PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 3 SIMEULUE TIMUR
Alamat : Jl. Sinabang-Luan Balu Km. 10, Desa Ganting, Kode Pos 23891 Email : [email protected]
DOKUMEN
AKREDITASI SEKOLAH TAHUN 2022
DOKUMEN HASIL OBSERVASI KEPALA SEKOLAH TERHADAP GURU
LAPORAN PELAKSANAAN SUPERVISI
SMP Negeri 3 Simeulue Timur Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022
PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMP Negeri 3 Simeulue Timur
Jl. Sinabang-Luan Balu Km. 10, Ganting, Kode Pos 23891 e-mail : [email protected].
Phone : 085275444985
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah Swt, atas ridho dan hidayah Nya maka penyusunan laporan supervisi SMP Negeri 3 Simeulue Timur pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022 dapat terselesaikan dengan baik sehingga dapat menjadi pedoman bagi Kepala Sekolah/Supervisor untuk melahirkan program dan melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap guru dan karyawan di sekolah secara sistematis, akurat dan terukur sehingga kendala- kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas/sekolah dapat diatasi dan diselesaikan.
Laporan supervisi ini disusun sangat sederhana dan menekankan kepada bagaimana melakukan dan melaksanakan berdasarkan konsep dan teori yang melandasi tindakan supervisi akademik di sekolah.
Penulisan laporan supervisi ini ditulis didasari pada latar belakang, tujuan, prinsip, tehknik, jadwal supervisi akademik dan hasil pelaksanaan nya serta pemikiran yang didasari kepada School Base Management.
Kepala Sekolah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan supervisi sekolah SMP Negeri 3 Simeulue Timur pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022
Rancangan laporan supervisi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dalam penyusunan laporan supervisi di masa yang akan datang.
Ganting, 09 Maret 2022 Kepala Sekolah
AHMADI, S.Pd.
NIP. 19681005200012 1 002
DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... iv
Daftar Lampiran ... v
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan Supervisi Akademik ... 2
C. Hasil Supervisi Akademik ... 2
BAB II. PELAKSANAAN SUPERVISI ... 3
A. Tempat Pelaksanaan... 3
B. Teknik Supervisi ... 3
C. Hasil Supervisi ... 3
BAB III. KESIMPULAN ... 4
1. Kesimpulan ... 10
2. Saran ... 10
Lampiran ... 1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah menegaskan bahwa seorang kepala sekolah harus memiliki lima dimensi kompetensi minimal yaitu: kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausaha-an, supervisi, dan sosial.
Kompetensi supervisi kepala sekolah perlu dikembangkan dalam usaha membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik. Setiap kepala sekolah harus memiliki dan menguasai konsep supervisi akademik yang meliputi: pengertian, tujuan dan fungsi, prinsip-prinsip, dan dimensi-dimensi substansi supervisi akademik. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran.
Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah antara lain adalah: (a) mem-bimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/ bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa, (b) membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa, (c) membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran, dan (d) memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.
Sasaran utama supervisi akademik adalah kemampuan guru dalam merencana-kan kegiatan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, memanfaatkan hasil penilaian untuk peningkatan layanan pembela-jaran, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, dan mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, teknik) yang tepat.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, menyatakan bahwa pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah adalah suatu tahapan dalam proses penyiapan calon kepala sekolah melalui pemberian pengalaman pembelajaran teoritik maupun praktik tentang kompetensi kepala sekolah yang diakhiri dengan penilaian sesuai standar nasional. Melakukan supervisi akademik pada kegiatan on the job learning terhadap guru yunior merupakan implementasi pemberian pengalaman pembelajaran praktik pengembangan kompetensi supervisi calon kepala sekolah.
B. Tujuan Supervisi Akademik
Tujuan supervisi akademik adalah membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran yang dicanangkan bagi murid-muridnya (Glickman, 1981). Melalui supervisi akademik diharapkan kualitas akademik yang dilakukan oleh guru semakin
meningkat (Neagley, 1980). Pengembangan kemampuan dalam konteks ini janganlah ditafsirkan secara sempit, semata-mata ditekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar guru, melainkan juga pada peningkatan komitmen (commitmen) atau kemauan (willingness) atau motivasi (motivation) guru, sebab dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja guru, kualitas pembelajaran akan meningkat.
Secara umum supervisi akademik bertujuan untuk:
1. Membantu guru mengembangkan kemampuannya profesionalnnya dalam memahami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya melalui teknik-teknik tertentu.
2. Memonitor kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan memonitor ini bisa dilakukan melalui kunjungan kepala sekolah ke kelas-kelas di saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, teman sejawatnya, maupun dengan sebagian murid- muridnya.
3. Mendorong guru menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajarnya, mendorong guru mengembangkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sungguh-sungguh (commitment) terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
4. Untuk mengetahui kompetensi guru dalam membuat persiapan atau perencanaan pembelajaran di dalam kelas.
5. Untuk mengetahui kemahiran dan ketepatan dalam memilih pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran sesuai dengan bahan ajar yang akan disampaikan kepada peserta didik.
6. Untuk mengetahui kompetensi guru sebagai tenaga profesional dalam melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas, misalnya dalam membuka proses pembelajaran, apersepsi,penguasaan kelas, kegiatan inti yang meliputi eksplorasi,elaborasi, dan konpirmasi, teknik bertanya dan sebagainya sampai pada kegiatan akhir atau evaluasi.
7. Untuk mengetahui kompetensi guru dalam mengembangkan intrumen penilaian dalam melaksanakan evaluasi, baik evaluasi selama proses pembelajaran atau evaluasi hasil belajar.
8. Untuk mengetahui kemampuan guru dalam memberikan tindak lanjut pembelajaran kepada peserta didik.
9. Untuk mengetahui kelengkapan administrasi pembelajaran yang diperlukan dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai seorang tenaga profesional di bidang pendidikan.
Supervisi akademik yang baik adalah supervisi akademik yang mampu berfungsi mencapai multitujuan tersebut di atas. Tidak ada keberhasilan bagi supervisi akademik jika hanya memperhatikan salah satu tujuan tertentu dengan mengesampingkan tujuan lainnya. Hanya dengan merefleksi ketiga tujuan inilah supervisi akademik akan berfungsi mengubah perilaku mengajar guru. Pada gilirannya nanti perubahan perilaku guru ke arah yang lebih berkualitas akan menimbulkan perilaku belajar murid yang lebih baik.
Hasil supervisi akademik diharapkan secara langsung berhubungan dan berpengaruh terhadap perilaku guru. Ini berarti, melalui supervisi akademik, supervisor mempengaruhi
perilaku mengajar guru sehingga perilakunya semakin baik dalam mengelola proses belajar mengajar. Selanjutnya perilaku mengajar guru yang baik itu akan mempengaruhi perilaku belajar murid. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa tujuan akhir supervisi akademik adalah terbinanya perilaku belajar murid yang lebih baik.
C. Tekhnik Supervisi
Ada bermacam-macam teknik supervisi akademik dalam upaya pembinaan kemampuan guru. Dalam hal ini meliputi pertemuan staf, kunjungan supervisi, buletin profesional, perpustakaan profesional, laboratorium kurikulum, penilaian guru, demonstrasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, pengambangan petunjuk pembelajaran, darmawisata, lokakarya, kunjungan antarkelas, bacaan profesional, dan survei masyarakat-sekolah.
Teknik supervisi yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Simeulue Timur adalah supervisi individual dengan melakukan Kunjungan Kelas.
Kunjungan kelas adalah teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah/supervisor lainnya dalam rangka mengamati pelaksanaan proses belajar mengajar sehingga memperoleh data yang diperlukan dalam rangka pembinaan guru. Tujuan kunjungan ini adalah semata-mata untuk menolong guru dalam mengatasi kesulitan atau masalah mereka di dalam kelas. Melalui kunjungan kelas, guru-guru dibantu melihat dengan jelas masalah-masalah yang mereka alami.
Menganalisisnya secara kritis dan mendorong mereka untuk menemukan alternatif pemecahannya. Kunjungan kelas ini bisa dilaksanakan dengan pemberitahuan terlebih dahulu.
Ada empat tahap kunjungan kelas yaitu:
1. Tahap persiapan.
Pada tahap ini, supervisor merencanakan waktu, sasaran, dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas.
2. Tahap pengamatan selama kunjungan.
Pada tahap ini, supervisor mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung.
3. Tahap akhir kunjungan.
Pada tahap ini, supervisor bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil-hasil observasi.
4. Tahap tindak lanjut.
Merencanakan tindak lanjut apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kesulitan/
masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran.
E. Waktu Supervisi.
Supervisi akademik ini dilaksanakan pada tanggal 02 s/d 22 Maret 2022 untuk semister Genap tahun pelajaran 2021/2022 ( Jadwal Supervisi terlampir)
A : Sangat Baik : 86% - 100%
B : Baik : 70% - 85%
C : Cukup : 55% - 69%
D : Kurang : dibawah 55%
INSTRUMEN PERENCANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PERT 1 1. Nama Guru :
2. Sekolah : 3. Kelas/Semester : 4. Mata pelajaran : 5. Standar Kompetensi : 6. Kompetensi Dasar : 7. Hari tanggal :
No URAIAN KEGIATAN KRITERIA NILAI
1 2 3 4
1. Menentukan identitas mata pelajaran 2. Menentukan standar kompetensi 3. Menentukan kompetensi dasar
4. Menentukan indikator pencapaian kompetensi 5. Menentukan tujuan pembelajaran
6. Menentukan materi ajar 7. Menentukan alokasi waktu
8. Menentukan metode pembelajaran 9. Menentukan kegiatan pembelajaran 10. Menentukan penilaian hasil belajar 11. Menentukan sumber belajar
Jumlah skor yang dicapai = Jumlah skor maksimum =
Klasifikasi Nilai =
SARAN PEMBINAAN : ...
...
...
Mengetahui: Ganting,... 2022 Kepala SMP Negeri 3 Simeulue Timur Supervisor,
Ahmadi, S.Pd. ………..
NIP. 19681005200012 1 002 NIP.
1. Nama sekolah :
2. Nama guru :
3. Mata pelajaran :
4. Kelas/semester :
5. Hari/tanggal/jam ke :
6. Kompetensi dasar :
7. Jumlah peserta didik : orang, hadir : orang, tidak hadir : orang INSTRUMEN OBSERVASI KELAS PERTEMUAN 1
No ASPEK PENGAMATAN KRITERIA NILAI
1 2 3 4
A. PENDAHULUAN
1. Guru memberi apersepsi dan motivasi
2. Guru memberitahu kompetensi yang akan dicapai (tujuan pembelajaran)
B. KEGIATAN INTI
1. Guru tampak menguasai materi pembelajaran (materi pembelajaran disampaikan dengan jelas)
2. Guru mengelola kelas dengan baik
3. Metode/pendekatan yang digunakan variatif
4.
Guru menggunakan alat bantu/media pembelajaran (alat peraga, peta, OHP, kaset & tape recorder, komputer & LCD, CD interaktif, dsb)
5. Guru berperan sebagai fasilitator dalam membantu mengatasi kesulitan peseta didik
6. Guru menggunakan teknik bertanya dengan bahasa yang baik dan Benar
7. Guru mendorong peserta didik untuk memanfaatkan teknologi informasi (komputer, internet)
8. Peserta didik berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran 9. Pada kegiatan pembelajaran nampak ada proses :
eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi
10. Peserta didik tampak ceria dan antusias dalam belajar 11. Ada penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi
(ketercapaian tujuan pembelajaran)
12. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP 13. Pembelajaran diselesaikan tepat waktu
C. PENUTUP
1. Guru membimbing peserta didik membuat rangkuman hasil Pembelajaran
2. Guru memberi tugas untuk pertemuan berikutnya.
Nilai perolehan = Jumlah skor Nilai 100% = Skor Ideal
Saran Pembinaan : ... ...
... ...
... ...
Mengetahui: Ganting, ...2022 Kepala SMP Negeri 3 Simeulue Timur Supervisor,
Ahmadi, S.Pd. … … … …… … …… …… … …… … NIP. 19681005200012 1 002 NIP.
Daftar Pertanyaan Setelah Observasi 1
No Pertanyaan Jawaban
1. Bagaimana pendapat Saudara setelah menyajikan pelajaran ini?
2. Apakah proses pembelajaran sudah sesuai dengan yang direncanakan?
3. Dapatkah Saudara menceritakan hal-hal yang dirasakan memuaskan dalam proses pembelajaran tadi?
4. Bagaimana perkiraan Saudara mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran?
5. Apa yang menjadi kesulitan siswa?
6. Apa yang menjadi kesulitan Saudara dalam menyajikan materi ini?
7. Adakah alternatif lain untuk mengatasi kesulitan Saudara?
8. Marilah bersama-sama kita identifikasi hal-hal yng sudah mantap dan hal-hal yang perlu peningkatan, berdasarkan kegiatan yang baru saja saudara lakukan dan pengamatan saya.
9 Dengan demikian, apa yang akan Saudara lakukan untuk pertemuan berikutnya?
Kesan umum:
Saran :
Supervisor, Ganting...2022 Guru mata pelajaran,
... ...
BAB II
PELAKSANAAN SUPERVISI A. Tempat Pelaksanaan
Supervisi akademik terhadap guru dan karyawan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Simeulue Timur B. Teknik Supervisi
Teknik supervisi yang digunakan adalah teknik supervisi individual yaitu melaksanakan supervisi perseorangan terhadap semua guru mata pelajaran dan karyawan. Supervisor oleh kepala sekolah dan dibantu oleh guru senior. Sepervisi ada 2 katagori:
Supervisi perangkat untuk semua guru mata pelajaran dan karyawan yaitu memeriksa kelengkapan ADM sesuai dengan tugas pokok dan tugas tambahan yang diemban.
Supervisi kunjungan kelas untuk semua guru mata pelajaran Tahapan pelaksanaan supervisi ini terdiri dari tiga tahap, yaitu:
1. Tahap perencanaan. Pada tahap ini, supervisor merencanakan waktu, sasaran, dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas.
2. Tahap pelaksanaan. Pada tahap ini, supervisor mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung.
3. Tahap refleksi dan tindak lanjut. Pada tahap ini, supervisor bersama guru yunior merefleksi pelaksanaan pembelajaran dengan mendiskusikan kelebihan dan kekurangan.
Hasil refleksi dijadikan dasar untuk perbaikan proses pembelajaran berikutnya.
E. Hasil Supervisi
1. Perencanaan supervisi
Pada awal tahap perencaan, supervisor menyiapkan sejumlah instrumen yang akan digunakan pada pelaksanaan observasi diantaranya : (1) instrumen perencaan kegiatan pembelajaran, (2) instrumen observasi kelas, (3) daftar pertanyaan setelah observasi, dan (4) format tindak lanjut hasil supervisi.
Selanjutnya, melakukan pertemuan dengan guru yang akan diobservasi. Pada pertemuan pertama supervisor meminta kesediaan guru untuk diobservasi proses pembelajarannya. Setelah guru menyatakan bersedia, berikutnya disepakati penentuan waktu pelaksanaan observasi, konsep atau materi yang akan dibahas (mengikuti jadwal materi guru) dan menginformasikan bahan-bahan yang perlu dipersiapkan oleh guru dalam pelaksanaan observasi diantaranya silabus, RPP, bahan ajar, alat peraga atau media dan penilaian yang akan digunakan kemudian supervisor memeriksa perlengkapan ADM pembelajaran tersebut . kemudian mendiskusikan hal- hal yang perlu dilakukan perbaikan-perbaikan. Supervisor dapat memberikan masukan yang sifatnya melengkapi jika terdapat kekurangan dari bahan-bahan tersebut.
Setelah melakukan perbaikan-perbaikan, supervisor meminta kopian RPP satu rangkap kemudian memberikan penilaian dengan mengisi instrumen perencaan kegiatan pembelajaran, yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan kontrol pada saat observasi nantinya.
Untuk menghindari kemungkinan munculnya kekakuan dan ketegangan guru pada pelaksanaan observasi nantinya, maka diinformasikan pula tujuan observasi yang akan dilakukan. Observasi guru adalah salah satu tugas kepala sekolah dan hubungannya dengan
penilaian kinerja guru di sekolah. Observasi ini juga dapat membantu guru memperbaik i dan meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajarannya.
2. Pelaksanaan Observasi
Pada tahap ini supervisor melakukan observasi langsung ke kelas tempat guru melangsungkan proses belajar mengajar sesuai dengan jadual yang telah disepakati. Pelaksanaan observasi dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan (setiap pertemuan 240 menit). Supervisor melakukan pengamatan langsung pelaksanaan pembelajaran mulai dari kegiatan awal sampai pada kegiatan penutup.
Obyek pengamatan adalah aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
Aktivitas guru dan siswa dicatat pada catatan kejadian dan mengisi instrumen observasi kelas yang telah dipersiapkan. Catatan kejadian dijadikan sebagai bahan diskusi sekaligus bahan evaluasi pada saat kegiatan refleksi pembelajaran. Untuk memperoleh bukti pelaksanaan pembelajaran tersebut supervisor mendokumentasikannya dalam bentuk foto.
Rangkuman Pada kegiatan awal, ketua kelas menyiapkan teman-temannya untuk belajar dan mengucapkan salam yang dibalas oleh guru dengan salam pula. Dengan menggunakan model pembelajaran langsung, guru mengawali pembelajaran dengan menanyakan kesiapan siswa untuk belajar. Kemudian mengabsen siswa satu persatu. Guru kemudian memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih giat belajar agar menjadi siswa yang jago berbahasa Inggris/
arab. Berikutnya guru melakukan apersepsi dan dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu (siswa dapat menjawab pertanyaan text lisan fungsional pendek sederhana misalnya pengumuman, iklan dan undangan).
Selanjutnya, pada kegiatan inti semua guru menjelaskan materi pelajaran kemudian memberikan kesempatan kepada siswa menanyakan hal-hal yang dianggap masih memerlukan penjelasan. Berikutnya, guru melanjutkan penjelasan materi kedua Berikutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa menanyakan hal-hal yang mereka belum mengerti. Guru kemudian mempersilahkan siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan di buku LKS. Setelah waktunya dianggap cukup, guru mempersilahkan tiga orang siswa yang sudah selesai mengerjakan untuk membacakan jawabannya di depan kelas. Tiga orang siswa berturut-turut membaca jawabannya di papan tulis dengan soal yang berbeda dan semua siswa memberikan jawaban yang betul. Guru memberikan apresiasi dengan memuji ketiga siswa tersebut dan meminta tepuk tangan dari teman-teman yang lain sebagai penghargaan bagi temannya yang mampu menjawab soal latihan tersebut dengan benar.
Sebelum memberikan kuis untuk penilaian, kebanyakan guru kembali mempersilahkan siswa untuk menanyakan materi yang belum dimengerti. Guru memberikan kuis sebanyak 3 nomor yang diminta dijawab dalam waktu 5 menit. Setelah waktu habis, siswa mengumpulkan jawabannya masing-masing kemudian tiga orang siswa diminta menuliskan jawabannya di papan tulis. Guru memberikan tepuk tangan yang diikuti oleh siswa sebagai pertanda jawaban tiga orang siswa adalah benar.
Pada bagian penutup, secara keseluruhan guru meminta siswa memberikan kesimpulan pelajaran hari itu. Beberapa siswa bersamaan berteriak memberikan simpulan pelajaran. Guru kemudian mengulangi dan melengkapi simpulan siswa. Berikutnya guru mempersilahkan siswa membuka LKS untuk mencatat soal PR yang ada pada bagian latihan. Pesan terakhir dari guru,
tolong PR-nya dikerjakan baik-baik, jika ada yang tidak dimengerti bertanya ke temannya atau boleh cari-cari di internet. Hari ini pelajaran kita cukup sekian.
3. Refleksi dan tindak lanjut
Sebelum pelaksanaan refleksi pembelajaran dimulai, supervisor menghitung nilai kemampuan guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan hasil is ian instrumen observasi kelas.
Dari perhitungan tersebut diperoleh nilai:
N
o Mata Pelajaran Nama Guru Supervisor
Kelas Waktu Nilai katag ori 1 Pendidikan Agama
Islam
Marniah, S.Pd.i
Meilis Nurhasanah, S.Ag., M.A
IX 1-3 86 SB
2 PKn M. Rijal, S.Pd. Ahmadi,
S.Pd. VII 1-3 85 SB
3 Bahasa Indonesia Rijal, S.Pd. Ahmadi, S.Pd. VII 5-7 91 SB
4 Matematika
Dewiyul Satrini, S.Pd.
Ahmadi, S.Pd. VIII 5-7 90 SB
Said
Suhardinsyah, S.Pd.
Ahmadi, S.Pd. IX 1-2 87 SB
5 Bahasa inggris Hajirawani, S.Pd. Ahmadi, S.Pd. VII 1-2 88 SB
6 IPA Terpadu
Fitri Kumala, S.Pd.
Ahmadi, S.Pd. IX 6-7 92 SB
Sri Muliani, S.Pd.
Ahmadi, S.Pd.
VII 1-2 89 SB
7. IPS Terpadu Susi Sutri
Wahyuni, s.Pd., S.Pd
Ahmadi, S.Pd. VIII 3-4 86 SB
8 Seni Budaya Karonita
Pasaribu, S.Pd.
Ali Syahbana VII 1-3 86 SB
9 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Resmansyah, S.Pd.
Ali Syahbana VII 1-3 83 B
Yuli
Ulandari,S.Pd.
Ahmadi,
S.Pd. IX 1-3 83 B
10 Prakarya Fadly Febriansyah,
S.Pd.
Ali Syahbana VIII 1-3 83 B
11 Mulok (BTQ)
12
BP/ BK
Nilai rerata 87,58 SB
* (hasil perhitungan pada lampiran).
Dari data tabel diatas dapat dilihat hasil rerata yang diperoleh dengan Nilai 87,58 % ini mengindikasikan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran termasuk ke dalam kategori kemampuan SANGAT BAIK.
Tabel interval kategori kemampuan guru (KG) mengelola pembelajaran
Interval Kategori KG < 55 % Kurang 55% ≤ KG < 75% Cukup 75% ≤ KG < 85% Baik
85% ≤ KG ≤ 100% Sangat Baik
Untuk merefleksi pembelajaran yang telah dilaksanakan, guru dan supervisor sepakat bertemu pada keesokan harinya. Sebelum membahas hasil pelaksanaan pembelajaran, terlebih dahulu supervisor meminta kesediaan guru untuk menjawab beberapa pertanyaan yang telah dipersiapkan. Agar lebih rileks dalam menjawab, jawaban pertanyaan dipersilahkan untuk langsung menuliskannya pada tempat yang telah disediakan.
Pada tahap refleksi, supervisor memuji pembelajaran yang telah dilaksanakan guru.
Kemampuan guru melaksanakan pembelajaran hampir semua masuk kategori tinggi. Melengkapi pujian sambil mengomentari sisi-sisi yang dianggap sudah bagus, misalnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran, tampak semangat membantu kesulitan pemahaman siswa dan ada keceriaan siswa dalam mengikuti pelajaran. Berikutnya, supervisor mulai menyinggung sisi-sisi yang dianggap masih kurang atau lemah dan perlu diperbaiki pada pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Misalnya pada saat melakukan apersepsi, guru sebaiknya mengingatkan siswa tentang kenapa bahasa Inggris itu sangat penting. Guru tidak perlu mengabsen siswa satu persatu cukup menanyakan siapa yang tidak hadir dan alasannya. Sisi lemah lainnya adalah keaktifan siswa pada sebagian kelas yang tidak merata. Hanya siswa tertentu yang selalu aktif sementara lebih banyak siswa yang lainnya kurang aktif.
Supervisor mengangkat pada pembahasan (refleksi) semua catatan-catatan kejadian pada pelaksanaan pembelajaran. Berikutnya guru dipersilahkan berkomentar mengenai pelaksanaan pembelajarannya. Apa kesulitan, kesan yang diperoleh serta pesan untuk perbaikan pelaksanaan pembelajaran berikutnya.
Pada akhir refleksi disimpulkan bagian-bagian pembelajaran yang perlu dipertahankan dan bagian-bagian yang perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki.
4. Pelaksanaan Observasi Lanjutan
Pada tahap ini supervisor melakukan observasi secara langsung tanpa terjadwal, guru melaksanakan pembelajaran sama dengan tahapan pembelajaran yang dilaksanakan pada pertemuan pertama.
Secara umum, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya. Guru sudah memperbaiki sisi-sisi lemahnya dan mempertahankan bagian-bagian yang sudah bagus. Misalnya, Apersepsi dan pemberian motivasi dilaksanakan dengan baik. Guru menggunakan waktu dengan bijak tampa mengabsen siswa satu persatu. Guru menggunakan media pembelajaran yaitu powerpoint, dan ini membantu siswa memahami mata pelajaran dengan mudah. Perbaikan lain adalah nampak lebih banyak siswa yang aktif dibanding pertemuan pertama. Usaha ini berhasil setelah guru lebih aktif mendekati siswa sambil memberikan penjelasan-penjelasan materi yang dianggap agak susah dipahami siswa.
Akhirnya guru menutup pembelajaran dengan terlebih dahulu bersama-sama siswa menyimpulkan pelajaran pertemuan kedua yang diikuti dengan pemberian PR pada soal latihan yang ada pada LKS.
Sama dengan refleksi pada pertemuan observasi yang terjadwal sebelumnya, supervisor memuji pembelajaran yang telah dilaksanakan guru. Ada peningkatan dalam pengelolaan pembelajaran dengan memperoleh hasil kategori kemampuan sangat tinggi. Berikutnya
dikomentari bagian-bagian pembelajaran yang berhasil dipertahankan dan diperbaiki, misalnya apersepsi dan pemberian motivasi dilaksanakan dengan baik. Guru mengaitkan pelajaran real life situation. Guru lebih menyemangati siswa dengan hasil kuis pertemuan pertama dengan banyak siswa yang mendapat nilai 100, walaupun ternyata masih ada beberapa siswa yang memperoleh nilai sedang. Jika lebih giat belajar, semua siswa bisa mendapat nilai 100. Perbaikan lain adalah nampak lebih banyak siswa yang aktif dibanding pertemuan sebelumnya pada kelas yang lainya.
Usaha ini berhasil setelah guru lebih aktif mendekati siswa sambil memberikan penjelasan- penjelasan materi yang dianggap agak susah dipahami siswa.
Terakhir disimpulkan bagian-bagian pembelajaran yang perlu dipertahankan dan bagian- bagian yang masih perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki pada pembelajaran berikutnya.
Supervisor berpesan agar pelaksanaan pembelajaran berikutnya lebih ditingkatkan lagi walaupun sudah tidak diobservasi oleh supervisor , pengawas atau kepala sekolah
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan observasi yang telah diuraian pada bab sebelumnya, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan berikut:
1. Supervisi akademik dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran.
2. Untuk melaksanakan supevisi akademik perlu direncanakan dengan matang sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
B. Saran-saran
1. Supervisi akademik perlu dilaksanakan secara berkesinambungan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran.
2. Pelaksanaaan supevisi akademik perlu direncanakan dengan matang agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.