WACANA
BERNAS
JOGJA
Legawa
LEGAWA
sebuahkata
yangsingkat namun
bermakna dalam.Kata legawa
berasaldari
Bahasa Jawa yang memiliki arti ikhlas, tulus hati. Seorang anak yang diberi nama Legawa, dapat dipastikanorangtua-nya memiliki
harapan agar kelakanaknya
tumbuh
dewasa menjadipribadi yang
berhatitulus,
tabah, dan senantiasa tawakal. Akan tetapi tidak harus bernama Legawa, setiap orang dapatmemiliki
sikap le-eawa apabila secara sadar dengan ikhlas dan hati tulus rela berkorbanmene-rima
segala kekecewaan ma-upun rasa sakit yang mendera.Sikap
legawayang
sederhana dapat ditunjukkan dalam sebuahper-tandingan. Bertanding
ataU ber-lomba tentu harus ada menang dan kalah. Untukitu
setiap orang yangberani berlaga harus
siap
menang dan siap kalah. Mereka yang kalah harr-ls legawauntuk
menerima ke-kalahan dengan lapang dada. Rasakecewa
tentu
ada, namun dengan legawa itu berarti kita telah menang melawan hasrat dan keegoisan diri. Mereka yang juarajuga
harus ber-sikap rendah hati dan tidak jemawa.Kejemawaan hanya akan
meng-undang kehancuran.
Piala Dunia dan pilpres Sikap legawa ditunjukkan oleh suporter tuan rumah
Brasil
dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2014 antara Brasil melawan Jerman hari Selasa (8/7 l2}L4)yanglalu waktu setempat.Tim
Panzer Jermanber-hasil
menaklukkanBrasil
denganskor 7-1.
Ini
tentu
mengejutkan .banyak orang dan membuat Brasil berduka.Meskipun
kecewa berar,timnds dan suporter
Brasil
denganlapang dada menerima kenyataan
yang ada.
Tak
selang
beberapa
lama, situasi mengejutkanjuga
terjadi di Tanah Air. Hasil hitung cepat (quickcount) pilpres
9
Juli
2014
sudah ditayangkan. Daril2
lembaga survei yang melakukan hitung cepat, empatdi
antaranya menyajikan hasil yangkontras
dengan delapan 'lembagasurvei lainnya. Delapan
lembaga survei yaitu Litbang Kompas, RRI, SMRC, CSIS-Cyrus, LSI, IPI,Poltra-cking
Institute, danPopuli
Centermemenangkan pasangan
Jokowi-JK.
Sementara Puskaptis, JSI, LSN,
dan IRC
justru
mengung-eulkan pasanganPrabowo-Hatta.
Keduakubu
lantas saling mengklaim ke-menangan dengan perolehan suara antara5l
persen hingga 53 persenlebih
ung_eul dibandingkubu
lain-nya. Setelah deklarasi kemenangan,
bak
suporter sepak bola,
parapendukung
kubu
masing-masingbersorak-sorai kegirangan dan
me-rayakan
euforia
kemenangannya. Lembaga survei abal-abalTatkala hasii resmi belum
di-umumkanoleh Komisi
PemilihanUmum (KPU)
makahitung
cepatkerap menjadi referensi.
Tak
ayal meskipun mayoritas lembaga survei menyatakan'kemenangan berada ditangan pasangan Jokowi-JK, namun
hasil hitung cepat yang tidak
kom-pak
ini
menimbulkan kebingungan dan &eresahandalam
masyarakat. Pilpres tanggal 9 Juli 2014 memangmenjadi
sejarah
bagi
Indonesiakarena pertama kalinya pilpres secara
langsung hanya
diikuti
oleh
dua pasang kandidat.Ini
telahmenye-babkan terjadinya polarisasi yang
membelah masyarakat secara
diarne-tral yang diharapkan akan berakhir pasca pilpres. Kenyataannya
seka-ran,e justru masih terus menyisakan
masalah
yang
berpotensi
meng-ancam demokasi.Permasalahan hasil hitung cepat yang simpang siur
ini
semakin pelikketika RPU
menyatakan
bahwa semua lembaga survei telahterdaf-tar.
Menurut Perhimpunan SurveiOpini Publik
Indonesia (Persepi)sebaiknya
dilakukan
audit
untukrneninjau
lebih jauh
bagaimana metodologi termasuk proporsionali-tas sampling, validitas data,objek-tivitas, dan sumber dana lembaga-lembaga survei tersebut.
Perbedaan
hasil hitung
cepat memang sah-sah saja terjadi, namunmenjadi pertanyaan ketika muncul perbedaan yane kontras seperti saat
ini. Dalam suatu penelitian, seorang
peneliti boleh
salah namun tidak boleh bohong.Apabila'tedadi
ke-salahan,itu
terkait dengankompe-tensi
si
peneliti, namun kejujuran adalah soal integritas. Halini
harus dipegang teguh oleh setiap lembaga sgrvei agarjangan sampaimelacur-kan kredibilitas
mereka
dengan menyajikan hasil hitung cepar yangtdrnyata pesanan
pihak
tertentu.Kita
telah
membangundemo-krasi
dengantetesan darah
dancucuran
air
mata sejak Reformasi1998. Sungguh
akan
mencederaimakna demokrasi
itu
apabila ada pihak-pihak yang tidak legawa me-nerima hasil pilpres. Jangan sampai ada yan-e berupaya menjegal keme-nanganpihak lain.
Jangan .sampaiada
prlla
yang memanfaatkanke-Senin
Wage,14
Juli2(
HALAMAI
sempatan untuk semakin memal
kan situasi. Ingatlah bahwa ker
nangan bukan tujuan akhir. men
justru menjadi awal dari perjuan
untuk menata kehidupan berban dan bernegara agar lebih baik. I nang berarti j uga harus legawa kar
terpilih menjadi pelayan yang h: dengan
tulus
menjalankan mar dan tugas dari rakyat yang tidalri ngan.
Kini
semuapihak
harus sa menunggu dan terus mengawal hpilpres agar
jangan
sampai rerkecurangan
hingga
proses hitrresmi selesai dilakukan oleh
I(
Kedua
kubu
yang berlaga
hamampu menahalr
diri
dan menjagar demokrasi tetap pada relr
Sangat
tidak etis apabila
salberebut kemenangan.
Vox
Po1Vox
Dei,
suara rakyat adalah st Tuhan maka siapa pun yang terp menjadi presiden dan wakil presi .merupakan 'kehendakrakyat
ytidak dapat dilawan.
Kendatipun rakyat belum de sejahtera, paling tidak rakyat in
menikmati
hidup
yang damaitenang. Menang atau
kalah,
ti,ada
lagi
lawan,
semuanya adakawan
yang
harussaling
menkung
dan ber-9erak bersama drmewujudkan Jndonesia yang le baik.
Akhirnya meski dari dua pas,
kandidat yang
berlagatidak
spun
bernama Legawa, namunbagai manusia yang
memiliki
Idan nurani
tentu
dapat
bersillegawa demi keutuhan dan kemajr bangsa
ini.
**+
Hendra
Kurniawan MPd.
Do Pendidikan SejarahFKIP
Unitsitas
SanataDhanna
Yogyukct,llo
134IH