• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kinerja Biro Perencanaan 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Laporan Kinerja Biro Perencanaan 2020"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

aporan Kinerja Biro Perencanaan Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020 merupakan wujud pertanggungjawaban dan akuntabilitas kinerja Biro Perencanaan sebagai salah satu unit kerja eselon II instansi di BPS atas pelaksanaan program/kegiatan dan pengelolaan anggaran dalam rangka mencapai sasaran/target di lingkup Biro Perencanaan yang telah ditetapkan. Tujuan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai penyelenggaraan kegiatan pelaksanaan tugas yang diberikan kepada Biro Perencanaan.

Dalam laporan ini tertuang capaian kinerja Biro Perencanaan terhadap target yang telah ditetapkan pada awal tahun 2020, perbandingan capaian kinerja beberapa tahun terakhir serta efisiensi penggunaan anggaran Biro Perencanaan Tahun Anggaran 2020. Hasil laporan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi Biro Perencanaan BPS untuk dapat lebih meningkatkan kinerjanya di tahun mendatang.

Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya terhadap penyusunan laporan ini, kami mengucapkan terima kasih. Kritik dan saran untuk perbaikan laporan kinerja Biro Perencanaan di masa mendatang sangat kami hargai.

Jakarta, Februari 2021 Kepala Biro Perencanaan,

Atqo Mardiyanto

L

Kepala Biro Perencanaan,

Atqo Mardiyanto

(6)
(7)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I Pendahuluan ... 1

1.1 Latar Belakang ... 3

1.2 Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi ... 4

1.3 Landasan Hukum ... 6

1.4 Sumber Daya Manusia ... 7

1.5 Anggaran ... 8

BAB II Rencana Strategis dan Penetapan Kinerja ... 11

2.1 Rencana Strategis 2020-2024 ... 13

2.2 Indikator Kinerja Utama ... 15

2.3 Penetapan Kinerja Tahun 2020 ... 18

BAB III Akuntabilitas Kinerja ... 21

3.1 Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 23

3.2 Akuntabilitas Keuangan dan Efisiensi Biro Perencanaan Tahun 2020 ... 38

BAB IV Penutup ... 43

4.1 Tinjauan Umum ... 45

4.2 Tindak Lanjut ... 47

Lampiran ... 49

(8)
(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 1. Alokasi Pagu Anggaran Biro Perencanaan Tahun 2020... 9 Tabel 2. Perbandingan Indikator Kinerja Utama Biro Perencanaan

Tahun 2015-2019 dan Tahun 2020-2024... 15 Tabel 3. Tujuan, Sasaran dan Target Indikator Kinerja Utama Biro Perencanaan

Tahun 2020-2024... 17 Tabel 4. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2020... 18 Tabel 5. Rata-Rata Capaian Kinerja Biro Perencanaan Menurut Sasaran

Strategis Tahun 2020... 23 Tabel 6. Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Perencanaan

Program dan Kegiatan BPS yang Terpadu Biro Perencanaan Tahun

2020... 25 Tabel 7. Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Peningkatan Birokrasi yang

Akuntabel Biro Perencanaan Tahun 2020... 29 Tabel 8. Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Terlaksananya Reformasi Birokrasi

Aparatur BPS Biro Perencanaan Tahun 2020... 36 Tabel 9. Pagu Awal, Pagu Akhir dan Realisasi Anggaran Biro Perencanaan

Menurut Output / Komponen Tahun 2020 (Juta Rupiah) ... 39 Tabel 10. Perbandingan Capaian Kinerja dengan Realisasi Anggaran

Menurut Sasaran Strategis Biro Perencanaan Tahun 2020... 40

(10)
(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Hal.

Gambar 1. Struktur Organisasi Biro Bina Program Sebelum Pemberlakuan

Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020.... 5 Gambar 2. Struktur Organisasi Biro Perencanaan Berdasarkan Peraturan

Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020... 6 Gambar 3. Jumlah Pegawai Biro Perencanaan Menurut Jabatan... 7 Gambar 4. Proporsi Pegawai Biro Perencanaan menurut Tingkat

Pendidikan... 8 Gambar 5. Tujuan, Sasaran Strategis, dan Indikator Sasaran Biro

Perencanaan 2020-2024... 14 Gambar 6. Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis... 15 Gambar 7. Rata-Rata Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya

Perencanaan Program dan Kegiatan BPS yang Terpadu Tahun

2015-2020... 26 Gambar 8. Capaian Kinerja Indikator Jumlah Dokumen/Laporan

Perencanaan dan Penganggaran yang Terbit Tepat Waktu

Tahun 2015-2020... 26 Gambar 9. Capaian Kinerja Indikator Persentase Realisasi Anggaran

terhadap Pagu Tahun 2015-2020... 27 Gambar 10. Target dan Hasil Penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN & RB

Tahun 2015-2020... 29 Gambar 11. Capaian Kinerja Indikator Capaian Kinerja Indikator Hasil

Penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN & RB Tahun 2015-

2020... 30 Gambar 12. Capaian Kinerja Indikator Jumlah Laporan Transformasi

Statistik Tahun 2020... 31

(12)

Gambar 13. Rata-Rata Pencapaian Kinerja Sasaran Terlaksananya

Reformasi Birokrasi Aparatur BPS Tahun 2015-2020... 37 Gambar 14. Capaian Kinerja Indikator Hasil Penilaian Reformasi Birokrasi

oleh Kementerian PAN & RB Tahun 2015-2020... 37 Gambar 15. Perbandingan Pagu dengan Realisasi Anggaran Menurut

Output Kegiatan Biro Perencanaan Tahun 2020... 40 Gambar 16. Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggran Biro Perencanaan

Menurut Sasaran Strategis Tahun 2020 (Juta Rp)... 41

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

1 Struktur Organisasi Biro Perencanaan ... 51

2 Rencana Strategis Biro Perencanaan Tahun 2020-2024 ... 53

3 Pernyataan Perjanjian Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2020 ... 55

4 Pengukuran Kinerja Sasaran Biro Perencanaan Tahun 2020 ... 59

5 Pengukuran Kinerja Biro Perencanaan Terhadap Rencana Strategis dan PK Tahunan Tahun 2015-2020 ... 61

6 Sumber Daya Manusia Biro Perencanaan Menurut Jenjang Pendidikan ... 67

(14)
(15)
(16)
(17)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020 tanggal 22 Desember 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik, Biro Bina Program berubah nomenklatur nama Unit kerja menjadi Biro Perencanaan. Biro Perencanaan yang merupakan unit kerja eselon II BPS di bawah Sekretariat Utama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran, monitoring dan evaluasi, serta transformasi statistik. Dalam melaksanakan tugas, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana, koordinasi dan pelaksanaan penyusunan anggaran, monitoring dan evaluasi, dan pelaksanaan transformasi statistik. Tidak hanya itu, Biro Perencanaan juga mendapat tugas untuk koordinasi pelaksanaan reformasi birokrasi serta pelaksanaan SAKIP BPS.

Salah satu perubahan mendasar sebagai implementasi dari Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020 tersebut adalah perubahan pola kerja yang semula adalah berbasis struktural dimana Biro Bina Program (Sebelum berubah nomenklatur) terdiri atas 4 Bagian yaitu Bagian Penyusunan Rencana, Bagian Penyusunan Anggaran, Bagian Monitoring dan Evaluasi serta Bagian Transformasi Statistik, dimana setiap bagian tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Bagian. Dengan peraturan baru tersebut, pejabat struktural berubah menjadi jabatan fungsional. Mulai akhir tahun 2020, perubahan pola kerja baru diimplementasikan secara bertahap. Tanggung jawab pelaksanaan kegiatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kepala Biro Perencanaan.

Fungsi Biro Perencanaan BPS dijalankan melalui satu program generik yaitu Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (DMPTTL) dengan kegiatannya yaitu Penyusunan, Pengembangan, dan Evaluasi Program dan Anggaran. Adapun sasaran strategis yang dirumuskan yaitu (1) Meningkatnya perencanaan program dan kegiatan BPS yang terpadu, (2) Meningkatnya birokrasi yang akuntabel, (3). Terlaksananya transformasi statistik BPS dan (4) Terlaksananya reformasi birokrasi aparatur BPS.

(18)

Rencana Strategis Biro Bina Program/Biro Perencanaan 2020-2024 telah disusun sebagai arah program dan kegiatan yang akan dicapai Biro Perencanaan selama lima tahun ke depan. Untuk mengukur keberhasilan Biro Perencanaan dalam pencapaian kegiatan tahun 2020, maka pada awal tahun 2020 telah ditetapkan target kinerja yang akan dicapai selama tahun 2020. Target tersebut tertuang dalam Perjanjian Kinerja Kepala Biro Perencanaan 2020. Sedangkan Laporan Kinerja Biro Perencanaan 2020 merupakan wujud pertanggungjawaban dan akuntabilitas kinerja unit kerja instansi pemerintah.

Tahun 2020 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Strategis Biro Perencanaan BPS tahun 2020-2024, sehingga dalam laporan ini juga berisi perbandingan dan evaluasi capaian kinerja selama 2015-2019. Diharapkan laporan ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk mencapai kinerja yang lebih baik di tahun berikutnya.

1.2 Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi

Tugas, fungsi, dan susunan organisasi Biro Perencanaan berdasarkan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik adalah sebagai berikut:

a. Tugas

Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran, monitoring dan evaluasi, serta transformasi statistik.

b. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi:

1) Koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana;

2) Koordinasi dan pelaksanaan penyusunan anggaran;

3) Monitoring dan evaluasi; dan 4) Pelaksanaan transformasi statistik.

(19)

c. Susunan Organisasi

Sebelum diberlakukannya Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020, Biro Bina Perencanaan bernama Biro Bina Program. Struktur organisasi Biro Bina Program terdiri dari 4 Bagian yang dikepalai Eselon III/Kepala Bagian dan tiap bagian terdiri dari 3 (tiga) eselon IV/Kepala Sub Bagian. Kemudian sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden tentang penyederhaan birokrasi sampai 2 level (Eselon II), maka BPS mengeluarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik tanggal 17 Desember 2020. Dalam Peraturan Badan tersebut, susunan organisasi dan tata kerja Biro Perencanaan tidak lagi terdiri dari bagian-bagian tetapi terdiri atas kelompok jabatan fungsional. Kelompok jabatan fungsional tersebut langsung berada di bawah Kepala Biro Perencanaan.

Jabatan fungsional yang ada di Biro Perencanaan pada akhir 2020 terdiri dari : x Fungsional Perencana : Ahli Madya dan Ahli Muda

x Fungsional Analis Anggaran : Ahli Madya dan Ahli Muda x Fungsional Statistisi : Ahli Madya, Ahli Muda dan Ahli Pertama x Fungsional Arsiparis : Pelaksana Lanjutan

x Fungsional Umum

Gambar 1. Struktur Organisasi Biro Bina Program Sebelum Pemberlakuan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020

(20)

Gambar 2. Struktur Organisasi Biro Perencanaan

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020

1.3 Landasan Hukum

Dalam menyelenggarakan pelaksanaan tugas dan fungsinya, Biro Perencanaan dilindungi oleh perangkat hukum, yaitu:

1) Undang-Undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, menjamin kepastian hukum bagi penyelenggara dan pengguna statistik baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan adanya Undang-Undang Statistik maka kepentingan masyarakat pengguna statistik akan terjamin terutama atas nilai informasi yang diperolehnya.

2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik yang mengamanatkan bahwa BPS berkewajiban menyelenggarakan kegiatan statistik dasar.

3) Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik.

4) Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik dan telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 116 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik.

5) Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 1 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas Bagian, Bidang, Subdirektorat, Subbagian, Subbidang, dan Seksi Badan Pusat Statistik dan telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor

Kepala Biro Perencanaan

Kelompok Jabatan Fungsional

(21)

150 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 1 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas Bagian, Bidang, Subdirektorat, Subbagian, Subbidang, dan Seksi Badan Pusat Statistik.

6) Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik.

1.4 Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan tugas dan fungsi Biro Perencanaan. Akhir tahun 2020, jumlah pegawai di lingkup Biro Perencanaan sebanyak 53 orang (termasuk Kepala Biro Perencanaan), dengan jumlah masing-masing jabatan adalah sebagai berikut:

Gambar 3. Jumlah Pegawai Biro Perencanaan Menurut Jabatan

Dari Gambar 3. tersebut dapat terlihat bahwa di Biro Perencanaan terdapat 4 jabatan fungsional tertentu yaitu jabatan fungsional perencana, analis anggaran, statistisi dan arsiparis serta jabatan fungsional umum. Dari sisi tingkat jabatan, jumlah pegawai yang menduduki jabatan tingkat ahli madya sebanyak 6 orang, ahli muda sebanyak 12 orang, ahli pertama 5 orang, terampil 1 orang dan 28 orang masih menduduki jabatan fungsional umum.

1 4

1 1

8

3 1

5 1

28

(22)

Apabila dilihat dari tingkat pendidikan, sebagian besar pegawai di Biro Perencanaan berpendidikan S1/sederajat dan S2. Dari 53 orang pegawai di Biro Perencanaan, tercatat sebanyak 26 pegawai berpendidikan S2; sebanyak 25 pegawai berpendidikan S1/sederajat;

dan sebanyak 2 pegawai dengan tingkat pendidikan D-III/SLTA. Proporsi pegawai Biro Perencanaan menurut tingkat pendidikan dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Proporsi Pegawai Biro Perencanaan menurut Tingkat Pendidikan

Diantara pegawai tersebut, pada bulan Desember 2020, sebanyak 3 orang sedang menjalani Tugas Belajar pada jenjang pendidikan Strata II (S2) dan 1 orang sedang menjalani Cuti Di luar Tanggungan Negara (CLTN).

1.5 Anggaran

Pada awal tahun sesuai DIPA-054.01.1.018576/2020, Biro Perencanaan menerima pagu sekitar Rp. 49,75 miliar dalam rupiah murni. Anggaran tersebut untuk membiayai kegiatan yang terbagi dalam 4 output dengan 8 komponen di dalamnya. Pagu paling besar dialokasikan untuk output Layanan Transformasi Statistik sebesar Rp. 41,15 miliar atau 82,71 persen dari total anggaran Biro Perencanaan. Selanjutnya output Layanan Perencanaan sebesar Rp. 6,37 miliar (12,8 %), output Layanan Reformasi Birokrasi sebesar Rp. 1,81 miliar (3,63%) dan output Layanan Pemantauan dan Evaluasi sebesar Rp. 0,4 miliar (0,85%).

3,77%

47,17%

49,06%

SLTA/DIII DIV/S1 S2

(23)

Menindaklanjuti adanya Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 kepada seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) dan daerah untuk melakukan refocusing anggaran bagi dana kesehatan, bantuan sosial (bansos) dan mendukung dunia usaha khususnya UMKM, dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, maka pagu anggaran Biro Perencanaan dilakukan refocussing anggaran sebesar Rp. 44,76 miliar menjadi sekitar Rp. 4,99 miliar. Sumber refocussing adalah belanja yang tidak terkait dengan penanggulangan Covid-19 serta belanja modal untuk proyek tidak terkait Covid-19 yang dapat ditunda. Misalnya belanja konsultan pembangunan sistem IT, belanja modal perangkat keras pendukung sistem IT, pengurangan perjalanan dinas, pengurangan belanja paket meeting serta belanja training SDM.

Tabel 1. Alokasi Pagu Anggaran Biro Perencanaan Tahun 2020

Output/Komponen

Pagu Awal Pagu Akhir

Pagu % thd Pagu

Total Pagu % thd Pagu

Total

(1) (2) (3) (4) (5)

2881.801 Layanan Transformasi Statistik BPS 41.150,81 82,72 1.946,42 39,03

051 Business Process Re-Engineering 8.184,04 16,45 193,57 3,88

052 Pembangunan Sistem dan Aplikasi

Statistik 24.077,52 48,40 1.174,84 23,56

053 Transformasi SDM 1.289,25 2,59 347,95 6,98

054 Manajemen Perubahan dan Capacity

Building 7.600,00 15,28 230,06 4,61

2881.952 Layanan Perencanaan 6.368,34 12,80 2.699,83 54,13

051 Penyusunan Rencana Program 6.368,34 12,80 2.699,83 54,13

2881.953 Layanan Pemantauan dan Evaluasi 422,42 0,85 51,30 1,03

051 Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi 140,01 0,28 2,40 0,05

070 Penyusunan Laporan 282,41 0,57 48,90 0,98

2881.961 Layanan Reformasi Birokrasi 1.806,55 3,63 290,07 5,82

051 Pelaksanaan Reformasi Birokrasi 1.806,55 3,63 290,07 5,82

Total Pagu Biro Perencanaan 49.748,12 100,00 4.987,62 100,00

(24)
(25)
(26)
(27)

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA

2.1 Rencana Strategis 2020-2024

Dalam melakukan tugasnya selama lima tahun, Biro Perencanaan telah menyusun Renstra Biro Perencanaan tahun 2020-2024 yang mengacu pada Renstra Sekretariat Utama tahun 2020-2024. Hal tersebut dilakukan agar tujuan dan sasaran Biro Perencanaan dapat mendukung pencapaian tujuan dan sasaran Sekretariat Utama. Renstra Biro Perencanaan tahun 2020-2024 disusun sebagai dasar penyusunan rencana kerja tahunan, sehingga diharapkan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkup Biro Perencanaan menjadi lebih terarah, efektif, dan efisien.

Adapun visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis Biro Perencanaan yang tertuang dalam Renstra Biro Perencanaan tahun 2020-2024 adalah sebagai berikut:

a. Visi

Biro Perencanaan mempunyai visi yaitu “Terwujudnya Sistem Perencanaan, Penganggaran, Monitoring dan Evaluasi serta Transformasi Statistik Badan Pusat statistik yang Akuntabel”.

b. Misi

Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan misi Biro Perencanaan sebagai berikut:

1) Meningkatkan kualitas sistem perencanaan yang berkesinambungan;

2) Meningkatkan kualitas sistem penganggaran berbasis kinerja;

3) Meningkatkan ketersediaan data dan informasi kinerja yang akurat; dan

4) Menyelenggarakan Statistical Capacity Building-Change and Reform for the Development of Statistics (Statcap-Cerdas).

c. Tujuan dan Sasaran Strategis

Biro Perencanaan mempunyai tiga tujuan yang telah ditetapkan dalam Renstra Biro Bina

(28)

Tahun 2020-2024. Tujuan Biro Perencanaan tersebut selanjutnya dijabarkan dalam beberapa sasaran yang merupakan tahapan untuk memudahkan mengukur dan mencapai tujuan tersebut. Masing-masing tujuan dan sasaran strategis tersebut memiliki indikator yang terukur agar dapat diketahui sejauh mana tingkat pencapaiannya.

Gambar 5. Tujuan, Sasaran Strategis, dan Indikator Sasaran Biro Perencanaan 2020-2024

Tujuan Sasaran Strategis Indikator Sasaran

1. Menyelenggarakan perencanaan dan penganggaran yang terpadu

1.1. Meningkatnya perencanaan program dan kegiatan BPS yang terpadu dengan penganggaran yang terpadu

1.1.1. Persentase Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu

1.1.2. Persentase realisasi anggaran terhadap pagu

2. Menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi program, kebijkan serta kegiatan dalam bidang statistik

2.1. Peningkatan birokrasi yang akuntabel

2.1.1. Hasil penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN dan RB

3.1. Terlaksananya transformasi statistik BPS

3.2. Terlaksananya Reformasi Birokrasi aparatur BPS

3.1.1. Jumlah Laporan transformasi statistik 3.2.1. Hasil penilaian Reformasi Birokrasi oleh Kementerian PAN dan RB 3. Pemanfaatan dan

peningkatan teknologi dalam upaya monitoring dan evaluasi kegiatan anggaran maupun kinerja di seluruh satker BPS

Tujuan Sasaran Strategis Indikator Sasaran

1. Menyelenggarakan perencanaan dan penganggaran yang terpadu

1.1. Meningkatnya perencanaan program dan kegiatan BPS yang terpadu dengan penganggaran yang terpadu

1.1.1. Persentase Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu

1.1.2. Persentase realisasi anggaran terhadap pagu

2. Menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi program, kebijkan serta kegiatan dalam bidang statistik

2.1. Peningkatan birokrasi yang akuntabel

2.1.1. Hasil penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN dan RB

3.1. Terlaksananya transformasi statistik BPS

3.2. Terlaksananya Reformasi Birokrasi aparatur BPS

3.1.1. Jumlah Laporan transformasi statistik 3.2.1. Hasil penilaian Reformasi Birokrasi oleh Kementerian PAN dan RB

(29)

Hubungan antara visi, misi, tujuan dan sasaran strategis Biro Perencanaan dapat terlihat pada gambar berikut ini:

Gambar 6. Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis

2.2 Indikator Kinerja Utama

Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan ukuran atau indikator yang akan memberikan informasi sejauh mana organisasi telah berhasil mewujudkan sasaran strategis yang telah ditetapkan. IKU Biro Perencanaan telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 38 Tahun 2020 Tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Badan Pusat Statistik Tahun 2020-2024. Perbandingan antara IKU Biro Perencanaan Tahun 2020- 2024 dengan IKU periode tahun 2015-2019 sebagai berikut :

Tabel 2. Perbandingan Indikator Kinerja Utama Biro Perencanaan Tahun 2015-2019 dan Tahun 2020-2024

Tahun 2015-2019 Tahun 2020-2024

Keterangan

Tujuan / Sasaran IKU Tujuan / Sasaran IKU

(1) (2) (3) (4) (5)

1.Menyelenggarakan perencanaan dan penganggaran yang terpadu

1.Menyelenggarakan perencanaan dan penganggaran yang terpadu

SS.1.1 Terlaksananya perencanaan program

SS.1.1. Meningkatnya perencanaan program

T.2 Visi :

Terwujudnya Sistem Perencanaan, Penganggaran, Monitoring dan Evaluasi serta Transformasi Statistik Badan Pusat Statistik yang Akuntabel.

Misi

T.2

IKSS SS.2.1

SS.1.1 SS.3.1

IKSS IKSS IKSS IKSS

T.1 T.3

SS.3.2

(30)

Tahun 2015-2019 Tahun 2020-2024

Keterangan

Tujuan / Sasaran IKU Tujuan / Sasaran IKU

(1) (2) (3) (4) (5)

IKSS 1.1.1. Jumlah Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu

Dalam periode 2020-2024 Diubah menjadi indikator 1.1.1. Persentase Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu

IKSS 1.1.2. Jumlah hari yang dibutuhkan untuk penyusunan Renja BPS

Penajaman Indikator, Tidak lagi digunakan sebagai IKU tahun 2020-2024 IKSS 1.1.1.

Persentase Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu

Perubahan dari Indikator sebelumnya yaitu Jumlah

Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu

IKSS 1.1.3.

Persentase realisasi anggaran terhadap pagu

IKSS 1.1.2.

Persentase realisasi anggaran terhadap pagu (%)

2. Pemanfaatan dan peningkatan teknologi dalam upaya

monitoring dan evaluasi kegiatan anggaran maupun kinerja di seluruh satker BPS

2. Meningkatnya pemanfaatan dan peningkatan teknologi dalam upaya

monitoring dan evaluasi kegiatan anggaran maupun kinerja di seluruh satker BPS SS 2.1. Peningkatan

birokrasi yang akuntabel

SS 2.1. Meningkatnya birokrasi yang akuntabel IKSS 2.1.1. Hasil

penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN dan RB

IKSS 2.1.1. Hasil penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN dan RB

IKSS 2.1.2. Jumlah Laporan Monitoring dan Evaluasi yang terbit tepat waktu

Penajaman Indikator, Tidak lagi digunakan sebagai IKU tahun 2020-2024 3.Menyelenggarakan

koordinasi dan sinkronisasi program, kebijakan serta kegiatan dalam bidang statistik

3. Meningkatnya penyelenggaraan koordinasi dan sinkronisasi program, kebijakan serta kegiatan dalam bidang statistik SS 3.1. Terlaksananya transformasi statistik BPS

Sasaran Strategis baru sebagai upaya penajaman Indikator, pada tahun 2020-2024

(31)

Tahun 2015-2019 Tahun 2020-2024

Keterangan

Tujuan / Sasaran IKU Tujuan / Sasaran IKU

(1) (2) (3) (4) (5)

IKSS 3.1.1. Jumlah laporan transformasi statistik

Indikator baru sebagai upaya penajaman Indikator, pada tahun 2020-2024.

SS.3.1. Terlaksananya Reformasi Birokrasi aparatur BPS

SS 3.2. Terlaksananya reformasi birokrasi aparatur BPS IKSS 3.1.1. Jumlah

laporan reformasi birokrasi dan Statcap Cerdas yang terbit tepat waktu

Pada periode 2020-2024, Indikator ini tidak lagi digunakan, tetapi jumlah laporan Statcap Cerdas digunakan sebagai indikator SS3.1.

IKSS 3.1.2. Hasil penilaian Reformasi Birokrasi oleh Kementerian PAN dan RByang terbit tepat waktu

IKSS 3.1. Hasil penilaian Reformasi Birokrasi oleh Kementerian PAN dan RB

Sedangkan target kinerja dalam periode 2020-2024 sebagai berikut :

Tabel 3. Tujuan, Sasaran dan Target Indikator Kinerja Utama Biro Perencanaan Tahun 2020-2024

No Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

2020 2021 2022 2023 2024

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Tujuan 1.

Menyelenggarakan perencanaan dan penganggaran yang terpadu

SS.1.1. Meningkatnya perencanaan program dan kegiatan BPS yang terpadu

1.1.1. Persentase Dokumen/ Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu

100 100 100 100 100

1.1.2. Persentase realisasi anggaran terhadap pagu (%)

95 95 95 95 95

2. Tujuan 2. Meningkatnya pemanfaatan dan peningkatan teknologi dalam upaya monitoring dan evaluasi kegiatan anggaran maupun kinerja di seluruh satker BPS

(32)

No Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

2020 2021 2022 2023 2024

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

PAN dan RB

3. Tujuan 3. Meningkatnya penyelenggaraan koordinasi dan sinkronisasi program, kebijakan serta kegiatan dalam bidang statistik SS.3.1. Terlaksananya transformasi statistik BPS

3.1.1. Jumlah laporan transformasi statistik

1 4 4 4 4

SS.3.2. Terlaksananya reformasi birokrasi aparatur BPS

3.2.1.Hasil penilaian Reformasi Birokrasi oleh Kementerian PAN dan RB

79 80 81 82 83

2.3 Penetapan Kinerja Tahun 2020

Pada awal tahun 2020, Biro Perencanaan telah menetapkan target yang harus dicapai dan menjadi ukuran keberhasilan Biro Perencanaan dalam memenuhi tugasnya di tahun 2020. Target tersebut dituangkan ke dalam dokumen Perjanjian Kinerja Kepala Biro Perencanaan yang merupakan bentuk komitmen Kepala Biro Perencanaan kepada Sekretaris Utama BPS. Berikut tabel penetapan kinerja Biro Perencanaan tahun 2020 untuk masing- masing indikator sasaran.

Tabel 4. Penetapan Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2020

No. Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Satuan Target

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1 Menyelenggarakan perencanaan dan penganggaran yang terpadu

1.1. Meningkatnya perencanaan program dan kegiatan BPS yang terpadu

1.1.1. Persentase dokumen/laporan perencanaan dan penganggaran yang terbit tepat waktu

Persen 100

1.1.2. Persentase realisasi anggaran terhadap pagu

Persen 95

2 Meningkatnya pemanfaatan dan peningkatan teknologi dalam upaya monitoring dan evaluasi kegiatan anggaran maupun kinerja di seluruh satker BPS

2.1. Meningkatnya birokrasi yang akuntabel

2.1.1. Hasil penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN & RB

Poin 78

3 Meningkatnya penyelenggaraan koordinasi dan sinkronisasi program,

3.1. Terlaksananya transformasi statistik BPS

3.1.1. Jumlah Laporan transformasi statistik

Laporan 1

(33)

No. Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Satuan Target

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

kebijakan serta kegiatan dalam bidang statistik

3.2. Terlaksananya Reformasi Birokrasi Aparatur BPS

3.2.1. Hasil Penilaian Reformasi Birokrasi oleh Kementerian PAN & RB

Poin 79

(34)
(35)
(36)
(37)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 Capaian Kinerja Tahun 2020

Akuntabilitas kinerja Biro Perencanaan merupakan perwujudan kewajiban Biro Perencanaan untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan Biro Perencanaan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Capaian kinerja Biro Perencanaan 2020 dihitung berdasarkan perbandingan antara realisasi kinerja selama tahun 2020 dengan target yang telah ditetapkan pada awal tahun 2020.

Pada tahun 2020 rata-rata capaian kinerja Biro Perencanaan terhadap target yang telah ditetapkan mencapai 98,60 persen, capaian ini lebih rendah jika dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 99,23 persen. Salah satu penyebabnya adalah persentase realisasi anggaran terhadap pagu tahun 2020 yang lebih rendah dari persentase realisasi anggaran tahun 2019. Jika dilihat menurut sasaran strategis, capaian kinerja untuk SS 3.1 memiliki capaian yang paling tinggi yaitu sebesar 100 persen. Selanjutnya adalah SS 3.2 dengan capaian sebesar 98,76 persen, kemudian SS 1.1. dengan rata-rata capaian sebesar 98,32 persen dan terakhir SS 2.1. dengan capaian sebesar 97,31 persen.

Tabel 5. Rata-Rata Capaian Kinerja Biro Perencanaan Menurut Sasaran Strategis Tahun 2020

Sasaran Strategis Jumlah

Indikator

Capaian Kinerja (%)

(1) (2) (3)

SS 1.1. Meningkatnya perencanaan program dan kegiatan BPS yang terpadu

2 98,32

SS 2.1. Meningkatnya birokrasi yang akuntabel 1 97,31

SS 3.1. Terlaksananya transformasi statistik BPS 1 100,00 SS 3.2. Terlaksananya reformasi birokrasi aparatur BPS 1 98,76

(38)

Adaptasi Tatanan Normal Baru

Dalam pencapaian kinerja selama tahun 2020 yang diwarnai dengan adanya pandemi Covid-19, Biro Perencanaan telah menyesuaikan pola kerja dalam tatanan normal baru sebagai berikut:

x Mengikuti semua Surat Edaran Menteri PAN & RB serta Surat Edaran Sekretaris Utama BPS tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru seperti penerapan fleksibilitas lokasi kerja (Work From Office/WFO maupun Work From Home/WFH), pembatasan persentase pegawai yang melakukan WFO, penyesuaian jam kerja di kantor, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan rapat maupun koordinasi pekerjaan, pembatasan secara selektif perjalanan dinas maupun paket meeting.

x Menerapkan prosedur kesehatan dalam kegiatan di kantor dengan melakukan social distancing antar pegawai baik dalam bekerja maupun ketika pertemuan tatap muka, penggunaan masker selama berada di lingkungan kerja, menyediakan fasilitas hand sanitizer

x Menekankan kepada semua pegawai di lingkungan Biro Perencanaan agar tetap menjaga prosedur kesehatan baik di kantor, keluarga maupun lingkungan rumah.

x Biro Perencanaan berperan aktif dalam mendukung upaya pencegahan maupun penanganan Covid-19 dengan memberikan dukungan proses alokasi penganggaran penanganan Covid-19 di BPS.

SS 1.1. Meningkatnya Perencanaan Program dan Kegiatan BPS yang Terpadu

Sejak tahun 2020, terdapat 2 (dua) indikator yang digunakan untuk mengukur capaian kinerja Meningkatnya Perencanaan Program dan Kegiatan BPS yang Terpadu yaitu Persentase Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu dan indikator Persentase Realisasi Anggaran Terhadap Pagu. Berbeda dengan periode renstra sebelumnya dimana terdapat 3 (tiga) indikator yang digunakan sebagai ukuran pencapaian kinerja sasaran yaitu indikator Jumlah Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang Terbit Tepat Waktu; indikator Jumlah Hari Yang Dibutuhkan untuk Penyusunan Renja BPS dan indikator Persentase Realisasi Anggaran terhadap Pagu. Indikator Jumlah Dokumen/

Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang Terbit Tepat Waktu diubah menjadi Persentase Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang Terbit Tepat Waktu.

Sedangkan indikator Jumlah Hari Yang Dibutuhkan Untuk Penyusunan Renja BPS tidak

(39)

digunakan lagi sebagai indikator utama tahun 2020-2024. Perubahan dan pengurangan indikator ini dilakukan sebagai tindak lanjut evaluasi indikator SAKIP sebagai upaya penajaman indikator serta supaya lebih relevan dalam penggunaan indikator.

Rata-rata tingkat capaian sasaran “Meningkatnya perencanaan program dan kegiatan BPS yang terpadu” tahun 2020 sebesar 98,32 persen, seluruh target dari indikator kinerja dapat dicapai dengan baik. Capaian Indikator Persentase Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran Yang Terbit Tepat Waktu sebesar 100 persen. Sedangkan nilai indikator Persentase Realisasi Anggaran Terhadap Pagu sebesar 91,8 persen masih di bawah target sebesar 95 persen, dengan kata lain capaian indikator ini sebesar 96,63 persen. Nilai realisasi anggaran terhadap pagu sebesar 91,8 persen ini juga di bawah realisasi tahun 2019 sebesar 94,80 persen.

Tabel 6. Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Perencanaan Program dan Kegiatan BPS yang Terpadu Biro Perencanaan Tahun 2020

Indikator Target

2020

Realisasi 2020

Capaian (%)

Capaian

2019 Perubahan (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Jumlah Dokumen/ Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu

*) *) *) 100,00 -

Persentase Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang terbit tepat waktu

100 100 100 - -

Jumlah hari yang dibutuhkan untuk penyusunan Renja BPS

*) *) *) 100,00 -

Persentase realisasi anggaran terhadap PAGU

95 91,8 96,63 99,79 -3,16

Rata rata Capaian Kinerja 98,32 99,93

Keterangan : *) Indikator tersebut merupakan Indikator Kinerja Sasaran di tahun 2019 tetapi di tahun 2020 tidak lagi digunakan sebagai Indikator Kinerja Sasaran

Pencapaian Sasaran Meningkatnya Perencanaan Program dan Kegiatan BPS yang Terpadu dari tahun 2020-2024 cukup berfluktuatif. Selama enam tahun terakhir, hanya di tahun 2016, BPS dapat memenuhi target kinerja, selebihnya BPS masih belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Salah satu penyebabnya adalah capaian indikator Persentase Realisasi Anggaran terhadap Pagu yang belum dapat memenuhi target. Capaian kinerja Sasaran 1 ini, sebagaimana dapat dilihat pada gambar berikut.

(40)

Gambar 7. Rata-Rata Pencapaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Perencanaan Program dan Kegiatan BPS yang Terpadu Tahun 2015-2020

1.1.1. Indikator Jumlah Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang Terbit Tepat Waktu

Capaian indikator Jumlah Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang Terbit Tepat Waktu pada empat tahun terakhir telah memenuhi target (Capaian kinerja ≥ 100 persen) sebagaimana dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 8. Capaian Kinerja Indikator Jumlah Dokumen/Laporan Perencanaan dan Penganggaran yang Terbit Tepat Waktu Tahun 2015-2020

97,25

100,16

98,46

98,90

99,93

98,60

2015 2016 2017 2018 2019 2020

99,24

99,81

100

100,76

100 100

2015 2016 2017 2018 2019 2020

(41)

1.1.2. Persentase Realisasi Anggaran terhadap Pagu

Satu indikator yang masih harus ditingkatkan capaian kinerjanya adalah indikator Persentase Realisasi Anggaran terhadap Pagu. Peningkatan realisasi anggaran harus melibatkan semua pihak, tidak hanya dilakukan oleh Biro Perencanaan saja serta melibatkan peran semua lini proses di BPS mulai dari perbaikan perencanaan, pengadaan barang dan jasa, implementasi kegiatan dan anggaran, peran monitoring dan tindak lanjut dengan memegang prinsip Efisien, Efektif dan Ekonomis.

Gambar 9. Capaian Kinerja Indikator Persentase Realisasi Anggaran terhadap Pagu Tahun 2015-2020

Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden No 4 Tahun 2020 tentang Refocussing kegiatan, realokasi anggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) BPS telah melakukan refocussing anggaran dari pagu awal sebesar Rp. 7.927,75 miliar menjadi sekitar Rp. 4.644,89 miliar atau dengan kata lain melakukan pengalihan anggaran sebesar Rp. 3.282,86 miliar atau 41.41 persen dari pagu awal. Namun demikian, setelah dilakukan refocussing, capaian realisasi anggaran BPS masih tidak dapat memenuhi target. Beberapa hal yang mempengaruhi realisasi anggaran tahun 2020 diantaranya :

1. Dalam alokasi anggaran masih terdapat alokasi untuk pembayaran gaji dan tunjangan kinerja ke-13 dan ke-14, namun realisasinya hanya gaji ke-13 dan ke-14 yang dibayarkan sedangkan tunjangan kinerja ke-13 dan ke-14 tidak dapat

92,49

100,66

95,38 95,93

99,79

96,63

2015 2016 2017 2018 2019 2020

(42)

2. Pembatasan kegiatan Perjalanan dinas, paket meeting, kegiatan rapat di luar jam kerja (RDJK) sebagai antisipasi penyebarluasan Covid-19.

3. Adanya sisa hasil pengadaan barang dan jasa.

4. Beberapa pengadaan komputer supplies tidak terealisasi dikarenakan kebutuhan akan komputer supplies tahun 2020 masih bisa terpenuhi dengan pengadaan yang sudah ada/dilaksanakan.

5. Beberapa alokasi anggaran belanja nara sumber, jasa profesi, belanja jasa lainnya tidak terealisasi karena adanya pandemi Covid-19

6. Cukup banyak anggaran pencetakan publikasi tidak direalisasikan karena dilakukan pencetakan di Biro Umum.

SS2. Peningkatan Birokrasi yang Akuntabel

Sejak tahun 2020, hanya ada satu indikator yang digunakan untuk mengukur capaian kinerja sasaran peningkatan birokrasi yang akuntabel yaitu Hasil Penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN & RB. Berbeda dengan periode renstra sebelumnya dimana terdapat 2 (dua) indikator yang digunakan sebagai ukuran pencapaian kinerja sasaran yaitu indikator Hasil Penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN & RB dan indikator Jumlah Laporan Monitoring, dan Evaluasi yang Terbit Tepat Waktu. Indikator Jumlah Laporan Monitoring, dan Evaluasi yang Terbit Tepat Waktu tidak lagi digunakan sebagai indikator utama sebagai bentuk upaya penajaman dan efisiensi indikator yang digunakan.

Pada tahun 2020 BPS telah memiliki aplikasi untuk pemantauan kinerja tiap satuan kerja (SiMonev ) serta melakukan evaluasi SAKIP kepada seluruh satuan kerja dengan menggunakan metode field dan desk evaluation.

Capaian kinerja sasaran peningkatan birokrasi yang akuntabel tahun 2020 sebesar 97,31 persen. Pencapaian yang tidak mencapai 100 persen ini dikarenakan indikator hasil penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN & RB masih belum mencapai target yang telah ditetapkan. Pada tahun 2020 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN dan RB) memberikan skor sebesar 75,9 atas pelaksanaan AKIP BPS (sementara menggunakan hasil penilaian tahun 2019, karena hasil penilaian SAKIP tahun 2020 sampai dengan penyusunan laporan ini belum keluar). Penilaian tersebut masih lebih rendah dari target 2020 yang sebesar 78,00 poin atau dengan kata lain capaian kinerja BPS untuk indikator tersebut sebesar 97,31 persen.

(43)

Tabel 7. Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Peningkatan Birokrasi yang Akuntabel Biro Perencanaan Tahun 2020

Indikator Target

2020

Realisasi 2020

Capaian (%)

Realisasi 2019

Perubahan (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Hasil Penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN & RB

78 75,9 97,31 75,9 -

Jumlah Laporan Monitoring, dan Evaluasi yang terbit tepat waktu

*) *) *) 25 -

Rata rata Capaian Kinerja 97,31 -

Keterangan : *) Indikator tersebut merupakan Indikator Kinerja Sasaran di tahun 2019 tetapi di tahun 2020 tidak lagi digunakan sebagai Indikator Kinerja Sasaran

Sejak awal periode Renstra BPS 2015-2019, sampai dengan tahun pertama periode renstra BPS 2020-2024 capaian kinerja Sasaran Meningkatnya Birokrasi yang Akuntabel belum dapat memenuhi target dikarenakan Hasil penilaian SAKIP belum dapat memenuhi target yang ditetapkan. Target dan hasil penilaian SAKIP dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 10. Target dan Hasil Penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN & RB Tahun 2015-2020*)

Ket : *) Masih menggunakan hasil penilain tahun 2019, karena hasil penilaian tahun 2020 belum ada.

75

78 78 78 78 78

73,86

74,72 74,96 75,01

75,9 75,9

2015 2016 2017 2018 2019 2020

Target Nilai SAKIP

(44)

Banyak hal yang masih harus dibenahi oleh BPS dalam upaya peningkatan SAKIP sebagaimana catatan dari Kementerian PAN & RB, diantaranya adalah :

x Cascading kinerja dari level instansi sampai dengan unit organisasi paling bawah belum seluruhnya sesuai dengan proses bisnis dalam mewujudkan kinerja instansi dan belum disusun berdasarkan keterkaitan hasil proses.

x Secara umum, penetapan rumusan kinerja pada level Lembaga dan Eselon I sebagian besar sudah berorientasi pada hasil. Namun, masih terdapat Indikator Sasaran pada level Eselon I yang belum berorientasi hasil. BPS agar mereviu kembali Indikator secara berjenjang dan memperhatikan formulasi perhitungan dari Indikator Kinerja untuk mereduksi perbedaan perumusan Indikator Kinerja. Selain itu, perlu dilakukan reviu terhadap target indikator kinerja agar dapat dibandingkan/comparable pada seluruh unit kerja.

x BPS telah membangun aplikasi untuk pemantauan kinerja tiap satuan kerja (SiMonev), namun belum berfungsi secara optimal untuk mendorong perbaikan kinerja. Melalui aplikasi tersebut monitoring yang dilakukan masih berupa pemenuhan dokumen dan ketepatan waktu penyampaian dokumen saja, belum sepenuhnya memonitor capaian kinerja secara real time.

Gambar 11. Capaian Kinerja Indikator Capaian Kinerja Indikator Hasil Penilaian SAKIP oleh Kementerian PAN & RB Tahun 2015-2020

98,48

95,79

96,10 96,17

97,31 97,31

2015 2016 2017 2018 2019 2020

(45)

SS3. 3.1. Terlaksananya Transformasi Statistik BPS

Sasaran Terlaksananya Transformasi Statistik BPS merupakan sasaran yang baru di periode renstra 2020-2024. Pada periode renstra 2015-2020, indikator kegiatan transformasi statistik masih tergabung dalam indikator Jumlah Laporan Reformasi Birokrasi dan Statcap Cerdas yang Terbit Tepat Waktu yang digunakan untuk mengukur sasaran Terlaksananya Reformasi Birokrasi Aparatur BPS. Penggunaan Sasaran Terlaksananya Transformasi Statistik BPS pada periode renstra 2020-2024 diharapkan dapat lebih menajamkan output Biro Perencanaan mengingat pentingnya program Statcap Cerdas sebagai booster pelaksanaan reformasi birokrasi. Indikator yang digunakan untuk mengukur sasaran Terlaksananya Transformasi Statistik BPS adalah Jumlah Laporan Transformasi Statistik.

Gambar 12. Capaian Kinerja Indikator Jumlah Laporan Transformasi Statistik Tahun 2020

Beberapa capaian kegiatan yang dilaksanakan Program Statcap Cerdas tahun 2020:

x Penyusunan Kajian Beban Responden Survei Berbasis Usaha Tahun 2019.

x Penyusunan BPR untuk Pengumpulan Data Adminsitratif x Update SOP beberapa kegiatan Statistik

x Cognitive Test Economy Wide Survey (EWS). Penyusunan draft kuesioner dan pelaksanaan Focus Grup Discussion (FGD)

x Pengembangan Sistem Informasi Statistik Terintegrasi x Dukungan untuk Sensus Penduduk 2020

x Penyusunan Draft Peraturan Manajemen Kinerja, Draft Peraturan Manajemen Karir, Draft Peraturan Manajemen Talenta, Draft Peraturan Assessment Center, Draft

1 1

100

Target Realisasi Capaian Kinerja (%)

(46)

SS 3.2. Terlaksananya Reformasi Birokrasi Aparatur BPS

Sasaran “Terlaksananya Reformasi Birokrasi Aparatur BPS” tahun 2020 dapat tercapai dengan capaian sebesar 98,76 persen. Skor penilaian Reformasi Birokrasi ditargetkan sebesar 79 poin, namun capaian kinerja untuk indikator Hasil penilaian Reformasi Birokrasi sebesar 78,02 poin (menggunakan hasil penilaian tahun 2019, karena hasil penilaian tahun 2020 belum keluar).

Hasil penilaian reformasi birokrasi dari Kementerian PAN & RB, BPS telah menunjukkan banyak hal yang dinilai baik diantaranya :

1. Manajemen Perubahan :

x Badan Pusat Statistik telah melakukan pengukuran terhadap perubahan budaya organisasinya yaitu PIA (Profesional, Integritas, Amanah) dengan melakukan breakdown dari setiap nilai tersebut untuk dijadikan indikator dalam pengukuran implementasinya, hal ini memudahkan BPS dalam mengetahui hal-hal apa yang mempengaruhi implementasi berubahnya budaya kerja di BPS.

x Change Leader (CL) dan Change Champion (CC) telah dibentuk baik di level pusat maupun di unit kerja

x BPS telah membuat draf Road Map RB 2020-2024 2. Deregulasi Kebijakan

x Badan Pusat Statistik telah berupaya untuk melakukan penataan Peraturan, beberapa diantaranya antara lain adalah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati.

3. Penataan Organisasi

x BPS telah mengusulkan penyederhanaan organisasi terkait dengan adanya peralihan jabatan dari struktural ke fungsional. Saat ini Eselon III sudah berkurang 95% dan Eselon IV sudah berkurang 92%.

x BPS telah merumuskan mekanisme hubungan dan koordinasi antara Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dengan Kelompok Jabatan Fungsional dengan adanya Rancangan Peraturan BPS tentang Uraian Fungsi Organisasi JPT Pratama, dan Tugas Koordinator Jabatan Fungsional di Lingkungan BPS.

x BPS telah melaksanakan evaluasi organisasi 4. Penataan Tatalaksana

(47)

x BPS telah memiliki Sistem Integrasi Data Terpusat (SIMDASI) 5. Manajemen SDM

x BPS telah melakukan penyetaraan jabatan dari struktural ke fungsional, dari total 4.549 jabatan Eselon III dan IV terdapat 3.549 atau 76,3% jabatan yang telah disetarakan

x Untuk menangani kesenjangan kompetensi SDM, BPS telah membangun e-learning untuk pengembangan kompetensi teknis, manajerial, dan sosio-kultural yaitu Warung Kompetensi Pegawai.

6. Penguatan Pengawasan

x BPS telah menindaklanjuti rekomendasi evaluasi RB BPS Tahun 2019 untuk mengembangkan inovasi konsultasi secara online dengan APIP yaitu dengan dibangunnya aplikasi HALO Inspektorat

x Pembangunan Zona Integritas pada tahun 2020 telah mengalami perkembangan yang signifikan dan berhasil menambah 14 unit kerja yang memperoleh predikat WBK dan 2 unit kerja WBBM.

7. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

x BPS telah melakukan upaya pengintegrasian sistem pelayanan dengan menggunakan Single Sign On (SSO) yang memadukan 4 layanan utama dan 3 layanan pendukung.

x Selama masa pandemi Covid-19, BPS telah melakukan berbagai survei mengenai dampak pandemi pada beberapa sektor seperti kerugian UMKM yang dapat membantu stakeholder dalam merumuskan kebijakan.

x BPS sudah melaksanakan survei kepuasan masyarakat secara berkala.

Namun demikian, masih dijumpai beberapa hal yang harus dibenahi oleh BPS di semua area perubahan dalam upaya peningkatan Reformasi Birokrasi. Kementerian PAN dan RB memberikan beberapa rekomendasi untuk BPS agar lebih meningkatkan pelaksanaan reformasi birokrasi, diantaranya :

1. Manajemen Perubahan :

x Belum seluruh CL/CC memiliki rencana aksi yang akan dilakukan dalam jangka waktu satu tahun.

(48)

x Karena CL/CC belum membuat rencana aksi, maka dampak hasil perubahan yang diwujudkan belum dapat diukur untuk mendorong perubahan nyata di unit kerjanya.

x Draft Road Map RB 2020-2024, perlu diperjelas mengenai arah dan sasaran perubahan yang ingin diwujudkan.

x Quick Wins tahun 2020, belum terdapat Quick Wins Mandiri

x Diharapkan agar setiap unit kerja (tingkat eselon 1) untuk ikut terlibat dalam membuat Quick Wins Mandiri, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pencapaian Quick Wins di tahun berjalan.

2. Deregulasi Kebijakan

x Belum seluruh Peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis/sinkron teridentifikasi dan dipetakan dengan baik

x Belum dapat dipastikan kebijakan yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik harmonis dengan kebijakan lain khususnya dengan kebijakan yang dibuat oleh instansi terkait yang berkaitan seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, dan Kementerian/Lembaga sektoral lainnya.

x Identifikasi dan penyelarasan kebijakan Badan Pusat Statistik yang tidak sinkron masih belum dilakukan evaluasi secara berkala.

3. Penataan Organisasi

x BPS telah melaksanakan evaluasi organisasi, namun belum sepenuhnya dikaitkan dengan proses mewujudkan kinerja organisasi, agar terbentuk organisasi yang lebih efektif.

4. Penataan Tatalaksana

x Proses bisnis belum sepenuhnya menggambarkan kolaborasi dan sinergi antar unit, khususnya untuk mencapai kinerja instansi.

x SOP juga belum direviu secara berkala terkait relevansi dan kebutuhan pencapaian kinerja.

x BPS telah memiliki Sistem Integrasi Data Terpusat (SIMDASI) namun penggunaan dan implementasi masih belum maksimal, sebagian besar BPS daerah masih menggunakan bank data sendiri dan belum terintegrasi.

(49)

x BPS masih belum memiliki sistem untuk memonitoring kinerja mitra, sehingga media monitoring masing-masing BPS berbeda yang bisa mempengaruhi kualitas dan keandalan data.

x Aplikasi Internal di lingkungan Badan Pusat Statistik seperti Sistem Informasi Kepegawaian, Monitoring Kinerja dan sistem Back Office di pusat dan BPS Daerah belum sepenuhnya terintegrasi sehingga aplikasi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak efisiensi dan efektivitas dalam proses pelaksanaannya.

5. Manajemen SDM

x Warung Kompetensi Pegawai (WARKOP) yang juga menyediakan diklat statistik sektoral, diharapkan dapat diimplementasikan oleh satker BPS di daerah.

x Perencanaan kebutuhan pegawai per tahun belum dikaitkan dengan rencana kinerja per tahun sehingga kemungkinan terjadinya bias dalam perencanaan kebutuhan pegawai.

x Pengembangan pegawai yang berorientasi kepada peningkatan kompetensi belum sepenuhnya didasarkan pada hasil penilaian kinerja yang diolah untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan.

x Monitoring Capaian Kinerja individu dan presensi pegawai di BPS Daerah belum terintegrasi langsung dengan pusat secara online, sehingga capaian kinerja individu dan kedisiplinan pegawai tidak dapat dipantau secara langsung secara real time.

6. Penguatan Pengawasan

x Peta resiko yang ada pada sebagian besar unit kerja masih belum menggambarkan risiko yang sesuai dengan proses kegiatan dalam mewujudkan kinerja. Hal tersebut mengindikasikan Pengendalian internal masih perlu ditingkatkan.

x BPS telah menindaklanjuti rekomendasi evaluasi RB BPS Tahun 2019 untuk mengembangkan inovasi konsultasi secara online dengan APIP yaitu dengan dibangunnya aplikasi HALO Inspektorat, namun implementasi dari aplikasi ini belum dapat dipastikan efektifitasnya karena masih dalam masa percobaan.

x Unit kerja yang belum berhasil mendapat predikat WBK/WBBM pada umumnya belum memahami definisi maupun target kinerja yang telah dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja (PK).

x Kurang optimalnya sebagian unit kerja untuk membangun kedekatan (intimacy)

(50)

yang telah dilakukan oleh unit kerja tersebut belum mendapat tanggapan positif dan hal ini tercermin dari hasil survei eksternal beberapa unit kerja yang tidak menggembirakan.

7. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

x BPS sudah melaksanakan survei kepuasan masyarakat secara berkala namun belum seluruh hasil survei ditindaklanjuti untuk perbaikan layanan sesuai harapan stakeholder

x Perbaikan layanan yang telah dilakukan belum diinformasikan secara masif keseluruh stakeholder, sehingga sebagian stakeholder belum sepenuhnya meyakini perubahan pelayanan Badan Pusat Statistik.

x Masih banyaknya aduan yang dilaporkan oleh Masyarakat pada Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) mengindikasikan pelayanan publik masih memerlukan perbaikan di berbagai aspek.

x Beberapa laporan pengaduan yang paling banyak masuk antara lain terkait Permasalahan Sensus Penduduk Online, Terlambatnya Publikasi Online BPS dan Permintaan Informasi Statistik Daerah yang tidak terakomodir.

Tabel 8. Tingkat Pencapaian Kinerja Sasaran Terlaksananya Reformasi Birokrasi Aparatur BPS Biro Perencanaan Tahun 2020

Sasaran/Indikator Target 2020

Realisasi 2020

Capaian (%)

Realisasi 2019

Perubahan (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Jumlah Laporan Reformasi Birokrasi dan Statcap Cerdas yang terbit tepat waktu1)

- - - 1 -

Hasil Penilaian Reformasi Birokrasi oleh Kementerian PAN & RB

79 78,022) 98,76 78,02 0

Rata rata Capaian Kinerja 98,76

Keterangan :

1) Indikator tersebut merupakan Indikator Kinerja Sasaran di tahun 2019 tetapi di tahun 2020 tidak lagi digunakan sebagai Indikator Kinerja Sasaran

2) Hasil penilaian tahun 2020 belum ada, masih menggunakan Hasil Penilaian tahun 2019.

Selama periode Renstra 2015-2019, capaian kinerja Sasaran Terlaksananya Reformasi Birokrasi Aparatur BPS cukup berfluktuatif. Tahun 2015, capaiannya melampaui target yang

(51)

ditetapkan, tetapi di tahun 2016 capaian kinerja sasaran tidak dapat memenuhi target.

Kemudian di tahun 2017-2019 kembali melampaui taget kinerja. Sedangkan di tahun 2020, kembali belum dapat memenuhi target. (masih menggunakan penilaian tahun 2019, karena hasil penilaian 2020 belum ada dari Kementerian PAN & RB).

Gambar 13. Rata-Rata Pencapaian Kinerja Sasaran Terlaksananya Reformasi Birokrasi Aparatur BPS Tahun 2015-20201)

1) Hasil penilaian tahun 2020 belum ada, masih menggunakan Hasil Penilaian tahun 2019.

Gambar 14. Capaian Kinerja Indikator Hasil Penilaian Reformasi Birokrasi oleh Kementerian PAN & RB Tahun 2015-2020*)

Keterangan :

*) Hasil penilaian tahun 2020 belum ada, masih menggunakan Hasil Penilaian tahun 2019.

108,22

99,93

101,58 101,99

100,03

98,76

2015 2016 2017 2018 2019 2020

65

76 76 76 78 79

70,34

75,95 77,2 77,51 78,02 78,02

2015 2016 2017 2018 2019 2020

Target Nilai RB

Referensi

Dokumen terkait

bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2008 sebagian tidak sesuai dengan kondisi

Namun dalam pelaksanaannya penegakan hukum jinayat Aceh belumlah terlaksana dengan baik, masih adanya penyelesaian perkara yang seharusnya merupakan kewenangan aparat

aransemen lagu “Kulihat Ibu Pertiwi” dalam format flute, klarinet, dengan kuartet gesek, dalam olahan tema variasi, serta untuk mengapresiasi dan menyampaikan kembali

Disisi lain, minat investor terhadap pasar domestik masih cukup besar, yang tercermin dari tingginya permintaan investor dalam lelang Sukuk Negara

Telah disebutkan diatas, salah satu tujuan pendaftaran tanah sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 3 Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 1997, adalah untuk memberikan kepastian hukum

Saat akan mengembangkan use case diagram, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah mengenali actor untuk sistem yang sedang dikembangkan.. Dalam hal ini, ada

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Kebutuhan dan Penyaluran Serta Harga Eceran

Perlu diperhatikan, untuk tidak menempatkan elemen lainnya DI DALAM RUANG MINIMAL yang dapat memberikan kesan sebagai bagian dari identitas perusahaan... CMYK & PANTONE