• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL 11 KB 1 RESUME

N/A
N/A
Ahmad Ghazali

Academic year: 2022

Membagikan "MODUL 11 KB 1 RESUME"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

LOKA KARYA

(Lembar Kerja Resume Modul)

A. Judul Modul : Perangkat dan Media Pembelajaran

B. Kegiatan Belajar : Sandar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) dan Stimulasi Perkembangan Anak Raudhatul Athfal (RA) (KB 1)

C. Refleksi :

NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN

1

Konsep

(Beberapa istilah dan definisi) di KB

A. STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK (STPPA) DAN STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK RAUDHATUL ATHFAL (RA)

Undang-undang yang berkaitan PAUD, antara lain :

1. Permendikbud Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

STPPA DAN STIMULASI PERKEMBANGAN

ANAK RA

Kebijakan Pemerintah

Permendikbud Nomor 137 dan 146

tahun 2014

Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam

Nomor 3331

Keputusan Menteri Agama Nomor 792

tahun 2018

STPPA RA

Nilai Agama dan Moral

Fisik Motorik

Kognitif

Bahasa

Sosial Emosional

Seni

(2)

2. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 28 ayat (3) tentang Raudhatul Athfal (RA) merupakan satuan pendidikan keagamaan Islam

3. Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan dalam pasal 1 ayat 1 dan 2.

4. PP No. 17 Tahun 2010 pada pasal 66 ayat 1 yang berbunyi:

“Program pembelajaran TK/RA dan bentuk lain yang sederajat dikembangkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki SD, MI atau bentuk yang sederajat”.

Tujuan penyelenggaraan pendidikan Raudhatul Athfal adalah untuk mengenalkan kepada peserta didik tentang beberapa potensi yang dimiliki seperti moral dan nilai agama, kemampuan berbahasa, emosional, kognitif, fisik motorik dan juga seni, maka proses pembelajaran di TK/RA harus dirasa menyenangkan bagi peserta didik.

SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3331 tentang Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) untuk diketahui dan dipedomani oleh lembaga RA. Keputusan Menteri Agama Nomor 792 tahun 2018 tentang Implementasi Kurikulum Raudhatul Athfal.

Standar Kelulusan (SKL) merupakan merupakan kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Peserta Didik dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dirumuskan berdasarkan pada tujuan pendidikan nasional; tingkat perkembangan Peserta Didik; kerangka kualifikasi nasional Indonesia; dan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. SKL merupakan acuan utama dalam pengembangan Kompetensi Inti (KI), selanjutnya KI dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar (KD). Dan dari KD tersebut kemudian diturunkan menjadi beberapa Indikator.

Kompetensi Inti (KI) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills. KI berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai SKL sebagai wujud dari prinsip keterkaitan dan kesinambungan.

Kompetensi Dasar (KD) merupakan kemampuan yang harus diperoleh peserta didik untuk mencapai Kompetensi Inti melalui pembelajaran yang berisi sejumlah kemampuan yang harus dikuasai baik pada aspek sikap, pengetahuan, maupun keterampilan dalam mata pelajaran tertentu. KD dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, dan karakteristik suatu mata pelajaran.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) merupakan ukuran, karakteristik, atau ciri-ciri ketercapaian baik ketercapaian pada ranah sikap, pengetahuan, maupun keterampilan. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional. karena berimplikasi pada terjadinya (beroperasinya) suatu perilaku pada peserta didik yang dapat dengan mudah diamati, diukur atau dinilai guru.

Kurikulum Merdeka adalah model kurikulum yang dilaksanakan pada Program Sekolah Penggerak mengacu kepada profil pelajar Pancasila dalam rangka penguatan kompetensi dan karakter peserta didik sebagai salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaran.

(3)

Profil pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Profil Pelajar Pancasila memiliki karakter 6 dimensi, antara lain : 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2) berkebinekaan global, 3) bergotong-royong, 4) mandiri, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.

STPPA RA merupakan kriteria minimal tentang kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan dan pertumbuhan yang memiliki ciri khas keislaman serta mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, serta seni.

1. Perkembangan Nilai Agama dan Moral, yaitu mengenal dan percaya kepada Allah SWT, mengenal ajaran pokok agama, dan menunjukkan sikap menyayangi dirinya, sesama manusia serta alam sebagai ciptaan Allah SWT melalui partisipasi aktif dalam merawat diri dan lingkungannya;

2. Fisik Motorik, yaitu a) Motorik Kasar (melaksanakan Ibadah kepada Allah SWT, gerakan tubuh lentur, seimbang dan lincah), b) Motorik Halus sebagai bentuk stimulasi dzikir, kemampuan menggunakan alat untuk eksplorasi, c) Kesehatan dan Perilaku Keselamatan sebagai rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

3. Kognitif, yaitu a) Belajar dan pemecahan masalah dalam mengenal ciptaan Allah SWT, b) Berfikir Logis untuk membedakan ciptaan Allah SWT dan hasil karya manusia, c) Pengenalan lingkungan sosial, alam dan teknologi sebagai perwujudan hablumminallah dan habluminannas, d) Berpikir simbolik untuk membaca tanda keberadaan Allah SWT.

4. Bahasa, yaitu a) Memahami bahasa untuk mendapatkan rahmat Allah SWT, b) Mengungkapkan bahasa sebagai rasa syukur atas karunia Allah SWT, c) Keaksaraan mengajarkan simbol-simbol untuk memahami kalam Allah SWT.

5. Sosial Emosional, yaitu a) Kesadaran diri dalam mengenal dan mengembangkan fitrah sesuai kemampuan yang diberikan Allah SWT, b) Rasa tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain dalam menjalankan perannya sebagai kholifah fiil ard. c) Perilaku Prososial dalam menerima perbedaan sebagai sunnatullah.

6. Seni, yaitu Eksplorasi dan aktivitas seni untuk senantiasa mengingat Allah SWT.

Anak dapat belajar dengan baik apabila: Orang yang di sekitarnya menyenangkan, Lingkungan yang menyenangkan, Proses pembelajaan yang mendukung kebebasan berpikir anak.

2

Daftar materi pada KB yang sulit dipahami

a. Perbedaan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan

3

Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi dalam

pembelajaran

Dari materi yang sering mengalami miskonsepsi dalam Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (Stppa) Dan Stimulasi Perkembangan Anak Raudhatul Athfal (Ra) adalah :

- Pengembangan indikator tidak sesuai dengan KD yang akan dicapai.

- Kegiatan pembelajaran yang sama dengan indikator yang telah disusun.

Referensi

Dokumen terkait

lui permainan tradisional jawa dapat meningkatkan perilaku sosial anak sesuai dengan pendapat yang dike- mukakan oleh Dharmamulya yang menyatakan bahwa permainan

Penilaian karakter calon nasabah dapat dilihat dari cara nasabah melakukan tanya jawaab dengan pihak bank. Cara nasabah berkomunikasi dan respon nasabah saat

Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf/suku kata/huruf dan suku kata dari deret kata Æ semuanya ditulis kata dari deret kata Æ semuanya ditulis dengan huruf

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen yang secara keseluruhan meliputi struktur organisasi,

Website (situs web) merupakan alamat (URL) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi dengan berdasarkan topik tertentu URL adalah suatu sarana yang

ANALISA PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SEPATU NIKE SCRAMBLE TR II 313395-431 BERDASARKAN SISTEM MRP

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, masa kerja, pengetahuan dan motivasi bidan dengan pelaksanaan program Inisiasi Menyusus Dini di

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa, secara bersama-sama pengungkapan identitas etis Islam, agency cost, dan modal intelektual