Anwar, K.P., Suharto, S., Syarifudin, A Prospek Pemakaian Zeolit sebagai Penyerap NH4+ dalam Air Limbah.Departemen Pertambangan dan Energi,

22  Download (0)

Teks penuh

(1)

[125]

DAFTAR PUSTAKA

[ICFAW] The International Coalition for Animal Welfare. 2010. Welfare Aspects of Stunning and Killing of Farmed Fish for Human Consumption [artikel ilmiah]. OIE Aquatic Animal Health Standards Commission.

Abdurrahman dan Abdurrahim. 1973. Studi Kemunduran Mutu II. Suatu Pengamatan Kemunduran Mutu Udang Tanpa Kepala Dalam Es. Laporan Penelitian Teknologi Perikanan, (1):31-38.

Abid, M.S., E.D. Masitsah dan Prayogo. 2014. Potensi Senyawa Metabolit Sekunder Infusum Daun Durian (Durio zibethinus) Terhadap Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pada Transportasi Ikan Hidup Sistem Kering. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 6 No. 1, April 2014.

Achmadi D. 2005. Pembiusan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan teganganlistrik untuk transportasi sistem kering [skripsi]. Bogor: FakultasPerikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Affianto dan Liviawaty. 1989. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Edisi Pertama. PT Kanisius Yogyakarta.

Aini M, Ali M, Putri B. 2014. Penerapan teknik imotilisasi benih ikan nila (Oreochromis niloticus) menggunakan ekstrak daun bandotan (Ageratumconyzoides) pada transportasi basah. Jurnal Rekayasa dan TeknologiBudidaya Perairan. 2(2): 217-226.

Akbari, S., I.M. Khosnod, H. Rajaian, and M. Afsharnasab. 2010. The Use of Eugenol As An Anesthetics in Transportation of With Indian Shrimp (Fenneropenaeus indicus) Post Larvae. Shiraz University. Shiraz, Iran. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences 10:243-429.

Albani R, Saleh R dan Diamahesa WA. 2008. Teknik anestesi ikan menggunakan arus listrik. [Laporan Akhir Program Kreativitas Mahasiswa]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

(2)

[126]

Anwar, K.P., Suharto, S., Syarifudin, A. 1985. Prospek Pemakaian Zeolit sebagai Penyerap NH4+ dalam Air Limbah.Departemen Pertambangan dan Energi, Jakarta. Aprilia B. 2017. Penggunaan Ekstrak Kasar Daun Pala (Myristica

fragrans houtt) Sebagai Anestesi Pada Simulasi

Transportasi Ikan Mas (Cyprinus carpio). [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Arfah, H dan E. Supriyono. 2002. Penggunaan MS-222 pada Pengangkutan Benih Ikan Patin (Pangasius sutchi). Jurnal Akuakultur Indonesia 1(3) : 119-122.

Arindra, D. 2007. Penggunaan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) sebagai Bahan Antimetabolik Alami untuk Menekan Konsumsi Oksigen Ikan Mas (Cyprinus carpio) selama Transportasi. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya. 39 hal.

Arini, E., T. Elfitasar dan S.H. Purnanto. 2011. Pengaruh Kepadatan Berbeda Terhadap Kelulushidupan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata Blkr.) Pada Pengangkutan Sistem Tertutup. Jurnal Saintek Perikanan. Vol.7, No. 1, Hal: 10-18.

Arswendiyumna, R. 2010, Minyak Atsiri Dari Daun Dan Batang Tanaman Dua Spesies Genus Cymbopogon, Famili Gramineae Sebagai Insektisida Alami Dan Antibakteri, Prosiding Skripsi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Basyarie, A. 1990. Transportasi ikan hidup. Training Penangkapan.

Aklimatisasi dan Transportasi lkan Hias Laut. Jakarta. 4-18 Desember 1990.

Berka, R. 1986. The Transportation of Live Fish. A Review. EUPAC Technology Paper, 48:1-52.

Bhakti. 1994. Biologi Tumbuhan. Gajah Mada University Press,Yogyakara.

Bocek A. 1992. Pengangkutan Ikan. Pedoman Teknis.Proyek Penelitian dan Pengembangan Perikanan. PusatPenelitian dan Pengembangan Perikanan. Jakarta.17 hal.

Bourne, P. K. 1984. The Use of MS-222 (Tricaine Metane Sulphonate) as an Anaesthetic for Routine Blood Sampling in Three Species of Marine Teleostei. Aquaculture, Vol. 36, pp. 313-321.

(3)

[127]

Bowser P.R. 2001. Anesthetic Options for Fish. Di dalam: Recent Advances in Veterinary Anesthesia and Analgesia: Companion Animals. New York (US): International Veterinary Information Service.

Boyd. C.E. 1982. Water Quality is Warm Water Fish Ponds. Auburn University Agricuiture Experiment Station. Crafmaster Printers, Inc. Opelika. Alabama.

Cahyono, I., dan S. Mulyani. 2012. Penggunaan Minyak Cengkeh Untuk Pembiusan Pada Transportai Ikan Kerapu Macan Hidup (Epinephelus fuscoguttatus) Dengan Sistem Terbuka. Jurnal Balik Diwa. Vol: 3, No: 2, Hal: 13-17 Chen, T. W., and Teo. L. H., 1994. Packing and Transport of

Tropical Ornamental Fishes. Asian Fisheries Society, Manila, Philippines.

Choironawati, AI. 2012. Pemanfaatan Zeolit dan Karbon Aktif dalam Transportasi Tertutup Benih Ikan Nila Best Oreochromis sp. dengan Kadar Garam Berbeda. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 75 hlm.

Chotimah, D.N. W.Tjahjaningsih. L.Sulmartini. T.V.WidiyatnodanJ. Triastuti. 2009. Respon Daya Cerna dan Respirasi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) Pasca Transportasi dengan Menggunakan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) sebagai Bahan Antimetabolik. JurnalIlmiah Perikanan dan Kelautan1:79-86.

Close. 1996. Recommendations for Euthanasia of Experimental Animals: on The Approximation of Laws, Regulations, and Administrative Provisions of The Member State Regarding The Protection of Animals Use for experimental and other Scientific Purposes.University Laboratory of Physiology, UK. (30): 293-316.

Cobb III B. F. and C. Vanderzant. 1975. Development of a chemical test for shrimp quality. J.Food Sci., (40) : 121-124 Daud R, Suwardi, Jacob MJ, Utojo . 1997. Penggunaan MS-222

(Tricaine) untuk pembiusan Bandeng Umpan. Jurnal Penelitian Indonesia. Vol: 3(3) : 47 – 51.

(4)

[128]

Davis, B., K., and Griffin, B.R. 2004. Physiological Respon of Hybrid Striped Bass Under Sedatation by Several Anasthetics. Aquacultue, Vol. 233, pp. 531-548.

Dayatino, E.I. Raharjo dan Rachimi. 2014. Penggunaan Ekstrak Biji Pala (Myristica fragnans Houtt) Sebagai Anestesi Dalam Proses Transportasi Sistem Basah Calon Induk Ikan Belida (Notopterus chitala). Jurnal Ruaya. Vol.1, No. 1, Hal: 76-80.

De Sousa, Damio P. 2011. Analgesic-Like Activity of Essential Oils Constituents, Journal of Molecules.

Dewita. 2000. Penanganan Udang Windu (Monodon sp.) Hidup dengan Penurunan Suhu Rendah dan Sistem Kering. Disertasi. Makasar.

Dian, A., Kasmarudin dan Maskur HZ. 2016. Pengaruh Pemberian Daun Ubi Jalar Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap KelulushidupanBenih Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) DalamPengangkutan. Jurnal BAPPEDA. Vol. 2 No. 3:193-199.

Direktorat Jenderal Perikanan. 1983. Standar Mutu Hasil Perikanan, Jakarta.

Durman, A. 2011. Efisiensi Transportasi Benih Ikan Maanvis (Pterophyllum scalare) Dengan Penambahan Zeolit 20 Gram/L, Karbon Aktif 10 Gram/L, Dan Garam 4 Ppt Dengan Kepadatan 40 Ekor/L. [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Eggli, Urs (2002). Buku Pegangan Ilustrasi Tanaman Sukulen: Dicotyledon . Sains Springer & Media Bisnis. hal. 109. ISBN 9783540419662 .

Emu, S. 2010. Pemanfaatan Garam pada Pengangkutan SIstem Tertutup Benih Ikan Patin Pangasius sp. Berkepadatan Tinggi dalam Media yang Mengandung Zeolit dan Arang Aktif. [Tesis] Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. 49 hlm.

Fauziah, RN., S. Miranti dan S. Agustiawan. 2010. Pemingsanan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Dengan Menggunakan Ekstrak Tembakau, Ekstrak Mengkudu dan Ekstrak Cengkeh. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

(5)

[129]

Fieger. EA. 1950. Problems in handling fresh and frozent shrimp. J. Food Tech., (4) : 409-413

Finstad, B., Iversen, M. and Sandodden, R. 2003. Stress-Reducing Methodes for Releases of Atlantic Salmon (Salmo salar) Smolts in Norwey. Aquaculture, Vol. 222, pp. 203-214. Forney, B. 2004. Acepromazine Maleate For Veterinary Use. New

Jersey: Wedsewood Pharmacy.

Geankoplis, C.J. 1987. Transport Processes and Unit Operations. Allyn and Bacon Inc, London.

Ghozali, M. F. R. 2010. Efektivitas penambahan zeolit, C-aktif, dan garam dalam menekan stres pada pengangkutan ikan Maanvis Pterophyllum scalare[Tesis]. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Ghozali, M.F.R. 2007. Pengaruh Penambahan Zeolit dan Karbon Aktif terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Maanvis Pterophyllum scalare pada Pengangkutan Sistem Tertutup. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Ginting, S. 2004. Pengaruh Lama Penyulingan Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Atsiri Daun Sereh Wangi. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Guenther, E. 2006. Minyak Atsiri. Jilid I.Diterjemahkan oleh S. Ketaren. Jakarta:UI-Press.

Gunawan, D dan Mulyani S. 2004. Ilmu Obat Alam.Penebar Swadaya : Jakarta. 106-127.

Handayani, A. 2012. Pemanfaatan Zeolit dan Karbon aktif dalam Transportasi Tertutup Benih Ikan Nila BEST Oreochromis sp. dengan Kepadatan Tinggi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 50 hlm.

Handini, W. 2008. Teknik Pembiusan Menggunakan Suhu Rendah pada Sistem Transportasi Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) Tanpa Media Air. Skripsi. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Institut Pertanian Bogor.

Hapsari, AY. 2014. Skripsi: Efektivitas Penambahan Zeolit 20 g/ℓ, Karbon Aktif 10 g/ℓ dan Garam 5 g/ℓ dalam Transportasi Tertutup Benih Ikan Gurame Osphronemus goramy Lac dengan Kepadatan Berbeda. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 34 hlm.

(6)

[130]

Hariyanto, S., Irawan. B., Soedarti. T. 2008. Teori dan Praktik Ekologi, Airlangga University Press, Surabaya.

Hasan, H., E.I. Raharjo, S. Zamri. 2016. Respon Pemberian Dosis Minyak Sereh (Cymbopogon citratus) Untuk Anestesi Ikan Botia (Chromobotia macracanthus Bleeker) Dengan Metode Transportasi Tertutup. Jurnal Ruaya Vol. 4. No. 2: 7-12.

Hasan, H., Farida dan G. Ertiyasa. 2016. Konsentrasi Pemberian Ekstrak Biji Karet (Hevea brasiliensis) Yang Berbeda Untuk Anestesi Terhadap Kelangsungan Hidup Calon Induk Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal) Dengan Metode Transportasi Tertutup. Jurnal Ruaya. Vol.4, No. 2, Hal: 55-62.

Heriyati, E., dan Kasman. 2017. Uji Ketahanan Hidup Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Dengan Teknik Imotilisasi Suhu Rendah Dalam Transportasi Sistem Kering.Jurnal Ziraa’ah. Vol. 42, No: 1, Hal: 58-64.

Hermawan, F.B., Eka I.R. dan Hastiadi H. 2014. Teknik Pembiusan Menggunakan Suhu Rendah Pada Sistem Kering Terhadap Ikan Tengadak (Barbonemus schwanenfeldii). Jurnal Ruaya. Vol. 2, Hal: 39-43.

Heyne, K.1987,Tumbuhan Berguna Indonesia, Volume II, Yayasan Sarana Wana Jaya : Diedarkan oleh Koperasi Karyawan, Badan Litbang Kehutanan, Jakarta.

Hidayah AM. 1998. Studi Penggunaan Gas CO2 sebagai Bahan Pembius untuk Transportasi Ikan Nila Merah ( Oreochromis sp. ). http://help.lycos.com/newticket.php. [01 Januari 2009].

Hidayat, T., M.B. Bramantyo dan M. Nurlimala. 2018. Penerapan suhu pemingsanan dalam transportasi sistem kering ikan baronang Siganus sp. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan. Vol. 7, No. 3, Hal: 198-208.

Huet. M. 1971. Text Book of Fish Culture, Breeding and Cultication of Fish. Section IV. Transport of Fish. Phoenix Press Inc. Quezon City, Philipines.

Ikhsan, N.I., M.U.K. Agung, S. Astuty dan Rosidah. 2017. Pengaruh Anestesi Granul Eksrak Biji Buah Keben Terhadap Kelangsungan Hidup Benih Gelondongan Ikan

(7)

[131]

Bandeng (Chanos chanos) Pada Transportasi Tanpa Media Air.Jurnal Perikanan dan Kelautan. Vol. 8, No. 1, Hal: 34-41.

Ilhami R, Mahrus A, Berta P. 2015. Transportasi basah benih nila (Oreochromis niloticus) menggunakan ekstrak bunga kamboja (Plumeria acuminata). Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan 3(2):390-396.

Jailani. 2000. Mempelajari pengaruh penggunaan pelepah pisang sebagai bahan pengisi terhadap tingkat kelulusan hidup ikan mas (Cyprinus carpio) [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Jhingran, V. G. and Pullin, R. S. 1985. A Hatchery Manual for Common Chinese and Indian Mayor Carps. Asian Development Bank. International Center for Living Aquatic Resource Management.

Junianto. 2003. Teknik Penanganan Ikan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kamboj, A dan A. K. Saluja. 2010. Ageratum conyzoides L. : A Review on its Phytochemical and Pharmacological Profile. International Journal of Green Pharmacy: 59-68.

Kamila, R. 1998. Penanganan dan Transportasi Udang Windu Tambok (Penaeus monodon Fab) Hidup dengan Transportasi Sistem Kering. Thesis. Bogor.

Kardinan, A. 2001. Mengenal Lebih dekat Tanaman Pengusir dan Pembasmi Nyamuk. Penerbit Agromedia Pustaka. Jakarta. Kardono, L. dan Artanti, N. 2003. Selected Indonesian Medical

Plants Monographs and Description. Garsindo. Jakarta. hal. 42-44.

Kumum. 2006. Pemuasaan udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dan kelulusan hidupnya selama penyimpanan dalam media serbuk gergaji dingin [skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Kuschinsky, G., H. Lullman. 1973. Textbook of Pharmacology. Academic Press. London.

Ilyas, S. 1974. Penerapan Sanitasi dan Hygiene di dalam Industri Perikanan. Lembaga Teknologi Perikanan. Jakarta

(8)

[132]

Ilyas, S.1983. Teknologi Refrigerasi Hasil Perikanan Jilid I: Teknik Pendinginan Ikan. Penerbit C.V. Paripurna. Jakarta.

Ilyas, S., F. Cholik, A. Poernomo, W. Ismail, R. Arifudin, T. Dalay, A. Ismail, S. Koesoemadinata. I.N.S. Rabegnalar. H. Soepriyadi, H.H. Suharto, Z.I. Azwar dan S. Eko Wardoyo. 1987. Petunjuk teknis bagi pengoperasian unit usaha pembesaran udang windu. Seri Pembangunan Hasil Penelitian Perikanan No PHP (KAN 02/1987). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta

Mahardono, A.. S. Pratignyo, dan B.S. Iskandar. 1982. Anatomi Udang. Cetakan I. Penerbit P.T. Intermasa. Jakarta.

Mahbub, Z. J. 2010. Efektifitas Penambahan Zeolit, Karbon Aktif, Minyak cengkeh, dan Garam dalam Transportasi Tertutup Ikan Maanvis Pterophyllum scalare dengan Kepadatan Tinggi. [Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Makarim, A. K.,dan E. Suhartatik. 2007. Morfologi dan fisiologi tanaman padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Hal 295–330.

Malmstrom, T., Ragnar, S., Hans, M.G., and Arild, L. 1992. A Practical Evaluation of Metomidate and MS-222 as Anaesthetic for Atlantic Halibut (Hipoglossus hipoglossus). Aquaculture, Vol. 115, pp. 331-338.

Mariana, F., Hendry Y. dan Eko P. 2019. Penggunaan Minyak Sereh Sebagai Anestesi Dalam Transportasi Benih Ikan Tengadak (Barbonymus Schwanenfeldii) Dengan Sistem Tertutup. Jurnal Borneo Akuatika. Vol. 1 No. 1, Hal: 53-57. Martosudarmo. B dan B.S. Ranoemihardjo. 1983. Biologi udang

Paneid. Dalam : Pedoman Pembenihan Udang Penaeid. Balai Budidaya Air Payau. Ditjen. Perikanan Departemen Pertanian. Jakarta.

Matches, J.R. 1982. Chemical and biological. Changes occuring in shrimp during decomposition. Presented at FDA International Shrimp Whorkshop. Los Angeles District Office. April, 21-25, 1980.

(9)

[133]

Mc Farland. 1959. A Study of The Effects of Anasthetic on Behavior and Physiology of Fishes. Publ. Inst. Mar. Univ. Texas.

McKelvey, D. and Hollingshead, K.W. 2003. Veterinery Anesthesia and Analgesia 3rd edition. United Stated of America. Mosby.

Mikhsalmina, Z.A. Mukhlisin dan I. Dewiyanti. 2017. Pengaruh Pemberian Minyak Cengkeh (Syzygium aromaticum) Sebagai Bahan Anaestesi dengan Konsentrasi yang Berbeda pada Proses Transportasi Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah. Vol. 2, No. 2, Hal: 295-301.

Mohamed MP, Devaraj M. 1997. Transportation of Live Finfishes and Shellfishes. Tatapuram: Indian Council of Agricultural Research, Central Marine Fisheries Research Institute. Mohamed, K.H. 1970. Synopsis of Biological Data on The Indian

Prawn Penaeus indicus, H. Wilve. Proceeding of The World Scientific Conference on The Biologi an Culture of Shrimp and Prawns. Roma, 1-20 April, 1970.

Moniharapon, T. 1991. Kajian Penanganan Udang Windu (Penaeus monodon Fab.) untuk Mempertahankan Kesegaran Udang. MS Thesis. Program Studi Teknologi Pasca Panen. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Mukti, FW. 2010. Efektifitas Penambahan Zeolit dan Karbon Aktif terhadap Kelangsungan Hidup Benih Ikan Patin Pangasionodon sp. pada Pengangkutan Sistem Tertutup. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 49 hlm.

Muljanah, E. Setiabudi, D. Suryaningrum, S. Wibowo. 1994. Pemanfaatan sumberdaya lobster di kawasan Jawa dan Bali. Jurnal Penelitian Pasca Panen Perikanan, (79) 1-23

Muslih I. 1996. Rancangan media pengisi kemasan untuk transportasi udang windu tambak (Penaeus monodon) hidup dalam media bukan air [skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Naamin, N. 1979. Review status pengusaha udang dan pengelolaan sumberdaya udang penaeid. Diskusi udang. Bogor. 22-24 Oktober 1979.

(10)

[134]

Ning S. 2009. Studies on the giant freshwater prawn Macrobrachium rosenbergii live transportation without using water. Marine Sciences 5(9).

Nitibaskara R, Wibowo S, Uju. 2006. Penanganan dan Transportasi Ikan Hidupuntuk Konsumsi.Bogor: Departemen Teknologi Hasil Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Nitibaskara, R.R. 1996. Teknik Imotilisasi dengan Penurunan Suhu Bertahap untuk Transportasi Udang Windu Tambak Hidup (Penaeus monodon Fab.) Dengan Sistem Kering. Ringkasan Laporan Penelitian. Jurusan Pengolahan Hasil Perikanan. Institut Pertanian Bogor.

Nugraha, W.A. dan Insafitri. 2010. Perbandingan Kecepatan Pembiusan Dan Recovery Ikan Hias Zebra Jakarta Menggunakan Sianida dan Minyak Cengkeh. Jurnal Kelautan. Vol. 3. No. 2.

Oikawa, S., Takeda, T., and Itazawa, Y. 1994. Scale Effects of MS-222 on a Marine Teleost, Porgy Pagrus mayor. Aquaculture, Vol. 121, pp. 369-179.

Pade, SW., I. K. Sawedja dan F. Mentang. 2016. Studi Teknik Penanganan Ikan Mas (Cyprinus carpio-L) Hidup Dalam Wadah Tanpa Air. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi. Vol: 3. No. 1: 66-74.

Passano, L.M. 1960. Moulting and Its Control, In: The physiology of crustacean : Metabolism and growth (Vol.). Ed. By: T.H. Waterman. Academics Press, New York, London. 473-535. Pedraja, R.R. 1970. Changes of composition of shrimp and other maine animal during procesing. J. Food Tech. 24 (12):37-42.

Peranginangin, R. 1982. Pengaruh perendaman dalam NaCI dan untuk mempertahankan mutu udang beku selama penyimpanan. Laporan Peneltian Perikanan. (19): 1724 Perdikaris, C., N. Cosmas, G. Evangelia, Ugwemorubong, G.

Ujagwung, B. Konstantina, A. Fotini, Agelikipaschou, and P. Icannis. 2010. Size Relative Effectiveness of Clove Oil As An Anaesthetic for Rainbow Trout (Oncorhynchus mykiss Wallbaum, 1792) and Goldfish (Carrasius auratus Linnaeus, 1758). Departement of Aquaculture and

(11)

[135]

Fisheries. Technological Educational Institute of Epirus, Igoumenitsa, Greece.

Piper. R.G. Ivan B. Mc Ewain dan Leo E. Orme. 1982. Fish Hatchery and Management. United States Departement of Intertor Fish or Wild life Service. Washington D.C

Pirhonen, J. and Schreck, C. B. 2003. Effects of Anasthesia With MS-222, Clove Oil and CO2 on Feed Intake and Plasma Cortisol in Steelhead Trout (Oncorhynchus mykiss). Aquaculture, Vol. 220, pp. 507-514.

Plumb, D. C. 2008. Plumb’s Veterinary Drug Handbook 6th edition. The IOWA State University Press. Ames.

Poemomo, A. 1979. Budidaya Udang : Sejarah, jenis udang tambak pembenihan, pembesaran, penyakit-parasit-hama, petunjuk adanya gejala kurang baik pada tambak. Dalam Udang Biologi, potensi, budidaya, produksi, dan udang sebagai bahan makanan di Indonesia. Lembaga Oseanologi Nasional LIPI. Jakarta

Praseno, O. 1990. Cara pengiriman atau transportasi ikan dalam keadaan hidup. Makalah pada Pertemuan Aplikasi Paket Teknologi (TemuTaga) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bogor, 24-31 Oktober 1990 Prasetyo. 1993. Kajian Kemasan Dingin untuk Transportasi Udang

Hidup Secara Kering. Skripsi. Jurusan Mekanisasi Pertanian. Instifut Pertanian Bogor. Bogor.

Pratama, A.W., L. Sulmartiwi dan B.S. Rahadja. 2017. Potensi Sedasi Minyak Atsiri Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) terhadap Ikan Koi (Cyprinus carpio). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vol. 9, No. 2, Hal: 107-117, Pratiwi, V.H. 2015. Efektivitas Ekstrak Kasar Daun Pala Sebagai Bahan Anestesi Pada Simulasi Transportasi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum). [Skripsi]. Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Puslitbang Perkebunan. 2014. Pendugaan jenis kelamin tanaman pala dengan analisis kandungan myristicin pada daun. Info Tek Perkebunan. 6(10):39.

(12)

[136]

Putro. S. 1984. Peranan pascapanen udang dalam mensukseskan budidaya tambak dan ekspor. Lokakarya Budidaya Udang Nasional, 27-29 Agustus, 1984

Rachimi, E.I. Raharjo dan K. Id’ham. 2016. Pengaruh Konsentrasi Minyak Sereh (Cimbopogon citrates (DC)Stapf) Terhadap Kelangsungan Hidup Pada Anestesi Benih Ikan Ringau (Datnioides mescrolepis) Dengan Metode Transportasi Tertutup. Jurnal Ruaya. Vol.4, No. 1, Hal: 1-6.

Rahim, S.W., M.N. Nessa, D.D. Trijuno, I. Djawad. 2013. Efektivitas Minyak Cengkeh Sebagai Bahan Anaestesi Terhadap Ikan Injel Biru-Kuning (Centropyge bicolor). Prosiding. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Unhas. Makasar.

Rahman KM, Srikirishnadhas B. 1994. Packing of live lobster the Indian experience. Infofish Internasional 6(94).

Rambang. dan Arifin. 1992. Kemasan Berpori: Mengurangi Kematian Techner Mei 1:19.

Rastuti U, Widyaningsih S, Kartika D, Ningsih DR. 2013. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Pala dari Banyumas terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta Identifikasi Senyawa Penyusunnya. Jurnal Molekul 197-203.

Reilly. P.J.A., M.A. Bemart and E. Dangla. 1987. Handling formed black tiger shrimp INFOFish internasional. ., 5 (87): 38-39. Robinson,Trevor. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan

Tinggi,Terjemahan Kokasih Padmawinata.Bandung :

Penerbit ITB Bandung.

Ross L, Ross B. 2008. Anaesthetic and Sedative Techniques for Aquatic Animals 3rd Edition. Oxford, United of Kingdom: Blackwell Publishing Ltd. Hlm 1-4, 69-117, dan 191-205. Ruelo N.V.. 1976. Biological characteristics of Australia prawn.

Australia Fisheries, February 1976.

Sandrayani, SY. Lumbessy dan AA. Damayanti. 2013. Pengaruh Media Pengisi terhadap Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) pada Transportasi Sistem Kering. Jurnal Perikanan Unram. Vol. 1, No. 2.

Sandy, W. 2010. Efektivitas penggunaan komposisi zeolit 20 gram/L dan karbon aktif 10 gram/L pada pengangkutan

(13)

[137]

sistem tertutup ikan Maanvis (Pterophyllum scalare) dengan kepadatan berbeda. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.Bogor: Institut Pertanian Bogor.49 hlm. Santoso, Hieraniyus, Budi. 1992. Sereh Wangi Bertanam dan

Penyulingan. Yogyakarta. Kanisius.

Saskia Y, Harpeni E, Kadarini T. 2013. Toksisitas dan kemampuan anestetik minyak cengkeh (Sygnium aromaticum) terhadap benih ikan pelangi merah (Glossolepis incises). Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan. 2(1): 83-84.

Sastrohamidjojo, H. 2004. Kimia Minyak Atsiri. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal. 14,19

Schreck, C.B., and Moyle, 1990. Methode for Fish Biology. American Fisheries Society. Bethesda, Maryland USA. 684 pp.

Semarlan MS. 2008. Penggunaan Daun Sereh Cymbopogon citratus dalam Transportasi, Pertumbuhan dan Tingkat kelangsungan Hidup Benih Kepiting Bakau Scylla serrata Forskal. [skripsi]. Bau-Bau: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Sembiring, M.T., Sinaga TS. 2003. Pengenalan dan proses Pembuatan Arang Aktif. Jurnal Universitas Sumatera Utara.

Setiabudi, E., Y. Sudrajat, M.D. Erlina, dan S. Wibowo. 1995. Studi penggunaan penggunaan metoda pembiusan langsung dengan suhu rendah dalam transportasi sistem kering udang windu (Penaseus monodon Fab.) Jurnal Penelitian Pasca Panen Perikanan (84) : 8-21.

Sigit. 1986. Budidaya Udang Galah. Gramedia. Jakarta.

Sikong, M. 1982. Pengaruh Beberapa Faktor Lingkungan Terhadap Produksi Biomassa Udang Penaeus monodon Fab. Disertasi Fakultas Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Sipahelut SG. 2010. Isolasi dan identifikasi minyak atsiri dari

daging buah pala (Myristica fragrans houtt). Jurnal Agroforestri. 2(2): 295-299.

Soekarto, S.T. 1982. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan Hasi Pertanian. Bharata Karya Aksara. Jakarta

Soekarto, S.T. dan S. Wibowo. 1993. Cara penanganan udang hidup di luar air untuk transportasi tujuan ekspor. Makalah

(14)

[138]

Seminar Hasil- Hasil Penelitian IPB. Bogor. 9 Februari 1993.

Soeseno, S. 1983. Budidaya lkan dan Udang Dalam Tambak. Kerjasama Pemerintah DKI dengan Gramedia. Jakarta. Subasinghe, S., 1997. Live Fish Handling and Transportation.

Infofish International, Vol. 2, pp. 39-43.

Sudjadi. 1992. Metode Pemisahan, Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Sufianto B. 2008. Uji transportasi ikan mas koki (Carassius

auratus Linnaeus) hidup sistem kering dengan perlakuan suhu dan penurunan konsentrasi oksigen [tesis]. Bogor: Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Sukarsa, D. 2005. Enerapan Teknik Imotilisasi Menggunakan Ekstrak Alga Laut (Caulerpa sertularioides) Dalam Transportasi Ikan Kerapu (Epinephelus suillus) Hidup Tanpa Media Air. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. Vol: 8, No: 1, Hal:12-24.

Sulmartiwi, L., I.D.P.O. Dantika dan R.J. Triastuti. 2014. Pengaruh Pemberian Minyak Atsiri Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Dalam Transportasi Tertutup Benih Ikan Koi (Cyprinus carpio). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vol. 6, No. 2, Hal: 215-221.

Suparmi. 1994. Kajian Kualitas Udang Windu (Penaeus monodon Fab.) yang Ditangani dengan Sistem Air Laut Dingin, Air Dingin. dan Air Garam Dingin selama Pendinginan.MS Thesis. Program Studi Teknologi Pasca Panen. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suparno, J. Basmal, I. Muljanah, dan S. Wibowo. 1994. Pengaruh suhu dan waktu pembiusan dengan pendinginan bertahap terhadap ketahanan hidup udang windu tambak (Penaeus monodon Fab.) dalam transportasi sistim kering. Jurnal Penelitian Pasca Panen Perikanan. (79): 73-78.

Supendi, A. 2006. Pemanfaatan Zeolit dan Karbon Aktif pada Sistem Pengepakan Tertutup Ikan Corydoras Corydoras aenus. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Supriyono, E., Budiyanti dan T. Budiardi. 2010. Respon Fisiologi Benih Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Terhadap Pengunaan Minyak Sereh dalam Transportasi

(15)

[139]

Tertutupdengan Kepadatan Tinggi. Jurnal Ilmu Kelautan. Vol: 15, No: 2, Hal: 103-112.

Suradikusumah, E. 1989, Kimia Tumbuhan, PAU Ilmu Hayat Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suryaningrum TD, Ikasari D, Syamsidi. 2008. Pengaruh kepadatan dan durasi dalam kondisi transportasi sistem kering terhadap kelulusan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 2: 171-181.

Suryaningrum TD, Syamsidi, dan Ikasari D. 2007. Teknologi penanganan dan transportasi lobster air tawar. Squalen. Vol 2 No. 2.

Suryaningrum ThD, Indriati N, Amini S. 2000. Penelitian model kemasan transportasi hidup ikan kerapu sistem kering. Di dalam: Prosiding Seminar Hasil Penelitian Perikanan 1999/2000, Sukamandi, 21-22 September 2000 hlm 278-284.

Suwandi, R., R. Nugraha dan K.E. Zulfami. 2013. Aplikasi Ekstrak Daun Jambu Psidium guajava var. pomifera Pada Proses Transportasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 6(1): 69-78.

Tahe, S. 2008. Penggunaan Phenoxy Ethanol, Suhu Dingin, Dan Kombinasi Suhu Dingin Dengan Phenoxy Dalam Pembiusan Bandeng Umpan. Media Akuakultur Vol. 3 No. 2, Hal: 133-136.

Tampubolon, R.S.S.M. 2012. Penerapan Teknik Imotilisasi Menggunakan Acepromazine dalam Transportasi Kering Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Pembedaan Jenis Kelamin. [Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Tobigo, DT., Madinawati dan Mariana. 2017. Pengaruh Pemberian Ekstrak Akar Tuba (Derris Elliptica) Terhadap Lama Waktu Pembiusan Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal Agrisains. 18 (2) : 84-88.

Toro, V. dan K.A. Soegiarto. 1979. Biologi Udang:Sistematika. morfologi daur hidup, habitat dan makanan. Dalam Udang: Biologi. potensi, budidaya, produksi. dan udang sebagai

(16)

[140]

bahan makanan di Indonesia. Lembaga Oseanologi Nasional LIPI, Jakarta.

Tseng. W.Y. 1987. Shrimp Mariculture "A Pracfical Manual". Departeemen of Papua Neuguinea. Port Moresty.

Tyler VE. 1976. Pharmacognosy. Philadelphia: Lea & Febiger. Edisi VII. Hal. 157.

Wardoyo,S.T.H.dan D. Jokosetyani. 1988. Pengelolaan kualitas air tambak udang. Prosiding Seminar Memacu Keberhasilan dan Pengembangan Usaha Pertambakan. Bogor, 16-17 September 1988.

Wibisono, W. G. 2011, Tanaman Obat Keluarga Berkhasiat, VIVO Publisher, Bandarjo-Ungaran, 83.

Wibowo. S. 1990. Kajian Sifat Mutu Udang Windu Tambak (Penoeus monodon Fab.) Pada Umur Panen. MS Thesis. Program Studi Ilmu Pangan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wibowo. S., S. Putro, S.T.H. Wardoyo, dan S.T. Soekarto. 1991. Kajian sifat mutu udang windu tambak (Penaeus monodon Fab.) pada umur panen pola perubahan kesegaran pada suhu kamar. Jurnal Penelitian Pasca Panen Perikanan, (68) 1-11. Wibowo. S.1993. Sumberdaya dan transportasi lobster hidup untuk

ekspor. Laporan Hasil Penelitian. Badan Penetitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian, Jakarta Widiasto, RP. 2010. Efektivitas penambahan zeolit 20 g/ℓ, karbon

aktif 10 g/ℓ, dan garam dalam transportasi tertutup benih ikan gurame Osphronemus gouramy Lac. dengan kepadatan tinggi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. 48 hlm.

Yamin, M dan Sulaiman. 2011. Pengangkutan Krablet Kepiting Bakau (Cylla paramammosain) Sistem Kering. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur.

Yanto H. 2009. Penggunaan MS-222 dan Larutan Garam pada Transportasi Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni) ukuran Sejari. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia 16(1) :47-54.

Yanto, H. 2012. Kinerja MS-222 dan Kepadatan Ikan Botia (Botia macracanthus) yang Berbeda Selama Transportasi.Jurnal Penelitian Perikanan 1(1): 43-51.

(17)

[141]

Zaitsev, V.. I. Kizevetter. L. Lagunov, T. Makarova. L. Minder and V Podsevalvov. 1969. Fish Curing and Processing. Translated by : A. De Merindol. MIR Publishers. Moscow.

(18)

[142]

GLOSSARY

Adaptasi : Proses penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya.

Adsorbsi : Penyerapan/serapan, proses

penyerapan molekul (gas atau cair) oleh permukaan (padatan).

Aerasi : Proses penambahan udara/oksigen didalam air.

Aerator : Alat yang berfungsi untuk

menambahkan udara/oksigen alam air.

Agitasi : Proses pengadukan pada permukaan air.

Aklimatisasi : Penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungan yang baru.

Aktivitas enzim : Aktivitas/kerja yang dilakukan oleh enzim dalam menghasilkan suatu produk.

Aktivitas metabolisme : Aktivitas/kerja yang dilakukan oleh reaksi kimia pada organisme untuk mendapatkan energy.

Aktivitas

mikroorganisme

: Aktivitas/kerja yang dilakukan olek makhluk hidup mikroskopis untuk tumbuh dan berkembangbiak.

Analgesik : Istilah yang digunakan untuk mewakili sekelompok obat yang digunakan sebagai pereda rasa nyeri. Anestesi : Pembiusan/pemingsanan, proses atau

suatu tindakan untuk menghilangkan rasa sakit pada tubuh.

Anestesi alami : Bahan pembiusan/pemingsanan yang terdapat di alam.

Anestesi buatan : Bahan pembiusan/pemingsanan yang dibuat dari bahan-bahan kimia.

(19)

[143]

Antibiotik : Obat untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Antimetabolic : Penghambat sel kanker, senyawa yang dapat menghambat jalur metabolik yang penting untuk kehidupan dan reproduksi sel kanker. Antiseptik : Senyawa kimia yang digunakan

untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada permukaan kulit.

Cool box : Media atau wadah yang biasanya digunakan dalam transportasi ikan. Destilasi : Proses pemisahan zat cair dari

campurannya berdasarkan perbedaan titik didih atau kemampuan zat untuk menguap.

Destilat : Hasil dari proses destilasi.

Difusi : Proses mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.

Distribusi : Penyebaran dari suatu hal/benda yang memberikan pengaruh pada sekitarnya.

Efisiensi : Suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan/proses.

Eksresi : Proses pembuangan sisa

metabolisme.

Ekstraksi : Proses pemisahan suatu zat dari campurannya dengan menggunakan pelarut

Ekstraktor : Alat untuk ekstraksi.

Ekstremitas : Perpanjangan dari anggota tubuh utama.

(20)

[144]

Enzim : Biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik.

Freezer : Media pendingin, seperti kulkas. Imotilisasi : Istilah untuk teknik pemingsanan. Insensibility : Kondisi dimana kehilangan

kemampuan untuk merasa.

Insulasi : Metode yang digunakan untuk mengurangi atau meredam energi (Panas/kalor, suara, listrik, dll). Investasi : Penanaman modal, suatu aktivitas

menempatkan dana pada satu periode tertentu dengan harapan penggunaan dana tersebut bisa menghasilkan keuntungan.

Jirigen : Media atau wadah untuk

mengangkut cairan. Biasanya terbuat dari plastik dan memiliki pegangan

sehingga mudah untuk

memindahkannya.

Kondensasi : Pengembunan, proses yang mengubah zat gas dalam bentuk cair. Kondensor : Alat/mesin penukar kalor/panas.

Krablet : Kepiting muda

Larutan buffer : Larutan yang dapat menjaga pH-nya dari penambahan asam, basa, maupun pengenceran oleh air.

Metabolisme : Semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme, termasuk yang terjadi di tingkat sel.

Mikroorganisme : makhluk hidup berukuran kecil dan akan bisa tampak jika menggunakan alat bantu seperti mikroskop.

Poikilotherm : Hewan berdarah dingin. Rafinat : Sisa, ampas, residu.

(21)

[145] makanan.

Reaktif : Suatu tindakan yang memiliki respon terhadap suatu hal.

Reflex Vestibuloocular (VOR)

: Refleks, di mana aktivasi sistem vestibular telinga bagian dalam menyebabkan pergerakan mata. Refrigerasi : Pendinginan, suatu sistem yang

mengatur kondisi udara di dalam

suatu ruangan untuk

mempertahankan suhu yang dikehendaki.

Residu : Hasil sisa penyaringan.

Respirasi : Pernafasan, proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida yang terjadi pada tubuh makhluk hidup. Responsif : Tanggap dalam merespon suatu hal. Sanitasi : Suatu upaya untuk mewujudkan dan

menjamin kondisi lingkungan yang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Sedasi : Anestesi dimana obat diberikan

untuk menenangkan ikan dalam jangka waktu tertentu.

Sekresi : Proses untuk membuat dan

melepaskan substansi kimiawi dalam bentuk lendir yang dilakukan oleh sel tubuh dan kelenjar.

Senyawa toksik : Senyawa yang bersifat racun

Sintasan : Istilah ilmiah yang menunjukkan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) dari suatu populasi dalam jangka waktu tertentu.

Sirkulasi : Pergerakan, perpindahan

Spasmolitik : Istilah yang digunakan untuk mewakili sekelompok obat yang digunakan sebagai pereda rasa nyeri. stimulan : Zat atau obat yang dapat merangsang

(22)

[146]

gairah kerja serta kesadaran

Styrofoam : Media atau wadah untuk melakukan transportasi ikan

Survival Rate (SR) : Tingkat kelangsungan hidup (Kelulushidupan)

Tactile : Sentuhan, raba

Transportasi : Pengangkutan, upaya untuk berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya.

Trays : Keranjang

Volatile : Menguap

Voluminuous : Produktif

Waktu Induksi : Lama proses kerja dari bahan anestesi.

Waring : Jaring, alat berbentuk jaring berwarna hitam dan dipakai untuk keramba ikan atau pagar tambak ikan.

Waterbath : Alat pemanas untuk menciptakan suhu yang konstan dan digunakan untuk inkubasi.

zeolit : Senyawa zat kimia alumino-silikat berhidrat dengan kation natrium, kalium dan barium. Senyawa yang mampu menempatkan dirinya sebagai absorben, pengkatalisis, dehidrasi (melepaskan molekul O2).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di