• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terbiasa membuat rumah mewah untuk para pejabat khususnya di Jawa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terbiasa membuat rumah mewah untuk para pejabat khususnya di Jawa"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

24

BAB III

DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Umum Perusahaan

CV. Manggala merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Manufaktur Furniture (Meuble). CV. Manggala juga merupakan perusahaan keluarga, dimana pendiri sekaligus pimpinan adalah Bapak Wiyadi Wongso Manggolo.

Karier dimulai pada tahun 1981, ketika mendapat kesempatan untuk memasok kusen, daun pintu, dan jendela ke sebuah perusahaan developer yang terbiasa membuat rumah mewah untuk para pejabat khususnya di Jawa Tengah.

Pada tahun 1985, perusahaan ini mendirikan workshop pekerjaan kayu untuk keperluan bangunan di Jatirejo dan Depo penjualan kayu, yang sekarang mana pada awal berdirinya, CV. Manggala memasok kebutuhan di wilayah Klaten, Solo, Yogyakarta, dan

Setelah beberapa tahun mengalami perkembangan, yang terbukti dengan bertambahnya produk-produk furniture yang dihasilkan dan diorder semakin meningkat, pada tahun 1995, CV. Manggala mendirikan pabrik

seluas 10.000 dengan sistem terintegrasi mulai dari pengolahan bahan baku dan pengeringan kayu untuk menghasilkan furniture yang berkualitas ekspor.

(2)

commit to user

Pada tahun yang sama, CV. Manggala sudah mendapatkan order dari manca negara yaitu Australia dan Belanda untuk produk Garden Teak Furniture dan Kolonial Antique Furniture.

Seiring dengan perkembangan unit usaha furniture, pada tahun 1998 CV. Manggala kembali mendirikan pabrik yang kedua di wilayah desa Jatirejo, Jatipuro, Trucuk, Klaten untuk dapat lebih maksimal dalam menangani order yang telah berkembang ke beberapa negara lainnya, seperti; Amerika, Australia, Turki, Timur Tengah, Korea, Spanyol, Perancis, Singapore, Jerman, Italy, Carebian, Belanda, dan Polandia.

CV. Manggala mendapatkan peluang-peluang baru yang ada dalam kegiatan bisnisnya, di mana Klaten telah menjadi daerah tujuan buyer mencanegara untuk produk-produk Indonesia, khusunya Furniture.

Maka pada tahun 2001, CV. Manggala mendirikan unit usaha baru yang bawah badan hukum di Jl. Klaten-Solo KM 3 Central Java, No Telp / Fax : +62-0272-325096, Email :

info@manggalajavaart.com , atau teak@manggala.biz. Website :

www.manggalajavaart.com. Manggala Trade Center adalah pasar global di era

globalisasi ini yang berfungsi sebagai pintu gerbang perdagangan bebas di wilayah Klaten dan sekitarnya.

CV. Manggala merupakan perusahaan furniture yang sudah berdiri lama, namun baru bulan Januari 2014 memiliki SVLK. Dalam menerapkan sistem SVLK ada hal yang perlu diperhatikan selain kaitannya dengan dokumen yang disyaratkan, salah satunya adalah dengan memperhatikan

(3)

commit to user

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) karyawan. K3 merupakan hal yang sangat penting dan merupakan syarat untuk sebuah perusahaan mengajukan SVLK, karena dengan memperhatikan K3 karyawan yang ada didalamnya terjamin kesejahteraannya.

2. Visi dan Misi Perusahaan

Maksud dan tujuan didirikannya perusahaan ini selain untuk mencari keuntungan, yaitu sebagai berikut :

a. Visi

Menjadi perusahaan furniture yang terpercaya, terdepan, inovatif dalam design dengan memproduksi barang berkualitas di Indonesia, perusahaan yang berwawasan lingkungan hidup, dan menjadi perusahaan furniture yang diperhitungkan di pasar furniture internasional.

b. Misi

1) Menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran. 2) Mengembangkan kebutuhan konsumen.

3) Mengembangkan bakat dan kreatifitas.

4) Memasarkan dan mengenalkan hasil industri meubel ke luar negeri. 5) Menjadi perusahaan furniture yang terpercaya dengan kualitas yang

baik.

3. Struktur Organisasi CV. Manggala

Struktur organisasi yang baik bertujuan untuk memudahkan mekanisme kerja dan mencapai efektifitas serta efisiensi kerja. Struktur organisasi merupakan wewenang dan tanggung jawab dari organisasi yang mengadakan

(4)

commit to user

kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun struktur organisasi pada CV. Manggala adalah sebagai berikut :

a. Direktur Utama

1) Bertanggung jawab dalam kelangsungan hidup perusahaan. 2) Menetapkan kebijakan-kebijakan perusahaan.

3) Memimpin perusahaan agar dapat berjalan lancar. 4) Bertanggung jawab terhadap manajemen perusahaan. b. Sekretaris Umum

1) Bertanggung jawab kepada direktur utama. 2) Membuat surat-surat keadministrasian perusahaan. 3) Membuat laporan kemajuan perusahaan.

4) Mencatat hasil laporan meeting atau pertemuan direksi. c. Sekretaris Gudang

1) Membuat laporan stock barang bahan dan barang jadi tiap akhir bulan atau setiap dibutuhkan.

2) Mencatat transaksi pembelian kedalam buku harian pembelian bahan. 3) Membuat tanda terima pembelian bahan dan dilampiri dengan surat

jalan dari supplier.

4) Mencatat surat masuk atau tekepon yang berkenaan dengan pemasaran konsumen.

5) Menyerahkan laporan pemesanan kepada manajer produksi. d. Keuangan Umum dan Personalia

1) Mencatat setiap transaksi kas perusahaan kedalam buku harian kas. 2) Melaksanakan penggajian karyawan.

(5)

commit to user

3) Menyusun neraca dan laporan laba rugi atas kemajuan perusahaan. 4) Memantau absensi harian karyawan dengan memperhatikan surat ijin

yang bersangkutan.

5) Memantau surat keluar masuk perusahaan. e. Manajer Produksi

1) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan produksi dari great untuk menentukan kelas kayu sampai barang masuk ke dalam container. 2) Bertanggung jawab atas keoptimalan kinerja perusahaan.

3) Melaksanakan dan merencanakan strategi produksi dalam rangka memenuhi pemesanan konsumen.

4) Melakukan evaluasi hasil produksi.

5) Menangani permasalahan yang dapat menghambat produksi. f. Manajer Barang Antic

1) Bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan mutu atau kualitas produk barang antic.

g. Garden Furniture

1) Bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan mutu atau kualitas produk barang out door atau garden furniture.

h. Manajer Pemasaran

1) Bertanggung jawab terhadap pemasaran hasil produksi, mempromosikan, serta mendistribusikan produk.

2) Bertanggung jawab untuk menjaga relasi perusahaan. 3) Bertanggung jawab mengembangkan merk.

(6)

commit to user

i. Bagian Proses Produksi

1) Mengawasi dan mengontrol proses produksi. 2) Melakukan evaluasi terhadap hasil produksi.

3) Menangani permsalahan yang dapat menghambat proses produksi. j. Bagian Teknisi Pemesinan

1) Mengawasi dan mengontrol mesin-mesin produksi.

2) Meminimalisir kecelakaan kerja akibat pekerjaan pemesinan.

3) Membagi pekerjaan sesuai dengan urutan kebutuhan mesin dengan memperhatikan keefisienan.

(7)

commit to user

STRUKTUR ORGANISASI

CV. MANGGALA

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Sumber : Kantor Utama CV. Manggala, 2014

Direktur Utama Manajer : Barang Antiq Garden Furniture Pemasaran Sekretaris : Umum Order / Gudang Keuangan Umum dan Personalia Manajer Produksi Bagian Proses Produksi Bagian Teknisi Permesinan

(8)

commit to user

4. Deskripsi Geografis dan Administrasi

CV. Manggala terletak di Jl. Klaten-Solo KM 3, Klaten 57465, Jawa Tengah. Perusahaan ini menempati areal seluas 1000 yang digunakan untuk kegiatan pemasaran produk. Sedangkan untuk tempat kegiatan produksi atau pembuatan produk CV. Manggala, terletak di Jl. Diponegoro (Bypass) Mojayan, Klaten 57466, Jawa Tengah. Perusahaan ini menempati areal seluas 10.000 dengan luas bangunan sebesar 9000 . Dan di Jl. Ngaran Trucuk KM 1 Jatirejo, Trucuk, Klaten 57476, Jawa Tengah. Dengan areal seluas 5000 . Telp/Fax: +62-272 325096, 324808, 322622. Dalam pemilihan lokasi, CV. Manggala memiliki pertimbangan-pertimbangan dalam memilih lokasi sebagai tempat produk perusahaan dalam pemasaran produk, yaitu:

a. Lokasi

Lokasi perusahaan sangat strategis karena dekat dengan jalan raya untuk mempermudah penerimaan dan pengiriman produk, juga dilalui banyak orang.

b. Tenaga Kerja

Tersedianya tenaga kerja yang terampil dan berkualitas merupakan faktor terpenting dalam memilih lokasi produksi serta dapat membantu perusahaan untuk mewujudkan cita-citanya dalam mencapai keuntungan yang maksimal. CV. Manggala dalam menentukan tenaga kerjanya adalah dengan mengambil kebijaksanaan dengan menitikberatkan pada penarikan tenaga kerja dari lingkungan sekitar perusahaan. Hal ini dilakukan karena di derah sekitar banyak tenaga kerja yang sudah terampil dan terlatih dalam

(9)

commit to user

menangani pembuatan kayu jati, sehingga perusahaan tidak perlu mendidiknya dari awal.

c. Lingkungan Masyarakat

Ketersediaan masyarakat suatu daerah untuk menerima segala konsekuensi yang bersifat positif maupun negatif terhadap keberadaan suatau perusahaan, merupakan syarat untuk dapat tidaknya suatu perusahaan didirikan. Hal ini tidaklah sulit bagi CV. Manggala untuk diterima dengan baik oleh masyarakat karena keseluruhan kegiatan industri tidak merugikan masyarakat. Baik dalam hal keamanan, perekonomian, dan sebagainya. Bahkan industri meuble dapat menampung tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

d. Sistem Pemberian Gaji 1) Upah Harian

Pengupahan ini diberikan kepada karyawan seminggu sekali pada hari sabtu sesuai jumlah hari kerja pekerja dalam kurun waktu satu minggu. 2) Upah Bulanan

Pengupahan yang diberikan kepada karyawan setiap akhir bulan sesuai jumlah hari bekerja dalam satu bulan.

3) Upah Lembur

Sistem pengupahan ini dihitung dengan ketentuan berapa banyak karyawan menghasilkan atau menyelesaikan pekerjaannya. Juga yang bekerja lebih dari jam kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan.

(10)

commit to user

4) Upah Borongan

Pengupahan ini diberikan pada akhir minggu bagi tenaga kerja borongan sesuai dengan jumlah hasil kerja mereka dalam waktu satu minggu.

Tabel 3.1

Upah Karyawan CV. Manggala

Jenis Upah Upah

Harian Rp. 25.000 Bulanan Rp. 850.000

Lembur Rp. 5.500/jam

Borongan Rp. 17.500/pcs

Sumber : Keuangan Umum CV. Manggala Tahun 2014

e. Jam Kerja Karyawan

Jam kerja bagi karyawan yang bekerja di CV. Manggala setiap harinya adalah selama 7 jam dalam 6 hari kerja, yaitu mulai jam 08:00 WIB sampai dengan jam 16:00 WIB dengan selang waktu untuk istirahat selama satu jam, mulai jam 12:00 WIB sampai jam 13:00 WIB. Untuk hari libur kerja, terletak pada hari Minggu dan hari-hari nasional lainnya.

f. Jaminan Sosial

CV. Manggala selain membuka kesempatan kerja, juga memberikan upah dan memberikan jaminan sosial. Adapun jaminan sosial yang diberikan oleh CV. Manggala adalah sebagai berikut:

1) Jaminan Kesehatan

Jaminan yang diberikan perusahaan kepada karyawan, yaitu berupa bantuan biaya pengobatan yang terjadi akibat kecelakaan kerja.

(11)

commit to user

2) Rekreasi

Rekreasi ini diadakan setiap satu tahun sekali oleh perusahaan dengan tujuan mempererat hubungan antar karyawan dengan pimpinan perusahaan maupun dengan sesama rekan kerja di CV. Manggala. 3) Tunjangan Hari Raya (THR)

Tunjangan ini diberikan oleh perusahaan satu tahun sekali yang berupa uang dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Tenaga kerja borongan lima belas (15) hari kerja.

b) Tenaga kerja tetap sebesar sepuluh (10) hari kerja dan ditambah pinjaman sepuluh ribu.

5. Profil Sumber Daya Manusia CV. Manggala

CV. Manggala memiliki bebrapa karyawan yang dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat usia sebagai berikut:

Tabel 3.2

Distribusi Usia Karyawan CV. Manggala

No. Kelompok Usia Jumlah Karyawan

1 17 20 72

2 20 40 153

3 50 - 60 69

Sumber : CV. Manggala, 2014

Berdasarkan tabel diatas, kondisi karyawan pada CV. Manggala, jika dilihat berdasarkan tingkat usia, sebagian besar berusia 20 40 tahun, yaitu: berjumlah 153 orang dari 294 karyawan. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas pelayanan dalam bisnis furniture, mengingat perusahaan pesaing yang semakin banyak bermunculan. Usia antara 20 40 tahun merupakan usia paling produktif pada manusia, di samping fisik

(12)

commit to user

yang kuat, juga kreatifitas dan ide-ide yang lebih mudah tergali dan tersalurkan demi kemajuan perusahaan tersebut.

6. Produk Yang Dihasilkan

CV. Manggala dalam beberapa produksinya menghasilkan beberapa jenis furniture, antara lain:

a. Indoor Furniture, seperti : meja, buffet, almari, tempat sampah, rak buku, rak sepatu, meja telepon, TV stand, sofa, meja makan, meja kopi, meja rias, tempat tidur, dan lain-lain.

b. Outdoor Furniture, seperti : kursi panjang, kursi malas, meja taman, dan lain-lain.

7. Bahan Baku

a. Bahan baku yang digunakan CV. Manggala 100% menggunakan kayu jati yang terdiri dari :

1) Kayu jati kampung (lokal) 2) Kayu jati Perhutani (pemerintah)

Segi keindahan dari suatu produk yang dihasilkan, bentuk cenderung lebih sederhana (simple) dan tidak terdapat ukiran, namun tetap menarik. Produk yang dihasilkan CV. Manggala memiliki 4 (empat) klasifikasi, yaitu :

1) Kualitas 1

Biasanya kayu jati kualitas satu ini tidak terdapat bagian mata (serat berbentuk bulat) pada produk, dan kayu berwarna merah.

2) Kualitas 2

Pada kayu kualitas ini, biasanya terdapat mata (serat berbentuk bulat) di permukaan produk, dan kayu berwarna merah.

(13)

commit to user

3) Kualitas 3

Pada kayu kualitas ini, terdapat mata (serat berbentuk bulat) pada permukaan kayu, serta kayu berwarna merah dan putih.

4) Kualitas 4

Biasanya untuk produk yang tidak memandang klasifikasi dari pengkategorian kualitas nomor 1 - 3.

b. Bahan Baku Pembantu

Bahan baku pembantupembuatan meuble adalah pewarna, plitur, baut, lem kayu, mur baut, sekrup, obat HCL, dan sebagainya. Di mana bahan ini hanya digunakan sebagai bahan pembantu dari bahan utama untuk menghasilkan produk yang optimal.

c. Penanganan Bahan

Penanganan bahan dalam proses produksi yang dilaksanakan merupakan proses produksi yang merubah atau memproses bahan baku guna menjadi produk jadi (finished goods product) yang siap didistribusikan pada konsumen, adapun kegiatan penanganan bahan :

1) Pengangkutan bahan baku sejak dari penerimaan ke tempat pemeriksaan bahan baku.

2) Pengangkutan ke gudang penyimpanan.

3) Bahan baku akan diproses dari logistic ke tempat pembahanan sampai finishing.

4) Bahan baku setelah diproses menjadi barang jadi kemudian dimasukkan ke gudang barang jadi.

(14)

commit to user

5) Barang jadi akan dimasukkan ke gudang pemasaran dan didistribusikan kepada konsumen.

8. Proses Produksi

Proses produksi yang dilakukan oleh CV. Manggala melalui beberapa tahapan yang cukup detail memaksimalkan kualitas produk sebelum dipasarkan dan memenuhi kualitas produk yang baik. Sebelum melakukan produksi tahap pertama, yaitu :

a. Pencarian kayu, dilakukan dengan 2 (dua) tahap :

1) Oleh rakyat : biasanya kayu telah dipersiapkan supplier yang berasal dari desa (Gunung Kidul dan Ciamis).

2) Oleh Pemerintah : kayu didapat dari perhutani melalui pelelangan oleh pemerintah. Sistem pembelian kayu sebelum dibawa untuk produksi, yaitu kayu dipilih terlebih dahulu kemudian kayu di booking, dan setelah itu kayu diantar ke pabrik beserta pelunasan administrasi. b. Penggergajian

Kayu dipotong sesuai dengan ukuran setelah itu kayu ditumpuk menjadi satu palet (kotakan berbentuk kubus) berisi sekitar 20 25 lapis kayu beserta pemisahnya (kayu reng), dijemur (maksimal 1 bulan), dan terakhir kayu dioven dengan kelembaban berkisar antara 7 C 12 C.

c. Pembahanan

Kayu yang sudah keluar dari oven kemudian dilaminasi (disambung) dan disiapkan sesuai komponen yang dipesan.

(15)

commit to user

d. Perakitan

Proses perakitan semua komponen yang sudah dilaminasi sesuai dengan model yang akan dibuat, kemudian dirakit menjadi suatu rangkaian produk yang diinginkan.

e. Teatment

Penyamaan warna atau tekstur produk sebelum finishing. f. Finishing

Ada 5 (lima) jenis proses finishing yang dilakukan CV. Manggala yaitu, sebagai berikut :

1) Finishing Natural : finishing ini dilakukan dengan membersihkan produk un-finishing.

2) Finishing Pliteur : finishing ini dilakukan dengan memberikan polesan dengan menggunakan bahan spirtus dan pewarna.

3) Finishing Melamin : finishing ini silakukan dengan menggunakan bahan tiner.

4) Finishing Duko : finishing ini dilakukan dengan menggunakan bahan cat.

5) Finishing Antic : finishing ini dilakukan dengan proses pewarnaan soda api.

Adapun tahapan yang harus dilalui dalam proses finishing sebagai berikut :

1) Pendempulan 2) Pengamplasan 3) Pengobatan

(16)

commit to user

4) Pewarnaan awal 5) Pengamplasan halus 6) Pewarnaan akhir 7) Pliteur g. Quality Control

Kegiatan yang dilakukan untuk menyortir sebelum pengepakan dan mengotrol atau memeriksa produk sudah layak atau belum dengan standard product export bermutu tinggi.

h. Packing

Proses terakhir dari keseluruhan proses produksi sampai akhirnya produk siap dipasarkan, produk ini meliputi :

1) Dibersihkan dengan lap dan dispray.

2) Ada 2 metode yang digunakan CV. Manggala saat melakukan packing produk, yaitu :

a) Produk un-finishing : terlebih dahulu di packing dengan sterofoam/foamist dan atap (atas barang) dilapisi dengan gabus, serta setiap siku dilapisi corner dengan tujuan agar barang tahan benturan kemudian barang dimasukkan dalam carton box dengan ketebala 5 play.

b) Produk finishing (knock down) : produk ini terlebih dulu di packing dengan kertas minyak dengan tujuan agar barang tersebut tidak melekat pada bahan pembungkus serta bagian top barang dilapisi dengan gabus kemudian barang dimasukkan dalam carton box dengan ketebalan 5 play.

(17)

commit to user

3) Setelah proses pembungkusan selesai, langkah selanjutnya yaitu pelebelan yang gterdiri dari gambar produk, nama barang, dan kode barang.

9. Peralatan Produksi

Berbagai alat biasanya digunakan dalam proses produksi CV. Manggala, yaitu :

a. Mesin Bandsaw

Mesin bandsaw adalah gergaji yang berbentuk selendang yang digunakan untuk memotong atau membelah kayu.

b. Mesin Oven

Mesin oven adalah tempat untuk pengeringan kayu yang mampu menampung 15 20 palet kayu dengan panas yang tinggi agar kayu tidak mengembang. Pengeringan dilakukan selama 2 (dua) minggu.

c. Mesin Diesel

Mesin diesel adalah mesin untuk pembangkit tenaga listrik. d. Mesin Laminasi

Mesin laminasi adalah mesin yang berfungsi sebagai tempat pengeliman dan pengeringan.

e. Mesin Sanding Master

Mesin sanding master adalah mesin yang berfungsi sebagai mesin pengamplas atau penghalusan kayu, mesin ini dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :

1) Mesin sanding master vertical 2) Mesin sanding master horizontal

(18)

commit to user

f. Mesin Bor

Mesin bor adalah alat yang digunakan untuk membuat lubang, baik lubang sambungan, lubang paku, maupun untuk membuat aksessories. g. Mesin Murtizer

Mesin murtizer adalah mesin yang digunakan untuk membuat alur lubang berbentuk lonjong dengan gerakan kerja bolak-balik.

h. Mesin Spindle

Merupakan alat yang digunakan untuk membentuk lengkungan pada bidang diagonal papan.

i. Mesin Tenon

Merupakan mesin yang dimiliki prinsip kerja mata pahat berputar pada arah tertentu, sehingga dapat digunakan untuk pembuatan poros sambungan. j. Mesin Router

Mesin router ini merupakan mesin yang berfungsi untuk membuat profil daun meja, sudut kursi, dan lain-lain. Komponen yang dibentuk bisa lurus, benkok, atau berbentuk lingkaran.

k. Serut

Serut adalah alat yang berfungsi untuk membuat papan menjadi sama tebal, atau menyelaraskan ketebalan papan.

l. Cyrcle

Merupakan alat yang berfungsi untuk memotong atau membelah papan. m. Bubut

Bubut adalah alat yang berfungsi untuk membuat komponen yang berbentuk bulat memanjang.

(19)

commit to user

n. Radial Drim Saw

Radial drim saw adalah alat yang berfungsi untuk memotong., dimana potongan tersebut nantinya digunakan untuk membuat sambungan.

o. Jig Saw

Jig saw adalah alat yang berfungsi untuk membuat lubang dari komponen yang diukir atau komponen kecil-kecil.

p. Alat Pembantu

Alat pembantu adalah alat yang berfungsi dalam menunjang kelancaran proses produksi. Diantaranya yaitu :

1) Meteran 2) Pensil 3) Palu 4) Pasak 5) Tatah 6) Gergaji 7) Kunci-kunci 8) Pelamis 9) Grenda 10) Spray 10. Tujuan Pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses sosial dimana seorang individu maupun kelompok bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan maupun inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan seorang individu atau kelompok lainnya.

(20)

commit to user

Definisi pemasaran tersebut bertumpu pada konsep pokok sebagai berikut : kebutuhan, keinginan dan permintaan, produk, nilai (value) dan kepuasan, pertukaran atau transaksi, pasar, serta pemasaran dan pemasar.

Jadi, pemasaran adalah sebuah proses untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan dari konsumen. Tujuan pemasaran setiap perusahaan adalah untuk memasarkan produk yang dihasilkan secara internasional. Dari pemasar tersebut, perusahaan mampu melakukan pemasaran global, sehingga perusahaan tidak hanya tergantung pada pasar domestik.

Dalam hal ini, CV. Manggala lebih memfokuskan pada pemasaran produknya dengan mencari pangsa pasar baru di pasaran internasional. Dari pemasaran tersebut, produk yang dihasilkan CV. Manggala harus mampu memnuhi selera konsumen dan memberikan pelayanan yang memuaskan.

Daerah pemasaran yang ditinjau oleh CV. Manggala sebagian besar adalah pasar Auatralia, seperti : Belanda dan Perancis. Dimana volume ekspor yang lain dalam skala kecil adalah Amerika, Turkey, Spanyol, Perancis, Singapore, Jerman, Italy, Carebian, Belanda, dan Polandia.

11. Volume Penjualan

Volume penjualan CV. Manggala selama tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 mengalami penurunan yaitu dari 10.022 jumlah barang yang di ekspor (tahun 2011) turun menjadi 7.567 (tahun 2012) dan mengalami penurunan lagi menjadi 7.408 (tahun 2013). Hal tersebut terjadi karena perusahaan pada tahun-tahun terakhir kurang memperhatikan pentingnya strategi pemasaran daripada tahun-tahun sebelumnya, sehingga perusahaan

(21)

commit to user

hanya mengandalkan buyer atau langganan lama dalam menjalankan kegiatan ekspornya.

Keberhasilan penjualan ditentukan oleh strategi pemasaran. Besar kecilnya penjualan merupakan indikasi dan keberhasilan perusahaan dalam menetapkan strategi pemasaran.

Volume penjualan CV. Manggala dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.3

Volume Penjualan CV. Manggala Tahun 2011 2013

No. Nama Produk 2011 2012 2013

1 Side Table 402 520 167 2 Chair 138 104 127 3 Dresser 1.321 872 858 4 Bed Strait 217 427 679 5 Coffee Table 1.177 1.037 840 6 Dining Table 2.049 1.704 1.367 7 TV Dresser 417 240 381 8 Cabinet 294 183 293 9 Desk/Computer Desk 64 76 173 10 Book Case 598 296 344 11 Mirror 347 213 131 12 Table Extention 1.521 862 974 13 Wall Decoration 195 163 250 14 TV Audio 1.192 604 616 15 Buffet 90 261 213 Jumlah 10.022 7.562 7.408

(22)

commit to user

B. Pembahasan

1. Manfaat yang diperoleh CV. Manggala Dalam Menerapkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)

Dalam menerapkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) ada beberapa manfaat yang akan diperoleh oleh CV. Manggala. Adapun beberapa manfaat yang akan diperoleh yaitu sebagai berikut :

a. SVLK menjadi jaminan kepercayaan pelanggan, karena dengan adanya SVLK berarti perusahaan telah mendapatkan sertifikasi bahwa kayu yang digunakan dalam pembuatan produk menggunakan kayu legal. Dengan dikeluarkannya V-Legal (dokumen SVLK) dari Pemerintah membuat pembeli atau buyer semakin yakin karena mendapat jaminan pengawasan independent sehingga memperkuat kepercayaan dari pelanggan akan produk yang diperjual belikan. Dokumen V-Legal akan diterbitkan apabila perusahaan sudah memiliki SVLK. Saat itu perusahaan akan melakukan ekspor, lalu perusahaan mengirimkan dokumen ekspor ke Sucofindo, setelah itu dokumen ekspor akan di cek dan dilihat stock kayu yang dimiliki apakah sesuai atau tidak, jika sudah cocok maka Sucofindo menerbitkan dokumen V-Legal.

b. Dengan SVLK, perusahaan dapat memperluas pangsa pasarnya. Tidak hanya dikawasan Eropa namun bisa kemana saja produk tersebut akan dipasarkan, karena dengan SVLK produk tersebut sudah diakui serta produk dapat diterima oleh masyarakat internasional. Selain itu, negara yang mengimpor kayu dengan mengisyaratkan SVLK dapat menerima kayu tersebut untuk dapat masuk ke negaranya.

(23)

commit to user

c. Kayu yang memiliki SVLK memiliki harga yang lebih tinggi dibanding dengan kayu yang tidak memiliki SVLK karena pelanggan menghargai perusahaan untuk mengusahakan kayu yang digunakan tersebut di sertifikasi dan menerbitkan sertifikat tersebut, sehingga pelanggan atau buyer percaya bahwa kayu yang digunakan adalah kayu resmi. Dasar dari adanya jaminan kayu yang digunakan adalah legal dapat membuat harga kayu menjadi lebih tinggi, karena dengan adanya sertifikasi perusahaan tidak menggunakan kualitas kayu yang biasa.

d. Memperbaiki sistem manajemen perusahaan menjadi lebih baik. Dengan dimilikinya SVLK, setiap satu tahun sekali diadakan penilikan dari surveillance untuk mengetahui dan memantau ada tidaknya perubahan dokumen yang dilakukan perusahaan serta mengecek bahan baku yang dimiliki oleh perusahaan apakah dapat melakukan produksi atau tidak dengan bahan baku yang ada saat itu dan rendemen atas bahan baku tersebut.

e. Kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan semakin meningkat. Dengan adanya proses SVLK yang dilakukan oleh perusahaan mau tidak mau menuntut karyawan untuk mengetahui lebih detail mengenai tata usaha kayu serta tata niaga kayu untuk memanajemen bagaimana mengefektifkan penggunaan kayu dalam produksi.

f. Kesehatan dan keselamatan karyawan dalam bekerja semakin diperhatikan karena dalam SVLK juga mensyaratkan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus diperhatikan. Pekerjaan juga semakin

(24)

commit to user

terarah dan terkontrol sesuai dengan bagian dan tanggung jawab masing-masing karyawan.

g. Semakin mempermudah CV. Manggala dalam melakukan transaksi serta mengekspor produknya ke kawasan Eropa. Dengan memiliki SVLK maka produknya dapat keluar dari pelabuhan dan dapat dengan cepat di ekspor ke negara tujuan. Jika CV. Manggala tidak memiliki SVLK maka produknya tidak dapat diekspor, salah satunya ke Eropa. Selain itu, Eropa juga dapat mempromosikan produk dari CV. Manggala kepada pembeli yang ada di negaranya bahwa produk dari CV. Manggala sudah memiliki sertifikat SVLK dan diakui secara internasional.

h. Dokumen perusahaan lebih tertata rapi karena adanya rekapan data mulai dari pembelian bahan baku hingga stock bahan baku serta dengan adanya penilikan setiap tahunnya membuat perusahaan memantau secara berkala. Mulai dari stock bahan baku hingga penjualan produk yang terus di perbaharui secara berkala guna proses penilikan setahun sekali.

2. Kendala yang dihadapi CV. Manggala dalam menerapkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)

CV. Manggala merupakan salah satu perusahaan furniture yang ada di Klaten yang sudah memiliki SVLK sejak Januari tahun 2014. Dalam perkembangan usaha dan perjalanannya menerapkan sistem SVLK tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi oleh CV. Manggala. Adapun kendalanya yaitu, sebagai berikut :

a) Terlambatnya setiap divisi atau bagian di CV. Manggala membuat laporan mutasi dan masukan kayu setiap bulannya. CV. Manggala harus disiplin

(25)

commit to user

membuat laporan setiap bulan berupa laporan mutasi kayu bulat (LMKB) lalu diserahkan dan dilaporkan kepada Lembaga Penerbit SVLK Sucofindo sehingga dapat diketahui manajemen tata usaha kayu yang dilakukan oleh CV. Manggala. Setiap bagian yang ada dalam perusahaan, mulai dari divisi gelondong hingga pembahanan harus mencatat setiap proses pemotongan kayu mulai dari gelondong sampai proses laminasi. Dari gelondong akan dipotong menjadi beberapa papan , lalu papan tersebut dikumpulkan dalam satu palet dan diberi nomor. Catatan laporan tersebut ketika dilaporkan harus sama dan saling terkait karena berguna untuk mengetahui atau mengecek produk yang dibuat diambil dari gelondong yang mana dan diambil dari palet nomor berapa. Dari laporan yang dibuat setiap bulannya itulah pihak surveillance atau Sucofindo mengecek penggunaan kayu atau manajemen tata usaha kayu yang dilakukan oleh CV. Manggala. Selain itu, kurangnya pembekalan terhadap karyawan mengenai administrasi pencatatan kayu dan tata niaga kayu secara detail. Dengan demikian bila kompetensi yang dimiliki oleh karyawan kurang memadai dan karyawan kurang memahami kedua hal tersebut, CV. Manggala akan mengalami hambatan dalam pencatatan laporan yang dilakukan setiap bulannya.

b) Kurangnya sumber daya manusia yang menangani dan kompetensi yang dimiliki mengenai pencatatan tata manajemen kayu dan pembuatan laporan mutasi kayu setiap bulannya. CV. Manggala harus setiap bulannya membuat laporan mutasi kayu dan catatan stock kayu yang nantinya dilaporkan ke Sucofindo, sedangkan pada saat ini hanya ada satu orang

(26)

commit to user

yang mengerjakan laporan tersebut dan masih mengerjakan pekerjaan yang lain. Kondisi seperti ini akan menghambat kedisiplinan CV. Manggala dalam membuat laporan pencatatan mutasi kayu karena kurangnya sumber daya yang mengerjakannya.

c) Kurangnya kedisiplinan dan kesadaran penggunaan fasilitas Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) oleh karyawan yang telah disediakan oleh CV. Manggala. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu syarat yang harus diperhatikan dari penerapan SVLK. Namun, karyawan tidak memanfaatkan fasilitas tersebut dengan maksimal karena alasan

menyediakan, namun dari pribadi karyawan itu sendiri yang enggan untuk memakainya. Ini yang menjadi kendala bagi CV. Manggala menerapkan sistem SVLK sesuai standar karena masih banyak ditemukan pegawai yang tidak menggunakan masker, sarung tangan, pelindung mata dan sepatu boot yang sesuai standar K3. Ketika pihak surveillance mengadakan kunjungan mendadak dan melihat bahwa karyawan CV. Manggala tidak menggunakan alat pelindung diri, maka CV. Manggala akan ditegur dan dinilai bahwa CV. Manggala tidak mematuhi aturan yang ada di dalam SVLK yang berkaitan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan tidak memperhatikan keselamatan serta kesehatan karyawan yang bekerja di CV. Manggala.

Gambar

Gambar 3.1 Struktur Organisasi  Sumber : Kantor Utama CV. Manggala, 2014

Referensi

Dokumen terkait

e.Dokumen LMKB/LMKBK/LMHHOK Organisasi telah memiliki Laporan Mutasi Kayu Bulat and Laporan Mutasi Hasil Hutan Olahan Kayu sebagai balance proses produksi dan

Tahapan penting pada metode shortcut untuk menentukan jumlah stage teoritis yang digunakan pada reflux ratio operasi (R) adalah dengan menggunakan grafik dari Gilliand

Setelah judul dan permasalahan disetujui oleh Dosen Pembimbing maka mahasiswa dapat langsung membuat dan menyelesaikan laporan Proyek Akhir berupa BAB I - BAB III sesuai

Nilai-nilai yang terkandung dalam adat ini searah dengan nilai-nilai dalam ajaran islam, yaitu meminta persetujuan pihak wanita untuk dijadikan calon istri juga

Dengan algoritma short FFT pada tempat/waktu yang sama, maka perbedaan frekuensi antara signal terkirim dan signal yang dipantulkan dapat dihitung untuk menentukan delay waktu

Pertama, optimalisasi pengembangan diri untuk mendongkrak prestasi (vokasional) sekolah dapat dilakukan dengan memosisikan kegiatan ekstrakurikuler setara

Komisi mengadakan pertemuan setiap 2 (dua) tahun atau pada waktu yang disepakati bersama oleh Para Pihak, secara bergantian di Republik Indonesia dan

Dewan Penasehat FKUB adalah Dewan yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah dalam rangka membantu Kepala Daerah membangun, memelihara dan memberdayakan kerukunan umat