PENGARUH IKLAN TOKOPEDIA TERHADAP PEMANFAATAN E- COMMERCE DI KALANGAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA
BUDDHIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
SKRIPSI
ELVA SHINTYANI HADI 130904068
PROGRAM STUDI PERIKLANAN
DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2017
PENGARUH IKLAN TOKOPEDIA TERHADAP PEMANFAATAN E- COMMERCE DI KALANGAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA
BUDDHIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata 1 (S1) pada Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
ELVA SHINTYANI HADI 130904068
PROGRAM STUDI PERIKLANAN
DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2017
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS
Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya cantumkan sumbernya dengan benar. Apabila di
kemudian hari saya terbukti melakukan pelanggaran (plagiat) maka saya bersedia diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Nama : Elva Shintyani Hadi NIM : 130904068
Tanda Tangan :
Tanggal : Maret 2017
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi ini diajukan oleh :
Nama : ELVA SHINTYANI HADI NIM : 130904068
Departemen : Ilmu Komunikasi
Judul Skripsi : PENGARUH IKLAN TOKOPEDIA TERHADAP PEMANFAATAN E-COMMERCE DI KALANGAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA BUDDHIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Majelis Penguji
Ketua Penguji :
Penguji :
Penguji Utama :
Ditetapkan di : Medan Tanggal :
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karunia yang diberikan olehNya penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Iklan Tokopedia terhadap Pemanfaatan E-Commerce di Kalangan Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhist Universitas Sumatera Utara Medan dengan baik. Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU).
Adapun dalam penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan beberapa kendala yang menyulitkan serta kurangnya pengalaman untuk menyelesaikannya.
Atas Berkat dari Yang Maha Esa serta bantuan dari beberapa pihak, penulis akhirnya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Sanghyang Adi Buddha, Tuhan Yang Maha Esa. Yang telah memberikan kekuatan dan kelancaran kepada penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini dari awal penulisan hingga menjadi sebuah skripsi yang baik.
2. Kedua Orang Tua penulis yang tersayang, yaitu Papa Trisno Hadi dan Mama Lie Pau Ling yang selalu memberikan motivasi, semangat dan dukungan baik moril maupun materil untuk menyelesaikan skripsi ini.
Tidak lupa juga saya ucapkan Terima Kasih untuk Abang tersayang dan tercinta Wiryanto Hadi, BBA., S.H. dan Kakak tercinta Elvi Christina Hadi, S.Kom. serta Kakak Ipar dan Abang Ipar, Hasan S.Kom dan Riana yang selalu mendukung dan memberikan semangat agar terus berjuang menyelesaikan skripsi dengan sabar dan bijak. Juga Keponakan-keponakan penulis yang tersayang Reagane Hadi, Raynald Hadi dan Mario Alvaro yang juga selalu memberikan hiburan ketika penulis merasakan kejenuhan dalam melakukan penelitian.
3. Bapak Dr. Muryanto Amin, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Dra. Dewi Kurniawati, M.Si., Ph.D selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi serta Kak Emilia Ramadhani, S.Sos, M.A selaku Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi, atas segala bantuan yang berguna dan bermanfaat bagi penulis.
5. Bapak Drs. Humaizi, MA. selaku dosen pembimbing sekaligus dosen Pembimbing Akademik penulis yang telah memberikan waktu, dukungan dan bimbingan yang berharga selama masa perkuliahan dan terkhusus dalam pengerjaan skripsi ini. Terima kasih banyak atas motivasi yang bapak berikan kepada penulis.
6. Seluruh dosen dan staff baik staff pengajar maupun staff administrasi Departemen Ilmu Komunikasi yang telah banyak mendidik, membimbing, dan membantu penulis selama masa perkuliahan.
7. Ketua Umum UKM Keluarga Mahasiswa Buddhis USU periode 2016- 2017, Stanley Prawira beserta jajarannya yang telah memberikan kesempatan dan memperbolehkan penulis untuk melakukan penelitian terhadap anggota-anggota KMB USU.
8. Teman-teman anggota KMB USU yang sekaligus menjadi responden penulis. Penulis sangat berterima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan untuk mengisi kuesioner sebagai salah satu penelitian yang penulis lakukan.
9. Sahabat tercinta yaitu Willy, S.T yang selalu bersedia meluangkan waktunya kepada penulis untuk membantu memberikan arahan penyusunan penelitian ketika terdapat penulisan yang kurang tepat.
Serta Soulmate penulis yaitu Denny Ricky, S.Kom yang selalu bersedia menemani dan memberikan semangat terus-menerus agar menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
10. Sahabat dan member Cepawe Publisher tersayang yaitu Arini Meutia Mahdi, Ayeisha Ardelisma, Novi Asriyanti dan Rendi Ayu yang selalu menemani penulis dan mengajarkan kesabaran dalam menjalankan penelitian, terima kasih atas persahabatan bagai kepompong kita dari semester satu ini. See you guys on top!
11. Teman-teman Departemen Ilmu Komunikasi stambuk 2013 yang selalu menyemangati penulis dan saling memotivasi menyelesaikan skripsi ini.
12. Senior-senior penulis yang tak dapat penulis ucapkan satu per satu yang telah bersedia meluangkan waktu mereka untuk memberikan arahan kepada penulis untuk menjadikan skripsi yang lebih baik.
13. Seluruh kerabat terksih dan pihak yang tidak dapat penulis ucapkan satu per satu. Terima kasih atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis hingga skripsi ini selesai dengan baik.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini belum sepenuhnya dan juah dari kata sempurna. Untuk itu dengan kerendahan hati, penulis santa mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun agar penulis dapat memperbaikinya dan mengkoreksinya kembali pada lain kesempatan.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca, atas segala hormat saya ucapkan Terima Kasih.
Medan, Maret 2017
Elva Shintyani Hadi NIM: 130904068
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai civitas akademika Universitas Sumatera Utara, saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Elva Shintyani Hadi NIM : 130904068
Departemen : Ilmu Komunikasi
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas : Universitas Sumatera Utara Jenis Karya : Skripsi
Demi pengembangan Ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Sumatera Utara Hak Bebas Royalti Non Eksklusif (Noneksklusive Royalty-Free Rights) atas karya ilmiah saya yang berjudul
“PENGARUH IKLAN TOKOPEDIA TERHADAP PEMANFAATAN E- COMMERCE DI KALANGAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA
BUDDHIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN”
Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Noneksklusif ini Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalihmedia/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat dan mempublikasikan tugas akhir saya tanpa menerima izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di : Medan Pada tanggal: Maret 2017
Yang menyatakan,
Elva Shintyani Hadi
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul PENGARUH IKLAN TOKOPEDIA TERHADAP PEMANFAATAN E-COMMERCE DI KALANGAN UNIT KEGIATAN MAHASIWA BUDDHIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN.
Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh dari Iklan Tokopedia terhadap Pemanfaatan E-Commerce di kalangan Mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Metode Korelasional dengan jumlah populasi sebanyak 189 orang (sumber data dari Unit Kegiatan Mahasiswa KMB (Keluarga Mahasiswa Buddhis) Universitas Sumatera Utara Medan). Dengan menggunakan rumus Arikunto, diperoleh sampel sebanyak 47 orang responden. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian lapangan melalui kuesioner dan penelitian kepustakaan melalui literatur, sumber bacaan dan teori-teori. Adapun Teori yang digunakan adalah Teori Selective Influence dan AIDDA. Teknik analisa data menggunakan analisa tabel tunggal, analisa tabel silang dan uji hipotesis. Uji Hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus koefisien asosiasi Spearman dengan hasil Hipotesis Diterima, yaitu terdapat Pengaruh Iklan Tokopedia terhadap Pemanfaatan E-Commerce di kalangan Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis Universitas Sumatera Utara Medan. Dari hasil perhitungan Uji Hipotesis, bahwa Hubungan (Korelasional) Variabel X terhadap Y memiliki hubungan yang cukup berarti. Jadi Hasil penelitian menunjukkan Hubungan Iklan Tokopedia dengan Pemanfaatan E-Commerce memiliki hubungan yang cukup berarti.
Kata Kunci:
Iklan Tokopedia, Teori Selective Influnce, AIDDA, Pemanfaatan, E-commerce
ABSTRACT
The title of this research is THE INFLUENCE OF TOKOPEDIA ADS TO E- COMMERCE UTILIZATION IN THE BUDDHIST STUDENT ACTIVITY UNITS ON UNIVERSITY OF SUMATERA UTARA MEDAN. The purpose is determine how substantial the Influence of Tokopedia Ads to E-commerce Utilization in the Buddhist Student Activity Units. This study used correlations method with the amount of population are 189 people (source by database Buddhist Activity Student Units). By using the formula from Arikunto, 47 people are chosen to be sample. The technique of data collection is field research through questionnaires and library research through literature, reading resource and theories. This study is using Selective Infuence Theories and AIDDA. The data analysis technique used are single table analysis, cross table analysis and hypothesis testing. Hypothesis testing is done by using the formula coefficient association from Spearman with the result Hypothesis accepted, which means there is influence of Tokopedia Ads to E-Commerce Utilization in Buddhist Student Activity Units on University of Sumatera Utara Medan. There is a result of Hypothesis testing which is the Influence (Correlation) of Variable X to Y had a significant relationship. That means The result of this research is The relation of Tokopedia Ads to E-Commerce Utilization had a significant relationship.
Keyword:
Tokopedia Ads, Selective Influence Theory, AIDDA, Utilization, E-commerce
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………..……… i
LEMBAR PERSETUJUAN ………... ii
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ………... iii
HALAMAN PENGESAHAN.………... iv
KATA PENGANTAR ……….. v
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ………...viii
ABSTRAK ………... ix
ABSTRACT ………... x
DAFTAR ISI ……… xi
DAFTAR GAMBAR ………. xiii
DAFTAR TABEL ……….. xiv
DAFTAR LAMPIRAN ………. xv
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ………. 1
1.2 Pembatasan Masalah ………... 2
1.3 Rumusan Masalah ………... 5
1.4 Tujuan Masalah ………... 6
1.5 Manfaat Penelitian ………...6
BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Kerangka Teori ……… 7
2.1.1 Komunikasi Massa ………... 7
2.1.2 Teori Selective Influence ……… 11
2.1.3 AIDDA ……… 13
2.1.4 Komunikasi Pemasaran ….……….. 14
2.1.5 Iklan ……… 15
2.1.6 Televisi …..……….. 18
2.1.7 E-Commerce ………... 20
2.2 Kerangka Konsep ……….. 21
2.3 Model Teoritis ………... 22
2.4 Variabel Penelitian ... 23
2.5 Definisi Operasional Variabel ……….. 25
2.6 Hipotesis ……….. 27
2.7 Tinjauan Literatur ……… 27
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian ……… 29
3.2 Deskripsi Lokasi Penelitian ………. 29
3.3 Populasi dan Sampel ……….... 30
3.3.1 Populasi ………. 30
3.3.2 Sampel ………... 30
3.4 Teknik Penarikan Sampel ……… 31
3.5 Teknik Pengumpulan Data ………... 32
3.6 Teknik Analisis Data ………33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data ……….. 34
4.2 Proses Pengolahan Data ………... 35
4.3 Analisis Tabel Tunggal ……… 36
4.3.1 Iklan Tokopedia (Variabel X) ………40
4.3.2 Pemanfaatan E-Commerce di Kalangan KMB USU (Variabel Y)… 71 4.4 Analisis Tabel Silang ………90
4.5 Hipotesis ………...95
4.6 Pembahasan ………..97
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ……… 100
5.2 Saran ……….. 101
DAFTAR REFERENSI ………. 102
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman 1.1 Penggunaan Internet di Indonesia 2
2.1 Model Teoritis 22
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
2.1 Variabel Penelitian 23
4.1 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin 39 4.2 Karakteristik Responden berdasarkan Fakultas 40 4.3 Karakteristik responden berdasarkan Jurusan 42 4.4 Iklan Tokopedia menarik untuk ditonton 43 4.5 Iklan Tokopedia memikat untuk mengetahui produk 44
4.6 Memahami Iklan Tokoepdia 45
4.7 Teks pada Iklan Tokopedia membantu pemahaman 46 4.8 Tertarik dengan Gambar pada Iklan Tokopedia 47 4.9 Memahami Produk dari gambar tayangan Iklan 48
4.10 Warna Iklan Tokopedia Menarik 49
4.11 Warna pada tampilan Iklan Sudah Sesuai 50
4.12 Kejelasan Suara/Percakapan 51
4.13 Ketepatan munculnya musik 52
4.14 Tampilan Iklan Tokopedia di Televisi 53 4.15 Tampilan Iklan Tokopedia Menghibur 54
4.16 Memahami alur cerita pada Iklan 55
4.17 Alur cerita Iklan Tokopedia Menghibur 56 4.18 Pesan sesuai Produk yang ditawarkan 57 4.19 Memahami seluruh pesan yang ditayangkan 58
4.20 Ketepatan Nada Penyampaian 59
4.21 Nada Penyampaian Sesuai dengan Peran/Tema 59 4.22 Isyana Sarasvati benar membawakan pesan 60 4.23 Artis Iklan Tokopedia berhasil membawakan pesan 61 4.24 Suka menonton Iklan Tokopedia melalui TV 62 4.25 Mengetahui Iklan Tokoepdia pada Media Lain 63 4.26 Iklan Tokopedia di TV tepat sebagai media promosi 64 4.27 Iklan Tokopedia sudah sesuai ditayangkan di TV 65 4.28 Seberapa sering Menonton Iklan Tokopedia per Minggu 66 4.29 Iklan Tokopedia ditayangkan di jam yang sesuai 67
4.30 Mengetahui Slogan Tokopedia 68
4.31 Berkeinginan mencari tahu Tokopedia dari Slogan 69 4.32 Memahami Makna dari Slogan Tokopedia 70 4.33 Slogan sesuai Karakter Tokopedia 71
4.34 Jingle Iklan Tokopedia Menarik 72
4.35 Jingle Membuat Keinginan untuk Membuka Tokopedia 73
4.36 Iklan Tokopedia Bermanfaat 74
4.37 Merasakan Kemudahan bertransaksi di Tokopedia 75 4.38 Bertransaksi di Tokopedia Membantu Pekerjaan 76 4.39 Bertransaksi di Tokopedia Memudahkan Pekerjaan 77 4.40 Waktu Bertransaksi Relatif Cepat 78 4.41 Efisiensi waktu Bertransaksi di Tokopedia 79 4.42 Bertransaksi di Tokopedia Menghemat Biaya 80 4.43 Biaya yang dikeluarkan Relatif Terjangkau 81 4.44 Kemudahan Penggunaan Media untuk Bertransaksi 82
4.45 Penggunaan Media sudah Efisien 83
4.46 Setelah Bertransaksi Kebutuhan Primer Terpenuhi 84 4.47 Setelah Bertransaksi Kebutuhan Sekunder Terpenuhi 85 4.48 Setelah Bertransaksi Kebutuhan Tersier Terpenuhi 86 4.49 Setelah Bertransaksi Seluruh Kebutuhan Terpenuhi 87 4.50 Produk yang ditawarkan Sesuai Kebutuhan 88 4.51 Produk Fashion&Aksesoris sering Dibeli 89
4.52 Produk Pakaian Sering Dibeli 90
4.53 Produk Elektronik Sering Dibeli 91
4.54 Produk Souvenir/Hadiah Sering Dibeli 92
4.55 Produk Buku Sering Dibeli 93
4.56 Tabel Silang 1 94
4.57 Tabel Silang 2 95
4.58 Tabel Silang 3 97
4.59 Uji Hipotesis 98
DAFTAR LAMPIRAN - Kuesioner Penelitian
- Tabel Data SPSS - Tabel FC
- Daftar Populasi Responden (Anggota KMB USU 2013) - Lembar Catatan Bimbingan Skripsi
- Biodata Peneliti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Pada zaman era globalisasi saat ini tidak bisa dipungkiri teknologi merupakan salah satu kebutuhan yang tak bisa lepas dari kehidupan manusia.
Manusia yang hidup di zaman ini sangat membutuhkan teknologi untuk kehidupan sehari-hari baik dalam hal berkomunikasi maupun kebutuhan pekerjaam. Teknologi yang semakin canggih membuat masyarakat mau tidak mau mengikuti arus teknologi untuk mendapatkan kebutuhan yang diinginkan.
Kemajuan dan perkembangan teknologi, khususnya telekomunikasi, informasi dan multimedia sangat berpengaruh dalam merubah hubungan sosial kemasyarakatan dikarenakan sifat fleksibilitas dan kemampuan telematika untuk masuk ke aspek-aspek kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang sangat pesat, berdampak pada perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung semakin aktif pada dunia internet. Internet telah berkembang menjadi ajang komunikasi yang sangat cepat dan efektif untuk saat ini.
Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Intenet Indonesia (APJII) melaporkan bahwa dari 256,2 juta orang di Indonesia yang menggunakan internet lebih dari setengahnya yaitu 132,7 juta jiwa. Pria masih menjadi pengguna internet paling tinggi meski angkanya tidak signifikan yaitu 51,8 persen sedangkan wanita hanya 48,2 persen. Tentunya tingkat penetrasi masih dipegang oleh Pulau Jawa yaitu 65% dengan total pengguna berjumlah 86.339.350 jiwa.
Pulau yang memegang peringkat kedua setelah Jawa adalah Sumatera dengan persentasi 15,7 persen atau 20.752.185 jiwa. Peringkat ketiga Sulawesi dengan persentasi 8.454.592 atau 6,3 persen. Peringkat ke empat Kalimantan 5,8 persen dengan jumlah pengguna 7.685.992 jiwa dan terakhir Pulau Nusa dan Bali dengan persentase 4,7 persen atau 6.148.796 jiwa. Sementara itu, konten komersial yang paling sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia sebagian besar adalah online shop (62%) dan bisnis personal (34,2%).
Gambar 1.1 Penggunaan Internet di Indonesiia
Sumber: APJII 2016
Sejak internet dikembangkan untuk tujuan komersil, banyak perusahaan yang mengangkat internet sebagai ajang menjalankan bisnisnya. Banyak perusahaan yang menggunakan internet untuk melakukan transaksi jual beli maupun transasksi lainnya. Internet juga dapat memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan yang menawarkan kegiatan bisnis secara langsung kepada konsumen. Melalui iklan, perusahaan dapat mempromosikan profil perusahaan kepada rekan bisnis, atau mempromosikan berbagai macam produk maupun jasa kepada konsumen. Iklan adalah media komunikasi persuasif yang dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan respon dan membantu tercapainya objektifitas atau tujuan pemasaran.
Iklan adalah segala bentuk presentasi non-pribadi dan promosi gagasan, barang atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar (Kotler, 2005:277).
Pada dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator dalam hal ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada publik, khususnya pelanggannya melalui suatu media massa. Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa yang ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas mengkonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan.
Iklan atau periklanan (advertising) adalah media komunikasi pemasaran yang sudah menjadi bagian integral dari masyarakat dan sistem ekonomi manusia.
Dalam kehidupan masyarakat yang sudah maju dan kompleks, iklan berevolusi ke
dalam sistem komunikasi vital masyarakat, terutama dunia bisnis. Beriklan perlu metode promosi yang seakurat mungkin karena imbasnya sedemikian dahsyat kepada khalayak, baik dalam hal isi pesan maupun penyampaian (Prisgunanto, 2006:73). Perusahaan membuat iklan sedemikian menarik agar mendapat perhatian dari konsumen untuk membeli atau menggunakan produk-produk yang di promosikan. Seperti diketahui bahwa periklanan adalah merupakan bauran dari promosi (promotion mix), dimana promosi adalah jalur distribusi pemasaran.
Artinya suatu pemasaran produk tertentu akan selalu menggunakan bauran promosi sebagai media untuk menghubungkan produsen dengan konsumen.
Media iklan sangat banyak mulai dari brosur, baliho, radio, televisi, media internet, dan lain sebagainya. Iklan yang disiarkan melalui televisi tentunya memiliki kelebihan tersendiri karena televisi merupakan media audiovisual sehingga masyarakat bisa melihat sekaligus mendengar produk yang diiklankan.
Tumbuhnya pengguna internet di Indonesia serta mulai beralihnya gaya berbelanja masyarakat yang lebih modern (online shopping) nampaknya menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya pertumbuhan e-Commerce di Indonesia. Berbagai kalangan memanfaatkan situs marketplace untuk melakukan E-Commerce, E-Commerce sangat bermanfaat bagi konsumen atau penjual yang ingin mencari kebutuhan dan melakukan bisnis dengan mudah tanpa harus bertemu satu sama lainnya. Meningkatnya kebutuhan E-Commerce bagi konsumen membuat penjual gencar mempromosikan produk-produk mereka dengan cara beriklan. Iklan dapat membantu penjual untuk mendapatan konsumen dengan mudah tanpa harus berkeliling membagi brosur atau selebaran yang berisikan iklan produk. Pemanfaatan E-Commerce juga sudah mulai menyebar melalui internet baik di situs maupun aplikasi yang sudah tersedia di smartphone.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara memprediksi bisnis E-Commerce di Tanah Air akan sangat berkembang sepanjang 2016. Ia mengatakan bahwa nilai transaksi E-Commerce di Indonesia pada 2016 akan mencapai angka US$ 4,89 miliar atau sekitar lebih dari Rp 68 triliun. Nilai transaksi E-Commerce tahun 2016 diprediksi US$ 4,89 miliar naik ketimbang 2015 sebesar US$ 3,56 miliar. (www.cnnindonesia.com).
Salah satu iklan dari perusahaan marketplace yang menarik perhatian peneliti adalah iklan Tokopedia versi Isyana Sarasvati VS Gangster. Iklan ini bergerak di bidang komersil yaitu dengan mempromosikan dan menjual produk- produk yang ditawarkan oleh produsen ke konsumen memalui Tokopedia. Iklan Tokopedia versi Isyana Sarasvati VS Gangster yang ditayangkan di televise ini mengusung tema ala Negara Jepang yang bercerita tentang seorang wanita sedang berada di sebuah restoran dan memesan makanan. Kemudian muncul sekelompok penjahat (Gangster) yang menggangu kenyamanan dari pelanggan restoran.
Dengan spontanitasnya, Isyana Sarasvati langsung melempar sendok, piring, cangkir, sumpit dan vas bunga yang menjatuhkan seluruh penjahat (Gangster) tersebut. Jatuhnya penjahat (Gangster) itu tak menghalangi pelayan yang sedang mengantarkan makan kepada Isyana Sarasvati, karena restoran yang hancur membuat isyana harus mencari kotak makan untuk menaruh makanan yang ia pesan sebelumnya. Pesan yang dapat diambil dari iklan Tokopedia kepada khalayak adalah visualisasi dari slogan tokopedia yaitu “Yang Jual Banyak!
Sudah Cek Tokopedia Belum?” dimana siapapun bisa mendapatkan kebutuhan yang diinginkan dengan hanya mencari di Tokopedia karena di Tokopedia menjual segala kebutuhan yang ada.
Tokopedia adalah perusahaan internet yang memungkinkan setiap individu dan pemilik bisnis di Indonesia untuk mengembangkan dan mengelola bisnis online mereka secara mudah dan gratis, sekaligus memungkinkan berbelanja online lebih aman dan nyaman. Pada tahun 2007 Tokopedia hadir di Indonesia namun masih dalam pendanaan yang rendah dan prinsip E-Commerce yang minim. Kemudian pada tahun 2009, Tokopedia resmi hadir di Indonesia sebagai perusahaan internet yang menghubungkan penjual dan pembeli online di seluruh Indonesia. Tokopedia berhasil mendapatkan pendanaan setiap tahunnya hingga pada Oktober 2014, Tokopedia menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mendapat pendanaan sebesar US$100 juta dari SoftBank dan Sequioa Capital hingga mampu bersaing secara global. Visi Tokopedia adalah membangun Indonesia Lebih baik lewat Internet. (www.tokopedia.com/about)
Peneliti tertarik untuk meneliti tentang iklan Tokopedia karena di zaman yang serba modern ini tidak sedikit orang sudah memiliki smartphone terlebih khususnya untuk kaum muda. Melakukan E-Commerce atau transasksi online sudah menjadi kebiasaan untuk beberapa kaum muda khususnya mahasiswa mengingat mudahnya proses pembelian serta kebutuhan yang serba instant sehingga Tokopedia dapat memenuhi kebutuhan secara cepat tanpa harus keluar mencari kebutuhan yang diinginkan lagi. Terlebih Tokopedia merupakan situs jual beli online yang dapat menjamin keaslian dan kepercayaan penjualnya kepada konsumen. Dengan terjaminnya Tokopedia, konsumen dapat leluasa memilih kebutuhan mereka tanpa harus merasa cemas karena penipuan. Terjaminnya kepercayaan konsumen melalui garansi pembayaran membuat siapapun akan merasakan manfaat dari penggunaan E-Commerce itu sendiri. Oleh karena itu, peneliti tertarik dengan bagaimana pengaruh dari iklan Tokopedia terhadap pemanfaatan E-Commerce di kalangan Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis Universitas Sumatera Utara Medan.
1.2 Pembatasan Masalah
Untuk menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas, maka peneliti merasa perlu membuat pembatasan masalah agar menjadi lebih jelas yaitu:
1. Penelitian terbatas pada Pengaruh Iklan televisi Tokopedia versi Isyana Sarasvati VS Gangster.
2. Jenis produk pada Iklan Tokopedia dibatasi pada kategori (1) Fashion
& Aksesoris; (2) Pakaian; (3) Elektronik; (4) Souvenir & Hadiah; (5) Buku.
1.3 Rumusan Masalah
Secara umum, rumusan masalah adalah usaha untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan pemecahannya. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah terdapat pengaruh Iklan Tokopedia terhadap Pemanfaatan E- Commerce di kalangan Mahasiswa pada Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis Universitas Sumatera Utara Medan?
2. Bagaimana proses penggunaan E-Commerce di Tokopedia untuk memenuhi kebutuhan Mahasiswa pada Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis Universitas Sumatera Utara Medan?
1.4 Tujuan Penelitian
Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan penelitian merupakan jawaban dari rumusan masalah. Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk Mengetahui pengaruh Iklan Tokopedia terhadap Pemanfaatan E-Commerce di kalangan Mahasiswa pada Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis Universitas Sumatera Utara Medan.
2. Untuk Mengetahui proses penggunaan E-Commerce di Tokopedia dalam memenuhi kebutuhan Mahasiswa pada Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis Universitas Sumatera Utara Medan.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Secara Akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan serta memperdalam pemahaman di bidang komunikasi bagi mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU.
2. Secara Teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menguji pengalaman teoritis dan ilmu pengetahuan di bidang Komunikasi serta menjadi bahan referensi untuk penelitian lain di kemudian hari.
3. Secara Praktis, penelitian ini mampu memberikan kontribusi serta sumbangan pemikiran kepada mahasiswa atau pihak-pihak yang memberikan perhatian pada ilmu pengetahuan di bidang komunikasi.
BAB II
URAIAN TEORITIS 2.1 Kerangka Teori
Kerangka teori adalah suatu kumpulan teori dan model dari literatur yang menjelaskan hubungan dalam masalah tertentu. Dalam kerangka teori, teori secara logis dikembangkan, digambarkan, dan dielaborasi jaringan-jaringan dari asosiasi antara variabel-variabel yang diidentifikasi melalui survei atau telaah literatur (dalam Silalahi, 2009:92).
Fungsi teori dalam sebuah riset atau penelitian adalah untuk membantu peneliti menjelaskan fenomena sosial atau fenomena yang dialami menjadi pusat perhatian. Teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan preposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala tersebut (dalam Kriyantono, 2006:43). Adapun teori yang dianggap relevan adalah:
2.1.1 Komunikasi Massa
Pengertian komunikasi massa menurut Tan dan Wright dalam Liliweri (1991) merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara missal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh (terpencar), sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu. Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner (Rakhmat, dalam Karlinah, 1999) yakni: Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people). Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media massa. Jadi sekalipun komunikasi itu disampaikan kepada khalayak yang banyak, seperti rapat akbar di lapangan luas yang dihadiri oleh ribuan orangm jika tidak menggunakan media massa, maka itu bukan komunikasi massa. Media komunikasi yang termasuk media massa yaitu:
(1) radio siaran dan televisi yang dikenal sebagai media elektronik; (2) surat kabar
dan majalah yang disebut sebagai media cetak; (3) Media Film yang juga sebagai media komunikasi massa.
Definisi komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan oleh ahli komunikasi yang lain, yaitu Gerbner. Menurut Gerbner (1967) dalam Nurudin,
“Mass communication is the technologically and institutionally based production and distribution of the most broadly shared continuous flow of messages in industrial societies”. (Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri. Dari definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu yang tetap, misalnya harian, mingguan, atau bulanan. Proses memproduksi pesan tidak dapat dilakukan oleh perorangan, melainkan harus oleh lembaga, dan membutuhkan suatu teknologi tertentu, sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat industri.
Ahli komunikasi lainnya, Joseph A. Devito merumuskan definisi komunikasi massa yang pada intinya merupakan penjelasan tentang pengertian massa, serta tentang media yang digunakannya. Ia mengemukakan definisinya dalam dua bagian yakni bagian pertama, Komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang menonton televisi, tetapi ini berarti bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar yang audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akan lebihmudah dan lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya: televise, radio siaran, surat kabar, majalah dan film (Nurudin, 2003).
- Karakteristik Komunikasi massa
Sebelumnya telah dibahas tentang pengertian komunikasi massa melalui definisi komunikasi massa yang dikemukakan oleh beberapa ahli ilmu komunikasi. Melalui definisi itu pula kita daoat mengetahui karakteristik
komunikasi massa. Komunikasi massa berbeda dengan komunikasi lainnya, seperti komunikasi antarpersonal dan komunikasi kelompok. Perbedaan itu meliputi komponen-komponen yang terlibat didalamnya, juga proses berlangsungnya komunikasi tersebut. Namun, agar karakteristik komunikasi massa itu tampak jelas, dapat dijelaskan karakteristik komunikasi massa sebagai berikut (Ardianto,2004):
a. Komunikator Terlembagakan
Dengan mengingat kembali pendapat wright, bahwa komunikasi massa itu melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks. Maka, proses komunikasi massa harus melalui tahapan demi tahapan. Misalnya dalam produksi surat kabar, suatu berita atau artikel tidak akan dimuat sebelum melalui pemeriksaan penanggungjawab rubrik, korektor, layouter, hingga tahap cetak.
b. Pesan Bersifat Umum
Komunikasi massa bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang tertentu. Oleh karenanya, pesan komunikasi massa bersifat umum. Pesan komunikasi massa dapat berupa fakta, peristiwa atau opini. Namun tidak semua fakta dan peristiwa yang terjadi di sekeliling kita dapat dimuat dalam media massa. Pesan komunikasi massa yang dikemas dalam bentuk apapun harus memenuhi kriteria penting atau menarik, atau penting sekaligus menarik bagi sebagian besar komunikan.
c. Komunikannya Anonim dan Heterogen
Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen karena antara komunikator dan komunikan tidak saling mengenal (anonim). Disamping anonim, komunikan komunikasi massa adalah heterogen, karena terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, yang dapat dikelompokkan berdasarkan faktor: usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, latar belakang budaya, agama dan tingkat ekonomi.
d. Media Massa Menimbulkan Keserempakan
Kelebihan komunikasi massa dibandingkan dengan komunikasi lainnya adalah jumlah sasaran khalayak atau komunikan yang dicapainya relative banyak dan tidak terbatas. Bahkan lebih dari itu, komunikan yang banyak tersebut secara serempak pada waktu yang bersamaan memperoleh pesan yang sama pula.
e. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Setiap komunikasi melibatkan unsur isi dan unsure hubungan sekaligus. Pada komunikasi massa, yang penting adalah unsur isi.
Pesan juga harus disusun sedemikian rupa berdasarkan sistem tertentu dan disesuaikam dengan karakteristik media massa yang akan digunakan.
f. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Komunikasi massa adalah komunikasi dengan menggunakan atau melalui media massa. Karena melalui media massa maka komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung.
Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikan pun aktif meneruma pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog. Dengan demikian, komunikasi massa itu bersifat satu arah.
g. Stimulasi Alat Indera Terbatas
Dalam komunikasi massa, stimulasi alat indera bergantung pada jenis media massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat. Pada radio siaran dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar, sedangkan pada media televisi dan film, kita menggunakan indera penglihatan dan pendengaran.
h. Umpan Balik Tertunda
Komponen umpan balik atau yang lebih popular dengna sebutan feedback merupakan faktor penting dalam bentuk komunikasi apapun.
Efektivitas komunikasi seringkali dapat dilihat dari feedback yang disampaikan oleh komunikan.
- Efek Komunikasi Massa
Bila di bandingkan dengan komunikasi lainnya, komunikasi massa memiliki khalayak yang lebih luas karena jangkauan media massa yang tentu juga dapat menjangkau khalayak atau komunikan yang lebih luas. Effendy (2005) menjelaskan Efek yang disebarkan oleh komunikator melalui media massa timbul sebagai sasaran komunikasi. Oleh karena itu efek melekat pada khalayak sebagai akibat dari perubahan psikologis.
Ardianto & Erdinaya (2004) menjelaskan bahwa dalam proses komunikasi pesan dalam media massa dapat menerpa seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam Effendy (2005:27-28) menyebutkan efek komunikasi massa dapat dikategorikan ke dalam empat jenis, yaitu sebagai berikut :
1) Efek kognitif komunikasi massa, khususnya pada pembentukan dan perubahan citra yang mengarah pada teori agenda setting
2) Efek afektif komunikasi massa, terjadi pembentukan dan perubahan sikap, rangsangan emosional, rangsangan seksual
3) Efek behavioral komunikasi massa, meliputi efek prososial behavioral, agresi sebagai efek komunikasi massa yang mengarah pada teori-teori efek sosial komunikasi massa.
2.1.2 Teori Selective Influence
Teori Selective Influence yang dikemukakan oleh Malvin Defleur (1989) adalah teori yang mempelajari tentang bagaimana khalayak merespon pesan-pesan iklan dari media massa. Khalayak yang merespon pesan-pesan iklan dari media massa dapat diterangkan melalui teori-teori selective influence yang terdiri dari empat prinsip:
1. Selective attention
Pertama, perbedaan individu dalam merespon pesan-pesan iklan terjadi hanya karena perbedaan dalam struktur kognitif yang mereka miliki. Cara pandang, berpikir, berpengetahuan, kepercayaan setiap orang terhadap sesuatu yang baru ternasuk pesan-pesan iklan tidaklah sama. Kedua, karena keanggotaan seseorang dalam masyarakat ada dalam berbagai kelompok sosial maupun
kemasyarakatan, maka ada dugaan memilih perhatian terhadap pesan tertentu pun akan dipengaruhi oleh kelompoknya itu. Ketiga, bahwa orang lebih berminat jika suatu pesan iklan dapat membangun citra hubungannya dengan pihak lain.
2. Selective Perception
Aspek lain yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pesan iklan adalah pilihan terhadap sesuatu pesan yang didasarkan pada persepsi tertentu, karena adanya perbedaan dalam faktor-faktor kognitif, minat dan kepercayaan, pengetahuan, sikap dan kebutuhan serta nilai-nilai maka individu secara selektif pula mempersepsi pesan iklan yang menerpanya. Jadi terdapat perbedaan penerimaan pesan yang dipersepsi oleh penerima karena terdapat perbedaan kognisi itu.
3. Selective Recall
Dalam selective recall ini bahwa seseorang cenderung memilih kembali hanya pesan-pesan yang diingat saja. Jadi prinsip ini meskipun paralel dengan seleksi pada perhatian namun setiap orang memilih pesan iklan yang paling berkesan saja.
4. Selective Action
Selective action dalam periklanan mengarahkan seseorang untuk memutuskan jenis produk apa yang dipilihnya setelah menimbang keuntungan dan kerugian dari semua produk yang sama.
2.1.3 AIDDA
Para ahli komunikasi cenderung untuk sama-sama berpendapat bahwa dalam melancarkan komunikasi lebih baik mempergunakan pendekatan apa yang disebut dengan A-A Procedure atau from Attention to Action Procedure.
A-A Procedure ini sebenarnya penyederhanaan dari suatu proses yang disingkat AIDDA. Lengkapnya adalah sebagi berikut:
A Attention (Perhatian) I Interest (Minat) D Desire (Hasrat) D Decision (Keputusan) A Action (Kegiatan)
Proses pentahapan komunikasi ini mengandung maksud bahwa komunikasi hendaknya dimulai dengan membangkitkan perhatian. Dalam hal ini, komunikator harus menimbulkan daya tarik. Apakah perhatian komunikan telah terbangkitkan, hendaknya disusul dengan upaya menumbuhkan minat atau interest. Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang diharapkan komunikator.
Hasrat ada pada diri komunikan harus dilanjutkan dengan datangnya keputusan atau decision, yakni melakukan kegiatan atau action sebagaimana diharapkan komunikator (Effendy, 1992: 304 – 305).
Dikaitkan dengan penelitian ini, maka tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Attention (perhatian): Iklan tokopedia versi Isyana Sarasvati-Gengstar yang ditayangkan di Televisi harus bisa menarik perhatian dari Mahasiswa KMB USU agar menonton iklan tersebut sampai selesai.
2. Interest (minat): Setelah menarik perhatian komunikan, pesan dalam iklan tokopedia harus bisa membuat mahasiswa KMB USU membuka website dari Tokopedia.
3. Desire (hasrat): Komunikan dibuat lebih dari sekedar merasa tertarik dan terpikat. Mereka harus mempunyai keinginan untuk memahami produk yang ditawarkan dan memiliki keinginan untuk memiliki produk yang dilihat.
4. Decision (keputusan): Tidak hanya sampai memiliki keinginan, komunikan sudah harus membuat keputusan yang kuat apakah mereka ingin membeli produk yg diinginkan atau tidak. Dalam tahap ini, komunikan memegang kepercayaan penuh kepada komunikator yaitu Tokopedia.
5. Action (tindakan): Pada tahap akhir ini, komunikan telah melibatkan dirinya dalam melakukan transaksi beli online produk yang ditawarkan oleh Tokopedia.
2.1.4 Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi / membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono, 1995:219). William G. Nickels dalam bukunya Marketing Communication and Promotion (1984) mendefinisikan komunikasi pemasaran sebagai berikut: proses pertukaran informasi yang dilakukan secara persuasif sehingga proses pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien (Purba, dkk, 2006: 126).
Kegiatan komunikasi pemasaran merupakan rangkaian kegiatan untuk mewujudkan suatu produk, jasa, ide, dengan menggunakan bauran pemasaran (promotion mix) yaitu: iklan (advertising), penjualan tatap muka (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat dan publisitas (public relation and publicity) serta pemasaran langsung (direct marketing) (Purba, dkk, 2006: 126 – 127). Banyak ahli yang sepakat bahwa konsep inti komunikasi pemasaran adalah pertukaran (exchange). Alasan yang mendasari bahwa konsep inti pemasaran adalah pertukaran yaitu bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan satu individu dengan individu yang lainnya merupakan pertukaran. Tidak ada individu yang mendapatkan sesuatu tanpa memberikan
sesuatu baik langsung ataupun tidak langsung. Alasan terjadinya pertukaran adalah untuk memuaskan kebutuhan.
Pertukaran yang terjadi baik langsung maupun tidak langsung memerlukan komunikasi yang membawa peran. Dengan demikian komunikasi memegang peranan penting dalam proses pertukaran. Pada tingkat dasar komunikasi dapat menginformasikan dan membuat konsumen potensial menyadari akan produk yang ditawarkan. Komunikasi dapat berusaha membujuk konsumen agar berhasrat masuk dalam hubungan pertukaran (exchange relationship) pada pemasaran.
Peran lain dari komunikasi adalah untuk membedakan (differenting) produk yang ditawarkan oleh satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Upaya ini dilakukan dengan mengkomunikasikan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan berbeda dengan produk lainnya yang sejenisnya.
2.1.5 Iklan
Secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Sedangkan periklanan (advertising) adalah segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi nonpribadi dalam bentuk gagasan, barang atau jasa. Periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasive yang diarahkan kepada calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya (Jefkins, 1997:5). Sedangkan iklan adalah promosi barang, jasa, perusahaan, dan ide yang harus dibayar oleh sponsor. Sponsor dalam hal ini merupakan perusahaan tertentu yang nantinya menjadi klien penyedia jasa promosi.
Istilah iklan juga sering dinamai dengan sebutan yang berbeda-beda. Di Amerika sebagaimana halnya di Inggris, disebut dengan advertising. Sementara di Perancis disebut dengan reclamare yang kemudian sering dikenal sebagai reklame. Reklame berasal dari bahasa Spanyol yaitu Re dan Clamos. Sedangkan dalam bahasa latin Re dan Clame. Re artinya berulang-ulang sedangkan Clame atau Clamos artinya berteriak, sehingga secara bahasa reklame adalah suatu
teriakan/ seruan yang berulang-ulang, atau meneriakkan sesuatu secara berulang- ulang (Gilson,1980).
Beberapa definisi dari periklanan yang dikemukakan oleh para ahli (Jaiz, 2014:1) - Menurut Kotler (2002:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk
penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
- Menurut Kasali (1992:21), secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media.
Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli.
- Fungsi Iklan
Secara umum, periklanan dihargai karena dikelan sebagai pelaksana beragam fungsi komunikasi yang penting bagi perusahaan bisnis dan organisasi lainnya, antara lain (Shimp, 2003:357):
- Informing (memberi informasi)
Periklanan membuat konsumen sadar (aware) akan merek-merek baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan merek yang positif. Karena merupakan suatu bentuk komunikasi yang efektif, kemampuan menjangkau khalayak luas dengan biaya per kontak yang relative rendah, periklanan memfasilitasi pengenalan (introduction) merek-merek baru, meningkatkan jumlah permintaan terhadap merek-merek yang telah ada, dan meningkatkan puncak kesadaran dalam benak konsumen (TOMA-top of mind awareness) untuk merek-merek yang sudah ada dalam kategori produk yang matang. Periklanan menampilkan peran informasi bernilai lainnya baik untuk merek yang diiklankan maupun konsumennya dengan mengajarkan manfaat- manfaat baru dengan merek-merek yang telah ada.
- Persuading
Iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang diiklankan. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan primer, yakni menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori produk. Lebih sering iklan berupaya mambangun permintaan sekunder, yakni permintaan bagi merek-merek perusahaan yang spesifik.
- Reminding
Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan konsumen.
Periklanan yang efektif juga meningkatkan minat konsumen terhadap merek yang sudah ada dan pembelian sebuah merek yang mungkin tidak akan dipilihnya.
Periklanan lebih jauh, didemonstrasikan untuk mempengaruhi pengalihan merek (brand swictching) dengan mengingatkan para konsumen yang akhir-akhir ini belum membeli suatu merek yang tersedia dan mengandung atribut-atribut yang menguntungkan.
- Adding Value
Terdapat tiga cara mendasar dimana perusahaan bisa member nilai tambah bagi penawaran-penawaran mereka: inovasi, penyempurnaan kualitas, atau mengubah persepsi konsumen. Ketiga komponen nilai-tambah tersebut benar- benar independen. Inovasi tanpa kualitas adalah semata-mata hal yang baru.
Persepsi konsumen tanpa kualiatas dan/atau inovasi adalah semata-mata reklame yang berlebihan. Dan keduanya, inovasi dan kualitas, jika tidak diterjemahkan kedalam persepsi-persepsi konsumen, seperti suara pohon terkenal yang tumbang dihutan yang kosong. Periklanan memberi nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen. Periklanan yang efektif menyebabkan merek dipandang sebagai lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergengsi, dan bisa lebih unggul dari tawaran pesaing.
- Bantuan untuk upaya lain perusahaan
Peran lain dalam periklanan adalah membantu perwakilan penjualan. Iklan mengawali proses penjualan produk-produk perusahaan dan memberikan pendahuluan yang bernilai bagi wiraniaga sebelum melakukan kontak personal dengan para pelanggan yang prospektif. Upaya, waktu, dan biaya periklanan dapat dihemat karena lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk memberi informasi tentang keistimewaan dan keuntungan produk. Terlebih lagi, iklan melegitimasi atau membuat apa yang dinyatakan (klaim) oleh perwakilan penjualan menjadi lebih kredibel (lebih dapat dipercaya).
2.1.6 Televisi
Dari semua media komunikasi yang ada, televisilah yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia. Sebanyak 99% orang Amerika memiliki televise di rumahnya. Tayangan televisi mereka dijejali hiburan, berita dan iklan.
Mereka menghabiskan waktu menonton televisi sekitar tujuh jam dalam sehari (Agge, et. al dalam Ardianto, 2004). Fungsi Televisi sama dengan fungsi media massa lainnya, yakni memberikan informasi, mendidik, menghibur dan membujuk. Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media televisi sebagaimana hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan yang menyatakan bahwa pada umumnya tujuan utama khalayak menonton televisi adalah untuk memperoleh hiburanm selanjutnya untuk memperoleh informasi.
Menurut Ardianto, dkk (2004:128), karakteristik televisi ditinjau dari karakteristik stimulasi alat indra, dalam radio, surat kabar dan majalah hanya satu alat yang mendapat stimulus. Radio siaran dengan indra pendengaran, surat kabar dan majalah dengan indra penglihatan. Sedangkan televise memiliki karakteristik:
1. Audiovisual
Televisi memiliki kelebihan yaitu dapat didengar dan juga dapat dilihat (audiovisual) oleh khalayaknya. Jadi apabila khalayak radio siaran hanya mendengar kata-kata, music dan efek suara, maka khalayak televisi dapat melihat gambar yang bergerak. Namun
demikian, tidak berarti gambar lebih penting daripada kata-kata.
Keduanya harus ada kesesuaian secara harmonis. Karena sifatnya yang audiovisual itu pula, maka acara siaran berita harus selalu dilengkapi dengan gambar, baik gambar diam seperti foto, gambar peta (still picture), maupun film berita, yakni rekaman peristiwa yang menjadi topik berita. Apabila siaran berita televise tidak dilengkapi dengan unsur visual, sama saja dengan berita radio siaran.
2. Berfikir dengan gambar
Pihak yang bertanggung jawab atas kelancaran acara televisi adalah pengarah acara. Bila ia membuat naskah acara atau membaca naskah acara, ia harus berpikir dalam gambar (Think in picture).
Begitu pula bagi seorang komunikator yang akan menyampaikan informasi, pendidikan atau persuasi, sebaiknya ia dapat melakukan berpikir dalam gambar. Sekalipun ia tidak membuat naskah, ia dapat menyampaikan keinginannya pada pengarah acara tentang penggambaran atau visualisasi dari acara tersebut.
3. Pengoperasian Lebih Kompleks
Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi siaran lebih kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Peralatan yang digunakan pun lebih banyak dan untuk mengoperasikannya lebih rumit dan harus dilakukan oleh orang-orang yang terampil dan terlatih.
Dengan demikian media televisi lebih mahal daripada surat kabar, majalah dan radio siaran.
Bisnis televisi dan periklanan merupakan bagian utama dari bisnis yang berfungsi sebagai sistem penyampaian pemirsa (King, 2009: 325) Menurut King, karakteristik televisi sebagai media iklan yaitu:
1. Menonton televisi menjadi popular terutama dengan adanya banyak sekmen pasar yang merupakan pasar sasaran utama periklanan.
2. Gabungan warna, suara dan gerakan dari televisi menawarkan keluwesan kreatif bagi setiap pesan produk.
3. Televisi tetap teramat efisien bagi pengiklan besar yang perlu menjangkau pemirsa missal.
Iklan Televisi yang baik adalah iklan yang mampu mempersuasif baik audiens ataupun konsumennya agar mau melakukan hal sesuai dengan tujuan dari iklan tersebut dibuat.
2.1.7 E-Commerce
E-Commerce ialah suatu proses yang dilakukan konsumen dalam membeli dan menjual berbagai produk secara elektronik dari perusahaan ke perusahaan lain dengan menggunakan komputer sebagai perantara transaksi bisnis. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya (Kalakota dan Whinston, 1997 dalam Laudon 2003). E- Commerce memanfaatkan internet sebagai layanan jual beli, dalam sistem ini penjual dan pembeli tidak perlu bertemu muka secara langsung. Mereka dapat berkomunikasi melalui jaringan internet, sehingga dalam hal ini kepercayaan menjadi modal utama. Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan transaksi E- Commerce. Salah satunya dengan melihat sifat peserta yang terlibat dalam transaksi E-Commerce. Berdasarkan sifat penggunanya, E-Commerce dibagi menjadi 3 jenis (Laudon, 2003:45):
1. E-Commerce bisnis ke konsumen (B2C) melibatkan penjualan produk dan layanan secara eceran kepada pembeli perorangan.
2. E-Commerce bisnis ke bisnis (B2B) melibatkan penjualan produk dan layanan antar perusahaan.
3. E-Commerce konsumen ke konsumen (C2C) melibatkan konsumen yang menjual secara langsung ke konsumen.
E-Commerce memiliki beberapa komponen standar yang dimiliki dan tidak dimiliki transaksi bisnis yang dilakukan secara offline, yaitu (Hidayat, 2008:7):
1. Produk: Banyak jenis produk yang bisa dijual melalui internet seperti komputer, buku, musik, pakaian, mainan, dan lain-lain.
2. Tempat menjual produk (a place to sell): tempat menjual adalah internet yang berarti harus memiliki domain dan hosting.
3. Cara menerima pesanan: email, telepon, sms dan lain-lain.
4. Cara pembayaran: Cash, cek, bankdraft, kartu kredit, internet payment (misalnya paypal).
5. Metode pengiriman: pengiriman bisa dilakukan melalui paket, salesman, atau didownload jika produk yang dijual memungkinkan untuk itu (misalnya software).
6. Customer service: email, formulir on-line, FAQ, telepon, chatting, dan lain-lain.
E-Commerce atau belanja online sudah banyak digunakan oleh konsumen di Indonesia untuk melakukan transaksi jual-beli dalam bentuk online di internet.
Konsumen memanfaatkan situs online store untuk melakukan transaksi jual-beli (E-Commerce) dengan mudah tanpa harus bertemu dengan penjual atau pembeli.
E-Commerce setiap tahunnya meningkat tajam karena penggunaannya yang mudah dan cepat. Banyak konsumen yang melakukan E-Commerce dengan modal kepercayaan tanpa harus mencari kebutuhan di luar rumah. Situs-situs berbasis E- Commerce saat ini sudah mulai berdatangan sehingga banyak perusahaan yang bersaing ketat dalam memasarkan produk-produk mereka.
2.2 Kerangka Konsep
Konsep adalah generalisasi dari sekelompok fenomena tertentu yang sama yang dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai fenomena yang sama (dalam Bungin, 2011:148). Konsep menggambarkan suatu fenomena secara abstrak yang dibentuk dengan jalan membuat generalisasi terhadap sesuatu yang khas.
Kerangka konsep merupakan hasil pemikiran rasional yang berupa uraian yang bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akan dicapai (dalam Nawawi, 1995:40).
Dalam penelitian ini ditetapkan kerangka konsep dalam bentuk kelompok variabel sebagai berikut:
1. Variabel Bebas (X)
Variabel bebas adalah segala gejala, faktor, atau unsur yang menentukan untuk mempengaruhi munculnya variabel terikat.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Iklan Tokopedia.
2. Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor maupun unsur yang ada yang munculnya dipengaruhi dan ditentukan oleh variabel bebas dan bukan adanya variabel lain (Nawawi, 1995:57) Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Pemanfaatan E- Commerce di Kalangan Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis USU.
2.3 Model Teoritis
Model teoritis merupakan paradigma yang mentransformasikan permasalahan-permasalahan terkait antara satu dengan yang lainnya. Variabel- variabel yang telah dikelompokkan dalam kerangka konsep dibentuk menjadi model teoritis sebagai berikut:
Gambar 2.1 Model Teoritis
Karakteristik Responden
Variabel Terikat (Y) Pemanfaatan E-Commerce
pada Mahasiswa Variabel Bebas(X)
Iklan Tokopedia
2.4 Variabel Penelitian
Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep yang diuraikan diatas, maka untuk mempermudah penelitian, perlu dibuat variabel penelitian sebagai berikut:
Tabel 2.1 Variabel Penelitian
Variabel Teoritis Varibel Operasional Deskriptor
Variabel Bebas (X)
Iklan Tokopedia
Iklan secara sederhana ialah sebuah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui media (Rhenald Kasali,1992)
Tokopedia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang marketplace (Tokopedia.com)
1. Isi Pesan
a. Interaktivitas pesan - Teks
- Gambar - Warna - Audio
- Visual (Tampilan Iklan)
- Video (Alur cerita) b. Kejelasan Pesan
- Nada Penyampaian c. Artis / Brand Ambassador
1 a. Pesan adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima.
- Teks adalah naskah dalam bentuk kata-kata yang muncul dalam sebuah iklan.
- Gambar adalah pengambilan cerita atau pesan dari sebuah iklan yang ditayangkan.
- Warna merupakan kesan corak yang diterima oleh khalayak dalam sebuah iklan.
- Audio adalah suara-suara dan musik yang dikeluarkan pada saat iklan ditayangkan.
- Visual merupakan tampilan iklan yang ditayangkan yang berupa gabungan dari warna, gambar dan teks.
- Video adalah alur cerita atau jalan cerita dalam pesan-pesan yang ditampilkan pada iklan.
b. Nada penyampaian adalah suara dalam penyampaian pesan yang muncul pada saat iklan
2. Media
a. Ketepatan Media
b. Frekuensi Mendapatakan Pesan
3. Slogan
a. Pemahaman Slogan b Jingle
ditayangkan.
c. Artis/Brand Ambassador adalah model atau orang yang mempromosikan produk dari sebuah perusahaan ke dalam iklan.
2. Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak.
- Ketepatan Media merupakan promosi yang dilakukan dalam sebuah media.
- Frekuensi Pesan adalah jumlah tayangan iklan pada sebuah media.
3. Slogan adalah serangkaian kata-kata atau kalimat yang relatif pendek yang umumnya sangat menarik dan mudah untuk diingat oleh orang banyak.
- Jingle adalah suatu gambaran dari sebuah iklan yang di realisasikan dalam bentuk music.
Variabel Terikat (Y)
Pemanfaatan E-Commerce di kalangan Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis USU Medan E-Commerce adalah proses membeli dan menjual produk secara elektronik
(Laudon,2003)
Keluarga Mahasiswa USU adalah sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dibidang kerohanian.
Pemanfaatan E-Commerce a. Efisiensi
- Pekerjaan - Waktu - Biaya
b. Pemenuhan Kebutuhan - Primer
- Sekunder - Tersier
c. Penggunaan Media
a. Efisiensi merupakan suatu tindakan yang tepat dan menguntungkan bagi seseorang.
b. Kebutuhan adalah sesuatu hal yang diperlukan atau diinginkan oleh seseorang untuk keberlangsungan hidup.
- Kebutuhan Primer adalah kebutuhan paling utama atau pokok bagi seseorang
-Kebutuhan Sekunder adalah kebutuhan yang diperlukan setelah kebutuhan primer dipenuhi.
-Kebutuhan Tersier adalah kebutuhan yang diperlukan setelah kebutuhan primer dan sekunder telah dipenuhi.
c. Penggunaan Media adalah media yang digunakan oleh seseorang yang melakukan transaksi di Tokopedia.
2.5 Definisi Operasional Variabel
Definisi Operasional merupakan penjabaran lebih lanjut tentang konsep yang telah dikelompokkan dalam kerangka konsep. Definisi operasional adalah suatu petunjuk pelaksanaan mengenai cara-cara untuk mengukur variabel-variabel. Definisi operasional juga merupakan suatu informasi alamiah yang sangat membantu penelitian lain yang akan menggunakan variabel yang sama (Singarimbun, 2008:46).
Definisi operasional dalam penelitian ini adalah:
i. Variabel Bebas (X) 1. Iklan
Yang dimaksud dengan iklan adalah pesan yang disampaikan berupa promosi produk ataupun jasa yang ditujukkan kepada penonton. Iklan pada penelitian ini merupakan iklan yang ditayangkan di televisi yaitu iklan tokopedia versi Isyana Sarasvati VS Gangster.
2. Tokopedia
Tokopedia merupakan situs marketplace dimana e-commerce atau transaksi jual beli online adalah kegiatan utamanya. Dalam penelitian ini tokopedia menjadi subjek utama dari iklan yang akan diteliti.
ii. Variabel Terikat (Y)
Dikaitkan dengan penelitian ini, maka tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
1. E-Commerce
E-Commerce atau transaksi online merupakan kegiatan jual beli antara pembeli dengan penjual. Dimana e-commerce pada penelitian ini ditujukan kepada responden untuk mencari tahu manfaat dari penggunaan e-commerce.
2. Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Sumatera Utara
Keluarga Mahasiswa Buddhis merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang berada di Universitas Sumatera Utara dimana kegiatan ini bergerak di bidang kerohanian. Selain kerohanian, Keluarga Mahasiswa Buddhis memberikan tempat bagi anggota/mahasiswa lainnya untuk saling bertukar pikiran atau berdiskusi dalam hal perkuliahan.
2.6 Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu proposisi atau peryataan tentang hubungan antara dua atau lebih variabel. Hipotesis adalah suatu jawaban yang sifatnya sementara terhadap masalah penelitian, sampai terbukti melalui cara yang terkumpul (dalam Arikunto, 2006:71). Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah:
Ho: Tidak terdapat hubungan antara pengaruh Iklan Tokopedia terhadap Pemanfaatan E-Commerce pada kalangan Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis USU.
Ha: Terdapat hubungan antara pengaruh Iklan Tokopedia terhadap Pemanfaatan E-Commerce pada kalangan Unit Kegiatan Mahasiswa Buddhis USU.
2.7 Tinjauan Literature (Literature Review)
Literature review merupakan suatu kerangka, konsep atau orientasi untuk melakukan analisis dan klasifikasi fakta yang dikumpulkan dalam penelitian yang dilakukan. Sumber-sumber rujukan (buku, jurnal, majalah) yang diacu hendaknya relevan dan terbaru (state of art) serta sesuai dengan yang terdapat dalam pustaka acuan. Tujuan melakukan literatur review adalah untuk mendapatkan landasan teori yang bisa mendukung pemecahan masalah yang sedang diteliti. Teori yang didapatkan merupakan langkah awal agar peneliti dapat lebih memahami permasalahan yang sedang diteliti dengan benar sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.
Dalam penelitian ini,tinjauan literatur digunakan oleh peneliti sebagai sumber informasi untuk mengkaji penelitian yang sedang dilakukan. Adapun beberapa tinjauan literature yang peneliti gunakan adalah:
1) Penelitian yang dilakukan oleh Leni Nurita di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang dengan judul “Pengaruh Pesan Iklan Tokopedia versi
“Ciptakan Peluangmu” Terhadap Minat Berbisnis Online. Dimana pada penelitian ini merupakan survey yang ditujukkan kepada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTIRTA angkatan 2011-2012. Adapun dalam penelitian ini
menggunakan Teori Perbedaan Individu, dimana teori ini menelaah perbedaan-perbedaan di antara individu-individu sebagai sasaran media massa ketika mereka diterpa sehingga menimbulkan efek tertentu.
Hipotesis dari penelitian ini adalah ada atau tidak Terdapat pengaruh antara pesan iklan tokopedia versi “ciptakan peluangmu” terhadap minat berbisnis online mahasiswa ilmu komunikasi Untirta.
Perbedaan penelitian ini terhadap penelitian yang peneliti lakukan terdapat pada bagian versi dari Tokopedia dan variabel terikatnya. Adapun versi iklannya adalah “Ciptakan Peluangmu” dan variabel terikatnya adalah minat berbisnis online, sedangkan Versi iklan peneliti adalah
“Isyana Sarasvati VS Gangster” dan variabel terikat peneliti adalah pemanfaatan e-commerce.
2) Penelitian yang dilakukan oleh Putri Aulia Nurbani di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan judul “Pengaruh Terpaan Iklan E-Commerce BukaLapak di Televisi Terhadap Perilaku Konsumtif di Kalangan Mahasiswa”. Dimana penelitian ini merupakan survey yang diajukkan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun dalam penelitian ini menggunakan Teori Advertising Exposure, dimana teori ini mengatakan bahwa apabila konsumen terkena terpaan iklan maka akan tercipta perasaan dan sikap tertentu terhadap merk yang kemudian akan menggerakkan konsumen untuk membeli produk. Hipotesis pada penelitian ini adalah Variabel X berpengaruh atau tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Variabel Y.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah berada pada Variabel bebas dan Variabel terikatnya.
Namun kesamaan dari penelitian ini adalah terdapat pada sama-sama membahas pengaruh dari sebuah Iklan sebuah e-commerce. Hanya saja berbeda pada situs yang diteliti yang itu untuk penelitian ini membahas BukaLapak, dan untuk peneliti membahas Tokopedia. Varibel Terikat penelitian ini membahas tentang perilaku konsumtif, sedangkan pada peneliti membahas Pemanfaatan E-Commerce.