PENYUSUNAN REGULASI DAN
DOKUMEN INTERNAL
“WORKSHOP PENDAMPINGAN
KEPEMIMPINAN & MANJEMEN PUSKESMAS (KMP)”
1 MARET 2022
Drg TARI TRITARAYATI, SH, M.H.Kes
hp : 0815 803 8949 Email : [email protected]
DOKUMEN AKREDITASI FKTP
DOKUMEN INTERNAL
DOKUMEN EKSTERNAL
KBBI:
DOKUMEN adalah surat yang tertulis atau
tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan
MENGATUR
BUKTI KEGIATAN 1. Kebijakan
2. Rencana Lima Tahunan Puskesmas
3. Pedoman/manual mutu 4. Pedoman/panduan teknis
yang terkait dengan manajemen
5. SOP
6. PTP (RUK dan RPK)
7. Kerangka Acuan Kegiatan
Rekam implementasi, dokumen pendukung lain seperti: sertifikat pelatihan, kalibrasi, dll
Peraturan perundang- undangan yang dibuat oleh
kemenkes, dinkes, dan organisasi profesi
Acuan FKTP dalam
menyelenggarakan manajemen dan upaya kesehatan
PRINSIP DOKUMEN AKREDITASI: TULIS YANG DIKERJAKAN, KERJAKAN YANG DITULIS,BISA DIBUKTIKAN SERTA DAPAT
DITELUSURI DENGAN BUKTINYA
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT LANGSUNG AKREDITASI
UU No. 36 TENTANG KESEHATAN
PERATURAN PEMERINTAH No. 47 TAHUN 2016 TENTANG FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
PERMENKES No. 43 TAHUN 2019 TENTANG PUSKESMAS
PERMENKES No. 44 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN
PUSKESMAS
PERMENKES No. 39 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PIS-PK
PERMENKES No. 52 TAHUN 2018 TENTANG KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA PERMENKES No. 11 TAHUN 2017
TENTANG KESELAMATAN PASIEN PERMENKES No 27 TAHUN 2017 TENTANG PENCEGAHAN DAN
PENEGNDALIAN INFEKSI
KEPMENKES No. 25 TAHUN 2019 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN
RISIKO DI LINGKUNGAN KEMKES PERMENKES No. 46 TAHUN 2015 TENTANG
AKREDITASI PUSKESMAS, KLINIK PRATAMA, TEMPAT PRAKTIK MANDIRI DOKTER, DAN TEMPAT PRAKTIK MANDIRI DOKTER GIGI
PERMENKES No. 14 TAHUN 2021 TENTANG PENYL.PERIZINAN BERUSAHA BERBASIS RISIKO
SEKTOR KES.
JENIS DOKUMEN YANG HARUS DISEDIAKAN PUSKESMAS
Penyelenggaraan manajemen Puskesmas
Penyelenggaraan UKM
Penyelenggaraan UKP
1
2
3
DOKUMEN YANG MENGATUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PEDOMAN/PANDUAN
KEBIJAKAN PIMPINAN FKTP
o Kebijakan. Pedoman/panduan merupakan kelompok dokumen yang mengatur, sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan o Kebijakan pimpinan FKTP
merupakan regulasi tertinggi di FKTP
o Pedoman/panduan harus
mengacu pada kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh FKTP o Penyusunan SOP harus
mengacu kepada kebijakan dan
pedoman/panduan.
KEBIJAKAN
SOP (Rencana)
Program
Implementasi
Dokumen Rekam Implementasi
(KAK
) Kegiatan
Pedoman/Panduan
KEBIJAKAN
KEBIJAKAN PIMPINAN FKTP
Keputusan Pimpinan FKTP, merupakan Keputusan yang ditetapkan oleh pimpinan
Puskesmas/Klinik/Dokter atau Dokter gigi praktik mandiri untuk menjalankan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, yaitu UU, PP. Perpres, PMK, atau KMK yang bersifat
menetapkan dan mengikat secara individual atau dalam lingkup terbatas.
Dalam bentuk
Penetapan/keputusan/Beschiking
Penyusunannya sama seperti menyusun peraturan perundang- undangan, berupa diktum-diktum
KERANGKA PERATURAN
Judul
Pembukaan
Batang Tubuh
Penutup
Penjelasan (jika diperlukan)
Lampiran (jika diperlukan)
FORMAT KEBIJAKAN PIMPINAN FKTP
Di tulis dalam huruf Kapital
diletakkan ditengah margin
1 enter 1 enter 1 enter
Huruf bookman old style, font 12
Uraian singkat latar belakang penyusunan
kebijakan
Berisi peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Disusun berdasarkan
hirarki peraturan perundang-
undangan.
Sesuai dengan judul kebijakan
Disesuaikan dengan kebutuhan Tempat dan
tanggal penetapan
Nama FKTP, dan nama pimpinan FKTP
Lampiran dapat disusun jika dibutuhkan
Pada sisi kanan margin
Judul lampiran
Isi lampiran sesuai dengan tata cara
penulisan pada makalah pada
umumnya
Nama FKTP dan nama pimpinan
FKTP
1 . JUDUL
▪ Judul harus singkat, jelas, tetapi mencerminkan norma yang diatur.
▪ Judul memuat keterangan mengenai jenis, nomor, tahun penetapan, dan nama Peraturan.
▪ Nama Peraturan dibuat secara singkat dengan hanya menggunakan 1 (satu) kata atau frasa tetapi secara esensial mempunyai makna dan mencerminkan isi Peraturan.
▪ Judul ditulis dengan huruf kapital yang diletakkan di tengah marjin tanpa diakhiri tanda baca.
▪ Judul tidak boleh ditambah dengan singkatan
atau akronim.
FORMAT KEBIJAKAN PIMPINAN FKTP
Di tulis dalam huruf Kapital
diletakkan ditengah margin
1 enter
Frasa ”DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA”.
2. Jabatan Pembentuk Peraturan.
3. Konsiderans Menimbang 4. Konsideran Mengingat
2. PEMBUKAAN
FORMAT KEBIJAKAN PIMPINAN FKTP
Di tulis dalam huruf Kapital diletakkan
ditengah margin 1 enter
1 enter
Uraian singkat latar belakang penyusunan
kebijakan
Berisi perturan perundang-
undangan yang berlaku.
Disusun berdasarkan
hirarki peraturan perundang-
undangan
• FRASA: “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa”,
DITULIS SELURUHNYA DENGAN HURUF KAPITAL YANG
DILETAKKAN DI TENGAH MARJIN, tanpa diakhiri TANDA BACA.
• Pencantuman frase ini memberikan cerminan (refleksi)
bahwa rumusan dalam peraturan perundang-undangan
yang dibentuk tersebut mengalir atau dipenuhi oleh
rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan
perwujudan nilai Pancasila (staatsfundamentalnorm).
Konstatasi fakta mengenai urgensinya dibuat suatu peraturan harus disusun sedemikian rupa untuk setiap pertimbangan yang satu dengan pertimbangan berikutnya tidak boleh berdiri sendiri-sendiri maknanya, tetapi alur pikirannya harus berkesinambungan secara rentet.
Memuat uraian singkat mengenai pokok-pokok pikiran yang menjadi latar belakang dan alasan pembuatan peraturan perundang-undangan.
Pokok-pokok pikiran memuat unsur filosofis, sosiologis, dan yuridis yang menjadi latar belakang pembuatannya.
KONSIDERANS MENIMBANG
• Diawali dengan huruf kecil a, b, c dan d;
• Setiap frasa diawal dengan kata “bahwa”;
• Setiap frasa diakhiri dengan tanda baca titik koma (;), termasuk pada huruf terakhir;
• Untuk UU gunakan kata “membentuk”
• Untuk Peraturan Perundang-undangan di bawah UU gunakan kata “menetapkan”
KONSIDERANS MENIMBANG
CONTOH : KONSIDERANS
PERTIMBANGAN CONTOH KONSIDERANS PERDA DKI JAKARTA NO.4 Tahun 2009
Filosofis
a. bahwa derajat kesehatan masyarakat yang semakin tinggi merupakan investasi strategis pada sumber daya manusia supaya semakin produktif dari waktu ke waktu;Sosiologis
b. bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu diselenggarakan pembangunan kesehatan dengan batas-batas peran, fungsi, tanggung jawab, dan kewenangan yang jelas, akuntabel, berkeadilan, merata, bermutu, berhasil guna dan berdaya guna;Yuridis
c. bahwa untuk memberikan arah, landasan, dan kepastian hukum kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan kesehatan, maka diperlukan pengaturan tentang tatanan penyelenggaraan pembangunan kesehatan;d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang………;
DASAR HUKUM
Memuat dasar kewenangan pembuatan peraturan perundang- undangan dan peraturan perundang-undangan yang memerintahkan pembuatan peraturan perundang-undangan.
Setiap frasa diawali dengan angka 1, 2, 3 dsf.
Peraturan perundang-undangan yang digunakan sebagai dasar hukum hanya peraturan perundang-undangan yang tingkatannya lebih tinggi atau sama.
Peraturan perundang-undangan yang akan dicabut dengan peraturan perundangan yang dibentuk atau belum resmi berlaku tidak boleh dijadikan dasar hukum .
Apabila lebih dari satu, urutan pencantuman perlu memperhatikan tata urutan peraturan perundang-undangan dan jika tingkatannya sama disusun secara kronologis berdasarkan saat pengundangan atau penetapannya
KONSIDERANS MENGINGAT
DIKTUM
Diktum terdiri atas:
a. kata memutuskan;
b. kata menetapkan;
c. Jenis dan nama Peraturan Perundang-undangan.
3 . BATANG TUBUH
Sesuai dengan judul kebijakan
Disesuaikan dengan kebutuhan
DIKTUM
• Setelah kata “Menetapkan” diberi tanda baca “titik dua” (:)
• Setelah kata “Memutuskan” diberi tanda baca “titik dua” (:)
• Akhir nama peraturan perundang-undangan diberi tanda baca “titik”
(.)
LAMPIRAN
Dalam hal Peraturan memerlukan lampiran, hal tersebut dinyatakan dalam batang tubuh bahwa lampiran dimaksud merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini.
Contoh: Pasal 57 ayat (2) UU 12 Tahun 2011)
Pada halaman akhir tiap lampiran harus dicantumkan nama dan tanda tangan pejabat yang
menetapkan Peraturan, ditulis dengan huruf kapital yang diletakkan di sudut kanan bawah dan
diakhiri dengan tanda baca koma setelah nama pejabat yang menetapkan Peraturan.
Lampiran dapat disusun jika dibutuhkan
Pada sisi kanan margin
Judul lampiran
Isi lampiran sesuai dengan tata cara
penulisan pada makalah pada
umumnya
Nama FKTP dan nama pimpinan
FKTP
4. PENUTUP
▪ Pada halaman akhir tiap Keputusan harus dicantumkan nama dan tanda tangan Kepala Puskesmas yang menetapkan Peraturan tersebut. ditulis dengan huruf kapital yang diletakkan di sudut kanan bawah dan diakhiri dengan tanda baca koma setelah nama pejabat yang menetapkan Peraturan.
▪ Dicantumkan Tempat dan Tanggal Penetapan.
Tempat dan tanggal penetapan
Nama FKTP, dan nama pimpinan FKTP
PEDOMAN/ PANDUAN
PEDOMAN/PANDUAN
PANDUAN PEDOMAN
o Dasar untuk
menentukan/melaksanakan kegiatan
o Mengatur beberapa hal
o Petunjuk melaksanakan kegiatan
o Mengatur satu kegiatan
1. Disusun berdasarkan kebijakan pimpinan FKTP 2. Mengacu kepada pedoman
yang disusun oleh Kemenkes/sesuai
kebutuhan berdasarkan pedoman lain yang telah ada
3. Dievaluasi setiap 2-3 tahun sekali
4. Substansi
pedoman/panduan yang disusun disesuaikan dengan judul.
SISTEMATIKA PEDOMAN/PANDUAN
SISTEMATIKA PEDOMAN/PANDUAN
SISTEMATIKA PEDOMAN/PANDUAN
SOP
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
SOP merupakan suatu perangkat instruksi/langkah-langkah yang
dibakukan untuk menyelesaikan proses kerja rutin tertentu
Tujuan penyusunan SOP : Agar berbagai proses kerja rutin terlaksana dengan efisien, efektif, konsisten/ seragam dan aman, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan melalui
pemenuhan standar yang berlaku
Manfaat SOP; memenuhi persyaratan standar FKTP, mendokumentasikan
langkah-langkah kegiatan, dan memastikan staf FKTPmemahami bagaimana melaksanakan kegiatannya
Dasar Hukum penyusunan SOP Permenpan RB No. 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan SOP
Administrasi Pemerintahan
SOP disusun oleh tenaga FKTP yang melakukan pekerjaan tersebut
atau oleh unit kerja tersebut
SOP harus jelas, ringkas dan mudah dilaksankan, harus
menggunakan kalimat
perintah/instruksi. Menjelaskan siapa melakukan apa dan dimana
KERANGKA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
HEADING SOP:
▪ Kop Instansi/ Pemda/Puskesmas.
▪ Judul, Nomor, Tanggal, Tanda Tangan Ka Puskesmas.
▪ Logo dan Nama Ka Puskesmas.
Isi SOP:
Pengertian; Tujuan; Kebijakan; Referensi; Langkah-Langkah prpsedur’ Unit Terkait; Diagram Alir /
Bagan Alir (Flow Chart)
Jika SOP disusun lebih dari satu halaman, pada halaman kedua dan seterusnya dibuat
tanpa menyertakan kop/heading
Heading hanya dihalaman
pertama
Logo pemerintah daerah kab/kota dan lambang Puskesmas
Logo klinik pratama/prak
tik mandiri dokter/dokter
gigi
Definisi judul SOP, dan definisi istilah yang membutuhkan penjelasan
Berisi tujuan pelaksanaan SOP secara spesifik
Berisi kebijakan pimpinan FKTP yang menjadi dasar penyususnan SOP
Berisi acuan penyusunan SOP seperti dokumen eksternal, bahan kepustakaan lain
Bagian utama Berisi langkah kegiatan untuk menyelesaikan kegiatan
Berisi unit/prosedur terkait dengan proses kerja tersebut
Prosuder/instruksi kerja berupa simbol- simbol (diagram alir makro dan diagram
alir mikro)
Contoh Bagan Alir
PETUNJUK PENGISIAN FORM HEADING
NO SUBSTANSI ISI
1 LOGO DIGUNAKAN LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/ KOTA,
DAN LAMBANG PUSKESMAS.
2 KOTAK JUDUL DIISI JUDUL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 3 NOMOR DOKUMEN DIISI SESUAI PENOMORAN DI PUSKESMAS
4 NOMOR REVISI DIISI DENGAN STATUS REVISI (Dapat Huruf / Angka) 5 TANGGAL TERBIT DIISI SESUAI TANGGAL TERBITNYA
6 HALAMAN DIISI NO. HALAMAN, JUGA DICANTUMKAN TOTAL HALAMAN ( Mis : 1/3).
7 DITETAPKAN KEPALA FKTP DIBERI TANDATANGAN KEPALA FKTP/PUSKESMAS
PETUNJUK PENGISIAN FORM ISI SOP
NO SUBSTANSI ISI
1 PENGERTIAN DIISI DEFINISI, JUDUL SOP, PENJELASAN TENTANG ISTILAH YANG MUNGKIN SULIT DIPAHAMI.
2 TUJUAN TUJUAN PELAKSANAAN SOP SECARA SPESIFIK.
Kata kunci : “ Sebagai acuan penerapan langkah- langkah untuk ……”
3 KEBIJAKAN KEBIJAKAN PUSK. YG MENJADI DASAR DIBUATNYA SOP
4 REFERENSI DIISI DOKUMEN EKSTERNAL SEBAGAI ACUAN 5 PROSEDUR/LANGKAH-2 MENGURAIKAN LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN 6 DIAGRAM ALIR UNTUK MEMUDAHKAN DALAM PEMAHAMAN
LANGKAH-LANGKAHNYA.
7 UNIT TERKAIT BERISI UNIT-UNIT YANG TERKAIT DALAM PROSES KERJA.
KERANGKA ACUAN
SISTEMATIKA/FORMAT KERANGKA ACUAN
1. Pendahuluan 2. Latar Belakang
3. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus
4. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan 5. Cara melaksanakan kegiatan
6. Sasaran
7. Jadwal pelaksanaan kegiatan
8. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
9. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan
PETUNJUK SUBSTANSI KERANGKA ACUAN
PENDAHULUAN
BERISI HAL-HAL UMUM YG MASIH TERKAIT DENGAN PROGRAM.
LATAR BELAKANG
JUSTIFIKASI / ALASAN MENGAPA DISUSUN PROGRAM.TUJUAN UMUM
TUJUAN SECARA GARIS BESARTUJUAN KHUSUS
TUJUAN SECARA RINCI.KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
ADALAH LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN YG HARUS DILAKUKAN UNTUK TERCAPAINYA TUJUAN PROGRAM.
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
METODE MELAKSANAKAN KEGIATAN, al : MEMBENTUK TIM, RAPAT, AUDIT,SUPERVISI Dll.
SASARAN
ADALAH TARGET PER TAHUN YG SPESIFIK DAN TERUKUR UTK
MENCAPAI TUJUAN UPAYA/KEGIATAN (SMART).
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
DIBUAT DALAM BENTUK GANCHARTEVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN
DAN PELAPORAN
EVALUASI PELAKSANAANPENCATATAN, PELAPORAN DAN
EVALUASI KEGIATAN
EVALUASI KEGIATANPETUNJUK SUBSTANSI KERANGKA ACUAN
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
a. Merupakan perencanaan waktu melaksanakan langkah-langkah pelaksanaan upaya/kegiatan
b. Lama waktu tergantung rencana upaya/kegiatan tersebut dilaksanakan.
c. Jadwal pelaksanaan kegiatan dibuat time table
( Gan Chart).
Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
❑ Evaluasi pelaksanaan kegiatan adalah Evaluasi terhadap jadwal kegiatan .
❑ Jadual akan dievaluasi setiap kurun waktu tertentu, sehingga apabila dari evaluasi diketahui ada
pergeseran jadwal atau penyimpangan, maka dapat segera dilakukan koreksi.
❑ Karena itu yang ditulis dalam kerangka acuan adalah Kapan (setiap kurun waktu berapa lama) evaluasi
pelaksanaan kegiatan dilakukan, dan siapa yang
melakukan.
BUKTI KEGIATAN
SERTIFIKAT KALIBRASI
HARUS SINKRON/ SESUAI
(Undangan, Daftar Hadir, Notulen)
Daftar Hadir
CONTOH
PENGENDALIAN DOKUMEN DI FKTP
1. IDENTIFIKASI PENYUSUNAN/PERUBAHAN DOKUMEN
Dilakukan pada tahap self assesmen dalam pendampingan akreditasi 2. PENYUSUNAN DOKUMEN
Penanggungjawab subag TU, penanggungjawab admen, penanggung jawab UKM dan UKP 3. PENGESAHAN DOKUMEN
Oleh pimpinan FKTP
4. SOSIALISASI DOKUMEN
Sosialisasi bisa dilanjutkan dengan pelatihan apabila dokumen dianggap rumit 5. PENCATATAN, PENDISTRIBUSIAN, DAN PENARIKAN DOKUMEN
Pimpinan FKTP menunjuk penanggungjawab dokumen sebagai petugas pengendali dokumen, yang
bertanggungjawab terhadap penomoran, pencatatan, penyerahan untuk digandakan, pengarsipan, pendistribusian, dan pemusnahan.
6. PENYIMPANAN DOKUMEN
Dokumen asli disimpan di sekretariat akreditasi FKTP atau TU FKTP sesuai dengan SOP FKTP. Dokumen fotokopi dimasing-masing unit
7. PENATAAN DOKUMEN
Untuk memudahkan pencarian dokumen dikelompokkan dan diberi daftar secara berurutan 8. REVISI DOKUMEN (setelah dilakukan pengkajian)