SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
1. Terdapat perbedaan proses pembelajaran antara di SDIT Ummul Quro dengan di SDN Sukadamai 3 Bogor.
2. Terdap at perbedaan prestasi belajar yang meyakinkan antara siswa di SDIT Ummul Quro dengan siswa SDN Sukadamai 3 Bogor.
3. Umur siswa berhubungan nyata dengan prestasi kognitif, sangat nyata dengan prestasi afektif dan tidak nyata dengan prestasi psikomotor.
4. Jenis kelamin menunjukkan adanya hubungan tidak nyata dengan prestasi kognitif, sangat nyata dengan prestasi pafektif dan nyata pada prestasi psikomotor. Jumlah anak perempuan yang berprestasi tinggi pada semua bidang studi lebih besar dibandingkan dengan jumlah anak laki-laki.
5. Minat siswa menunjukkan adanya hubungan tidak nyata dengan prestasi kognitif, nyata pada prestasi afektif dan tidk nyata pada prestasi psikomotor. 6. Motivasi menunjukkan hubungan tidak nyata dengan prestasi kognitif, afektif
dan psikomotor.
7. Jarak antara rumah dengan sekolah berhubungan tidak nyata dengan prestasi belajar siswa. Artinya berapa pun jarak yang ditempuh siswa ke sekolah tidak menyebabkan tinggi rendahnya prestasi belajar.
8
8.. Tingkat pendidikan ayah memperlihatkan adanya hubungan tidak nyata dengan prestasi kognitif, nyata pada prestasi afektif dan tidak nyata pada prestasi psikomotor. 9 9.. TTininggkkatat ppenenddiiddikikanan ibibu umemennununjjuukkkkaann adadananyya a hhububuunngganan nnyyatataa ddenenggaann ppreressttaassii k koogngnititiiff ddaann aaffeekkttiiff,, sserertta a hhuubbuunnggaann ssananggaatt nnyyatataa ddenengganan ppreressttaassii ppssiikkoomomototorr.. 1 100. . PPekekeerrjjaaaann ayayaahh,, memennuunnjujukkkkanan hhuubbunungganan titiddakak nynyatataa bbaiaikk ppadada a ppreressttaassii k koogngnititiiff,, aaffeekktitiff mmaauuppunun ppsisikkoomomototor.r. 1 111. . SStatattuus s ekekoonnoommii kkeleluuarargga a jujugga a mmenenununjjuukkkkanan adadananyaya huhubbunungagann titiddakak nnyyaattaa d denengganan ppreressttaassii kkooggninittiiff,, aaffeekkttiiff,, mmaauuppunun ppssiikkoomomototor.r.
Saran-Saran
Upaya untuk meningkatkan kualitas hasil belajar dapat ditempuh melalui beberapa cara sebagai berikut :
1. Dalam hal faktor internal siswa, hendaknya para guru dapat mengarahkan minat serta membangun motivasi siswa secara positif mengingat sebenarnya kedua faktor ini sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. 2. Bagi para penyelenggara pendidikan hendaknya diperhatikan masalah pengembangan proses pembelajaran menjadi pembelajaran aktif yang dapat mengoptimalkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor yang dilandasi nilai-nilai dalam ajaran agama sehingga tujuan akhir Pendidikan Nasional dapat tercapai secara utuh dan menyeluruh.
3. Pelatihan-pelatihan penunjang bagi guru secara periodik sangat perlu diselenggarakan guna memberikan motivasi serta wawasan dan kesegaran baru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan pendidikan.
4. Kepada orang tua, dukungan moril sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan hasil belajar siswa.
5. Kepada Sekolah Islam Terpadu, hendaknya dapat lebih mensosialisasikan program penyelenggaraan pendidikan terpadu kepada masyarakat khususnya orang tua siswa, serta memperhatikan aspek mental yang sesuai dengan kebutuhan siswa terutama untuk anak yang berada pada jenjang pendidikan dasar.
Tabel 49 di atas memberi gambaran tentang hubungan antara jenis pekerjaan ayah dengan prestasi afektif. Tampak dalam tabel bahwa ayah yang bergerak di bidang swasta lebih banyak yaitu 47 orang.
Hasil analisis menunjukkan bahwa X2 = 2,14 < Xtabel pada taraf
signifikansi 0,05 artinya terdapat hubungan tidak nyata antara jenis pekerjaan ayah dengan prestasi siswa dalam bidang afektif.
Hasil penelitian tentang hubungan antara pekerjaan ayah dengan prestasi psikomotor disajikan pada tabel 50 berikut ini :
Tabel 50. Hubungan antara Pekerjaan Ayah dengan Prestasi Psikomotor Siswa SDIT Ummul Quro dan SDN Sukadamai 3 Bogor
Kategori Prestasi Siswa Pekerjaan Ayah Rendah Tinggi Pegawa Negeri Sipil 28 14 Swasta 19 28 Jumlah 31 42 X2 = 0,23 Tidak nyata
Tabel 50 di atas memberi gambaran tentang hubungan antara jenis pekerjaan ayah dengan prestasi psikomotor. Tampak dalam tabel bahwa ayah yang bergerak di bidang swasta lebih banyak yaitu 47 orang.
Hasil analisis menunjukkan bahwa X2 = 0,23 < Xtabel pada taraf
signifikansi 0,05 artinya terdapat hubungan tidak nyata antara jenis pekerjaan ayah dengan prestasi siswa dalam bidang psikomotor.
Dari keadaan yang terdapat pada tiga jenis prestasi di atas, dapat diasumsikan bahwa apa pun jenis pekerjaan ayah tidak menunjukkan adanya cukup bukti untuk menyatakan hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar siswa baik kognitif, afektif maupun psikomotor.
Status Ekonomi Keluarga
Status ekonomi keluarga juga merupakan faktor eksternal lain yang diduga memiliki hubungan dengan prestasi belajar. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa semakin baik status ekonomi keluarga, maka semakin baik pula fasilitas yang diberikan orang tua kepada putra-putrinya sehingga kegiatan belajarnya terakomodasi. Dengan demikian diharapkan prestasi belajarnya pun menjadi baik.
Hasil penelitian tentang hubungan antara status ekonomi keluarga dengan prestasi belajar kognitif siswa disajikan pada tabel 51 berikut ini :
Tabel 51. Hubungan antara Status Ekonomi Keluarga dengan Prestasi Kognitif Siswa SDIT Ummul Quro dan SDN Sukadamai 3 Bogor
Kategori Prestasi Siswa Status Ekonomi Rendah Tinggi Rendah 17 10 Tinggi 23 23 Jumlah 40 33 X2 = 0,95 Tidak nyata
Tabel 51 di atas memberi gambaran tentang tinggi rendahnya status ekonomi keluarga. Tampak pada tabel bahwa siswa yang status ekonomi keluarganya tinggi berjumlah 46 siswa, sedangkan yang rendah berjumlah 27 siswa. Siswa yang status ekonominya tinggi dan berprestasi tinggi sebanyak 23 siswa, tetapi keadaan ini tidak dapat dijadikan bukti bahwa semakin tinggi status ekonomi maka semakin tinggi pula prestasinya. Ini hanyalah gambaran sesungguhnya tentang keadaan siswa.
Hasil analisis menunjukkan bahwa X2 = 0,95 < Xtabel pada taraf
signifikansi 0,05., artinya terdapat hubungan tidak nyata antara status ekonomi keluarga dengan prestasi siswa dalam bidang kognitif.
Hasil penelitian tentang hubungan antara status ekonomi keluarga dengan prestasi afektif ditampilkan dalam tabel 52 berikut ini :
Tabel 52. Hubungan antara Status Ekonomi Keluarga dengan Prestasi Afektif Siswa SDIT Ummul Quro dan SDN Sukadamai 3 Bogor
Kategori Prestasi Siswa Status Ekonomi Rendah Tinggi Rendah 16 11 Tinggi 18 28 Jumlah 34 39 X2 = 2,12 Tidak nyata
Hasil analisis menunjukkan bahwa X2 = 2,21 < Xtabel pada taraf
signifikansi 0,05., artinya terdapat hubungan tidak nyata antara status ekonomi keluarga dengan prestasi siswa dalam bidang afektif.
Hasil penelitian tentang hubungan antara status ekonomi keluarga dengan prestasi afektif ditampilkan dalam tabel 52 berikut ini :
Tabel 53. Hubungan antara Status Ekonomi Keluarga dengan Prestasi Psikomotor Siswa SDIT Ummul Quro dan SDN Sukadamai 3 Bogor
Kategori Prestasi Siswa Status Ekonomi Rendah Tinggi Rendah 12 15 Tinggi 16 30 Jumlah 28 45 X2 = 0,99 Tidak nyata
Hasil analisis menunjukkan bahwa X2 = 0,99 < Xtabel pada taraf
signifikansi 0,05., artinya terdapat hubungan tidak nyata antara status ekonomi keluarga dengan prestasi siswa dalam bidang psikomotor.
Dari tabel di atas dapat diasumsikan bahwa status ekonomi keluarga bukan merupakan suatu faktor yang sangat penting yang berhubungan dengan prestasi belajar siswa baik kognitif, afektif maupun psikomotor. Hubungan dapat terjadi secara tidak langsung karena status ekonomi keluarga bukan merupakan keadaan yang berupa proses pembelajaran. Status ekonomi keluarga hanya merupakan faktor pendukung yang lebih mengarah kepada pengadaan fasilitas belajar dalam keluarga.
PEMBAHASAN
Dari seluruh hasil yang telah dipaparkan di atas, meskipun dalam penelitian ini tidak dilakukan penghitungan secara kuantitatif, tetapi atas dasar bukti-bukti di atas, jika memperhatikan proses pembelajaran yang berlangsung di SDIT Ummul Quro dan SDN Sukadamai 3, maka dapat dikemukakan bahwa terdapat perbedaan antara proses pembelajaran di SDIT Ummul Quro dengan di SDN Sukadamai 3. Beberapa perbedaan tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut :
kesiapan guru dalam mengajar;
metode latihan yang digunakan di SDIT Ummul Quro lebih variatif dan tidak monoton, biasanya berbentuk game atau role playing; besarnya kelas, di SDIT berjumlah 38 siswa/kelas, sedangkan di SDN
berjumlah 48 siswa/kelas.
motivasi dalam bentuk reward yang selalu diberikan guru setiap kali siswa menunjukkan hasil yang baik dalam latihan-latihan tersebut meskipun hanya berbentuk pengumpulan poin atau pujian; serta kesempatan atau waktu belajar yang lebih panjang.
Dalam hal usaha pengembangan SDM (guru) perbedaan dapat diketahui pada :
Prosedur recruitment (seleksi) guru yang memiliki beberapa kriteria tertentu yang meliputi kriteria akademis, psikis dan fisik;
Beberapa pelatihan yang diikuti oleh guru-guru SDIT lebih bervariasi dan mengarah kepada pembinaan motivasi, keikhlasan dalam menjalankan tugas, serta mengoptimalkan kecerdasan emosi dan spiritual. Di SDN pelatihan-pelatihan lebih banyak dalam hal pengenalan kurikulum dan administrasi pembelajaran.
Beberapa alasan di atas dapat dijadikan sebagian bukti sebagai faktor-faktor penting yang memiliki hubungan terhadap keberhasilan belajar para siswa
karena bagaimana pun siswa memiliki motivasi serta minat yang kuat, tidak akan mencukupi jika tidak ditunjang dengan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Untuk meningkatkan kemampuannya, maka tidak cukup hanya berbekal latar belakang pendidikan formal saja, tetapi dibutuhkan akselerasi yang disesuaikan dengan kebutuhan serta tantangan yang ada pada masa yang sedang berlangsung.
Dalam hal faktor-faktor internal, umur siswa, jenis kelamin, minat dan motivasi merupakan faktor-faktor yang baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan atau tidak berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan bahwa pada bagian tertentu terdapat hubungan nyata dan pada bagian yang lain terdapat hubungan tidak nyata dengan prestasi belajar siswa.
Dalam hal faktor-faktor eksternal, jarak antara rumah dan sekolah, tingkat pendidikan ayah dan ibu, pekerjaan ayah dan status ekonomi keluarga juga merupakan faktor-faktor yang dapat berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Hasil analisis Chi-Square di atas bahwa terdapat hubungan sangat nyata, nyata dan tidak nyata antara faktor-faktor eksternal siswa dengan prestasi belajar siswa.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
1. Terdapat perbedaan proses pembelajaran antara di SDIT Ummul Quro dengan di SDN Sukadamai 3 Bogor.
2. Terdapat perbedaan prestasi belajar yang meyakinkan antara siswa di SDIT Ummul Quro dengan siswa SDN Sukadamai 3 Bogor.
3. Umur siswa berhubungan nyata dengan prestasi kognitif, sangat nyata dengan prestasi afektif dan tidak nyata dengan prestasi psikomotor.
4. Jenis kelamin menunjukkan adanya hubungan tidak nyata dengan prestasi kognitif, sangat nyata dengan prestasi pafektif dan nyata pada prestasi psikomotor. Jumlah anak perempuan yang berprestasi tinggi pada semua bidang studi lebih besar dibandingkan dengan jumlah anak laki-laki.
5. Minat siswa menunjukkan adanya hubungan tidak nyata dengan prestasi kognitif, nyata pada prestasi afektif dan tidk nyata pada prestasi psikomotor. 6. Motivasi menunjukkan hubungan tidak nyata dengan prestasi kognitif, afektif
dan psikomotor.
7. Jarak antara rumah dengan sekolah berhubungan tidak nyata dengan prestasi belajar siswa. Artinya berapa pun jarak yang ditempuh siswa ke sekolah tidak menyebabkan tinggi rendahnya prestasi belajar.
8
8.. Tingkat pendidikan ayah memperlihatkan adanya hubungan tidak nyata dengan prestasi kognitif, nyata pada prestasi afektif dan tidak nyata pada prestasi psikomotor. 9 9.. TiTinnggkkaatt pepennddididikikaann ibibuu memennuunnjjuukkkakann adadaannyyaa huhubbuunnggaann nynyaattaa dedennggaann prpreessttaassii k kooggnniittiiff ddaann aaffeekktitiff,, sseerrttaa hhuubbuunngagann ssaannggaatt nnyyaattaa ddeennggaann prpreessttaassii pspsiikkoommoottoorr.. 1 100..PePekkeerrjjaaaann ayayaahh,, mmeennuunnjjuukkkkaann hhuubbuunnggaann ttiiddaakk nnyayattaa bbaiaikk ppaaddaa pprreessttaassii k kooggnniittiiff,, aaffeekkttiiff mmaauupupun n ppssiikkoommoottoor.r. 1 111.. SSttaattuuss ekekoononommii kekelluuaarrggaa jujuggaa mmeennununjjuukkkkaann adadaannyyaa hhuubbuunnggaann titiddaakk nynyaattaa d deennggaann ppreressttaassii kkooggnniittiiff,, aaffeekkttiiff,, mmaauuppuunn ppssiikkomomoottoorr..
Saran-Saran
Upaya untuk meningkatkan kualitas hasil belajar dapat ditempuh melalui beberapa cara sebagai berikut :
1. Dalam hal faktor internal siswa, hendaknya para guru dapat mengarahkan minat serta membangun motivasi siswa secara positif mengingat sebenarnya kedua faktor ini sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. 2. Bagi para penyelenggara pendidikan hendaknya diperhatikan masalah pengembangan proses pembelajaran menjadi pembelajaran aktif yang dapat mengoptimalkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor yang dilandasi nilai-nilai dalam ajaran agama sehingga tujuan akhir Pendidikan Nasional dapat tercapai secara utuh dan menyeluruh.
3. Pelatihan-pelatihan penunjang bagi guru secara periodik sangat perlu diselenggarakan guna memberikan motivasi serta wawasan dan kesegaran baru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan pendidikan.
4. Kepada orang tua, dukungan moril sangat dibutuhkan guna mengoptimalkan hasil belajar siswa.
5. Kepada Sekolah Islam Terpadu, hendaknya dapat lebih mensosialisasikan program penyelenggaraan pendidikan terpadu kepada masyarakat khususnya orang tua siswa, serta memperhatikan aspek mental yang sesuai dengan kebutuhan siswa terutama untuk anak yang berada pada jenjang pendidikan dasar.