POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
KAMPUS KENDAL
ii
Visi dan Misi VISI
"Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi Yang Menghasilkan Tenaga Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal dan Diakui Internasional tahun 2025"
Berbasis Kearifan Lokal berarti berdasarkan kebijakan lokal yang ditetapkan oleh Poltekkes Kemenkes Semarang dalam memenuhi tuntutan pengguna lulusan dan unggul dalam persaingan global, sebagai berikut :
1. Melalui pendekatan yang komprehensif mempersiapkan lulusan dengan kompetensi utama (hard skills) serta ketrampilan kepribadian dan perilaku berbudi pekerti luhur (soft skills) dimana lulusan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya asli serta mampu mengendalikan diri terhadap budaya luar
2. Penyusunan kurikulum berdasarkan kajian mendalam tentang hakekat keilmuan bidang studi dan kebutuhan pengguna lulusan, masing-masing prodi mempunyai kompetensi utama sebagai penciri program studi serta kompetensi pendukung dan lainnya sebagai penciri institusi.
3. Menyelenggarakan penelitian untuk menghasilkan karya ilmiah yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam penyelesaian masalah kesehatan dimana mengutamakan penelitian multidisipliner yang berorientasi peningkatan kualitas hidup dan pendayagunaan potensi sumber daya lokal dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni mutakhir.
Diakui Internasional berarti kualifikasi akademik lulusan Poltekkes Kemenkes Semarang mendapat pengakuan internasional.
MISI
1. Meningkatkan layanan pendidikan bermutu yang profesional dan terpadu melalui perbaikan standar dan sistem manajemen secara terus menerus dengan didukung Teknologi Informasi.
2. Meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian pada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan program pembangunan di bidang kesehatan.
3. Mendorong produktivitas dan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
4. Mengembangkan penelitian berbasis kearifan lokal dan meningkatkan kualitas publikasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan program pembangunan di bidang kesehatan
5. Menyelenggarakan inovasi program melalui dukungan sumber daya internal dan eksternal melalui kerjasama lintas program dan lintas sektor.
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
KAMPUS KENDAL
iv
VISI JURUSAN KEBIDANAN
Menjadi Jurusan Kebidanan yang menghasilkan Bidan profesional berbasis kearifan lokal dan diakui Internasional tahun 2025
MISI JURUSAN KEBIDANAN
1. Meningkatkan layanan pendidikan bermutu yang profesional dan terpadu melalui perbaikan standar kurikulum, sarana prasarana dan sistem manajemen secara terus menerus dengan didukung Teknologi Informasi.
2. Mendorong produktivitas dan kualitas sumber daya manusia dengan pendidikan berkelanjutan dan pelatihan untuk meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian pada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan program pembangunan di bidang kesehatan.
4. Mengembangkan penelitian berbasis kearifan lokal dan meningkatkan kualitas publikasi penelitian.
5. Menyelenggarakan inovasi program melalui dukungan sumber daya internal dan eksternal melalui kerjasama lintas program dan sektor dengan Institusi Dalam Negeri & Luar Negeri.
6. Mengembangkan program pendidikan di Lingkungan Jurusan kebidanan sesuai dengan arah kebijakan pemerintah dan tuntutan profesi Kebidanan dan masyarakat.
Halaman Pengesahan
Modul Praktikum Psikologi Perkembangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Semarang Kampus Kendal disahkan pada 5 Agustus 2021. Saran dan kritik akan sangat kami harapkan demi perbaikan modul praktikum ini pada masa yang akan datang.
Disahkan oleh:
Kepala UPP
Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus Kendal
Khobibah, S. SiT., M. Kes.
NIP. 19640622 198409 2 001
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
KAMPUS KENDAL
vi
Kata Pengantar
Modul Praktikum mata kuliah Psikologi Perkembangan ini memfasilitasi mahasiswa untuk mempelajari cara berkomunikasi dengan baik antara bidan dengan kliennya. Modul ini membantu mahasiswa untuk belajar caranya mengatasi masalah Psikologi pada ranah Kebidanan.
Metode pembelajaran yang diterapkan menekankan pada tehnik Student Centre Learning, mahasiswa diharapkan secara aktif untuk meningkatkan kompetensi baik pada aspek pengetahuan, sikap dan ketrampilan sehingga dapat mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan.
Tim Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung, namun tim penyusun juga menyadari sepenuhnya bahwa modul ini masih mempunyai kekurangan, sehingga saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk peningkatan kulaitas modul dimasa yang akan datang. Terimakasih.
Kendal, Agustus 2021
Tim Penyusun
Daftar Isi
Visi Dan Misi ... ii
VISI ... ii
MISI ... ii
VISI JURUSAN KEBIDANAN ... iv
MISI JURUSAN KEBIDANAN ... iv
Halaman Pengesahan ... v
Kata Pengantar ... vi
Daftar Isi ... vII Tema Modul : Konsep Dasar Psikologi ... 1
MATERI ... 1
A. PENGERTIAN PSIKOLOGI ... 2
B. SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ... 3
C. OBYEK PSIKOLOGI ... 5
D. FUNGSI PSIKOLOGI ... 6
E. KLARIFIKASI PSIKOLOGI ... 6
Tema Modul : Perkembangan Kepribadian ... 12
A. PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN ... 14
B. Komponen Perkembangan Kepribadian ... 15
C. Fungsi Komponen Perkembangan Kepribadian ... 18
Tema Modul : Pengembangan Psiokolgi Remaja ... 23
PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA ... 24
A. DEFINISI REMAJA ... 24
B. KARAKTERISTIK MASA REMAJA ... 26
C. PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOLOGIS REMAJA... 27
Tema Modul : Masalah Psikologi Dan Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Remaja ... 33
A. Perkembangan Psikososial Dan Kepribadian Remaja ... 35
B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja ... 36
Tema Modul : Modul Tugas-Tugas Perkembangan Remaja ... 43
A. Pengertian Remaja ... 44
B. Tugas-Tugas Perkembangan Remaja ... 46
C. Perkembanga Kognitif Remaja ... 46
D. Perkembangan Emosional Remaja ... 47
viii
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
E. Perkembangan Sosial Remaja ... 48
Tema Modul : Masalah Psikologi Dan Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Remaja ... 53
A. Definisi Remaja ... 54
B. Fase Remaja ... 55
C. Perkembangan Psikologis Masa Remaja ... 57
D. Pengaruh Lingkungan Pada Perkembangan Psikologi Remaja ... 57
E. Masalah Psikologi Remaja ... 59
F. Pengobatan Pada Depresi ... 63
Tema Modul : Perkembangan Psikologi Pada Ibu Hamil Trimester I,II Dan III ... 67
PENGERTIAN KEHAMILAN... 68
PERKEMBANGAN KEHAMILAN... 68
A. PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I,II, DAN III ... 69
B. DEFINISI PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL ... 69
C. PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I... 69
D. PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER II... 70
E. PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER III ... 71
Tema Modul : Perkembangan Psikologi Ibu Hamil Dan Factor-Faktor Yang Mempengaruhi ... 77
PERKEMBANGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PSIKOLOGI IBU HAMIL... 78
A. PERKEMBANGAN PSIKOLOGI IBU HAMIL ... 78
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PSIKOLOGI IBU HAMIL ... 83
Tema Modul : Masalah-Masalah Psikologi Dalam Kehamilan ... 90
MASALAH-MASALAH PSIKOLOGI DALAM KEHAMILAN ... 91
A. INSOMNIA (Sulit Tidur) ... 91
B. PERASAAN MALU (Bersalah) ... 92
C. PERASAAN KECEWA ... 93
D. DEPRESI ... 94
E. STRESS ... 95
Tema Modul : PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA IBU BERSALIN ... 103
A. Pengertian Psikologis Persalinan ... 104
B. Perubahan Psikologis Ibu Bersalin Kala I ... 105
C. Perubahan Psikologis Ibu Bersalin Kala II ... 106
D. Perubahan Psikologi Ibu Bersalin Kala III ... 107
E. Perubahan Psikologi Ibu Bersalin Kala IV... 108
Tema Modul : Perkembangan Psikologi Ibu Nifas ... 112
A. Definisi ... 113
B. Perubahan Pada Masa Nifas ... 114
ix
D. Faktor – Factor Yang Mempengaruhi Perubahan Psikologis Masa Nifas ... 128
Tema Modul : Masalah Psikologi Pada Masa Nifas ... 134
MASALAH PSIKOLOGI PADA MASA NIFAS DAN TATALAKSANA ... 135
A. POST PARTUM BLUES ... 135
B. DEPRESI ... 136
D. PSIKOSIS ... 138
E. SKIZOFRENIA ... 139
Tema Modul : Perkembangan Psikologi Perempuan Pada Masa Antara ... 145
MATERI : PERKEMBANGAN PSIKOLOGI PEREMPUAN PADA MASA ANTARA... 146
A. Definisi ... 146
B. Perkembangan Mental ... 147
C. Karakteristik Perempuan Pada Masa Antara ... 149
Tema Modul : Modul Perkembangan Psikologis Dan Teori Perubahan Pada Masa Antara ... 154
A. TEORI PERUBAHAN PSIKOLOGIS ... 156
B. PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA MASA ANTARA ... 158
C. MASA PENSIUN DAN MASALAHNYA ... 161
1
Modul Psikologi Perkembangan
IK-POLTEKKES-SMG-
MODUL I
KONSEP DASAR PSIKOLOGI
1. Tema Modul : Konsep Dasar Psikologi 2. Mata Kuliah/Kode : Psikologi Perkembangan
3. Jumlah SKS : 2 SKS (T : 1, P : 1) 4. Alokasi Waktu : P = 2 x 150 menit
5. Semester V
6. Tujuan Pembelajaran :
Mahasiswa mampu memahami tentang konsep dasar psikologi.
7. Gambaran Umum Modul :
Modul ini secara khusus akan membahas tentang Konsep Dasar Psikologi.
Karakteristik Mahasiswa :
Modul ini ditujukan bagi mahasiswa semester V Prodi D III Kebidanan Semarang Kampus Kendal Poltekkes Kemenkes Semarang yang telah mengikuti pembelajaran dan lulus dalam pencapaian standar kompetensi mata kuliah sebelumnya yaitu Askeb komunitas, kewirausahaan, kegawatdaruratan dan Bahasa inggris.
8. Target Kompetensi :
Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar.
Indikator :
Mahasiswa mampu menjelaskan Konsep dasar psikologi.
9. Materi pembelajaran : Terlampir
10. Stratategi Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab.
11. Sarana Penunjang Pembelajaran : LCD, Komputer 12. Prosedur (Petunjuk Penggunaan Modul) :
a. Bagi Peserta didik
1) Mahasiswa membaca dan memahami tujuan pembelajaran, tugas praktika yang akan dilakukan, membaca referensi yang direkomendasikan.
b. Peran Pendidik / Dosen 1) Sebagai fasilitator 2) Sebagai mediator
13. Metode Evaluasi : tanya jawab, post tes 14. Metode Penilaian : Nilai skor post tes, responsi
15. Daftar Pustaka
a. Aisyah, Siti. 2015. Perkembangan Peserta Didik dan Bimbingan Belajar. Yogyakarta: Deepublish.
b. Fauzan, Rinda. 2020. Pengantar Psikologi Perkembangan. Sukabumi: CV Jejak c. Gainau, Maryam B. 2014. Psikologi Anak. Yogyakarta: PT Kanisius.
d. Jahja,Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Prenada Media
e. Jamin, Nunung Suryana. 2020. Pengembangan Afektif Anak Usia Dini. Sukabumi: CV Jejak.
f. Rusinani dan Pratiwi. 2020. Buku Ajar Psikologi Perkembangan Dalam Siklus Hidup Wanita.
Yogyakarta: Deepublish.
MATERI
A. PENGERTIAN PSIKOLOGI
Secara etimologis, kata Psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu kata psyche yang berarti jiwa, roh, nafas dan logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Psikologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa (Furr, 2012; Walgito, 2010). Tujuan secara langsung adalah untuk memahami perilaku dan proses mental melalui penelitian dan membangun baik prinsip-prinsip secara umum maupun kasus-kasus tertentu. Psikolog berusaha memahami peran dari fungsi mental dalam perilaku individu dan sosial. Di samping itu, juga berusaha untuk mempelajari proses psikologis dan neurobiologis yang mendasari fungsi dan perilaku tertentu (Furr, 2012).
Jadi psikologi adalah ilmu yang menyelidiki dan membahas tentang perbuatan dan tingkah laku manusia.
Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dalam perkembangannya yang mencakup periode masa anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua.
Psikologi perkembangan merupakan bagian dari kajian ilmu psikologi yang mempelajari tahapan- tahapan dalam tumbuh kembang manusia. Hal ini dapat dilihat dari asal kata psikologi sendiri yaitu psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu, yang menggambarkan bagaimana psikologi
IK-POLTEKKES-SMG-
3
Modul Psikologi Perkembangan
mengkaji jiwa manusia khususnya perkembangan fisik dan psikisnya.
Cara sederhana perkembangan individu dirumuskan sebagai perubahan ke arah kedewasaan, jika dikaji lebih dalam. Istilah Perkembangan (development) dalam istilah psikologi merupakan konsep yang sangat kompleks, sebab didalamnya terkandung banyak dimensi, oleh karena menurut perkembangan dapat didekati dari istilah pertumbuhan, kematangan, dan perubahan.
Perkembangan bukan sekadar penambahan beberapa sentimeter pada tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang, melainkan suatu proses.
Sementara itu, pertumbuhan hanya terjadi sampai manusia mencapai kematangan fisik.
Artinya, orang tak akan bertambah tinggi atau besar jika batas pertumbuhan tubuhnya telah mencapai tingkat kematangan. Pada dasarnya ada dua proses perkembangan individu yang saling bertentangan yang terjadi secara serempak selama kehidupan, yaitu pertumbuhan atau evolusi dan kemunduran atau involusi. Keduanya mulai dari pembuahan dan berakhir dengan kematian.
Dalam tahun-tahun pertama pertumbuhan berperan, sekalipun perubahan-perubahan yang bersifat kemunduran terjadi semenjak kehidupan janin. Pada bagian kehidupan selanjutnya, kemunduran yang berperan sekalipun pertumbuhan tidak berhenti; rambut tumbuh terus dan sel-sel terus- menerus berganti. Pada usia lanjut, beberapa bagian tubuh dan alam pikiran lebih banyak beubah daripada yang lain.
B. SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI
Pada mulanya spekulasi tentang perkembangan manusia menjadi domain dari para filsuf. Plato (427-347 SM) mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan individual mempunyai dasar genetis. Potensi individu dikatakan sudah ditentukan oleh faktor-faktor keturunan dan benih-benih untuk kemampuannya kelak, telah ada dalam pikiran (mind) anak sejak lahir. Bakat-bakat atau benih-benih tersebut dapat dikembangkan melalui pengasuhan dan pendidikan. Dalam hal ini negara bertugas untuk mengindentifikasi bakat setiap individu sedini mungkin, kemudian menyediakan kesempatan dan sarana pendidikan yang sesuai, sehingga kelak dapat secara efektif memenuhi peranannya dalam masyarakat.
Dalam bukunya Republic (380 SM) Plato mengusulkan adanya suatu masyarakat ideal yang terdiri dari tiga kelas. Pada tingkat yang terendah terdapat pedagang, produsen, dan mereka ini berperan dalam menjalankan kehidupan ekonomi sehari-harinya dalam masyarakat. Kelas selanjutnya terdiri dari golongan polisi, tentara dan petugas-petugas sipil yang mengatur ketertiban masyarakat. Pada kelas tertinggi duduk para unsur pemeritah yang bertugas memerintah dengan bijaksana (anonim, 1996).
Plato menyatakan bahwa peran keluarga terhadap perkembangan anak dikesampingkan. Ia membuat program di mana anak-anak dipelihara di panti-panti pengasuhan maupun klinik-klinik yang akan mendidik anak-anak yang terpilih itu sebagai calon-calon manusia dewasa yang akan berperan di masyarakat dikemudian hari.
Plato belum mampu membuktikan yang langsung dalam mendukung spekulasinya tentang determinasi genetik dari perkembangan. Meskipun demikian, ia menganggap bahwa anak merupakan miniatur orang dewasa. Hal tersebut tampak dari anggapannya bahwa semua keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan yang termanifestasi dalam perilaku yang tampak saat dewasa sesungguhnya disebabkan karena adanya potensi yang dibawa seseorang sejak ia lahir (innate).
Pendidikan yang diterima oleh seseorang hanya sebatas membantu potensi itu keluar, tetapi sebenarnya tidak ada sesuatu yang baru yang ditambahkan oleh pendidikan. Dengan demikian, perkembangan dianggap sebagai pertumbuhan semata yakni proses penambahan secara kuantitatif.
Hal itu menunjukkan bahwa anak-anak merupakan miniatur orang dewasa dan tidak secara kualittaif (anonim, 1996).
Pada abad ke-17, John Locke (anonim, 1996), seorang filsuf Inggris mengemukakan pandangan bahwa bayi lahir seperti "tabula rasa”(blank slate). Menurutnya bayi seperti “blank tablet" atau tablet kosong yang akan memperoleh karakteristik melalui pengalaman hidup. Kejiwaan seorang anak ketika dilahirkan diumpamakan seperti secarik kertas yang masih kosong dan bersih, di mana bentuk kertas merupakan penentu dalam penulisan di dalamnya. John Locke juga meyakini bahwa pengalaman (nuruture) masa kanak-kanak menentukan masa dewasanya kelak, sehingga ia menyarankan agar para orangtua meluangkan waktu dengan anak-anaknya agar anaknya kelak dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Ia juga menganggap bahwa peranan alam (nature) atau sifat bawaan terhadap peranan perkembangan anak berakhir sejak saat kelahiran. Ia menolak adanya kemampuan bawaan (innate knowledge).
Pada abad ke-18, muncul pandangan dari filsuf Perancis bernama Jean-Jacques Rousseau. Ia pertama-tama mengusulkan teori bahwa anak-anak berbeda secara kualitatif yang menganggap bahwa anak pada dasarnya “innate goodness" atau baik. Karena dasarnya sudah baik, maka anak-anak semestinya dibiarkan tumbuh secara alamiah dengan sedikit pengasuhan orangtua dan sedikit batasan.
Rousseau (1712-1778) sama sekali menolak pandangan bahwa bayi adalah makhluk pasif, yang perkembangannya ditentukan oleh pengalaman. Ia juga menolak anggapan bahwa anak merupakan orang dewasa yang tidak lengkap dan memperoleh pengetahuan melalui cara berpikir orang dewasa.
IK-POLTEKKES-SMG-
5
Modul Psikologi Perkembangan
Sebaliknya ia beranggapan bahwa sejak lahir, anak adalah makhluk yang aktif, suka bereksplorasi, dan bukannya ia memperoleh pengetahuan dan dalam bentuk yang sudah tertentu. Pengetahuan itu dibentuk oleh dirinya sendiri, dengan caranya sendiri, melalui interaksinya dengan lingkungan. Rosseau beranggapan bahwa bila dibiarkan secara wajar, maka perkembangan akan berjalan mengikuti tahapan-tahapan yang teratur urutannya, dan pada setiap tahapan perkembangan, individu merupakan makhluk yang lengkap utuh dan terintegrasi.
Dalam bukunya, Emile Rosseau menyatakan bahwa tugas orangtua dan pendidik adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa, sehingga memungkinkan perkembangan yang telah diatur oleh alam itu berjalan secara spontan dan tidak dirintangi oleh campur tangan orang dewasa. Ia menolak pendapat umum bahwa masa anak merupakan masa persiapan untuk memasuki masa dewasa semata-mata yang memerlukan campur tangan orang dewasa untuk persiapan tersebut. Campur tangan orangtua dan pendidik yang berpandangan demikian hanya akan merusak jalannya perkembangan yang alamiah, yang akan timbul dengan sendirinya (Anonim, 1996).
Konsep perkembangan Rosseau sangat berbeda dengan John Locke. Ia memang menekankan pentingnya faktor pengalaman seperti Locke, tetapi ia tidak menganggap anak sebagai suatu wadah yang kosong, ke dalam mana dituangkan pengetahuan-pengetahuan oleh orang dewasa. Anak mempunyai peranan lebih aktif dan kreatif dalam perkembangannya.
C. OBYEK PSIKOLOGI
Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Namun, tidak dapat dibalik bahwa kumpulan pengetahuan itu adalah ilmu. Kumpulan pengetahuan dapat disebut ilmu apabila memiliki syarat-syarat tertentu. Syarat- syarat tertentu yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal.
Objek material adalah sesuatu yang dibahas, dipelajari, atau diselidiki atau suatu unsur yang ditentukan, sesuatu yang dijadikan sasaran pemikiran. Objek material mencakup apa saja, baik hal-hal yang konkret (misalnya kerohanian, nilai-nilai, ide-ide). Objek material pada fakta-fakta, gejala-gejala, atau pokok-pokok yang nyata dipelajari dan diselidiki oleh ilmu pengetahuan.
Ilmu formal adalah cara memandang, meninjau yang dilakukan oleh seorang peneliti terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya. Jadi sudut dari mana objek material itu disoroti disebut objek formal. Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa objek formallah yang membedakan antara ilmu yang satu dengan yang lain.
Jadi intinya, objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. Para ahli psikologi juga tertarik akan masalah seberapa jauhkah perkembangan manusia tadi dipengaruhi oleh perkembangan masyarakatnya. Psikologi perkembangan yang utama tertuju pada perkembangan manusianya sebagai person. Masyarakat merupakan tempat berkembangnya person.
Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati. Perkembangan yang dimaksud adalah proses tertentu yaitu proses yang terus menerus, dari proses yang menuju ke depan
dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Istilah "perkembangan" secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologi manusia.
D. FUNGSI PSIKOLOGI
Psikologi berdasarkan atas kegunaan berupa: a) psikologi teoritis yaitu ilmu yang mempelajari gejala- gejala kejiwaan, dan b) psikologi praktis yaitu ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang jiwa untuk diterapkan dalam praktik sehari-hari, misalnya psikologi teknik, psikologi pengobatan, psikologi kriminal, psikologi terapi, dan lain sebagainya.
Secara umum, psikologi dapat dibedakan menjadi dua cabang, yaitu psikologi teoritis dan psikologi terapan. Psikologi teoretis dapat pula dibedakan atas dua bagian, yaitu psikologi umum dan psikologi khusus. Psikologi umum adalah psikologi teoretis yang mempelajari aktivitas-aktivitas mental manusia yang bersifat umum dalam rangka mencari dalil-dalil umum dan teori-teori psikologi. Sedangkan psikologi khusus adalah psikologi teoretis yang menyelidiki segi-segi khusus aktivitas mental manusia. Psikologi khusus ini terdiri dari:
a. Psikologi perkembangan, mengkaji perkembangan tingkah laku dan aktivitas mental manusia sepanjang rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi hingga meninggal dunia.
b. Psikologi sosial, mengkaji aktivitas mental manusia dalam kaitannya dengan situasi sosial.
c. Psikologi kepribadian, mengkaji struktur kepribadian manusia sebagai satu kesatuan utuh.
d. Psikologi abnormal, mengkaji aktivitas mental individu yang tergolong abnormal.
e. Psikologi diferensial, menguraikan tentang perbedaaan-perbedaan antar individu.
E. KLARIFIKASI PSIKOLOGI
1. Gejala pengenalan (Kognitif)
Kognisi mengacu pada proses mental dari persepsi, ingatan, dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan persoalan dan merencanakan masa depan. Psikologi kognitif adalah studi ilmiah mengenai kognisi. Tujuannya adalah untuk mengadakan eksperimen dan mewujudkan teori yang menerangkan bagaimana proses mental disusun dan berfungsi. Macam-macam dari gejala kognitif antaranya:
a. Penginderaan yaitu indera penglihatan, indera pendengaran, indera perasa, indera penciuman, dan indera peraba.
b. Pengamatan yaitu mengenal, mempelajari, dan mengetahui objek yang diamati. Pengamatan dibedakan menjadi: pengamatan visual, pengamatan audio, dan pengamatan audiovisual.
• Pengamatan visual yaitu pengamatan yang dilakukan dengan indera penglihatan.
• Pengamatan audio yaitu pengamatan yang dilakukan dengan indera pendengar.
• Pengamatan audiovisual yaitu pengamatan yang dilakukan dengan indera penglihatan dan
IK-POLTEKKES-SMG-
7
Modul Psikologi Perkembangan
indera pendengar.
c. Tanggapan yaitu sesuatu kesan terhadap pengamatan. Misalnya tanggapan kita terhadap sesuatu yang diamati.
d. Ingatan yaitu kemampuan jiwa untuk menyimpan dan mereproduksi segala pesan dan tanggapan yang telah diterima. Biasanya hal yang mudah diingat adalah hal yang berkesan, baik itu yang bahagia maupun hal yang pait/mengecewakan.
e. Khayalan yaitu sesuatu hasil dari proses berkhayal. Orang dalam berkhayal biasanya memikirkan sesuatu yang belum terjadi pada kehidupan nyata. Conrohnya, seorang berkhayal menjadi kaya, maka orang berkhayal menjadi kaya karena belum merasakan bagaimana menjadi orang kaya.
f. Berfikir dapat diartikan sebagai sesuatu kegiatan mental yangmelibatkan kerja otak. Berfikir biasanya terjadi karena adanya masalah yang timbul dan masalah tersebut memerlukan pemecahan. Kegiatan berfikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan kehendak dan perasaan manusia.
2. Gejala Perasaan (Afektif)
Afektif yang tercermin pada norma kualitas keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia serta budi pekerti luhur yang mempunyai kepribadianm luhur dengan kompetensi estetis.
Afektif adalah suatu yang berkenaan dengan perasaan, suasana hati, atau emosi yang nampak pada sikap, nilai, minat, apresiasi, karakter, penyesuaian, moral dan tingkah laku individu. Dalam pendidikan afektif ada beberapa contoh definisi afektif yaitu:
a. Afektif juga merupakan pengembangan sosial emosional, moral dan etika.
b. Afektif juga sering dikaitkan dengan akhlak dalam pendidikan agama. Dalam penanaman akhlak banyak terdapat aspek-aspek afektif yang terlibat di dalamnya. Walaupun begitu antara afektif dan akhlak tetaplah berbeda;
c. Afektif juga sering disamakan dengan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. Dalam pengembangan emosi dan spiritual aspek-aspek afektif ikut tumbuh dan berkembang bersama nilai dan karakter yang tercermin dari kepribadian individu.
3. Gejala Kehendak (Psikomotor/Konatif)
Psikomotor tercermin pada kemampuan pengembangan pada ketrampilan teknis, kecakapan praktis dan kompetensi kinestetik. Menguasai ketiga ketrampilan tadi, tercermin dalam keseimbangan pola pikir belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Dalam kehidupan bermasyarakat peserta didik akan memiliki karakter yang kuat dan menjadi pribadi yang tangguh untuk membangun jati diri bangsa secara optimal. Macam-macam dari gejala psikomotor diantarnya:
a. Hasrat adalah gejala yang timbul dalam diri individu untuk melakukan sesuatu sesuai dengan perasaan yang dikehendaki. Hasrat biasanya timbul seiring dengan nafsu yang muncul pada individu, baik itu nafsu yang bersifat positif maupun yang negatif.
b. Kemauan, biasanya timbul seiring perasaan individu melakukan sesuatu yang diinginkan.
c. Kebebasan kemauan yaitu kemauan yang bersifat bebas tanpa adanya batasan.
4. Gejala Campuran (Kombinasi)
a. Perhatian adalah reaksi umum yang menyebabkan bertambahnya aktifitas daya konsentrasi dan fokus terhadap satu objek. Gejala ini timbul karena pengamatan yang dilakukan terhadap benda yang diamati. Misalnya seseorang laki-laki yang melakukan perhatian kepada seorang perempuan, maka laki-laki tersebut juga akan melakukan pengamatan kepada perempuan tersebut.
b. Kelelahan adalah isyarat bahwa energi tubuh kita menyusut dan menurun, gejala ini biasanya timbul karena kemampuan fisik maupun psikis yang melemah karena intensitas kerja yang berat dan tidak teratur.
c. Sugesti adalah pengaruh yang berlangsung terhadap kehidupan psikis dan segenap perbuatan kita baik perasaan, pikiran, maupun kemauan kita yang dapat menggerakkan pikiran.
RANGKUMAN
Psikologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa (Furr, 2012; Walgito, 2010). Tujuan secara langsung adalah untuk memahami perilaku dan proses mental melalui penelitian dan membangun baik prinsip-prinsip secara umum maupun kasus-kasus tertentu. Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dalam perkembangannya yang mencakup periode masa anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua.
Sejarah perkembangan Pada mulanya spekulasi tentang perkembangan manusia menjadi domain dari para filsuf. Plato (427-347 SM) mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan individual mempunyai dasar genetis. Potensi individu dikatakan sudah ditentukan oleh faktor-faktor keturunan dan benih-benih untuk kemampuannya kelak, telah ada dalam pikiran (mind) anak sejak lahir. Bakat-bakat atau benih- benih tersebut dapat dikembangkan melalui pengasuhan dan pendidikan. Dalam hal ini negara bertugas untuk mengindentifikasi bakat setiap individu sedini mungkin, kemudian menyediakan kesempatan dan sarana pendidikan yang sesuai, sehingga kelak dapat secara efektif memenuhi peranannya dalam masyarakat.
Obyek pikologi Objek material adalah sesuatu yang dibahas, dipelajari, atau diselidiki atau suatu unsur yang ditentukan, sesuatu yang dijadikan sasaran pemikiran. Objek material mencakup apa saja, baik hal-hal yang konkret (misalnya kerohanian, nilai-nilai, ide-ide). Objek material pada fakta-fakta, gejala-gejala, atau pokok-pokok yang nyata dipelajari dan diselidiki oleh ilmu pengetahuan.
Psikologi teoritis yaitu ilmu yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan, dan psikologi praktis yaitu ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang jiwa untuk diterapkan dalam praktik sehari-hari.
IK-POLTEKKES-SMG-
9
Modul Psikologi Perkembangan
POST TEST
TUGAS
Discovery learning tentang materi (NO. 31 s/d 34) (Kirim link ke HELTI)
1. Siapakah ilmuan yang mengartikan konsep perkembangan bahwa anak mempunyai peranan lebih aktif dan kreatif dalam perkembangannya...
A. Locke B. Rosseau C. Robert. A D. Plato E. Edward
2. Psikologi khusus yang mengkaji aktivitas mental individu yang tergolong tidak normal...
A. Kepribadian B. Sosial C. Abnormal D. Diferensial E. Perkembangan
3. Gejala kognitif yang meliputi sesuatu kesan terhadap pengamatan disebut...
A. Penginderaan B. Ingatan C. Visual D. Tanggapan E. Pengamatan
4. Gejala kognitif meliputi sesuatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak disebut...
A. Penginderaan B. Ingatan C. Berfikir D. Khayalan E. Pengamatan
5. Obyek yang mencangkup fakta-fakta, gejala-gejala, atau pokok-pokok yang nyata merupakan obyek
A. Formal B. Informal C. Meterial D. Obyek khusus E. Obyek umum
6. Perkembangan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologi manusia merupakan arti dari
A. Perkembangan secara khusus B. Perkembangan individu
C. Perkembangan secara etimologi D. Psikologi perkembangan E. Perkembangan usia lanjut
7. Psikologi khusus dibedakan menjadi 4 yang mengkaji perkembangan tingkah laku dan aktivitas mental manusia sepanjang rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi hingga meninggal dunia yaitu
A. Psikologi sosial B. Psikologi kepribadian C. Psikologi abnormal D. Psikologi perkembangan E. Psikologi diferensial
8. Sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di benua...
A. Asia B. Eropa C. Australia D. Afrika E. Antartika
9. Pada klarifikasi terdapat berapa gejala..
A. Satu B. Dua C. Tiga D. Empat E. Lima
10. Psikologi berdasarkan atas kegunaan berupa…
A. psikologi teoritis dan psikologi praktis B. psikologi sosial dan psikologi perkembangan C. psikologi teoritis dan psikologi budaya
IK-POLTEKKES-SMG-
11
Modul Psikologi Perkembangan
D. psikologi praktis dan psikologi sosial
E. psikologi perkembangan dan psikologi negara
KUNCI JAWABAN
1. B 2. C 3. D 4. C 5. C 6. A 7. D 8. B 9. D
1. Tema Modul : Perkembangan Kepribadian 2. Mata Kuliah/Kode : Psikologi Perkembangan 3. Jumlah SKS : 2 SKS (T : 1 SKS P : 1 SKS) 4. Alokasi Waktu : T = 50 menit P= 100 menit
5. Semester V
6. Tujuan Pembelajaran :
Mahasiswa mampu menjelaskan penanganan mengenai Perkembangan kepribadian.
Gambaran Umum Modul :
Modul ini secara khusus akan membahas tentang Perkembangan Kepribadian Karakteristik Mahasiswa :
Modul ini ditujukan bagi mahasiswa semester V Prodi D III Kebidanan Semarang Kampus Kendal Poltekkes Kemenkes Semarang yang telah mengikuti pembelajaran dan lulus dalam pencapaian standar kompetensi mata kuliah sebelumnya yaitu Asuhan Kebidanan Komunitas, Bahasa Inggris, Kewirausahaan dan Kegawatdaruratan.
7. Target Kompetensi :
Mahasiswa dapat menjelaskan Perkembangan kepribadian Indikator :
Mahasiswa mampu menjelaskan Perkembangan kepribadian Materi pembelajaran : Terlampir
8. Stratategi Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab.
9. Sarana Penunjang Pembelajaran : LCD, Komputer 10. Prosedur (Petunjuk Penggunaan Modul) :
a. Bagi Peserta didik
1) Mahasiswa membaca dan memahami tujuan pembelajaran, tugas praktika yang akan dilakukan, membaca referensi yang direkomendasikan.
b. Peran Pendidik / Dosen 1) Sebagai fasilitator 2) Sebagai mediator
11. Metode Evaluasi : tanya jawab, post tes
IK-POLTEKKES-SMG-
13
Modul Psikologi Perkembangan
12. Metode Penilaian : Nilai skor post tes, responsi 13. Daftar Pustaka
Alwisol. 2018. Psikologi Kepribadian. Universitas Muhamadiyah Malang. Malang
Nur Fatwikinigsih. 2020. Teori Psikologi Kepribadian Manusia. CV Andi Offset.
Yogyakarta Yudrik Jahja. 2011. Psikologi Perkembangan. Prenadamedia Group.
Jakarta
MATERI
A. PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Menurut Jean Peaget, Teori perkembangan kognitif piaget adalah salah satu teori yang menjelaskan bagaimana anak beradaptasi dengan dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian disekitarnya. Bagaimana anak mempelajari ciri-ciri dan fungsi dari objek- objek, seperti mainan, perabot, dan makanan, serta objek-objek social seperti diri, orang tua danteman.
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.
Kepribadian adalah berfungsinya seluruh individu secara organisme yang meliputi seluruh aspek yang secara verbal terpisah-pisah seperti: intelek, watak, motif dan emosi, minat, kesediaan untuk bergaul dengan orang lain dan kesan individu yang ditimbulkannya pada orang lain serta efektifitas sosial pada umumnya. (Jalaludin 2002)
Teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena didasarkan pada tiga alasan. Alasan yang pertama, karena teorinya sangat representatif dikarenakan memiliki kaitan atau hubungan dengan ego yang merupakan salah satu aspek yang mendekati kepribadian manusia. Kedua,menekankan pada pentingnya perubahan yang terjadi pada setiap tahap perkembangan dalam lingkaran kehidupan, dan yang ketiga/terakhir adalah menggambarkan secara eksplisit mengenai usahanya dalam mengabungkan pengertian klinik dengan sosial dan latar belakang yang dapat memberikan kekuatan/kemajuan dalam perkembangan kepribadian didalam sebuah lingkungan. Melalui teorinya Erikson memberikan sesuatu yang baru dalam mempelajari mengenai perilaku manusia dan merupakan suatu pemikiran yang sangat maju guna memahami persoalan/masalah psikologi yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern seperti ini.Oleh karena itu, teori Erikson banyak digunakan untuk menjelaskan kasus atau hasil penelitian yang terkait dengan tahap perkembangan, baik anak, dewasa, maupun lansia.
15
Mo dul Psikologi Perkembangan
IK-POLTEKKES-SMG-
B. Komponen Perkembangan Kepribadian
Komponen yang mempengaruhi perkembangan dan dinamika kepribadian seseorang di pengaruhi oleh banyak faktor. Kepribadian merupakan karakteristik yang relatif stabil.
Perubahan dalam kepribadian tidak bisa terjadi secara spontan, tetapi merupakan hasil pengamatan, pengalaman, tekanan dari lingkungan sosial budaya, rentang usia dan faktor- faktor dari individu. Fase Perkembangan Kepribadian meliputi :
1. Fase Pertama
Fase awal atau pertama dimulai sejak anak mulai berusia satu hingga dua tahun, saat anak tersebut mulai mengenal dirinya sendiri. Pada fase ini kita bisa membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian yang penting yaitu sebagai berikut :
a) Bagian pertama berisi unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut dengan attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah dikemudian hari. Unsur-unsur itu ialah struktur dasar kepribadian ( basic personality structure ) dan capital personality, kedua unsur tersebut merupakan sifat dasar dari manusia yang telah dimiliki sebagai warisan biologis dari orang tuanya.
b) Bagian kedua berisi unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan- keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari.
2. Fase Kedua
Fase ini merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Fase ini diawali dari usia dari usia dua hingga tiga tahun. Fase ini merupakan fase dalam perkembangan yang dimana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulia berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada dilingkungannya, termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. Dalam fase ini berlangsung relatif panjang sampai anak menjelang masa kedewasaannya hingga kepribadian tersebut mulai tampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas yang tampak dalam hal-hal berikut ini:
a) Dorongan-Dorongan ( Drives )
Unsur ini merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Drivers ini dibedakan atas kehendak dan nafsu-nafsu, kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat cultural yang artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. Sedangkan nafsu-nafsu merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis misalnya nafsu makan, birahi ( seksual ), amarah dan yang lainnya.
b) Naluri ( Instinct )
Naluri merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat makhluk hidup, misalnya seorang ibu memiliki naluri yang begitu kuat untuk memiliki anak, mangsuh dan membesarkan sampai dewasa. Naluri ini bisa dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa perlu belajar dahulu seolah- olah telah menyatu dengan hakikat makhluk hidup.
c) Getaran Hati ( Emosi )
Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang, sedih, indah, serasi dan yang lainnya.
d) Perangai
Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang tampak dari raut muka maupun gerak- gerik seseorang. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil, dapat dilihat dan diindentifikasi oleh orang lain.
e) Inteligensi ( Intelligence Quetient-IQ )
Inteligensi ialah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang, sesuatu yang termasuk dalam intelegensi ialah IQ memori-memori pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang melakukan sosialisasi.
f) Bakat ( Talent )
Bakat pada hakikatnya merupakan sesuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya, seperti bakat seni, olahraga, berdagang, berpolitik dan lainnya.
17
Mo dul Psikologi Perkembangan
IK-POLTEKKES-SMG-
Bakat merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama.
3. Fase Ketiga
Dalam proses perkembangan kepribadian seseorang, fase ini merupakan terakhir yang ditandai dengan semakin stabilnya perilaku-perilaku yang khas dari orang tersebut. Pada fase ketiga ini terjadi perkembangan yang relative tetap yakni dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai kepribadian yang bersifat abstrak.
Setelah kepribadian terbentuk secara permanen, maka dapat diklasifikasikan tiga tipe kepribadian yakni kepribadian normative, kepribadian otoriter dan kepribadian perbatasan.
a) Kepribadian Normatif ( Normative Man )
Kepribadian ini merupakan tipe kepribadian yang ideal, yang dimana seseorang memiliki prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil sosialisasi pada masa sebelumnya. Seseorang memiliki kepribadian normative apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakukan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada didalam masyarakat. Tipe ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain.
b) Kepribadian Otoriter ( Otoriter Man )
Dalam tipe ini terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri dari pada kepentingan orang lain. Situasi ini sering terjadi pada anak tunggal, anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang disekitarnya serta anak yang sejak kecil memimpin kelompoknya.
c) Kepribadian Perbatasan ( Marginal Man )
Kepribadian ini merupakan tipe kepribadian yang relative labil dimana ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya seringkali mengalami perubahan- perubahan sehingga seolah-olah seseorang itu memiliki lebih dari satu corak kepribadian. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualism budaya, misalnya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat yang berbeda.
C. Fungsi Komponen Perkembangan Kepribadian
Dalam komponen perkembang kepribadian terdapat beberapa fungsi yang berbeda ditiap fasenya diantaranya :
a. Dalam Fase awal terdapat komponen struktur dasar kepribadian fungsinya sendiri yaitu Untuk membntuk diri seseorang secara psikologis atau secara pemikiran, perasaan dan perilaku nyata.
b. Fase kedua yaitu Fase dalam perkembangan memiliki komponen seperti dorongan, naluri, intelegensi, perangai, dan bakat masing masing komponen memiliki fungsi yang sama yaitu untuk membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak.
c. Fase ke tiga yaitu fase permanen, memiliki komponen seperti lingkungan yang dapat mempengaruhi adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam kepribadian serta dapat menentukan apakah dirinya bisa melakukan penyesuaian diri dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain atau bahkan lebih mementingkan kepentingan sendiri dibandingkan kepentingan orang lain.
19
Mo dul Psikologi Perkembangan
IK-POLTEKKES-SMG-
Perkembangan kepribadian adalah bertambahnya kemampuan dari sifat-sifat dan ciri- ciri setiap tingkah laku individu yang relatif menetap dengan struktur yang lebih kompleks dalam pola yang teratur sebagai hasil dari proses pematangan pada tingkah laku seseorang yang menentukan cari khas bagi individu dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
Kepribadian adalah berfungsinya seluruh individu secara organisme yang meliputi seluruh aspek yang secara verbal terpisah-pisah seperti: intelek, watak, motif dan emosi, minat, kesediaan untuk bergaul dengan orang lain dan kesan individu yang ditimbulkannya pada orang lain serta efektifitas sosial pada umumnya. (Jalaludin 2002).
Dalam komponen perkembang kepribadian terdapat beberapa fungsi yang berbeda ditiap fasenya diantaranya :
1. Dalam Fase awal terdapat komponen struktur dasar kepribadian fungsinya sendiri yaitu Untuk membntuk diri seseorang secara psikologis atau secara pemikiran, perasaan dan perilaku nyata.
2. Fase kedua yaitu Fase dalam perkembangan memiliki komponen seperti dorongan, naluri, intelegensi, perangai, dan bakat masing masing komponen memiliki fungsi yang sama yaitu untuk membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak.
3. Fase ke tiga yaitu fase permanen, memiliki komponen seperti lingkungan yang dapat mempengaruhi adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam kepribadian serta dapat menentukan apakah dirinya bisa melakukan penyesuaian diri dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain atau bahkan lebih mementingkan kepentingan sendiri dibandingkan kepentingan orang lain.
1. Salah satu teori yang menjelaskan Bagaimana anak beradaptasi dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian disekitarnya. Merupakan pengertian dari...
A. Sigmund freud B. Eric H erikson C. Jean peaget D. Maramis E. Jalaludin
2. Dalam fase ini berlangsung relatif panjang sampai anak menjelang masa kedewasaannya hingga kepribadian tersebut mulai tampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. Manakah salah satu bagian tipe perilaku tersebut...
A. Kerjasama B. Naluri C. Bijaksana D. Dewasa E. Sabar
3. Pola dari sifat-sifat dan ciri-ciri unik yang relatif menetap, memberikan konsistensi dan individualitas pada tingkah laku seseorang. Merupakan pengertian dari...
A. Kepribadian B. Psikologi C. Kerohanian D. Komunikatif E. Perkembangan
4. Bertambahnya kemampuan skill dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses dari pematangan.
Merupakan pengertian dari...
A. Kepribadian B. Pemikiran C. Perkembangan D. Psikologi E. Komunikatif
POST TEST
21
Modul Psikologi Perkembangan
IK-POLTEKKES-SMG- 5. Istilah "kepribadian" berasal dari bahasa latin "persona" yang artinya....
A. Jiwa B. Raga C. Ciri khas D. Topeng E. Ragam
6. Fase yang sangat efektif dalam membentuk dan Mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Merupakan fase ke berapa...
A. Fase pertama B. Fase kedua C. Fase ketiga D. Fase keempat E. Fase kelima
7. Drives, instinct, emosi, perangai, intellegence quetient-IQ, talent. Merupakan tipe perilaku dalam fase ke berapa...
A. Fase kelima B. Fase keempat C. Fase ketiga D. Fase kedua E. Fase pertama
8. Tipe kepribadian yang ideal, dimana seseorang memiliki prinsip-prinsip kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil sosialisasi pada masa sebelumnya. Merupakan pengertian dari kepribadian
A. Kepribadian otoriter B. Kepribadian normatif C. Kepribadian perbatasan D. Kepribadian perkembangan E. Kepribadian individu
9. Fase yang mempunyai istilah fase permanen. Merupakan pengertian dari fase...
A. Fase pertama B. Fase kedua C. Fase ketiga D. Fase keempat E. Fase kelima
10. Pertumbuhan manusia berjalan sesuai prinsip epigenetik. Merupakan pengertian menurut...
A. Eric H erikson B. Freud C. Jean peaget D. Jalaludin E. Maram KUNCI JAWABAN
C B
B D
A B
C C
IK-POLTEKKES-SMG-
23
Modul Psikologi Perkembangan
1. Tema Modul : Pengembangan psiokolgi remaja 2. Mata Kuliah/Kode : Psikologi Perkembangan
3. Jumlah SKS : 2 SKS (T : 1, P : 1) 4. Alokasi Waktu : P= 3 x 170 menit
5. Semester V
6. Tujuan Pembelajaran :
Mahasiswa mampu menjelaskan penanganan mengenai Pengembangan Psikologi Remaja 7. Gambaran Umum Modul :
Modul ini secara khusus akan membahas tentang Pengembangan Psikologi Remaja Karakteristik Mahasiswa :
Modul ini ditujukan bagi mahasiswa semester V Prodi D III Kebidanan Semarang Kampus Kendal Poltekkes Kemenkes Semarang yang telah mengikuti pembelajaran dan lulus dalam pencapaian standar kompetensi mata kuliah sebelumnya yaitu Asuhan Kebidanan Komunitas, Kegawatdaruratan Maternal Neonatal dan Basic Life Support, Kewirausahaan, Bahasa Inggris Dalam Kebidanan, Praktik Klinik Kebidanan Fisiologis, Praktik Klinik Kebidanan I.
8. Target Kompetensi :
Mahasiswa dapat menjelaskan Pengembangan psikologi remaja Indikator :
Mahasiswa mampu menjelaskan Pengembangan psikologi remaja 9. Materi pembelajaran : Terlampir
10. Stratategi Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab.
11. Sarana Penunjang Pembelajaran : LCD, Komputer 12. Prosedur (Petunjuk Penggunaan Modul) :
a. Bagi Peserta didik
1) Mahasiswa membaca dan memahami tujuan pembelajaran, tugas praktika yang akan dilakukan, membaca referensi yang direkomendasikan.
b. Peran Pendidik / Dosen 1) Sebagai fasilitator 2) Sebagai mediator
C A
MODUL III
PENGEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA
13. Metode Evaluasi : tanya jawab, post tes
14. Metode Penilaian : Nilai skor post tes, responsi 15. Daftar Pustaka
a. Jahja, Yudrik, 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Prenadamedia Group.
b. Sudirjo, Encep dan Muhammad Nur Alif. 2018. Pertumbuhan dan Perkembangan Motorik. Jawa Barat : UPI Sumedang Press.
c. Octavia, A, Shilphy. 2012. Motivasi Belajar Dalam Perkembangan Remaja. Yogyakarta: CV.Budi Utama.
d. Wulandari, Ade. 2014. Karakteristik Pertumbuhan Perkembangan Remaja dan Implikasi Terhadap Masalah Kesehatan dan Keperawatannya. Jurnal Keperawatan Anak. Volume 2, No.1 Mei 2014.
MATERI
PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Berdasarkan pengertian di atas, pertumbuhan dan perkembangan mengandung dan mengimplikasikan pengertian adanya perubahan pada manusia. Pertumbuhan membawa perubahan, demikian pula perkembangan membawa perubahan. Namun di antara keduanya terdapat perbedaan. Pertumbuhan lebih menekankan pada perubahan atau penyempurnaan maupun sebaliknya struktur, maka pada perkembangan perubahnya terletak dalam penyempurnaan fungsi.
Pertumbuhan akan terhenti setelah mencapai kematangan, Adapun perkembangan berjalan terus sampai akhir hayat.
A. DEFINISI REMAJA
IK-POLTEKKES-SMG-
25
Modul Psikologi Perkembangan
Remaja sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya mulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. Batasan remaja dalam hal ini adalah usia 10 tahun sampai 19 tahun menurut
klasifikasi World Health Organization (WHO). Salah satu pakar psikologi perkembangan Hurlock (2002) menyatakan bahwa masa remaja ini dimulai pada saat anak mulai matang secara seksual dan berakhir pada saat mencapai usia dewasa secara hukum. Masa remaja terbagi menjadi dua yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir. Masa remaja awal dimulai pada saat anak-anak mulai matang secara seksual yaitu pada usia 13 sampai dengan 17 tahun, sedangkan asa remaja akhir meliputi periode setelahnya sampai dengan 18 tahun, yaitu usia dimana seseorang dinyatakan dewasa secara hukum. Masa ini bertepatan dengan masa remaja yang menupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewas. Menurut Hurlock bahwa masa remaja dapat dikategorikan:
1. Masa remaja awal : 13 tahun atau 14 tahun sampai 17 tahun terjadi perubahan fisik yang sangat cepat dan mencapai puncaknya. Terjadi juga ketidak seimbangun emosional dan ketidakstabilan dalam banyak hal. Mencari identitas diri dan hubungan sosial yang berubah.
2. Masa remaja akhir : 17 tahun sampai 20 tahun ingin selalu jadi pusat perhatian, ingin menonjolkan diri, idealis, mempunyai cita-cita tinggi, bersemangat dan mempunyai energi yang besar, ingin memuntupkan identitas diri dan ingin mencapai ketidaktergantungan emosional. Ini biasanya hanya berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negatif pada remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negatif dengan gejalanya seperti tidak tenang. kurang suka bekerja, pesimistik dan sebagainya. Setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapailah masa remaja akhir dan telah terpenuhilah tugas-tugas perkembangan masa remaja, yaitu menemukan pendirian hidup dan masuklah individu ke dalam masa dewasa.
B. KARAKTERISTIK MASA REMAJA
Menurut (Titisari dan Utami, 2013) karakteristik perilaku dan pribadi pada masa remaja meliputi aspek:
1. Perkembangan Fisik-seksual
Laju perkembangan secara umum berlangsung pesat, dan munculnya ciri-ciri seks sekunder dan seks primer.
2. Psikososial
Dalam perkembangan sosial remaja mulai memisahkan diri dari orangtua memperluas hubungan dengan teman sebayanya.
3. Perkembangan Kognitif
Ditinjau dari perkembangan kognitif, remaja secara mental telah berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak.
4. Perkembangan Emosional
Masa remaja merupakan puncak emosionalitas, yaitu perkembangan emosi yang tinggi.
Pertumbuhan fisik, terutama organ-organ seksual mempengaruhi berkembangnya emosi atau perasaan-perasaan dan dorongan-dorongan baru yang dialami sebelumnya seperti perasaan cinta, rindu, dan keinginan untuk berkenalan lebih intim dengan lawan jenis.
5. Perkembangan Moral
Remaja berada dalam tahap berperilaku sesuai dengan tuntutan dan harapan kelompok dan loyalitas terhadap norma atau peraturan yang berlaku yang diyakininya maka tidak heranlah jika diantara remaja masih banyak yang melakukan pelecehan terhadap nilai-nilai seperti tawuran, minum minuman keras dan hubungan seksual diluar nikah.
6. Perkembangan Kepribadian
Fase remaja merupakan saat yang paling penting bagi perkembangan dan integrase kepribadian.
IK-POLTEKKES-SMG-
27
Modul Psikologi Perkembangan
C. PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOLOGIS REMAJA
1. Perkembangan Fisik pada Remaja
Perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris, dan keterampilan motorik (Papalia dan Olds, 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya ialah kematangan. Perubahan fisik otak strukturnya semakin sempurna untuk meningkatkan kemampuan kognitif.
Masa puber merupakan periode yang tumpang tindih karena mencakup tahun tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. Yaitu umur 11 atau 12 tahun sampai 15 atau 16 tahun. Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki, ada empat perubahan tubuh utama pada masa puber, yaitu :
a. Perubahan besarnya tubuh b. Perubahan proposi tubuh c. Pertumbuhan ciri-ciri seks primer
Perkembangan psikologi remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas ini memungkinkan remaja pria, sekitar usia 14 – 15 tahun, mengalami “mimpi basah”, keluar sperma. Pada remaja wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum (sel telur) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi pertama). Siklus awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, sakit pinggang, kelelahan, depresi, dan mudah tersinggung.
d. Perubahan ciri-ciri seks sekunder
Perkembangan psikologi remaja pada seksualitas sekunder adalah pertumbuhan yang melengkapi kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan.
Remaja pria mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak, dan kelaminnya. Pada pria telah tumbuh jakun dan suara remaja pria berubah
menjadi parau dan rendah. Kulit berubah menjadi kasar. Pada remaja wanita juga mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yakni pada ketiak dan kelamin.
Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang bakal memproduksi air susu di buah dada, serta pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional.
2. Perkembangan Psikologi pada Remaja
a. Perkembangan psikologi remaja 14 – 17 tahun
Apabila dibandingkan dengan perkembangan anak usia 10 tahun, melihat ada perbedaan di perkembangan remaja fase middle ini. Secara umum, bisa dikatakan bahwa perkembangan psikologi remaja terlihat karena mereka mulai membangun identitas diri. Tidak hanya itu saja, di rentang usia ini remaja juga mulai memperlihatkan kemandirian agar tidak terus bergantung pada orangtua.
Berikut beberapa perkembangan psikologi atau emosi remaja di usia 14 hingga 17 tahun 1) Memperlihatkan kemandirian pada orangtua.
2) Menghabiskan waktu yang lebih sedikit dengan orangtua.
3) Mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis.
4) Mempunyai kepedulian serta perhatian pada keluarga, teman, dan lawan jenis.
5) Perubahan susasana hati yang tidak menentu.
b. Perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun
Pada usia ini, perkembangan remaja sudah mencapai fase terakhir, yaitu late. Biasanya, sifat impulsif yang mereka punya menjadi lebih terkendali dibandingkan dengan usia sebelumnya.
Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa perkembangan psikologi atau emosi remaja di usia ini sudah lebih memikirkan risiko yang akan terjadi nantinya. Berikut beberapa perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun, di antaranya :
1) Semakin membuka diri untuk memperluas pertemanan.
2) Sudah memikirkan masa depan dan tujuan hidup.
3) Mandiri dan membuat keputusan untuk diri sendiri.
4) Mulai tertarik dan serius dalam hubungan lawan jenis
RANGKUMAN
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing- masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku
IK-POLTEKKES-SMG-
sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Berdasarkan pengertian di atas, pertumbuhan dan perkembangan mengandung dan mengimplikasikan pengertian adanya perubahan pada manusia.
Pertumbuhan membawa perubahan, demikian pula perkembangan membawa perubahan. Namun di antara keduanya terdapat perbedaan. Maka pada perkembangan perubahnya terletak dalam penyempurnaan fungsi. Adapun perkembangan berjalan terus sampai akhir hayat.
A. Definisi Remaja
Remaja sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya mulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. Batasan remaja dalam hal ini adalah usia 10 tahun sampai 19 tahun menurut klasifikasi World Health Organization (WHO).
B. Karakteristik Masa Remaja
Karakteristik perilaku dan pribadi pada masa remaja meliputi aspek:
1. Perkembangan Fisik-Seksual 2. Psikososial
3. Perkembangan Kognitif 4. Perkembangan Emosional 5. Perkembagan Moral 6. Perkembangan Kepribadian C. Perkembangan Fisik dan Psikologi Remaja
1. Perkembangan Fisik pada Remaja
Perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris, dan keterampilan motorik (Papalia dan Olds, 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi.
a. Perubahan besarnya tubuh b. Perubahan proposi tubuh
c. Pertumbuhan ciri-ciri seks primer d. Pertumbuhan ciri-ciri seks sekunder 2. Perkembangan Psikologi pada Remaja
a. Perkembangan psikologi remaja 14 – 17 tahun b. Perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun
Modul Psikologi Perkembangan 29
TUGAS
Merangkum materi dari bab 1-14
POST TEST
1. Masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa merupakan pengertian dari ...
a. Lansia b. Dewasa c. Anak-anak d. Bayi e. Remaja
2. Masa remaja awal dimulai dari umur … sampai.…
a 10-17 tahun b 10-15 tahun c 13-17 tahun d 13-20 tahun e 15-20 tahun
3. Masa remaja dimulai dari umur 17 tahun sampai 20 tahun termasuk kategori masa remaja.…
a. Masa remaja awal b. Masa remaja tengah c. Masa remaja akhir d. Masa pra remaja e. Masa pasca remaja
4. Kapan akan terjadinya puncak emosionalitas yaitu perkembangan emosi yang tinggi?
a. Masa anak-anak b. Masa remaja c. Masa dewasa d. Masa manula e. Masa orangtua
IK-POLTEKKES-SMG-
31
Modul Psikologi Perkembangan
5. Remaja akan mengalami beberapa perkembangan. Salah satu yang terjadi perkembangan fisik pada remaja laki-laki adalah. ..
a. Payudara semakin membesar b. Pinggul membesar
c. Suara melenting d. Tumbuh jakun e. Paha membesar
6. Ciri- ciri seks sekunder pada perempuan adalah ...
a. Tumbuh jakun b. Tumbuh kumis c. Dada lebih kekar d. Payudara membesar e. Mimpi basah
7. Yang bukan merupakan karakteristik masa remaja adalah ....
a. Psikososial
b. Perkembangan kognitif c. Perkembangan moral d. Perkembangan kepribadian e. Perkembangan jasmani
8. Remaja mulai memisahkan diri dari orangtua memperluas hubungan dengan teman sebayanya merupakan karakteristik masa remaja ....
a. Perkembangan fisik-seksual b. Psikososial
c. Perkembangan kognitif d. Perkembangan emosional e. Perkembangan moral
9. Remaja secara mental telah berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak merupakan karakteristik masa remaja .
a. Perkembangan fisik-seksual b. Psikososial
c. Perkembangan kognitif d. Perkembangan emosional e. Perkembangan moral
10. Yang bukan merupakan perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun adalah ...
a. Semakin manja kepada orang tua
b. Semakin membuka diri untuk memperluas pertemanan
c. Sudah memikirkan masa depan dan tujuan hidup d. Mandiri dan membuat keputusan untuk diri sendiri e. Mulai tertarik dan serius dalam hubungan lawan jenis
KUNCI JAWABAN
1. E 2. C 3. C 4. B 5. D 6. D 7. E 8. B 9. C 10. A
33
Modul Psikologi Perkembangan
IK-POLTEKKES-SMG-
1. Tema Modul : Masalah psikologi dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan remaja 2. Mata Kuliah/Kode : Psikologi Perkembangan
3. Jumlah SKS : 2 SKS (T : 1 P : 1) 4. Alokasi Waktu : 150 menit
5. Semester V
6. Tujuan Pembelajaran :
Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja
7. Gambaran Umum Modul :
Modul ini secara khusus akan membahas tentang Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja
8. Karakteristik Mahasiswa :
Modul ini ditujukan bagi mahasiswa semester V Prodi D III Kebidanan Semarang Kampus Kendal Poltekkes Kemenkes Semarang yang telah mengikuti pembelajaran dan lulus dalam pencapaian standar kompetensi mata kuliah sebelumnya yaitu Biologi dasar dan perkembangan, ilmu social dan budaya dasar, konsep dasar manusia, konsep kebidanan, agama, kewarganegaraan, etikolegal dalam praktik kebidanan, asuhan kebidanan kehamilan, ketrampilan dasar kebidanan,komunikasi dalam praktik kebidanan, medical science, pendidikan karakter dan budi pekerti luhur, praktik ketrampilan dasar kebidanan, Asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir, asuhan kebidanan nifas dan menyusui, asuhan kebidanan neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, praktik klinik kebidanan fisiologis, psikologi perkembangan
9. Target Kompetensi :
Mahasiswa dapat menjelaskan Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja
10. Indikator :
Mahasiswa mampu menjelaskan Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja
11. Materi pembelajaran : Terlampir
12. Stratategi Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab.
13. Sarana Penunjang Pembelajaran : zoom, laptop,kuota 14. Prosedur (Petunjuk Penggunaan Modul) :
MODUL IV
Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja
a. Bagi Peserta didik
1) Mahasiswa membaca dan memahami tujuan pembelajaran, tugas praktika yang akan dilakukan, membaca referensi yang direkomendasikan.
b. Peran Pendidik / Dosen 1) Sebagai fasilitator 2) Sebagai mediator
15. Metode Evaluasi : tanya jawab, post tes 16. Metode Penilaian : Nilai skor post tes, responsi 17. Daftar Pustaka
a. Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosda Karya.
b. Gunarsa, S. D. 2006. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : Gunung Mulia.
c. Gunarsa, S. D. dan Gunarsa, Y. S. D. 2004. Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Cetakan ke tujuh. Jakarta : Gunung Mulia.
d. Hurlock, E. B. 2005. Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan) Edisi 5. Jakarta : Erlangga.
e. Irwanto, et al. 2002. Psikologi Umum. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
f. Maramis, W.F. 2005. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. 9th ed. Surabaya : Airlangga University Press.
g. Papalia, D. E., Old, S. W., & Feldman, R. D. 2011. Human Development (Psikologi Perkembangan Bagian V s/d IX), Ed. 9 Cet. 2. Jakarta : Kencana.
h. Pardede, N. 2008. Masa Remaja. Jakarta : Sagung Seto.
i. Soemantri, S. 2005. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung : Refika Aditama.
j. Umami, Ida. 2019. Psikologi Remaja. Yogyakarta : Idea Press Yogyakarta.