1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Provinsi Jawa Timur memiliki banyak tempat pariwisata yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata alam, rekreasi, edukasi, sejarah, budaya, religi, dan lain-lain. Dilihat dari peta wisata yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur, kawasan wisata yang cukup padat di Jawa Timur terletak di bagian tengah provinsi, tepatnya di sekitar kota Pasuruan, Batu, dan Malang.
(“Peta Wisata Jawa Timur”, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Jatim) Banyak wisatawan lokal yang berasal dari provinsi Jawa Timur yang sering memadati lokasi wisata di sekitaran Pasuruan, Batu, dan Malang terutama saat musim liburan sekolah dan hari raya (Faela Shafa, par. 2)
Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi di daerah tersebut adalah Taman Safari Indonesia 2 Prigen – Pasuruan. Taman Safari Prigen - Pasuruan merupakan salah satu anggota dari Taman Safari Group selain Taman Safari Indonesia Cisarua - Bogor, Bali Safari Marine Park Gianyar - Bali, dan Batang Dolphins Center Batang - Jawa Tengah. Taman Safari Indonesia II (TSI II) di Prigen ini sering juga disebut dengan nama Taman Safari Prigen, taman ini mulai beroperasi pada tahun 1997 serta menempati areal seluas 340 Ha, berada pada ketinggian antara 800 sampai 1.500 dpl dan berhawa sejuk. (“Ayooo...ke Taman Safari Indonesia II Prigen”, par. 2) Taman Safari Prigen – Pasuruan ini merupakan pemain tunggal dalam hal wisata edukasi satwa yang ada di sekitar kota Pasuruan, Batu, dan Malang sebelum munculnya Jawa Timur Park 2 pada tahun 2010.
Jatim Park 2 merupakan bagian dari Jawa Timur Park Group selain Jatim Park 1, WBL Park, Eco Green Park, dan lain-lain. Jatim Park 2 menjadi kompetitor langsung dari Taman Safari Prigen, karena selain letaknya berdekatan, wisata edukasi yang ditawarkan hampir serupa. Hal ini menimbulkan persaingan antar lokasi wisata di daerah tersebut, semuanya berlomba-lomba menarik minat wisatawan lokal untuk berkunjung. Maka dari itu, diperlukan strategi agar sebuah
tempat wisata yang ada di daerah tersebut bisa merebut hati para wisatawan lokal untuk berkunjung.
Strategi promosi yang digunakan untuk menarik target audience bisa bermacam-macam jenisnya, mulai dari rebranding, repositioning, rejuvenasi, dan lain-lain. Salah satu cara yang bisa digunakan oleh Taman Safari Indonesia 2 Prigen – Pasuruan agar dapat bersaing dengan kompetitornya (Jatim Park 2) adalah merancang strategi rejuvenasi. Dalam bahasa pemasaran, rejuvenasi adalah suatu proses untuk melahirkan kembali suatu produk dengan melakukan perubahan yang sangat nyata sehingga dapat mengubah persepsi, citra, maupun penilaian yang jauh lebih positif (Handi Sapta Mukti, par. 10). Proses rejuvenasi ini tidak mengubah brand maupun konsep dari Taman Safari tersebut, namun akan mengubah cara mengkomunikasikan produk kepada target audience yang pernah dilakukan selama ini.
Tugas Akhir dengan topik / objek serupa pernah diambil oleh Chrisje (42401231) dengan judul “Perancangan promosi obyek wisata Taman Safari Indonesia II Prigen” pada tahun 2005. Perbedaannya dengan “Perancangan strategi rejuvenasi Taman Safari Indonesia 2 Prigen Pasuruan” adalah pada problem yang dihadapi, kompetitor yang muncul tahun 2010 (Jawa Timur Park 2), dan strategi kegiatan promosi yang lebih terintegrasi (bukan hanya mengandalkan media konvensional).
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana merancang strategi rejuvenasi Taman Safari Indonesia 2 Prigen Pasuruan?
b. Bagaimana merancang media yang tepat dalam strategi rejuvenasi Taman Safari Indonesia 2 Prigen Pasuruan?
1.3 Batasan Masalah
a. Ruang lingkup perancangan dibatasi pada pembuatan pesan komunikasi baru (rejuvenasi) yang nantinya akan diaplikasikan dalam berbagai media komunikasi visual yang tepat.
b. Pengumpulan data dibatasi pada wilayah Jawa Timur.
c. Pengumpulan data akan dilakukan pada bulan Febuari 2014 – Juni 2014.
d. Perancangan rejuvenasi dan media yang digunakan akan didasarkan pada target perancangan sebagai berikut:
- Target Audience
Usia : 8-12 tahun Jenis Kelamin : Wanita dan Pria
Kelas Sosial : SES B ( Strata Ekonomi Sosial Menengah) Agama : Semua Agama
Ras : Indonesia
Psikografis
Selalu memanfaatkan waktu luang / liburan bersama keluarga, sekolah di SD negeri / swasta, selalu ingin terlihat lebih hebat daripada temannya / tidak mau kalah
Behavioral
Suka bermain gadget dan sosial media, suka berwisata keluar kota, suka mengunjungi tempat wisata keluarga
- Target Market
Geografis
Wilayah : Surabaya, Gresik, Sidoarjo
Demografis
Usia : 24-35 tahun Jenis Kelamin : Wanita dan Pria
Kelas Sosial : SES B ( Strata Ekonomi Sosial Menengah) Agama : Semua Agama
Ras : Indonesia
Psikografis
Keluarga muda dengan anak dibawah usia 10 tahun. Keluarga adalah hal terpenting bagi hidupnya, selalu memanfaatkan waktu luang / liburan bersama keluarga, pendidikan anak merupakan hal penting.
Behavioral
Suka berwisata keluar kota, suka mengunjungi tempat wisata keluarga
1.4 Tujuan Perancangan
a. Merancang strategi rejuvenasi Taman Safari Indonesia 2 Prigen Pasuruan b. Merancang media yang tepat dalam strategi rejuvenasi Taman Safari
Indonesia 2 Prigen Pasuruan
1.5 Manfaat Perancangan a. Bagi Mahasiswa
Ilmu dan teori yang selama ini didapat selama masa kuliah bisa dipraktikan di lapangan. Menambah pengalaman dan wawasan dalam pemecahan masalah yang kaitannya dengan penerapan ilmu desain komunikasi visual secara nyata.
b. Bagi Taman Safari Indonesia 2 Prigen Pasuruan
Mendapat ide, pesan, dan cara komunikasi baru yang diimplementasikan dalam berbagai media yang tepat agar dapat menarik minat pengunjung c. Bagi Masyarakat
Masyarakat bisa mengetahui bahwa jika berkunjung ke Taman Safari Prigen akan mendapat pengalaman wisata rekreasi dan edukasi satwa yang beragam, menarik, dan lengkap. Selain itu juga dapat melihat langsung berbagai jenis hewan yang tinggal di habitat alaminya.
d. Bagi Lembaga
Memberikan kontribusi dalam mengembangkan Desain Komunikasi Visual yang bertujuan untuk komersil.
1.6 Definisi Operasional
Strategi rejuvenasi adalah kumpulan cara / taktik dalam melakukan peremajaan kembali terhadap suatu bentuk pesan komunikasi yang dilakukan selama ini, dengan tujuan agar target audience lebih aware terhadap suatu produk.
Setelah pesan komunikasi baru sudah terbentuk, pesan tersebut akan disampaikan melalui berbagai media yang tepat agar dapat diterima oleh target audience.
Dalam konteks perancangan ini, produk yang akan melakukan strategi rejuvenasi adalah Taman Safari Indonesia 2 Prigen Pasuruan.
1.7 Metode Perancangan 1.7.1 Metode Pengumpulan Data
1.7.1.1 Metode Pengumpulan Data Primer
Data primer merupakan data yang hanya dapat diperoleh dari sumber asli atau pertama (Sarwono dan Lubis 88)
a. Wawancara
Wawancara akan dilakukan kepada narasumber yang memiliki informasi yang akurat mengenai Taman Safari Prigen, dalam hal ini adalah pihak marketing dari Taman Safari Prigen sebagai klien. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui proses promosi / komunikasi yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Taman Safari Prigen. Selain itu wawancara juga akan dilakukan terhadap target audience untuk membaca keinginan pasar, mengetahui insight, dan audience journey agar pesan yang disampaikan bisa mengena di target audience serta dapat membantu pemilihan media yang tepat.
b. Observasi
Observasi dilakukan di lokasi Taman Safari Prigen dengan tujuan pengumpulan data untuk analisis kekuatan dan kelemahan Taman Safari Prigen ini dibandingkan dengan kompetitornya. Selain itu observasi juga akan dilakukan di Jatim Park 2 sebagai kompetitor utama dari Taman Safari Prigen ini.
1.7.1.2 Metode Pengumpulan Data Sekunder a. Studi Kepustakaan
Kepustakaan merupakan sarana bantu bagi peneliti dalam mendukung data primer yang berasal dari artikel yang berhubungan dengan topik yang diangkat maupun buku yang terdapat teori-teori yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah.
b. Internet
Data yang dikumpulkan melalui internet merupakan data penunjang dan pelengkap proses penelitian. Terutama data-data yang tidak bisa didapat pada saat proses wawancara maupun observasi.
1.7.2 Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan adalah metode SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities, Threat), yaitu metode yang digunakan untuk menganalisa kekuatan, kelemahan, kesempatan, maupun ancaman yang dihadapinya. Dalam hal ini Taman Safari Prigen akan dibandingkan dengan kompetitornya, yaitu Jatim Park 2. Dari analisis tersebut, kemudian bisa ditentukan solusi dalam kaitannya dengan desain komunikasi visual.
1.8 Konsep Perancangan
Konsep perancangan dimulai dengan melakukan pengumpulan data-data yang diperlukan dari media cetak, responden, artikel, serta media lainnya, kemudian data-data tersebut akan dikembangkan agar dapat menentukan pesan komunikasi yang tepat sasaran. Setelah itu pesan tersebut juga akan diimplementasikan ke dalam media-media yang sesuai agar dapat tersampaikan ke target audience.
1.9 Skematika Perancangan
Perancangan Kreatif Latar Belakang
Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Perancangan
Pemecahan Masalah
Konsep Perancangan
Perencanaan Media
Program Perancangan
Evaluasi Desain
Final Artwork
Identifikasi Masalah Analisis Masalah
Penelitian Pustaka
Wawancara & Observasi
Analisis Hasil Penelitian
Kesimpulan Hasil Penelitian