• Tidak ada hasil yang ditemukan

IK-POLTEKKES-SMG-

25

Modul Psikologi Perkembangan

Remaja sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya mulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. Batasan remaja dalam hal ini adalah usia 10 tahun sampai 19 tahun menurut

klasifikasi World Health Organization (WHO). Salah satu pakar psikologi perkembangan Hurlock (2002) menyatakan bahwa masa remaja ini dimulai pada saat anak mulai matang secara seksual dan berakhir pada saat mencapai usia dewasa secara hukum. Masa remaja terbagi menjadi dua yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir. Masa remaja awal dimulai pada saat anak-anak mulai matang secara seksual yaitu pada usia 13 sampai dengan 17 tahun, sedangkan asa remaja akhir meliputi periode setelahnya sampai dengan 18 tahun, yaitu usia dimana seseorang dinyatakan dewasa secara hukum. Masa ini bertepatan dengan masa remaja yang menupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewas. Menurut Hurlock bahwa masa remaja dapat dikategorikan:

1. Masa remaja awal : 13 tahun atau 14 tahun sampai 17 tahun terjadi perubahan fisik yang sangat cepat dan mencapai puncaknya. Terjadi juga ketidak seimbangun emosional dan ketidakstabilan dalam banyak hal. Mencari identitas diri dan hubungan sosial yang berubah.

2. Masa remaja akhir : 17 tahun sampai 20 tahun ingin selalu jadi pusat perhatian, ingin menonjolkan diri, idealis, mempunyai cita-cita tinggi, bersemangat dan mempunyai energi yang besar, ingin memuntupkan identitas diri dan ingin mencapai ketidaktergantungan emosional. Ini biasanya hanya berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negatif pada remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negatif dengan gejalanya seperti tidak tenang. kurang suka bekerja, pesimistik dan sebagainya. Setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapailah masa remaja akhir dan telah terpenuhilah tugas-tugas perkembangan masa remaja, yaitu menemukan pendirian hidup dan masuklah individu ke dalam masa dewasa.

B. KARAKTERISTIK MASA REMAJA

Menurut (Titisari dan Utami, 2013) karakteristik perilaku dan pribadi pada masa remaja meliputi aspek:

1. Perkembangan Fisik-seksual

Laju perkembangan secara umum berlangsung pesat, dan munculnya ciri-ciri seks sekunder dan seks primer.

2. Psikososial

Dalam perkembangan sosial remaja mulai memisahkan diri dari orangtua memperluas hubungan dengan teman sebayanya.

3. Perkembangan Kognitif

Ditinjau dari perkembangan kognitif, remaja secara mental telah berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak.

4. Perkembangan Emosional

Masa remaja merupakan puncak emosionalitas, yaitu perkembangan emosi yang tinggi.

Pertumbuhan fisik, terutama organ-organ seksual mempengaruhi berkembangnya emosi atau perasaan-perasaan dan dorongan-dorongan baru yang dialami sebelumnya seperti perasaan cinta, rindu, dan keinginan untuk berkenalan lebih intim dengan lawan jenis.

5. Perkembangan Moral

Remaja berada dalam tahap berperilaku sesuai dengan tuntutan dan harapan kelompok dan loyalitas terhadap norma atau peraturan yang berlaku yang diyakininya maka tidak heranlah jika diantara remaja masih banyak yang melakukan pelecehan terhadap nilai-nilai seperti tawuran, minum minuman keras dan hubungan seksual diluar nikah.

6. Perkembangan Kepribadian

Fase remaja merupakan saat yang paling penting bagi perkembangan dan integrase kepribadian.

IK-POLTEKKES-SMG-

27

Modul Psikologi Perkembangan

C. PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOLOGIS REMAJA

1. Perkembangan Fisik pada Remaja

Perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris, dan keterampilan motorik (Papalia dan Olds, 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya ialah kematangan. Perubahan fisik otak strukturnya semakin sempurna untuk meningkatkan kemampuan kognitif.

Masa puber merupakan periode yang tumpang tindih karena mencakup tahun tahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja. Yaitu umur 11 atau 12 tahun sampai 15 atau 16 tahun. Kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber adalah haid yang pertama kali pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki, ada empat perubahan tubuh utama pada masa puber, yaitu :

a. Perubahan besarnya tubuh b. Perubahan proposi tubuh c. Pertumbuhan ciri-ciri seks primer

Perkembangan psikologi remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas ini memungkinkan remaja pria, sekitar usia 14 – 15 tahun, mengalami “mimpi basah”, keluar sperma. Pada remaja wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum (sel telur) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi pertama). Siklus awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, sakit pinggang, kelelahan, depresi, dan mudah tersinggung.

d. Perubahan ciri-ciri seks sekunder

Perkembangan psikologi remaja pada seksualitas sekunder adalah pertumbuhan yang melengkapi kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan.

Remaja pria mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak, dan kelaminnya. Pada pria telah tumbuh jakun dan suara remaja pria berubah

menjadi parau dan rendah. Kulit berubah menjadi kasar. Pada remaja wanita juga mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yakni pada ketiak dan kelamin.

Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang bakal memproduksi air susu di buah dada, serta pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional.

2. Perkembangan Psikologi pada Remaja

a. Perkembangan psikologi remaja 14 – 17 tahun

Apabila dibandingkan dengan perkembangan anak usia 10 tahun, melihat ada perbedaan di perkembangan remaja fase middle ini. Secara umum, bisa dikatakan bahwa perkembangan psikologi remaja terlihat karena mereka mulai membangun identitas diri. Tidak hanya itu saja, di rentang usia ini remaja juga mulai memperlihatkan kemandirian agar tidak terus bergantung pada orangtua.

Berikut beberapa perkembangan psikologi atau emosi remaja di usia 14 hingga 17 tahun 1) Memperlihatkan kemandirian pada orangtua.

2) Menghabiskan waktu yang lebih sedikit dengan orangtua.

3) Mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis.

4) Mempunyai kepedulian serta perhatian pada keluarga, teman, dan lawan jenis.

5) Perubahan susasana hati yang tidak menentu.

b. Perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun

Pada usia ini, perkembangan remaja sudah mencapai fase terakhir, yaitu late. Biasanya, sifat impulsif yang mereka punya menjadi lebih terkendali dibandingkan dengan usia sebelumnya.

Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa perkembangan psikologi atau emosi remaja di usia ini sudah lebih memikirkan risiko yang akan terjadi nantinya. Berikut beberapa perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun, di antaranya :

1) Semakin membuka diri untuk memperluas pertemanan.

2) Sudah memikirkan masa depan dan tujuan hidup.

3) Mandiri dan membuat keputusan untuk diri sendiri.

4) Mulai tertarik dan serius dalam hubungan lawan jenis

RANGKUMAN

Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing- masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku

IK-POLTEKKES-SMG-

sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Berdasarkan pengertian di atas, pertumbuhan dan perkembangan mengandung dan mengimplikasikan pengertian adanya perubahan pada manusia.

Pertumbuhan membawa perubahan, demikian pula perkembangan membawa perubahan. Namun di antara keduanya terdapat perbedaan. Maka pada perkembangan perubahnya terletak dalam penyempurnaan fungsi. Adapun perkembangan berjalan terus sampai akhir hayat.

A. Definisi Remaja

Remaja sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan, biasanya mulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. Batasan remaja dalam hal ini adalah usia 10 tahun sampai 19 tahun menurut klasifikasi World Health Organization (WHO).

B. Karakteristik Masa Remaja

Karakteristik perilaku dan pribadi pada masa remaja meliputi aspek:

1. Perkembangan Fisik-Seksual 2. Psikososial

3. Perkembangan Kognitif 4. Perkembangan Emosional 5. Perkembagan Moral 6. Perkembangan Kepribadian C. Perkembangan Fisik dan Psikologi Remaja

1. Perkembangan Fisik pada Remaja

Perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris, dan keterampilan motorik (Papalia dan Olds, 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi.

a. Perubahan besarnya tubuh b. Perubahan proposi tubuh

c. Pertumbuhan ciri-ciri seks primer d. Pertumbuhan ciri-ciri seks sekunder 2. Perkembangan Psikologi pada Remaja

a. Perkembangan psikologi remaja 14 – 17 tahun b. Perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun

Modul Psikologi Perkembangan 29

TUGAS

Merangkum materi dari bab 1-14

POST TEST

1. Masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa merupakan pengertian dari ...

a. Lansia b. Dewasa c. Anak-anak d. Bayi e. Remaja

2. Masa remaja awal dimulai dari umur … sampai.…

a 10-17 tahun b 10-15 tahun c 13-17 tahun d 13-20 tahun e 15-20 tahun

3. Masa remaja dimulai dari umur 17 tahun sampai 20 tahun termasuk kategori masa remaja.…

a. Masa remaja awal b. Masa remaja tengah c. Masa remaja akhir d. Masa pra remaja e. Masa pasca remaja

4. Kapan akan terjadinya puncak emosionalitas yaitu perkembangan emosi yang tinggi?

a. Masa anak-anak b. Masa remaja c. Masa dewasa d. Masa manula e. Masa orangtua

IK-POLTEKKES-SMG-

31

Modul Psikologi Perkembangan

5. Remaja akan mengalami beberapa perkembangan. Salah satu yang terjadi perkembangan fisik pada remaja laki-laki adalah. ..

7. Yang bukan merupakan karakteristik masa remaja adalah ....

a. Psikososial

b. Perkembangan kognitif c. Perkembangan moral d. Perkembangan kepribadian e. Perkembangan jasmani

8. Remaja mulai memisahkan diri dari orangtua memperluas hubungan dengan teman sebayanya merupakan karakteristik masa remaja ....

a. Perkembangan fisik-seksual b. Psikososial

c. Perkembangan kognitif d. Perkembangan emosional e. Perkembangan moral

9. Remaja secara mental telah berpikir logis tentang berbagai gagasan yang abstrak merupakan karakteristik masa remaja .

a. Perkembangan fisik-seksual b. Psikososial

c. Perkembangan kognitif d. Perkembangan emosional e. Perkembangan moral

10. Yang bukan merupakan perkembangan psikologi remaja usia 18 tahun adalah ...

a. Semakin manja kepada orang tua

b. Semakin membuka diri untuk memperluas pertemanan

c. Sudah memikirkan masa depan dan tujuan hidup d. Mandiri dan membuat keputusan untuk diri sendiri e. Mulai tertarik dan serius dalam hubungan lawan jenis

KUNCI JAWABAN

1. E 2. C 3. C 4. B 5. D 6. D 7. E 8. B 9. C 10. A

33

Modul Psikologi Perkembangan

IK-POLTEKKES-SMG-

1. Tema Modul : Masalah psikologi dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan remaja 2. Mata Kuliah/Kode : Psikologi Perkembangan

3. Jumlah SKS : 2 SKS (T : 1 P : 1) 4. Alokasi Waktu : 150 menit

5. Semester V

6. Tujuan Pembelajaran :

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja

7. Gambaran Umum Modul :

Modul ini secara khusus akan membahas tentang Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja

8. Karakteristik Mahasiswa :

Modul ini ditujukan bagi mahasiswa semester V Prodi D III Kebidanan Semarang Kampus Kendal Poltekkes Kemenkes Semarang yang telah mengikuti pembelajaran dan lulus dalam pencapaian standar kompetensi mata kuliah sebelumnya yaitu Biologi dasar dan perkembangan, ilmu social dan budaya dasar, konsep dasar manusia, konsep kebidanan, agama, kewarganegaraan, etikolegal dalam praktik kebidanan, asuhan kebidanan kehamilan, ketrampilan dasar kebidanan,komunikasi dalam praktik kebidanan, medical science, pendidikan karakter dan budi pekerti luhur, praktik ketrampilan dasar kebidanan, Asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir, asuhan kebidanan nifas dan menyusui, asuhan kebidanan neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, praktik klinik kebidanan fisiologis, psikologi perkembangan

9. Target Kompetensi :

Mahasiswa dapat menjelaskan Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja

10. Indikator :

Mahasiswa mampu menjelaskan Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja

11. Materi pembelajaran : Terlampir

12. Stratategi Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab.

13. Sarana Penunjang Pembelajaran : zoom, laptop,kuota 14. Prosedur (Petunjuk Penggunaan Modul) :

MODUL IV

Perkembangan Psikososial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja

a. Bagi Peserta didik

1) Mahasiswa membaca dan memahami tujuan pembelajaran, tugas praktika yang akan dilakukan, membaca referensi yang direkomendasikan.

b. Peran Pendidik / Dosen 1) Sebagai fasilitator 2) Sebagai mediator

15. Metode Evaluasi : tanya jawab, post tes 16. Metode Penilaian : Nilai skor post tes, responsi 17. Daftar Pustaka

a. Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosda Karya.

b. Gunarsa, S. D. 2006. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : Gunung Mulia.

c. Gunarsa, S. D. dan Gunarsa, Y. S. D. 2004. Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Cetakan ke tujuh. Jakarta : Gunung Mulia.

d. Hurlock, E. B. 2005. Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan) Edisi 5. Jakarta : Erlangga.

e. Irwanto, et al. 2002. Psikologi Umum. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

f. Maramis, W.F. 2005. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. 9th ed. Surabaya : Airlangga University Press.

g. Papalia, D. E., Old, S. W., & Feldman, R. D. 2011. Human Development (Psikologi Perkembangan Bagian V s/d IX), Ed. 9 Cet. 2. Jakarta : Kencana.

h. Pardede, N. 2008. Masa Remaja. Jakarta : Sagung Seto.

i. Soemantri, S. 2005. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung : Refika Aditama.

j. Umami, Ida. 2019. Psikologi Remaja. Yogyakarta : Idea Press Yogyakarta.

IK-POLTEKKES-SMG-

35

Modul Psikologi Perkembangan

MATERI

A. Perkembangan Psikososial dan Kepribadian Remaja

Menurut Erikson (1968), tugas utama masa remaja adalah memecahkan krisis identitas vs kebingungan identitas (identity vs identity confution), untuk dapat menjadi orang dewasa unik dengan pemahaman diri yang utuh dan memahami peran nilai dalam masyarakat. “Krisis Identitas” ini jarang teratasi pada masa remaja; Identitas vs kebingungan identitas merupakan tahap pertama perkembangan psikososial, dimana remaja berusaha mengembangkan perasaan akan eksistensi diri yang koheren, termasuk perannya dalam masyarakat.

Merujuk kepada Erikson, remaja tidak membentuk identitas mereka dengan meniru orang lain, melainkan dengan memodifikasi dan mensintesis identifikasi lebih awal ke dalam “struktur psikologi baru yang lebih besar” (Kroger, 1993, hlm. 3). Identitas terbentuk ketika remaja berhasil memecahkan tiga masalah utama; pilihan pekerjaan, adopsi nilai yang diyakini dan dijalani, dan perkembangan identitas seksual yang memuaskan.

Marcia menemukan empat tipe status identitas: identity achievement (pencapaian identitas), foreclosure (penutupan), moratorium (penundaan), dan identity idufusion (difusi identitas). Perbedaan keempat kategori ini terdapat pada ada atau tidaknya krisis dan komitmen. Marcia mendefinisikan krisis sebagai periode pembuatan keputusan yang disadari, dan komitmen sebagai investasi persoalan dalam pekerjaan atau system keyakinan (ideologi).

Berdasarkan riset Marcia terdapat empat kategori status identitas, yaitu :

1. Identity Achievement (krisis yang mengarah kepada komitmen). Menurut Marcia pencapaian identitas ditandai dengan komitmen untuk memilih menjadikannya sebuah krisis, periode yang dihabiskan untuk mencari alternatif.

2. Foreclosure (komitmen tanpa krisis), dimana seseorang tidak menghabiskan banyak waktu mempertimbangkan berbagai alternatif (tidak berada dalam krisis) dan melaksanakan rencana yang disiapkan orang lain untuk dirinya.

3. Moratorium (krisis tanpa komitmen), dimana seseorang sedang mempertimbangkan berbagai alternatif (dalam krisis) dan tampaknya mengarah kepada komitmen.

4. Identity Diffusion (tidak ada komitmen, tidak ada krisis), ditandai dengan ketiadaan komitmen dan kurangnya pertimbangan serius terhadap berbagai alternatif yang tersedia.

Orientasi Seksual, menjadi isu yang penting apakah orang tersebut akan konsisten secara

seksual, romantis, dan penuh kasih sayang kepada orang lain dari jenis kelamin berbeda (heterosexual) atau kepada jenis kelamin sama (homosexual) atau kepada kedua-duanya (bisexual).

Remaja dan Orang tua, gaya pengasuhan orang tua, pekerjaan orang tua, status perkawinan dan sosio-ekonomi mempengaruhi hubungan orang tua dengan anak remaja. Karakter interaksi keluarga berubah pada tahu-tahun remaja. Remaja dan orang tua mereka menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menonton televisi bersama, tetapi tidak dalam percakapan empat mata (bahkan lebih banyak dari sebelumnya pada anak perempuan). Ketika remaja tumbuh semakin besar, mereka semakin melihat diri mereka sendiri dalam mengambil kepemimpinan dalam diskusi ini, dan kontak mereka dengan orang tua semakin positif (Larson etal.,1996). Konflik keluarga paling sering terjadi pada awal masa remaja, ketika emosi negatif mencapai puncaknya, akan tetapi konflik semakin intens pada pertengahan masa remaja (Laursen, Coy & Collins, 1998). Frekuensi ini mungkin berkaitan dengan ketegangan pubertas dan kebutuhan menuntut otonomi.

Remaja dan Teman Sebaya, kelompok teman sebaya merupakan afeksi, simpati, pemahaman, dan panduan moral; tempat bereksperimen dan setting untuk mendapatkan otonomi dan independensi dari orang tua.

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja

Remaja yang dalam masa mencari dan ingin menentukan jati dirinya memiliki sikap yang terlalu tinggi menilai dirinya atau sebaliknya. Mereka belum memahami benar tentang norma- norma sosial yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat. Keduanya dapat menimbulkan hubungan social yang kuarang serasi, karena mereka sukar untuk menerima norma sesuai dengan kondisi dalam kelompok atau masyarakat. Sikap menentang dan sikap canggung dalam pergaulan akan merugikan kedua belah pihak. Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 1. Keluarga

IK-POLTEKKES-SMG-

37

Modul Psikologi Perkembangan

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Didalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga (Gerungan, 1998).

2. Kematangan Anak

Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan. Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

3. Status Sosial

Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu.

“ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya (Gerungan, 1998).

Dari pihak remaja sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah

ditanamkan oleh keluarganya. Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya. Dalam hal tertentu, maksud

“menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya sendiri.

4. Pendidikan

Pendidikan merupakan proses sosialisasi remaja yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan(sekolah). Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada norma- norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara (Gerungan, 1998).

5. Kapasitas Mental, Emosi, dan Intelegensi

Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Remaja yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak. Sikap saling pengertian dan

Modul Psikologi Perkembangan POST TEST

IK-POLTEKKES-SMG-

kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.

RANGKUMAN

Tugas utama masa remaja adalah memecahkan krisis identitas vs kebingungan identitas (identity vs identity confution), untuk dapat menjadi orang dewasa unik dengan pemahaman diri yang utuh dan memahami peran nilai dalam masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja yaitu :

1. Keluarga 2. Kematangan anak 3. Status sosial 4. Pendidikan

5. Kapasitas mental, emosi, dan intelegensi

Identitas terbentuk ketika remaja berhasil memecahkan tiga masalah utama; pilihan pekerjaan, adopsi nilai yang diyakini dan dijalani, dan perkembangan identitas seksual yang memuaskan.

1. Masa ini merupakan periode transisi yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial yang berlangsung pada dekade kedua masa kehidupan yaitu

a. Balita b. Anak-anak c. Remaja d. Dewasa e. Lansia

2. Masa remaja awal berada pada masa puber yaitu suatu tahap dalam perkembangan di mana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi. Merupakan pengertian masa remaja yang dikemukakan oleh?

a. Pardede, 2008 b. Gunarsa, 2006 c. Irwanto, 2002

d. Hurlock, 2005 e. Maramis, 2005

3. Factor yang memegang peranan penting dalam pembentukan kepribadian anak a. Individu sendiri

b. Keluarga c. Tetangga d. Saudara e. Dosen

4. Marcia mendefinisikan krisis sebagai periode pembuatan keputusan yang disadari, dan komitmen sebagai investasi persoalan dalam pekerjaan atau system keyakinan (ideologi). Dan Marcia menemukan berapa tipe status identitas

a. Empat b. Lima c. Enam d. Tujuh e. Delapan

5. Tipe status yang manakah jika dimana seseorang tidak menghabiskan banyak waktu mempertimbangkan berbagai alternatif (tidak berada dalam krisis) dan melaksanakan rencana yang disiapkan orang lain untuk dirinya.

a. Identity Diffusion (tidak ada komitmen, tidak ada krisis) b. Moratorium (krisis tanpa komitmen)

c. Foreclosure (komitmen tanpa krisis)

d. Identity Achievement (krisis yang mengarah kepada komitmen) e. Krisis ber komitmen

6. Tipe status yang manakah jika ditandai dengan ketiadaan komitmen dan kurangnya pertimbangan serius terhadap berbagai alternatif yang tersedia.

a. Identity Diffusion (tidak ada komitmen, tidak ada krisis) b. Moratorium (krisis tanpa komitmen)

c. Foreclosure (komitmen tanpa krisis)

d. Identity Achievement (krisis yang mengarah kepada komitmen) e. Krisis ber komitmen

7. Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh berapa faktor yaitu : a. Tiga

b. Dua c. Empat

IK-POLTEKKES-SMG-

41

Modul Psikologi Perkembangan

d. Enam e. Lima

8. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga. Merupakan pernyataan yang dikemukakan oleh

8. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga. Merupakan pernyataan yang dikemukakan oleh

Dalam dokumen POLTEKKES KEMENKES SEMARANG KAMPUS KENDAL (Halaman 33-123)