• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)

Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229 Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001

Website: www.unnes.ac.id - E-mail: [email protected] FORMULIR

FORMAT BAHAN AJAR

No. Dokumen FM-02-AKD-07

No. Revisi 01

Hal 1

Tanggal Terbit 29 Februari 2016

BAHAN AJAR

PROGRAM STUDI PGSD FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TAHUN 2016

MATA KULIAH : PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP SEMESTER : GASAL 2016/2017

(2)

DAFTAR ISI

Hal.

Unit 1 Hakekat Pembelajaran Kelas Rangkap... 1

Pendahuluan... 1

Sub Unit 1 Hakekat Pembelajaran Kelas Rangkap ... A. Pengertian PKR... 4

B. Perlunya PKR... 6

C. Tujuan, Fungsi dan Manfaat PKR... 9

D. Prinsip-prinsip yang Mendasari PKR... 11

Sub Unit 2 Gambaran PKR Yang Ideal dan Praktek Yang Terjadi Di Lapangan A. Praktek Mengajar Kelas Rangkap di Lapangan... 20

B. PKR yang ideal/yang diinginkan... 25

Unit 2 Model Pengelolaan dan... 45

Pendahuluan... 45

Sub Unit 1 Prinsip dan Model Pengelolaan PKR ... 48

A. Model PKR 221... 49

B. Model PKR 222... 50

C. Model PKR 333 ... 52

Sub Unit 2 Prinsip Didaktik Metodik dan Prosedur Dasar PKR ... 60

A. Membuka dan Menutup Pelajaran... 61

B. Mendorong Belajar Aktif dan Membiasakan Belajar Sendiri ... 72

C. Bagaimana Mengelola Kelas PKR Yang Baik... 79

Sub Unit 3 Aneka Model Pengelolaan Kelas... 89

A. Proses Belajar Arahan Sendiri... 90

B. Proses Belajar Melalui Kerjasama... 91

Unit 3 Pengelolaan Kelas Dalam PKR... 103

Pendahuluan... 103

Sub Unit 1 Penataan Ruang Kelas... 106

A. Penataan Ruang Kelas... 107

B. Pengaturan Denah... 110

C. Pengaturan Pajangan... 119

(3)

Sub Unit 2 Pengelolaan Materi... 126

A. Kelompok Belajar ... 127

B. Cara Membentuk Kelompok Belajar... 128

C. Merencanakan Kegiatan Kelompok Belajar... 131

D. Cara Meningkatkan Keterampilan Belajar Kelompok... 134

E. Memaksimalkan Pemanfaatn Sumber Belajar... 134

F. Lembar Kerja Murid... 135

G. Memanfaatkan Pusat Sumber Belajar... 138

H. Tutor Sebagai Organisator Kelas... 139

I. Memilih dan Mempersiapkan Tutor... 141

J. Keuntungan digunakan Tutor... 143

Sub Unit 3 Disiplin Kelas... 151

A. Aturan Rutin Kelas... 151

B. Kegiatan Siap... 153

Unit 4 Lingkungan Sebagai Sumber Belajar... 166

Pendahuluan... 166

Sub Unit 1 Sekolah Dan Guru Lain Sebagai Sumber Belajar... 169

A. Kerjasama Sesama Guru dari Satu Sekolah... 174

B. Kerjasama Sesama Guru drai Sekolah Lain... 176

Sub Unit 2 Memanfaatkan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar... 184

A. Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar... 187

B. Lngkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar... 191

C. Masyarakat Sebagai Sumber Belajar... 196

Sub Unit 3 Menciptakan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belakar... 204

A. Melengkapai Ruang Kelas Dengan Berbagai Sumber Belajar... 205

B. Melengkapi Lingkungan Sekolah Dengan Berbagai Sumber Belajar... 210

Unit 5 Keterampilan Mengajar Kelompok Besar dan Kelompok Kecil Dalam PKR... 225

Pendahuluan... 225

Sub Unit 1 Hakekat Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan... 227

A. Pengertian... 227

B. Rasional... 229

(4)

C. Variasi Pengorganisasian... 232

D. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan... 237 Sub Unit 2 Komponen Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan 247 A. Keterampilan Mengadakan Pendekatan Secara Pribadi... 247

B. Keterampilan Mengorganisasikan Kegiatan... 251

C. Keterampilan Membimbing dan Memudahkan Belajar... 253

D. Keterampilan Merencanakan dan Melaksanakan KBM... 256

Unit 6 Menyusun Rencana Pembelajaran Kelas Rangkap... 270

Pendahuluan... 270

Sub Unit 1... Analisis Kurikulum Pendidikan SD 2004 dan Prosedur Dasar Pengembangan Instruksional... 273 A. Karakteristik Kurikulum SD Tahun 2004, KTSP... 274

B. Prosedur Dasar Pengembangan Pembelajaran... 277

Sub Unit 2... Perumusan tujuan, Penataan Materi dan Kegiatan Pembelajaran Kelas Rangkap 288 A. Menggunakan GBPP... 289

B. Merumuskan Tujuan Belajar... 294

C. Memilih Bahan Belajar... 297

D. Menyusun Rancangan Kegiatan Belajar... 298

Sub Unit 3... Penilaian Dalam Pembelajaran Kelas Rangkap... 303 A. Penialaian Terhadap Pelaksanaan PKR... 303

B. Memanfaatkan Hasil Penilaian Belajar Murid Dalam Memperbaiki Pembelajaran Kelas rangkap (PKR) ...

308

(5)

Pembelajaran Kelas Rangkap 1 - 1

HAKIKAT PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP

Dra.Susilowati,M.Pd

Pendahuluan

i Indonesia yang mempunyai wilayah yang luas dan terdiri dari ribuan pulau, tak dapat dihindari adanya permasalahan penyebaran dan permasalahan perbedaan. Begitu juga dalam sistem pendidikan kita. Misalnya dalam penyebaran guru SD, system pendidikan kita belum mampu menyebarkan guru SD secara merata ke segala penjuru wilayah di tanah air. Akibatnya masih terjadi kekurangan guru SD secara lokal dimana-mana, termasuk di Papua masih mengalami masalah kekurangan guru SD sekitar 4000 orang.

Dalam masalah perbedaan kualitas hasil belajar, pada umumnya murid SD di kota-kota besar jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka yang berada di daerah, terutama di daerah yang terpencil. Akibat kekurangan guru mungkin saja akan menambah adanya perbedaan ini.

Namun demikian, mengajar dengan merangkap kelas bukan berarti merupakan penyebab terjadinya kurang baiknya kualitas hasil belajar. Mungkin hal ini dikarenakan kita belum menemukan teknik yang tepat untuk melakukan Pembelajaran Kelas Rangkap(PKR). Dalam Unit I, Sub Unit 1 ini, Anda akan kami ajak untuk memahami hakikat PKR, oleh karena itu Anda tidak lagi mempunyai anggapan bahwa PKR merupakan suatu masalah yang sulit untuk diatasi. Namun, justru sebaliknya pada diri Anda akan mendapatkan pemahaman bahwa PKR adalah suatu tantangan dan kenyataan tersebut harus Anda hadapai sebagai tugas guru SD.

Disamping itu PKR, bukan saja sekedar kenyataan yang harus dihadapi oleh guru, tetapi PKR juga mempunyai beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh guru yang tidak mengajar di kelas rangkap. Pada Unit I, Sub Unit 2 Anda akan diajak mengkaji gambaran PKR yang ideal dengan praktik yang terjadi di lapangan.

Apabila Anda dapat menguasai kelebihan dari PKR, maka Anda akan merasa enjoy dengan tugas Anda sebagai seorang guru yang harus merangkap kelas. Ikutilah petunjuk belajar berikut ini agar Anda berhasil menguasai unit I ini.

D

UNIT 1

(6)

1 - 2 Pembelajaran Kelas Rangkap 1. Bacalah

Bacalah kompetensi dasar, dengan demikian Anda akan mengetahui arah dari unit ini. Apa yang diharapkan dari Anda. Kemudian meneruskan membaca uraiannya. Dalam unit memuat kasus-kasus yang ditempatkan di dalam kotak.

Bacalah kasus tersebut dengan seksama, sebab dalam kasus terdapat konsep, fakta, dan praktik mengenai PKR.

2. Berilah tanda

Berilah tanda atau menggaris bawahi kata, kalimat, atau alenia yang Anda anggap penting. Hal ini sangat perlu karena dapat meningkatkan cara Anda belajar dan untuk menempuh tes atau Ujian Akhir Semester(UAS).

3. Catat dan ringkaslah

Catatlah hal yang penting dan buatlah ringkasan pada buku catatan. Bawalah selalu catatan tersebut, dan jika Anda ketemu teman diskusikan catatan dan ringkasan Anda dengan teman sejawat.

4. Pahamilah

Pahami benar konsep-konsep yang Anda pelajari, dengan cara membaca berulang-ulang catatan dan ringkasan yang telah dibuat.

5. Hafalkan

Apabila perlu, bagian-bagian tertentu harus Anda hafalkan di luar kepala.

6. Diskusilah dengan teman

Diskusikan materi / masalah-masalah yang Anda anggap sulit dengan teman. Apabila belum terpacahkan, catat masalah tersebut dan ungkapkan pada waktu tutorial.

(7)

Pembelajaran Kelas Rangkap 1 - 3

Sub Unit1

Hakikat Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR)

alam Sub Unit 1, Anda akan membaca uraian dan contoh-contoh yang berhubungan dengan pengertian PKR. Uraian berikutnya adalah mengenai mengapa PKR itu diperlukan, tujuan dan manfaat PKR, kemudian dibahas pula tentang prinsip-prinsip yang terkandung dalam PKR. Dengan uraian ini, Anda diharapkan memahami konsep dan teori PKR, kemudian dapat menerapkannya di dalam kelas Anda.

A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP (PKR)

Supaya Anda dapat memahami konsep ini terlebih dahulu ikuti ilustrasi berikut. Dua tahun yang lalu saya berkunjung di distrik Bade, yaitu sebuah distrik yang berada di kawasan kabupaten Keppi, Jayapura, Papua. Saya berkunjung di sebuah SD. Sebagian besar bangunan tersebut terdiri dari dinding kayu dan atap daun sagu yang dianyam. Ada dua unit bangunan yang baru saja direnovasi atas inisiatif kepala sekolah. Satu bangunan untuk ruang guru dan kepala sekolah dan satu lagi dipergunakan sebagai ruang kelas. Jumlah murid seluruhnya 116 orang.

Rombongan belajar dari kelas 1 sampai klas 6, masing-masing terdiri dari 10 sampai 20 orang murid tiap kelasnya. Jumlah guru ketika itu 3 orang termasuk kepala sekolah. Kemudian saya juga pernah berkunjung di kabupaten Sarmi belum lama ini, yaitu kabupaten baru di Papua. Beberapa teman dari Universitas sedang menjalankan tugasnya mengajar mahasiswa PGSD D-II termasuk saya, dimana sebagian mahasiswa adalah guru bahkan kepala sekolah yang mempunyai keinginan meningkatkan kualifikasinya dari SPG ke PGSD-DII. Beberapa SD hanya mempunyai tiga ruang belajar dengan rombongan belajar 6 kelas, namun jumlah guru berkisar dari satu sampai empat orang guru saja. Pembicaraan dengan guru dan kepala sekolah baik dari Bade maupun dari Sarmi antara lain mengungkapkan betapa memprihatinkan keadaan dirinya dengan murid-muridnya. Setiap hari seorang guru harus merangkap kelas, dua atau lebih. Mengajar murid yang berbeda kelasnya dan berbeda mata pelajarannya dalam waktu yang bersamaan adalah merupakan keluhan yang paling dominan.

D

(8)

1 - 4 Pembelajaran Kelas Rangkap

Adanya perbedaan kemampuan murid dalam menangkap pelajaran yang diberikan juga diungkapkan oleh guru, meskipun murid tersebut ada dalam satu tingkatan kelas yang sama. Bahkan tidak jarang guru menunggu kehadiran muridnya karena jauhnya pemukiman penduduk dengan sekolah. Dengan demikian Anda dapat membayangkan bahwa, di Indonesia ini masih banyak sekolah-sekolah yang gurunya dihadapkan pada suatu kenyataan yaitu mengajar kelas rangkap.

Dengan adanya kenyataan seperti yang telah dicontohkan pada alenia sebelumnya, apakah Anda berkecil hati? Tidak! Anda tidak perlu berkecil hati, karena mengajar kelas rangkap bukan sama dengan ketinggalan. Kita bukan satu- satunya negara yang harus menghadapi kelas rangkap. Di negara yang sedang berkembang seperti Cina, Meksiko dan Kolombia juga mempraktikkan Pembelajaran Kelas Rangkap(PKR).

Bahkan di negara maju sekalipun PKR juga dikenal. “Di Northem Territory of Australia, 40% dari sekolah yang ada di kawasan ini menerapkan PKR”

(A.Djalil:2005,1.4). Di Belanda , dan di negara adikuasapun masih dijumpai praktik pembelajaran kelas rangkap.

Setelah Anda membaca uraian tersebut di atas dapatkah Anda mengambil kesimpulan apa pengertian dari Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) itu? Bagus! Jadi yang dimaksud PKR adalah suatu bentuk pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih, dalam waktu yang sama, dan menghadapi dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda. PKR juga mengandung arti bahwa, seorang guru mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih dan menghadapi murid-murid dengan kemampuan belajar yang berbeda.

B. PERLUNYA PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP(PKR)

Setelah Anda memahami pengertian PKR melalui uraian topik sebelumnya, tentu Anda dapat juga mengenali alasan mengapa PKR perlu. Ada beberapa alasan alasan penting yang menyebabkan perlunya pembelajaran kelas rangkap dilaksanakan, yaitu:

1. Alasan Geografis

Lokasi pembelajaran yang sulit dijangkau, terbatasnya sarana transportasi, dan pemukiman penduduk yang jaraknya berjauhan, serta adanya ragam mata pencaharian penduduk misalnya berladang, mencari ikan bahkan menebang kayu atau mencari sesuatu di hutan, maka hal ini dapat mendorong penggunaan PKR.

(9)

Pembelajaran Kelas Rangkap 1 - 5 2. Alasan Demografis

Mengajar murid dengan jumlah yang kecil, atau murid yang tinggal di pemukiman yang jarang penduduknya, maka PKR merupakan pendekatan yang tepat dan praktis. Bagaimana dengan daerah perkotaan, apakah alasan demografis juga berlaku? Ingatkah Anda pada saat SD Inpres dibangun, dan apapula yang terjadi beberapa tahun kemudian? Ya, ada beberapa SD di perkotaan mengalami kekurangan murid. Dengan demikian setiap tingkatan kelas hanya beberapa saja muridnya. Agar tidak ada pemborosan dalam tenaga guru, maka PKR merupakan cara pembelajaran yang dapat dibilang praktis dan ekonomis.

3.Kekurangan Guru

Meskipun jumlah guru secara keseluruhan bisa dikatakan cukup, namun pada kenyataannya masih ada keluhan kekurangan guru, terutama di daerah-daerah terpencil. Apalagi bila secara geografis daerah tersebut sulit dijangkau, maka akan membuat guru takut ditugaskan di daerah itu. Rendahnya minat guru untuk mengadu nasib di daerah terpencil, juga disebabkan beberapa faktor. Misalnya mahalnya harga keperluan sehari-hari, sulitnya alat transportasi, gaji yang terlambat, bahkan terbatas peluang untuk mendapatkan pengembangan karirnya. Oleh karena itu untuk menjadi guru di daerah seperti itu perlu adanya keeklasan dan penuh sukacita, dan kesiapan mental dari guru tersebut.

4. Keterbatasan Ruang Kelas

Di daerah yang jumlah muridnya sangat sedikit, tidak memerlukan ruang kelas lebih banyak. Tetapi, di daerah lain meskipun sudah mempunyai ruang kelas sesuai dengan jumlah tingkatan kelas, masih belum cukup karena jumlah rombongan belajar lebih besar.

Nah untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu menggabungkan dua atau lebih klas yang diasuh atau dibimbing oleh seorang guru. Dengan demikian PKR diperlukan.

5. Kehadiran guru

Ketidak hadiran guru , bukan saja dialami oleh sekolah di daerah terpencil, di kota besar pun juga mengalaminya. Seperti di Jakarta, musibah banjir dapat menghambat kehadiran guru untuk melaksanakan tugasnya. Guru yang tidak kena musibah harus mengajar kelas yang tidak ada gurunya. Belum lagi alasan lain misalnya sakit, cuti, atau ada kegiatan berberkaitan meningkatkan professional dan kualifikasi guru.

(10)

1 - 6 Pembelajaran Kelas Rangkap

C. TUJUAN, FUNGSI, DAN MANFAAT PKR

Deklarasi Education of all, atau pendidikan untuk semua orang telah dicetuskan oleh para ahli pendidikan, tokoh masyarakat, politisi dan pemerintah tahun 1990. Pada saat itu pemerintah telah mencanangkan wajib belajar sembilan tahun. Setiap anak Indonesia, meskipun berada di daerah yang sulit, kecil dan terpencil harus menyelesaikan pendidikan di SD dan kemudian melanjutkan ke SMP. Tetapi bagaimana dengan guru dan bangunan ruang belajar? Apakah pemerintah melengkapi semuanya itu terlebih dahulu, baru kemudian mencanangkan wajib belajar sembilan tahun? Rupanya PKR dapat menjawab keterbatasan yang kita hadapi. PKR juga dapat dilaksanakan oleh guru yang memahaminya.

Dengan demikian, tujuan, fungsi, dan manfaat PKR dapat kita kaji dari aspek berikut.

1. Kuantiti dan Ekutiti

Dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, PKR memungkinkan kita untuk memenuhi asas kuantiti(jumlah) dan ekutiti(pemerataan). Dengan jumlah guru yang kita miliki saat ini, kita dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pengajaran yang lebih luas dan mencakup jumlah murid yang lebih besar jumlahnya, disamping itu kita mampu memberikan layanan yang lebih merata.

2. Ekonomis

PKR memungkinkan pemerintah dan masyarakat dapat mengurangi biaya pendidikan. Betapa tidak, dengan seorang guru atau beberapa guru saja proses pembelajaran dapat berlangsung. Demikian juga dengan satu ruang atau beberapa ruang kelas, proses pembelajaran tetap dapat berlangsung. Jadi secara ekonomis biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat akan lebih kecil.

Oleh karena itu, dengan jumlah dana pendidikan yang sama, perluasan pelayanan pendidikan dapat diberikan hingga ke daerah yang sulit, kecil, dan terpencil sekalipun.

3. Paedagogis

Sudah seringkali bahwa pendidikan kita dikritik sebagai system yang belum mampu menghasilkan lulusan atau tenaga kerja yang mandiri. Lulusan kita dinilai kurang kreatif, bahkan cenderung pasif dan mudah menyerah. Pengalaman sejumlah negara yang mempraktikkan PKR menunjukkan bahwa, strategi ini mampu meningkatkan kemandirian murid. Apabila Anda mempelajari lebih lanjut

Referensi

Dokumen terkait

permasalahan dalam pengajaran bahasa Jerman. 3) Mengurus surat ijin penelitian ke SMA Pasundan Cikalong Cianjur.. 7) Melakukan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa.

Memperhatikan hasil-hasil evaluasi penawaran yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Rehabilitasi Hutan dan Lahan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dalam pemilihan

SIL/IPF 201/01 Revisi : 01 Agustus 2015 Hal … dari 3 Semester Gasal Psikologi Umum Jam 2 x 50 menit 7 Mampu mendeskripsikan proses. ingatan, lupa,

[r]

Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini, penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan, Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dari semua pihak yang

merugikan dan hasil yang lebih aman untuk bibir dapat dibuat dengan bahan alami.. seperti tumbuh – tumbuhan atau buah

Berdasar teori tersebut, dapat didefinisikan bahwa kajian skizofrenia dalam tulisan ini menekankan pada kemampuan umat Islam dan bermaksud meyakinkan bahwa keimanan

28 Peningkatan Jalan Jembatan Merah - Muara Soma di Kab.. Durian Mulo - Durian Mulo