Keamanan Sumber Radioaktif
Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi
PUSDIKLAT BATAN
Latar Balakang
• Pengelolaan sumber
radioaktif dengan tidak
memperhatikan masalah
keamanan dapat
menyebabkan kecelakaan
• Maraknya kecelakaan
radiasi
• Contoh kasus kecelakaan
radiasi yang terkait dengan
peralatan radioterapi jenis
telegamma Cs-137 di
Latar Balakang
• Peristiwa 11 September 2001 yang sangat tragis di Amerika Serikat menginspirasi dan
memicu negara maju maupun
International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk
memperhatikan aspek keamanan.
• IAEA menerbitkan Code of
Conduct on the Safety and
Security of Radioactive Source (2004)
Tujuan
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti materi ini peserta mampu menjelaskan aspek legal dan teknis keamanan sumber radioaktif
Tujuan Instruksional Khusus :
Setelahmengikuti materi ini peserta mampu : • Menjelaskan persyaratan administratif
• Menjelaskan persyaratan teknis
• Menjelaskan tindakan pengamanan tambahan • Menjelaskan pelaporan
Pokok Bahasan
• Dasar Hukum dan Acuan
• Ketentuan Umum
• Kategori dan Kelompok Keamanan Sumber
Radioaktif
• Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif
untuk Impor dan Ekspor
• Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif
Selama Penggunaan, Pengangkutan dan
Penimpanan
Dasar Hukum dan Acuan
Dasar Hukum :
• UU No. 10 Tahun 1997 tentang
Ketenaganukliran
• PP No. 33 Tahun 2007 tentang Keselamatan
Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber
Radioaktif
• Perka Kepala BAPETEN No. 7 Tahun 2007
tentang Keamanan Sumber Radioaktif
Dasar Hukum dan Acuan
Acuan :
• IAEA Tecdoc 1344 on Categorization of
Radioactive Source, 2001
• IAEA Tecdoc 1355 on Security Group of
Radioactive Source, 2003
• IAEA Guidance of Export-Import of Radioactive
Source, 2004
• Code of Conduct (Australia)
• Model Regulation (Amerika)
Dasar Hukum dan Acuan
(lanjutan…)
• UU No. 10 Tahun 1997 tentang
Ketenaganukliran
(Ps 16)Setiap kegiatan yang berkaitan dengan pemanfataan tenaga nuklir wajib memperhatikan :
• Keselamatan pekerja dan anggota masyarakat
• Keamanan pekerja dan anggota masyarakat • Ketentraman pekerja dan anggota masyarakat • Kesehatan pekerja dan anggota masyarakat • Perlindungan terhadap lingkungan hidup
Dasar Hukum dan Acuan
(lanjutan…)
PP No. 33 Tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif :
KETENTUAN UMUM
– Pengertian
BAB V. Ps 60 – 76
– kewajiban menerapkan keamanan sumber radioaktif – Kategori
– Kewajiban importir, eksportir, pelaksanaan impor dan ekspor
– Tanggungjawab pemegang izin
– Organsasi Keamanan Sumber Radioaktif – Inventarisasi dan Rekaman
Dasar Hukum dan Acuan
(lanjutan…)
Perka Kepala BAPETEN No. 7 Tahun 2007 tentang Keamanan Sumber Radioaktif
• Sistematika pembentukan Perka BAPETEN tentang Keamanan Sumber Radioaktif hampir sama dengan sistematika Perka
BAPETEN tentang Keselamatan Radiasi, meliputi persyaratan administratif dan teknis.
• Persyaratan keamanan impor dan ekspor sama dengan persyaratan keselamatan kecuali untuk sumber radioaktif kategori 1 dan 2 ada persyaratan tambahan.
• Konsep persyaratan keamanan selama penggunaan, penyimpanan dan pengangkutan yang diatur dalam Perka Keamanan, pokok
Dasar Hukum dan Acuan
(lanjutan…)
Sistematika Perka Kepala BAPETEN No. 7 Tahun 2007 tentang Keamanan Sumber Radioaktif
1. Ketentuan Umum
2. Kategori dan Kelompok Keamanan Sumber Radioaktif
3. Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif untuk Impor dan Ekspor 4. Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif selama Penggunaan,
Pengangkutan, dan Penyimpanan 5. Penutup
– Lampiran I. Kategorisasi Sumber Radioaktif
– Lampiran II. Kelompok Keamanan Sumber Radioaktif Berdasarkan Kategori
Ketentuan Umum
• Pengertian
Keamanan Sumber Radioaktif :
Tindakan yang dilakukan untuk mencegah – akses tidak sah
– Perusakan – kehilangan – pencurian
– dan/atau pemindahan tidak sah sumber radioaktif (sumber terbungkus)
• Persyaratan secara menyeluruh akan diberlakukan 3 tahun sejak PP No.33 Tahun 2007
Kategori dan Kelompok Keamanan
Sumber Radioaktif
Kategori Sumber Radioaktif :
:(Lampiran I )
D
A
Ratio
Activity
_
=
A = aktivitas sumber radioaktif (TBq)
D = aktivitas spesifik suatu radionuklida (TBq) yang dapat menyebabkan efek deterministik yang fatal untuk skenario konservatif
Kategori dan Kelompok Keamanan
Sumber Radioaktif
(lanjutan…)Kategori Sumber Radioaktif :
:(Lampiran I )
A/D
Kategori
A/D
≥ 1000
1
1000 > A/D
≥ 10
2
0,1 > A/D
≥ 1
3
1 > A/D
≥ 0,01
4
A/D < 0,01
5
Kategori dan Kelompok Keamanan
Sumber Radioaktif
(lanjutan…)Kelompok Keamanan Sumber Radioaktif ::
Kelompok
Kategori
Keterangan
A
1
Ekstrim berbahaya
B
2, 3
Sangat berbahaya
C
4
berbahaya
Kelompok Keamanan, kategori dan Jenis
Pemanfaatan Sumber Radioaktif
• Ada 2 (dua) persyaratan yang ditetapkan, meliputi:
1.
Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif
untuk: Impor dan Ekspor : kategori 1 dan 2
2.
Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif
selama: Penggunaan, Pengangkutan, dan
Penyimpanan
(kelompok keamanan A, B dan C)
Importir (sumber radioaktif kategori 1 dan 2)
menyerahkan fotokopi ke BAPETEN :
- dokumen izin eksportir sumber radioaktif
dari badan pengawas negara pengekspor
-
persetujuan ekspor dari badan pengawas
negara pengekspor
(paling lambat 7 hari sebelum pengiriman)
Persyaratan Keamanan Sumber
Radioaktif untuk Impor dan Ekspor
Eksportir (sumber radioaktif kategori 1 dan 2)
harus menyampaikan fotokopi ke BAPETEN:
• dokumen izin importir sumber radioaktif dari badan pengawas negara pengimpor
• dalam hal pelaksanaan ekspor kategori 1, eksportir harus
memperoleh persetujuan tertulis dari badan pengawas negara pengimpor
• pemberitahuan secara tertulis kepada badan pengawas negara pengimpor paling lambat 7 hari sebelum pengiriman ( tanggal
ekspor; kendaraan angkutan ; penerima; nama dan aktivitas sumber radioaktif; tingkat aktivitas kumpulan; dan jumlah dan nomor seri
sumber radioaktif)
• pemberitahuan secara tertulis kepada Kepala BAPETEN paling lambat 7 hari sebelum pengiriman.
Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif
untuk Impor dan Ekspor
(Lanjutan…)Persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif selama
Penggunaan, Pengangkutan, dan Penyimpanan
.
1.
Persyaratan administratif;
2.
persyaratan manajemen;
3.
persyaratan teknis;
4.pelaporan.
Persyaratan Administratif
Penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan
Sumber Radioaktif wajib memiliki izin Pemanfaatan Tenaga Nuklir dari BAPETEN. Izin ini harus diajukan secara tertulis kepada Kepala BAPETEN dengan
dilengkapi:
a. dokumen persyaratan keselamatan radiasi untuk Penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan,
dokumen ini diatur dalam Peraturan Kepala BAPETEN tersendiri;
b. dokumen persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif
untuk Penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan, dokumen ini meliputi:
• program Keamanan Sumber Radioaktif; dan/atau
(Kelompok Keamanan A, B dan C)
• laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif
Persyaratan Manajemen
Persyaratan manajemen meliputi:
1. Organisasi Keamanan Sumber Radioaktif 2. Program Keamanan Sumber Radioaktif
dan/atau laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif
3. Pemeriksaan Latar Belakang 4. Sistem keamanan informasi
Persyaratan Manajemen
1. Organisasi Keamanan Sumber Radioaktif
– Pemegang Izin
– Petugas Keamanan Sumber Radioaktif.
Organisasi disesuaikan dengan :
kelompok keamanan Sumber Radioaktif; Jumlah Sumber Radioaktif;
1. Organisasi Keamanan Sumber Radioaktif
Tanggungjawab Pemegang Izin :
– mencegah pengambilalihan, pencurian, kehilangan,
sabotase, dan/atau pengalihan Sumber Radioaktif
oleh orang yang tidak berwenang dalam Penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan Sumber Radioaktif;
– menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Sumber
Radioaktif; dan
– menunjuk dan mengangkat Petugas Keamanan Sumber Radioaktif (PKSR) :
– Telah mengikuti Pelatihan Keamanan Sumber Radioaktif
1. Organisasi Keamanan Sumber Radioaktif
Petugas Keamanan Sumber Radioaktif bertanggung jawab untuk:
a. memberikan saran kepada Pemegang Izin mengenai aspek administratif dan teknik Keamanan Sumber Radioaktif;
b. membantu Pemegang Izin mengembangkan program Keamanan Sumber Radioaktif dan/atau laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif;
c. membantu Pemegang Izin untuk memastikan
terpenuhinya persyaratan Keamanan Sumber Radioaktif sesuai dengan program Kemanan Sumber Radioaktif;
d. meningkatkan keamanan di fasilitas dan Sumber
Radioaktif jika terjadi peningkatan ancaman terhadap keamanan;
1. Organisasi Keamanan Sumber Radioaktif
(Lanjutan…)
e. memberi pelatihan tentang Keamanan Sumber Radioaktif di internal fasilitas kepada personil lain yang bukan PKSR dan orang lain yang memiliki akses terhadap Sumber Radioaktif;
f. melaksanakan Inventarisasi berkala:
Setiap hari untuk kelompok keamanan A;
Setiap minggu untuk kelompok keamanan B;
Setiap 6 (enam) bulan sekali untuk kelompok keamanan C
g. melaporkan kepada Pemegang Izin setiap terjadi kerusakan fasilitas dan peralatan keamanan untuk diperbaiki atau diganti; dan setiap peristiwa yang terkait dengan potensi gangguan atau ancaman terhadap keamanan, dan situasi darurat.
a. organisasi Keamanan Sumber Radioaktif;
b. deskripsi Sumber Radioaktif, fasilitas, dan lingkungan sekitarnya;
c. prosedur operasional selama Penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan;
d. pelatihan;
e. Inventarisasi dan rekaman hasil Inventarisasi;
f. rencana tanggap darurat;
g. laporan verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif; dan/atau
h. pelaporan.
2. Program Keamanan Sumber Radioaktif dan/atau
Laporan Verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif
• Program Keamanan Sumber Radioaktif selalu dikembangkan dan dimutakhirkan
• Apabila terjadi situasi ancaman yang meningkat,
Pemegang Izin harus meninjau ulang program
Keamanan Sumber Radioaktif dan melaksanakan tindakan pengamanan, yang meliputi:
a. pengembalian Sumber Radioaktif ke tempat
penyimpanan yang aman jika Sumber Radioaktif tidak dioperasikan;
b. penugasan PKSR untuk mengaktifkan kamera dan alarm;
c. memutakhirkan prosedur keamanan.
2. Program Keamanan Sumber Radioaktif dan/atau
Laporan Verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif
Laporan verifikasi keamanan Sumber Radioaktif
a. identifikasi Sumber Radioaktif dan karakteristiknya, yang meliputi tipe, sifat, penggunaan,
pengangkutan, dan penyimpanan;
b. penentuan tingkat ancaman yang ada di dalam dan di sekitar fasilitas berdasarkan ancaman dasar desain yang ditetapkan oleh BAPETEN;
c. analisis terhadap akibat penguasaan secara tidak sah;
d. penentuan ancaman dasar desain untuk Sumber Radioaktif tertentu;
e. analisis terhadap kelemahan Sumber Radioaktif;
f. kajian terhadap dampak dan kelemahan berbasis risiko;
g. tindakan pengamanan yang diperlukan untuk
2. Program Keamanan Sumber Radioaktif dan/atau
Laporan Verifikasi Keamanan Sumber Radioaktif
3. Pemeriksaan Latar Belakang
Pemeriksaan latar belakang dilakukan oleh
Pemegang Izin untuk :
a.
menilai kejujuran; dan
b.
menetapkan kewenangan memasuki
fasilitas Penggunaan dan penyimpanan
Sumber Radioaktif atau akses ke Sumber
Radioaktif pada saat pengangkutan.
3. Pemeriksaan Latar Belakang
Penggunaan dan Penyimpanan Pengangkutan Bekerja dengan Sumber Radioaktif - PKSR -Operator / Pekerja Radiasi (KTP, KK, AK) -PKSR (KTP, KK, AK, SKB, Keterangan Kerja ) Orang lain yg memiliki akses ke sumber radioaktif -Petugas kebersihan -Petugas Keamanan ( KTP ) -Pengemudi - Petugas pemuatan dan pembongkaran ( KTP )4. Sistem keamanan informasi
• Sistem keamanan informasi Sumber
Radioaktif ditetapkan oleh Pemegang Izin.
• Berlaku untuk kelompok keamanan A, B
dan C
• Penetapan sistem keamanan informasi
Sumber Radioaktif disesuaikan dengan:
a.
jumlah Sumber Radioaktif; dan
b.
potensi ancaman terhadap Sumber
Radioaktif.
4. Sistem keamanan informasi
Sistem keamanan informasi Sumber
Radioaktif harus
menjamin informasi
yang dapat membahayakan Keamanan
Sumber Radioaktif tetap dijaga dan
dikendalikan.
•
lokasi Sumber Radioaktif pada saat tidak
dioperasikan; dan
•
program Keamanan Sumber Radioaktif
dan/atau laporan verifikasi Keamanan
Sumber Radioaktif.
5. Inventarisasi dan Rekaman hasil
Inventarisasi
• Inventarisasi dilakukan setiap tahun baik untuk kelompok keamanan A, B, dan C.
• Rekaman hasil Inventarisasi meliputi:
a. lokasi fasilitas Penggunaan atau penyimpanan Sumber Radioaktif;
b. nama Sumber Radioaktif;
c. aktivitas Sumber Radioaktif dan tanggalnya;
d. nomor seri Sumber Radioaktif;
e. bentuk fisik Sumber Radioaktif;
f. tujuan Penggunaan dan penyimpanan Sumber Radioaktif;
g. tanda terima, pemindahan atau pembuangan Sumber Radioaktif; dan
h. riwayat Penggunaan Sumber Radioaktif dan perpindahan Sumber Radioaktif dari atau ke tempat penyimpanan.
• Pemeliharaan Rekaman : - inventarisasi rutin;
Persyaratan Teknis
Persyaratan teknis meliputi:
1.
Fasilitas Sumber Radioaktif;
2.
Peralatan Keamanan Sumber Radioaktif;
3.
Kendali Kunci;
Persyaratan Teknis :
Fasilitas Sumber Radioaktif
a.
Fasilitas Tertutup
–
Fasilitas ini meliputi Sumber Radioaktif
kelompok keamanan A, B, dan C.
–
Fasilitas Tertutup untuk Penggunaan dan
penyimpanan Sumber Radioaktif harus
memenuhi persyaratan :
a. dinding, plafon dan atap mempunyai kekuatan dan
ketebalan yang cukup sesuai dengan standar yang berlaku; b. ruangan dibuat tanpa jendela, jika sebelumnya
menggunakan ruangan yang memiliki jendela, jendela tersebut ditutup atau dilengkapi dengan teralis;
c. pagar yang kuat; dan
d. pintu dibuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah diterobos, dan dilengkapi dengan :
b.
Fasilitas Terbuka.
– Berlaku untuk Sumber Radioaktif kelompok
keamanan B dan C.
– Fasilitas terbuka harus memenuhi persyaratan :
1. tersimpan di dalam kontener Sumber Radioaktif
yang kunci;
2. kontener Sumber Radioaktif diletakkan dengan
aman di dalam kendaraan atau diletakkan di dalam bunker;
3. kendaraan diawasi secara terus-menerus oleh
petugas operator atau dikunci; dan
4. dilengkapi dengan alarm di lapangan atau di
Persyaratan Teknis :
Persyaratan Teknis :
Peralatan Keamanan Sumber Radioaktif
• Pemegang Izin harus menyediakan peralatan
keamanan Sumber Radioaktif selama
Penggunaan, pengangkutan, dan penyimpanan
Sumber Radioaktif baik untuk kelompok
keamanan A, B, dan C
.
• Peralatan keamanan Sumber Radioaktif selama
pengangkutan untuk kelompok keamanan A, B
dan C :
a.telepon selular;
b.balok untuk fiksasi;
c. rantai dan gembok; dan
Peralatan Keamanan Kelompok Keamanan A B C Detektor gerak √ Sensor inframerah √ HT √ √ √ Telepon √ √ √
Alarm dan sirene √ √
Balance Magnetic Switch √
Kunci elektronik √ Kunci Ganda, kendali Gembok, kendali gembok
Peralatan Keamanan Sumber Radioaktif Selama Penggunaan dan Penyimpanan
Persyaratan Teknis : Prosedur Operasi
• Pemegang Izin harus membuat dan
mengesahkan prosedur operasi untuk
penggunaan, pengangkutan, dan
penyimpanan Sumber Radioaktif
Prosedur Operasional Kelompok Keamanan
A B C
Personil yg memasuki fasilitas seminimal mungkin
√ √ √
Hanya personil yg berwenang yg dapat masuk ke fasilitas
√ √ √
Orang yg tidak berwenang dapat masuk dengan pengawalan PKSR
√ Identitas personil yg masuk ke
fasilitas diverifikasi dan dicatat
√ √ √
Respon cepat untuk akses dan √ √ √
• Prosedur Operasi untuk pengangkutan Sumber Radioaktif kelompok keamanan A, B, dan C harus meliputi:
a. selama pengangkutan darat, sungai, danau, dan penyeberangan didampingi oleh PKSR;
b. setiap kendaraan pengangkut melalui darat harus dilengkapi dengan peralatan keamanan:
• kunci bagasi untuk menyimpan Sumber Radioaktif; • kunci kemudi;
c. bungkusan Sumber Radioaktif harus diikat dan dikunci dengan kuat agar bungkusan tidak terlepas dari
kendaraan;
c.
melapor pada BAPETEN dan Kepolisian
terdekat secepat mungkin jika terjadi keadaan
darurat atau peristiwa yang menimbulkan
akibat yang signifikan terhadap Keamanan
Sumber Radioaktif;
d.
menyampaikan rute perjalanan dan rute
perjalanan alternatif jika terjadi kedaruratan
kepada BAPETEN; dan
e.
menyerahkan dan mendapatkan persetujuan
atas rencana keamanan dan tanggap darurat
selama pengangkutan Sumber Radioaktif.
• Pengangkutan Sumber Radioaktif kelompok
keamanan A melalui darat, sungai, dan danau,
harus menyediakan kawalan polisi.
• Selama transit harus menjaga kendaraan tetap
tertutup, aman, dan diparkir di area yang aman
atau di garasi yang terkunci. (Sumber Radioaktif
kelompok keamanan A, B, dan C)
Pelaporan
•
Pemegang Izin harus membuat laporan
untuk Sumber Radioaktif kelompok
keamanan A, B, dan C.
•
Laporan dibuat meliputi situasi:
a.
normal;
•
Laporan mengenai situasi normal meliputi hal
sebagai berikut:
a. terjadinya perubahan Inventarisasi Sumber Radioaktif;
b. masuknya orang yang tidak berwenang ke fasilitas Penggunaan atau penyimpanan Sumber Radioaktif; atau
c. adanya kegagalan fungsi sistem keamanan, dan tindakan perbaikan yang dilakukan.
•
Laporan disampaikan ke BAPETEN paling
lambat 30 hari terhitung sejak tanggal
kejadian.
• Laporan mengenai situasi darurat meliputi hal sebagai berikut:
a. hilangnya Sumber Radioaktif;
b. pencurian atau sabotase terhadap Sumber Radioaktif yang sedang terjadi atau adanya indikasi kuat akan terjadi
pencurian atau sabotase; atau
c. adanya indikasi peningkatan ancaman yang mempunyai dampak signifikan terhadap Keamanan Sumber Radioaktif atau fasilitas.
• Laporan harus disampaikan ke BAPETEN melalui
telepon paling lambat 1 (satu) jam terhitung sejak diketahuinya situasi darurat.
• Laporan secara tertulis paling lambat 3 (tiga) hari terhitung sejak terjadinya situasi darurat. Laporan paling sedikit berisi tentang:
a. penyebab situasi darurat; b. kronologi; dan
Lampiran II
Program Keamanan Sumber Radioaktif
Bab dalam Program Keamanan Selama Penggunaan dan Pengangkutan
Kelompok Keamanan
A B C
Pendahuluan √ √ √
Organisasi Keamanan Sumber Radioaktif √ √ √ Deskripsi Sumber Radioaktif √ √ √
Prosedur Operasioal √ √ √
Pelatihan √ √ √
Inventarisasi dan Rekaman √ √ √ Rencana Tanggap Darurat √ √