• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 2.1. Indeks Kebutuhan Pekerja Dalam Pekerjaan Mengurug 1 m 3 Pasir Urug

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Tabel 2.1. Indeks Kebutuhan Pekerja Dalam Pekerjaan Mengurug 1 m 3 Pasir Urug"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

2. LANDASAN TEORI

2.1. “Analisa Biaya Konstruksi” (SNI, 2008)

Buku pedoman “Analisa Biaya Konstruksi” (SNI, 2008) memiliki tujuan agar dapat menjadi suatu acuan dasar yang seragam bagi setiap pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitumg besarnya harga satuan dari masing-masing pekerjaan yang ada. SNI 2008 ini sendiri dibuat dengan mengacu kepada hasil pengkajian dari beberapa analisa pekerjaan yang telah diaplikasikan yang dibandingkan dengan analisa BOW 1921 dan penelitian analisa biaya konstruksi. Dalam buku ini terdapat istilah satuan pekerjaan dan indeks pekerjaan.

Satuan pekerjaan berarti satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit (SNI, 2008). Sedangkan indeks berarti faktor pengali atau koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan dan upah kerja (SNI, 2008). Indeks sendiri pada SNI 2008 dibagi dalam 2 macam indeks yaitu indeks bahan dan indeks tenaga kerja. Indeks bahan artinya indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satuan jenis pekerjaan (SNI, 2008). Indeks tenaga kerja berarti indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan satuan jenis pekerjaan (SNI, 2008).

Sehingga pada SNI 2008 data-data yang ditunjukkan adalah berupa indeks- indeks dari masing-masing pekerjaan. Data-data tersebut masih belum berbentuk harga satuan. Sebagai contoh diambil pekerjaan tanah pada jenis pekerjaan mengurug 1 m3 pasir urug yang dapat dilihat indeks dari masing-masing kebutuhan pekerja dan bahan yang ada yang dicantumkan pada contoh tabel di bawah ini.

Tabel 2.1. Indeks Kebutuhan Pekerja Dalam Pekerjaan Mengurug 1 m3 Pasir Urug Kebutuhan Satuan Indeks

Tenaga Kerja Pekerja OH 0,300 Mandor OH 0,010 Sumber: Analisa Biaya Konstruksi (SNI, 2008)

(2)

Tabel 2.2. Indeks Kebutuhan Bahan Dalam Pekerjaan Mengurug 1 m3 Pasir Urug Kebutuhan Satuan Indeks

Bahan Pasir Urug m3 1,2 Sumber: Analisa Biaya Konstruksi (SNI, 2008)’

Tabel di atas tersebut menerangkan bahwa dalam menyelesaikan pekerjaan mengurug 1 m3 pasir urug dalam waktu 1 hari dibutuhkan 0,600 orang pekerja, 0,010 mandor dan 1,2 pasir urug. Untuk menjadikan data-data tersebut sebagai harga satuan pekerjaan maka perlu untuk mengetahui harga dari masing-masing bahan atau pekerja yang dibutuhkan. Sebagai contoh diambil pekerjaan tanah jenis pekerjaan mengurug 1 m3 pasir urug diatas yang dimasukkan harga masing-masing.

Misalkan harga dari masing-masing tenaga kerja dan bahan adalah : - Pekerja : Rp. 25.000,00/OH

- Mandor : Rp. 50.000,00/OH - Pasir Urug : Rp. 67.500,00/m3

Tabel 2.3. Harga Satuan Upah Mengurug 1 m3 Pasir Urug

Pekerja 0,75 Oh x Rp. 25.000,00 = Rp. 18.750,00 Mandor 0,025 Oh x Rp. 50.000,00 = Rp. 1.250,00

TOTAL Rp. 23.152,50

Tabel 2.4. Harga Satuan Bahan Mengurug 1 m3 Pasir Urug

Tabel 2.5. Harga Satuan Pekerjaan Mengurug 1 m3 Pasir Urug

Upah Rp. 23.152,00

Bahan Rp. 81.000,00

TOTAL Rp. 104.152,00

Sehingga setelah dimasukkan harga dengan menjumlahkan jumlah kebutuhan yang dalam jenis pekerjaan ini maka didapatkan harga satuan pekerjaan dari pekerjaan mengurug 1 m3 pasir urug sebesar Rp. 104.152,00,00 yang terdiri dari

Pasir Urug 1,2 m3 x Rp. 67.500,00 = Rp. 81.000,00

TOTAL Rp. 81.000,00

(3)

harga satuan upah sebesar Rp. 23.152,00 dan harga satuan bahan sebesar Rp.

81.000,00.

Pada SNI 2008 terdiri dari 9 macam kelompok pekerjaan yang kemudian di dalam kelompok pekerjaan itu dibagi lagi ke dalam jenis-jenis pekerjaan. 9 macam kelompok pekerjaan itu adalah :

1. Pekerjaan tanah 2. Pekerjaan pondasi 3. Pekerjaan plesteran 4. Pekerjaan langit-langit 5. Pekerjaan kayu 6. Pekerjaan dinding

7. Pekerjaan besi dan alumunium 8. Pekerjaan beton

9. Pekerjaan penutup lantai dan dinding

2.1.1. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan (SNI 2835:2008)

Pekerjaan tanah pada SNI 2008 dibagi kedalam 15 jenis pekerjaan yaitu : 1. Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 1 meter

2. Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 2 meter 3. Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 3 meter 4. Menggali 1 m3 tanah keras sedalam 1 meter 5. Menggali 1 m3 tanah cadas sedalam 1 meter 6. Menggali 1 m3 tanah lumpur sedalam 1 meter 7. Mengerjakan 1 m3 stripping tebing setinggi 1 meter 8. Membuang 1 m3 tanah sejauh 30 meter

9. Mengurug kembali 1 m3 galian 10. Memadatkan 1 m3 tanah (per 20 cm) 11. Mengurug 1 m3 pasir urug

12. Memasang 1 m3 lapisan pudel campuran 1 KP : 3 PP : 7 TL 13. Memasang 1 m3 lapisan pudel campuran 1 KP : 5 TL 14. Memasang 1 m3 lapisan ijuk tebal 10 cm

(4)

15. Mengurug 1 m3 sirtu padat untuk peninggian lantai bangunan

2.1.2. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pondasi untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan (SNI 2836:2008)

Pekerjaan pondasi pada SNI 2008 dibagi kedalam 11 jenis pekerjaan yaitu : 1. Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 PP

2. Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 4 PP 3. Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 5 PP 4. Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 6 PP 5. Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 8 PP

6. Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 KP : 1 SM : 2 PP 7. Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1 PC : 3 KP : 10 PP 8. Memasang 1 m3 pondasi batu belah, campuran 1/4 PC : 1 KP : 4 PP 9. Memasang 1 m3 batu kosong (aanstamping)

10. Memasang 1 m3 pondasi siklop, 60% beton campuran 1 PC : 2 PB :

3 KR

11. Memasang 1 m3 pondasi sumuran, diameter 100 cm

2.1.3. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Plesteran untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan (SNI 2837:2008)

Pekerjaan plesteran pada SNI 2008 dibagi dalam 27 jenis pekerjaan yaitu : 1. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 1 PP, tebal 15 mm

2. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 15 mm 3. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 15 mm 4. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 15 mm 5. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm 6. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 15 mm 7. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 7 PP, tebal 15 mm 8. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 8 PP, tebal 15 mm

9. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : ½ KP : 3 PP, tebal 15 mm 10. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 2 KP : 8 PP, tebal 15 mm 11. Memasang 1 m2 plesteran 1 SM : 1 KP : 1 PP, tebal 15 mm

(5)

12. Memasang 1 m2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 15 mm 13. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 2 PP, tebal 20 mm

14. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 20 mm 15. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 4 PP, tebal 20 mm 16. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 5 PP, tebal 20 mm 17. Memasang 1 m2 plesteran 1 PC : 6 PP, tebal 20 mm

18. Memasang 1 m2 plesteran 1 SM : 1 KP : 2 PP, tebal 20 mm 19. Memasang 1 m2 Berapen 1 PC : 5 PP, tebal 15 mm

20. Memasang 1 m2 plesteran Skoning 1 PC : 2 PP, lebar 10 mm 21. Memasang 1 m2 plesteran Granit 1 PC : 2 Granit, tebal 10 mm 22. Memasang 1 m2 plesteran Teraso 1 PC : 2 Batu Teraso, tebal 10 mm 23. Memasang 1 m2 plesteran Ciprat 1 PC : 2 PP

24. Memasang 1 m2 finishing siar pasangan dinding bata merah (=20 m’) 25. Memasang 1 m2 finishing siar pasangan dinding conblock ekspose (=20

m’)

26. Memasang 1 m2 finishing siar pasangan batu kali adukan 1 PC : 2 PP 27. Memasang 1 m2 acian

2.1.4. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Langit-Langit untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan (SNI 2839:2008)

Pekerjaan langit-langit pada SNI 2008 dibagi kedalam 10 jenis pekerjaan yaitu :

1. Memasang 1 m2 langit-langit asbes semen, tebal 4mm, 5 mm, dan 6 mm

2. Memasang 1 m2 langit-langit akustik ukuran (30 x 30) cm 3. Memasang 1 m2 langit-langit akustik ukuran (60 x 60) cm 4. Memasang 1 m2 langit-langit akustik ukuran (120 x 120) cm

5. Memasang 1 m2 langit-langit tripleks ukuran (120 x 240) cm, tebal 3 mm, 4 mm dan 6 mm

6. Memasang 1 m2 langit-langit lambriziring kayu, tebal 9 mm

7. Memasang 1 m2 langit-langit gypsum board ukuran (120 x 240 x 9) mm, tebal 9 mm

(6)

8. Memasang 1 m2 list plafond gypsum profil

9. Memasang 1 m2 langit-langit akustik ukuran (60 x 120) cm + rangka alluminium

10. Memasang 1 m2 langit-langit kayu profil

2.1.5. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Kayu untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan (SNI 3434:2008)

Pekerjaan kayu pada SNI 2008 dibagi kedalam 28 jenis pekerjaan yaitu : 1. Membuat dan memasang 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela, kayu kelas I 2. Membuat dan memasang 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela, kayu kelas

II atau III

3. Membuat dan memasang 1 m2 pintu klamp standar, kayu kelas II 4. Membuat dan memasang 1 m2 pintu klamp sederhana, kayu kelas III 5. Membuat dan memasang 1 m2 daun pintu panel, kayu kelas I atau II 6. Membuat dan memasang 1 m2 pintu dan jendela kaca, kayu kelas I atau II 7. Membuat dan memasang 1 m2 pintu dan jendela jalusi kayu kelas I atau II 8. Membuat 1 m2 daun pintu kayu lapis (plywood) rangkap, rangka tertutup

kayu kelas II (lebar sampai 90 cm)

9. Membuat 1 m2 pintu plywood rangkap, rangka expose kayu kelas I atau II 10. Memasang 1 m2 jalusi kusen, kayu kelas I atau II

11. Memasang 1 m2 teak wood rangkap, rangka expose kayu kelas I

12. Memasang 1 m2 teak wood rangkap lapis formika, rangka expose kayu kelas II

13. Memasang 1 m3 konstruksi kuda-kuda konvensional, kayu kelas I, II dan III

14. Memasang 1 m3 konstruksi kuda-kuda expose, kayu kelas I 15. Memasang 1 m3 konstruksi gordeng, kayu kelas II

16. Memasang 1 m2 rangka atap genteng keramik, kayu kelas II 17. Memasang 1 m2 rangka atap genteng beton, kayu kelas II 18. Memasang 1 m2 rangka atap sirap, kayu kelas II

19. Memasang 1 m2 rangka langit-langit (50 x 100)cm, kayu kelas II atau III 20. Memasang 1 m2 rangka langit-langit (60 x 60)cm, kayu kelas II atau III

(7)

21. Memasang 1 m1 lisplank (3 x 20)cm, kayu kelas I atau kelas II 22. Memasang 1 m1 lisplank (3 x 30)cm, kayu kelas I atau kelas II

23. Memasang 1 m2 rangka dinding pemisah (60 x 120)cm, kayu kelas II atau kelas III

24. Memasang 1 m2 dinding pemisah teakwood rangkap, rangka kayu kelas II 25. Memasang 1 m2 dinding pemisah plywood rangkap, rangka kayu kelas II 26. Memasang 1 m2 dinding lambriziring dari papan kayu kelas I

27. Memasang 1 m2 dinding dari plywood ukuran (120 x 240) cm 28. Memasang 1 m2 dinding bilik, rangka kayu kelas III atau IV

2.1.6. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan dinding untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan (SNI 6897:2008)

Pekerjaan dinding pada SNI 2008 dibagi kedalam 24 jenis pekerjaan yaitu :

1. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP

2. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP

3. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP

4. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP

5. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP

6. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 3 KP : 10 PP

7. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 2 PP

8. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP

9. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 4 PP

(8)

10. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP

11. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 6 PP

12. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 8 PP

13. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 PC : 3KP : 10 PP

14. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 1 PP

15. Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 KP : 1 SM : 2 PP

16. Memasang 1 m2 dinding HB 20, campuran spesi 1 PC : 3 PP 17. Memasang 1 m2 dinding HB 20, campuran spesi 1 PC : 4 PP 18. Memasang 1 m2 dinding HB 15, campuran spesi 1 PC : 3 PP 19. Memasang 1 m2 dinding HB 15, campuran spesi 1 PC : 5 PP 20. Memasang 1 m2 dinding HB 10, campuran spesi 1 PC : 3 PP 21. Memasang 1 m2 dinding HB 10, campuran spesi 1 PC : 4 PP

22. Memasang 1 m2 dinding terawan (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP

23. Memasang 1 m2 dinding terawan (roster) ukuran (12 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 4 PP

24. Memasang 1 m2 dinding bata berongga ekspose ukuran (5 x 11 x 24) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP

2.1.7. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Besi dan Aluminium untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan (SNI 7393:2008) Pekerjaan plesteran pada SNI 2008 dibagi dalam 18 jenis pekerjaan yaitu : 1. Memasang 1 kg besi profil

2. Memasang 1 kg rangka kuda-kuda baja WF 3. Mengerjakan 100 kg pekerjaan perakitan

4. Membuat 1 m2 pintu besi plat baja tebal 2 mm rangkap. Rangka baja siku

(9)

5. Mengerjakan 1 cm pengelasan dengan las listrik

6. Membuat 1 m2 rangka jendela besi square tube (25 x 5) cm 7. Memasang 1 m2 pintu rolling door besi

8. Memasang 1 m2 pintu lipat (Folding door) 9. Memasang 1 m2 sunscreen alluminium 10. Memasang 1 m2 kusen pintu alluminium

11. Memasang 1 m2 pintu alluminium strip lebar 8 cm 12. Memasang 1 m2 pintu kaca rangka alluminium 13. Memasang 1 m2 venetions blinds dan Vertical blinds 14. Memasang 1 m2 terali besi strip (2 x 3) mm

15. Memasang 1 m2 kawat nyamuk 16. Memasang 1 m2 jendela nako & tralis

17. Memasang 1 m’ talang datar / jurai seng bjls 28 lebar 90 cm

18. Memasang 1 m’ talang ½ lingkaran D-15 cm. Seng plat bjls 30 lebar 45 cm

2.1.8. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan (SNI 7394:2008)

Pekerjaan plesteran pada SNI 2008 dibagi dalam 36 jenis pekerjaan yaitu : 1. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 7.4 MPa (K 100), slump (12±2) cm w/c =

0.87

2. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 9.8 MPa (K 125), slump (12±2) cm w/c = 0.78

3. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 12.2 MPa (K 150), slump (12±2) cm 4. Membuat 1 m3 lantai kerja beton mutu fc = 7.4 MPa (K 100), slump (3-6)

cm w/c = 0.87

5. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 14.5 MPa (K 175), slump (12±2) 6. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 16.9 MPa (K 200), slump (12±2) 7. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 19.3 MPa (K 225), slump (12±2)

8. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 21.7 MPa (K 250), slump (12±2), w/c = 0.56

9. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 24 MPa (K 275), slump (12±2)

(10)

10. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 26.4 MPa (K 300), slump (12±2) 11. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 28.8 MPa (K 325), slump (12±2) 12. Membuat 1 m3 beton mutu fc = 31.2 MPa (K 350), slump (12±2) 13. Membuat 1 m3 beton kedap air dengan strorox - 100

14. Membuat 1 m PVC Waterstop lebar 150 mm 15. Membuat 1 m PVC Waterstop lebar 200 mm

16. Membuat 1 m PVC Waterstop lebar 200 mm – 320 mm 17. Pembesian 10 kg dengan besi polos atau besi ulir 18. Pembesian 10 kg kabel presstressed polos/strands 19. Pembesian 10 kg jaring kawat baja / wiremesh 20. Memasang 1 m2 bekisting untuk pondasi 21. Memasang 1 m2 bekisting untuk sloof 22. Memasang 1 m2 bekisting untuk kolom 23. Memasang 1 m2 bekisting untuk balok 24. Memasang 1 m2 bekisting untuk lantai 25. Memasang 1 m2 bekisting untuk dinding 26. Memasang 1 m2 bekisting untuk tangga

27. Memasang 1 m2 jembatan untuk pengecoran beton

28. Membuat 1 m3 pondasi beton bertulang (150 kg besi + bekisting) 29. Membuat 1 m3 sloof beton bertulang (200 kg besi + bekisting) 30. Membuat 1 m3 kolom beton bertulang (300 kg besi + bekisting) 31. Membuat 1 m3 balok beton bertulang (200 kg besi + bekisting) 32. Membuat 1 m3 plat beton bertulang (150 kg besi + bekisting) 33. Membuat 1 m3 dinding beton bertulang (150 kg besi + bekisting) 34. Membuat 1 m3 dinding beton bertulang (200 kg besi + bekisting) 35. Membuat 1 m kolom praktis beton bertulang (11 x 11) cm 36. Membuat 1 m ring balok beton bertulang (10 x 15) cm

(11)

2.1.9. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan(SNI 7395:2008)

Pekerjaan penutup lantai dan dinding pada SNI 2008 dibagi kedalam 63 jenis pekerjaan yaitu :

1. Memasang 1 m2 lantai ubin PC abu-abu ukuran (40 x 40) cm 2. Memasang 1 m2 lantai ubin PC abu-abu ukuran (30 x 30) cm 3. Memasang 1 m2 lantai ubin PC abu-abu ukuran (20 x 20) cm 4. Memasang 1 m2 lantai ubin warna ukuran (40 x 40) cm 5. Memasang 1 m2 lantai ubin warna ukuran (30 x 30) cm 6. Memasang 1 m2 lantai ubin warna ukuran (20 x 20) cm 7. Memasang 1 m2 lantai ubin teraso ukuran (40 x 40) cm 8. Memasang 1 m2 lantai ubin teraso ukuran (30 x 30) cm 9. Memasang 1 m2 lantai ubin granit ukuran (40 x 40) cm 10. Memasang 1 m2 lantai ubin granit ukuran (30 x 30) cm 11. Memasang 1 m2 lantai ubin teralux ukuran (40 x 40) cm 12. Memasang 1 m2 lantai ubin teralux ukuran (30 x 30) cm

13. Memasang 1 m2 lantai ubin teralux marmer ukuran (60 x 60) cm 14. Memasang 1 m2 lantai ubin teralux marmer ukuran (40 x 40) cm 15. Memasang 1 m2 lantai ubin teralux marmer ukuran (30 x 30) cm 16. Memasang 1 m plint ubin PC abu-abu ukuran (15 x 20) cm 17. Memasang 1 m plint ubin PC abu-abu ukuran (10 x 30) cm 18. Memasang 1 m plint ubin PC abu-abu ukuran (10 x 40) cm 19. Memasang 1 m plint ubin PC warna ukuran (10 x 20) cm 20. Memasang 1 m plint ubin PC warna ukuran (10 x 30) cm 21. Memasang 1 m plint ubin PC warna ukuran (10 x 40) cm 22. Memasang 1 m plint ubin teraso ukuran (10 x 30) cm 23. Memasang 1 m plint ubin teraso ukuran (10 x 40) cm 24. Memasang 1 m plint ubin granit ukuran (10 x 40) cm 25. Memasang 1 m plint ubin granit ukuran (10 x 30) cm

26. Memasang 1 m plint ubin teralux kerang ukuran (10 x 40) cm 27. Memasang 1 m plint ubin teralux kerang ukuran (10 x 30) cm

(12)

28. Memasang 1 m plint ubin teralux marmer ukuran (10 x 60) cm 29. Memasang 1 m plint ubin teralux marmer ukuran (10 x 40) cm 30. Memasang 1 m plint ubin teralux marmer ukuran (10 x 30) cm 31. Memasang 1 m2 lantai teraso cor ditempat, tebal 3 cm

32. Memasang 1 m2 lantai keramik artistik ukuran (10 x 20) cm

33. Memasang 1 m2 lantai keramik artistik ukuran (10 x 10) cm atau (5 x 20) cm

34. Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (33 x 33) cm 35. Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (30 x 30) cm 36. Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (20 x 20) cm

37. Memasang 1 m2 lantai keramik ukuran (10 x 33) cm, variasi/border

38. Memasang 1 m2 lantai mosaik ukuran (30 x 30) cm, campuran spesi 1 PC : 3 PP

39. Memasang 1 m plint keramik ukuran (10 x 20) cm 40. Memasang 1 m plint keramik ukuran (10 x 10) cm 41. Memasang 1 m plint keramik ukuran (5 x 20) cm

42. Memasang 1 m plint internal cove artistik ukuran (5 x 5 x 20) cm 43. Memasang 1 m2 lantai marmer ukuran (100 x 100) cm

44. Memasang 1 m2 lantai karpet 45. Memasang 1 m2 underlayer 46. Memasang 1 m2 lantai parquet

47. Memasang 1 m2 lantai kayu (gymfloor)

48. Memasang 1 m2 dinding porselin ukuran (11 x 11) cm 49. Memasang 1 m2 dinding porselin ukuran (10 x 20) cm 50. Memasang 1 m2 dinding porselin ukuran (20 x 20) cm

51. Memasang 1 m2 dinding keramik artistik ukuran (10 x 20) cm 52. Memasang 1 m2 dinding keramik artistik ukuran (5 x 20) cm 53. Memasang 1 m2 dinding keramik ukuran (10 x 20) cm 54. Memasang 1 m2 dinding keramik ukuran (20 x 20) cm 55. Memasang 1 m2 dinding marmer ukuran (100 x 100) cm 56. Memasang 1 m2 dinding batu pelapis ukuran (3 x 7 x 24) cm 57. Memasang 1 m2 dinding batu paras

(13)

58. Memasang 1 m2 dinding tempel hitam

59. Memasang 1 m2 lantai vinyl ukuran (30 x 30) cm KL I 60. Memasang 1 m2 wall paper, lebar 50 cm

61. Memasang 1 m2 floor hardener

62. Memasang 1 m plint vinyil karet ukuran (30 x 30) cm dengan perekat 63. Memasang 1 m plint kayu kelas II ukuran (2 x 10) cm

2.2. “Kumpulan Analisa Biaya Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan” (SNI, 2002)

Seperti pada SNI 2008, pada SNI 2002 juga terdiri dari data-data berupa indeks pekerjaan dan satuan pekerjaan. Satuan pekerjaan berarti satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas, volume dan unit (SNI, 2002). Sedangkan indeks berarti faktor pengali atau koefisien sebagai dasar penghitungan biaya bahan dan upah kerja (SNI, 2002). Indeks sendiri pada SNI 2008 dibagi dalam 2 macam indeks yaitu indeks bahan dan indeks tenaga kerja. Indeks bahan artinya indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan bahan bangunan untuk setiap satutan jenis pekerjaan (SNI, 2002). Indeks tenaga kerja berarti indeks kuantum yang menunjukkan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis pekerjaan (SNI, 2002).

Pada SNI 2002 terdiri dari 11 macam kelompok pekerjaan yang kemudian di dalam jenis pekerjaan itu dibagi lagi ke dalam jenis pekerjaan. 11 macam jenis kelompok itu adalah :

1. Pekerjaan persiapan *) 2. Pekerjaan tanah *) 3. Pekerjaan pondasi *)

4. Pekerjaan pasangan dinding *) 5. Pekerjaan plesteran *)

6. Pekerjaan kayu *) 7. Pekerjaan beton *) 8. Pekerjaan penutup atap 9. Pekerjaan langit-langit *) 10. Pekerjaan pipa dan saniter

(14)

11. Pekerjaan besi dan alluminium *)

Catatan : *) berarti pekerjaan tersebut juga ada pada SNI 2008, pada SNI 2002 tidak terdapat pekerjaan penutup lantai dan dinding yang ada pada SNI 2008

2.2.1. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Persiapan untuk bangunan sederhana (SNI 03-2835-2002)

Pekerjaan persiapan pada SNI 2002 dibagi dalam 16 jenis pekerjaan yaitu : 1. 1 m` Pagar sementara dari kayu tinggi 2 meter

2. 1 m` Pagar sementara dari seng gelombang tinggi 2 meter 3. 1 m` Pagar sementara dari kawat duri tinggi 1,8 meter 4. 1 m` Pengukuran dan pemasangan boywplank

5. 1 m2 Pembuatan kantor sementara

6. 1 m2 Pembuatan gudang semen dan alat-alat 7. 1 m2 Pembuatan rumah jaga/konstruksi kayu 8. 1 m2 Membersihkan lapangan dan peralatan 9. 1 m2 Pembuatan bedeng burun

10. 1 m2 Pembuatan bak adukan ukuran 40 x 50 x 25 cm 11. 1 m2 Pembuatan Stegger

12. 1 m2 Pembuatan jalan sementara 13. 1 m2 Bongkaran beton bertulang

14. 1 m2 Bongkaran dinding tembok bata merah

15. 1 m2 Pasang pagar kawat jaring galvanis panjang 240cm 16. 1 m2 Pembuatan rumah jaga/konstruksi beton

2.2.2. Analisa biaya konstruksi (ABK) bangunan gedung dan perumahan pekerjaan tanah (SNI, 2002)

Pekerjaan penutup tanah pada SNI 2002 dibagi kedalam 17 jenis pekerjaan yaitu :

1. 1 m3 Galian tanah biasa sedalam 1 meter 2. 1 m3 Galian tanah biasa sedalam 2 meter 3. 1 m3 Galian tanah biasa sedalam 3 meter 4. 1 m3 Galian tanah keras sedalam 1 meter

(15)

5. 1 m3 Galian tanah cadas sedalam 1 meter 6. 1 m3 Galian tanah lumpur sedalam 1 meter 7. 1 m2 Pekerjaan stripping setinggi 1 meter 8. 1 m3 Pembuangan tanah sejauh 150 meter 9. 1 m3 Urugan kembali

10. 1 m3 Pemadatan tanah 11. 1 m3 Urugan pasir

12. 1 m3 Lapisan pudel campuran 1 Kp : 3 Ps : 7 TL 13. 1 m3 Lapisan pudel campuran 1 Kp : 5 TL 14. 1 m3 Lapisan pudel campuran 1 Kp : 5 Ps 15. 1 m2 Pemasangan lapisan ijuk

16. 1 m2 Urugan sirtu

17. 1 m2 pembutan jalan sementara, tebal 25 cm

2.2.3. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pondasi untuk Bangunan Sederhana (SNI 03-2835-2002)

Pekerjaan pondasi pada SNI 2002 dibagi kedalam 18 jenis pekerjaan yaitu : 1. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 1 Ps

2. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 2 Ps 3. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 2.5 Ps 4. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 3 Ps 5. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 4 Ps 6. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 5 Ps 7. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 6 Ps 8. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 8 Ps

9. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Kp : 1 Sm : 1 Ps 10. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Kp : 1 Sm : 2 Ps 11. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 1/4 Kp : 4 Ps 12. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 Pc : 3 Kp : 10 Ps 13. 1 m3 pasang pondasi batu kali 1/4 Pc : 1/4 Kp : 4 Ps 14. 1 m3 pasang pondasi batu kosong

15. 1 m3 pasang pondasi siklop, 40% batu kali

(16)

16. 1 m3 pasang pondasi sumuran, diameter 100 cm

17. 1 m’ pembuatan tiang pancang (40 cm x 40) cm beton bertulang 18. 1 m’ pembuatan tiang pancang (35 cm x 35) cm beton bertulang

2.2.4. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pasangan Dinding untuk Bangunan Sederhana (SNI 03-2837-2002)

Pekerjaan pasangan dinding pada SNI 2002 dibagi kedalam 27 jenis pekerjaan yaitu :

1. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1 bata 1 Pc : 1 Ps 2. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1 bata 1 Pc : 2 Ps 3. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1 bata 1 Pc : 3 Ps 4. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1 bata 1 Pc : 4 Ps 5. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1 bata 1 Pc : 5 Ps 6. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1 bata 1 Pc : 6 Ps

7. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1 bata 1 Pc : 3Kp : 10 Ps 8. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 1 Ps 9. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 2 Ps 10. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 3 Ps 11. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 4 Ps 12. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 5 Ps 13. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 6 Ps 14. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 8 Ps

15. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 3 Kp : 10 Ps 16. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Kp : 1 Sm : 1 Ps 17. 1 m2 pasangan bata merah tebal 1/2 bata 1 Kp : 1 Sm : 2 Ps 18. 1 m2 pasangan dinding hollowblock (HB) 20

19. 1 m2 pasangan dinding hollowblock (HB) 15 20. 1 m2 pasangan dinding hollowblock (HB) 10 21. 1 m2 pasangan dinding conblock (CB) 20 22. 1 m2 pasangan dinding conblock (CB) 15 23. 1 m2 pasangan dinding conblock (CB) 10 24. 1 m2 pasangan dinding latai

(17)

25. 1 m2 pasangan dinding rooster / terawang (12x11x24) cm 26. 1 m2 pasangan bata berongga ukurang (5x11x24) cm 27. 1 m2 pasangan dinding anyaman bambu, rangka kayu

2.2.5. Analisa Biaya Konstruksi (ABK) Bangunan Gedung dan Perumahan Pekerjaan Plesteran (SNI 03-2837-2002)

Pekerjaan plesteran pada SNI 2002 dibagi dalam 36 jenis pekerjaan yaitu : 1. 1 m2 plesteran 1 Pc : 1 Ps tebal 15 cm

2. 1 m2 plesteran 1 Pc : 2 Ps tebal 15 cm 3. 1 m2 plesteran 1 Pc : 3 Ps tebal 15 cm 4. 1 m2 plesteran 1 Pc : 4 Ps tebal 15 cm 5. 1 m2 plesteran 1 Pc : 5 Ps tebal 15 cm 6. 1 m2 plesteran 1 Pc : 6 Ps tebal 15 cm 7. 1 m2 plesteran 1 Pc : 8 Ps tebal 15 cm

8. 1 m2 plesteran 1 Pc : 0.5 Kp : 3 Ps tebal 15 cm 9. 1 m2 plesteran 1 Pc : 3 Kp : 10 Ps tebal 15 cm 10. 1 m2 plesteran 0.5 Pc : 3 Kp : 4 Ps tebal 15 cm 11. 1 m2 plesteran 1 Kp : 1 Sm : 1 Ps tebal 15 cm 12. 1 m2 plesteran 1 Kp : 1 Sm : 2 Ps tebal 15 cm 13. 1 m2 plesteran 1 Pc : 2 Ps tebal 20 cm

14. 1 m2 plesteran 1 Pc : 3 Ps tebal 20 cm 15. 1 m2 plesteran 1 Pc : 4 Ps tebal 20 cm 16. 1 m2 plesteran 1 Pc : 5 Ps tebal 20 cm 17. 1 m2 plesteran 1 Pc : 6 Ps tebal 20 cm

18. 1 m2 plesteran 1 Kp : 1 Sm : 2 Ps tebal 20 cm 19. 1 m2 plesteran 1 Pc : 2 Ps tebal 25 cm

20. 1 m2 plesteran 1 Pc : 3 Ps tebal 20 cm 21. 1 m2 plesteran 1 Pc : 4 Ps tebal 20 cm 22. 1 m2 plesteran 1 Pc : 5 Ps tebal 20 cm 23. 1 m2 plesteran 1 Pc : 2 Ps tebal 30 cm 24. 1 m2 plesteran 1 Pc : 3 Ps tebal 20 cm 25. 1 m2 plesteran 1 Pc : 4 Ps tebal 20 cm

(18)

26. 1 m2 plesteran 1 Pc : 5 Ps tebal 20 cm 27. 1 m2 berapen 1 Pc : 3 Ps

28. 1 m2 berapen 1 Pc : 5 Ps tebal 15 cm 29. 1 m2 plesteran beton 1 Pc : 2 Ps tebal 15 cm 30. 1 m2 plesteran beton 1 Pc : 3 Ps tebal 15 cm 31. 1 m2 plesteran skoning 1 Pc : 2 Ps

32. 1 m2 plesteran granito 1 Pc warna : 2 Granito, tebal 10 cm 33. 1 m2 plesteran teraso 1 Pc warna : 2 batu teraso, tebal 10 cm 34. 1 m2 plesteran ciprat 1 Pc : 2 Ps

35. 1 m2 plesteran siar adukan 1 Pc : 2 Ps 36. 1 m2 plesteran waterproof batacote 3 lapis

2.2.6. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Kayu (SNI 03-3434- 2002)

Pekerjaan penutup tanah pada SNI 2002 dibagi kedalam 57 jenis pekerjaan yaitu :

1. 1 m3 Pasang kusen pintu dan jendela 2. 1 m2 Pasang pintu klamp kayu kamper 3. 1 m2 Pasang pintu klamp kayu borneo 4. 1 m2 Pasang pintu panel kayu jati 5. 1 m2 Pasang pintu panel kayu kamper 6. 1 m2 Pasang pintu dan jendela kaca kayu jati 7. 1 m2 Pasang pintu dan jendela kaca kayu kamper 8. 1 m2 Pasang pintu dan jendela kaca kayu borneo 9. 1 m2 Pasang pintu dan jendela jalusi kayu jati 10. 1 m2 Pasang pintu dan jendela jalusi kayu kamper 11. 1 m2 Pasang pintu plywood rangkap kayu jati 12. 1 m2 Pasang pintu kayu plywood rangkap kamper 13. 1 m2 Pasang jalusi mati kusen kayu jati

14. 1 m2 Pasang jalusi mati kusen kayu kamper 15. 1 m2 Pasang pintu plywood rangkap kayu borneo 16. 1 m2 Pasang pintu teakwood rangkap, rangka kayu jati

(19)

17. 1 m2 Pasang pintu teakwood rangkap, kayu kamper 18. 1 m2 Pasang pintu plywood & formika rangka kayu jati 19. 1 m2 Pasang pintu plywood & formika rangka kayu kamper 20. 1 m2 Pasang pintu teakwood & formika rangka kayu jati 21. 1 m2 Pasang pintu teakwood & formika rangka kayu kamper 22. 1 m2 Pasang pintu formika double kayu jati

23. 1 m2 Pasang pintu formika double kayu kamper 24. 1 m3 Pasang konstruksi kuda-kuda kayu jati 25. 1 m3 Pasang konstruksi kuda-kuda kayu kamper 26. 1 m3 Pasang konstruksi kuda-kuda kayu borneo 27. 1 m3 Pasang konstruksi kuda-kuda kayu kruing 28. 1 m3 Pasang kaso + reng genteng kodok kayu kamper 29. 1 m3 Pasang kaso + reng genteng kodok kayu borneo 30. 1 m3 Pasang kaso + reng genteng monier kayu jati 31. 1 m3 Pasang kaso + reng genteng monier kayu kamper 32. 1 m3 Pasang kaso + reng genteng beton kayu borneo 33. 1 m3 Pasang kaso + reng atap sirap kayu kamper 34. 1 m3 Pasang kaso + reng atap sirap kayu borneo 35. 1 m2 Pasang rangka langit-langit 1 x 1 m, kayu jati 36. 1 m2 Pasang rangka langit-langit 1 x 1 m, kayu kamper 37. 1 m2 Pasang rangka langit-langit 1 x 1 m, kayu borneo 38. 1 m2 Pasang rangka langit-langit 30 x 60 m, kayu jati 39. 1 m2 Pasang rangka langit-langit 30 x 60 m, kayu kamper 40. 1 m2 Pasang rangka langit-langit 30 x 60 m, kayu borneo 41. 1 m2 Pasang rangka langit-langit 30 x 30 m, kayu jati 42. 1 m2 Pasang rangka langit-langit 30 x 30 m, kayu kamper 43. 1 m2 Pasang rangka langit-langit 30 x 30 m, kayu borneo 44. 1 m2 Pasang lisplang ukuran 3 x 20 cm kayu jati

45. 1 m2 Pasang lisplang ukuran 3 x 20 cm kayu kamper 46. 1 m2 Pasang lisplang ukuran 3 x 30 cm kayu jati 47. 1 m2 Pasang lisplang ukuran 3 x 30 cm kayu kamper 48. 1 m` Pasang lisplang ukuran 2 x 3 x 20 cm kayu kamper

(20)

49. 1 m` Pasang lisplang ukuran 2 x 2 x 20 cm kayu kamper 50. 1 m` Pasang lisplang ukuran 2 x 2 x 20 cm kayu borneo 51. 1 m2 Pasang rangka dinding pemisah kayu kamper 52. 1 m2 Pasang rangka dinding pemisah kayu borneo

53. 1 m2 Pasang dinding pemisah teakwood rangkap rangka kamper 54. 1 m2 Pasang dinding pemisah plywood rangkap rangka kamper 55. 1 m2 Pasang dinding lambgiriziring dari papan jati

56. 1 m2 Pasang plywood T = 4 mm untuk dinding 57. 1 m2 Pasang list plafond – kayu profil

2.2.7. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton (SNI, 2002) Pekerjaan beton pada SNI 2002 dibagi kedalam 45 jenis pekerjaan yaitu : 1. 1 m3 membuat beton tumbuk, 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr

2. 1 m3 membuat beton tumbuk, 1 Pc : 3 Ps : 6 Kr 3. 1 m3 membuat beton tumbuk, 1 Pc : 4 Ps : 5 Kr

4. 1 m2 membuat lantai kerja beton tumbuk, 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr, tebal 5 cm 5. 1 m3 membuat beton tumbuk, 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr

6. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 2 Ps : 4 Kr 7. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 2 Ps : 2.5 Kr 8. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 1.5 Ps : 3 Kr 9. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 1.5 Ps : 2.5 Kr 10. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 1 Ps : 2 Kr 11. 1 m3 membuat tiang pancang prestressed beton 12. 1 m3 membuat beton dengan pozzolith 100 x R 13. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 2 Ps : 3 Split 14. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 2 Ps : 4 Split 15. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 1.5 Ps : 3 Split 16. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 1.5 Ps : 2.5 Split 17. 1 m3 membuat beton bertulang, 1 Pc : 1 Ps : 1 Split 18. 1 m3 membuat beton kedap air dengan strorox – 100 19. 1 m3 memasang PVC Waterstop lebar 150 mm 20. 1 m3 memasang PVC Waterstop lebar 200 mm

(21)

21. 1 m3 memasang PVC Waterstop lebar 230 mm 22. 1 m3 memasang PVC Waterstop lebar 250 mm 23. 1 m3 memasang PVC Waterstop lebar 300 mm 24. 1 m3 memasang PVC Waterstop lebar 320 mm 25. 1 kg pembesian dengan besi polos atau besi ulir 26. 1 kg kabel presstressed polos / strands

27. 1 kg Jaring kawat baja

28. 1 m2 pasang bekisting untuk pondasi 29. 1 m2 pasang bekisting untuk sloof 30. 1 m2 pasang bekisting untuk kolom 31. 1 m2 pasang bekisting untuk balok 32. 1 m2 pasang bekisting untuk lantai 33. 1 m2 pasang bekisting untuk kolom 34. 1 m2 pasang bekisting untuk kolom 35. 1 m3 membuat beton dengan mutu K 225 36. 1 m3 membuat beton dengan mutu K 275 37. 1 m3 pasang jembatan cor

38. 1 m2 membuat pondasi beton bertulang (150 kg besi + bekisting) 39. 1 m2 membuat sloof beton bertulang (300 kg besi + bekisting) 40. 1 m2 membuat kolom beton bertulang (300 kg besi + bekisting) 41. 1 m2 membuat kolom beton bertulang (150 kg besi + bekisting) 42. 1 m2 membuat dinding beton bertulang (150 kg besi + bekisting) 43. 1 m2 membuat dinding beton bertulang (200 kg besi + bekisting) 44. 1 m2 membuat kolom penguat beton bertulang (11 x 11 cm) 45. 1 m2 membuat ring balok beton bertulang (10 x 15 cm)

2.2.8. Analisa Biaya Konstruksi (ABK) Bangunan Gedung dan Perumahan Pekerjaan Penutup Atap (SNI 03-3436-2002)

Pekerjaan penutup atap pada SNI 2002 dibagi kedalam 42 jenis pekerjaan yaitu :

1. 1 m2 pasang atap genteng palentong kecil 2. 1 m2 pasang atap genteng kodok / glazzur

(22)

3. 1 m2 pasang atap genteng palentong super / besar 4. 1 m2 pasang atap genteng bubung palentong 5. 1 ml pasang bubung genteng kodok glazzur 6. 1 ml pasang bubung genteng palentong besar 7. 1 m2 pasang roof light fibreglass (180 x 90) cm 8. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2.5 x 0.92 x 5 mm 9. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2250 x 920 x 5 mm 10. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2 x 0.92 x 5 mm 11. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 1.8 x 0.92 x 5 mm 12. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 3 x 1.05 x 4 mm 13. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2.7 x 1.05 x 4 mm 14. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2.4 x 1.05 x 4 mm 15. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2.2 x 1.05 x 4 mm 16. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2.1 x 1.05 x 4 mm 17. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 1.5 x 1.05 x 4 mm 18. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 3.00 x 1.08 x 6 mm 19. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2.7 x 1.08 x 6 mm 20. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2.4 x 1.08 x 6 mm 21. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 2.1 x 1.08 x 6 mm 22. 1 m2 pasang atap asbes gelombang 1.8 x 1.08 x 6 mm 23. 1 m2 pasang bubung stel gelombang 0.92 m

24. 1 m2 pasang nok stel gelombang 1.05 m 25. 1 m2 pasang nok stel gelombang 1.08 m 26. 1 m2 pasang nok paten 1.92 m

27. 1 m2 pasang nok paten 1.05 m 28. 1 m2 pasang nok stel rata 0.92 m 29. 1 m2 pasang nok paten 1.05 m 30. 1 m2 pasang atap genteng beton 31. 1 m2 pasang atap genteng aspal 32. 1 m2 pasang atap genteng metal 33. 1 m2 pasano atap sirap

34. 1 m2 pasang atap nok genteng beton

(23)

35. 1 m2 pasang atap nok genteng aspal 36. 1 m2 pasang atap nok genteng metal 37. 1 m2 pasang nok sirap

38. 1 m2 pasang atap seng gelombang 39. 1 m2 pasang atap nok seng

40. 1 m2 pasang atap alluminium gelombang 41. 1 m2 pasang nok alluminium

42. 1 m2 pasang atap alluminium foil

2.2.9. Analisa Biaya Konstruksi (ABK) Bangunan Gedung dan Perumahan Pekerjaan Langit-Langit (SNI 03-2838-2002)

Pekerjaan langit-langit pada SNI 2002 dibagi kedalam 24 jenis pekerjaan yaitu :

1. 1 m2 langit-langit asbes 1 x 1 m, tebal 6 mm 2. 1 m2 langit-langit asbes 1 x 1 m, tebal 5 mm 3. 1 m2 langit-langit asbes 1 x 1 m, tebal 4 mm 4. 1 m2 langit-langit asbes 1 x 1 m, tebal 3.5 mm 5. 1 m2 langit-langit akustik 30 x 30 cm

6. 1 m2 langit-langit akustik 30 x 60 cm 7. 1 m2 langit-langit akustik 60 x 120 cm 8. 1 m2 langit-langit plywood 30 x 60 x 0.4 cm 9. 1 m2 langit-langit plywood 30 x 60 x 0.6 cm 10. 1 m2 langit-langit plywood 60 x 120 x 0.4 cm 11. 1 m2 langit-langit plywood 60 x 120 x 0.6 cm 12. 1 m2 langit-langit teakwood 30 x 60 x 0.4 cm 13. 1 m2 langit-langit teakwood 60 x 120 x 0.4 cm 14. 1 m2 langit-langit lat kayu jati

15. 1 m2 langit-langit lat kayu ramin 16. 1 m2 langit-langit lat kayu kamper 17. 1 m2 langit-langit soft board

18. 1 m2 langit-langit akustik 60 x 120 + rangka alluminium 19. 1 m2 langit-langit kayu propil

(24)

20. 1 m2 langit-langit asbes 1 x 1 Tb:3.2 mm, rangka borneo 21. 1 m2 langit-langit plywood 4 mm + rangka kayu borneo 22. 1 m2 langit-langit akustik 30 x 60 cm + rangka kayu borneo 23. 1 m2 langit-langit akustik 30 x 30 cm + rangka kayu borneo 24. 1 m2 langit-langit gypsum board, tebal 9 mm

2.2.10. Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pipa dan saniter (SNI, 2002)

Pekerjaan pipa dan saniter pada SNI 2002 dibagi kedalam 36 jenis pekerjaan yaitu :

1. Memasang 1 buat kloset duduk / monoblok 2. Memasang 1 buat kloset jongkok porselen 3. Memasang 1 buat kloset jongkok teraso 4. Memasang 1 buah urinoir

5. Memasang 1 buah wastafel

6. Memasang 1 buah bak mandi teraso, volume 0.30 m3 7. Memasang 1 buah bak mandi fiber galss, volume 0.30 m3 8. Memasang 1 buah bak mandi batu bata, volume 0.30 m3 9. Memasang 1 buah badkip porselen

10. Memasang 1 buah bak beton, volume 1 m3 11. Memasang 1 buah bak fiber glass, volume 1 m3

12. Memasang 1 m’ pipa penyalur air limbah jenis pipa tanah diameter 15 cm 13. Memasang 1 m’ pipa penyalur air limbah jenis pipa tanah diameter 20 cm 14. Memasang 1 m’ pipa beton diameter 15 cm – 20 cm

15. Memasang 1 m’ pipa beton diameter 30 cm – 100 cm

16. Memasang 1 buah bak kontrol pasangan batu bata ukuran 30 x 30 cm, tinggi 35 cm

17. Memasang 1 buah bak kontrol pasangan batu bata ukuran (45 x 45) cm, tinggi 50 cm

18. Memasang 1 buah bak kontrol pasangan batu bata ukuran (60 x 60) cm, tinggi 65 cm

19. Memasang 1 m’ pipa galvanis, diameter ½”

(25)

20. Memasang 1 m’ pipa galvanis, diameter ¾”

21. Memasang 1 m’ pipa galvanis, diameter 1 22. Memasang 1 m’ pipa galvanis, diameter 1½”

23. Memasang 1 m’ pipa galvanis, diameter 3”

24. Memasang 1 m’ pipa galvanis, diameter 4”

25. Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW, diameter ½”

26. Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW, diameter ¾”

27. Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW, diameter 1”

28. Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW, diameter 1½”

29. Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW, diameter 2”

30. Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW, diameter 2½”

31. Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW, diameter 3”

32. Memasang 1 m’ pipa PVC tipe AW, diameter 4”

33. Memasang 1 buah bak cuci piring stainless steel 34. Memasang 1 buah bak cuci piring teraso

35. Memasang 1 buah kran air diameter ¾” atau ½”

36. Memasang 1 buah floor drain

2.2.11. Analisa Biaya Konstruksi (ABK) Bangunan Gedung dan Perumahan Pekerjaan Besi dan Alluminium (SNI, 2002)

Pekerjaan besi dan alluminium pada SNI 2002 dibagi kedalam 20 jenis pekerjaan yaitu :

1. 1 Kg Pasang rangka atap baha 2. 1 m2 Pasang pintu besi baja 3. 1 m2 Pasang jendela besi 4. 1 Bh Pasang jendela besi 5. 1 m2 Pasang pintu gulung besi 6. 1 m2 Pasang pintu lipat

7. 1 m2 Pasang sunscreen alluminium 8. 1 m2 Pasang Rolling door

9. 1 m2 Pasang pintu alluminium 10. 1 m2 Pasang venetions blinds

(26)

11. 1 m2 Pasang verikals blinds 12. 1 m2 Pasang terali besi

13. 1 m2 Pasang kawat harmonika 14. 1 m2 Pasang kawat nyamuk 15. 1 m2 Pasang kawat kassa 16. 1 m2 Pasang kawat burung 17. 1 m2 Pasang jendela nako & tralis 18. 1 ML Pasang talang datar seng bjls 28 19. 1 ML Pasang talang miring seng bjls 28

20. 1 ML Pasang talang ½ lingkaran D-10 cm bjls 24

2.3. BOW (Burgelijke Openbare Werken) Tahun 1921

Pada BOW tahun 1921 terdiri dari 11 macam kelompok pekerjaan yang kemudian di dalam kelompok pekerjaan itu dibagi lagi ke jenis pekerjaan. 11 macam kelompok pekerjaan itu adalah (Mukomuko, 2007) :

1. Pekerjaan tanah terdiri dari 20 jenis pekerjaan 2. Lempengan dan pagar terdiri dari 6 jenis pekerjaan 3. Jalan terdiri dari 12 jenis pekerjaan

4. Pekerjaan bambu dan lain-lain konstruksi dari bahan-bahan dalam negeri terdiri dari 14 jenis pekerjaan

5. Pekerjaan pancang dan tiang-bersekerup terdiri dari 24 jenis pekerjaan 6. Pekerjaan kayu terdiri dari 62 jenis pekerjaan

7. Pekerjaan Menembok dan konstruksi-konstruksi batu terdiri dari 88 Jenis pekerjaan

8. Penutup atap terdiri dari 23 jenis pekerjaan 9. Pekerjaan menempa terdiri dari 10 jenis pekerjaan 10. Pekerjaan mengecat dan mengeter 40 jenis pekerjaan

11. Berbagai macam pekerjaan yang berarti pekerjaan yang tidak termasuk ke dalam pekerjaan-pekerjaan diatas. Pekerjaan ini terdiri dari 16 jenis pekerjaan

BOW 1921 dibandingkan dengan SNI 2002 dan SNI 2008 memiliki perbedaan-perbedaan yang terlihat. Contoh dari perbedaan itu yang terlihat cukup

(27)

jelas adalah pada pekerjaan beton. Dimana pada SNI baik SNI 2002 dan SNI 2008 pekerjaan beton sudah dibagi ke dalam jenis pekerjaan berdasarkan mutunya (Contoh: K-225), walaupun memang pada SNI 2002 masih terdapat jenis pekerjaan beton dalam perbandingan jumlah material. Sedangkan pada BOW 1921 pekerjaan beton masih dibagi ke dalam jenis pekerjaan berdasarkan perbandingan jumlah material yang dipakai untuk mendapatkan suatu kekuatan beton tertentu (beton campuran 1:2:3), masih belum ada pembagian jenis pekerjaan beton berdasarkan kekuatan beton seperti pada SNI 2002 dan SNI 2008.

Referensi

Dokumen terkait

 Inflasi terjadi karena semua kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut kelompok bahan makanan naik 1,54 persen, kelompok makanan jadi,

Luasan bak saringan pasir lambat ditentukan oleh besarnya debit rencana dan kecepatan aliran (SNI 03-3981-2008). Perhitungan Luasan Bak Saringan Pasir Lambat Dengan Ketebalan Pasir