Bab V
Metode Peramalan Produksi Usulan Dan Studi Kasus
V.1. Metode Peramalan Produksi Usulan
Metode peramalan yang diusulkan didasarkan pada asumsi bahwa analisis
dilakukan pada kondisi laju alir konstan (constant rate) dan air sudah mulai
terproduksi dari sumur. Metode ini dimulai dari konsep penurunan produksi
minyak setelah breakthrough dimana dalam hal ini penurunan produksi
disebabkan adanya kenaikan produksi air. Gambar V.1 menunjukkan ilustrasi
proses injeksi air, dimana setiap fenomena yang terjadi direservoir akan otomatis
terrepresentasikan dalam pola kelakuan produksi minya dan air.
Data Produksi 0 5000 10000 15000 20000 25000 30000
15-Jun-9428-Oct-9511-Mar-9724-Jul-986-Dec-9919-Apr-011-Sep-0214-Jan-0428-May-05
Laju A lir Mi n yak d an A ir , b b l/d 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 L aj u A lir G as, m scf d Minyak Air Gas air minyak
Gambar V.1 Skema pergerakan air dari sumur injeksi ke sumur produksi
Bila ditinjau dari penurunan persamaan hubungan produksi kumulatif minyak,
laju alir dan decline rate maka dapat diuraikan dalam Tabel V.1 berikut :
Tabel V.1 Parameter dan arti fisik proses penurunan produksi minyak di sumur
dq(t)/dt2 dq(t)/dt q(t) Persamaan Slope (Wp/Np) vs t ∆Laju rate/waktu
Percepatan perubahan rate
Slope kurva rate Atau (Wp/Np) Rate/waktu
Laju Perubahan rate (efek kenaikan air ~dSw/dt)
Kurva rate Volume/waktu
Laju Alir (rate)
Luas dibawah kurva Volume Produksi Kumulatif Arti grafis Definisi Parameter dq(t)/dt2 dq(t)/dt q(t) Persamaan Slope (Wp/Np) vs t ∆Laju rate/waktu
Percepatan perubahan rate
Slope kurva rate Atau (Wp/Np) Rate/waktu
Laju Perubahan rate (efek kenaikan air ~dSw/dt)
Kurva rate Volume/waktu
Laju Alir (rate)
Luas dibawah kurva Volume Produksi Kumulatif Arti grafis Definisi Parameter ( ) q t .dt
∫
Atau apabila kita tinjau secara grafis maka decline rate adalah slope penurunan
pada plot laju alir minyak (qo) terhadap waktu (t). Penentuan besarnya slope ini
dapat dilakukan dengan langkah sederhana yaitu membagi luasan diatas kurva
dengan luasan dibawah kurva atau dalam hal ini dapat dinyatakan bahwa slope
adalah hasil pembagian antara Wp dibagi Np. Slope ini sebanding dengan
kecepatan (laju) masuknya air oleh variabel-variabel karakteristik reservoir (baik
itu batuan maupun fluida) serta operasi produksi (laju alir dan laju injeksi). Secara
skematik ilustrasi uraian diatas dapat dilihat dalam Gambar V.2
Faktor-faktor yang berpengaruh pada penurunan produksi minyak akibat kenaikan
produksi air dari suatu sumur sangat ditentukan oleh variabel-variabel berikut :
Laju alir produksi total (liquid)
Laju injeksi air
Perbandingan permeabilitas relatif minyak dan air (Mobility Ratio)
Perbandingan permeabilitas horizontal dan vertikal
Perbandingan densitas minyak dan air
Menurut studi yang dilakukan Yortsos faktor yang paling dominan yang
mengontrol produksi minyak dan air adalah parameter permeabilitas relatif dan
operasi produksi.
Dalam kasus laju produksi konstan, produksi kumulatif liquid akan linear
terhadap waktu, sehingga kita dapat memanfaatkan kelinearan ini untuk
menghubungkan Wp/Np terhadap produksi kumulatif liquid yang akan menjadi
linear juga. Dari hubungan ini nantinya dapat dilakukan peramalan produksi
dengan memanfaatkan kelinearan tiap variabel diatas.
Wp Np qtot waktu qw qo waktu Wp Np qtot waktu Wp Np qtot waktu qw qo waktu qw qo waktu
Gambar V.2 Grafik hubungan laju alir minyak-air dan perbandingan kumulatif
produksinya
Waktu Kumulatif Liquid (Wp+Np) Wp /N p Wp /N pData Sejarah Produksi Peramalan Data Sejarah Produksi Peramalan
Plot (Wp/Np) vs Waktu Plot (Wp/Np) vs Prod. Kumulatif Liquid
Waktu
qo
Data Sejarah Produksi Peramalan
Produksi vs Waktu
qw
Hitung Laju Alir Prediksi menggunakan hubungan : (Wp/Np)=Y dan (Wp+Np)=X
Sehingga
Np = X/(1+Y) dan Wp=(X.Y)/(Y+1)
Laju alir akan sama dengan pertambahan Np atau Wp untuk satuan waktu tertentu
Y X
1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
Waktu Kumulatif Liquid (Wp+Np) Wp /N p Wp /N pData Sejarah Produksi Peramalan Data Sejarah Produksi Peramalan
Plot (Wp/Np) vs Waktu Plot (Wp/Np) vs Prod. Kumulatif Liquid
Waktu
qo
Data Sejarah Produksi Peramalan
Produksi vs Waktu
qw
Hitung Laju Alir Prediksi menggunakan hubungan : (Wp/Np)=Y dan (Wp+Np)=X
Sehingga
Np = X/(1+Y) dan Wp=(X.Y)/(Y+1)
Laju alir akan sama dengan pertambahan Np atau Wp untuk satuan waktu tertentu
Y X
1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
Gambar V.3 Prosedur perhitungan peramalan produksi menggunakan metode
usulan
Prosedur peramalan produksi menggunakan metode usulan ini dapat dilakukan
sebagai berikut :
1. Plot data sejarah produksi minyak dan air terhadap waktu
2. Hitung produksi kumulatif minyak dan air, hitung juga perbandingan
kumulatif air (Wp) terhadap kumulatif minyak (Np) atau (Wp/Np)
kemudian plot dalam skala cartesian terhadap waktu
3. Tentukan besarnya kemiringan plot No. 2 terutama pada bagian akhir data
produksi dan lakukan ekstrapolasi untuk keperluan peramalan produksi
nantinya
4. Hitung kumulatif produksi liquid (minyak+air) atau (Wp+Np) dan
kemudian buatlah plot (Wp/Np) terhadap kumulatif liquid (Wp+Np)
5. Tentukan besarnya slope pada plot No. 4 dan lakukan ekstrapolasi untuk
keperluan peramalan produksi nantinya
6. Peramalan produksi dapat dilakukan dimulai dengan menentukan waktu
dimana laju produksi akan dihitung
7. Baca untuk waktu yang sudah dipilih besarnya (Wp/Np) dari ekstrapolasi
plot No. 2 dan besarnya (Wp+Np) dari ekstrapolasi plot No. 4
8. Hitung Laju Alir Prediksi menggunakan hubungan : (Wp/Np)=Y dan
(Wp+Np)=X sehingga Np = X/(1+Y) dan Wp=(X.Y)/(Y+1)
9. Laju alir akan sama dengan pertambahan Np atau Wp dibagi satuan waktu
tertentu
10. Plot laju alir hasil peramalan bersama data sejarah produksi
Diagram alur perhitungan dapat dilihat dalam Gambar V.3
V.2 Studi Kasus
Untuk evaluasi lebih lanjut mengenai metode usulan ini dilakukan aplikasi
menggunakan data sejarah produksi sumuran dari Lapangan X yang sudah
dilakukan injeksi air selama ini. Dengan menggunakan konsep, persamaan dan
prosedur diatas, maka berikut ini disajikan contoh aplikasi metode peramalan
produksi usulan untuk beberapa sumur di Lapangan X dan Y.
Sumur X-5
Aplikasi peramalan produksi menggunakan metode usulan pada sumur X-5
menunjukkan hasil yang cukup bagus, dimana Gambar V.4 sampai V.6
menunjukkan bahwa hubungan yang diusulkan konsisten dengan hasil studi yang
sudah diperoleh. Gambar V.7 menunjukkan hasil peramalan produksi dengan
menggunakan metode usulan, sedangkan hasil perbandingan metode usulan
dengan metode-metode lain ditunjukkan pada Gambar V.8. Pada Gambar V.9
ditunjukkan hubungan slope (Wp/Np) fungsi waktu terhadap laju alir liquid yang
berbeda yang dapat dimanfaatkan untuk peramalan jika terjadi operasi produksi
yang berubah.
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000Jun-94 Oct-95 Mar-97 Jul-98 Dec-99 Apr-01 Sep-02 Jan-04 May-05
La ju A lir Liquid, bbl/d 0 5000000 10000000 15000000 20000000 25000000 30000000 K u m . L iq,, bb l
Laju Alir Liquid Kum. Liq.
Gambar V.4 Plot laju alir liquid dan kumulatif liquid sebagai fungsi waktu
sumur X-5
Plot (Wp/Np) vs. Waktu y = 0.0029x - 99.506 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00
Jun-94 Oct-95 Mar-97 Jul-98 Dec-99 Apr-01 Sep-02 Jan-04 May-05
Waktu
(Wp
/N
p
)
Gambar V.5 Plot (Wp/Np) sebagai fungsi waktu sumur X-5
(Np+Wp) vs (Wp/Np) y = 3E-07x + 3.4249 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 (W p /Np )
0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500
Jun-94 Oct-95 Mar-97 Jul-98 Dec-99 Apr-01 Sep-02 Jan-04 May-05 Oct-06 Feb-08
L aju A lir M in ya k, b b l/ d 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 L aju A li r A ir , b b l/d
Laju Alir Minyak Laju Alir Air
Gambar V.7 Plot sejarah produksi dan hasil peramalan pada sumur X-5
Plot (1/X) vs. Np 0.00 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25 0.30 0.35 0.40 0.45 0 500000 1000000 1500000 2000000 2500000 3000000 3500000 4000000 4500000 Np (1 /X ) Plot (1/WOR) vs. Np 0.00 0.01 0.10 1.00 0 500000 1000000 1500000 2000000 2500000 3000000 3500000 4000000 4500000 5000000 Np 1/ W O R
Decline Curve Analysis
0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500
Jan-90 Jun-95 Dec-00 Jun-06 Nov-11 May-17 Nov-22
Waktu L aju A li r M in yak, b b l/ d 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500
Jun-89 Nov-94 May-00 Nov-05 Apr-11 Oct-16 Apr-22
L aju A lir M in yak , b b l/d 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 L aju Alir Air , b b l/d
Laju Alir Minyak Laju Alir Air
Np = 4,60 mmstb Np = 2,56 mmstb
Np = 4,00 mmstb
Np = 1,90 mmstb
Sumur
Sumur
X
X
-
-
05
05
Gambar V.8 Hasil perbandingan peramalan produksi dengan menggunakan
beberapa metode dengan metode usulan pada sumur X-5
Plot Perubahan Slope (Wp/Np) sebagai fungsi dari Laju Alir y = 2E-07x + 0.0009 R2 = 0.2093 0.000 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000
Laju Alir Liquid
S lo p e ( W p /N p ) vs t
Gambar V.9 Plot hubungan perubahan slope (Wp/Np) fungsi waktu terhadap
laju alir liquid pada sumur X-5
Sumur Y-4
Aplikasi peramalan produksi menggunakan metode usulan pada sumur Y-4
ditunjukkan pada Gambar V.10 sampai V.15. Gambar V.13 menunjukkan hasil
peramalan produksi dengan menggunakan metode usulan, sedangkan hasil
perbandingan metode usulan dengan metode-metode lain ditunjukkan pada
Gambar V.14. Hubungan slope (Wp/Np) fungsi waktu terhadap laju alir liquid
yang berbeda ditunjukkan Gambar V.15 yang menunjukkan kelinearan juga yang
dapat dimanfaatkan untuk peramalan jika terjadi operasi produksi yang berubah.
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 20000
Aug-87 May-90 Jan-93 Oct-95 Jul-98 Apr-01 Jan-04
La ju A lir Li qui d , bbl /d 0 10000000 20000000 30000000 40000000 50000000 60000000 70000000 K u m . L iq ,, b b l
Laju Alir Liquid Kum. Liq.
Gambar V.10 Plot laju alir liquid dan kumulatif liquid sebagai fungsi waktu
sumur Y-4
Plot (Wp/Np) vs. Waktu 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00 9.00Aug-87 May-90 Jan-93 Oct-95 Jul-98 Apr-01 Jan-04
Waktu (W p /N p )
(Np+Wp) vs (Wp/Np) 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00 9.00 0 10000000 20000000 30000000 40000000 50000000 60000000 70000000 (Wp+Np) (W p /N p )
Gambar V.12 Plot (Wp/Np) sebagai fungsi (Wp+Np) pada sumur Y-4
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000
Jun-89 Nov-94 May-00 Nov-05 Apr-11 Oct-16 Apr-22
L aj u A li r M in yak, b b l/ d 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 L aju Al ir Air , b b l/d
Laju Alir Minyak Laju Alir Air
Plot (1/X) vs. Np 0.00 0.10 0.20 0.30 0.40 0.50 0.60 0 1000000 2000000 3000000 4000000 5000000 6000000 7000000 8000000 9000000 10000000 Np (1 /X ) Plot (1/WOR) vs. Np 0.00 0.01 0.10 1.00 10.00 0 2000000 4000000 6000000 8000000 10000000 12000000 Np 1/ W O R
Decline Curve Analysis
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000
Jan-90 Jun-95 Dec-00 Jun-06 Nov-11 May-17 Nov-22
Waktu L aj u A li r M in yak, b b l/ d 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000
Jun-89 Nov-94 May-00 Nov-05 Apr-11 Oct-16 Apr-22
La ju A li r M iny ak , bbl /d 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 L aju A lir A ir , b b l/ d
Laju Alir Minyak Laju Alir Air
Sumur
Sumur
Y
Y
-
-
04
04
Np = 8,60 mmstb Np = 7,05 mmstb Np = 11,20 mmstb Np = 6,33 mmstbGambar V.14 Hasil perbandingan peramalan produksi dengan menggunakan
beberapa metode dengan metode usulan pada sumur Y-4
Plot Perubahan Slope (Wp/Np) sebagai fungsi dari Laju Alir
0.000 0.001 0.001 0.002 0.002 0.003 0.003 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 20000
Laju Alir Liquid
S lo p e (W p/ N p ) v s t