36
Universitas Kristen Petra
4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1. Profil Responden
Penulis menyebarkan kuesioner kepada 300 responden. Sebanyak 90 kuesioner (30%) disebarkan secara online dan 210 kuesioner (70%) disebarkan secara langsung kepada responden. Penyebaran kuesioner tersebut dilakukan pada tanggal 08 – 15 November 2012.
Tabel 4.1 Tingkat Partisipasi Responden
ONLINE FISIK TOTAL
Kuesioner yang disebarkan 90 210 300
Kuesioner yang dikembalikan 144 184 328 Kuesioner yang terisi dan valid 143 169 312
Kuesioner online yang disebarkan menggunakan media Google Docs, dimana link dari kuesioner tersebut disebarkan melalui situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Blackberry Messenger, dan email. Dari total 300 kuesioner yang disebarkan, kuesioner yang terisi dan dikembalikan kepada penulis adalah sebesar 328 kuesioner. Jumlah tersebut melebihi target responden yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan karena penyebaran kuesioner secara online tidak dilakukan dengan sistem broadcast messages tetapi melalui pendekatan personal yakni memulai percakapan dengan responden terlebih dahulu sebelum memberikan link kuesioner online. Setelah percakapan berlangsung, link kuesiner online diberikan kepada responden dan mengakhiri percakapan dengan berterimakasih kepada responden dan kemudian meminta kesediaannya untuk menyebarkan kuesioner online tersebut kepada saudara atau kerabat lain yang berada di Surabaya. Melalui cara inilah, para responden dapat melihat kesungguhan penulis dalam membutuhkan kesediaan dan bantuan responden dalam pengisian kuesioner serta manfaat dari penelitian yang dilakukan oleh penulis.
Selain itu, beberapa responden yang ditemui dalam pembagian kuesioner secara langsung lebih memilih untuk mengisi kuesioner secara online karena kesibukan yang dimilikinya serta kemudahan akses untuk mengisi kuesioner
37
Universitas Kristen Petra
secara online. Oleh sebab itulah jumlah kuesioner yang didapat melalui penyebaran secara online melebihi target yang ditetapkan oleh penulis. Dari 328 kuesioner tersebut, 144 kuesioner merupakan hasil dari pengisian secara online, sedangkan 184 kuesioner adalah hasil pengisian secara fisik.
Dari 144 kuesioner yang terisi secara online terdapat 1 kuesioner yang tidak valid, karena responden tidak memiliki KTP Surabaya. Sedangkan, dari 184 kuesioner yang dibagi secara langsung terdapat 15 kuesioner yang tidak valid, karena terdapat 14 responden yang tidak memiliki KTP Surabaya dan terdapat 1 responden yang tidak berada di Surabaya selama 3 bulan terakhir (Agustus – November 2012). Secara total, kuesioner yang terisi dan valid adalah sejumlah 312 kuesioner (95.12%).
Menurut usia
Identitas responden menurut kelompok usia disajikan dalam gambar berikut ini:
Gambar 4.1 Usia Responden
Berdasarkan gambar 4.1 diketahui mayoritas responden berumur 17-25 tahun, yaitu sebesar 162 responden (51,9%). Gambar diatas juga menginformasikan bahwa tidak terdapat responden yang berasal dari golongan usia diatas 65 tahun dalam penulisan ini.
Menurut jenis kelamin
Identitas responden menurut jenis kelamin disajikan dalam gambar berikut ini:
38
Universitas Kristen Petra
Gambar 4.2 Jenis Kelamin Responden
Berdasarkan gambar 4.2 diketahui bahwa jumlah responden pria adalah sebanyak 146 orang (53,2%) dan jumlah responden wanita sebesar 166 orang (46,8%). Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah responden wanita sedikit lebih banyak daripada responden pria.
Menurut tingkat pendidikan terakhir
Identitas responden menurut tingkat pendidikan terakhir disajikan dalam gambar berikut ini:
Gambar 4.3 Tingkat Pendidikan Responden
Berdasarkan gambar 4.3 diketahui bahwa sebagian besar responden tingkat pendidikan terakhirnya adalah Strata 1 atau sederajat, yaitu sebanyak 146
39
Universitas Kristen Petra
orang (46,8%). Responden yang tingkat pendidikan terakhirnya adalah SMP atau sederajat jumlahnya paling sedikit, yaitu sebanyak 9 orang (2,9%).
Menurut pekerjaan
Identitas responden menurut pekerjaan disajikan dalam gambar berikut ini:
Gambar 4.4 Pekerjaan Responden
Berdasarkan gambar 4.4 diketahui bahwa mayoritas responden bekerja sebagai pegawai swasta yaitu 122 orang (39,1%). Minoritas responden dalam penulisan ini adalah responden yang bekerja sebagai pegawai negeri, dimana hanya 4 orang (1,3%) saja.
Menurut uang saku atau pendapatan rata-rata per bulan
Identitas responden menurut uang saku atau pendapatan rata-rata per bulan disajikan dalam gambar berikut ini:
40
Universitas Kristen Petra
Gambar 4.5 Pendapatan atau Uang Saku Rata–Rata per Bulan Responden
Berdasarkan gambar 4.5 diketahui bahwa sebagian besar responden berpenghasilan atau memiliki uang saku rata-rata per bulan dibawah Rp 2.500.000 jumlahnya sebanyak 113 orang (36,2%). Responden yang berpenghasilan atau memiliki uang saku rata-rata per bulan diatas Rp 20.000.000 hanya sebesar 28 orang (9%) saja.
Menurut waktu yang dipilih untuk membeli produk–produk pastry dan bakery
Identitas responden menurut waktu yang dipilih untuk membeli produk- produk pastry dan bakery disajikan dalam gambar berikut ini:
61
37
98
116
0 20 40 60 80 100 120 140
Pagi (06.00-10.00) Siang (11.00- 14.00)
Sore (15.00-18.00) Malam (>18.00)
Jumlah Responden
Gambar 4.6 Waktu yang dipilih responden untuk membeli
41
Universitas Kristen Petra
produk–produk pastry dan bakery
Berdasarkan gambar 4.6 diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 116 orang (37,2%), memilih waktu di malam hari (diatas pukul 18.00) untuk membeli produk – produk pastry dan bakery. Responden yang memilih waktu di siang hari (antara pukul 11.00 – 14.00) hanya sebesar 37 orang (11,9%).
Hal ini menunjukkan bahwa responden lebih cenderung memilih waktu di malam hari (di atas pukul 18.00) untuk membeli produk – produk pastry dan bakery.
Menurut besarnya pengeluaran dalam sekali pembelian produk–produk pastry dan bakery
Identitas responden menurut besarnya pengeluaran dalam sekali pembelian produk–produk pastry dan bakery disajikan dalam gambar berikut ini:
Gambar 4.7 Besarnya pengeluaran responden dalam sekali pembelian produk-produk pastry dan bakery
Berdasarkan gambar 4.7 diketahui bahwa mayoritas responden sebanyak 112 orang (35,9%), mengeluarkan dana sekitar Rp 25.001 sampai dengan Rp 50.000 dalam sekali pembelian produk-produk pastry dan bakery. Responden yang mengeluarkan dana lebih dari Rp 150.000 dalam sekali pembelian produk- produk pastry dan bakery hanya sebanyak 5 orang (1,6%).
42
Universitas Kristen Petra
Menurut untuk siapa produk-produk pastry dan bakery di konsumsi Identitas responden menurut untuk siapa produk-produk pastry dan bakery di konsumsi disajikan dalam gambar berikut ini:
Gambar 4.8 Untuk siapa produk – produk pastry dan bakery di konsumsi
Berdasarkan gambar 4.8 diketahui bahwa sebagian besar responden mengkonsumsi produk – produk pastry dan bakery ditujukan untuk keluarga, yaitu sebesar 185 orang (59,3%), dan juga untuk diri sendiri yaitu sebesar 108 orang (34,6%). Responden yang mengkonsumsi produk – produk pastry dan bakery untuk suami atau istri hanya 4 orang (1,3%) saja.
Menurut ketertarikan untuk mencoba varian baru produk pastry dan bakery Identitas responden menurut ketertarikan untuk mencoba varian baru produk pastry dan bakery disajikan dalam gambar berikut ini:
Gambar 4.9 Ketertarikan responden untuk mencoba varian baru produk pastry dan bakery
43
Universitas Kristen Petra
Berdasarkan gambar 4.9 diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 236 orang (75,6%) tertarik untuk mencoba varian baru produk pastry dan bakery , sedangkan responden yang tidak tertarik untuk mencoba varian baru produk pastry dan bakery sebanyak 76 orang (24,4%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki ketertarikan yang tinggi untuk mencoba varian baru produk – produk pastry dan bakery.
4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas
Sebelum mulai membagikan kuesioner, penulis melalukan uji validitas dan reliabilitas dengan cara membagikan 30 kuesioner secara acak.
4.2.1. Uji Validitas
Hasil yang didapatkan dari uji validitas tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas
INDIKATOR
UJI VALIDITAS Koefisien
Korelasi
Significan
Value Simpulan X1
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Cetak (Koran, Majalah, Tabloid, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.392 0.3 Valid
X2
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Elektronik (TV, Radio, Website, Situs Jejaring Sosial, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.391 0.3 Valid
X3
Mencari / mendapatkan informasi terlebih dahulu dari teman atau kerabat dekat sebelum
mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.849 0.3 Valid
X4
Saya mencari / mendapatkan informasi terlebih dahulu dari teman atau kerabat dekat sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.359 0.3 Valid
X5 Saya lebih suka untuk membeli produk-produk
pastry dan bakery yang dijual di luar mall. 0.196 0.3 Tidak Valid X6 Saya memilih waktu-waktu tertentu untuk
membeli produk-produk pastry dan bakery. 0.377 0.3 Valid X7
Saya cenderung menyukai atau terpaku pada merek atau brand tertentu dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.491 0.3 Valid
X8 Saya suka untuk mencoba varian produk baru dari
produk-produk pastry dan bakery. 0.221 0.3 Tidak
Valid
X9
Saya mengkonsumsi kembali produk-produk pastry dan bakery yang sama karena kepuasan yang didapat.
0.370 0.3 Valid
44
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas (lanjutan)
INDIKATOR
UJI VALIDITAS Koefisien
Korelasi
Significan
Value Simpulan
X10
Saya merekomendasikan produk-produk pastry dan bakery yang saya konsumsi kepada orang lain.
0.262 0.3 Tidak
Valid
X11
Saya memberi saran atau masukan kepada penjual produk-produk pastry dan bakery setelah
mengkonsumsinya.
0.407 0.3 Valid
X12 Keluarga : Ayah, Ibu dan saudara kandung 0.380 0.3 Valid X13 Sanak saudara atau kerabat, seperti Kakek, Nenek,
Paman, Bibi 0.349 0.3 Valid
X14 Teman atau rekan kerja 0.494 0.3 Valid
X15 Pengganti Nasi sebagai sumber karbohidrat utama 0.436 0.3 Valid X16 Tampilan atau presentasi produk yang menarik 0.255 0.3 Tidak Valid X17 Variasi produk-produk pastry dan bakery yang
beragam 0.311 0.3 Valid
X18 Harga dari produk pastry dan bakery yang relatif
terjangkau 0.100 0.3 Tidak
Valid X19 Produk pastry dan bakery mudah disimpan 0.419 0.3 Valid X20 Produk pastry dan bakery mudah dibawa 0.428 0.3 Valid X21 Kecenderungan untuk menyukai produk pastry
dan bakery dari suatu merek tertentu 0.539 0.3 Valid X22 Sebagai pengganti Sarapan / Makan Pagi 0.555 0.3 Valid
X23 Sebagai pengganti Makan Siang 0.557 0.3 Valid
X24 Sebagai pengganti Makan Malam 0.385 0.3 Valid
X25 Sebagai camilan untuk mengisi waktu luang 0.439 0.3 Valid X26 Dapat dikonsumsi tanpa menggunakan peralatan
makan 0.426 0.3 Valid
X27 Dapat dikonsumsi sambil melakukan pekerjaan
yang lain 0.446 0.3 Valid
X28
Produk pastry dan bakery diyakini lebih sehat karena kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin yang terkandung di dalamnya
0.386 0.3 Valid
Dari uji validitas yang dilakukan, setiap indikator dinyatakan valid apabila nilai koefisien korelasinya di atas 0.3, sehingga terdapat 5 indikator yang dinyatakan tidak valid yaitu variabel X5, X8, X10, X16, dan X18. Oleh karena itu, indikator-indikator tersebut dikeluarkan dari pertanyaan kuesioner, sehingga untuk selanjutnya dalam penulisan ini indikator yang digunakan hanya 23 indikator.
45
Universitas Kristen Petra
4.2.2. Uji Reliabilitas
Uji reabilitas dilakukan dengan cara menyebar 30 kuesioner secara acak.
Koefisien Cronbach’s Alpha digunakan dalam penulisan ini untuk mengukur reliabilitas. Indikator pengukuran dikatakan reliabel apabila memiliki nilai koefisien lebih besar dari 0.7. Berikut adalah hasil uji reliabilitas kuesioner:
Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas
INDIKATOR
UJI RELIABILITAS Cronbrach's
Alpha
Koefisien
Alpha Simpulan X1
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Cetak (Koran, Majalah, Tabloid, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.717 0.7 Reliabel
X2
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Elektronik (TV, Radio, Website, Situs Jejaring Sosial, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.716 0.7 Reliabel
X3
Mencari / mendapatkan informasi terlebih dahulu dari teman atau kerabat dekat sebelum
mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.714 0.7 Reliabel
X4
Mencari / mendapatkan informasi terlebih dahulu dari teman atau kerabat dekat sebelum
mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.717 0.7 Reliabel
X5 Memilih waktu-waktu tertentu untuk membeli
produk-produk pastry dan bakery. 0.716 0.7 Reliabel
X6
Cenderung menyukai atau terpaku pada merek atau brand tertentu dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
0.710 0.7 Reliabel
X7 Mengkonsumsi kembali produk-produk pastry dan
bakery yang sama karena kepuasan yang didapat. 0.719 0.7 Reliabel X8
Memberi saran atau masukan kepada penjual produk-produk pastry dan bakery setelah mengkonsumsinya.
0.714 0.7 Reliabel
X9 Keluarga : Ayah, Ibu dan saudara kandung 0.716 0.7 Reliabel X10 Sanak saudara atau kerabat, seperti Kakek, Nenek,
Paman, Bibi 0.717 0.7 Reliabel
X11 Teman atau rekan kerja 0.716 0.7 Reliabel
X12 Pengganti Nasi sebagai sumber karbohidrat utama 0.713 0.7 Reliabel X13 Variasi produk-produk pastry dan bakery yang
beragam 0.720 0.7 Reliabel
X14 Produk pastry dan bakery mudah disimpan 0.719 0.7 Reliabel X15 Produk pastry dan bakery mudah dibawa 0.719 0.7 Reliabel X16 Kecenderungan untuk menyukai produk pastry dan
bakery dari suatu merek tertentu 0.711 0.7 Reliabel
X17 Sebagai pengganti Sarapan / Makan Pagi 0.705 0.7 Reliabel
X18 Sebagai pengganti Makan Siang 0.708 0.7 Reliabel
X19 Sebagai pengganti Makan Malam 0.715 0.7 Reliabel
X20 Sebagai camilan untuk mengisi waktu luang 0.717 0.7 Reliabel X21 Dapat dikonsumsi tanpa menggunakan peralatan
makan 0.718 0.7 Reliabel
46
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas (lanjutan)
INDIKATOR
UJI RELIABILITAS Cronbrach's
Alpha
Koefisien
Alpha Simpulan X22 Dapat dikonsumsi sambil melakukan
pekerjaan yang lain 0.718 0.7 Reliabel
X23
Produk pastry dan bakery diyakini lebih sehat karena kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin yang terkandung di dalamnya
0.717 0.7 Reliabel
Setelah dilakukan uji reliabilitas, semua indikator dinyatakan reliabel karena nilai Cronbrach’s Alpha dari setiap variabel diatas 0.7. Dengan demikian seluruh indikator dapat digunakan dalam penulisan ini.
4.3. Analisa Statistik Deskriptif
Analisa statistik deskriptif yang digunakan dalam penulisan ini adalah analisa mean. Analisa mean akan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu analisa mean untuk perilaku konsumsi, analisa mean untuk faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi, dan analisa mean untuk konsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Dalam penulisan ini, penulis menggunakan skala likert dalam penilaian responden, dimana skala ini terdiri dari 5 jenjang penliaian yaitu: skor 1 untuk sangat tidak setuju, skor 2 untuk tidak setuju, skor 3 untuk netral, skor 4 untuk setuju, dan skor 5 untuk sangat setuju. Oleh karena itu diperlukan interval nilai dalam mengelompokkan nilai mean, yaitu sebagai berikut:
Interval Kelas = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah = 5 – 1 = 1,33
Jumlah Kelas 3
Dengan demikian, kisaran nilai yang digunakan untuk memudahkan pengklasifikasian mean adalah sebagai berikut:
Rendah : memiliki nilai 1,00 ≤ X ≤ 2,33 Sedang : memiliki nilai 2,34 ≤ X ≤ 3,67 Tinggi : memiliki nilai 3,68 ≤ X ≤ 5,00
47
Universitas Kristen Petra
4.3.1 Analisa Mean Perilaku Konsumsi
Hasil analisa mean untuk mengetahui perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.4 Nilai Mean Perilaku Konsumsi
INDIKATOR MEAN STD.
DEVIASI KET.
Tahap Pra- pembelian
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Cetak (Koran, Majalah, Tabloid, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
2.99 1.049 Sedang
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Elektronik (TV, Radio, Website, Situs Jejaring Sosial, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
3.13 1.081 Sedang
Mencari / mendapatkan informasi terlebih dahulu dari teman atau kerabat dekat sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
3.71 1.058 Tinggi
Tahap Pembelian
Saya lebih suka untuk membeli produk- produk pastry dan bakery yang dijual di dalam mall.
3.37 0.977 Sedang Saya memilih waktu-waktu tertentu untuk
membeli produk-produk pastry dan bakery. 3.19 1.045 Sedang Saya cenderung menyukai atau terpaku pada
merek atau brand tertentu dalam
mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
3.50 1.094 Sedang
Tahap Paska- pembelian
Saya mengkonsumsi kembali produk-produk pastry dan bakery yang sama karena kepuasan yang didapat.
4.24 0.753 Tinggi
Saya memberi saran atau masukan kepada penjual produk-produk pastry dan bakery setelah mengkonsumsinya.
2.81 1.019 Sedang
Berdasarkan hasil nilai mean dari tabel 4.4 di atas, dapat dikatakan bahwa kecenderungan perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery pada tahap pra-pembelian adalah mencari atau mendapatkan informasi yang didapatkan dari teman atau kerabat dekat yaitu dengan nilai mean 3,71. Masyarakat Surabaya lebih cenderung untuk mencari informasi terlebih dahulu dari teman atau kerabat daripada dari media elektronik maupun media cetak sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
48
Universitas Kristen Petra
Pada tahap pembelian, indikator yang menunjukkan kecenderungan perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery adalah cenderung menyukai atau terpaku pada merek atau brand tertentu dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery, dengan nilai mean 3,5. Masyarakat Surabaya lebih cenderung untuk menyukai atau terpaku oleh suatu merek tertentu dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery, daripada mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery yang dijual di dalam mall.
Pada tahap paska pembelian, kecenderungan perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery adalah mengkonsumsi kembali produk-produk pastry dan bakery yang sama karena kepuasan yang didapat, dengan nilai mean 4,24. Kecenderungan yang ada, masyarakat Surabaya akan mengkonsumsi kembali produk-produk pastry dan bakery yang sama karena kepuasan yang didapat, daripada memberikan saran atau masukan kepada penjual produk-produk pastry dan bakery setelah mengkonsumsinya.
4.3.2 Analisa Mean Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi
Hasil nilai mean untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.5 Nilai Mean Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi produk-produk pastry dan bakery
NO FAKTOR INDIKATOR MEAN STD
DEV KET.
1
Motivasi akan kebutuhan fisiologis
Sebagai pengganti makan pagi (sarapan) 3.35 1,176 Sedang Sebagai pengganti makan siang 2.46 1,057 Sedang Sebagai pengganti makan malam 2.54 1,110 Sedang
2 Gaya Hidup
Pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat utama 2.99 1,151 Sedang Dapat dikonsumsi sambil menyelesaikan pekerjaan
yang lain 4.20 0.727 Tinggi
Dapat dikonsumsi tanpa menggunakan peralatan
makan 4.10 0.748 Tinggi
Sebagai camilan untuk mengisi waktu luang 4.02 0.858 Tinggi Produk pastry&bakery diyakini lebih sehat karena
kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin yang terkandung di dalamnya
3.20 0.952 Sedang
49
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.5 Nilai Mean Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi produk-produk pastry dan bakery (lanjutan)
NO FAKTOR INDIKATOR MEAN STD
DEV KET.
3 Kelompok Referensi
Keluarga : Ayah, Ibu dan saudara kandung 3.66 0.935 Sedang Sanak saudara atau kerabat, seperti Kakek, Nenek,
Paman, Bibi 3.06 1,012 Sedang
Teman atau rekan kerja 3.82 0.831 Tinggi
4 Persepsi
Variasi produk pastry dan bakery 4.00 0.748 Tinggi Produk-produk pastry dan bakery mudah disimpan 3.76 0.842 Tinggi Produk-produk pastry dan bakery mudah dibawa 4.03 0.701 Tinggi 5 Sikap Kecenderungan untuk menyukai produk pastry dan
bakery dari suatu merek tertentu 3.76 0.894 Tinggi
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, dapat dilihat bahwa faktor yang paling tinggi dalam membentuk perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery adalah produk-produk pastry dan bakery dapat dikonsumsi sambil melakukan pekerjaan yang lain, dengan nilai mean sebesar 4,20. Faktor yang paling rendah dalam membentuk perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery adalah sebagai pengganti makan siang, dengan nilai mean sebesar 2,46.
4.3.3 Analisa Mean Produk-Produk Pastry dan Bakery
Kisaran nilai yang digunakan untuk memudahkan pengklasifikasian mean frekuensi konsumsi produk-produk pastry dan bakery adalah sebagai berikut:
Sangat jarang (< 3 kali dalam satu bulan) : memiliki nilai mean 1.00 – 1.80 Jarang (3 – 4 kali dalam satu bulan) : memiliki nilai mean 1.81 – 2.60 Kadang-kadang (5 – 8 kali dalam satu bulan) : memiliki nilai mean 2.61 – 3.40 Sering (9 – 10 kali dalam satu bulan) : memiliki nilai mean 3.41 – 4.20 Sangat sering (>10 kali dalam satu bulan) : memiliki nilai mean 4.21 – 5.00
Hasil analisa mean untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.6 Nilai Mean Konsumsi produk-produk pastry dan bakery
50
Universitas Kristen Petra
INDIKATOR MEAN STD.
DEVIASI KET.
Pastry Products
Kue Kontinental (Puding, cake, waffle,
crepes) 2.42 1.120 Jarang
Kue Oriental (jajanan pasar, kue-kue tradisional Indonesia, dan aneka bubur manis)
2.70 1.119 Kadang- kadang
Bakery Products
Roti (roti tawar; donat; pao; roti isi manis seperti selai buah-buahan, kacang-kacangan, dan cokelat; roti isi asin seperti keju, daging dan sosis)
3.53 1.054 Sering
Produk Laminasi (Croissant, Puff
Pastry, dan Danish) 2.45 1.196 Jarang
Berdasarkan nilai mean dari tabel 4.6 di atas, produk pastry dan bakery yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Surabaya adalah produk bakery yakni roti (roti tawar; donat; pao; roti isi manis seperti selai buah-buahan, kacang- kacangan, dan cokelat; roti isi asin seperti keju, daging dan sosis) dengan frekuensi konsumsi 9 – 10 kali dalam satu bulan. Produk pastry dan bakery yang jarang dikonsumsi oleh masyarakat Surabaya adalah produk kue Kontinental (pudding, cake, waffle, dan crepes) dan produk laminasi (Croissant, Puff Pastry, dan Danish) yaitu dengan frekuensi konsumsi 3 – 4 kali dalam satu bulan.
4.4. Analisa Top Two Boxes dan Bottom Two Boxes
Dalam penulisan ini, digunakan analisa Top Two Boxes (TTB) dimana penulis mengakumulasikan dua nilai teratas jawaban responden pada skala likert, yaitu jawaban sangat setuju (5) dan setuju (4). Selain itu juga menggunakan analisa Bottom Two Boxes (BTB) dimana penulis mengakumulasikan dua nilai terbawah jawaban responden pada skala likert, yaitu jawaban sangat tidak setuju (1) dan tidak setuju (2). Penulis juga akan menyertakan jawaban responden pada kategori netral (3).
Apabila jawaban responden adalah 5 (sangat setuju) dan 4 (setuju), berarti responden setuju. Sebaliknya, apabila jawaban responden adalah 1 (sangat tidak setuju) dan 2 (tidak setuju), berarti responden tidak setuju terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-
51
Universitas Kristen Petra
produk pastry dan bakery. Hasil analisa Top Two Boxes dan Bottom Two Boxes disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 4.7 Analisa Top Two Boxes dan Bottom Two Boxes
NO INDIKATOR
TOP TWO BOXES
(%)
NETRAL (%)
BOTTOM TWO BOXES
(%) 1 Dapat dikonsumsi sambil melakukan pekerjaan
yang lain 88.5 8.6 2.9
2 Dapat dikonsumsi tanpa menggunakan peralatan
makan 84.0 12.8 3.2
3 Produk pastry dan bakery mudah dibawa 83.0 14.4 2.6 4 Sebagai camilan untuk mengisi waktu luang 81.1 13.8 5.1 5 Variasi produk-produk pastry dan bakery yang
beragam 79.2 18.2 2.6
6 Produk pastry dan bakery mudah disimpan 71.5 19.2 9.3
7 Teman atau rekan kerja 70.8 22.1 7.1
8 Kecenderungan untuk menyukai produk pastry dan
bakery dari suatu merek tertentu 68.3 22.7 9.0
9 Keluarga: Ayah, Ibu, dan saudara kandung 63.8 25.6 10.6 10 Sebagai pengganti sarapan atau makan pagi 59.6 18.3 22.1 11
Produk pastry dan bakery diyakini lebih sehat karena kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin yang terkandung didalamnya
37.8 43.3 18.9
12 Pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat utama 37.5 26.6 35.9 13 Sanak saudara atau kerabat; seperti Kakek, Nenek,
Paman, Bibi 36.2 34.9 28.9
14 Sebagai pengganti makan malam 20.5 24.7 54.8
15 Sebagai pengganti makan siang 17.3 25.3 57.4
Dari tabel 4.7 di atas, dapat diketahui bahwa dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery, responden setuju jika produk-produk pastry dan bakery dapat dikonsumsi sambil menyelesaikan pekerjaan yang lain. Selain itu, responden juga setuju bahwa produk-produk pastry dan bakery dapat dikonsumsi tanpa menggunakan peralatan makanan. Di sisi lain, responden menyatakan tidak setuju bahwa produk-produk pastry dan bakery dikonsumsi sebagai pengganti makan siang dan sebagai pengganti makan malam.
52
Universitas Kristen Petra
4.5. Analisa Faktor
Analisa faktor digunakan untuk menggolongkan faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk- produk pastry dan bakery. Dalam analisa faktor ini, indikator-indikator yang dianalisa dianggap sebagai indikator yang tidak terikat dengan faktor-faktor sebelumnya dan merupakan pertimbangan dari masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Dari hasil analisa yang didapat, nilai KMO dalam penulisan ini adalah sebesar 0.704 yang berarti korelasi antara pasangan-pasangan indikator dapat diterima dan diuji lebih lanjut karena berada pada tingkatan sedang (midding).
Dari 15 indikator yang dianalisa dengan metode analisa faktor, dapat digolongkan menjadi 5 faktor. Penggolongan tersebut dapat dilihat dari tabel berikut ini.
Tabel 4.8 Total Variance Explained
Com
Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings
Rotation Sums of Squared Loadings Tot. % of
Var. Cum. % Tot. % of Var.
Cum.
% Tot. % of Var.
Cum.
% 1 3,319 22,129 22,129 3,319 22,129 22,129 2,286 15,243 15,243 2 2,020 13,465 35,594 2,020 13,465 35,594 2,053 13,687 28,930 3 1,693 11,290 46,883 1,693 11,290 46,883 1,895 12,631 41,561 4 1,164 7,762 54,646 1,164 7,762 54,646 1,645 10,969 52,530 5 1,015 6,765 61,410 1,015 6,765 61,410 1,332 8,880 61,410
6 .974 6,490 67,901
7 .883 5,884 73,784
8 .682 4,544 78,328
9 .645 4,298 82,626
10 .594 3,962 86,589
11 .462 3,082 89,671
12 .418 2,785 92,456
13 .416 2,770 95,226
14 .383 2,557 97,783
15 .333 2,217 100,000
53
Universitas Kristen Petra
Dari tabel Rotated Component Matrix, ke-5 faktor hasil penggolongan setelah dirotasikan, dapat diketahui besarnya kontribusi masing-masing faktor tersebut terhadap perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Tabel 4.9 Rotated Components Matrix
NO Variabel Component
1 2 3 4 5
X12 Pengganti Nasi sebagai sumber karbohidrat utama .771
X19 Sebagai pengganti Makan Malam .757
X18 Sebagai pengganti Makan Siang .743
X17 Sebagai pengganti Sarapan .556
X22 Dapat dikonsumsi sambil menyelesaikan pekerjaan
yang lain .791
X21 Dapat dikonsumsi tanpa menggunakan peralatan
makan .780
X20 Sebagai camilan untuk mengisi waktu luang .572 X23
Produk yang diyakini lebih sehat karena kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin yang terkandung di dalamnya
.417
X10 Mendapat pengaruh dari Sanak saudara atau kerabat,
seperti Kakek, Nenek, Paman, Bibi .793
X19 Mendapat pengaruh dari Keluarga : Ayah, Ibu dan
saudara kandung .762
X11 Mendapat pengaruh dari Teman atau rekan kerja .704 X13 Variasi produk-produk pastry dan bakery .733 X14 Produk-produk pastry dan bakery yang mudah
disimpan .631
X15 Produk-produk pastry dan bakery yang mudah
dibawa .618
X16 Kecenderungan untuk menyukai produk pastry dan
bakery dari suatu merek tertentu .738
Setelah ditentukan terdapat 5 faktor yang terbentuk, langkah selanjutnya adalah mengetahui kelayakan suatu variabel masuk dalam faktor baru. Untuk menentukan variabel mana yang akan masuk ke suatu faktor, dilihat nilai loading faktor (komponen matriks) yang terbesar. Komponen matriks hasil proses rotasi (rotated component matrix) memperlihatkan distribusi variabel yang lebih jelas dan nyata. Berikut analisisnya:
54
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.10 Nilai Loading Faktor Baru
No Faktor Baru Nama Variabel Loading Loading
Varians
% Varians
1
Subtitusi produk sumber karbohidrat
X12 Pengganti Nasi sebagai sumber karbohidrat utama 0.771
22,129
X19 Sebagai pengganti Makan Malam 0.757
X18 Sebagai pengganti Makan Siang 0.743
X17 Sebagai pengganti Sarapan 0.556
2 Gaya hidup
X22 Dapat dikonsumsi sambil menyelesaikan pekerjaan yang lain 0.791
13,465 X21 Dapat dikonsumsi tanpa menggunakan peralatan makan 0.78
X20 Sebagai camilan untuk mengisi waktu luang 0.572 X23
Produk yang diyakini lebih sehat karena kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin yang terkandung di dalamnya
0.417
3 Kelompok referensi
X10 Mendapat pengaruh dari Sanak saudara atau kerabat, seperti
Kakek, Nenek, Paman, Bibi 0.793
11,290 X9 Mendapat pengaruh dari Keluarga : Ayah, Ibu dan saudara
kandung 0.762
X11 Mendapat pengaruh dari Teman atau rekan kerja 0.704 4 Persepsi
X13 Variasi produk-produk pastry dan bakery 0.733
7,762 X14 Produk-produk pastry dan bakery yang mudah disimpan 0.631
X15 Produk-produk pastry dan bakery yang mudah dibawa 0.618 5 Sikap X16 Kecenderungan untuk menyukai produk pastry dan bakery
dari suatu merek tertentu 0.738 6,765
Dari tabel 4.10 diatas, dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery adalah :
Faktor 1: Substitusi produk sumber karbohidrat
Dalam hal ini motivasi terhadap kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan akan pangan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery. Motivasi tersebut antara lain adalah sebagai pengganti sarapan atau makan pagi (X17), sebagai pengganti makan siang (X18), dan sebagai pengganti makan malam (X19). Namun demikian, presentasi konsumen yang setuju untuk mengganti makan siang dan makan malam dengan mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery hanya 17.3% dan 20.5%. Hal tersebut berarti bahwa beberapa orang sudah mulai mempertimbangkan produk-produk pastry dan bakery dapat menggantikan menu makan siang dan makan malam, akan tetapi belum dapat menggantikan sepenuhnya karena hanya sebagian kecil saja yang sudah mempertimbangkannya.
Selain itu, faktor produk-produk pastry dan bakery dapat menjadi pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat utama (X12) yang awalnya diturunkan dari
55
Universitas Kristen Petra
variabel gaya hidup bergeser pada variabel motivasi akan kebutuhan fisiologis. Oleh sebab itu, gabungan dari kedua faktor tersebut mengeliminasi faktor motivasi kebutuhan fisiologis dan menghasilkan faktor baru yaitu faktor substitusi produk sumber karbohidrat utama. Faktor pertama ini menyumbang kontribusi sebesar 22.129% dalam memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Faktor 2 : Gaya hidup
Gaya hidup yang dimiliki oleh masyarakat Surabaya juga menjadi pertimbangan terhadap perilaku konsumsinya dalam mengkonsumsi produk- produk pastry dan bakery. Beberapa bentuk gaya hidup tersebut antara lain dapat dikonsumsi sambil menyelesaikan pekerjaan yang lain (X22), dapat dikonsumsi tanpa menggunakan peralatan makan (X21), sebagai camilan untuk mengisi waktu luang (X20), serta produk-produk pastry dan bakery yang diyakini lebih sehat karena kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin yang terkandung di dalamnya (X23). Faktor kedua ini menyumbang kontribusi sebesar 13.465% dalam memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Faktor 3 : Kelompok referensi
Kelompok referensi yang diyakini pendapatnya dapat menjadi pertimbangan masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery adalah kelompok referensi primer dan kelompok referensi sekunder.
Kelompok referensi primer meliputi keluarga inti seperti Ayah, Ibu, dan saudara kandung (X9), sedangkan kelompok referensi sekunder meliputi sanak saudara atau kerabat seperti Kakek, Nenek, Paman, dan Bibi (X10), juga teman dan rekan kerja lainnya (X11). Faktor ketiga ini menyumbang kontribusi sebesar 12.950% dalam memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
56
Universitas Kristen Petra
Faktor 4 : Persepsi
Persepsi yang dipertimbangkan oleh masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery dibentuk melalui faktor stimulus dan faktor individual. Faktor stimulus yang didapat dari variasi produk-produk pastry dan bakery yang beraneka ragam (X13) dan juga faktor individual yang didapat dari produk-produk pastry dan bakery yang mudah disimpan (X14) dan dibawa (X15). Faktor ke empat ini menyumbang kontribusi sebesar 7.762% dalam memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Faktor 5 : Sikap
Perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk- produk pastry dan bakery juga mempertimbangkan sikap yang cenderung untuk menyukai produk-produk pastry dan bakery dari suatu merek atau brand tertentu (X16). Faktor pertama ini menyumbang kontribusi sebesar 6.765% dalam memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
4.6. Analisa Statistik Inferensial
Dalam penulisan ini penulis menggunakan 2 metode analisa statistik inferensial, yaitu analisa Mann-Withney U-Test dan analisa One Way ANOVA.
Analisa Mann-Withney U-Test digunakan untuk membandingkan perilaku masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery yang terdiri dalam 2 kelompok data (berdasarkan jenis kelamin), sedangkan analisa One Way ANOVA digunakan untuk membandingkan perilaku masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery yang terdiri dari lebih dari 2 kelompok data yaitu berdasarkan usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan tingkat pendapatan.
4.6.1. Mann-Whitney U-Test
Dalam penulisan ini penulis menggunakan analisa Mann-Whitney U-Test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perilaku masyarakat Surabaya
57
Universitas Kristen Petra
dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery antara pria dan wanita.
Dalam Mann-Whitney U-Test, berlaku hal-hal seperti berikut ini :
- Apabila tingkat signifikansi dari pengujian yang dilakukan lebih besar dari 0.05, maka hal ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku antara pria dan wanita dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
- Apabila tingkat signifikansi dari pengujian yang dilakukan kurang dari 0.05, maka hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan perilaku antara pria dan wanita dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Hasil analisa Mann-Whitney U-Test disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 4.11 Hasil Mann-Whitney U-Test
TAHAPAN INDIKATOR MEAN RANK SIG. KET.
Tahap Pra- pembelian
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Cetak (Koran, Majalah, Tabloid, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Pria 153.24
0.534 Sama Wanita 159.37
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Elektronik (TV, Radio, Website, Situs Jejaring Sosial, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Pria 159.59
0.555 Sama Wanita 153.79
Mencari / mendapatkan informasi terlebih dahulu dari teman atau kerabat dekat sebelum mengkonsumsi produk- produk pastry dan bakery.
Pria 146.29
0.050 Berbeda Wanita 165.48
Tahap Pembelian
Saya lebih suka untuk membeli produk- produk pastry dan bakery yang dijual di dalam mall.
Pria 161.72
0.316 Sama Wanita 151.91
Saya memilih waktu-waktu tertentu untuk membeli produk-produk pastry dan bakery.
Pria 158.71
0.671 Sama Wanita 154.56
Saya cenderung menyukai atau terpaku pada merek atau brand tertentu dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Pria 164.49
0.125 Sama Wanita 149.47
Tahap Paska Pembelian
Saya mengkonsumsi kembali produk- produk pastry dan bakery yang sama karena kepuasan yang didapat.
Pria 159.42
0.548 Sama Wanita 153.93
Saya memberi saran atau masukan kepada penjual produk-produk pastry dan bakery setelah mengkonsumsinya.
Pria 168.32
0.023 Berbeda Wanita 146.10
Tabel 4.11 di atas menunjukan hasil dari uji Mann-Whitney U-Test. Dari pengujian yang dilakukan, terdapat 2 indikator yang memiliki tingkat signifikasi
58
Universitas Kristen Petra
kurang dari 0.05. Kedua indikator tersebut adalah mencari atau mendapat informasi dari teman sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery, dan memberi saran atau masukan kepada penjual produk-produk pastry dan bakery setelah mengkonsumsinya. Oleh sebab itu, dari pengujian yang dilakukan Hipotesa 1 dalam penelitian ini diterima, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perilaku antara pria dan wanita dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery. Perbedaan yang ada terdapat pada tahap pra-pembelian dan tahap paska pembelian. Pada tahap pembelian tidak terdapat perbedaan perilaku antara pria dan wanita dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
Berdasarkan dari tabel 4.12 diatas, pada tahap pra-pembelian dapat dilihat bahwa responden pria memiliki kecenderungan untuk tidak mencari atau mendapat informasi dari teman sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery. Disisi lain pada tahap paska pembelian, responden pria lebih cenderung untuk memberi saran atau masukan kepada penjual produk-produk pastry dan bakery setelah mengkonsumsinya. Hal tersebut bertolak belakang dengan perilaku responden wanita yang justru cenderung untuk mencari atau mendapat informasi dari teman sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery pada tahap pra-pembelian dan cenderung untuk tidak memberikan saran atau masukan kepada penjual produk-produk pastry dan bakery setelah mengkonsumsinya pada tahap paska pembelian.
4.6.2. Analisis Varian Satu Jalan (One Way ANOVA)
Analisa One Way ANOVA digunakan untuk membandingkan perilaku masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery yang terdiri dari lebih dari 2 kelompok data. Analisa ini digunakan untuk melihat apakah ada perbedaan perilaku konsumsi produk produk pastry dan bakery masyarakat Surabaya berdasarkan perbedaan usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan tingkat pendapatan. Dalam Analisa One Way ANOVA berlaku hal-hal seperti berikut ini :
- Apabila tingkat signifikansi dari pengujian yang dilakukan lebih besar dari 0.05, maka hal ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan
59
Universitas Kristen Petra
bakery dilihat dari segi usia, tingkat pendidikan, pekerjaan dan tingkat pendapatan responden.
- Apabila tingkat signifikansi dari pengujian yang dilakukan kurang dari 0.05, maka hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan perilaku masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery dilihat dari segi usia, tingkat pendidikan, pekerjaan dan tingkat pendapatan responden.
Berdasarkan usia
Hasil dari pengujian One Way ANOVA berdasarkan usia disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 4.12 Hasil Analisa One Way ANOVA berdasarkan usia
TAHAPAN INDIKATOR MEAN SIG. KET.
Tahap Pra- pembelian
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Cetak (Koran, Majalah, Tabloid, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
17-25 Tahun 2.88
0.009 Berbeda 26-35 Tahun 2.95
36-45 Tahun 2.96 46-55 Tahun 3.55 56-65 Tahun 3.45 Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari
Media Elektronik (TV, Radio, Website, Situs Jejaring Sosial, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
17-25 Tahun 3.09
0.267 Sama 26-35 Tahun 3.12
36-45 Tahun 2.98 46-55 Tahun 3.48 56-65 Tahun 3.36 Mencari / mendapatkan informasi terlebih
dahulu dari teman atau kerabat dekat sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
17-25 Tahun 3.82
0.204 Sama 26-35 Tahun 3.61
36-45 Tahun 3.47 46-55 Tahun 3.61 56-65 Tahun 4.00
Tahap Pembelian
Lebih suka untuk membeli produk-produk pastry dan bakery yang dijual di dalam mall.
17-25 Tahun 3.53
0.011 Berbeda 26-35 Tahun 3.11
36-45 Tahun 3.31 46-55 Tahun 3.06 56-65 Tahun 3.64
Memilih waktu-waktu tertentu untuk membeli produk-produk pastry dan bakery.
17-25 Tahun 3.23
0.721 Sama 26-35 Tahun 3.09
36-45 Tahun 3.06 46-55 Tahun 3.27 56-65 Tahun 3.36
Cenderung menyukai atau terpaku pada merek atau brand tertentu dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
17-25 Tahun 3.52
0.322 Sama 26-35 Tahun 3.26
36-45 Tahun 3.47 46-55 Tahun 3.73 56-65 Tahun 3.73
Tahap Paska Pembelian
Mengkonsumsi kembali produk-produk pastry dan bakery yang sama karena kepuasan yang didapat.
17-25 Tahun 4.28
0.153 Sama 26-35 Tahun 4.04
36-45 Tahun 4.22 46-55 Tahun 4.30 56-65 Tahun 4.55
Memberi saran atau masukan kepada penjual produk-produk pastry dan bakery setelah mengkonsumsinya.
17-25 Tahun 2.79
0.07 Sama 26-35 Tahun 2.60
36-45 Tahun 2.84 46-55 Tahun 3.24 56-65 Tahun 2.91
60
Universitas Kristen Petra
Dilihat dari segi usia, terdapat 2 indikator yang memiliki tingkat signifikansi dibawah 0.05. Kedua indikator tersebut antara lain adalah mencari atau mendapat informasi dari teman sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery dan lebih suka untuk membeli produk-produk pastry dan bakery yang dijual di dalam mall.
Dari kedua hal tersebut, maka Hipotesa 2 dalam penelitian ini diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaaan perilaku masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery dari segi usia.
Perbedaan yang ada terlihat pada tahap pra-pembelian dan pada tahap pembelian sedangkan pada tahap paska pembelian tidak terdapat perbedaan perilaku masyarakat Surabaya dalam mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery dari segi usia.
Pada tahap pra-pembelian, responden yang berusia 46 – 55 tahun lebih cenderung untuk mencari atau mendapat informasi dari media cetak terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery dibandingkan dengan responden yang berada pada golongan usia lainnya.
Pada tahap pembelian, responden yang berusia 56 – 65 tahun, lebih cenderung untuk membeli produk-produk pastry dan bakery yang dijual di dalam mall jika dibandingkan dengan responden yang berada pada golongan usia lainnya.
Berdasarkan tingkat pendidikan
Hasil dari pengujian One Way ANOVA berdasarkan tingkat pendidikan terakhir disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 4.13 Hasil Analisa One Way ANOVA berdasarkan tingkat pendidikan
TAHAPAN INDIKATOR MEAN SIG. KET.
Tahap Pra- pembelian
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Cetak (Koran, Majalah, Tabloid, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
SMP / Sederajat 3.22
0.066 Sama SMA / Sederajat 3.18
Diploma / Sederajat 3.10 S1 / Sederajat 2.92
S2 / S3 2.62
Mendapatkan informasi terlebih dahulu dari Media Elektronik (TV, Radio, Website, Situs Jejaring Sosial, dll) sebelum mengkonsumsi produk-produk pastry dan bakery.
SMP / Sederajat 3.00
0.055 Sama SMA / Sederajat 3.31
Diploma / Sederajat 3.37 S1 / Sederajat 3.07
S2 / S3 2.74