• Tidak ada hasil yang ditemukan

SE 09 PJ42 1997 Perlakuan PPh atas Penerima Manfaat Asuransi Jiwa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SE 09 PJ42 1997 Perlakuan PPh atas Penerima Manfaat Asuransi Jiwa"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Disalin kembali oleh http://syafrianto.blogspot.com. Penulis tidak bertanggungjawab atas kesalahan ketik.

(SERI PPh UMUM NOMOR 47)

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Sehubungan dengan perkembangan dunia perasuransian serta adanya bermacam-macam produk asuransi, maka perlu diatur perlakuan Pajak Penghasilan terhadap produk asuransi sebagai berikut :

1. Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (3) huruf e Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan dinyatakan bahwa pembayaran asuransi dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi, dwi guna dan asuransi beasiswa tidak termasuk sebagai objek pajak.

2. Mengingat dalam produk-produk asuransi tersebut dimungkinkan adanya kombinasi antara unsur resiko dan unsur tabungan serta masa pertanggungan yang bervariasi, maka atas produk asuransi yang mengandung unsur tabungan akan terdapat 2 jenis pembayaran yaitu pembayaran manfaat resiko dan pembayaran manfaat tabungan. Pembayaran manfaat resiko dilakukan setiap saat dikaitkan dengan terjadinya resiko, sedangkan pembayaran manfaat tabungan dilakukan pada akhir masa pertanggungan atau sebelumnya dimana jumlah yang dibayarkan tentunya akan lebih besar daripada jumlah premi yang telah dibayarkan.

(2)

Disalin kembali oleh http://syafrianto.blogspot.com. Penulis tidak bertanggungjawab atas kesalahan ketik.

4. Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 1 ayat (1) dan (2) serta Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia, maka atas penghasilan sebagaimana dimaksud pada butir 3 dikenakan PPh sebesar 15%, bersifat final.

Demikian untuk diketahui dan dilaksanakan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 23 Juli 1997

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

FUAD BAWAZIER

Referensi

Dokumen terkait

(3) Apabila Perusahaan Asuransi Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat memenuhi kembali ketentuan Pasal 2 dan/atau Pasal 3 dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan

a. Penanggung tidak akan membayarkan klaim untuk Manfaat Asuransi Dasar ini apabila Tertanggung meninggal dunia akibat secara langsung maupun tidak langsung Karena keterlibatan

Cadangan premi dapat diartikan sebagai dana yang diperoleh perusahaan asuransi dari selisih antara nilai santunan/manfaat dengan nilai tunai pembayaran pada

(4) Menyimpang dari ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (1) dan Pasal 41 ayat (1), apabila terjadi pembayaran Manfaat Asuransi yang pengajuan klaim

Asuransi AJB 1912 mengenai terhentinya pembayaran premi yang belum memiliki nilai tunai maka perusahaan tidak membayarkan suatu apapun, dan apabila memiliki nilai tunai maka

Apabila dilakukan perbandingan antara Pasal 4 ayat (3) huruf (e) Undang- Undang-undang Nomor 36 tahun 2008 tentang perubahan keempat atas Undang-undang nomor 7 tahun

Didapat nilai premi asuransi jiwa unit link pada usia tertanggung 25 tahun sebesar Rp 123.058.412 dalam jangka waktu 5 tahun, dengan harga saham penutupan Bank Rakyat Indonesia Tahun

Produk asuransi jiwa tradisional diterbitkan oleh PT AIA FINANCIAL yang memberikan perlindungan terhadap 136 kondisi penyakit serius dan dana tambahan apabila perlu dirawat di ICU atau melakukan Perawatan Penyakit Kanker dan/atau Jantung di luar negeri serta manfaat tambahan meninggal akibat