• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) DI BBKPM SURAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) DI BBKPM SURAKARTA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Teknologi intervensi fisioterapi yang berikan berupa : (1) Untuk terapi panas menggunakan sinar Infra Red (IR) yang bertujuan untuk memberikan efek rileksasi pada otot

Sebagai panduan dan bahan ajaran dalam pemilihan pemberian intervensi untuk meningkatakn ekspansi thorak, mengurangi sesak nafas, mengurangi nyeri akibat spasme otot

Kesimpulan: Dengan menggunakan modalitas fisioterapi infra red , breathing exercise, dan terapi latihan dapat mengurangi derajat sesak napas, nyeri dan menurunkan spasme

Tujuan : Untuk mengetahui pelaksanaan Fisioterapi dalam mengurangi sesak nafas, meningkatkan ekspansi sangkar thoraks, merelaksasikan otot dada karena spasme, dan

setelah dilakukan terapi selama 6 kali didapatkan hasil adanya peningkatan ekspansi thoraks, penurunan derajat sesak nafas, penurunan nyeri dada dan. spasme, danadanya

Untuk mengetahui pengaruh infra merah dan chest fisioterapi terhadap. pengurangan spasme otot pada kondisi

Di pandang dari segi fisioterapi, ada berbagai tingkat gangguan pada post tuberkulosis yaitu impairment berupa sesak napas, penurunan ekspansi thorak, adanya

dari pemberian ACBT, Chest PT dan Infra merah terhadap sesak nafas pada..