Data dan informasi yang dikumpulkan meliputi tiga bagian, yaitu: 3.3.1 Data Primer
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah secara langsung dari sumbernya oleh pengguna data. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh pengguna data, dan data itu telah diolah dan dipublikasikan pihak lain (Kusmayadi 2004).
3.3 Jenis Data yang Dikumpulkan
Alat yang digunakan adalah peta kawasan, kamera, buku panduan lapang, tallysheet, panduan wawancara, kuisioner, dan alat tulis menulis. Obyek penelitian yaitu satwa, pengunjung, dan pengelola TWA Punti Kayu.
3.2 Alat dan Obyek Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu bulan Juli-Agustus 2009.
3.1 Lokasi dan Waktu
3. Pengelola, meliputi data mengenai persepsi pengelola terhadap aspek-aspek pengelolaan yang dilakukan oleh pengelola Taman Satwa Punti Kayu dan perilaku pengelola terhadap satwa di Taman Satwa Punti Kayu (Tabel 5).
2. Pengunjung, meliputi data mengenai motivasi, persepsi, perilaku, dan harapan serta saran pengunjung mengenai pengelolaan TWA Punti Kayu (Tabel 4).
1. Satwa, meliputi data satwa yang dikelola di Taman Satwa Punti Kayu dan potensi satwa yang terdapat di TWA Punti Kayu yaitu satwa yang hidup bebas di alam (Tabel 2-Tabel 3).
METODE PENELITIAN BAB III
Tabel 2 Satwa yang diamati di Taman Satwa Punti Kayu (kandang)
No Jenis Data Metode
Pengumpulan Data Informasi yang Dikumpulkan
1. Jenis satwa Pengamatan lapang Semua jenis yang terdapat di taman satwa (nama lokal, nama latin, kelas, dan famili)
2. Pengelolaan
pakan Wawancara dan pengamatan lapang a. Frekuensi pemberian makanan b. Waktu pemberian makanan
c. Jenis makanan yang diberikan kepada satwa (buah/sayur/daging)
d. Kondisi makanan
e. Frekuensi pemberian air minum f. Waktu pemberian air minum g. Kondisi air minum
3. Pengelolaan
kandang Wawancara dan pengamatan lapang a. Ketersediaan tempat berlindung/beristirahat b. Bentuk tempat berlindung/beristirahat c. Bentuk kandang
d. Luas kandang e. Jenis lantai kandang f. Jumlah satwa /kandang
g. Fasilitas pendukung (sarang/tempat berkubang) h. Kondisi lingkungan kandang dan sekitarnya 4. Pengelolaan
kesehatan Wawancara dan pengamatan lapang a. Frekuensi pemeriksaan kesehatan b. Tindakan prefentif (sanitasi/vaksinasi) c. Jenis obat
Pengisian kriteria capaian implementasi kesejahteraan satwa dilakukan dengan sistem pengisian tabel evaluasi kesejahteraan satwa yang diterbitkan oleh PKBSI (Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia) diacu dalam Islahuddin (2009) yang disesuaikan dengan keperluan penelitian. Pendekatan penilaian berdasarkan ketersediaan fasilitas dan sistem manajemen pengelolaan satwa (Lampiran 1).
Tabel 3 Satwa yang diamati di TWA Punti Kayu (liar di alam)
No Jenis Data Metode
Pengumpulan Data Informasi yang Dikumpulkan 1. Jenis satwa Studi pustaka dan
pengamatan lapang
Semua jenis yang terdapat di TWA Punti Kayu (nama lokal, nama latin, kelas, dan famili)
2. Potensi
satwa Studi pustaka dan pengamatan lapang Mencatat titik-titik penyebaran satwa yang terdapat di TWA Punti Kayu
Tabel 4 Pengunjung yang diamati dalam penelitian
No Jenis Data Metode
Pengumpulan Data Informasi yang Dikumpulkan 1. Karakteristik
pengunjung Kuisioner dan wawancara a. Nama b. Umur c. Jenis kelamin d. Daerah asal e. Pendidikan terakhir f. Pekerjaan
2. Motivasi
pengunjung Kuisioner dan wawancara a. Tujuan datang ke TWA Punti Kayu b. Intensitas mengunjungi TWA Punti Kayu
No Jenis Data Metode
Pengumpulan Data Informasi yang Dikumpulkan c. Alasan berkunjung kembali ke TWA
Punti Kayu
d. Kawasan yang disukai di TWA Punti Kayu
e. Obyek satwa yang disukai di Taman Satwa Punti Kayu
3. Persepsi pengunjung
Kuisioner dan wawancara
a. Sarana dan prasarana di TWA Punti Kayu
b. Pelayanan dari pengelola TWA Punti Kayu
c. Harga tiket masuk TWA Punti Kayu dan Taman Satwa Punti Kayu d. Kepuasan terhadap keberadaan satwa
(jumlah dan keanekaragaman) di Taman Satwa Punti Kayu
e. Kondisi kesejahteraan satwa yang terdapat di Taman Satwa Punti Kayu 4. Perilaku
pengunjung Kuisioner, wawancara, dan pengamatan lapang
Perlakuan pengunjung terhadap satwa di Taman Satwa Punti Kayu
5. Harapan dan saran
pengunjung Kuisioner dan wawancara Harapan dan saran pengunjung terhadap pengelolaan TWA Punti Kayu
Tabel 5 Pengelola Taman Satwa dan TWA Punti Kayu yang diamati
No Jenis Data Metode
Pengumpulan Data Informasi yang Dikumpulkan
1. Persepsi pengelola Wawancara Persepsi pengelola terhadap aspek-aspek
pengelolaan yang dilakukan oleh pengelola TWA Punti Kayu
2. Perilaku pengelola Wawancara dan
pengamatan lapang Perlakuan pengelola terhadap satwa di Taman Satwa Punti Kayu
3.3.2 Data Sekunder
Data sekunder yang dikumpulkan yaitu data mengenai satwa yang terdapat di alam hasil inventarisasi BKSDA Sumatera Selatan, sarana prasarana wisata, kebijakan-kebijakan pengelola, sejarah pengelolaan satwa di Taman Satwa Punti Kayu, dan data pengunjung TWA Punti Kayu serta data dan informasi lain yang menunjang penelitian.
3.4 Metode Pengumpulan Data 1) Studi Pustaka
Studi pustaka bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai satwa yang terdapat di TWA Punti Kayu dari berbagai sumber seperti dokumen pengelola, buku, laporan, dan lain-lain. Data yang diperoleh dari studi pustaka diverifikasi di
lapangan. Selain data satwa, juga dikumpulkan data pengunjung tahun-tahun sebelumnya dari dokumen pengelola TWA Punti Kayu.
2) Wawancara
Kegiatan wawancara dilakukan secara langsung melalui wawancara dan penyebaran kuisioner terhadap pengunjung. Wawancara yang dilakukan meliputi:
a. Wawancara dengan pengelola dilakukan pada BKSDA Sumatera Selatan, manajer pelaksana, dan animal keeper mengenai persepsi pengelola terhadap aspek-aspek pengelolaan kesejahteraan satwa termasuk sumberdaya manusia, pengetahuan, dan kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan dalam pengelolaan kesejahteraan satwa di Taman Satwa Punti Kayu.
b. Wawancara dengan pengunjung. Wawancara dengan pengunjung dilakukan dengan cara wawancara terstruktur (Lampiran 3) dan penyebaran kuisioner di taman satwa (Lampiran 4). Jenis kuisioner kombinasi yaitu tertutup dengan skala Likert tetapi juga bertanya alasan dari jawaban pengunjung tersebut. Pengambilan data dan informasi pengunjung dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu disesuaikan dengan tujuan penelitian, kemampuan biaya dan waktu peneliti (Kusmayadi 2004). Dalam pengambilan sampel responden, pengunjung dikelompokkan berdasarkan strata umur, yaitu: anak-anak (9-14 tahun), remaja (15-24 tahun), dewasa (25-50 tahun) dan tua (> 50 tahun). Jumlah responden pengunjung yang diambil adalah berdasarkan jumlah yang dikehendaki atas kemampuan peneliti, yaitu 100 orang responden (Nasution 2007). Proporsi untuk setiap kelompok umur secara rinci disajikan pada Tabel 6.
Tabel 6 Kategori responden, strata umur, persentase sampel dan jumlah sampel pengunjung untuk penelitian
No
Kategori
Responden Strata Umur
Persentase Sampel (%) Jumlah Sampel Pengunjung (orang) 1. Anak-anak 9-14 tahun 35 35 2. Remaja 15-24 tahun 20 20 3. Dewasa 25-50 tahun 35 35 4. Tua > 50 tahun 10 10
3) Pengamatan Lapang
Pengamatan lapang dilaksanakan dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap obyek kajian di lapang atau di lokasi penelitian. Pengamatan yang dilakukan adalah:
a. Pengamatan terhadap pengelolaan satwa di Taman Satwa Punti Kayu Pengamatan dilakukan dengan mengikuti secara langsung pengelolaan satwa yang terdapat di kandang Taman Satwa di Punti Kayu mulai dari pemberian pakan, pembersihan kandang, pemberian obat, dan kegiatan lain yang bersinggungan langsung dengan kesejahteraan satwa tersebut. Kegiatan tersebut dicatat dan didokumentasikan.
b. Pengamatan satwa di alam
Pengamatan satwa di alam TWA Punti Kayu yaitu pengamatan satwa baik itu mamalia, burung, dan herpetofauna yang tersebar di TWA Punti Kayu. Pengamatan dilaksanakan pagi dan sore hari. Pagi dimulai pukul 09.00 (gerbang TWA dibuka) dan sore sekitar pukul 16.00 masing-masing selama kurang lebih satu jam. Pengamatan dilaksanakan setiap hari selama penelitian. Jalur pengamatan mengikuti jalur yang sudah ada untuk pengunjung sampai ke daerah belakang danau. Pengamatan dilakukan dengan berjalan pada kecepatan yang konstan.
Selain itu pengamatan dilakukan terkonsentrasi pada suatu titik yang diduga sebagai tempat dengan peluang perjumpaan satwa tinggi. Misalnya tempat tersedianya pakan, air untuk minum dan sebagainya. Pengamatan dapat dilakukan pada tempat yang tersembunyi sehingga tidak mengganggu aktivitas satwa. Pengamatan dilaksanakan di danau pada pagi dan sore hari.
c. Pengamatan aktivitas pengunjung
Pengamatan aktivitas yang dilakukan pengunjung selama berada di TWA Punti Kayu dan pengaruhnya terhadap perilaku satwa.
3.5 Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
3.5.1 Analisis Pengelolaan Kesejahteraan Satwa di Taman Satwa Punti Kayu Metode yang digunakan dalam menganalisis pengelolaan kesejahteraan satwa di Taman Satwa Punti yaitu dengan memberikan nilai pada setiap variabel yang ditetapkan. Pada penelitian ini terdapat lima parameter untuk kesejahteraan satwa (prinsip kesejahteraan satwa) yang di dalamnya terdapat berbagai kriteria penilaian kesejahteraan satwa (Lampiran 1). Nilai untuk setiap variabel yaitu Baik= 3, Cukup= 2, dan Buruk= 1. Tabel yang berisi dengan berbagai kriteria penilaian dievaluasi dengan rumus:
Pencapaian implementasi kesejahteraan satwa Jumlah rataan
Prinsip kesejahteraan satwa 5
Hasil perhitungan dengan rumus ini akan didapatkan nilai untuk kesejahteraan satwa di Taman Satwa Punti Kayu yang dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7 Klasifikasi penilaian kesejahteraan satwa di Taman Satwa Punti Kayu
No Klasifikasi penilaian Skor
1. Baik 2,5-3,0
2. Cukup 1,5-2,5
3. Buruk 1,0-1,5
3.5.2 Analisis Persepsi Pengunjung terhadap Pengelolaan Wisata di Taman Wisata Alam Punti Kayu
Penilaian persepsi pengunjung dilihat dari penilaian pengunjung terhadap sarana dan prasarana di TWA Punti Kayu, pelayanan dari pengelola TWA Punti Kayu, harga tiket masuk TWA Punti Kayu dan Taman Satwa Punti Kayu, kepuasan terhadap keberadaan satwa (jumlah dan keanekaragaman) di Taman Satwa Punti Kayu, dan kondisi kesejahteraan satwa yang terdapat di Taman Satwa Punti Kayu.
Penilaian persepsi pengunjung dilakukan dengan cara menjumlahkan total skoring dari persepsi pengunjung. Skoring adalah pemberian skor untuk memperoleh data kuantitatif yang diperlukan. Pada penelitian ini, digunakan skala Likert yang sudah dimodifikasi menjadi tiga skala untuk menentukan skor (Tabel 8). Skala ini hanya menggunakan item yang pasti baik dan pasti buruk (Nazir
2003). Jadi setiap pertanyaan tersebut diberikan 3 jawaban pilihan yang sesuai dengan inti masalah dalam pertanyaan tersebut. Masing-masing jawaban diberi nilai skor 1 sampai 3.
Tabel 8 Penetapan skor dalam analisis persepsi pengunjung
No Persepsi Skala Skor Definisi Skala
1. Sarana dan prasarana di TWA Punti Kayu
Lengkap Kurang lengkap Tidak lengkap 3 2 1
Apabila di TWA Punti Kayu ini terdapat semua sarana prasarana wisata minimal yang harus ada pada suatu tempat wisata yaitu (1) tempat parkir, (2) pusat informasi, (3) tempat sampah, (4) toilet, (5) kantin, (6) shelter, dan (7) mushala Terdapat 4-6 sarana prasarana
Terdapat < 4 sarana prasarana 2. Pelayanan dari pengelola TWA Punti Kayu Memuaskan Kurang memuaskan Tidak memuaskan 3 2 1
Pelayanan pengelola TWA Punti Kayu berupa (1) kecepatan pelayanan, (2) keakuratan data yang diinformasikan, (3) kesesuaian pelayanan yang diberikan dengan yang dibutuhkan pengunjung Terdapat 2 pelayanan
Terdapat ≤ 1 pelayanan 3. Harga tiket masuk
TWA Punti Kayu dan Taman Satwa Punti Kayu Murah Sedang Mahal 3 2 1 < Rp. 6.000,- Rp. 6.000,- - Rp.12.000,- > Rp. 12.000,- 4. Kepuasan terhadap keberadaan satwa (jumlah dan keanekaragaman) di Taman Satwa Punti Kayu Sudah Belum Tidak 3 2 1
Semua harapan pengunjung terpenuhi Sebagian harapan pengunjung terpenuhi Harapan pengunjung tidak terpenuhi
5. Kondisi kesejahteraan
satwa yang terdapat di Taman Satwa Punti Kayu
Sejahtera Kurang sejahtera Tidak sejahtera 3 2 1
Penampakan satwa secara umum sehat dan bebas dari tanda-tanda yang nyata dari adanya luka atau penyakit (tidak adanya telinga, hidung sobek atau jari/lengan/ekor yang hilang), satwa cenderung menjauhi pengunjung, kandang untuk tempat tinggal cukup luas untuk memungkinkan gerakan normal (seperti terbang, lari atau berenang cepat) Terdapat 2 kriteria
Terdapat ≤ 1 kriteria
Nilai akhir menunjukkan klasifikasi penilaian persepsi pengunjung terhadap pengelolaan wisata di TWA Punti Kayu. Klasifikasi akhir penilaian dikategorikan menjadi baik, cukup dan buruk pada selang angka tertentu (Tabel 9).
Tabel 9 Klasifikasi penilaian persepsi pengunjung terhadap pengelolaan wisata di TWA Punti Kayu
No Klasifikasi penilaian Skor
1. Baik 13,66-15
2. Cukup 8,33-13,66
3. Buruk 5-8,33
3.5.3 Analisis SWOT
Metode yang digunakan untuk membuat perumusan pengembangan wisata berbasis satwa di TWA Punti Kayu adalah analisis SWOT. Data penelitian dianalisis dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman keberadaan TWA Punti Kayu untuk pengembangan wisata di kawasan ini (Tabel 10). Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan alinea yang disajikan secara deskriptif (Rangkuti 2008).
Tabel 10 Matrik SWOT (Rangkuti 2008)
IFAS EFAS STRENGTHS (S) Tentukan faktor-faktor kekuatan internal WEAKNESSES (W) Tentukan faktor-faktor kelemahan internal OPPORTUNITIES (O)
Tentukan faktor-faktor peluang eksternal
STRATEGI SO
Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang
STRATEGI WO
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang TREATHS (T)
Tentukan faktor-faktor ancaman eksternal
STRATEGI ST
Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghadapi ancaman
STRATEGI WT
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman