3. METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Pada penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kausal. Penelitian ini merupakan studi yang meneliti hubungan sebab-akibat, yakni meneliti akibat yang ditimbulkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat (Kuncoro, 2009).
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif.
Pendekatan kuantitatif merupakan penelitian pendekatan ilmiah terhadap pengambilan keputusan manajerial dan ekonomi yang bertujuan untuk mendapatkan bukti hubungan sebab-akibat atau pengaruh dari variabel-variabel penelitian.
Metode kuantitatif merupakan penelitian yang sifatnya dapat dihitung dengan menggunakan metode statistik (Kuncoro, 2009). Tujuan pendekatan kuantitatif ini adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori, dan atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi, oleh karena itu metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas (Sugiyono, 2012).
3.2. Gambaran Populasi dan Sampel
Populasi dan sampel merupakan obyek yang memenuhi suatu karakteristik dalam penelitian ini. Menentukan obyek dalam penelitian ini sangatlah penting agar dapat memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian.
3.2.1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penulis untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap dan tidak tetap pada Hotel berbintang di Jawa Timur.
3.2.2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012). Teknik pengambilan sampel yang digunakan penulis adalah purposive sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik pemilihan sampel ketika penulis memiliki data tentang populasi dalam bentuk sampling frame dan penulis kemudian memilih sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu dan penilaian penulis untuk mengarahkan sampel terpilih sesuai dengan tujuan penulis (Abdillah & Hartono, 2015). Penulis menggunakan teknik ini dikarenakan adanya pertimbangan karakteristik khusus dari sampel yang ingin diteliti. Karakteristik tersebut adalah karyawan tetap maupun tidak tetap yang bekerja minimal 3 bulan pada departemen Front Office, Housekeeping, Food and beverage service, Kitchen, dan Back Office pada Hotel berbintang di Jawa Timur.
Jumlah sampel yang diinginkan oleh penulis adalah 210 orang, dengan proporsi 105 orang mengalami shift kerja tetap dan 105 orang lainnya mengalami shift kerja rotasi.
3.3. Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini membutuhkan data yang diperoleh dari populasi atau sampel. Data tersebut kemudian diolah menjadi suatu informasi yang digunakan untuk menentukan kesimpulan.
3.3.1. Jenis Data
Menurut Kuncoro (2009, p.145), data merupakan sekumpulan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Data ini perlu disusun dan disimpan dengan menggunakan metode tertentu, sehingga jika diperlukan sewaktu-waktu dapat dicari dengan mudah dan cepat. Secara umum dapat kita ketahui bahwa jenis data terbagi menjadi dua, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Sugiyono (2012) mengatakan bahwa data kuantitatif adalah data yang menggambarkan realita yang disimbolkan secara numerik, sedangkan data kualitatif merupakan data yang menggambarkan realita secara deskriptif melalui kata-kata, kalimat, maupun secara uraian. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif.
3.3.2. Sumber Data
Di dalam penelitian ini digunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Menurut Kuncoro (2009, p.127) sumber data umumnya berasal dari:
1. Data primer
Data primer merupakan data yang diperoleh dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data original (Kuncoro, 2009, p.127). Data primer ini didapat melalui kuesioner (daftar pertanyaan) yang dibagikan kepada 210 karyawan yang bekerja di Hotel berbintang di Jawa Timur. Serta melakukan wawancara terhadap beberapa karyawan di Hotel bintang di Jawa Timur yang dapat membantu penulis dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data (Kuncoro, 2009, p.127). Dalam penelitian ini penulis mengambil data sekunder dari jurnal, buku-buku, referensi, maupun sumber lainnya yang relevan dengan penelitian.
3.4. Metode dan Teknik Pengumpulan Data
Data primer dalam penelitian ini diambil menggunakan metode survei lapangan, yaitu melalui penyebaran kuesioner. “Kuesioner adalah metode pengumpulan data primer menggunakan sejumlah item pertanyaan atau pernyataan dengan format tertentu” (Abdillah & Hartono, 20015, p.52). Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Membagikan kuesioner sesuai dengan standar karakteristik yang diperlukan.
2. Kuesioner yang telah diisi oleh responden dikumpulkan, disortir, dan kemudian diberi skor.
Kuesioner yang dibagikan merupakan kuesioner dengan close ended question, di mana jawaban responden telah dibatasi dengan alternatif jawaban yang telah disediakan oleh penulis dengan interval 0 sampai dengan 3 dimana angka 0 menunjukkan nilai terendah dan angka 3 menunjukkan nilai tertinggi. Berdasarkan
skala tersebut, maka jawaban responden berdasarkan kuesioner diberi nilai sebagai berikut:
Tabel 3.1. Kategori Jawaban
0 1 2 3
SJ J KK S
Keterangan:
SJ : Sangat Jarang (dengan frekuensi <1 hari dalam satu minggu) J : Jarang (dengan frekuensi 1-2 hari dalam satu minggu) KK : Kadang-kadang (dengan frekuensi 3-4 hari dalam satu minggu) S : Sering (dengan frekuensi 5-7 hari dalam satu minggu)
Pengisian kuesioner ini meminta responden untuk mengisi kuesioner tentang apa yang responden rasakan terhadap pernyataan-pernyataan yang telah disediakan di dalam kuesioner yang disebarkan dalam penelitian. Kuesioner yang disebarkan adalah kuesioner yang diadaptasi dari panduan jurnal oleh Moon et al., (2017) yang berjudul “The Center for Epidemiologic Studies Depression Scale is an adequate screening instrument for depression and anxiety disorder in adults with congential heart disease” untuk mengukur tingkat depresi seseorang, yaitu CES-D Scale (Center for Epidemiological Studies Depression Scale). CES-D berisi 20 item pernyataan yang nantinya dinilai secara pribadi oleh responden dari skala 0 sampai 3 sesuai kondisi pribadi responden.
3.5. Definisi Operasional Variabel
Variabel penelitian merupakan target utama penelitian, sebelum data-data penelitian dikumpulkan, maka terlebih dahulu perlu merinci fungsi-fungsi variabel yang diangkat dalam penelitian. Hal ini berguna dalam menentukan rancangan yang dipakai (Sugiyono, 2012). “Variabel adalah karakteristik partisipan atau situasi pada suatu penelitian yang memiliki nilai berbeda pada studi tersebut. Suatu variabel harus memiliki variasi atau perbedaan nilai atau level atau kategori”
(Abdillah & Hartono, 2015, p.17). Variabel dalam penelitian ini ada dua macam yaitu variabel bebas (Independent Variable) dan variabel terikat (Dependent
Variable). Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (terikat) (Sugiyono, 2011).
Variabel terikat menurut Sugiyono (2011) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Dalam penelitian ini, shift kerja merupakan variabel bebas (x) sedangkan depresi merupakan variabel terikat (y).
1. Shift Kerja (x)
Shift kerja yang berlaku di hotel-hotel berbintang di Jawa Timur pada umumnya adalah sitem 3 shift yaitu shift pagi (07.00-15.00), siang (15.00- 23.00), dan malam (23.00-07.00). Secara garis besar, shift kerja yang diteliti adalah:
Shift kerja tetap, merupakan shift yang jam kerjanya tidak berubah- ubah sehingga karyawan bekerja hanya pada jam kerja yang telah ditentukan.
Shift kerja rotasi, merupakan Shift yang jam kerjanya dilaksanakan dengan cara bergantian, yakni karyawan pada periode tertentu bergantian dengan karyawan pada periode berikutnya untuk melakukan pekerjaan yang sama. Menurut Kang et al., (2017) karyawan yang bekerja dalam shift kerja rotasi adalah karyawan yang bekerja berdasarkan jadwal kerja dengan siklus 24 jam ( dalam periode 4-6 hari pada satu shift pagi/siang/malam, dan dengan waktu libur 1-2 hari sebelum berpindah ke shift berikutnya ).
2. Depresi (y).
Depresi adalah gangguan perasaan yang ditandai dengan efek disforik (kehilangan kegembiraan atau gairah) yang sering terjadi di tengah masyarakat seperti pada karyawan hotel. Dalam DSM-IV-TR (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders fourth edition Text Revision) oleh American Psychiatric Association (2005) dituliskan kriteria depresi mayor yang ditetapkan apabila sedikitnya 5 dari gejala di bawah ini telah ditemukan dalam jangka waktu 2 minggu yang sama dan merupakan satu perubahan pola fungsi dari sebelumnya, paling tidak satu gejalanya ialah salah satu dari mood tertekan atau hilangnya minat atau kesenangan (tidak termasuk gejala-gejala
yang jelas yang disebabkan kondisi medis umum, atau mood delusi atau halusiasi yang tidak kongruen). Dengan adanya teori tersebut, instrumen yang sesuai untuk mendeteksi depresi karyawan adalah dengan menggunakan CES-D Scale karena menurut Shafer (2006) faktor-faktor yang terdapat dalam CES-D Scale adalah sebagai berikut:
Pengaruh Depresi (negatif) merupakan perasaan-perasaan, emosi, atau suasana hati yang negatif, seperti perasaan sedih, tertekan, kesepian, dan menangis.
Gejala Somatik yaitu gejala psikologis yang dirasakan berkaitan dengan kondisi/keadaan tubuh, seperti merasa terganggu, berkurang/bertambahnya nafsu makan, membutuhkan usaha lebih besar dalam mengerjakan sesuatu, kesulitan tidur atau tidur tidak nyenyak, dan sulit untuk memulai sesuatu.
Pengaruh Positif merupakan perasaan, emosi, atau susasana hati yang positif, seperti perasaan gembira, senang, memiliki harapan, dan merasa diri baik.
Relasi Interpersonal yaitu merupakan peerasaan negatif yang dirasakan individu yang berkaitan dengan perilaku orang lain, seperti tidak bersahabat dan merasa tidak disukai.
Tabel 3.2. Faktor dan Item CES-D Scale
No Faktor-faktor Poin dalam kuisioner
1 Pengaruh depresi (negatif)
Saya tetap merasa sedih meskipun orang-orang terdekat saya berusaha menghibur
Saya merasa tertekan
Saya merasa hidup saya adalah suatu kegagalan
Saya merasa takut
Saya merasa kesepian
Saya menangis sepanjang waktu
Saya merasa sedih
2 Gejala somatik Saya merasa mudah terganggu dengan hal-hal yang biasanya tidak mengganggu bagi saya
Saya merasa tidak ingin makan (nafsu makan saya berkurang)
Saya merasa kesulitan untuk fokus pada apa yang saya kerjakan
Tabel 3.2. Faktor dan Item CES-D Scale (Sambungan)
Saya berusaha lebih keras dari biasanya dalam menyelesaikan pekerjaan saya
Tidur saya tidak nyenyak (sering terbangun)
Saya bicara lebih sedikit dari biasanya
Saya tidak berminat untuk melakukan kegiatan apapun
3 Pengaruh positif
Saya merasa bahwa diri saya sama baiknya dengan orang lain
Saya merasa optimis akan masa depan saya
Saya merasa bahagia
Saya menikmati hidup saya
4 Relasi Interpersonal Orang-orang tidak ramah terhadap saya
Saya merasa orang-orang tidak menyukai saya
Kuesioner CES-D Scale versi Bahasa Indonesia diadaptasi dari tesis oleh Kusuma (2011) yang kemudian dibagikan kepada karyawan tetap dan tidak tetap yang bekerja minimal tiga bulan dengan menggunakan sistem shift pada Hotel berbintang di Jawa Timur khususnya di departemen Front Office, Housekeeping, Food and beverage service, Kitchen, dan Back Office. Fenomena depresi yang kami dapatkan setelah survei pada hotel berbintang di Jawa Timur adalah kurangnya istirahat pada karyawan yang mengalami perpindahan shift secara terbalik (jumping shift). Hal ini dialami oleh karyawan dari berbagai departemen yang memberlakukan jam kerja shift secara rotasi. Dengan adanya perubahan tersebut dapat mengakibatkan gangguan irama tubuh (circadian rhythms) yang menimbulkan kerugian terhadap kemampuan fisik dan mental karyawan shift, khususnya ketika perubahan shift kerja dan shift malam (Kroemer, 2017, p.260).
3.6. Teknik Analisa Data
Teknik pengolahan data menggunakan perhitungan komputasi program SPSS (Statistical Program for Social Science) yaitu suatu program komputer statistik yang mampu memproses data statistik secara tepat dan cepat, menjadi berbagai output yang dikehendaki para pengambil keputusan. Analisa data adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus atau dengan aturan- aturan yang ada sesuai dengan pendekatan penelitian (Arikunto, 2006, p.239).
Analisis data dilakukan dengan tujuan untuk menguji hipotesis dalam rangka penarikan kesimpulan.
3.6.1. Uji Validitas
Validitas digunakan untuk mengetahui apakah alat ukur yang dipakai (kuesioner) telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur. Suatu kuesioner dikatakan valid sempurna bila bebas dari kesalahan random atau kesalahan sistem. Tingkat validitas dapat terlihat dari menghitung korelasi secara parsial dari masing-masing butir pertanyaan dalam kuesioner dengan total jumlah variabel yang diteliti. Menurut Sugiyono (2011, p.179) jika hasil variabel menunjukkan nilai yang signifikan yaitu kurang dari 5%
dimana r hitung ≥ r tabel (0,3), maka butir-butir pertanyaan tersebut dikatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.
Uji validitas dilakukan pada tanggal 21-22 Mei 2018 dengan cara menyebarkan kuesioner online kepada 30 responden. Berikut adalah hasil dari uji validitas:
Tabel 3.3. Hasil Uji Validitas Faktor Depresi pada CES-D Scale
No Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
Pengaruh Depresi (Negatif)
1 Saya tetap merasa sedih meskipun orang- orang terdekat saya berusaha menghibur
0,881 0,3 Valid
2 Saya merasa tertekan 0,750 0,3 Valid
3 Saya merasa bahwa hidup saya adalah suatu kegagalan
0,754 0,3 Valid
4 Saya merasa takut 0,750 0,3 Valid
5 Saya merasa kesepian 0,740 0,3 Valid
6 Saya menangis sepanjang waktu 0,453 0,3 Valid
7 Saya merasa sedih 0,653 0,3 Valid
Tabel 3.3. Hasil Uji Validitas Faktor Depresi pada CES-D Scale (Sambungan)
Gejala Somatik
1
Saya merasa terganggu dengan hal-hal yang biasanya tidak mengganggu bagi saya
0,706 0,3 Valid
2 Saya merasa tidak ingin makan (nafsu
makan saya berkurang) 0,627 0,3 Valid
3 Saya merasa kesulitan untuk fokus pada
apa yang saya kerjakan 0,513 0,3 Valid
4 Saya berusaha lebih keras dari biasanya
dalam menyelesaikan pekerjaan saya 0,506 0,3 Valid
5 Tidur saya tidak nyenyak (sering
terbangun) 0,418 0,3 Valid
6 Saya bicara lebih sedikit dari biasanya 0,739 0,3 Valid
7 Saya tidak berminat untuk melakukan
kegiatan apapun 0,557 0,3 Valid
Pengaruh Positif
1 Saya merasa bahwa hidup saya sama
baiknya dengan orang lain 0,583 0,3 Valid
2 Saya merasa optimis akan masa depan
saya 0,803 0,3 Valid
3 Saya merasa bahagia 0,877 0,3 Valid
4 Saya menikmati hidup saya 0,875 0,3 Valid
Relasi Interpersonal
1 Orang-orang tidak ramah terhadap saya 0,884 0,3 Valid
2 Saya merasa orang-orang tidak menyukai
saya 0,829 0,3 Valid
Sumber: Hasil Perhitungan Uji Validitas menggunakan SPSS versi 16.0.
Dari hasil uji validitas pada tabel di atas, dapat dikatakan bahwa keseluruhan faktor untuk depresi dinyatakan valid karena memenuhi persyaratan koefisien korelasi data (r hitung) lebih besar atau sama dengan korelasi tabel (r tabel) sebesar 0,3. Keseluruhan faktor dinyatakan valid, sehingga tidak ada faktor yang dihilangkan untuk proses pengolahan data selanjutnya.
3.6.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah derajat ketepatan, atau keakuratan yang ditunjukkan oleh instrumen. Reliabilitas alat ukur menunjukkan sejauh mana alat pengukuran (kuesioner) dapat diandalkan dan dapat diramalkan. Menurut Arikunto (2006, p.223) suatu kuesioner dapat dikatakan handal atau reliable jika kuesioner dalam satu variabel memiliki jawaban yang konsisten atau stabil dari waktu ke waktu, dengan syarat nilai dari uji reliabilitas menunjukkan α ( Cronbach’s Alpha ) > 0,6.
Uji Reliabilitas pada penelitian ini dilakukan bersamaan dengan uji validitas. Berikut adalah hasil dari uji reliabilitas faktor depresi:
Tabel 3.4. Hasil Uji Reliabilitas Faktor Depresi dalam CES-D Scale
No Faktor Nilai Cronbach’s Alpha Keterangan
1 Pengaruh Depresi (Negatif) 0,840 Reliable
2 Gejala Somatik 0,643 Reliable
3 Pengaruh Positif 0,779 Reliable
4 Relasi Interpersonal 0,634 Reliable
Sumber: Hasil Pengolahan Data dari SPSS versi 16.0.
Melalui uji reliabilitas yang telah dilakukan terhadap 30 kuesioner di atas, dapat dilihat bahwa alat ukur penelitian berupa kuesioner ini adalah reliabel karena nilai Cronbach’s Alpha-nya lebih besar dari 0,6. Dengan uji reliabilitas terkait faktor di atas, maka data dapat dianalisa lebih lanjut.
3.6.3. Analisa Statistik Deskriptif
Sugiyono (2012, p.147) menyebutkan bahwa teknik analisis data pada penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif. Statistik deskriptif menurut Sugiyono (2012, p.148) adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagai mana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Gambaran data meliputi nilai maksimum, minimum, mean dan standar deviasi dari variabel penelitian.
Untuk melakukan analisa deskriptif jawaban responden mengenai variabel-variabel penelitian, penulis perlu mengetahui kelas untuk mengkategorikan jawaban responden, dengan melihat total nilai atau total skor jawaban responden pada CES-D Scale. Menurut Weissman et al., dalam Moon et al., (2017) kategori tersebut adalah:
a. Tidak Depresi (total skor 0-9), b. Depresi Ringan (total skor 10-15), c. Depresi Sedang ( total skor 16-24), dan d. Depresi Berat (total skor 25 keatas).
3.6.4. Chi-Square
Menurut Efferin et al., (2008, p. 167) Chi-Square test sebagai alat bantu untuk melakukan analisis terhadap perbedaan diantara proporsi populasi berdasarkan pada dua atau lebih sampel, independensi dari respons gabungan (joint response) terhadap dua categorical variable. Metode ini juga dapat dipergunakan untuk melakukan uji terhadap selisih atau varian dari populasi serta untuk menentukan apakah sekelompok data yang dipakai sebagai obyek penelitian sesuai dengan probabilitas distribusi. Menurut Mendenhall et al., dalam Efferin et al., (2008) Chi-Square test merupakan salah satu metode statistik yang sangat berguna untuk diterapkan dalam penelitian akuntansi, mengingat berbagai keputusan dari pihak manajemen memerlukan dukungan analisis data yang akurat dan dapat diandalkan. Pengujian Chi-Square menggunakan Program SPSS versi 16.0.
3.6.5. Multiple Logistic Regression (Regresi Logistik Berganda)
Variabel dalam penelitian ini bukan merupakan variabel numeric, sehingga menurut Berenson dalam Efferin et al., (2008) pendekatan alternatif yang dapat dilakukan dalam kondisi ini adalah regresi logistik. Pendekatan ini memungkinkan penggunaan model regresi untuk seperangkat variabel yang telah ada sebelumnya.
Model regresi logistik ini berdasar pada odds ratio, yang mempresentasikan probabilitas suatu kesuksesan dibandingkan dengan probabilitas kegagalan.
Formula yang mendefinisikan odds ratio adalah sebagai berikut:
𝑶𝒅𝒅𝒔 𝑹𝒂𝒕𝒊𝒐 = 𝐏𝐫𝐨𝐛𝐚𝐛𝐢𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐒𝐮𝐤𝐬𝐞𝐬 𝟏 − 𝐏𝐫𝐨𝐛𝐚𝐛𝐢𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐒𝐮𝐤𝐬𝐞𝐬
Dalam penelitian ini, digunakan beberapa variabel independen dan satu variabel dependen yang dikotomus (depresi atau tidak depresi). Oleh karena itu, menurut Efferin (2008, p.240) model regresi logistik berganda yang digunakan adalah:
ln ( 𝑝
1 − 𝑝 ) = 𝑎 + 𝑏 1 𝑥 1 + 𝑏 2 𝑥 2 + … + 𝑏 𝑘 𝑥 𝑘
Keterangan:
ln ( 𝑝
1−𝑝) = Logodd (logit). Logaritma natural dari odds.
Odds rasio = probabilitas suatu peristiwa untuk terjadi dan probabilitas suatu peristiwa untuk tidak terjadi.
α = Konstanta (intersep).
b1, b2, … bk = Koefisien regresi variabel independen (slope).
X1, X2, … Xk =Variabel independen yang pengaruhnya akan diteliti.
p = Probabilitas untuk terjadinya “peristiwa” dari variabel dependen yang dikotomus.