32 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan penelitian yang mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan sebuah fenomena, peristiwa, gejala, serta kejadian yang terjadi secara faktual, sistematis, dan akurat (Setyawati et al., 2022). Desain penelitian kausal merupakan desain penelitian yang disusun untuk meneliti adanya hubungan sebab akibat antarvariabel (Murdiah & Bowo, 2020). Subjek penelitian ini adalah konsumen yang telah membeli dan mengkonsumsi produk Kanzler minimal pembelian 1 (satu) kali dalam 1–2 bulan terkahir. Objek penelitian ini adalah variabel brand image, brand trust, dan loyalitas konsumen.
1.2 Jenis Data
Data adalah beberapa kumpulan informasi maupun informasi yang diperoleh dari pengamatan dan pencarian dari beberapa sumber tertentu. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer. Data primer yang diperoleh dari subjek yang diteliti. Pada penelitian ini data yang diperoleh dari hasil kuisioner konsumen yang telah membeli produk Kanzler minimal 1 (satu) kali.
3.3 Waktu dan Tempat
Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan April–Mei 2022 dan tempat penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bekasi.
3.4 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik Pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan Non probability sampling. Non prbobality sampling merupakan teknik pengambilan
sampel yang setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan maupun peluang yang sama sebagai sampel (Septiani et al., 2020).
Teknik Pengambilan Sampel pada penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Purposive sampling merupakan teknik dengan penetuan sampel
penelitian melalui beberapa pertimbangan tertentu dengan tujuan agar data yang diperoleh bisa lebih representatif.
Purposive Sampling pada pengertian tersebut dapat diketahui bahwa
sampel dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli produk Kanzler 1 kali pembelian dalam 1-2 bulan terakhir di Kabupaten Bekasi.
Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Hair, sampel yang dihitung berdasarkan jumlah indikator dikali 5-10. Rumus Hair sebagai berikut:
Sampel = Jumlah Indikator x 5 s/d 10
= 8 x 10
= 80 Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 80 sampel, dimana 80 sampel ini merupakan jumlah minimal yang diambil dari responden.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner.
Kuisioner merupakan suatu proses yang saling berkaitan dalam mengetahui tingkat kepuasan dan tingkat keinginan dari customer terhadap suatu lembaga, produk, jasa,
maupun perusahaan (Fendya dan Wibawa, 2018). Kuisioner pada penelitian ini dibagikan kepada responden secara online dan secara langsung dilihat dari sikon yang ada saat turun lapang. Metode ini digunakan untuk memperoleh data terhadap pengaruh brand image dan brand trust terhadap loyalitas konsumen produk Kanzler di Kabupaten Bekasi.
3.6 Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu data kuantitatif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji hipotesis, dan koefisien determinasi. Pengolahan data akan menggunakan IBM SPSS versi 23 for Windows. Kuisioner pada penelitian ini disebarkan melalui social media dan secara langsung dilihat sikon yang ada saat turun lapang dengan menggunakan skala likert sebagai pengukuran variabel, variabel yang akan dijabarkan menjadi variabel indikator pada instrumen yang berupa pernyataan.
1. Uji Instrumen
Uji instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur benar–benar akan mengukur apa yang akan diukur. Semakin tinggi validitas instrumen yang ditunjukkan akan semakin akurat alat pengukur dalam mengukur suatu data. Uji reliabilitas adalah pengujian indeks yang menunjukkan sejauh suatu alat ukut tersebut dapat dipercaya ataupun diandalkan. Alat ukut dikatakan reliabel apabila menghasilkan hasil yang sama meskipun dilakukan pengukuran yang berkali–kali (Amanda et al., 2019).
2. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov smirnov, uji heterokedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinearitas. Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terjadi ketidaksamaan varian antar residual satu pengamatan ke pengamatan yang lainnya. Uji autokorelasi digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan ada adanya ditemukan adanya korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 sebelumnya. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atau sempurna antar variable independen.
3. Analisis Regresi Linier Berganda
Regresi linier berganda berfungsi untuk menguji apakah ada pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Regresi linier berganda ini diasumsikan adanya hubungan satu garis lurus atau liner diantara variable dependen dengan masing – masing prediktornya. Model persamaan regresi berganda adalah sebagi berikut:
Y = α + β1X1 + β2X2 + e
Keterangan :
Y = Loyalitas Konsumen
α = Konstanta
β1, β2 = Koefisien
X1 = Brand Image
X2 = Brand Trust
e = Standard Error
4. Uji Hipotesis
Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t (parsial) dan uji f (simultan). Uji T merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pengaruh parsial (sendiri) terhadap variabel independen. Uji F merupakan uji yang digunakan untuk melihat apakah ada atau tidaknya pengaruh variabel independen secara bersama–sama terhadap variabel dependen. (Aprilyanti, 2017).
5. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui presentase variabel independent secara bersama–sama dapat menjelaskan variabel dependen. Nilai dari koefisien determinasi, yaitu diantara nol dan satu. Apabila koefisien determinasi (R2) = 1, artinya variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sedangkan apabila koefisien determinasi (R2) = 0, artinya variabel independen tidak mampu menjelaskan variasi variabel dependen (Aprilyanti, 2017).
3.7 Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Skala likert adalah metode yang menggunakan dalam mengukur tingkat
kepuasan pengguna dengan menggunakan skala likert (Setyawan & Atapukan, 2018). Pada penelitian ini, peneliti menetapkan 3 (tiga) variabel yang aka diteliti, yaitu brand image, brand trust, dan loyalitas konsumen. Skala likert memiliki empat atau lebih butir pertanyaan sehingga akan membentuk skor atau nilai yang berbeda tiap pertanyaan yang mempresentasikan sifat individu, seperti pengetahuan, sikap, dan perilaku (Setyawan & Atapukan, 2018). Berikut tabel skala likert:
Tabel 1. Skala Likert
Kode Kategori Skor
SS Sangat Setuju 5
S Setuju 4
N Netral 3
TS Tidak Setuju 2
STS Sangat Tidak Setuju 1
Sumber: Data primer diolah, 2022
Adapun instrumen penelitian dari kuisioner yang disusun berdasarkan indikator dalam mengukur skala likert yang dilihat dari variabel brand image, brand trust, dan loyalitas konsumen. Indikator tersebut yang nantinya akan
dimasukkan sebagai pertanyaan yang berupa angket dan akan dibagikan kepada respoden.
Indikator–indikator dari variabel brand image, brand trust, dan loyalitas konsumen, sebagai berikut:
Tabel 2. Indikator Variabel Penelitian Variabel yang
diukur Indikator Pernyataan
Brand Image (X1) 1. Keunggulan Asosiasi Merek (Favorability of brand association)
1. Kanzler adalah merek frozen food yang paling terkenal diantara merek lain.
Variabel yang
diukur Indikator Pernyataan
(Firmansyah, 2019)
2. Kekuatan Asosiasi Merek (Streght of brand association) 3. Keunikan Asosiasi
Merek (Uniqueness of brand association)
2. Saya membeli Kanzler bukan hanya terkenal tetapi juga memiliki rasa yang sangat enak.
3. Kanzler adalah merek terkenal yang sangat menjamin kualitas produknya dari bahan mentah sampai ke tangan konsumen.
4. Kanzler adalah merek frozen food yang mudah diingat.
5. Kanzler adalah merek frozen food yang mudah diucapkan
6. Menurut saya, Kanzler merupakan produk frozen food yang memiliki kualitas yang baik.
7. Setelah saya mengkonsumsi Kanzler, saya merasa ingin mengkonsumsi terus menerus.
8. Menurut saya, Kanzler memberikan kesan positif kepada konsumen.
9. Kanzler dikembangkan di pabrik dengan teknologi tinggi.
10. Kanzler memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh produk frozen food lainnya.
11. Dilihat dari segi merek, Kanzler memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh merek lain.
12. Kanzler memiliki logo yang unik dan khas.
13. Kanzler memiliki kesan yang berkelas bagi para konsumen.
Brand Trust (X2) Ferinnadewi dalam (Firmansyah, 2019, pp. 142–143)
1. Kehandalan merek (Brand reability) 2. Kehebatan merek
(Brand intension)
1. Saya percaya Kanzler memiliki rasa lebih unggul dibandingkan dengan merek lainnya.
2. Saya percaya Kanzler merupakan merek frozen food yang memiliki kualitas paling unggul diantara merek lainnya.
3. Saya pecaya Kanzler memiliki reputasi tinggi dibandingkan dengan merek lainya.
4. Saya percaya Kanzler merupakan produk frozen food yang mampu bersaing dengan merek lainnya.
5. Saya percaya Kanzler akan selalu berinovasi dan selalu menciptakan produk yang baru.
Variabel yang
diukur Indikator Pernyataan
6. Saya percaya kedepannya, Kanzler akan selalu menjadi merek produk frozen food yang paling baik.
7. Saya percaya, Kanzler memiliki kualitas produk yang baik dari tahun ke tahun.
Loyalitas Konsumen (Y) (Rusdari, 2004)
1. Rebuy 2. Retention 3. Referral
1. Saya selalu melakukan pembelian ulang produk frozen food Kanzler.
2. Saya secara rutin membeli produk Kanzler.
3. Saya akan menjadikan Kanzler sebagai pilihan utama pada produk frozen food.
4. Saya akan konsisten mengkonsumsi produk Kanzler.
5. Meskipun terjadi kenaikan harga, saya tetap akan melakukan pembelian ulang produk frozen food Kanzler.
6. Saya akan setia pada Kanzler dan tidak terpengaruh oleh merek lain.
7. Saya akan menjadi pelanggan produk frozen food merek Kanzler.
8. Saya akan merekomendasikan produk frozen food Kanzler kepada teman – teman saya.
9. Saya akan mengajak teman – teman saya untuk membeli produk Kanzler.
10. Saya akan menceritakan hal – hal yang positif tentang produk Kanzler kepada orang lain.
11. Saya merasa puas mengkonsumsi produk Kanzler.
Sumber: Data primer diolah, 2022