• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Kunci: Harga, Kualitas Pelayanan, Keputusan Pembelian.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata Kunci: Harga, Kualitas Pelayanan, Keputusan Pembelian."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 107

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA

MINIMARKET NAHDA SUNGAI BENGKAL

Oleh

Mashudi Hariyanto, S.HI.,ME1

Fakinah Herliani, S.Ag., M.Sy 2, Mudamatul Hasanah3 1) Dosen Institut Agama Islam Nusantara Batang Hari 2) Dosen Institut Agama Islam Nusantara Batang Hari 3) Mahasiswi Institut Agama Islam Nusantara Batang Hari

[email protected]

ABSTRAK

Berdasarkan observasi awal penulis terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian di Minimarket Nahda Sungai Bengkal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian, pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian, serta mengetahui pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal.

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah jumlah pengunjung rata-rata Minimarket Nahda dalam waktu enam bulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, serta data diolah dengan bantuan program SPSS Versi 20.

Hasil penelitian menunjukkan, secara parsial harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal sebesar 73,7%. Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal sevesar 17,4%. Hasil uji R Square diperoleh nilai sebesar 0,738. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel harga dan kualitas pelayanan 73,8%, sedangkan sisanya sebesar 0,262 atau 26,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Kata Kunci: Harga, Kualitas Pelayanan, Keputusan Pembelian. ABSTRACT

Based on the author's initial observations, there are various factors that influence purchasing decisions at the Nahda Sungai Bengkal Minimarket. The purpose of this study was to determine the effect of price on purchasing decisions, the effect of service quality on purchasing decisions, and to determine the effect of price and service quality on purchasing decisions at the Nahda Sungai Bengkal Minimarket.

This research is a quantitative research with a survey approach. The population of this study is the average number of visitors to the Nahda Minimarket within six months. The data analysis used was multiple linear regression analysis, and the data was processed with the help of the SPSS Version 20 program.

The results showed that partially the price had a significant effect on purchasing decisions at the Nahda Sungai Bengkal Minimarket by 73.7%. Service quality has a significant effect on purchasing decisions at the Nahda Sungai Bengkal Minimarket by 17.4%. The results of the R Square test obtained a value of 0.738. This shows that purchasing decisions are influenced by price and service quality variables 73.8%, while the remaining 0.262 or 26.2% is influenced by other factors not included in this study.

(2)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 108

A. PENDAHULUAN

Di era globalisasi yang disertai dengan persaingan di dunia bisnis yang terus bergerak dinamis membuat para pelaku bisnis dituntut untuk terus aktif menarik perhatian konsumen. Gaya hidup yang konsumtif menjadikan masyarakat menuntut pemenuhan kebutuhan yang instan, namun memuaskan. Menyadari peluang tersebut, banyak perusahaan yang mulai menggeluti lebih dari satu bidang usaha sehingga bisa mendapatkan konsumen lebih banyak lagi. Misalnya, memproduksi produk kebutuhan sehari-hari dan memiliki pengecer tersendiri, seperti Lotte Mart, Giant, dan lain sebagainya. Semakin ketat persaingan, semakin banyak pula inovasi yang dilakukan perusahaan dan tentunya semakin banyak pula produk-produk yang dihasilkan untuk menarik perhatian konsumen. Baik itu perusahaan baru maupun perusahaan yang telah memiliki banyak pengalaman, mereka berupaya memasarkan produk sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya.

Menurut Davidson dalam Asep ST Sujana, menggambarkan bisnis ritel yaitu suatu institusi atau kegiatan bisnis yang lebih dari 50% dari total penjualannya merupakan penjualan kepada konsumen akhir yang motivasi berbelanjanya adalah untuk kepentingan pribadi atau keluarganya. Jadi, perusahaan ritel atau pengecer menjual barang satuan untuk keperluan konsumen sehari-hari sehingga cenderung jumlah pembelian barang tidak terlalu banyak. Adapun pengecer tersebut seperti supermarket, minimarket, dan sebagainya.

Dalam menghadapi persaingannya, perusahaan harus mempunyai strategi dan ketegasan langkah yang harus dilaksanakan sesuai dengan sifat dan bentuk pasar yang dihadapinya. Strategi pasar meliputi pelayanan yang memuaskan, harga yang lebih murah ditambah potongan harga apabila pembelian dalam jumlah banyak, produk yang lebih bermutu, kemasan yang menarik akan mempengaruhi keputusan pembelian. Untuk itu perusahaan harus mampu mempengaruhi pembeli untuk bersedia membeli barang-barang yang ditawarkan oleh perusahaan atau toko tersebut.

Menurut Kasmir harga merupakan sejumlah nilai (dalam mata uang) yang harus dibayar konsumen untuk membeli atau menikmati barang atau jasa yang ditawarkan. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya produk dan jasa yang ditawarkan. Salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk tersebut di pasar.1

Adapun kaitan kualitas pelayanan dengan keputusan pembelian adalah pada dasarnya pelayanan merupakan suatu bentuk penilaian dari konsumen terhadap tingkat pelayanan yang

(3)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 109

diterima dengan tingkat pelayanan yang diberikan perusahan atau karyawan kepada konsumen, pelayanan yang memuaskan dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, turut berperan dalam mempengaruhi keputusan pembelian di suatu toko atau minimarket.

Pelayanan harus dilakukan dengan baik dan benar. Sebagaimana pendapat Malayu S.P. Hasibuan bahwa pelayanan adalah kegiatan pemberian jasa dari satu pihak kepada pihak lainnya. Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang dilakukan secara ramah tamah, adil, cepat, tepat, dan dengan etika yang baik sehingga memenuhi kebutuhan dan kepuasan bagi yang menerimanya.2

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian menurut Kotler dalam Pandji Anoraga antara lain: 1. Faktor budaya, budaya adalah sekelompok nilai-nilai sosial yang diterima masyarakat secara menyeluruh dan tersebar kepada anggota-anggotanya melalui bahasa dan simbol-simbol; 2. Faktor sosial, terdiri dari kelompok referensi, keluarga, peranan dan status; 3. Faktor pribadi, yang dimaksud dengan faktor pribadi meliputi usia dan tingkat daur hidupnya, pekerjaannya, kondisi ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri; 4. Faktor psikologis, meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan, dan sikap.3

Jelas bahwa harga yang ditentukan harus sesuai dengan kualitas produk yang dijual. Jika harga terlalu rendah maka konsumen akan berpikir bahwa produk tersebut tidak berkualitas, walaupun tidak semuanya menganggap begitu. Dan sebaliknya jika harga yang dibandrol terlalu tinggi maka minat beli konsumen terhadap produk tersebut akan berkurang.

Minimarket Nahda merupakan salah satu dari beberapa minimarket yang berada di Kelurahan Sungai Bengkal, tepatnya berada di Jalan Jambi – Muara Bungo RT 011 RW 004 Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo. Banyak minimarket lain yang tentunya menjadi pesaing bagi Minimarket Nahda, seperti Alfamart, Indomaret, dan Kohama Mart. Masing-masing minimarket tentu memiliki strategi tersendiri untuk menarik minat konsumen berbelanja, baik dari segi harga maupun kualitas pelayanan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pihak Minimarket Nahda untuk dapat menarik minat konsumen melakukan pembelian di minimarketnya. Berikut data jumlah transaksi pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal.

2 Malayu S.P. Hasibuan, Dasar-dasar Perbankan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), hal. 152 3 Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004), hal. 227

(4)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 110

Tabel 1.

Data Jumlah Pengunjung dan Transaksi Pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal Bulan Januari - Juni 2019.4

Bulan Jumlah Pengunjung Jumlah Transaksi Pembelian Persentase Pembelian Januari 1027 1006 98% Februari 989 973 98% Maret 924 898 97% April 1034 991 96% Mei 1232 1198 97% Juni 1001 964 96% Rata-rata 1034,5 1005 97%

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa jumlah transaksi pembelian dari bulan Januari – Juni 2019 mengalami fluktuasi yang memiliki kecenderungan ke arah penurunan. Namun pada bulan Mei jumlah transaksi mengalami kenaikan yang cukup signifikan, hal ini kemungkinan dikarenakan bertepatan dengan bulan ramadhan sehingga tingkat konsumsi masyarakat meningkat.

Harga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh pengusaha. Tinggi rendahnya harga akan berpengaruh terhadap besar kecilnya laba yang didapat. Berikut daftar harga produk pada Minimarket Nahda dan pesaingnya.

Tabel 2.

Daftar Harga Produk pada Minimarket Nahda dan Minimarket Pesaing.5

Nama Produk Harga Produk

Nahda Alfamart Indomaret Kohama Mart Bimoli Refill 1 liter Rp 13.600 Rp 13.900 Rp

14.500 Rp 13.000 Tepung Segitiga Biru 1kg Rp 11.200 Rp 12.000 Rp

13.200 Rp 10.500 Daia 900gr Rp 16.600 Rp 17.000 Rp

18.100 Rp 16.000 Pop Mie Cup 75gr Rp 4.200 Rp 4.600 Rp

5.000 Rp 5.000 SGM Ananda 1000gr Rp 85.000 Rp 84.000 Rp

86.400 Rp 85.000 Citra HBL Pearly White

UV 120ml Rp 10.600 Rp 13.000

Rp

15.000 Rp 11.900 Biore BF 250ml Rp 17.000 Rp 18.200 Rp

19.800 Rp 16.000

4 Dokumentasi, Minimarket Nahda, Tahun 2019

(5)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 111

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa Minimarket Nahda memiliki pesaing yang mampu menawarkan produknya dengan harga yang lebih murah demi menarik minat konsumen untuk membeli. Harga semata-mata tergantung kepada kebijakan perusahaan, tetapi tentu saja dengan mempertimbangkan beberapa hal. Kohama Mart berani untuk tidak mengambil laba yang terlalu besar demi membuat konsumen tertarik untuk melakukan pembelian di minimarket tersebut.

Faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah kualitas pelayanan. Jika pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan konsumen, maka pelayanan dapat dikatakan memuaskan. Jika konsumen merasa puas, maka besar kemungkinan konsumen tersebut akan kembali melakukan pembelian di lain waktu. Namun sebaliknya, apabila konsumen tidak mendapatkan pelayanan yang baik maka ia akan merasakan kecewa dan menimbulkan keluhan. Berikut data keluhan kosumen Minimarket Nahda.

Tabel 3.

Data Keluhan Konsumen Minimarket Nahda Sungai Bengkal.6

Keluhan Bulan

Januari Februari Maret April Mei Juni

Stock barang kosong 5 7 8 10 9 4

Harga dikasir tidak sesuai dengan harga

dirak 2 0 3 2 5 2

Ruangan panas 3 1 2 2 2 5

Kurang ramahnya karyawan kepada

pelanggan 2 1 0 0 3 0

Rak dan Barang Kotor 3 4 2 2 3 1

Jumlah 15 13 15 16 22 12

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa masih adanya keluhan dari konsumen Minimarket Nahda. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh pihak Minimarket Nahda masih kurang optimal.

A. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan survei. Penelitian survei yaitu suatu penelitian yang dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap suatu gejala atau pengumpulan informasi dari populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel sebagai mewakili data populasi tersebut.7

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

6 Dokumentasi, Minimarket Nahda, Tahun 2019

(6)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 112

ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/ subjek yang dipelajari, meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek yang diteliti itu.8

Sampel adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling.9 Menurut Sugiyono sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.10 Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil secara representatif atau mewakili populasi yang bersangkutan atau bagian kecil yang diamati. Penelitian terhadap sampel biasanya disebut studi sampling.11 Menurut Ridwan, sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu.12

Menurut Sugiyono jumlah sampel yang digunakan untuk uji coba instrumen adalah sebanyak 30 orang.13 Maka dari itu dalam penelitian ini Peneliti

menggunakan sampel uji coba sebanyak 30 orang. Sehingga sisa dari 30 orang yang dijadikan sampel uji coba instrumen akan dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu berjumlah sebanyak 257 konsumen.

B. Pembahasan

1. Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian konsumen merupakan sebuah tindakan yang dilakukan konsumen untuk membeli suatu produk. Setiap produsen pasti menjalankan berbagai strategi agar konsumen memutuskan untuk membeli produknya. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan.

Menurut Ibnu Syamsi keputusan merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.14

Menurut Sofjan Assauri keputusan pembelian merupakan suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan apa yang akan dibeli atau tidak

8 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2009), hal. 61 9 Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Op.Cit, hal. 43

10 Sugiyono, Metodologi Penelitian Administrasi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), hal. 91 11 Iskandar, Op.Cit, hal. 69

12 Riduwan, Op.Cit, hal. 40

13 Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi (Bandung: Alfabeta, 2011), hal. 141

(7)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 113 Perilaku Pasca Pembelian Keputusan Pembelian Evaluasi Alternatif Pencarian Informasi Mengenali kebutuhan

melakukan pembelian dan keputusan itu diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.15 Suatu proses keputusan membeli bukan sekedar mengetahui berbagai faktor yang akan mempengaruhi pembeli, tetapi berdasarkan peranan dalam dalam pembelian dan keputusan untuk membeli. Terdapat lima peran yang terjadi dalam keputusan membeli:

a. Pemrakarsa (initiator)

b. Pemberi pengaruh (influencer) c. Pengambil keputusan (decider) d. Pembeli (buyer)

e. Pemakai (user)

Ada lima tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.

Gambar 1.

Tahapan Proses Keputusan Pembelian

Secara perinci tahap-tahap tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. a. Pengenalan Masalah

b. Pencarian informasi c. Evaluasi alternatif d. Keputusan membeli

e. Perilaku sesudah pembelian.16

Berdasarkan uraian teori di atas, dapat dirumuskan sintesisnya bahwa keputusan pembelian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk barang ataupun jasa. Dengan indikator: kemantapan pada sebuah produk, kebiasaan dalam membeli produk, memberikan rekomendasi kepada orang lain, dan melakukan pembelian ulang.

2. Harga

Harga tidak sekedar angka yang tertera dalam sebuah label yangmenempel pada sebuah produk, atau yang tertera dalam sebuah daftar harga.Harga tidak bisa terlepas dari kehidupan

15 Kanisius Waro wanda, Pengaruh Harga dan Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian di Minimarket

Lulu Mart Samarinda, ejurnal Ilmu Administrasi Bisnis, vol. 3, no. 4, 2015, hal. 760

(8)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 114

kita, harga terdapat dimana-mana. Hargaakan terjadi pada saat kita menikmati sebuah produk, jasa atau pada saat kita harus membayar tagihan atau utang.

Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu.17

Menurut Agustina Shinta harga adalah suatu nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah guna pertukaran/transaksi atau sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa. Penetapan harga memiliki implikasi penting terhadap strategi bersaing perusahaan. Tujuan yang ditetapkan harus konsisten dengan cara yang dipilih perusahaan dalam menempatkan posisi relatifnya dalam persaingan.18 Harga juga dapat diartikan sebagai sejumlah uang yang dibayarkan oleh konsumen kepada produsen untuk mendapatkan suatu produk.19

Perilaku konsumen atau pembeli akan mencerminkan tanggapan mereka terhadap berbagai rangsangan (stimuli) pemasaran, yang terlihat dari tanggapan mereka akan berbagai bentuk/wadah produk (product features), harga, daya tarik advertensi (advertising appleals), dan sebagainya. Perilaku konsumen berdasarkan model rangsangan tanggapan dapat dilihat pada model berikut. Rangsangan Luar: KotakRekaman (Pemikiran)Pembeli Tanggapan Pembeli Pemasara n Lainnya Produk Harga Penyalura n Promosi Ekonom i Teknolo g i Politik Budaya Sifat-sif at/ Ciri-ciri Proses Keputusan Pembelian Pilihan Produk Pilihan Merek Pilihan Penyalur Waktu Pembeli an JumlahPembelia n Gambar 2.

Model perilaku Konsumen

Dari model ini terlihat bahwa kegiatan pembelian yang akan dilakukan pembeli atau konsumen ditentukan oleh pemikiran dan tindakan calon pembeli atau konsumen tersebut, yang terdiri dari dua komponen, yaitu pertama: ciri-ciri pembeli yang akan mempengaruhi reaksi

17 Supriadi, Konsep Harga Dalam Islam (Bogor: Guepedia, 2018), hal. 26 18 Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran (Malang: UB Press, 2011), hal. 102

19 Nurhayani dan Deni Suryano, Strategi Pemasaran Kontemporer (Pasuruan: CV Penerbit Qiara Media, 2019), hal. 55

(9)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 115

mereka terhadap rangsangan, dan kedua: proses pengambilan keputusan oleh pembeli itu, yang akan terlihat dari hasil terjadinya transaksi pembelian. Ciri-ciri pembeli akan menentukan rangsangan (stimuli) apa yang sebaiknya dapat digunakan secara efektif, baik rangsangan pemasaran yang terdiri dari produk, harga, penyaluran dan promosi maupun rangsangan lainnya yang timbul dari lingkungan si pembeli, yang terdiri dari ekonomi, teknologi, politik dan budaya. Rangsangan ini akan mempengaruhi proses keputusan pembelian, yang tercermin dalam tanggapan pembeli, yang berupa pilihan produk, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian, dan jumlah pembelian.20

Harga adalah salah satu aspek penting dalam bisnis. Harga akan menjadi pertimbangan utama oleh mayoritas calon pembeli sebelum membeli sebuah produk. Harga juga mencerminkan kualitas suatu produk sehingga perlu dilakukan yang namanya penetapan harga.

Berdasarkan uraian teori di atas, dapat dirumuskan sintesisnya bahwa harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan untuk mendapat barang dan jasa. Dengan indikator: keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, daya saing harga, dan kesesuaian harga dengan manfaat.

3. Kualitas Pelayanan

Setiap perusahaan dituntut untuk dapat memberikan kepuasan kepada pelanggannya dengan penawaran dan pelayanan yang optimal dan berkualitas, mengingat perusahaan harus mampu mempertahankan posisinya di tengah persaingan bisnis yang ketat seperti sekarang ini.

Pelayanan merupakan suatu proses. Proses tersebut menghasilkan suatu produk yang berupa pelayanan kemudian diberikan kepada pelanggan.21 Sedangkan pelayanan pada dasarnya

adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.22

Menurut Kotler dan Keller dalam Inggang Purwangsa, layanan adalah aktivitas, keuntungan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak lain yang tidak berwujud dan tidak menyebabkan pengalihan kepemilikan dimana produksi bisa diikat atau tidak untuk produksi fisik.23

Pelayanan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk membuat konsumen menjadi pelanggan setia yang akan terus membeli di tempat tersebut. Dengan demikian para pembisnis khususnya pengecer perlu mencari strategi-strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen,

20 Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), hal. 135-136 21 Ibid., hal.18

22 Ibid., hal.18

23 Inggang Perwangsa Nuralam, Manajemen Hubungan Pelanggan Perbankan Syariah IndonesiaI (Yogyakarta: Deepublish, 2018), hal. 77

(10)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 116

baik dari segi pelayanan maupun yang lainnya.

Strategi Pengecer Bauran Pemasaran

Pengecer

Pasar Sasaran Positioning toko eceran

Pilihan produk dan layanan Harga

Promosi

Tempat (lokasi) Gambar 3.

Keputusan Pemasaran Pengecer.24

Pengecer harus mengambil keputusan mengenai tiga variabel produk utama: Pilihan produk (product assortment), bauran layanan (services mix), dan suasana toko (store

atmosphere). Pilihan produk pengecer harus sesuai dengan harapan pembelanja sasaran. Dalam

upayanya untuk membedakan dirinya dari para pesaing, pengecer dapat menggunakan satu dari beberapa strategi diferensiasi produk. Salah satunya, pengecer tersebut dapat menawarkan barang dagangan yang tidak dijual oleh para pesaing. Para pengecer juga harus mengambil keputusan mengenai bauran layanan untuk ditawarkan kepada pelanggan. Suasana toko (store

atmosphere) merupakan unsur lain dalam persenjataan produk. Setiap toko mempunyai tata

letak fisik yang membuat orang bergerak di dalamnya dengan susah atau mudah. Setiap toko mempunyai “perasaan”, salah satu toko suasananya semrawut, toko yang lain menawan, toko ketiga mewah, dan toko keempat suram. Toko harus mempunyai suasana yang terencana yang sesuai dengan pasar sasaran dan menggerakkan para pelanggan untuk membeli.25

Kualitas pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima/peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan/inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dikatakan baik/memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dikatakan sangat baik dan berkualitas. Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah dari yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dikatakan buruk.

Service terdiri dari tiga tahap, yaitu before sales service, during sales service, dan after sales service. Before sales service menekankan pada pelayanan yang dilakukan sebelum

terjadinya transaksi jual beli. During sales service adalah pelayanan konsumen pada saat terjadinya transaksi jual-beli sedangkan after sales service adalah pelayanan yang diberikan

24 Kotler dan Armstrong, Dasar-dasar Pemasaran Edisi Kesembilan Jilid 2 (Jakarta: PT Indeks, 2004), hal. 563

(11)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 117

setelah transaksi jual-beli.26

Seorang Marketer dengan kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain sebelum, saat dan setelah menjual akan membuatnya mengerti apa yang sesungguhnya diinginkan oleh konsumen. Service tidak hanya sebatas mengantarkan atau melayani. Service berarti mengerti, memahami dan merasakan sehingga penyampaiannyapun akan mengenai heart

share konsumen dan pada akhirnya memperkokoh posisi perusahaan dalam mind share

konsumen. Dengan adanya heart share dan mind share yang tertanam, loyalitas seorang konsumen pada produk atau usaha Anda tidak akan diragukan lagi.27

Adapun karakteristik jasa menurut Czinkota dan Ronkainen dalam Bernard T. Widjaya, yakni: Intangibility, inseparability, variability, dan perishability. Intangibility merupakan sifat jasa yang tidak berwujud dan diterima konsumen sebagai performance yang hanya dapat dirasakan. Inseparability mencerminkan tidak terpisahnya antara provider dan konsumennya, keterlibatan konsumen dalam proses delivery jasa dalam production process. Variability menunjukkan bahwa performance jasa sangat sulit untuk dikontrol dan sangat bersifat relative baik dari output provider maupun persepsi penerimaan konsumen. Perishability merupakan salah satu keterbatasan jasa, mengingat proses dan penggunaan dilakukan dalam waktu bersamaan dan tidak memungkinkan dilakukan penyimpanan.28

Berkaitan dengan kualitas pelayanan, Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 159.                                   

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS. Ali Imran: 159)29

Berdasarkan uraian teori di atas, dapat dirumuskan sintesisnya bahwa kualitas pelayanan

26 Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Marketing Muhammad saw Strategi Andal dan Jitu Praktik

Bisnis Nabi Muhammad saw (Bandung: Madani Prima, 2008), hal. 84

27 Ibid., hal. 84-85

28 Bernard T. Widjaja, Lifestyle Marketing (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009), hal. 7 29 Anonim, Op.Cit., hal. 71

(12)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 118

adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kualitas pelayananakan diungkap melalui dimensi kualitas pelayanan yang meliputi: Keandalan (reliability), ketanggapan atau kepedulian (responsiveness), jaminan kepastian (assurance), perhatian (emphaty), dan berwujud (tangible).

C. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Uji Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini responden yang dijadikan sampel penelitian di minta untuk memilih salah satu alternatif yang sudah disediakan supaya angket digunakan untuk mengumpul data memberikan hasil yang objektif, maka peneliti melakukan kalibrasi instrumen,karena ketetapan pengujian suatu hipotesis tentang pengaruh variabel penelitian sangat tergantung pada kualitas data yang dipakai dalam pengujian tersebut, untuk kisi-kisi instrumen sebagai berikut:

Kisi-kisi Instrumen Harga (X1).

No Indikator Nomor Butir Jumlah Item

1. Keterjangkauan harga 1,2,3 3

2. Kesesuaian harga dengan kualitas

produk 4,5,6 3

3. Daya saing harga 7,8,9 3

4. Kesesuaian harga dengan manfaat 10,11 2

Jumlah 11

Kisi-kisi Instrumen Kualitas Pelayanan (X2).

No Dimensi Indikator Nomor Item Jumlah

Item 1. Keandalan (reliability) 1) Ketepatan memberikan informasi 1,2 2 2) Ketepatan dalam memenuhi permintaan konsumen 3,4 2 2. Ketanggapan atau kepedulian (responsiveness) 1) Kesigapan menangani kebutuhan konsumen 5,6 2 2) Kesigapan merespon keluhan konsumen 7,8 2 3. Jaminan kepastian (assurance) 1) Pengetahuan karyawan tentang produk 9,10 2 2) Keramahan karyawan dalam berkomunikasi 11,12,13 3 4. Perhatian (emphaty) 1) Perhatian khusus karyawan kepada konsumen 14,15,16 3 2) Perhatian terhadap keluhan konsumen 17,18 2 3) Perhatian terhadap 19,20,21 3

(13)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 119 kebutuhan konsumen 5. Berwujud (tangible) 1) Kelengkapan produk 22,23,24,25 4 2) Kebersihan tempat 26,27,28 3 3) Kerapihan pakaian karyawan 29,30 2

4) Penataan atau layout tata

letak 31,32,33 3

Jumlah 33

Kisi-kisi Instrumen Keputusan Pembelian (Y).

No Indikator Nomor Butir Jumlah

butir 1. Kemantapan pada sebuah produk 1,2,3 3 2. Kebiasaan dalam membeli produk 4,5 2 3. Memberikan rekomendasi kepada

orang lain 6,7,8 3

4. Melakukan pembelian ulang 9,10,11,12 4

Jumlah 12

a. Uji Validitas

Tujuan uji validitas butir instrumen penelitian yaitu suatu proses untuk melihat keakurasian butir instrumen dalam mengukur variabel yang dimaksud.

Kriteria valid atau tidak valid butir instrumen yaitu jika nilai rhitung> nilai rtabel maka butir

tersebut dikatakan valid, namun jika rhitung< nilai rtabel butir dinyatakan tidak valid atau gugur

pada taraf signifikansi alfa (

) = 0,05 dengan dk = n-2. Validitas suatu instrumen dapat ditentukan berdasarkan formula koefisien korelasi product moment dari Karl Pearson. Dapat disimpulkan seperti pada tabel di bawah ini:

No Variabel Tidak Valid valid Jumlah

1 Harga 0 11 11

2 Kualitas Pelayanan 2 31 33

3 Keputusan Pembelian 0 12 12

Jumlah 2 54 56

Statistik deskriptif yang digunakan adalah ukuran gejala pusat yang meliputi skor tertinggi, skor terendah, rata-rata (mean), nilai yang sering muncul pada jawaban responden (modus), nilai tengah (median), simpangan baku (standar deviasi) serta varians sampel. Selain ukuran gejala pusat dan penyebaran data digunakan juga tabel distribusi frekuensi dan grafik histogram.

(14)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 120

Deskripsi data yang disajikan pada bagian ini meliputi data variabel keputusan pembelian (Y), harga (X1), dan kualitas pelayanan (X2), setelah diolah dengan menggunakan

statistik deskriptif dengan program SPSS Versi 20 didapat tabel frekuensi statistik seperti terlihat pada tabel berikut ini.

Tabel 15.

Tabel Frekuensi Statistik.

Statistics Statistics Harga Kualitas

Pelayanan Keputusan Pembelian N Valid 257 257 257 Missing 0 0 0 Mean 38,5370 107,9650 42,6265 Median 38,0000 108,0000 43,0000 Mode 37,00a 104,00a 44,00 Std. Deviation 6,64146 13,27013 6,69075 Variance 44,109 176,096 44,766 Range 31,00 58,00 32,00 Minimum 23,00 81,00 27,00 Maximum 54,00 139,00 59,00 Sum 9904,00 27747,00 10955,00 a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Sumber: Output SPSS 20

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS versi 20 di atas dapat diuraikan sebagai berikut.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas data dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Dengan cara menentukan terlebih dahulu hipotesis pengujian yaitu:

Ho : data terdistribusi secara normal Ha : data tidak terdistribusi secara normal.

Jika nilai hitung signifikansi (sig) lebih besar dari nilai α (alpha) 0,05. maka data

berdistribusi normal. Dan sebaliknya nilai signifikansi (sig) lebih kecil dari nilai α (alpha) 0,05, maka data berdistribusi tidak normal. Untuk selanjutnya jika data berdistribusi tidak normal, maka akan diadakan transformasi data dengan cara logaritma natural sehingga data akan berdistribusi normal.30

Dalam penelitian ini, pengujian normalitas menggunakan Uji Kolmogorov-smirnov

30 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Mulitivariate dengan Program IBM SPSS 21 (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2013), hal. 32

(15)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 121

dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 19. Hasil Uji Normalitas.31

No Variabel Signifikansi Keterangan

1 Harga (X1) 0,200 Normal

2 Kualitas Pelayanan (X2) 0,200 Normal

3 Keputusan Pembelian (Y) 0,073 Normal

Berdasarkan rangkuman hasil perhitungan uji normalitas di atas, dapat dilihat bahwa semua variabel penelitian mempunyai nilai signifikansi > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa data ketiga variabel berdistribusi secara normal, dan dapat dilanjutkan untuk proses penelitian selanjutnya.

b. Uji Homogenitas Varians

Kriteria uji, apabila nilai r (probability value/critical value) lebih kecil atau sama dengan (=) dari tingkat α yang ditentukan, maka skor-skor pada variabel-variabel menyebar secara homogen. Dalam hal lainnya skor-skor menyebar secara berbeda.32 Proses pengujian

homogenitas data akan menggunakan bantuan program SPSS versi 20. Hasil rangkuman uji homogenitas disajikan berikut ini:

Tabel 20.

Hasil Uji Homogenitas Varians.33

No Variabel Signifikansi Keterangan

1 Harga (X1) 0,000 Homogen

2 Kualitas Pelayanan (X2) 0,000 Homogen

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa skor-skor pada semua variabel menyebar secara homogen.

c. Uji Linearitas dan Signifikan Koefisien Regresi

Kriteria uji, apabila nilai r (probability value/critical value) lebih kecil atau sama dengan (=) dari tingkat α yang ditentukan, maka distribusi berpola linear. Dalam hal lain distribusi tidak berpola linear.34 Proses pengujian linearitas data akan menggunakan bantuan program SPSS versi 20.

Adapun hasil uji linearitas dalam penelitian ini dirangkum dalam tabel berikut: Tabel 21.

31 Perhitungan lengkap dapat dilihat pada lampiran 5, hal. 130

32 Sambas Ali Mihidin. Dkk, Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur (Bandung: Pustaka Setia, 2007), hal. 89 33 Perhitungan lengkap dapat dilihat pada lampiran 5, hal. 130

(16)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 122

Hasil Uji Linearitas.35

No Variabel Signifikansi Keterangan

1 Harga (X1) 0,000 Linear

2 Kualitas Pelayanan (X2) 0,000 Linear

Hasil uji linearitas pada tabel di atas dapat diketahui bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa semua variabel penelitian berpola linear. 1. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan untuk menjawab tujuan 1, 2 dan 3 yaitu harga dan kualitas pelayanan secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian. Berikut ini hasil analisis regresi berganda yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS Versi 20.

Tabel 25.

Rangkuman Hasil Analisis Regresi Berganda.36

Variabel Koefisien

Regresi (b) thitung Sig. Kesimpulan

Harga 0,737 17,515 0,000 Signifikan Kualitas Pelayanan 0,174 4,137 0,000 Signifikan Konstanta = 4,564 R Square = 0,738 Fhitung= 358,145 Sig. = 0,000

Berdasarkan tabel di atas diketahui persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2= 4,564 + 0,737 X1 + 0,174 X2

Keterangan: Y= Keputusan pembelian; X1 = Harga, X2= Kualitas Pelayanan. Dari persamaan ini

dapat diinterpretasikan:

a. Variabel harga dan kualitas pelayanan mempunyai arah koefisien yang bertanda positif terhadap keputusan pembelian;

b. Nilai konstanta menunjukkan pengaruh variabel X (harga dan kualitas pelayanan), bila variabel harga naik satu satuan maka akan berpengaruh sebesar satu satuan pada variabel keputusan pembelian. Artinya variabel keputusan pembelian akan naik atau terpenuhi sebesar satu-satuan variabel harga dan kualitas pelayanan;

c. Nilai koefisien regresi variabel harga terhadap variabel keputusan pembelian adalah sebesar 0,737 artinya jika harga mengalami kenaikan 1 satuan, maka keputusan pembelian akan

35 Perhitungan lengkap dapat dilihat pada lampiran 5, hal. 130 36 Perhitungan lengkap dapat dilihat pada lampiran 7, hal. 132

(17)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 123

mengalami peningkatan sebesar konstanta = 4,564. Koefisien regresi bernilai positif artinya antara harga dan keputusan pembelian berpengaruh positif.

a. Nilai koefisien regresi variabel kualitas pelayanan terhadap variabel keputusan pembelian adalah sebesar 0,174 artinya jika kualitas pelayanan mengalami kenaikan 1 satuan, maka keputusan pembelian mengalami peningkatan sebesar konstanta = 4,564. Koefisien bernilai positif artinya kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.

1) Harga

Hasil statistik uji t untuk variabel harga diperoleh nilai thitung sebesar 17,515, dengan

nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,737; dikarenakan thitung > ttabel (17,515 > 1,969) maka

hipotesis yang menyatakan bahwa “harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda” diterima dengan pengaruh sebesar 73,7%.

2) Kualitas Pelayanan

Hasil statistik uji t untuk variabel kualitas pelayanan diperoleh nilai thitung sebesar 4,137

dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,000 < 0,05) dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,174; dikarenakan thitung > ttabel (4,137 > 1,969) maka hipotesis yang menyatakan

bahwa “kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda” diterima dengan pengaruh sebesar 17,4%.

b. Uji F

Dari hasil pengujian diperoleh nilai Fhitung sebesar 358,145 dengan signifikansi sebesar

0,000. Oleh karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai fhitung > ftabel

(358,145 > 3,031) maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mampu membuktikan adanya pengaruh harga dan kualitas pelayanan secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal.

c. Koefisien Determinasi (R Square)

Hasil uji R Square pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,738. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel harga dan kualitas pelayanan 73,8%, sedangkan sisanya sebesar 0,262 atau 26,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

e2 = 0,262 Keputusan Pembelian (Y) Harga (X1) Kualitas Pelayanan (X2) thitung = 17,515

(18)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 124

Gambar 10.

Persamaan Struktural Antar Variabel. 2. Pembahasan Hasil Penelitian

a. Harga Berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian

Dari uji hipotesis yang dilakukan ditemukan bahwa harga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal sebesar 73,7%. Hal ini menunjukkan bahwa harga yang ditetapkan sangat menentukan keputusan pembelian pada Minimarket Nahda, yang ditandai dengan thitung sebesar 17,515

dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal. Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak.

Konsumen menilai harga yang ditawarkan oleh Minimarket Nahda Sungai Bengkal cukup terjangkau, sesuai dengan kualitas dan manfaat dari produk yang dijual. Faktor harga produk selalu menjadi faktor penting dalam proses dalam konteks setiap pembelian pelanggan/konsumen. Harga yang terlalu tinggi tanpa diimbangi dengan kualitas yang baik maka dapat menimbulkan kekecewaan konsumen. Jadi pihak produsen harus pandai dalam menetapkan harga jual suatu produk. Harga yang ditetapkan harus sesuai dengan perekonomian konsumen, agar konsumen dapat membeli barang tersebut. Harga mewakili sebuah persepsi seseorang tentang produk tersebut. Sehingga harga bisa membuat konsumen melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk.

Harga yang ditetapkan oleh Minimarket Nahda mengacu pada keterjangkauan harga, kesesuaian dengan kualitas produk, daya saing harga, kesesuaian harga dan manfaat produksi, harga mempengaruhi daya beli konsumen, harga dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan, sehingga meningkatkan volume penjualan secara keseluruhan.

b. Kualitas PelayananBerpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian

Dari uji hipotesis yang dilakukan ditemukan bahwa kualitas pelayananmempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal sebesar 17,4%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan sangat menentukan keputusan pembelian pada Minimarket Nahda, yang ditandai dengan thitung

sebesar 4,137 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hal ini berarti semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan maka akan semakin tinggi pula pengambilan keputusan pembelian.

Fhitung = 358,145

(19)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 125

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa perusahaan harus memberikan pelayanan yang baik sehingga dapat menarik konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian.

c. Harga dan Kualitas Pelayanan Berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian

Harga dan kualitas pelayanan berpengaruh secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian. Dimana apabila harga dan kualitas pelayanan semakin baik maka akan semakin meningkat pula keputusanpembelian para konsumen pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal.

Hal tersebut dapat dilihat dari variabel independen (harga dan kualitas pelayanan) yang mempunyai fhitung 358,145 dengan tingkat signifikan 0,00 < 0,05, artinya terdapat pengaruh yang

signifikan antara harga dan kualitas pelayanan secara simultan terhadap keputusan pembelian sebesar 73,8%. Hal ini perlu dipertahankan dan sangat perlu untuk ditingkatkan, karena jika harga dan kualitas pelayanan baik maka sangat jelas dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen sebagaimana hasil temuan tersebut. Dan 26,2% adalah variabel sisa (residu) yang belum diteliti dalam penelitian ini.

D. Kesimpulan

1. Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Semakin baik harga yang ditawarkan, maka akan semakin meningkat keputusan pembelian konsumen pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan “harga berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian” dapat diterima. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung > ttabel (17,515 >

1,969). Indikator harga terdiri dariketerjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, daya saing harga, dan kesesuaian harga dengan manfaat.

2. Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan maka akan semakin meningkat keputusan pembelian konsumen. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis peneitian yang menyatakan “kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian” dapat diterima. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung > ttabel (4,137 >

1,969). Indikator kualitas pelayanan terdiri dari keandalan (reliability), ketanggapan atau kepedulian (responsiveness), jaminan kepastian (assurance), perhatian (emphaty), dan berwujud (tangible).

3. Harga dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dimana apabila harga lebih terjangkau dan kualitas pelayanan lebih baik, maka akan semakin meningkat keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang

(20)

Mashudi Hariyanto – Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Page 126

menyatakan “harga dan kualitas pelayanan berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian” dapat diterima. Hal ini dapat dilihat dari nilai fhitung > ftabel (358,145 > 3,031).

E. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Al-qur’an Terjemah Al Jamil. Bekasi: Cipta Bagus Segara. 2012. Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran. Malang: UB Press, 2011.

Arista Atmadjati, Layanan Prima dalam Praktik Saat Ini. Yogyakarta: Deepublish, 2018. Asep ST Sujana, Manajemen Minimarket. Jakarta: Raih Asa Sukses, 2012.

Bernard T. Widjaja, Lifestyle Marketing. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009. Dokumentasi, Minimarket Nahda, Tahun 2019

Ibnu Syamsi, Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007. Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Mulitivariate dengan Program IBM SPSS 21. Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2013.

Inggang Perwangsa Nuralam, Manajemen Hubungan Pelanggan Perbankan Syariah IndonesiaI. Yogyakarta: Deepublish, 2018.

Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. Jakarta: Gaung Persada Press, 2009. Kanisius Waro wanda, Pengaruh Harga dan Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian di

Minimarket Lulu Mart Samarinda, ejurnal Ilmu Administrasi Bisnis, vol. 3, no. 4, 2015.

Kasmir, Kewirausahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011.

Kotler dan Armstrong, Dasar-dasar Pemasaran Edisi Kesembilan Jilid 2. Jakarta: PT Indeks, 2004.

Malayu S.P. Hasibuan, Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009 Nugroho J. Setiadi, Perilaku Konsumen. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.

Nurhayani dan Deni Suryano, Strategi Pemasaran Kontemporer. Pasuruan: CV Penerbit Qiara Media, 2019.

Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004.

Sambas Ali Mihidin. Dkk, Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur. Bandung: Pustaka Setia, 2007. Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali Pers, 2011.

Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta, 2011.

Sugiyono, Metodologi Penelitian Administrasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005. Sugiyono, Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2009.

Supriadi, Konsep Harga Dalam Islam. Bogor: Guepedia, 2018.

Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Marketing Muhammad saw Strategi Andal dan Jitu

Referensi

Dokumen terkait

peserta didik dapat menanamkan dan mengembangkan Soft skill dengan baik Dalam menanamkan Soft skill kepada peserta didik, guru tidak hanya memahami

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi temperatur pemanasan larutan pati terhadap sifat kekuatan tarik dan pemanjangan saat putus bioplastik dari pati biji

dalam keadaan sedang, dimana mobil yang dikendarai terdakwa berada pada jalur kanan dikarenakan mobil yang berada di depan mobil yang dikemudikan terdakwa berbelok ke

Untuk pihak sekolah lebih meningkatkan evaluasi secara berkala terhadap program Student of The Month yang dilaksanakan dalam upaya penguatan karakter disiplin peserta didik,

mengenai Pengaruh Jumlah Penduduk Terhadap Alokasi Belanja Modal Melalui Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus Sebagai Variabel

Berdasarkan hal diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Kadar Hemoglobin Darah (Hb) Dengan Nilai Kebugaran Atlet di UPTD

Bardasarkan hasil pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner terdapat kesamaan antara teori dan kanyataan bahwa pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui berapa besar tegangan dan arus rectifier DC yang dibutuhkan untuk memperlambat terjadinya korosi pada instalasi pipa distribusi