Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
956
PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI ZAKAT PADA SISWA KELAS IX-C SMP KARTIKA II-2 BANDARLAMPUNG
Yasir Arafat
Prodi Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email : [email protected]
ABSTRAK
Pendidikan sangat penting bagi semua orang khususnya generasi muda, karena pendidikan dapat menciptakan manusia yang cerdas dan mampu bersaing di era globalisasi. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan orang dewasa untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran.Penelitian Tindakan kelas merupakan upaya guru dalam kegiatan dalam melakukan perkembangan belajar terhadap siswa yang bertujuan untuk melihat hasil belajar siswa dengan sebuah model pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajar. Dalam kegiatan ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas 9C yang terdiri dari 23 siswa, dengan model Pembelajaran Discovery Learning. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan atau action research merupakan model penelitian yang sekaligus berpraktik dan berteori, atau menggabungkan teori sekaligus melaksanakan dalam praktik. Hasil penelitian didapatkan bahwa hasil belajar materi zakat siswa meningkat setelah model pembelajaran Discovery Learning diterapkan kelas 9C SMP Kartika II-2 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2022/2023. Hal ini dibuktikan dengan data hasil tes pada siklus II menunjukkan rata-rata nilai siswa yang meningkat sebesar 83,30, dengan presentase ketuntasan 91,30 %.
Kata Kunci: Discovery Learning, PAI, Hasil Belajar, Zakat.
PENDAHULUAN
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
957
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan orang dewasa untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pengajaran. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional yang tercantum dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Bab II pasal 3 yang berbunyi:
Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pengembangan potensi peserta didik digali melalui proses penilaian terhadap hasil belajar yang dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan peserta didik dalam upaya mencapai tujuan-tujuan dan untuk memperoleh target yang diharapkan guru. Permasalahan yang kemudian muncul di lapangan adalah kurang antusias peserta didik selama mengikuti pembelajaran yang berlangsung, ketika guru menerangkan banyak diantaranya yang tidak memperhatikan dan sibuk dengan kegiatan masing- masing seperti mengobrol, bercanda bahkan ada yang keluar masuk ruangan.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti didapatkan hasil bahwa secara umum nilai rata-rata kelas hanya mencapai 47,82 % dari nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah ditentukan untuk mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti Materi Zakat di sekolah tersebut yaitu 70.
Dengan presentase rata-rata 47,82% peserta didik di kelas 9C menguasai materi zakat sedangkan 52,18 % peserta didik kurang menguasai dan memahami materi zakat. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar peserta didik kurang menguasai dan memahami materi zakat.
Berpedoman pada fakta-fakta diatas, salah satu alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil adalah dengan penerapan model Discovery
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
958
Learning sebagai upaya meningkatan hasil belajar pada materi Zakat dan ketentuannya. Model Discovery Learning adalah salah satu model pembelajaran yang mengkondisikan peserta didik untuk terbiasa menemukan, mencari, dan mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran.
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dimana dalam proses ini peneliti sekaligus guru menginginkan adanya perbaikan dan peningkatan dalam proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar itu sendiri. Menurut Kunandar (2008) penelitian tindakan kelas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik atau bersama orang lain (kolaborasi) yang bertujuan untuk meningkatkan atau memperbaiki mutu proses pembelajaran di dalam kelas. Rochman Nata Wijaya (1977) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah pengkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual yang ditujukan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi.
1. Subyek Penelitian.
Subyek penelitian adalah siswa kelas IX.C SMP Kartika II-2 Bandarlampung tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 24 siswa dan terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan dengan usia rata-rata 15 tahun.
2. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX-C SMP Kartika II-2 Bandarlampung yang merupakan tempat tugas peneliti dimana sekolah
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
959
ini beralamat di Jln Kapten Pierre Tendean no 4 Kecamatan Tanjung Karang Pusat Bandarlampung.
3. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan dua siklus, dengan setiap siklusnya dilaksanakan 2 kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan, yaitu mulai Bulan September sampai dengan Oktober 2022, dengan jadwal kegiatan sebagai berikut :
TABEL 3.1 JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN
No Jenis Kegiatan
Nama Bulan / Pekan ke…
September 2022 Oktober 2022
1 2 3 4 1 2 3 4
1. Persiapan
Menyusun Proposal Penelitian X X
Menyiapkan RPP, perleng kapan lain, instrumen observasi, tes hasil belajar
X X
Permohonan izin penelitian, pernyataan kesanggupan observer
X
2. Pelaksanaan
Melakukan tindakan pada siklus 1 X
Melakukan observasi pada siklus 1 X
Melakukan evaluasi pada Siklus 1 X
Melakukan analisis dan refleksi hasil siklus 1 menuju rencana siklus 2
X
Melakukan tindakan pada siklus 2 X
Melakukan observasi pada siklus 2 X
Melakukan evaluasi pada Siklus 2 X
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
960
Melakukan analisis hasil siklus 2 X
3. Menyusun Laporan X
B. Prosedur Penelitian
Tabel 10. Model Dan Tahapan Penelitian
Secara rinci prosedur penelitian tiap siklus dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini, kegiatan yang perlu dilakukan oleh peneliti adalah :
1) Peneliti menjelaskan kepada observer tentang apa yang akan diobservasi serta menjelaskan tentang pembelajaran yang peneliti lakukan dengan menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas IX C di SMP Kartika II-2 Bandarlampung
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
961
2) Menyusun atau menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakandengan menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning
3) Menyusun lembar observasi untuk mencatat aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran berlangsung.
4) Menyiapkan lembar pertanyaan/soal.
5) Menyusun tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda untuk mengetahui hasil belajar siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan awal
1) Guru bersama siswa berdoa 2) Mengecek kehadiran siswa 3) Mempersiapkan psikis siswa
Kegiatan inti
1) Persiapan : Guru Menentukan tujuan pembelajaran, identifikasi karakteristik peserta didik (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya).
2) Stimulasi/pemberian rangsangan : Guru dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.
3) Identifikasi masalah : Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
962
4) Mengumpulkan data : Guru membantu peserta didik mengumpulkan dan mengeksplorasi data.
5) Pengolahan data : Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para peserta didik baik melalui wawancara, observasi.
6) Pembuktian : Guru membimbing peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermatuntuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil.
7) Menarik kesimpulan : Guru membimbing peserta didik merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya.
Kegiatan Penutup
1) Guru bersama siswa relefleksi hasil pembelajaran.
2) Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya.
c. Observasi dan Evaluasi
Selama pelaksanaan tindakan, diadakan observasi yang dilakukan secara kontinu setiap kali pembelajaran berlangsung dengan mengamati kegiatan guru dan aktivitas siswa. Evaluasi dilakukan setelah pembelajaran selesai dengan memberikan tes berupa pilihan ganda. Tes ini dikerjakan secara individu selama dua jam pelajaran (2 x 40 menit).
d. Refleksi
Refleksi dilakukan pada akhir siklus, pada tahap ini peneliti sebagai pengajar bersama guru yang bertindak sebagai observer mengkaji hasil yang diperoleh dari pemberian tindakan pada tiap siklus. Hal ini dilakukan dengan melihat data hasil evaluasi yang
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
963
dicapai siswa pada siklus I, jika hasil analisis data menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh hasil yang tidak optimal yaitu tidak tercapai ketuntasan belajar = 85 % dari siswa yang memperoleh nilai KKM yaitu 70 , maka dilanjutkan siklus berikutnya. Hasil refleksi ini digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki serta menyempurnakan perencanaan dan pelaksanaan tindakan pada siklus selanjutnya.
2. Siklus II
a. Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini, kegiatan yang perlu dilakukan oleh peneliti adalah :
1) Peneliti menjelaskan kepada observer tentang apa yang akan diobservasi serta menjelaskan tentang pembelajaran yang peneliti lakukan dengan menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas IX-C di SMP Kartika II-2 Bandarlampung.
2) Menyusun atau menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning
3) Menyusun lembar observasi untuk mencatat aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran berlangsung.
4) Menyiapkan lembar pertanyaan/soal.
5) Menyusun tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda untuk mengetahui hasil belajar siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan awal
1) Guru bersama siswa berdoa 2) Memeriksa kehadiran siswa
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
964 3) Mempersiapkan psikis siswa
Kegiatan inti
1) Persiapan : Guru Menentukan tujuan pembelajaran, identifikasi karakteristik peserta didik (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya).
2) Stimulasi/pemberian rangsangan : Gutu dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktifitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.
3) Identifikasi masalah : Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).
4) Mengumpulkan data: Guru membantu peserta didik mengumpulkan dan mengeksplorasi.
5) Pengolahan data : Guru membimbing peserta didik dalam kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para peserta didik baik melalui wawancara, observasi.
6) Pembuktian : Guru membimbing peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil.
7) Menarik kesimpulan : Guru membimbing peserta didik merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya.
Kegiatan Penutup
1) Guru bersama siswa relefleksi hasil pembelajaran.
2) Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya.
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
965 c. Observasi dan Evaluasi
Selama pelaksanaan tindakan, diadakan observasi yang dilakukan secara kontinu setiap kali pembelajaran berlangsung dengan mengamati kegiatan guru dan aktivitas siswa.
Evaluasi dilakukan setelah pembelajaran selesai dengan memberikan tes berupa pilihan ganda. Tes ini dikerjakan secara individu selama dua jam pelajaran (2 x 40 menit).
d. Refleksi
Setelah dilakukan evaluasi apabila jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sudah mencapai 85 % atau lebih maka kegiatan siklus dihentikan.
C. Teknik Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian
Suharsimi Arikunto dalam buku Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik diterbitkan di Jakarta oleh Rineka Cipta (2006:160) menerangkan bahwa instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.
Instrumen pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu:
a. Instrumen pelaksanaan pembelajaran
Dalam penelitian ini, instrumen pelaksanaan pembelajaran yang digunakan berupa silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
b. Instrumen pengumpulan data
Dalam penelitian ini, data-data yang diperoleh dikumpulkan melalui beberapa cara:
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
966 2. Dokumentasi
Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa dat- data siswa, keaktifan siswa maupun data hasil ulangan siswa yang peneiti peroleh dan observasi awal.
3. Observasi
Observasi dengan pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra (pengamatan langsung). Tujuan observasi ini untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
4. Tes evaluasi pada setiap siklus
Tes adalah beberapa rangkaian pertanyaan atau latihan atau alat yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Dalam penelitian ini digunakan tes prestasi yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.
Instrument tes disusun untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa dalam menguasai materi yang telah disampaikan.
Tes ini diberikan untuk memperoleh data tentang prestasi akademik setiap siklus. Tes ini memuat tentang materi perbandingan yang akan diberikan pada akhir siklus, kemudian dianalisis secara kuantitatif.
5. Sumber Data
Sumber data penelitian ini berasal dari peneliti, guru sebagai observer, dan siswa kelas IX C SMP Kartika II-2 Bandarlampung.
a. Jenis Data
Jenis data yang didapatkan adalah kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:
1) Data hasil belajar (data kuantitatif)
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
967
2) Data hasil observasi pelaksanaan pembelajaran (data kualititatif) b. Cara Pengambilan Data
Cara pengambilan data dalam penelitian ini adalah:
1) Data hasil belajar diperoleh dengan cara memberikan tes evaluasi atau ulangan pada siswa setiap akhir siklus.
2) Data tentang situasi belajar mengajar diperoleh dari lembarobservasi.
D. Teknik Analisis Data a. Data Tes Hasil Belajar
Setelah memperoleh data tes hasil belajar, maka data tersebut dianalisa dengan mencari ketuntasan belajar dan daya serap, kemudian dianalisa secara kuantitatif.
b. Ketuntasan Individu
Setiap siswa dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai≥ KKM yaitu 70. Nilai ketuntasan minimal sebesar 70 dipilih karena sesuai dengan kemampuan individu, hal ini juga sesuai dengan standar ketuntasan belajar siswa pada SMP Kartika II-2 Bandarlampung.
c. Ketuntasan Klasikal
Data tes hasil belajar proses pembelajaran dianalisis dengan menggunakan analisis ketuntasan hasil belajar secara klasikal minimal 85% dari jumlah siswa yang memperoleh nilai KKM yaitu 70 Dengan rumus ketuntasan belajar klasikal adalah:
KK = X x 100%
Z Keterangan :
KK = Ketuntasan klasikal
X = Jumlah siswa yang memperoleh nilai KKM Z = Jumlah seluruh siswa
Ketuntasan belajar klasikal tercapai jika 85% siswa memperoleh nilai KKM yang akan terlihat pada hasil evaluasi tiap-tiap siklus.
E. Indikator Keberhasilan
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
968
Adapun yang menjadi indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah pencapaian prestasi dan aktivitas belajar siswa dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Keberhasilan penelitian ini dilihat dari prestasi belajar mencapai ketuntasan klasikal yaitu jika 85% siswa mendapat nilai KKM yaitu 70 pada saat evaluasi.
b. Keberhasilan penelitian ini dilihat dari aktivitas belajar siswa minimal berkategori cukup aktif dalam proses pembelajaran model pembelajaran discovery learning, yakni apabila aktivitas belajar siswa berada pada interval 2,5 AS < 3,5.
HASIL PENELITIAN
1. Pembahasan siklus 1
Penelitian pembelajaran pada siklus 1 terjadi sedikit peningkatan hasil belajar dari sebelum siklus 1. Namun persentase ketuntasan belum mencapai terget dikarena beberapa faktor :
a. Siswa kurang termotivasi untuk mempelajari materi zakat
b. Metode yang digunakan belum dapat membuat siswa untuk aktif dalam pembelajaran dikelas.
c. Hasil belajar siswa mencapai ketuntasan 47,82 %, secara klasikal belum tuntas.
2. Pembahasan Siklus II
Hasil penelitian siklus II untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas IX-C SMP Kartika II-2 Bandarlampung diperoleh data sebagai berikut:
a. Antusias siswa yang mengikuti pembelajaran semakin meningkat karena pembelajaran dengan model Discovery Learing lebih memotivasi siswa untuk mencari informasi secara mandiri terkait materi yang dipelajari.
b. Hasil akhir siklus pembelajaran II semakin meningkat dibanding siklus I dari 47,25% menjadi 93,75 %. Dengan demikian secara klasikal hasil belajar zakat dinilai tuntas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebagai
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
969
upaya untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti materi Zakat pada siswa kelas IX-C dengan melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model discovery learning di SMP Kartika II-2 Bandarlampung 2022/20203. Berdasarkan hasil analisis data pada tiap siklus, terlihat bahwa hasil dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Pada pelaksanaan pembelajaran dan hasil analisis data siklus I, untuk aktivitas siswa diperoleh nilai rata-rata sebesar 47,82 % dan aktivitas siswa pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 91,30
%.
Terkait dengan hasil ulangan pada siklus I dan II dapat dilihat rinciannya dibawah ini :
Gambar 4.1 Grafik Hasil Siklus I dan Siklus II
KESIMPULAN
Hasil Pembelajaran mengalami peningkatan dibuktikan dengan data siswa yang memperoleh hasil belajar siswa dengan nilai yang mencapai KKM lebih dari 85%. Kenaikan hasil belajar pada siklus I dan dan siklus II karena didukung oleh motivasi belajar siswa yang semakin meningkat, serta siswa yang pada mulanya kurang aktif menjadi lebih aktif, serta motivasi guru guru yang memberikan arahan didukung dengan model pembelajaran yang lebih meningkatkan motivasi siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, dapat di simpulkan bahwa Penerapan model discovery learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Zakat di SMP Kartika II-2 Bandarlampung tahun pelajaran 2022/2023
0 20 40 60 80 100
Jumlah siswa yang
ikut tes
Nilai Terendah
Nilai Tertinggi
Rata-rata Jumlah siswa yang
tuntas
Persentase yang tuntas(%)
Hasil Siklus I 23 30 90 65.65 11 47.82
Hasil Siklus II 23 50 100 83.47 22 91.30
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
970
Berdasarkan hasil yang dicapai dalam Penelitian Tindakan Kelas ternyata model pembelajaran Discovery Learnig telah memberikan dampak positif terhadap hasil belajar materi zakat siswa kelas IX-C. Maka Penulis menyampaikan saran agar Sekolah dapat melaksanakan Pelatihan atau Workshop tentang pemanfaatan model pembelajaran Discovery Learning.
Karena Model pembelajaran Discovery Learning dapat diterapkan juga pada Materi atau Topik pelajaran lain yang memiliki rumpun yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Harifa A. (200210. Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
Mudzalir A. (1997). Psikolofi Pendidikan, Jakarta : Pustaka Setia Hilgard. (2006) Pembelajaran Metode Kasus. Bandung:Bonoma
Sabri, Alisuf. (1996). Psikologi Pendidikan dalamKurikulum Nasional. Jakarta:
Pedoman Ilmu Jaya
Hamalik Oemar. (2001) Prses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara
M. NgalimPurwanto. 1986.Prinsip-prinsip dan Tehnik Evaluasi Pengajaran.
Bandung: RemajaKarya
Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:
971
Sardiman AM. 1990.Interaksi dan MotivasiBelajarMengajar. Jakarta:
CV.Rajawali.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Saifudin Azwar. 1996. Pengantar Psikologi Intelegensi. Jogyakarta : Pustaka Pelajar.
Syah, Muhibbin. 2003. PsikologiBelajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Winkel, W.S. 1987. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta :Gramedia.
Djalal, M.F. 1986. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa Asing. Malang: P3T IKIP Malang
Dr. Nana Sudjana. (1998:28)wordpres.com/2011/07/03/definisi-belajar.
Jihad, A. dan Abdul Haris. 2012. EvaluasiPembelajaran. Yogyakarta: Multi Presindo
Rusman. 2014. Model-model pembelajaran : Mengembangkan Profesionalisme Guru Guru.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sayyid Sabiq, 2014. Fiqih Sunnah Jilid 4, Bandung, Al-Ma’arif
Slameto. 2013. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya . Jakarta.
Rineka Cipta Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana. 2009. Metode Statistika. Bandung
Tarsito. Susanto, Ahmad. 2014. TeoriBelajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.
Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learning. Surabaya: Pustaka Belajar.
https://www.karyatulisku.com/2017/10/pengertian-hasil-belajar-dan-jenis- jenis-hasil-belajr.html
https://www.zonareferensi.com/pengertian-pendidikan/
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-belajar/