzi dari ‘Amr bin ‘Auf:

“Perjanjian dapat dilakukan diantara kaum

muslimin kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat

(82)

Rukun Mudharabah

(83)

Rukun : Modal

Bisakah Shahibul Maal Menyerahkan Modal

dalam bentuk Aset Non Kas?

Apakah boleh Shahibul Maal menyerahkan

Modal dari Hutang?

Mudharib menyerahkan dana Shahibul Maal

kepada Pihak Ketiga?

Mudharib harus meminta persetujuan dari

Shahibul Maal dalam pengelolaan dana?

Bolehkah Shahibul Maal ikut serta dalam

(84)

Rukun : Modal

(85)

Rukun 2b: Usaha Mudharabah

(86)
(87)

Rukun :Keuntungan/Kerugian

Jika usaha mengalami kerugian,

bagaimana pembagian kerugiannya?

Pembagian keuntungan berdasarkan

nilai

rupiah

tertentu?

Atau

prosentase tertentu?

Kapan Keuntungan dibagikan?

Kapan Penentuan besaran nisbah

bagi hasil?

(88)

Rukun :Keuntungan/Kerugian

Kerugian dibagi berdasarkan modal yang

disetorkan, keuntungan dibagi

berdasarkan proporsi yang disepakati.

Bagian (proporsi/nisbah)

mudharib

dari

keuntungan yang didapat harus ditentukan

di awal, misalnya ½, ⅓, ¼.

Tidak ada keuntungan yang bisa dibagikan

kecuali bila modal mudharabah masih utuh

dan tidak tergerus oleh kerugian.

(89)

Ketentuan Nisbah Mudharabah

89

(90)

Karakteristik Akad Mudharabah

● Mempunyai risiko tinggi

● Pemilik dana memiliki resiko dalam bentuk finansial

● Pengelola dana memiliki resiko dalam bentuk non finansial

● Keuntungan dibagi berdasarkan nisbah yang disepakati, kerugian ditanggung sepenuhnya oleh shahibul maal (kecuali bila mudharib lalai, kerugian akan ditanggung mudharib)

● Apabila terjadi kerugian, cara penyelesaian nya adalah:

● Diambil terlebih dahulu dari keuntungan karena keuntungan merupakan pelindung modal.

(91)

Karakteristik Akad Mudharabah

●Tidak boleh ada jaminan atas modal

● Namun demikian, agar pengelola dana tidak melakukan penyimpangan, pemilik dana dapat meminta jaminan dari pengelola dana atau pihak ketiga. Dan jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila pengelola dana terbukti melakukan kesalahan yang disengaja, lalai atau

melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah disepakati bersama dalam akad.

●Akad sebaiknya dituangkan secara

tertulis dan disaksikan oleh para

(92)

HIKMAH AKAD MUDHARABAH

●Agar dapat memberi manfaat dan

keringanan kepada manusia.

●Ada sebagian orang yang memiliki harta,

tetapi tidak mampu untuk membuatnya

menjadi produktif.

●Ada pula orang yang tidak memiliki harta

tetapi ia mempunyai kemampuan untuk

memproduktifkan nya.

(93)

Berakhirnya Akad Mudharabah

1. Pada waktu yang telah ditentukan.

2. Salah satu pihak memutuskan mengundurkan diri

3. Salah satu pihak meninggal dunia atau hilang akal

4. Pengelola dana tidak menjalankan amanahnya sebagai pengelola usaha untuk mencapai tujuan sebagaimana dituangkan dalam akad.

(94)

Akad Mudharabah Dasar

(95)

Mudharabah pada Bank Syariah

(96)

Prinsip Pembagian Hasil Usaha

♦ Dapat menggunakan prinsip bagi hasil (net revenue sharing) atau bagi laba (profit sharing).

♦ Jika berdasarkan prinsip bagi hasil, maka dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omzet).

(97)

CONTOH PERHITUNGAN BAGI

HASIL

● Penjualan Rp 1.000.000 ● HPP Rp 650.000

● Laba kotor Rp 350.000

● Biaya-biaya Rp 250.000 ● Laba (rugi) bersih Rp 100.000

● metode profit sharing dengan nisbah pemilik: pengelola = 30:70

- Pemilik : 30% x Rp 100.000 = Rp 30.000

- Pengelola : 70% x Rp 100.000 = Rp 70.000

● metode revenue sharing dengan nisbah pemilik:pengelola=10:90

- Pemilik : 10% x Rp 350.000 = Rp 35.000

(98)

Bagi Hasil untuk akad Mudharabah Musytarakah(PSAK 105 par 34)

• Hasil investasi dibagi antara pengelola dana dan pemilik dana sesuai nisbah yang disepakati, selanjutnya bagian hasil investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana tersebut dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik) dengan pemilik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing; atau

(99)

Contoh Perhitungan Bagi Hasil Mudharabah Musytarakah

A dan B usaha bersama, dimana A

Investasi uang Rp. 2.000.000 dalam

usaha B. Nisbah untuk A dan B

disepakati 1:3.

Setelah usaha berjalan, B ikut

berinvestasi Rp. 500.000.

(100)

Perhitungan Bagi Hasil Mudharabah

Musytarakah : Alternatif 1

Bagian A: ¼ x Rp 1.000.000 = 250.000

Bagian B: ¾ x Rp 1.000.000 = 750.000

Kemudian bagian hasil investasi setelah dikurangi untuk

pengelola dana tersebut (Rp 1.000.000 – Rp 750.000)

dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik) dengan pemilik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing; Bagian A: Rp 2.000.000/Rp 2.500.000 x 250.000 = Rp

200.000

Bagian B : Rp 500.000/Rp 2.500.000 x 250.000 = Rp 50.000

Sehingga B sebagai pengelola dana akan memperoleh Rp

(101)

Perhitungan Bagi Hasil Mudharabah

Musytarakah : Alternatif 2

Hasil investasi dibagi antara pengelola dana (sebagai

musytarik) dan pemilik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing,

Bagian A: Rp 2.000.000/Rp 2.500.000 x Rp 1.000.000 = Rp 800.000

Bagian B: Rp 500.000/Rp 2.500.000 x Rp 1.000.000 = Rp 200.000

Kemudian bagian hasil investasi setelah dikurangi untuk

pengelola dana (sebagai musytarik) sebesar Rp 800.000 (Rp 1.000.000 – Rp 200.000) tersebut dibagi antara pengelola dana dengan pemilik dana sesuai dengan nisbah yang disepakati. Bagian A: ¼ x Rp 800.000 = 200.000

Bagian B: ¾ x Rp 800.000 = 600.000

Sehingga B sebagai pengelola dana akan memperoleh Rp

(102)

Akuntansi

PT Beta, PT Ceta serta PT Deta sepakat

menjalankan usaha bersama. Dimana PT Beta dan PT Ceta mengeluarkan Modal sedangkan PT Deta akan bertindak sebagai pengelola.

Modal yang akan diserahkan oleh PT Beta adalah

senilai Rp20.000.000, PT Ceta menyerahkan Aset Tetap berupa peralatan kantor dengan harga

perolehan Rp30.000.000, akm penyusutan Rp10.000.000, harga pasar saat ini adalah

(103)

Akuntansi

Pembagian nisbah disepakati sebesar

3:3:4. antara Beta, Ceta dan Deta

Dasar Pembagian Nisbah adalah Net

Revenue Sharing: dimana disepakati

dalam Net Revenue sharing adalah

(104)

Akuntansi Mudharabah

Penyerahan Dana Mudharabah

Tangga l

Keterangan Debit Kredit

1 Jan

2009 Investasi Mudharabah 20.000.000

Kas 20.000.000 PT Beta

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Jan 2010 Investasi Mudharabah 15.000.000 Kerugian Penurunan Nilai 5.000.000

(105)

Akuntansi Mudharabah

Penerimaan Dana Mudharabah

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas - Mudharabah 30.000.000 Aset Non Kas -

Mudharabah 20.000.000 Dana Syirkah

Temporrer

(106)

Akuntansi

Pada tahun berjalan, PT Deta

memperoleh pendapatan

Rp200.000.000. Beban langsung

Rp50.000.000, biaya depresiasi

Rp5.000.000 Biaya Operasional Lain

Rp50.000.000. Pajak Rp10.000.000.

Laba Bersih Perusahaan

(107)

Akuntansi Mudharabah

Pengakuan Laba Oleh Pengelola

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30.000.000 Aset Non Kas -

Mudharabah 20.000.000 Dana Syirkah

Temporrer

(108)

Akuntansi Mudharabah

Tangga l

Keterangan Debit Kredit

1 Jan

2009 Investasi Mudharabah 20.000.000

Kas 20.000.000 PT Beta

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Jan 2010 Investasi Mudharabah 15.000.000 Kerugian Penurunan Nilai 5.000.000

(109)

Akuntansi Mudharabah

Penerimaan Dana Mudharabah

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas - Mudharabah 30.000.000 Aset Non Kas -

Mudharabah 20.000.000 Dana Syirkah

Temporrer

(110)
(111)
(112)
(113)
(114)
(115)

Akuntansi untuk Pemilik Dana

Jurnal Penyerahan modal mudharabah berupa

Aset Non Kas:

● Nilai wajar > nilai tercatatnya selisihnya diakui sebagai

keuntungan tangguhan dan diamortisasi sesuai jangka waktu akad mudharabah

Dr. Investasi mudharabah xxx

Cr. Keuntungan tangguhan xxx Cr. Aset non kas xxx

Dr. Keuntungan tangguhan xxx Cr. Keuntungan xxx

● Nilai wajar < nilai tercatatnya selisihnya diakui sebagai kerugian.

Dr. Investasi mudharabah xxx Dr. Kerugian xxx

(116)

Akuntansi untuk Pemilik Dana

Penurunan nilai aset nonkas

1. Terjadi sebelum usaha dimulai  diakui sebagai

kerugian; mengurangi saldo investasi mudharabah. Dr. Kerugian investasi mudharabah xxx

Cr. Investasi mudharabah xxx

2. Terjadi setelah usaha dimulai  diakui sebagai

kerugian dan diperhitungkan pada saat pembagian bagi hasil.

(117)

Akuntansi untuk Pemilik Dana

Penyajian

(118)

Akuntansi untuk Pemilik Dana

Pengungkapan

Pemilik dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah, tetapi tidak terbatas, pada:

isi kesepakatan utama usaha mudharabah, seperti porsi

dana, pembagian hasil usaha, aktivitas usaha mudharabah, dan lain-lain;

rincian jumlah investasi mudharabah berdasarkan jenisnya;penyisihan kerugian investasi mudharabah selama periode

berjalan;

pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No. 101 tentang

(119)
(120)
(121)
(122)

Akuntansi untuk Pengelola Dana

Kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan atau

kelalaian pengelola dana diakui sebagai beban pengelola dana

Dr. Beban xxx
(123)

Akuntansi untuk Pengelola Dana

Penyajian dalam laporan keuangan:

Dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan

(124)

Akuntansi untuk Pengelola Dana

Penyajian dalam laporan keuangan:

Bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah

(125)

Akuntansi untuk Pengelola Dana

Pengungkapan

Isi kesepakatan utama usaha mudharabah,

(126)

AKUNTANSI MUSYARAKAH

(127)

Definisi

Secara bahasa: syirkah “كرررررر

ش

Berarti: serikat/

partnership

Secara istilah

Akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberi kontribusi dana dan kerja dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan sedangkan kerugian berdasarkan porsi kontribusi dana.

(128)

Skema Akad Musyarakah

128

(129)

Dasar Hukum: Al-Qur’an

”Dan sesungguhnya kebanyakan dari

orang-orang yang berserikat itu

sebagian mereka berbuat dzalim

kepada sebagian yang lain kecuali

orang yang beriman dan

mengerjakan amal shaleh.”

(QS.Shad:24)

(130)

Dasar Hukum: Al-Hadits

“Allah berfirman,

Aku akan menjadi pihak

ketiga dari orang yang berserikat,

selama salah seorang dari keduanya

tidak mengkhianati sahabatnya

(pihaknya)

.”

(HR. Abu Daud dan Hakim no 2936, dalam Kitab al-Buyu)

“tangan Allah di atas dua orang yang

berserikat selama keduanya tidak

saling mengkhianati

.”

HR. ad-Daruquthni (3/35)

(131)

Rukun Syirkah

(132)

Rukun 1: Pihak yang Berakad

132

Orang yang merdeka, baligh, berakal

sehat, dan

rasyid

(mampu menggunakan

hartanya dengan baik serta bukan orang

yang boros yang terkena larangan

mengelola harta).

Kompeten dalam memberikan atau

(133)

Rukun 2a: Modal

(134)

Rukun 2b: Kerja

(135)

Rukun 2c: Keuntungan/Kerugian

Keuntungan dibagi berdasarkan proporsi yang

disepakati.

Bagian (proporsi/nisbah) syarik dari keuntungan

yang didapat harus ditentukan di awal, misalnya ½, ⅓, ¼.

Kerugian dibagi berdasarkan proporsi modal yang

disetorkan

(136)

Rukun 3: Sighat Ijab Kabul

Ijab Kabul merupakan ekspresi kesepakatan

antar syarik yang dilakukan sama-sama rela.

Akad dituangkan secara tertulis, melalui

korespondensi, atau dengan menggunakan cara-cara komunikasi modern.

Proyek yang akan dijalankan harus disebutkan

dalam akad.

(137)

Karakteristik Akad Musyarakah

Mitra Aktif dan Mitra Pasif

Modal musyarakah

Keuntungan

Kerugian

(138)

Fatwa No. 14

Sistem Distribusi Hasil Usaha

Pada prinsipnya, LKS boleh menggunakan

sistem

accrual basis

maupun

cash basis

dalam administrasi keuangan.

Dilihat dari segi kemaslahatan (

al-ashlah

),

dalam pencatatan sebaiknya digunakan

sistem

accrual basis

; akan tetapi, dalam

distribusi hasil usaha hendaknya ditentukan

atas dasar penerimaan yang benar-benar

terjadi (

cash basis

)

(139)

Metode Distribusi Bagi Hasil

Fatwa No. 15/DSN-MUI/IX/2000:

– LKS boleh menerapkan profit sharing atau net revenue sharing

– Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), saat ini, pembagian hasil usaha sebaiknya digunakan prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing).

– Penetapan prinsip pembagian hasil usaha yang dipilih harus disepakati dalam akad.

(140)

Contoh Perhitungan Pembagian

Keuntungan

Penjualan 100

Harga pokok penjualan 65

Laba Kotor 35

Beban 25

Laba/rugi bersih 10

140

Net Revenue

(141)
(142)

Prinsip Akuntansi Musyarakah

Pembiayaan/Investasi Musyarakah diakui pada

saat penyerahan kas atau aset nonkas untuk usaha musyarakah oleh mitra.

Biaya pra akad tidak dapat dianggap sebagai

bagian investasi musyarakah kecuali jika ada persetujuan dari seluruh mitra.

Modal dalam bentuk kas dinilai sebesar jumlah

(143)

Prinsip Akuntansi Musyarakah

Setoran Modal dalam bentuk Aset Non Kas dinilai

sebesar nilai wajar

Jika Nilai Wajar > Nilai buku aset non kas

Untuk mitra aktif

- diakui sebagai selisih penilaian asset musyarakah

- disajikan di sisi ekuitas

Untuk mitra pasif

(144)

Prinsip Akuntansi Musyarakah

Baik selisih penilaian asset maupun keuntungan

tangguhan diamortisasi selama masa akad

Jika Nilai wajar < Nilai buku

(145)

Pencatatan Penerimaan Dana

Investasi-Perusahaan Bentukan

Mencatat penerimaan dana pada

akun Dana Syirkah Temporer (DST)

Sebesar kas diterima atau nilai wajar

(146)

Ilustrasi Akuntansi Musyarakah

• 1 Januari 2008 Mitra Aktif menyerahkan : uang tunai Rp 50.000

aset nonkas dengan harga perolehan Rp 100.000 akm penyusutan Rp 20.000

nilai pasar Rp 120.000.

Diakhir akad Aset Nonkas akan dikembalikan. Masa manfaat 10 tahun

• Mitra Pasif menyerahkan:

aset dengan harga perolehan Rp 50.000 akm penyusutan Rp 10.000

nilai pasar Rp 30.000

Diakhir akad Aset Nonkas tidak dikembalikan. Masa manfaat 3 tahun.

(147)
(148)

Ilustrasi Akuntansi Musyarakah

(149)

Pengakuan dan Pengukuran (Selama

Akad)

Modal berupa aset tetap, pada akhir

akad:

Dikembalikan, beban depresiasi diakui

mitra yang menyerahkan.

Jika tidak dikembalikan, usaha

musyarakah yang mencatat beban

depresiasi

Penyusutan dilakukan berdasarkan

(150)

Ilustrasi Akuntansi Musyarakah

Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2008 untuk

Beban penyusutan

(151)

Pengakuan dan Pengukuran (Selama

Akad)

Keuntungan akan dibagikan kepada

mitra untuk periode yang disepakati

Kerugian ditampung dalam akun

Penyisihan Kerugian sebagai akun

kontra Investasi Musyarakah

Kerugian karena lalai akan ditanggung

(152)

Ilustrasi Akuntansi Musyarakah

(153)

Ilustrasi Akuntansi Musyarakah

(154)

Ilustrasi Akuntansi Musyarakah

Tahun ke-2: Perusahaan memperoleh pendapatan

(155)

Ilustrasi Akuntansi Musyarakah

Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2006 untuk

Beban penyusutan

(156)

Ilustrasi Akuntansi Musyarakah

(157)
(158)

Ilustrasi Akuntansi Musyarakah

(159)

Saat Akad Musyarakah Berakhir

Jurnal: Pemindahan kepemilikan

aset non kas kepada mitra aktif

Jurnal: Pengembalian modal

(160)
(161)

Berakhirnya Akad Musyarakah

1. Pada waktu yang telah ditentukan.

2. Salah satu pihak memutuskan mengundurkan diri

3. Salah satu pihak meninggal dunia atau hilang akal

4. Pengelola dana tidak menjalankan

amanahnya sebagai pengelola usaha untuk mencapai tujuan sebagaimana dituangkan dalam akad.

(162)

Akuntansi untuk Pengelola Dana

Penyajian

Pengelola menyajikan hal-hal sebagai berikut yang terkait dengan usaha musyarakah dalam laporan keuangan:

Kas atau aset nonkas yang disisihkan oleh mitra aktif dan

yang diterima dari mitra pasif disajikan sebagai investasi musyarakah;

Aset musyarakah yang diterima dari mitra pasif disajikan

sebagai unsur dana syirkah temporer;

Selisih penilaian aset musyarakah, disajikan sebagai unsur

(163)

Akuntansi untuk Mitra Aktif & Mitra

Pasif

Penyajian

Mitra pasif menyajikan hal-hal sebagai berikut yang terkait dengan usaha musyarakah dalam laporan keuangan:

Kas atau aset nonkas yang disisihkan oleh mitra aktif

disajikan sebagai investasi musyarakah

Keuntungan tangguhan dari selisih penilaian aset nonkas

(164)

Akuntansi untuk Mitra Aktif & Mitra

Pasif

Pengungkapan

Mitra mengungkapkan hal-hal yang terkait transaksi musyarakah, tetapi tidak terbatas pada:

• isi kesepakatan utama usaha musyarakah, seperti porsi dana, pembagian hasil usaha, aktivitas usaha musyarakah, dan lain-lain;

pengelola usaha, jika tidak ada mitra aktif; dan

pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No. 101

(165)
(166)
(167)
(168)
(169)

TERIMA KASIH

Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEUI

Gedung Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kampus UI Depok 16424

(170)

IJARAH

(171)

Definisi Ijarah

171

Secara bahasa:

al Ajru yang berarti al ‘Iwadhu : (ganti/kompensasi)

Secara istilah

akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa, dalam waktu tertentu dengan pembayaran upah sewa (ujrah), tanpa diikuti

(172)

Definisi Ijarah

(173)

Dasar Hukum

173

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat

Tuhan-mu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan yang lain. Dan rahmat Tuhan-mu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS 43:32)

“Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh

(174)

Dasar Hukum

174

Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi saw Beliau

bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Ada tiga

golongan yang pada hari kiamat (kelak) Aku akan menjadi musuh mereka: (pertama) seorang laki-laki yang mengucapkan sumpah karena Aku

(175)

Rukun Ijarah

(176)

Elemen

Aset yang habis dikonsumsi bolehkah menjadi

objek ijarah?

Nilai dari Manfaat Aset haruskah Ada?

Bolehkah Menyewakan barang yang haram?

Jika Manfaat Aset tidak Dapat Dialihkan,

Apakah Akad Ijarah masih dapat dilakukan?

Bolehkah Periode Waktu Tidak Ditentukan?

Bolehkan Pembayaran tidak dilakukan dengan

tunai?

(177)

Elemen

Apakah Hukum Wa’ad Mengikat?

Siapakah yang menanggung Biaya

Perawatan?

Siapakah yang menanggung Biaya

Perbaikan?

Bolehkan ada Pembayaran Jaminan

(178)

Rukun : Objek Ijarah

(179)

Rukun : Pembayaran Ijarah

(180)

Jenis Ijarah

(181)

Berakhirnya Akad Ijarah

1. Periode akad sudah selesai

2. Para Pihak sepakat menghentikan

akad ijarah

3. Terjadi kerusakan aset.

4. Penyewa tidak dapat membayar sewa.

5. Salah satu pihak meninggal dan ahli

waris tidak berkeinginan untuk

meneruskan akad karena

(182)

Ijarah Muntahiya Bit Tamlik

Pihak yang melakukan Ijarah

Muntahiya bit Tamlik harus

melaksanakan akad ijarah terlebih

dahulu.

Janji pemindahan kepemilikan yang

disepakati di awal akad ijarah adalah

wa'ad, yang

hukumnya tidak

mengikat

Transaksi pemindahan akad terpisah

(183)

Perlakuan Setelah Ijarah

(184)

Ijarah Muntahiya Bit Tamlik

Hibah, maka nilai tercatat objek ijarah diakui

sebagai beban

Penjualan sebelum berakhirnya masa, sebesar

sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati, maka selisih antara harga jual dan jumlah

tercatat objek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian.

Penjualan setelah selesai masa akad, maka

(185)

Ijarah Muntahiya Bit Tamlik

Penjualan objek ijarah secara bertahap,

maka:

(i) selisih antara harga jual dan jumlah

tercatat sebagian objek ijarah yang telah

dijual diakui sebagai keuntungan atau

kerugian

(ii) bagian objek ijarah yang tidak dibeli

penyewa diakui sebagai aset tidak lancar

atau aset lancar sesuai dengan tujuan

(186)

Akuntansi

• Tgl. 30 Desember 2006

Pemberi sewa dan penyewa menandatangi akad ijarah atas mobil selama 3 tahun. Disepakati bahwa pembayaran

dilakukan setiap bulan sebesar Rp12.500.000. Pembayaran dilakukan setiap bulan

• Pemberi sewa membeli mobil yang disewakan sebesar Rp150.000.000 dari PT B.

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30

Desember 2006

Aset Ijarah 150.000.000

(187)

Akuntansi

Tgl. 30 Januari 2007 : Menerima Pembayaran

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30Januari 2007

Kas 12.500.000

Pendapatan Sewa 12.500.000 Pemberi Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30Januari 2007

Beban Sewa 12.500.000

(188)

Akuntansi

Tgl. 30 Januari 2007 : Menerima Pembayaran Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30Januari 2007

Kas 12.500.000

Pendapatan Sewa 12.500.000 Pemberi Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30Januari 2007

Beban Sewa 12.500.000

(189)

Akuntansi

Tgl. 1 Juli 2007 : Penyewa Mengeluarkan Biaya Perawatan

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Juli 2007 Beban Perawatan .500.000

Utang 500.000 Pemberi Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

1 Juli 2007 Piutang .500.000

(190)

Akuntansi

•Tgl. 2 Juli 2007 : Pemberi Sewa Membayar B. Perawatan

Tanggal Keterangan Debit Kredit

2Juli 2007 Utang .500.000

Kas 500.000 Pemberi Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

2Juli 2007 Kas .500.000

(191)

Akuntansi

Tgl. 30 Des 2007: Mencatat Depresiasi (masa sewa 10 Thn)

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Beban Penyusutan 15.000.000

Akm Penyusutan 15.000.000 Pemberi Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

- 0

- 0

(192)

Akuntansi

Tgl. 2 Jan 2011: Aset Ijarah Diterima

Tanggal Keterangan Debit Kredit

2 Jan 2011

Aset Tetap 150.000.000

Aset Ijarah 150.000.000 Pemberi Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

2 Jan 2010

Akm Peny - Ijarah 75.000.000 Akm. Peny. Aset

(193)

Akuntansi

Pemberi Sewa dan Penyewa

menyepakati akad IMBT. Dimana

saat akhir sewa, Aset perolehannya

Rp100.000.000, akumulasi

(194)

Akuntansi IMBT

Akhir Masa Sewa : Hibah

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Beban Ijarah 10.000.000 Akm Penyusutan 90.000.000

Aset Ijarah 100.000.000 Pemberi Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Aset Non Kas 12.500.000

(195)

Akuntansi IMBT

Akhir Masa Sewa : Dijual dengan Harga Rp.12.000.000

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Kas 12.000.000 Akm Penyusutan 90.000.000

Aset Ijarah 100.000.000 Keuntungan 2.000.000 Pemberi

Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Aset Non Kas 12.000.000

(196)

Akuntansi IMBT

• Pada Masa Sewa (akhir thn 2): Dijual dengan Harga Rp.40.000.000

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Kas 40.000.000 Akm Penyusutan 60.000.000

Aset Ijarah 100.000.000 Pemberi

Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Aset Non Kas 40.000.000

(197)

Akuntansi IMBT

• Pada Akhir Masa Sewa : Dijual bertahap 50% Harga Rp.10.000.000

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Kas 10.000.000 Akm Penyusutan 45.000.000

Aset Ijarah 50.000.000 Keuntungan 5.000.000 Pemberi

Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Aset Non Kas 10.000.000

(198)

Akuntansi IMBT

Pada Akhir Masa Sewa : Pencatatan Atas Sisa Tidak Terjual

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

Aset Tetap 50.000.000 Akm Penyusutan 45.000.000

Aset Ijarah 50.000.000 Akm. Peny. Aset

Ijarah

45.000.000 Pemberi

Sewa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

30 Des 2007

- 0

- 0

(199)

Ijarah pada Bank Syariah

(200)

Referensi

Dokumen terkait

3) Bagaimana transaksi antar anak dan induk diungkapkan 4) Bagaimana entitas menyajikan laporan keuangan segmen 5) Berikan penilaian umum atas kualitas pelaporan keuangannya. 6)

Pada Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Laporan Arus Kas menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama

Apabila modal awal (investasi) musyarakah berupa aset nonkas, dan di akhir akad dikembalikan dalam bentuk kas, maka aset tersebut harus dilikuidasi (dijual) terlebih

Laporan Arus Kas menyajikan informasi kas sehubungan dengan aktivitas operasional, investasi aset non keuangan, dana cadangan, pembiayaan, dan transaksi non-anggaran

Pendapatan usaha musyarakah yang menjadi hak mitra aktif diakui sebesar haknya sesuai dengan kesepakatan, sedangkan pendapatan usaha untuk mitra pasif diakui sebagai hak pihak

 Laporan aliran kas disusun (atau diturunkan) Laporan aliran kas disusun (atau diturunkan) terutama dari neraca perusahaan.. terutama dari

Pernyataan standar akuntansi keuangan akuntansi musyarakah (PSAK No.. viii) Bagian mitra aktif atas inves- tasi musyarakah dengan pe- ngembalian dana mitra pasif di

Dalam beberapa kondisi, Karena adanya perbedaan antara beban bunga dan dividen yang terkait dengan hal-hal seperti pengurangan pajak (tax deductibility), maka