• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PUBLIC RELATIONS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STRATEGI PUBLIC RELATIONS"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PUBLIC RELATIONS FAJAR CIREBON DALAM MENINGKATKAN CITRA MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM

Ainun Hakimatus Sa’diah1 Dr. Amalia Djuwita, Dra., M.M.²

1Program Studi Public Relations, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom [email protected] 1

[email protected]²

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Strategi Public Relations Fajar Cirebon Dalam Meningkatkan Citra Melalui Media Sosial Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Informan penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling melibatkan dua informan kunci, satu informan ahli, dan dua informan pendukung. Hasil dari penelitian yaitu menunjukan bahwa strategi yang di lakukan oleh Harian Fajar Cirebon dengan media sosial Instagram @fajar.cirebon dalam meningkatkan citra yaitu dengan melakukan analisis situasi seperti melihat adanya peluang atau keunggulan dalam penggunaan media sosial Instagram; menarik banyak pembaca dan followers dengan konten – konten berita yang bermutu dan aktual, serta menerima banyak masukan dan saran agar bisa menjadi lebih baik kedepannya.

Kata Kunci: Followers, Harian Fajar Cirebon, Instagram, Strategi Public Relations.

Abstract

This research was conducted to find out how Strategy Public Relations Fajar Cirebon in Improving Image Through Social Media Instagram. The method used in this study is a qualitative method. Data collection was done by interview and direct observation. The informants of this study were selected using a purposive sampling technique involving two key informants, one expert informant, and two supporting informants. The results of the study show that the strategy taken by Fajar Cirebon Daily with Instagram social media @fajar.cirebon in improving the image is by analyzing situations such as seeing opportunities or advantages in using Instagram social media; attracting many readers and followers with quality and actual news content, and receiving lots of input and suggestions so that it can be better in the future.

Keywords: Fajar Cirebon Daily, Followers, Instagram, Public Relations Strategy.

PENDAHULUAN

Perusahaan yang bergerak dalam bidang Media Massa Cetak & Digital yang diteliti oleh peneliti, yaitu Perusahaan Fajar Cirebon. diketahui fajar cirebon telah banyak melakukan inovasi untuk menyebarkan berita- berita menarik dari wilayah III Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) baik berita dalam bentuk media cetak maupun dalam bentuk media digital. Yang telah didirikan pada hari Rabu 02 Mei 2012 oleh manager fajar cirebon yaitu Mawa Bagja, fajar cirebon adalah sebuah perusahan Media Massa Cetak & Digital yang berlokasi di wilayah Cirebon. Tujuan pendirian perusahaan ialah sebagai media dengan fungsi pemberi informasi, kritik sosial dan sosial kritik, menyuguhkan hiburan dan menjadi wahana pembelajaran bagi warga bangsa secara holistik. Terlebih ketika perkembangan teknologi semakin meningkat, fajar cirebon berinovasi dengan menggunakan beberapa media digital salah satunya ialah media digital Instagram yang banyak digunakan oleh kalangan milenial.

Fajar Cirebon selaku media berita tentu menjaga citranya dalam media online secara konsisten dengan menaruh hal – hal yang positif kepada setiap pembaca di berbagai kalangan. Untuk Fajar Cirebon merambah hampir di seluruh media digital mampun media cetak yang dapat di akses seperti Website, Instagram, TikTok, Twitter, Youtube & Koran. Dominasi di dunia virtual dikarenakan saat ini media online menjadi perhatian sehari- hari bagi seluruh kalangan. Hal tersebut sudah menjadi tugas bagi seorang public relations untuk menjaga citra perusahaan. Menurut Jefkins dalam Soemirat dan Ardianto (2012:114), citra diartikan sebagai kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamannya.

Instagram Fajar Cirebon @fajar.cirebon bergabung dengan aplikasi Instagram pada tanggal 30 Desember 2015 sampai hingga waktu saat ini sudah diikuti sebesar 2.732 pengikut dan 1.662 unggahan foto dan video. Diantara lain sebagian besar konten yang di unggah oleh akun Instagram @fajar.cirebon berisikan mengenai informasi

(2)

berita pilihan dari website fajarcirebon.com, yang bertujuan untuk memberikan informasi berita dari seluruh penjuru Indonesia kepada masyarakat ataupun kepada pengikut instagram @fajar.cirebon.

Gambar 1. Beranda Instagram @fajar.cirebon

Sumber: https://instagram.com/fajar.cirebon?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Pada Tanggal 31 januari 2022, Postingan Instagram yang berupa video reels yang memiliki captions “Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu yang beragendakan pengambilan persetujuan Hak Interpelasi Anggota DPRD Indramayu kepada bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar Ricuh, Senin (31/1). Kericuhan tersebut dipicu saat anggota DPRD Indramayu dari fraksi PDI Perjuangan melakukan instrupsi usai dibacakannya usulan 41 hak interpelasi anggota DPRD Indramayu pada sidang paripurna” memiliki jumlah penonton terbanyak yaitu 1.324 penonton dan dengan like sebanyak 38 dan komentar sebanyak 2, dengan konten yang sangat menarik perhatian sehingga terjadinya suatu feedback antara komunikan dan komunikator. Hal ini yang menjadikan peneliti tertarik untuk mengangkat akun instagram @fajar.cirebon sebagai objek penelitian. Media berita lokal yang bisa menarik ribuan penonton.

Situs Instagram sendiri menaruh tantangan baru bagi seorang public relations untuk menjalankan fungsi public relations yang lebih interaktif. Seorang public relations juga harus sanggup mengelola infromasi agar berita yang tersampaikan kepada masyarakat menjadi berita yang akurat. Pada penyampaian informasi, hal yang wajib dilakukan seseorang public relations ialah menjalin komunikasi agar informasi yang diberikan kepada khalayak dapat diketahui oleh publik. Dalam proses komunikasi kewajiban seorang pengirim pesan (Komunikator) berusaha agar pesan-pesannya sanggup diterima oleh penerima pesan (Komunikan) yang sinkron dengan yang dikirim oleh pengirim. Dengan kata lain, apabila seorang public relations tidak bisa menyampaikan berita atau pesan dengan baik, maka akan terjadi miskomunikasi atau misinterpretasi yang bisa menjatuhkan nama baik perusahaan.

Gambar 2. Tampilan Konten Instagram @fajar.cirebon (31/01/2022) Sumber: https://www.instagram.com/reel/CZZFP8_lL57/?igshid=MDJmNzVkMjY=

(3)

Agar pesan tersebut bisa tersampaikan, ada elemen – elemen yang harus dipenuhi, yaitu:

1) Aktif. masyarakat selalu merasa butuh akan informasi dan mereka mengkonsumsi informasi dengan begitu cepatnya sehingga apabila tidak ada pembaharuan informasi dan cenderung pasif maka perhatian publik akan beralih.

2) Menjadi perwakilan yang baik dari perusahaan. Bagaimanapun juga public relations merupakan ujung tombak citra perusahaan. Ketika pesan yang disampaikan tidak baik dan cenderung memancing keresahaan maka itu akan berdampak pada reputasi perusahaan pula.

3) Perhatian atau respon atas keluhan atau masukan yang diperoleh. Sebab komentar dan keluhan apapun bisa disampaikan di media, sehingga ketika public relations menunjukan perhatian dan juga merespon yang positif maka akan berdampak pula pada reputasi perusahaan.

4) Menjalin hubungan secara langsung juga di perlukan sebagai kelanjutan dari jaringan yang di bangun melalui media.

Penelitian yang dilakukan oleh Ari Irmawan (2020) dengan judul Pemanfaat Media Instagram Dalam Membentuk Citra Hipwee.com menunjukkan hasil bahwa upaya untuk mendapatkan citra positif melalui postingan dan konten di Instagram dilakukan dengan adanya kolaborasi yang baik antar dividi di Hipwee. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Sazali dan Sukriah (2021) dengan judul Pemanfaatan Media Sosial (Instagram) Oleh Humas SMAU CT Foundation Sebagai Media Informasi Dan Publikasi Dalam Meningkatkan Citra Lembaga Pendidikan menunjukkan hasil bahwa strategi yang dilakukan oleh Humas SMAU CT Arsa Foundation dalam membangun good image adalah dengan cara meningkatkan dan mempublikasikan kegiatan dan prestasi siswanya di Instagram. Oleh karena itu, maka peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian kali ini dengan judul “Strategi Media Instagram @fajar.cirebon Dalam Meningkatkan Citra”.

TINJAUAN LITERATUR Public Relations

Pengertian public dalam public relations adalah sekelompok orang yang berkepentingan dengan organisasi.

Tugas umum seorang public relations adalah mampu menciptakan citra yang baik tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi Perusahaan dan organisasi. Praktisi PR bertugas menilai sikap publik, mengidentifikasi kebijakan individu maupun organisasi atas dasar kepentingan publik yang bertujuan untuk memperoleh pengertian dan pengakuan publik, selain itu PR membantu manajemen organisasi agar tetap responsif untuk mengolah dan mendapat informasi terkini, berbicara mengenai informasi praktisi PR dituntut agar mahir dalam mengolah pesan informasi atau pesan mana yang harus di ketahui oleh publik, dan mana yang sifatnya tidak perlu diketahui oleh publik. Hal tersebut diharapkan agar mudah meningkatkan citra dari suatu organisasi, hal ini bentuk dari perwujudan keterbukaan publik. Adapun penjelasan PR menurut ahli yaitu Jefkins (1992) menjelaskan bahwa PR merupakan bentuk komunikasi yang terencana antara perusahaan/organisasi dengan publiknya baik internal maupun eksternal yang bertujuan untuk mencapai tujuan berlandaskan dari saling pengertian.

Strategi Public Relations

Praktisi PR harus memiliki strategi, tanpa adanya strategi maka akan kesulitan untuk mencapai suatu tujuan.

Strategi yang digunakan harus tepat, karena strategi yang baik yaitu strategi yang di persiapkan secara matang sehingga mampu mencapai hasil yang optimal. Strategi yang dimiliki praktisi PR tentunya harus memiliki proses yang efektif dan tepat untuk mencapai tujuannya, seperti proses strategi PR yang kemukakan oleh Cutlip dan Center dalam Nova (2014) antara lain:

1) Fact Finding

Menganalisis dengan mendalam permasalahan serta memahami sudut pandang dan situasi khalayak terhadap perusahaan untuk menemukan akar masalahnya.

2) Planning

Dari hasil menganalisis permasalahan, maka praktisi PR harus cepat membuat rancangan yang paling efektif dan tepat untuk menangani masalah yang ada.

3) Communicating

PR harus bisa mengkomunikasikan strategi yang sudah dirancang dengan efektif juga tepat agar mampu berpengaruh bagi khalayak serta berubah menjadi lebih baik cara pandang terhadap perusahaan.

4) Evaluating

Setelah melakukan program yang sudah dipaparkan diatas, perlu ditinjau kembali program tersebut dengan melihat persepi khalayak serta efeknya setelah diadakan program tersebut. Fungsi evaluating yakni menentukan apakah program yang sudah dibuat berhasil atau tidak.

(4)

Citra

Dalam kondisi persaingan masyarakat modern yang semakin meningkat, perusahaan tidak lagi bersaing hanya dalam dimensi produk, fungsi, spesifikasi, dan kualitas, tetapi juga dalam bidang citra dan reputasi perusahaan.

Menurut Finn (1961), citra perusahaan adalah gambaran yang muncul di benak massa dan merupakan target yang ingin dicapai oleh perusahaan. Strategi dan komunikasi menggambarkan citra melalui pengaitan dengan konsep reputasi perusahaan.

Menurut Akdu (2017). Dalam kehidupan sehari-hari citra dapat mengacu pada persepsi positif atau negatif yang diciptakan secara sadar atau tidak sadar tentang individu, perusahaan, kota atau negara. Citra perusahaan merupakan salah satu bagian terpenting yang dimiliki oleh suatu perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil.

Instagram

Instagram adalah sosial media berbasis gambar yang memberikan layanan berbagi foto atau video secara online. Kata "insta" berasal dari "instan", Instagram dapat menampilkan foto-foto secara instan. Sedangkan untuk kata "gram" berasal dari kata "telegram". Yang cara kerjanya menggunakan jaringan internet sehingga informasi sampai dengan cepat. Menurut Boyd dan Ellison (2018) Instagram merupakan salah satu media jejaring sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran langsung, produk/jasa dapat ditawarkan melalui instagram dengan meng-upload foto atau video singkat, sehingga para calon konsumen dapat melihat jenis- jenis barang/jasa yang ditawarkan.

Fajar Cirebon menggunakan akun Instagram untuk memberikan informasi engan menggunakan fitur Instagram yang menarik dan praktis. Sehingga, dapat membuat konten yang bermanfaat menjadi lebih kreatif dan mencakup jangkauan yang lebih luas. Dengan begitu banyak pengikut Instagram dan dengan mudah berkomunikasi dengan pengikut (follower) secara efisien.

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dimana metode kualitatif ini menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata. Menurut Saryono (2010) menerangkan bahwa Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan dan menggambarkan. Menurut Nazir (1988), penelitian deskriptif kualitatif artinya metode yang dipergunakan penelitian di kumpulan manusia, suatu keadaan, suatu objek, suatu kelas insiden atau sistem pemikiran pada saat ini. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk membentuk sebuah deskripsi, ilustrasi, atau faktual serta seksama tentang keterangan-keterangan, gambaran secara sistematis, sifat- sifat dan realistis dengan fenomena yang diamati. Dengan menggunakan deskriptif kualitatif yaitu peneliti akan mendeskripsikan fakta dari sebuah peristiwa secara apa adanya tanpa ada yang di manipulasi terhadap objek penelitian dan bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh bagaimana strategi yang di lakukan Fajar Cirebon dengan mengumpulkan informasi yang aktual sehingga memperoleh gambaran bagaimana strategi Instagram @fajar.cirebon untuk meningkatkan citra.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan kehumasan merupakan kegiatan komunikasi yang melibatkan seluruh anggota lembaga untuk menciptakan citra positif dan membentuk reputasi lembaga di mata publik. Jefkins menyatakan bahwa Public Relations atau disebut juga dengan istilah Hubungan Masyarakat (Humas) merupakan bentuk komunikasi yang terencana antara lembaga dengan publiknya baik secara internal maupun eksternal yang bertujuan untuk mencapai tujuan berlandaskan dari saling pengertian (Suryanto, 2016:9). Adapun menurut Kitchen (dalam Wiratmo, Irfan,

& Kuwantono, 2017:327) menyatakan humas pada dasarnya adalah fungsi komunikasi yang menekankan pada sifat dua arah dan memelihara saling pengertian atara organisasi dan publiknya, yang mungkin mengandung konsekuensi bagi organisasi dan pemangku kepentingan.

Untuk mencapai tujuannya, praktisi PR membutuhkan strategi kehumasan. Dalam hal ini Harian Fajar Cirebon selaku media massa harus melakukan strategi kehumasan seperti yang di kemukakan oleh Cutlip & Center dalam Nova (2014:25) yaitu Fact Finding, Planning, Communicating, dan Evaluating.

Fact Finding merupakan langkah terpenting dalam menetapkan strategi. Praktisi PR perlu melakukan analisis situasi mengenai permasalahan, pemberitaan serta isu yang ada, sehingga nantinya praktisi humas mengetahui tentang apa yang sedang dibutuhkan oleh publik, siapa saja publiknya dan bagaimana sikap publik, hal ini bertujuan dalam menentukan suatu langkah yang akan di ambil. Menurut Cutlip, Center & Broom, fact finding merupakan pengkajian dan pemantauan opini, sikap serta perilaku yang terkait dengan tindakan dan kebijakan organisasi. Secara esensi, hal ini merupakan fungsi inteligen sebuah organisasi, tahap ini memberikan landasan bagi tahap selanjutnya dalam proses penyelesaian masalah dengan mengatakan “apa yang terjadi sekarang?”

(dalam Ardianto, 2011:212).

Dalam hal ini diketahui bahwa Harian Fajar Cirebon dalam mengelola akun Instagram @fajar.cirebon telah melakukan proses fact finding, dimana pengelola terlebih dahulu seperti melihat adanya peluang menggunakan sosial media Instagram yang pada saat ini jumlah pengguna Instagram dibilang sangat banyak terutama pada

(5)

kalangan anak muda sebagai pengguna Instagram di Cirebon. Sehingga redaksi Harian Fajar Cirebon memilih Instagram sebagai salah satu andalan utama dalam menyebarkan berita – berita aktual. Selain pengguna Instagram yang sangat banyak, pengelola akun Instagram @fajar.cirebon menemukan adanya kelebihan dalam penggunaan Instagram ini yaitu pengelola dapat menyebarkan informasi secara massif dan dapat menvisualisasikan informasi sehingga masyarakat tidak perlu banyak berfikir untuk mencerna suatu informasi. Selanjutnya, pengelola akun Instagram @fajar.cirebon melakukan analisis dan menemukan permasalahan atau isu yang sedang berkembang di wilayah Cirebon dan sekitarnya, sehingga pengelola dapat mengambil langkah selanjutnya dan kembali menginformasikan bagaimana penyelesaian masalah tersebut melalui akun Instagaram @fajar.cirebon.

Sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Cutlip & Center (2005), maka pelaksanaan fact finding oleh redaksi akun Instagaram @fajar.cirebon telah menunjukkan bagaimana menganalisis permasalahan secara mendalam, serta memahami sudut pandang dan situasi khalayak di Cirebon dan sekitarnya saat ini. Pada proses fact finding ini menunjukkan bahwa melalui proses pengumpulan fakta, redaksi akun Instagram @fajar.cirebon menjadi lebih mudah dalam penyampaian berita secara tepat dan akurat untuk meningkatkan citra.

Planning setelah melakukan fact finding langkah selanjutnya yaitu melakukan planning. Planning dapat di artikan sebagai suatu rancangan rencana, melakukan perincian langkah-langkah yang akan di lakukan kedepannya guna menjalankan strategi yang sudah di buat, sehingga dapat mencapai tujuannya dengan baik.

Langkah ini merupakan langkah yang harus dilakukan redaksi akun Instagram @fajar.cirebon dalam merancang secara efektif dan tepat penggunaan media sosial Instagram. Temuan pada fact finding mengarahkan pengelola untuk merancang pesan yang sesuai target khalayak dan dukungan teknis yang dimiliki. Hal ini agar perencanaan yang dilakukan sejalan dengan temuan fakta bahwa target khalayak adalah kalangan masyarakat yang hidup di zaman milenial. Di mana banyak ribuan informasi yang masuk dari berbagai belahan dunia melalui media sosial.

Pada tahap perencanaan ini, redaksi akun Instagaram @fajar.cirebon menetapkan beberapa strategi komunikasi dalam penggunaan instagram untuk meningkatkan citra sebagai berikut:

1) Menjangkau lebih banyak pembaca atau followers 2) Mengupdate berita – berita yang menarik dan aktual.

3) Menerima banyak masukan dari para pembaca dengan membuka DM dan kolom komentar seluas – luasnya untuk perbaikan ke depan.

Communicating setelah melakukan proses fact finding dan planning, maka langkah selanjutnya melakukan communicating. Dalam tahap ini, humas harus mengkomunikasikan strategi yang sudah dirancang secara efektif dan tepat agar dapat mempengaruhi dan mendapatkan dukungan khalayak. Dalam hal ini, Harian Fajar Cirebon melaksanaan strategi komunikasi yang bisa memberikan pengaruh bagi khalayak serta berubah menjadi lebih baik akan cara pandang terhadap perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan salah satu followers akun Instagram @fajar.

Secara keseluruhan, pelaksanaan pada tahap communicating ini menunjukkan bahwa redaksi akun Instagram

@fajar.cirebon telah melakukan fungsi public relation seperti yang dikemukakan oleh Cutlip & Center antara lain membantu kelancaran dan tujuan perusahaan, membangun komunikasi dua arah, melayani publik, serta membangun hubungan baik dan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

Evaluating setelah melalui proses fact finding, planning, dan communicating, langkah selanjutnya yaitu melakukan evaluating. Tahap ini berfungsi untuk menentukan apakah program yang sudah dibuat berhasil atau tidak dengan memperhatikan acuan perencanaan dan efek pesan pada khalayak. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan tiap bulan, ditemukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh akun Instagram @fajar.cirebon sudah baik. Namun, saat ini masih terkendala akan kebutuhan SDM yang memadai untuk mengolah akun tersebut.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti paparkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa Harian Fajar Cirebon dalam pemanfaatan media sosial Instagram dengan akun @fajar.cirebon untuk melakukan strategi kehumasan yang terencana dan sistematis dengan mengadopsi model dari Cutlip dan Center melalui tahapan fact finding, planning, communicating, dan evaluating adalah sebagai berikut:

1) Harian Fajar Cirebon dalam mengelola akun Instagram @fajar.cirebon telah melakukan proses fact finding, dimana pengelola terlebih dahulu seperti melihat adanya peluang menggunakan sosial media Instagram yang pada saat ini jumlah pengguna Instagram dibilang sangat banyak terutama pada kalangan anak muda sebagai pengguna Instagram di Cirebon. Sehingga redaksi Harian Fajar Cirebon memilih Instagram sebagai salah satu andalan utama dalam menyebarkan berita – berita aktual. Selain pengguna Instagram yang sangat banyak, pengelola akun Instagram @fajar.cirebon menemukan adanya kelebihan dalam penggunaan Instagram ini yaitu pengelola dapat menyebarkan informasi secara massif dan dapat menvisualisasikan informasi sehingga masyarakat tidak perlu banyak berfikir untuk mencerna suatu informasi. Selanjutnya, pengelola akun Instagram @fajar.cirebon melakukan analisis dan menemukan permasalahan atau isu yang sedang berkembang di wilayah Cirebon dan sekitarnya, sehingga pengelola

(6)

dapat mengambil langkah selanjutnya dan kembali menginformasikan bagaimana penyelesaian masalah tersebut melalui akun Instagaram @fajar.cirebon.

2) Pada tahap planning (perencanaan) ini, redaksi akun Instagaram @fajar.cirebon menetapkan beberapa strategi komunikasi dalam penggunaan instagram untuk meningkatkan citra sebagai berikut; a) Menjangkau lebih banyak pembaca atau followers, b) Mengupdate berita – berita yang menarik dan aktual, c) dan Menerima banyak masukan dari para pembaca dengan membuka DM dan kolom komentar seluas – luasnya untuk perbaikan ke depan.

3) Pada tahap communicating, cecara keseluruhan, pelaksanaan pada tahap ini menunjukkan bahwa redaksi akun Instagram @fajar.cirebon telah melakukan fungsi public relation seperti yang dikemukakan oleh Cutlip & Center antara lain membantu kelancaran dan tujuan perusahaan, membangun komunikasi dua arah, melayani publik, serta membangun hubungan baik dan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

4) Pada tahap evaluating, berfungsi untuk menentukan apakah program yang sudah dibuat berhasil atau tidak dengan memperhatikan acuan perencanaan dan efek pesan pada khalayak. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan tiap bulan, ditemukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh akun Instagram

@fajar.cirebon sudah baik. Namun, saat ini masih terkendala akan kebutuhan SDM yang memadai untuk mengolah akun tersebut.

Saran

Saran yang bisa diberikan penelitian kali ini, adalah sebagai berikut:

1) Saran Praktis

 Mengingat media sosial Instagram menjadi salah satu andalan penyampaian berita dan meningkatkan citra, pihak Harian Fajar Cirebon sebaiknya bergerak cepat dalam menemukan SDM yang memadai untuk mengelola akun Instagram @fajar.cirebon.

 Menggunggah materi – materi dengan tampilan yang lebih menarik, karena target pembaca mayoritas adalah kaum milenial.

 Redaksi Harian Fajar Cirebon disarankan untuk terus memperbaharui strategi agar semakin menarik.

2) Saran Akademis

 Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan referensi bagi peneliti selanjutnya yang mengangkat tema strategi humas melalui media sosial Instagram untuk meningkatkan citra perusahaan.

 Para akademisi disarankan agar dapat melakukan penelitian lanjutan terkait strategi humas harian berita dan disarankan untuk para peneliti selanjutnya mampu mengkaji lebih luas lagi mengenai ilmu kehumasan terutama pada strategi PR, karena pada saat ini kegiatan yang dilakukan oleh lembaga akan lebih baik jika diterapkan ilmu kehumasan.

(7)

REFERENSI

Abarca, Roberto Maldonado. 2021. “Peningkatan Disiplin Kerja Pegawai Pada Kantor Kelurahan Harapan Baru Kecamatan Loa Janan Ilir Samarinda Seberang.” Nuevos Sistemas de Comunicación e Información 3(1):2013–

15.

Agustine, Meiliana, and Yuliana Riana Prasetyawati. 2020. “Pengaruh Kualitas Informasi Instagram Dan Electronic Word of Mouth Terhadap Citra Dapurfit.” PRofesi Humas Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat 5(1):82.

Apriananta, Yosua Jefri, and Lina Sinatra Wijaya. 2018. “Penggunaan Website Dan Media Sosial Dalam Membangun Citra Positif Perguruan Tinggi.” Jurnal Komunikatif 7(2):187–209.

Borgognone, Daniela, Giuseppe Colla, Youssef Rouphael, Mariateresa Cardarelli, Elvira Rea, and Dietmar Schwarz. 2013. “Effect of Nitrogen Form and Nutrient Solution PH on Growth and Mineral Composition of Self-Grafted and Grafted Tomatoes.” Scientia Horticulturae 149:61–69.

Iqbal, Muhammad, and Dedy Zebua. 2021. “Program Humas Dalam Membangun Citra Perusahaan Di PT Hajjatan Media Solusindo.” Jurnal Ilmiah Komunikasi (JIKOM) STIKOM IMA 13(01):18.

Jabłońska, Marta R., and Radosław Zajdel. 2020. “Artificial Neural Networks for Predicting Social Comparison Effects among Female Instagram Users.” PLOS ONE 15(2):e0229354.

Juwita, Rina. 2017. “Media Sosial Dan Perkembangan Komunikasi Korporat.” Jurnal Penelitian Komunikasi 20(1):47–60.

Megawati, R., &. Mahriani, R., and N. Meilinda. 2018. “Strategi Humas Dalam Meningkatkan Citra Perusahaan (Corporate Image) Melalui Media Sosial Twitter (Studi Pada Humas PT. Pusri ….”

Michael Elkan. 2017. “Pengertian New Media Menurut Ahli.” New Media 1.

Moleong, L. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Rosliana, Rosliana, and Riris Loisa. 2019. “Strategi Cyber Public Relatons Dalam Memanfaatkan Media Sosial Untuk Membangun Citra Perusahaan.” Prologia 2(2):480.

Seputar Pengetahuan. 2018. “21 Pengertian Media Sosial Menurut Para Ahli (Lengkap).” Seputar Pengetahuan.

Retrieved July 6, 2022 (https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/03/pengertian-media-sosial-menurut- para-ahli.html).

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Scott M Cutlip. (2016). EFECTIVE PUBLIC RELATIONS Edisi kesembilan.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui tahap fact finding , planning and programming , acting and communicating , dan evaluating pada proses Public

1. Untuk mengetahui fact finding yang dilakukan oleh Marketing Public Relations TRANS7 dalam memfasilitasi kunjugan mahasiswa. Untuk mengetahui planning yang dilakukan oleh

Dalam kasus ini, citra keluarga yang harmonis menunjukkan strategi yang tepat dalam menyampaikan pesan promosi dimana para fans dalam akun instagram masing-masing

Orthopedi dan Traumatologi Surabaya telah melakukan proses fact finding yang mana memilah dan memilih apa saja permasalahan yang dialami oleh rumah sakit dengan

Alasannya menggunakan paradigm Konstruktivisme pada penelitian ini karena paradigma Konstrutivisme ini dapat melihat bagaimana realitas sosial dari Strategi

Pos Indonesia telah melakukan evaluasi, termasuk di dalamnya evaluasi tahap fact finding yang mana dikatakan bahwa media monitoring kerap terlambat dalam memberikan

Hiba Utama dengan online melalui media sosial berupa Instagram ( @hibagroup_id), Twitte ( @hibagroup_id ) dan Facebook (Hiba UTama CustCare) dan website. adalah memudahkan

Penyampaian konten podcast pada media Youtube Telkom Cirebon saja belum cukup dalam melakukan branding konten, maka tim pengelola mengintegrasikan dengan berbagai media lain yaitu