2.1. Pendaerahan (Zoning)
Pendaerahan (zoning) terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu: publik, semi publik, privat dan servis. Pada bagian publik terletak pada bagian depan tapak dekat dengan jalan umum, bagian-bagian ini terdiri dari ruang-ruang publik, antara lain pintu masuk (entrance), lobi, restoran, area penyewaan dan parkir kendaraan. Pada bagian semi publik terdapat ruang-ruang yang dapat dipergunakan oleh umum tetapi dengan member atau undangan tertentu. Bagian ini terdiri dari: taman-taman dalam, kolam renang, tempat fitnes dan tempat bermain (play ground). Selanjutnya adalah bagian privat, dimana merupakan area yang lebih pribadi, antara lain: cottage dan dek pemandangan (view deck).
Sedangkan pada area servis terdapat ruang-ruang penunjang, ruang penyimpanan (gudang) dan area penerimaan barang (loading dock).
Untuk hotel lepas pantai juga terbagi empat bagian, yaitu publik pada lantai 1 pada bagian penerimaan dan area penjualan, semi publik pada restoran bawah air dan area penyewaan alat selam, area privat pada lantai 2 sampai lantai 6 yaitu berupa kamar-kamar hotel, sedangkan servis terdapat pada lantai -1, sebagian dari restoran bawah air dan lantai 7 dari bangunan ini.
2.1.1. Pengaruh Lingkungan Sekitar Terhadap Tapak
Lingkungan sekitar masih berupa hutan dan alam yang masih alami, dimana terdapat beberapa pemukiman penduduk dan fasilitas umum, antara lain mesjid dan lapangan olah raga. Beberapa penduduk sekitar menyewakan cottage- cottage tradisional bagi para pengunjung (wisatawan). Sehingga pada perancangan tapak disesuaikan dengan keadaan lingkungan, yaitu dengan memasukkan unsur alam dan suasana hutan sekitar kedalam tapak, mempertahankan keaslian tapak semaksimal mungkin, dengan cara antara lain seminimal mungkin menebang pohon dalam tapak, menjaga keaslian pantai, dan sesedikit mungkin merubah kontur tapak.
2.1.2. Pengaruh Perencanaan Tapak Terhadap Lingkungan Sekitar
Perencanaan tapak secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada lingkungan sekitar, yaitu pada peningkatan taraf hidup penduduk sekitar, dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi penduduk sekitar, memperbaiki objek wisata tradisonal yang telah ada dimana belum tertata dengan baik, seperti belum adanya toilet umum, tempat ganti baju yang memadai serta tempat bilas air tawar. Dengan adanya perancangan tapak, maka keadaan tersebut dapat diatasi dengan menempatkan toilet-toilet umum pada area publik serta penempatan tempat ganti dan bilas pada area dekat pantai.
2.1.3. Pencapaian Tapak
Ada beberapa alternatif pencapaian tapak, antara lain: dari kota Palu dengan menggunakan angkutan umum maupun agen perjalanan setempat, dari kota Donggala dengan menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi, sedangkan dari pemukiman sekitar dapat menggunakan kendaraan umum maupun pribadi, dan dapat pula berjalan kaki. Pada sekitar tapak diberi trotoar bagi pejalan kaki, serta dibuat perluasan jalan pada bagian tapak untuk memudahkan pencapaian ke tapak.
2.1.4. Tata Guna Lahan
Berdasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kota, lahan proyek Hotel Resort Lepas Pantai ini terletak di Kelurahaan Labuan Bajo, yang berada di bagian wilayah kota C (BWK C), yang mana merupakan kawasan pariwisata. Sepanjang pesisir pantai yang memanjang dari arah Utara (Tanjung Karang) hingga ke arah Barat (Pusentasi) Kota Donggala merupakan daerah pengembangan kawasan pariwisata bahari di Kabupaten Donggala.
2.1.5. Koefisien Dasar Bangunan Dan Koefisien Luas Bangunan
Koefisien dasar bangunan (KDB) pada Bagian Wilayah Kota C adalah 60% - 80% dari luas lahan, dengan ketinggian lantai bangunan yaitu dua lantai.
2.1.6. Intensitas Penggunaan Lahan
Menurut RUTRK (Rencana Umum Tata Ruang Kota) Bagian Wilayah Kota C (BWK C) akan ditempati bangunan tempat tinggal dengan kepadatan kurang lebih 20 – 25 rumah/Ha. Sedangkan lahan/ruang kota yang masih kosong akan ditempati oleh bangunan yang ada kaitannya dengan pendidikan, industri dan sarana pengembangan wisata. Namun yang diutamakan adalah sarana pengembangan pariwita, yang mana sektor ini merupakan objek wisata bahari dengan keanekaragaman biota laut dan terumbu karang.
2.1.7. Organisasi Ruang
Pada proyek ini organisasi ruang terbagi dua, yaitu: organisasi ruang di darat dan organisasi ruang di laut. Organisasi ruang di darat merupakan organisasi ruang untuk bangunan massa banyak dengan jumlah lantai satu atau dua lantai, dimana pangunjung diarahkan untuk terlebih dahulu harus melewati pintu masuk utama, melewati plasa baru kemudian mencapai tujuannya, namun sirkulasi yang dibuat mengarahkan bahkan sedikit memaksa pengunjung untuk pergi ke hotel lepas pantai sebagai bangunan utama dari proyek ini. Selain itu area-area servis sengaja disembunyikan dengan cara memberi hubungan sirkulasi tidak langsung dengan plasa maupun dengan lobi. Area-area yang potensial sengaja ditonjolkan dengan membuat sirkulasi langsung dan menempatkan fasilitas-fasilitas tersebut pada area yang langsung dapat terlihat, misalnya restoran dan fitnes center yang peletakannya pada area yangterbuka serta dapat langsung terlihat dari area sirkulasi pejalan kaki.
Pada bangunan hotel lepas pantai, pengunjung dari darat terlebih dahulu melalui foyer sebelum masuk ke lobi hotel. Dari lobi hotel sirkulasi mulai terbagi, yaitu menuju ke atas, yaitu ke kamar hotel atau menuju kebawah, yang mana terdapat restoran bawah air.
Pegunjung lewat pintu utama
Parkir pengunjung
Ke hotel lepas pantai Ke servis hotel
Gambar 2.1. Organisasi Ruang di Darat Entrance
Dep. Front desk
Front desk
Salon Agen perjalanan Rental shop Money chager
Toko obat Business center ATM
Lobby
Coffee shop Re-
sep-
sionis Toilet
Plasa Dep.
Akuntansi
Adm.
Utama
Dep.
Pemasaran
Banquet hall
Parkir Ruang Karyawan
Ruang Umum Kantor pengelola Servis &
gudang
Loading dock
Servis
cottage Cottage Fitnes center Kolam renang
Restoran
Der- maga
Klinik
Pantai
Sewa alat Penjaga pantai
Servis dan gudang
Load- ing dock
Dermaga barang
Dari resor di pantai
Dari dermaga loading dock di pantai
Gambar 2.2. Organisasi Ruang Hotel Lepas Pantai Dermaga
Foyer
Administrasi Resepsionis Lobby
Coffee shop
R. karyawan
Tangga darurat
Lift
Sewa alat Lift
Selasar
Kamar hotel Tangga darurat
Restoran bawah air
Servis
restoran Servis kamar
Lift barang
Selasar Gudang
Dermaga barang dan karyawan Tangga
darurat
2.1.8. Pemandangan Tapak (site view)
Posisi tapak yang terletak pada bagian tebing dan bagian pantai memiliki pemandangan yang bagus, dari tapak dapat terlihat laut dan daratan di seberang teluk. Untuk pemanfaatan pemandangan (view) yang maksimal pada bagian pantai digunakan untuk area rekreasi dengan memberi gazebo-gazebo pada sekitar pantai, dan menyediakan restoran yang menjual makanan laut (seafood).
Gambar 2.3. Pemandangan Dari Pantai
Pada bagian tapak yang menghadap ke hutan memiliki pemandangan hutan yang masih alami, dimana terdapat beraneka ragam jenis tanaman.
Pemandangan yang menyejukkan dari hutan dimanfaatkan sebagi pemandangan (view) untuk fitnes center dan kantor pengelola.
Gambar 2.4. Pemandangan ke Hutan Dari Tapak
Tapak memiliki potensi yang baik, ini dapat dilihat dari laut dengan menggunakan perahu.
Gambar 2.5. Pemandangan Dari Laut ke Tapak
2.1.9. Sistem Parkir Pada Tapak
Ketentuan parkir yang digunakan yaitu ketentuan parkir pada kawasan pariwisata, dimana perlu adanya taman parkir yang didesain sesuai rencana tapak masing-masing lokasi wisata. Adapun tempat-tempat seperti cottage atau motel yang tersebar di sepanjang jalan, harus menyediakan lahan parkir pada masing- masing halamannya.
Parkir pada tapak diletakkan pada bagian depan tapak, yaitu pada bagian tapak yang dekat dengan jalan. Untuk parkir mobil dan parkir bis, diletakkan pada bagian jalan utama, yaitu Jalan Lingkar Utara, dimana pada bagian ini terdapat pintu masuk utama ke tapak. Sedangkan untuk parkir sepeda motor diletakkan pada area dekat jalan lokal (Jalan Simpang Lingkar Pariwisata), yang mana agak memutar dari pintu masuk utama.
Parkir karyawan diletakkan pada bagiab belakang dekat dengan kantor pengelola, penempatan ini bertujuan untuk memudahkan pencapaian karyawan dari parkir menuju ke kantor pengelola, selain itu juga bertujuan untuk menyembunyikan parkir tersebut agar tidak terlihat oleh pengunjung.
2.1.10. Sistem Penurunan Barang Dan Servis
Sistem penurunan barang (loading dock) dan servis pada tapak terbagi dua, yaitu pada kantor pengelola dan pada area dekat pantai. Pemisahan area servis dan penurunan barang bertujuan untuk memperkecil area pelayanan, dimana pada servis yang terletak pada bangunan kantor pengelola melayani fasilitas-fasilitas antara lain: bangunan penerima (entrance), taman-taman dalam, fitnes center, kolam renang, kantor pengelola dan sebagian dari cottage.
Sedangkan servis yang terletak pada area pantai melayani: restoran, banquet hall, ballroom, sebagian dari cottage dan hotel lepas pantai.
Area penurunan barang pada servis dekat kantor pengelola terdapat pada area parkir karyawan, sedangkan area penurunan barang pada servis yang berada di area pantai terbagi dua, yaitu pada area dekat dermaga barang untuk ke hotel lepas pantai dan pada area dekat bangunan servis. Pemisahan ini bertujuan untuk mempermudah sirkulasi penurunan barang pada tiap-tiap area, dimana kebutuhan pada setiap area servis agak berbeda.
2.2. Pola Penataan Ruang Luar
Penataan ruang luar dibuat sealami mungkin yaitu dengan menghadirkan suasana alami dimana sebagian vegetasi alami yang masih bagus tetap dipertahankan dan sebagian diganti dengan tanaman yang masih merupakan vegetasi lingkungan sekitar, yaitu pohon kelapa dan palem botol. Pola penataan ruang luar mengikuti pola penataan massa bangunan dimana berbentuk melingkar (dapat dilihat pada gambar)
Gambar 2.6. Site Plan
Pada bagian pintu masuk (entrance), pola jalan dibuat melengkung menuju ke pintu masuk utama bangunan dan mengikuti bentuk bangunan. Pemberian taman-taman pada area parkir bertujuan untuk memperindah dan mengasrikan lahan parkir yang gersang akibat banyaknya perkerasan. Taman-taman ini mengikuti bentuk dari area parkir. Pada taman dalam (plaza) dibuat dengan
bentuk bundar, dimana dengan maksud sebagai pusat sebelum menuju ke hotel lepas pantai, air mancur di tengah-tengah merupakan pusat dari plasa ini.
Penataan tempat bermain (play ground) dibuat mengikuti kontur yang ada, dimana sesedikit mungkin merubah bentuk kontur asli tapak. Dasar tempat bemain terbuat dari tanah yang dilapis pasir. Sedangkan pada bagian tepinya diberi tanaman semak berbunga untuk memudahkan pengawasan orang tua.
Untuk jalan pejalan kaki dalam tapak menggunakan pekerasan paving atau batu alam, sedangkan pada area pantai pasir putih jalan pejalan kaki terbuat dari kayu batang kelapa untuk memberi kesan alami pada tapak.
Pohon-pohon pada tapak dipergunakan untuk mengarahkan dan menutupi bagian yang ingin disembunyikan, misalnya pohon kelapa dan palem botol pada plasa tengah yang dibentuk melingkar kemudian pada jalan yang menuju ke hotel lepas pantai pohon kelapa tersebut diletakkan disepanjang jalan untuk mengarahkan pengunjung menuju ke area pantaidan hotel lepas pantai. Untuk pohon-pohon tertentu yang cenderung rendah dipergunakan untuk menutupi area- area servis, misalnya pada area kantor pengelola, area servis restoran, area penurunan barang dan area servis cottage.