PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penilaian kinerja organisasi publik atau Pemerintah Daerah merupakan kegiatan yang sangat krusial dalam proses demokratisasi di era reformasi ini. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Review atas Laporan Kinerja (terlampir) sebagai Acuan Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Hambatan lain terjadi karena konsep akuntabilitas dan kinerja itu sendiri adalah merupakan konsep yang besar dan multi dimensi. Sebagian pakar berpendapat bahwa akuntabilitas adalah merupakan bagian dari indikator kinerja. Akan tetapi sebagian pakar yang lain justru menyatakan bahwa akuntabilitas adalah bukan merupakan indikator kinerja, akan tetapi konsep lain yang sejajar dengan kinerja. Dalam peraturan diatas, pendekatan akuntabilitas dan kinerja lebih kepada pendekatan yang pertama (akuntabilitas adalah merupakan salah satu indikator kinerja).
Konsep kinerja publik muncul untuk menciptakan good governance dalam mengelola urusan-urusan publik. Sehingga dalam menciptakan kinerja publik perlu adanya management strategi yang artinya bahwa visi dan misi tidak akan berarti tanpa adanya aktualisasi kinerja dalam organisasi pemerintahan beserta indikatornya dalam kerangka menciptakan good governance.
Sistem pengendalian ini merupakan infrastruktur bagi manajemen pemerintah kabupaten untuk memastikan bahwa visi, misi dan tujuan strategi pemerintah kabupaten dapat dipenuhi melalui implementasi strategi pencapaian (program dan kegiatan) yang selaras, serasi, dan seimbang. Atas dasar tersebut, siklus sistem AKIP diawali dengan penyusunan Rencana Strategis yang mendefinisikan visi, misi dan tujuan/sasaran strategi tersebut. Sistem pengukuran kinerja dibangun dan dikembangkan untuk menilai sejauh mana capaian kinerja pemerintah Kota Medan yang telah berhasil dicapai pada setiap akhir periode pelaksanaan program/kegiatan, capaian kinerja yang berhasil diperoleh tersebut dikomunikasikan kepada stakeholder dalam wujud Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
BAB I
B. Dasar Hukum
1. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor : XI/MPR/1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme;
2. Undang-Undang Darurat Nomor 8 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota-Kota Besar dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara;
3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah;
8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Perangkat Daerah;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan Daerah;
14. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);
15. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntablitas Kinerja Instansi Pemerintah;
16. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik
18. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Instansi Pemerintah Daerah;
19. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja dan Tatacara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;
20. Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah pada Pemerintah Kota Medan.
21. Peraturan Walikota Medan Nomor 95 Tahun 2017 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Perindusrian Kota Medan
22. Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 8 Tahun 2009 tentang Rencana Pembanguna Jangka Panjang Kota Medan Tahun 2006-2025.
C. Maksud dan Tujuan
Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Akuntabilitas Pemerintah (LAKIP) Dinas Perindustrian Kota Medan Tahun 2018 adalah sebagai berikut :
1. Untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada Walikota sebagai pemberi mandat atas kinerja yang telah dilaksanakan dan yang seharusnya dicapai.
2. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi
3. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.
D. Aspek Strategis
Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor-faktor lingkungan strategis yang dihadapi, maka strategi yang ditetapkan guna mewujudkan tujuan melaluipencapaian beberapa sasaran yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut :
a. Strategi integrasi kebelakang dan pengembangan.
Penetapan strategi integrasi kebelakang dimaksudkan untuk mengendalikan sumber-sumber informasi yang akan dijadikan bahan masukan untuk penyusunan produk perencanaan, dan pengendalian tersebut harus dikelola secara konstruktif dan melembaga tanpa harus mengurangi atau bahkan
menghilangkan kualitas partisipasi aktif warga dalam turut memikirkan kemajuan Kota Medan .
Selain itu kaitan dengan pengembangan produk adalah dimaksud untuk memperbaiki produk perencanaan yang ada dan atau mengembangkan produk perencanaan yang baru, baik yang akan maupun tanpa dilengkapi dengan kekuatan hukum yang diharapkan dapat dijadikan pedoman/rujukan (road map) bagi Pemerintah Kota Medan sendiri. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat dan Organisasi lainnya (termasuk Masyarakat dan Dunia Usaha) sesuai dengan fungsi dan potensi yang dimiliki untuk dapat terlihat dalam pembangunan di Kota Medan .
b. Strategi integrasi kedepan
Penetapan strategi integrasi kedepan dimaksud untuk mengendalikankonsistensi pelaksanaan rencana yang telah disiapkan sebelumnya,disamping juga untuk mengantisipasi munculnya berbagai ekses negatif sebagai bentuk konsukwensi dari penerapan suatu rencana yang telahditetapkan dan dijalankan.
c. Strategi penguatan kedalam
Penetapan strategi penguatan kedalam dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi SDM baik dalam teknis perencanaan, penganggaran maupun dalam pengendalian program pembangunan, menjaga kualitas dan kuantitas sarana prasarana kantor dalam mendukung perencanaan dan pengendalianserta memperbaiki manajemen keuangan organisasi dalam mendukung eksistensi organisasi.
E. Penjelasan Umum Organisasi
Dinas Perindustrian merupakan unsur pelaksana Pemerintah daerah, yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. Dinas Perindustrian mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang perindustrian berdasarkan otonomi dan tugas pembantuan. Dinas Perindustrian menyelenggarakan fungsi :
1. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang perindustrian
2. Melaksanakan pemberian bimbingan, pembinaan dalam pelaksanaan kegiatan industri
3. Menyelenggarakan kerja sama di bidang industri
4. Melaksanakan seluruh kewenangan yang ada sesuai dengan bidang tugasnya 5. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah.
Dinas Perindustrian Kota Medan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah pada Pemerintah Kota Medan. Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dapat dilihat pada Gambar 2.1
Dengan kedudukan sebagai Kepala Dinas Kota Medan setingkat Esselon II yang dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya berkoordinasi dengan Dinas/Instansi terkait serta bertanggung jawab secara langsung kepada Walikota Medan melaui Sekretaris Daerah. Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Medan Nomor 95 Tahun 2018 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Perindustrian Kota Medan, secara umum, Dinas Perindustrian Kota Medan terdiri dari beberapa unsur/orang, yaitu :
Susunan Organisasi Dinas Perindustrian Kota Medan terdiri dari : a) Kepala Dinas
b). Sekretariat membawahi :
Sub Bagian Umum
Sub Bagian Keuangan dan Program
c). Bidang Industri Agro membawahi :
Seksi Agro Hasil Hutan dan Furniture
Seksi Kimia Hulu dan Hilir
Seksi Industri Kecil dan Menengah
d). Bidang Industri Dasar dan Aneka membawahi :
Seksi Industri Logam, Mesin dan Elektronika
Seksi Industri Sandang
Seksi Industri Kimia Bahan Bangunan dan Keramik e). Bidang Pembinaan dan Pengawasan membawahi :
Seksi Pameran dan Promosi
Seksi Informasi Industri
Seksi Penyuluhan
g). UPT. Pusat Industri Kecil (PIK)
Gambar 2.1
Bagan Struktur Organisasi Dinas Perindustrian Kota Medan
Sumber Daya Manusia Dinas Perindustrian Kota Medan Kota Medan s/d 31 Desember 2019
Rincian Uraian Jumlah Pegawai
Jabatan Struktural
Fungsional
14 -
Orang
Eselon II
IIIa IIIb IV
- 1 3 11
Orang Orang Orang Orang
Golongan IV
III II
I
6 43
5 -
Orang Orang Orang Orang
Pendidikan S2
S1 D.III SLTA
SLTP
13 34 5 1 -
Orang Orang Orang Orang Orang
Jumlah 54 Orang
Sumber data : Sub Bagian Umum Dinas Perindustrian Kota Medan TA. 2019
F. Sistematika Penyajian
Laporan Akintabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Perindustrian Kota Medan ini disusun secara terstruktur dan sistematis dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014, dengan sistematiak sebagai berikut :
Bab I : PENDAHULUAN
Bab II : PERENCANAAN KINERJA
Bab III : AKUNTABILITAS KINERJA A. Capaian Kinerja Organisasi B. Realisasi Anggaran
Bab IV – PENUTUP
Lampiran – Lampiran
PERENCANAAN KINERJA
encana Strategis (RENSTRA) Perubahan Tahun 2016-2021 Dinas Perindustrian Kota Medan merupakan suatu dokumen perencanaan strategis sebagaimana kebijakan dan strategi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan RPJMD dan Rencana Strategis.
A. VISI
Sebagaimana telah diketahui Visi dari Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan terpilih dan tercantum di dalam Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) Kota Medan tahun 2016-2021 adalah
“Menjadi Kota Masa Depan yang Multikultural, Berdaya Saing, Humanis, Sejahtera, dan Religius”.
B. Misi
Berdasarkan gambaran dan harapan terwujudnya Medan “Menjadi Kota Masa Depan yang Multikultural, Berdaya Saing, Humanis, Sejahtera dan Religius” maka ditetapkan misi pembangunan kota tahun 2016-2021 sebagai berikut :
1. Menumbuhkembangkan stabilitas, kemitraan, partisipasi dan seluruh pemangku kepentingan pembangunan kota.
2. Menumbuhkembangkan harmonisasi, kerukunan, solidaritas, persatuan dan kesatuan serta keutuhan sosial, berdasarkan kebudayaan daerah dan identitas lokal multikulturalisme.
3. Meningkatkan efisiensi melalui deregulasi dan debirokratisasi sekaligus penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif termasuk pengembangan kreatifitas dan inovasi daerah guna meningkatkan kemampuan kompetitif serta komparatif daerah.
4. Menyelenggarakan tata ruang kota yang konsisten serta didukung oleh ketersediaan
R
BAB II
5. Mendorong peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat melalui peningkatan taraf pendidikan dan kesehatan masyarakat secara merata dan berkeadilan.
6. Mengembangkan kepribadian masyarakat kota berdasarkan etika dan moralitas keberagaman agama dalam bingkai kebhinekaan.
Untuk mendukung Visi Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Periode 2016-2021, sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian Kota Medan meningkatkan aktivas industri guna mendukung perekonomian kota.
. Guna mewujudkan Visi tersebut di atas Dinas Perindustrian Kota Medan telah menetapkan misi yang diemban sebagai berikut :
1. Meningkatnya kinerja usaha industri yang bertumpu pada keunggulan daerah.
2. Meningkatkan kinerja Industri Kecil dan Menengah dalam negeri
3. Meningkatkan kelancaran dan stabilitas sistem produksi Industri Kecil dan Menengah dalam negeri
4. Meningkatkan kinerja sumber daya dinas perindustrian Kota Medan
5. Meningkatkan kualitas hasil produksi Industri Kecil menengah yang bernilai daya saing.
C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai Dinas Perindustrian Kota Medan adalah : 1. Meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah
D. Sasaran dan Indikator Sasaran
Adapun Sasaran sebagai bentuk penjabaran dari Tujuan yang telah ditetapkan di atas, adalah sebagai berikut yaitu :
1. Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil Menengah Indikator Sasaran : Persentase Pertumbuhan Industri Kecil Menengah
2. Meningkatkan Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB, Indikator Sasaran : Persentase Kontribusi sektor industri terhadap PDRB
3. Berkembangnya sentra-sentra industri potensial Indikator Sasaran : Pertumbuhan jumlah sentra-sentra Industri
1. Indikator Kinerja Utama
Setiap instansi pemerintah wajib menetapkan IKU yang menggambarkan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategi instansi. Pentingnya indikator kinerja ini dapat dijelaskan mulai dari pentingnya pengukuran kinerja sampai hal yang rinci dan mengelola instansi secara umum agar berjalan efektif dan efisien.
Penetapan IKU Dinas Perindustrian Kota Medan Nomor 54 tahun 2010 tentang Tata cara pengolahan data dan informasi
Perencanaan Pembangunan Daerah Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, maka IKU Dinas Perindustrian Kota Medan dapat dilihat pada tabel II.1 dibawah ini :
Tabel II.1
Indikator Kinerja Utama (IKU)
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target Tahun 2019
1.
2.
3.
Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB
Berkembangnya Sentra-sentra Industri Potensial
Persentase Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
Persentase Kontribusi Industri Terhadap PDRB
Pertumbuhan Jumlah Sentra- sentra Industri
22,26%
12,43%
9 Sentra
2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2019
Rencana Kerja Tahunan Dinas Perindustrian Kota Medan Tahun 2019 merupakan penjabaran dari sasaran dan program yang ditetapkan dalam Renstra. Perencanaan dan Penetapan Kinerja ditetapkan pada awal Tahun 2019. Perencanaan dan Penetapan Kinerja Tahun 2019 memuat target kinerja Tahun 2019 atas seluruh indikator kinerja pada tingkat kegiatan. Rencana Kerja Tahunan Dinas Perindustrian Kota MedanTahun 2019 dapat dilihat pada Tabel II.2
Tabel II.2
Rencana Kinerja Tahunan (RKT)
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1. Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
Persentase Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
22,26%
2 Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Persentase Kontribusi Industri Terhadap 12,43%
3. PERJANJIAN KINERJA
Perjanjian Kinerja merupakan salah satu unsur penting dalam Sistem Akuntanbilitas kinerja Instansi Pemerintah, berisikan pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antar atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan sumber daya yang dimiliki oleh instansi. Penyusunan Perjanjian Kinerja Dinas Perindustrian Kota Medan mengacu pada Rencana Kinerja Tahunan dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) sebagaimana tabel II.3 dibawah ini :
Tabel II.3
Perjanjian Kinerja (PK)
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
1. Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
Persentase Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
22,26%
2. Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB
Persentase Kontribusi Industri Terhadap PDRB
12,43%
3. Berkembangnya Sentra-sentra Industri Potensial
Pertumbuhan Jumlah Sentra-sentra Industri
9 Sentra
Untuk Sasaran Strategis “Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah” dan Programnya ada 1 (Satu) adalah sebagai berikut :
1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Rp. 4.017.673.780,- 2. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan Rp. 140.127.800,-
Untuk Sasaran Strategis “Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB” Programnya ada 2 (dua) adalah sebagai berikut :
1. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri Rp. 252.578.900,- 2. Program Peningkatan Kapasitas IPTEK Sistem Produksi Rp. 194.010.500 Untuk Sasaran Strategis “Berkembangnya Sentra-sentra Industri Potensial”
Programnya ada 1 (satu) adalah sebagai berikut :
1. Program Pengembangan Sentra-sentra Industri Potensial Rp. 295,500,000.- Untuk Sasaran Strategis “Meningkatnya Daya Saing Produk IKM ” Programnya ada 1 (Satu) adalah sebagai berikut :
1. Program Pengembangan Sentra-sentra Industri Potensial Rp. 13.324.000.- Anggaran tersebut diatas belum termasuk dari program rutin yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian Kota Medan sebagai berikut :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp. 2.763.791.937,- 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Rp. 824.176.280,- 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur Rp. 193.890.600,- 4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan Rp. 38.444.000,- 5. Program Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur Rp. 113.200.000,- Rp. 3.933.502.817,-
AKUNTABILITAS KINERJA A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Pengukuran kinerja merupakan jembatan antara perencanaan strategis dengan pelaporan akuntabilitas. Suatu SKPD dapat dikatakan berhasil jika indikator-indikator yang ditetapkan telah mengarah kepada pencapaian tujuan dan sasaran. Tanpa adanya pengukuran kinerja sangat sulit dicari pembenaran yang logis atas pencapaian tujuan dan sasaran SKPD.
Pegukuran kinerja adalah suatu proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan misi dan visi. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan dengan memanfaatkan data kinerja yang dapat diperoleh melalui data internal dan eksternal.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan tingkat capaian target dari masing-masing indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam rencana strategis dan rencana kinerja. Pengukuran kinerja mencakup tingkat capaian target (rencana tingkat capaian) dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan dan tingkat pencapaian target (rencana tingkat capaian) dari masing-masing kelompok sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen rencana kerja. Pengukuran tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan. Pengukuran kinerja dimaksud dapat dilakukan dengan mengunakan formulir Pengukuran Kinerja (PK) dan formulir Pengukuran Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2019.
Pengukuran pencapaian kinerja dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu metode evaluasi kinerja dan metode perbandingan capaian sasaran. Metode evaluasi kinerja dilakukan dengan menggunakan formulir PK dan RKT, perbandingan dilakukan dengan melihat perbandingan antara rencana dan realisasi untuk masing-masing indikator kinerja kegiatan. Metode ini terutama akan bermanfaat untuk melakukan evaluasi internal atas kelemahan-kelemahan dan kendala-kendala yang terjadi dalam organisasi dalam pelaksanaan
BAB III
dicapai organisasi, selanjutnya akan dilihat performance gap yang ada serta tindakan perbaikan yang diperlukan dimasa yang akan datang.
Metode ini terutama bermanfaat untuk memberikan gambaran kepada pihak-pihak eksternal tentang sejauhmana pelaksanaan misi organisasi dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Namun demikian, sangat disadari bahwa kedua metode tersebut membutuhkan perumusan indikator kinerja yang relevan dan langsung, objektivitas dan tidak bias, spesifik, cukup, kuantitatif, terinci, praktis dan dapat diyakini. Kondisi inilah yang sepenuhnya belum dapat disajikan dalam LAKIP Dinas Perindustrian Kota Medan Tahun 2019 ini. Sampai saat ini keberhasilan program-program banyak diukur dengan menggunakan indikator output dan outcome.
Dalam melakukan evaluasi keberhasilan atau kegagalan capaian kinerja setiap sasaran, maka digunakan skala pengukuran 4 (empat) kategori sebagai berikut :
Tabel III.1
Skala Pengukuran Capaian Sasaran LAKIP Tahun 2019
No Skala Capaian Kinerja Kategori
1 2 3
1 Lebih dari 100 % Sangat Baik
2 76 % sampai 100 % Baik
3 55 % sampai 75 % Cukup
4 Kurang dari 55 % Kurang
A.1. Evaluasi Pengukuran Pencapaian Kinerja
Secara umum Dinas Perindustrian Kota Medan telah mampu merealisir secara maksimal seluruh target-target dari sasaran indikator kinerja 2019 yang ditetapkan dalam Rencana Kinerja Tahun 2019. Dalam melaksanakan (merealisasikan) RKT 2019 yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, Dinas Perindustrian Kota Medan telah berhasil memenuhi sebahagian besar program dan kegiatan yang ada pada tahun 2019.
Nilai capaian kinerja sasaran diperoleh dari hasil perbandingan antara realiasasi dengan target sasaran kinerja yang direncanakan dikali dengan 100%. Sesuai dengan data kinerja tahunan sebagaimana terlihat pada tabel, maka sebaran nilai capaian kinerja sasaran yang direncanakan oleh Dinas Perindustrian Kota Medan tahun 2019, dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Perbandingan antara target dan realisasi tahun 2019
Adapun capaian kinerja tahun 2019 sesuai target kinerja yang telah ditetapkan dalam perjanjian kinerja yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel III.2 dibawah ini:
Tabel III.2
Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2019
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian Target
Kategori 1. Meningkatnya Pertumbuhan
Industri Kecil dan Menengah
Persentase
Pertumbuhan Industri
Kecil dan Menengah 18,22%
25,00 137,21 Sangat Baik
2. Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB
Persentase Kontribusi Industri Terhadap PDRB
12,28% 14,72 119,87 Sangat Baik
3 Berkembangnya Sentra- sentra Industri Potensial
Pertumbuhan Jumlah Sentra-sentra Industri
8 Sentra 6 75 Cukup
Apabila dilihat dari capaian kinerja rata-rata Dinas Perindustrian Kota Medan memperoleh Nilai Sangat Baik.
Berikut penjelasan sesuai dengan Indikator Kinerja Sasaran Dinas Perindustrian Kota Medan : Sasaran Strategis 1 : Meningkatkan Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
Tabel
Pengukuran Kinerja Sasaran Strategis 1 No. Sasaran Strategis (1) Indikator
Kinerja Target Realisas i
% Capaian
Target Kategori
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
Persentase Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
22,26% 23,97% 107,68% Sangat Baik
Rata-rata Tingkat Capaian 107,68% Sangat Baik
Jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) sampai pada tahun 2019 adalah 1072 unit, atau bertambah sebanyak 257 IKM jika dibandingkan dengan tahun 2018 dimana jumlah IKM adalah sebanyak 815 atau meningkat 23,97% realisasi ini melebihi target dimana
Sasaran Strategis 2 :Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB Tabel
Pengukuran Kinerja Sasaran Strategis 2 No. Sasaran Strategis (2) Indikator
Kinerja Target Realisasi % Capaian
Target Kategori
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Meningkatkan Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB
Persentase Kontribusi Industri
Terhadap PDRB
12,43% 14,60% 117,46 % Sangat Baik
Rata-rata Tingkat Capaian 117,46 % Sangat Baik
Berdasarkan pengukuran Indikator Kinerja diatas maka diperoleh persentase tingkat capaian 117,46% atau dikategorikan Sangat Baik, hal ini menunjukan bahwa target yang ditetapkan pada tahun 2019 terealisasi melebihi target yang direncanakan. Realisasi PDRB sektor Industri terhadap PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Rp. 32,49 Persentasenya terhadap PDRB 14,60% dari Total PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Rp.
222.482,4 (nilai dalam triliun rupiah) Target ini melebihi target karena peran dari sektor industri pengolahan mengalami peningkatan.
Sasaran Strategis 3 : Berkembangnya Sentra-sentra Industri Potensial Tabel
Pengukuran Kinerja Sasaran Strategis 3 No. Sasaran Strategis (3) Indikator
Kinerja Target Realisasi % Capaian
Target Kategori
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Berkembangnya Sentra-sentra Industri Potensial
Pertumbuhan Jumlah Sentra-
sentra Industri 9 6 66,67% Cukup
Rata-rata Tingkat Capaian 66,67% Cukup
Berdasarkan pengukuran Indikator Kinerja diatas maka diperoleh persentase tingkat capaian 66,67% atau dikategorikan Cukup, ini berarti realisasi target yang di inginkan tidak tercapai atau stagnan jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2018. Adapun sentra-sentra tersebut sesaui dengan tabel berikut ini :
Sentra-Sentra Industri Potensial s/d Tahun 2018
No. Nama Sentra Alamat Jumlah IKM
(1) (2) (3) (4)
1. Industri Rotan Kecamatan Medan Petisah 30 Unit IKM
2. Industri Bika Ambon Kecamatan Medan Petisah 40 Unit IKM
3. Industri Bordir Kecamatan Medan Kota 55 Unit IKM
4. Industri Sepatu Kecamatan Medan Denai 70 Unit IKM
5. Industri Meubel Kecamatan Medan Barat 10 Unit IKM
6. Industri Konveksi Kecamatan Medan Kota 44 Unit IKM
Sumber data Bidang Industri Agro Dinas Perindustrian Kota Medan
Tabel
1. Perbandingan realisasi Kinerja Tahun Ini dengan Realiasasi Kinerja Tahun Lalu Adapun perbandingan realisasi Kinerja Tahun Ini dengan Realiasasi Kinerja Tahun Lalu dapat dilihat pada tabel III.3. dibawah ini.
Tabel III.3
Perbandingan realisasi Kinerja Tahun Ini dengan Realiasasi Kinerja Tahun Lalu No Sasaran Strategis Indikator Kinerja % Capaian
tahun ini
% Capaian tahun lalu
Naik/turun
% Capaian
1.
Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
Persentase Pertumbuhan Industri Kecil dan
Menengah 107,68% 137,21 -29,53%
2. Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB
Persentase Kontribusi
Industri Terhadap PDRB 117,46% 119,87 -2,41
3 Berkembangnya Sentra-sentra Industri Potensial
Pertumbuhan Jumlah
Sentra-sentra Industri 66,67% 75 -8,33
Rata-rata capaian kinerja 97,27 110,69 110,69
2. Perbandingan realisasi Kinerja Tahun Ini dengan Target Kinerja Jangka Menengah
Perbandingan realisasi Kinerja Tahun Ini dengan Target Kinerja Jangka Menengah dapat dilihat dalam tabel III.4 di bawah ini :
Tabel III.4
Perbandingan realisasi Kinerja Tahun Ini dengan Target Kinerja Jangka Menengah No Sasaran Strategis Indikator Kinerja %Capaian
tahun ini
%capaian Renstra
Trcapai/tdk tercapai
1.
Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
Persentase Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
107,68% 100 % Tercapai
2.
Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB
Persentase Kontribusi Industri
Terhadap PDRB 117,46% 100% Tercapai
3 Berkembangnya Sentra-sentra Industri Potensial
Pertumbuhan Jumlah Sentra-
sentra Industri 66,67% 75% Tidak
Tercapai
Rata-rata capaian kinerja 97,27 88,89
3. Perbandingan realisasi Kinerja Tahun Ini dengan Target Kinerja Nasional
Perbandingan realisasi Kinerja Tahun Ini dengan Target Kinerja Nasional dapat dilihat pada tabel III.5 dibawah ini.
Tabel III.5
Perbandingan realisasi Kinerja Tahun Ini dengan Target Kinerja Nasional
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja %Capaian
tahun ini
% capaian SPM
Tercapai /tdk tercapai
1. Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
Persentase Pertumbuhan Industri
Kecil dan Menengah 107,68% NA NA
2. Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB
Persentase Kontribusi Industri
Terhadap PDRB 117,46% NA NA
3 Berkembangnya Sentra-sentra Industri Potensial
Pertumbuhan Jumlah Sentra-
sentra Industri 66,67% NA NA
Rata-rata capaian kinerja 97,27
4. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Gambaran Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya dapat dilihat dalam tabel III.6 dibawah ini :
Tabel III.6
Analisis atas Efisiensi penggunaan Sumber Daya
No Sasaran Strategis Program Target (Rp) Realisasi (Rp) %
1. Meningkatnya Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah
- Program pengembangan Industri Kecil Menengah - Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan
4.017.673.780 140.127.800
3.142.955.314 96.666.400
78,23 68,98
2 Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri Terhadap PDRB
- Program Peningkatan Kapasitas IPTEK Sistem Produksi
- Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Indusrti
194.010.500
252.578.900
16.573.020
65.087.500
53,49
75,24
3 Berkembangnya Sentra- sentra Industri Potensial
- Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Indusrti
- 13.324.000 -, 0
Rata-rata % realisasi 51,13%
B.2. Aspek Keuangan
No Uraian Target Realisasi %
I Belanja Tidak Langsung 8.952.041.000,- 7.685.468.708,- 90,32 1 Belanja Pegawai 8.952.041.000,- 8.085.633.760,- 90,32 II Belanja Langsung 8.799.997.687,- 5.444.147.477 ,- 58,52
1 Belanja Pegawai 28.960.000,- 24.850.000,- 85,81
2 Belanja Barang dan Jasa 8.037.299.517,- 4.531.372.557.- 56,38
3 Belanja Modal 545.781.280,- 483.945.968,- 74,73
- Tahun 2019 Belanja Pegawai (Belanja Tidak Langsung), Pagu Rp. 8.952.041.000,- dan Realisasi Rp. 7.685.468.708,- atau 90,32%, Bila dibandingkan antara Pagu dengan Realisasi sisa yg tidak terealisasi sebesar 9,68% hal ini disebabkan, tidak pastinya nilai tambahan penghasilan berdasarkan prestasi kerja, dan tambahan penghasilan berdasarkan objektif lainnya
- Belanja Barang dan Jasa (Belanja Langsung), pagu Rp. 8.037.299.517,- dan Terealisasi Rp.
4.531.372,557.- atau 56,38% jika dibandingkan antara pagu dengan realisasi terdapat selisih 43,22%, hal ini disebabkan karena adanya kegiatan yang tidak terlaksana yaitu Kegaitan Perjalanan Dinas Luar daerah dan Magang pelaku IKM ke luar daerah.
- Belanja Modal Pagu Rp. 545.781.280,- terealisasi sebesar Rp. 483.945.968,- atau sebesar 88,67%
jika dibandingkan antara pagu dan realisasi terdapat selisih 11,33% hal ini merupakan sisa pagu/HPS Penawaran Penyedia barang dan jasa.