1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era pandemi Covid-19 saat ini mengakibatkan banyaknya penurunan dalam perekonomian masyarakat di Indonesia. Saat ini kondisi perekonomian di Indonesia sendiri tampak sangat memperihatinkan. Covid-19 (Corona Virus Desease 2019) merupakan virus yang menyebabkan penyakit mulai ringan hingga berat, seperti pilek dan penyakit paling serius seperti MERS dan SARS. Karena Covid-19 ini membuat pemerintah mengurangi aktifitas yang dilakukan masyarakat salah satunya ialah mengurangi aktifitas yang dilakukan masyarakat seperti sekolah ditutup, pekerjaan kantor dan kegiatan keagamaan dilakukan dirumah. Yang paling sangat berdampak akibat Covid-19 ini banyaknya masyarakat yang terkena PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja.
Dengan hal ini, maka sangat jelas bahwa masyarakat akan sulit dalam memperoleh pendapatan akibat tidak bekerja lagi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Banyak perusahaan yang mengalami kehancuran dan pemutusan hubungan kerja terkaid dampak Covid-19 ini, terutama perusahaan yang produknya dipasarkan di mall- mall dikarenakan mall haryus tutup sementara waktu, dan banyak karyawan yang terkena PHK, atau tidak digaji serta THR yang tidak dibayarkan oleh perusahaan. Permasalahan yang terutama yang dihadapi oleh masyarakat yang terkena PHK adalah kapan pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir agar masyarakat kecil bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan tempat tinggal, pakaian, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan hidup untuk seterusnya.
Dalam kondisi pandemi ini, juga berpengaruh terhadap kesejahteraan karena banyaknya perusahaan yang bangkrut dan berimbas pada pemecatan karyawan dan PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja. Karena banyaknya biaya yang dikeluarkan tidak
2
seimbang dengan pendapatan yang didapat perusahaan pada akhirnya perusahaan melakukan perngurangan karyawan dan atau melakukan pemotongan biaya untuk karyawan. Akibat dari banyaknya pengurangan karyawan atau PHK ini masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk sehari-hari.
Kesejahteraan karyawan menurut Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan adalah suatu pemenuhan kebutuhan dan atau keperluan yang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik didalam maupun diluar hubungan kerja, yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi produktifitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat. Kesejahteraan karyawan merupakan faktor yang sangat menentukan dalam memacu semangat kerja serta produktifitas kerja karyawan.
Kesejahteraan karyawan sangat dibutuhkan oleh karyawan didalam suatu perusahaan, bahwa dengan kesejhatreaan karyawan yang terpenuhi akan memotivasi karyawan dalam bekerja, akhirnya akan mempengaruhi tingkat kinerja dari karyawan tersebut. Komitmen terhadap karyawan dapat dilihat dari tingkat kesejahteraan karyawan, semakin tinggi tingkat kesejahteraan maka semakin tinggi pula komitmen karyawan kepada perusahaan.
Dengan meningkatnya kinerja karyawan itu dapat menunjang atau mempengaruhi kesejahteraan karyawan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kesejahteraan yang diberikan kepada karyawan berupa kesejahteraan bersifat ekonimis, serta pemberian fasilitas dan pelayanan sangat berarti dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental karyawan beserta keluarganya.
Menurut Hasibuan (2007) jenis kesejahteraan yang diberikan harus selektif dan efektif mendorong terwujudnya tujuan organisasi, karyawan dan keluarganya. Kesejahteraan yang diberikan kepada karyawan adalah dalam bentuk finansial dan non finansial yang bersifat ekonomis serta pemberian fasilitas dan pelayanan. Pemberian kesejahteraan pada
3
karyawan ini harus diberikan dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat dalam mendukung tujuan organisasi, karyawan, dan masyarakat.
Kesejahteraan karyawan seperti gaji, lingkungan kerja, promosi jabatan, serta pemberian motivasi pada dasarnya adalah hak para karyawan dan merupakan kewajiban dari pihak perusahaan untuk mendukung kontribusi para karyawan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan karyawan ialah faktor gaji/penghasilan, bonus, lembur, insentif, beras dan minyak, layanan kesehatan, dan pendidikan. Satu faktor penting yang mempengaruhi produktifitas karyawan adalah dengan memberi gaji dan tunjangan kesejahteraan kepada karyawan dengan adanya gaji.
Gaji/penghasilan merupakan balas dan jasa terhadap ketersediaan menjadi tenaga kerja, besar gaji atau penghasilan seseorang secara teoritis tergantung dari produktifitasnya.
Setiap karyawan mempunyai ketergantungan hidup terhadap gaji/penghasilan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan hidup, mulai kehidupan sandang pangan, papan dan beragam kebutuhan lainnya.
Pemberian gaji atau penghasilan ini akan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan ini disebabkan karena uang masih merupakan motivasi yang kuat bagi karyawan. Maka setiap perusahaan perlu memperhatikan mengenai gaji dan tunjangan kesejahteraan yang banyak diharapkan daripada karyawan. Pemberian kesejahteraan merupakan salah satu cara efektif umtuk memlihara sikap karyawan agar merasa puas, nyaman serta senang dalam bekerja. Dengan hal ini karyawan dapat dikatakan sejahtera bila mendapat gaji/penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hati.
Setiap perusahaan perlu adanya manajemen untuk mengembangakan sebuah persuhaan menjadi lebih maju. Perusahaan membutuhkan karyawan sebagai tenaga yang menjalankan aktifitas yang ada dalam organisasi perusahaan. Karyawan merupakan aset
4
penting dalam sebuah perusahaan untuk memberikan kontribusi yang optimal. Karena maju dan mundurnya perusahaan tidak lepas dari karyawan sebagai salah satu faktor yang memiliki peranan penting di dalam aktifitas produksi suatu perusahaan.
Karyawan dapat diartikan sebagai setiap orang yang memberikan jasa kepada perusahaan ataupun organisasi yang membutuhkan jasa tenaga kerja, yang mana dari jasa tersebut, karyawan akan mendapatkan balas jasa berupa gaji dan kompensasi-kompensasi lainnya.
Menurut Subri (2002), karyawan merupakan setiap penduduk yang masuk ke dalam usia kerja (berusia di rentang 15 tahun hingga 64 tahun), atau jumlah total seluruh penduduk yang ada pada sebush negara yang memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan akan tenaga yang mereka produksi, dan jika mereka mau berkecimpung/berpartisipasi dalam aktivitas itu.
Menurut Hasibuan (2002), pengertian karyawan adalah setiap orang yang menyediakan jasa (baik dalam bentuk pikiran maupun bentuk tenaga) dan mendapatkan balas jasa ataupun kompensasi yang besarnya telah ditentukan terlebih dahulu.
Mall Olympic Garden merupakan pusat perbelanjaan atau kawasan perdagangan, jasa dan hiburan yang terbesar di Kota Malang. Mall Olympic Garden merupakan naungan dari PT. Mustika Taman Olympic dimana setiap kegiatan usahanya juga berdasarkan Undang-undang yang berlaku termasuk pemberian upah sesuai standart yg diberikan.
Dalam hal ini karyawan berhak diberikan kesejahteraan dalam kondisi situasi apapun.
Semakin meningkatnya angka kematian yang terjadi saat pandemi covid-19 saat ini membuat kinerja karyawan menjadi berkurang. Hal ini menyebabkan banyaknya tenant atau toko yang tutup sebab mengalami kerugian di Mall Olympic Garden. Pihak managemen Mall pun merasa hal ini menjadi kurang efisien terhadap kinerja karyawan dikarenakan berkurangnya jumlah pengunjung dan pengurangan jam pengoperasian mall.
5
Ditambah lagi dengan adanya PPKM saat ini yang mengharuskan Mall untuk tutup membuat karyawan tidak memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan banyak juga tenant yang mengurangi jumlah karyawan karena pandemi ini.
Dari uraian diatas, maka maksud dari judul kondisi kesejahteraan karyawan dalam situasi pandemi covid-19 di Mall Olympic Garden Kota Malang. Alasan Mall Olympic Garden menjadi tempat penelitian karena pandemi covid-19 ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian para karyawan yang bekerja di Mall Olympic Garden Kota Malang. Perusahaan, toko atau tenant mengalami penunuranan pedapatan ekonomi yang tidak optimal. Karena akibat adanya pandemi covid-19 ini membuat kinerja karyawan berkurang dan adanya pengurangan karyawan yang banyak dilakukan oleh perusahaan atau pemilik tenant. Dasar dari pemikiran yang telah diuraikan mendasari peneliti umtuk mengangkat menjadi permaslahan yang menarik. Maka dari ini peneliti tertarik untuk menyusun penelitian yang berjudul: KONDISI KESEJAHTERAAN KARYAWAN DALAM SITUASI PANDEMI COVID-19.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana dampak Kesejahteraan Ekonomi Karyawan Mall Olympic Garden Dalam Situasi Pandemi Covid-19?
2. Apa Saja Upaya Karyawan Dalam Mengatasi Permasalahan Kesejahteraan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan dengan permasalahan diatas, tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui dampak Kesejahteraan Ekonomi Karyawan Mall Olympic Garden Dalam Situasi Pandemi Covid-19
6
2. Untuk Mengetahui Upaya Karyawan Dalam Mengatasi Permasalahan Kesejahteraan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut : 1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat membantu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dengan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial sebagai bahan kajian yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut:
a. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi yang akan melakukan penelitian yang sejenis di masa yang akan datang.
b. Penelitian ini dapat dijadikan saran dan masukan mengetahui tentang kesejahteraan karyawan.
E. Ruang Lingkup Penelitian
Dalam penyusunan penelitian ini peneliti memiliki beberapa ruang lingkup penelitian, diantaranya:
1. Dampak Kesejahteraan Ekonomi Karyawan Mall Olympic Garden Dalam Situasi Pandemi Covid-19
2. Upaya Karyawan Dalam Mengatasi Permasalahan Kesejahteraan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19.