• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Bilangan. Bahan Kuliah IF2151 Matematika Diskrit. Rinaldi M/IF2151 Mat. Diskrit 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Teori Bilangan. Bahan Kuliah IF2151 Matematika Diskrit. Rinaldi M/IF2151 Mat. Diskrit 1"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.1  Enkripsi dan dekripsi
Gambar 1.3  Enkripsi dan dekripsi dengan kunci

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan kunci yang dipakai, algoritma kriptografi dibagi menjadi tiga, yaitu algoritma simetri (menggunakan satu kunci untuk enkripsi dan dekripsi), algoritma asimetri

Dalam proses enkripsi atau dekripsi yang memiliki kunci simetri (Algoritma kunci simetri yang merupakan salah satu kategori dari algoritma kriptografi modern mengacu pada

Kunci simetri maksudnya adalah dalam proses enkripsi dan dekripsi algoritma AES menggunakan kunci atau cipher key yang sama dan cipher blok yaitu baik dalam proses enkripsi

 Dua simpul, u dan v, pada graf berarah G disebut terhubung kuat (strongly connected) jika terdapat lintasan berarah dari u ke v dan juga lintasan berarah dari v ke u..  Jika

Algoritma asimetris disebut juga dengan kriptografi kunci publik karena algortima ini memiliki kunci yang berbeda untuk enkripsi dan dekripsi, dimana enkripsi menggunakan public key

Algoritma asimetris disebut juga dengan kriptografi kunci publik karena algortima ini memiliki kunci yang berbeda untuk enkripsi dan dekripsi, dimana enkripsi

Algoritma simetris atau disebut juga algoritma kriptografi konvensional adalah algoritma yang menggunakan kunci untuk proses enkripsi sama dengan kunci untuk proses dekripsi.. Algoritma

Algoritma AES merupakan algoritma kunci simetri yaitu proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang sama sementara DSA merupakan algoritma kunci asimetri yaitu proses enkripsi