• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPEMIMPINAN & TANTANGAN DI ERA INDONESIA EMAS 2045

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEPEMIMPINAN & TANTANGAN DI ERA INDONESIA EMAS 2045"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh

Prof.Dr.Jamal Wiwoho,SH.,M.Hum.

Rektor Universitas Sebelas Maret

“KEPEMIMPINAN & TANTANGAN DI ERA INDONESIA EMAS 2045”

SERI KULIAH KEPEMIMPINAN SEKRETARIAT KOLABORASI INDONESIA

5 SEPTEMBER 2022

(2)

•Nama : Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum.

•Tempat/Tgl. Lahir : Magelang, 8 November 1962

•Tempat Tinggal : Jl. Manunggal 1/43, Solo, Jawa Tengah

•Pendidikan : S1 FH UNS, S2 Hukum Ekm & Tek Undip, S3 PDIH Undip

•Status : Berkeluarga, 1 Istri , 3 Anak

•Hp. : 08122601681

•E-mail : [email protected] atau [email protected]

•website : jamalwiwoho.com

•Pekerjaan : 1.Rektor Universitas Sebelas Maret

2. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI)

•Pengalaman : 1. Inspektur Jenderal Kemenristek Dikti;

2. Plh. Rektor Universitas Negeri Manado

3. Wakil Rektor II UNS Surakarta

4. Ketua forum PR II / WR II Se – Indonesia

5. Sekretaris Prodi S3 Ilmu Hukum FH UNS

6. Ketua Dewan Pengawas UNDIP

7. Ketua Dewan Pengawas UNS

• Lain-lain :

Reviewer Nasional DP2M Dikti, Tim PAK Dikti, Instruktur Brevet, Konsultan DPRD Ngawi- Jatim, DPRD Karanganyar-Jateng, DPRD Surakarta, DPRD Balikpapan, Konsultan IAPI, Konsultan Pemda Ngawi, Pemda Magetan Jatim, Pemkot Gorontalo, Saksi Ahli di beberapa Pengadilan, dll.

guru S2/S3 tidak tetap di Univ Diponegoro, Univ Trisakti Jkt, Univ Taruma Negara Jkt, Univ Djuanda Bogor, Univ Swadaya Gunung Jati Cirebon, Univ Slamet Riyadi dan UNSA Solo, Univ Brawijaya Malang (disertasi) dll.

Tahun 2016. Local Institutional Development and Cost of Financial Intermediation. International Journal of Business.”

Tahun 2016. The Existence of Corporate Social Responsibility (CSR) for Improving of The Welfare of Society. Business, Economics, and Social Science & Humanities.

Tahun 2017. Reinforcement of Cooperative Regulation in Dealing with Global Business Penetration. International Journal of Economic Research, Volume No. 14, Issue No. 5.

Page 111-123.

Tahun 2017. The Effectiveness of Customer Complaint Resolution Facilitation Program by Financial Service Authority. International Journal of Economic Research, Volume No. 14,

CURICULUM VITAE

Jamal wiwoho @jamalwiwoho1

(3)

Pada 2030-2040 , Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni

jumlah penduduk usia produktif

(berusia 15-64 tahun)

lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif

(berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai

65 persen

dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar

297 juta jiwa;

PENDUDUK USIA PRODUKTIF INDONESIA MELIMPAH..

HATI-HATI !!!...

Bonus demografi bisa tidak bernilai apa-apa jika generasi muda kita tidak produktif. Mereka tidak akan menciptakan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi, justru malah

menjadi beban dan bencana bagi perekonomian Indonesia.

(4)

SDM PEMBANGUNAN

INDONESIA ( data BPS 2020)

Tantangan

7,07%

PENGANGGURAN SARJANA

Total angkatan kerja 138,22 juta orang.

Meningkat2,36 juta orang dibanding Agustus 2019.

PengangguranTerbuka: 7,07%

(BPS, Agustus 2020) meningkat 1,84 persen dibandingkan dengan Agustus 2019.

Mayoritas tenaga

kerja berpendidi kan SD ke

bawah

49,96%

SD ke bawah

BPS, Agustus 2020

23,47 % SMP 24,34%

SMA 14,85%

SMK 2,7%

Diploma

Sarjana 9,7%

12,4% dari total

penduduk bekerja, berpendidikan tinggi

(Diploma ke atas)

Sebanyak 77,68 juta orang (60,47 %) bekerja pada kegiatan informal, naik 4,59 % dibanding Agustus 2019.

(5)

Pertama, sekitar 63% tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan sekolah menengah pertama atau lebih rendah. Kondisi tersebut berdampak terhadap produktivitas dan daya saing tenaga kerja yang relatif rendah;

Laporan dari United Nations Development Programme (UNDP), yang menyebut peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia hanya berada di urutan 113 dari 188 negara di dunia.

2 TANTANGAN UTAMA terkait

KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA.

Kedua, pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri sehingga menyebabkan industri mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas.

(6)

Tantangan dan Tuntutan Abad XXI

• Konvergensi pengetahuan;

• Ledakan informasi – 4 V (Volume, Velocity, Variety, Veracity);

• Otomatisasi-

• Kompetisi;

• Globalisasi.

Tantangan Abad XXI

• Menguasai digital age literacy;

• Menguasai inventive thinking;

• Memiliki kecakapan effective communication;

• Memiliki high productivity.

Tuntutan Abad XXI

Keterampilan Abad 21 atau enGauge 21st

Century Skills

(7)

INTERPRETASI KEMDIKBUDRISTEK

TERHADAP VISI PRESIDEN “SDM

UNGGUL”

MERDEKA DALAM BELAJAR

Mata kuliah/mata pelajaran yang dipelajari menjadistarting point, dapat mengambil mata

kuliah/mata pelajaran di luar Fakultas/Kampus/Sekolah lain.

Pembelajaran di kelas bersifat diskusi, problem solving, dan higher orderthinking.

Dosen/Gurusebagai PENGGERAK Dosen/Guru memfasilitasi

pembelajaran mahasiswanya secara independen dan

interaktif.

Gunakan bentuk-bentuk non-kuliah:

Magang; KKN; Menghadirkan Praktisi (pakar dari industri; bila perlu di RPL- kan), dan project melibatkan

mahasiswa.

(8)

PERUBAHAN

HARUS DIANTISIPASI

a. Perubahan terjadi disetiap aspek kehidupan (manusia;

perusahaan/dunia usaha; negara; alam dll);

b. Perubahan bersifat PASTI dan tidak bisa dihindari/ditolak, namun harus dihadapi, disikapi dan diantisipasi;

c. Setiap perubahan akan berdampak positif mapun negatif, kepada setiap tatanan, baik terkait dengan: sistem; proses;

nilai/norma;

d. Sikap ANTISIPATIF akan memberikan harapan dan peluang

baru.

(9)

MANUSIA sebagai Aktor Utama pada proses PERUBAHAN .

 SDM sebagai penentu kesuksesan proses perubahan;

FAKTOR PENENTUAN

pada diri SDM dalam proses perubahan, a.l.: - Kemauan (attitude);

- Kemampuan (skills);

- Pengetahuan (Knowledge).

Tingkat kesulitan dalam mengubah SDM bergeser, dari faktor PENGETAHUAN menjadi KEMAUAN.

(10)

KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN ABAD XXI

s.d. Th 2015

1 Complex Problem Solving;

2 Coordinating with Others;

3 People Management;

4 Critical Thinking;

5 Negotiation;

6 Quality Control;

7 Service Orientation;

8 Judgement and Decision Making;

9 Active Listening;

10 Creativity.

ABAD XXI

1 Complex Problem Solving;

2 Critical Thinking;

3 Creativity;

4 People Management;

5 Coordinating with Others;

6 Emotional Intelligence;

7 Judgement and Decision Making;

8 Service Orientation;

9 Negotiation;

10 Cognitive Flexibility.

(11)

3 TUNTUTAN KOMPETENSI SDM DI ERA GLOBAL/PERUBAHAN

1. KEMAMPUAN (KNOWLEDGE).

a. Memahami Lingkungan Usaha;

b. Berwawasan Global;

c. Penguasaan Produk/industri dll.

3. SIKAP/PERILAKU (ATTITUDE).

a. Disiplin;

b. Inovatif/kreatif;

c. Interpreneur;

d. Adaptif.

2. KETERAMPILAN (SKILLS).

a. Komunikasi global;

b. Teknologi Informasi;

c. Hubungan interpersonal dll.

(12)

TANTANGAN 100 TAHUN INDONESIA MERDEKA

(ERA BONUS DEMOGRAFI -2045)

INDONESIA dihadapkan oleh tantangan:

a. Kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi;

b. Menciptakan SDM unggul dan tangguh;

c. Menjadi kekuatan ekomoni dunia;

d. Kesejahteraan masyarakat yang lebih baik dan merata; dan

e. Ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan

yang kuat dan berwibawa.

(13)

TANTANGAN VS KEPEMIMPINAN

Dalam perjuanganya menghadapi berbagai tantangan di era Bonus Demografi, bangsa Indonesia masih dihadapkan pada KRISIS KEPEMIMPINAN.

Sekurang-kurangnya terdapat 3 (tiga) tiga masalah mendasar yang menandai kekurangan ini, yakni:

 Pertama, adanya krisis komitmen. Kebanyakan orang tidak merasa mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memikirkan dan mencari pemecahan masalah bersama, masalah harmoni dalam kehidupan dan masalah kemajuan dalam kebersamaan;

Kedua, adanya krisis kredibilitas. Sangat sulit mencari pemimpin atau kader pemimpin yang mampu menegakkan kredibilitas tanggung jawab (amanah, setia pada kesepakatan dan janji, bersikap teguh dalam pendirian, jujur

dalam memikul tugas dan tanggung jawab, dan kuat); dan

 Ketiga, adanya krisis jiwa kepemimpinan. Pemimpin tidak hanya

didapatkan dari keturunan saja, melainkan harus diciptakan dan dilatih.

(14)

PEMIMPIN IDEAL

MASA DEPAN INDONESIA

 Pada abad modern ini dibutuhkan pemimpin/leader yang Visioner, Kreatif, inovatif, out of the box serta cepat dan tepat dalam mengambil keputusan tanpa terombang- ambing oleh situasi yang mengendalikannya.

 Setiap jaman membutuhkan tipologi

kepemimpinan tersendiri, karena tantangan dan masalah kebangsaan semakin komplek.

Strategi pembangunan dan persaingan global membutuhkan kepemimpinan otentik yang mampu

mengatasi fenomena perubahan di berbagai bidang.

(15)

PENDIDIKAN BERPERAN DALAM

MENCIPTAKAN PEMIMPIN IDEAL MASA DEPAN BANGSA

PENDIDIKAN

merupakan faktor yang sangat vital dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa;

PENDIDIKAN

dijadikan media untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak/karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik, agar kelak sukses menjadi pemimpin yang ideal masa depan bangsa.

PENDIDIKAN

menurut

KI HADJAR DEWANTARA

sebagai

tuntunan

di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Artinya pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota yang merdeka baik secara fisik, mental, dan kerohanian.

Sehingga dengan pendidikan diharapkan dapat melahirkan SDM calon pemimpin bangsa yang berkualitas, unggul dan utuh.

(16)

FIGUR PEMIMPIN MASA DEPAN INDONESIA

Makna dari Pernyataan Presiden tersebut adalah:

Untuk menghadapi dinamika perubahan global yang cepat di masa depan, Indonesia

membutuhkan figur pemimpin yang memiliki

keteladanan, melayani

dan mengayomi.

PRESIDEN JOKOWI:“Figur ke depan

harus figur yang mau bekerja keras, yang

memiliki leadership kepemimpinan yang

kuat dan selalu berpihak pada kepentingan

rakyat.” (25 Agustus 2022)

(17)

KEPEMIMPINAN VERSI

KI HADJAR DEWANTARA

Tentu kita masih ingat salah satu konsep Trilogi Kepemimpinan yang hebat yakni:

 “Tut Wuri Handayani” -- “Memimpin tidak selalu di depan, tapi dari belakang memberi semangat dan motivasi para anggotanya”.

Tujuan utama dari leading from behind adalah “pemimpin yang dapat memanfaatkan kekuatan jenius kolektif”.

Singkatnya adalah bagaimana menciptakan ruang-ruang ide dan kemampuan untuk

mengimplementasikannya dengan optimal untuk ujuan organisasi.

 Ing Madya Mangun Karsa -- di tengah-tengah membangun “karsa”. Satu tim, satu jiwa, rasa solidaritas.

Inilah konsep sistem among, yakni pemimpin yang “melayani” karyawan untuk tumbuh, belajar dan menjadi teman untuk berkembang bersama.

 Tut Wuri Handayani -- “Memimpin tidak selalu di depan tapi dari belakang memberi semangat para anggotanya”.

Pemimpin yang baik bisa bertindak sebagai gembala membiarkan yang lebih

cepat untuk di depan, tanpa mereka menyadari semua diarahkan dari

“momong, among, dan ngemong”

(18)

KESIMPULAN

Kita berharap di Negara ini akan lahir banyak pemimpin masa depan yang memiliki:

 Kecerdasan dan amanah;

 Ketegasan sikap, bukan dengan suara;

 Kemampuan memotivasi, bukan memaki;

 Kemampuan menggerakkan, bukan memerintahkan;

 Kemampuan merangkul, bukan memukul;

 Pemahaman dan mau meneruskan cita-cita pendahulunya, bukan menjadi pemimpin yang

meneruskan cara-cara pendahulunya;

(19)

PENUTUP

“ Neng, ning, nung, nang ,” Nasehat bijak Ki Hadjar Dewantara kepada calon pemimpin masa depan Indonesia:

“Meneng, jangan panik. Wening, tentramkan batin untuk memecahkan masalah. Hanung, terimalah kalau ada

masukan. Lalu, menang! Kita pasti dapat mengatasi semuanya. Pasti, pasti bisa..”

“Tidak ada badai yang abadi untuk

setiap pejuang yang gigih bertahan dan

berjuang”

(20)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait

mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan, membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

”Pendidikan nasional mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan

“Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk

Sistem pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan

berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta