• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

LOGI KA

LOGI KA

Ratna Wardani

(2)

Bahasan

Bahasan

–Operasi Penyederhanaan

–Falsifikasi

(3)

Penyederhanaan

Penyederhanaan

–Penyederhanaan dilakukan menggunakan

hukum-hukum logika

–Proses penyederhanaan akan berhenti

pada bentuk ekspresi logika yang paling

sederhana dan tidak mungkin

disederhanakan lagi

–Perangkai

dan

dapat diganti

dengan perangkai dasar

,

dan

¬

–Penyederhanaan dilakukan menggunakan

hukum-hukum logika

–Proses penyederhanaan akan berhenti

pada bentuk ekspresi logika yang paling

sederhana dan tidak mungkin

disederhanakan lagi

(4)

Example # 1

Example # 1

(

) (

)

(

)

(

(

)

)

(

)

(

)

(

) (

)

(

)

(

)

(

)

(5)

Soal

Soal

– Sederhanakan ekspresi logika berikut :

– Sederhanakan ekspresi logika berikut :

(

)

(

)

(

)

(

)

(

)

(

(

)

)

(

)

(

A

B

C

)

A

B

(6)

Falsifikasi

Falsifikasi

dengan menggunakan aturan if-then maka antecedent (not p) or (not q) dan consequent {not(p and q)} masing-masing haruslah bernilai true dan false yaitu :

Selanjutnya dari benarnya (not p) or (not q) kita tak dapat menyimpulkan tentang (not p) maupun (not q) sehingga kita beralih ke salahnya not(p and q) ; karena not ( p and q)= false maka (p and q), dengan aturan not,

(7)

Falsifikasi

Falsifikasi

(8)

Example

Example

E : if {(not p) or (not q)} then {not(p and q)} f

E : if {(not p) or (not q)} then {not(p and q)} f t f

E : if {(not p) or (not q)} then {not( p and q)} f t t t f t t

(9)

Example

Example

– ( E : if { ( not p) or ( not q) } then { not( p and q) } )

– f f t tf f t f t t

– Jadi dari pengandaian ketidak-benarnya kalimat E, mengakibatkan terjadi tf , yaitu true sekaligus false yg berarti ada kontradiksi sehingga

(10)

Soal

Soal

1. Apakah kalimat dibawah ini valid atau tak valid :

G : if {if(not p) then q}

then {if (not q) then p } and (p or q)

2. Apakah kalimat/formula dibawah ini tautologi :

( a ) (p q) p ; (b) (p q) q

( c ) (p ( p q)) q ; (d) (p) p

( e ) (pq)((pq)(qp) ; (f) (p (p) (q (q))

3. Buktikan bahwa : p (q r) (pq) r ; dengan tidak menggunakan tabelkebenaran

(11)

Soal

Soal

– Tunjukan bahw a nilai kebenaran rumusan pernyata an berikut ini tak tergantung pada komponen- kom

ponennya :

a. ( p ( p b. ( p q) (pq) c. ( ( p q) ( q r) ) ( p r)

– 2. Buktikan ekuivalensi berikut ini tanpa menggunakan tabel kebenaran .

a) p( qr) ( pq) ( pr) ; b) ( p q) ( p q) (p ∨ ∼q) c) ( p q) ( p (q) ) (p q)

– Buktikan soal nomor 2 diatas dng tabel kebenaran.

– Tunjukan rumusan ini merupakan tautologi :

(12)

Pohon Semantik -1

Pohon Semantik -1

1. Andaikan ingin membuktikan validitas kalimat : G : if ( If p then q)

then (if (not p) then (not q))

p memp. dua kemungkinan nilai yaitu true dan false :

p=true p = false

1

3 2

(13)

Pohon Semantik -2

Pohon Semantik -2

p=false

t (true) p=true

3 2

1

kalimat G : if (if p then q) then ( if (not p) then (not q)) t f t

subkalimat G : ( if (not p) then (not q)) f t

(14)

Pohon Semantik -3

Pohon Semantik -3

t (true)

q=true q=false

p=false p=true

3 2

1

5 4

Kalimat P: if (if p then q) then (if (not p) then(not q)) f f

(15)

Pohon Semantik -4

Pohon Semantik -4

Perhatikan pada Node 4

f (false) t (true)

q=false q=true

t (true)

p=false p=true

3 2

1

(16)

Pohon Semantik -5

Pohon Semantik -5

q=true q = false

3 2

1

kalimat H : if q then ( if p then q ). t ? t

(17)

Pohon Semantik -6

Pohon Semantik -6

q=true q=false

t (true)

3 2

1

t (true) t (true)

q=false q=true

3 2

1

Referensi

Dokumen terkait

Berarti pada tahap tersebut, geografi mengalami perkembangan satu tahap, yaitu tidak hanya sekedar ceritera atau deskripsi tetapi dibantu dengan suatu sistem

(3) Mampu menuliskan kembali isi teks yang dibacanya dengan menggunakan pola kalimat dan kosa kata atau ungkapan yang baik dan benar.. Kegiatan Perkuliahan : Menulis teks

(Also called antecedent variable, experimental variable, treatment variable, causal variable, predictor variable)...

• Pada tahap ini batuan yang lapuk belum • Pada tahap ini batuan yang lapuk belum dikatakan sebagai tanah, tetapi sebagai bahan tanah, karena masih menunjukkan struktur

Pendidikan karakter mempunyai makna lebih tinggi dari pendidikan moral, karena bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi lebih dari itu pendidikan

Pembelajar telah terbentuk secara benar, menunjukkan perolehan informasi yang diharuskan, tetapi membutuhkan untuk pembetukan keterapilan dengan cukup lancar sehingga

Kalimat Nominal Kalimat Ajektival Kalimat Verbal Kalimat Preposisional Kalimat intransitif Kalimat ekatransitif Kalimat dwitransitif Kalimat semitransitif Kalimat

• Soal yang menghendaki jawaban yang dapat dinilai benar-salah, dibuat dalam bentuk kata : Bilangan ,Kalimat,Simbol • Untuk mengukur pengetahuan yang. berhubungan dengan