• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

P U T U S A N

Nomor : 66/G/2017/PTUN-PLG

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang yang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara pada tingkat pertama, dengan acara biasa yang dilangsungkan di Gedung Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Nomor 67, Palembang., telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara : --- HERIYANTO. SE, Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan (Mantan) Pegawai

Negeri Sipil, Beralamat di Perum Guru II., Nomor 6.A., RT. 003., Kelurahan Batu Belang., Kecamatan Muara Dua., Kabupaten OKU (Ogan Kemering Ulu) Selatan; --- Dalam hal ini memberikan kuasa berdasar Surat Kuasa Khusus tertanggal 23 Oktober 2017, kepada : --- 1. AYA SOFIA, S.H., M.H. ; --- 2. JON ERICKA, S.H. ; --- 3. HENDRI FERDY, S.H., M.H. ; --- 4. AHMAD JULIAN, S.H. ; --- Kesemuanya berkewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Advokat pada Kantor Advokat "AYA SOFIA, SH, .MH. AND PARTNERS", Beralamat di Jalan AKBP H. Umar., Nomor 95., Kelurahan Ario Kemuning., Kecamatan Kemuning., Kota Palembang ; --- Untuk selanjutnya disebut sebagai ... PENGGUGAT ;

Melawan

BUPATI OGAN KOMERING ULU SELATAN , Berkedudukan di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan., Jalan Serasan Seandanan., Nomor 1., Muara Dua ; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

Dalam hal ini memberikan kuasa berdasarkan Surat Kuasa Khusus, Nomor : 2403.3/KUASA/BKPSDM/2017., Tertanggal 01 November 2017, kepada : --- 1. Nama : H. RAMIN HAMIDI, SE. MH. ; --- NIP : 196605021987031010 ; --- Pangkat / Gol. Ruang : Pembina Utama Muda / IV.c ; --- Jabatan : Asisten Administrasi Umum Kabupaten Ogan

Komering Ulu Selatan ; --- 2. Nama : YUSRINAWATI, SH. MT. ; --- NIP : 1971070420050112007 ; --- Pangkat / Gol. Ruang : Pembina / IV.a ; --- Jabatan : Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Ogan

Komering Ulu Selatan ; --- 3. Nama : JONI RAFLES, AP.M.Si. ; --- NIP : 197406091993111001 ; --- Pangkat / Gol. Ruang : Pembina Utama Muda / IV.c ; ---

Jabatan : Kepala Badan Kepegawaian dan

Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan ; --- Untuk selanjutnya disebut sebagai ... TERGUGAT ;

Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang tersebut ; --- Telah membaca ; --- 1. Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang Nomor :

66/PEN.MH/2017/PTUN-PLG, Tanggal 26 Oktober 2017 tentang Penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa, memutuskan dan menyelesaikan Sengketa Tata Usaha Negara tersebut ; --- 2. Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara

Palembang Nomor : 66/Pen.PP/2017/PTUN-PLG, Tanggal 27 Oktober 2017 tentang Hari Pemeriksaan Persiapan ; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

3. Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang Nomor : 66/Pen.HS/2017/PTUN-PLG, Tanggal 15 November 2017 tentang Hari Sidang Pertama ; --- 4. Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang Nomor :

66/PEN.MH/2017/PTUN-PLG, Tanggal 18 Desember 2017 tentang Penunjukan Pengganti Hakim Anggota I dan Susunan Majelis Hakim yang baru untuk memeriksa, memutuskan dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara tersebut, dan ; --- 5. Memeriksa alat bukti tertulis dari kedua-belah pihak yang berperkara,

serta ; ---

6. Mendengar keterangan dari kedua belah pihak yang berperkara, dan ; --- 7. Memeriksa berkas perkara ; ---

TENTANG DUDUKNYA SENGKETA

Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan Gugatan tertanggal 26 Oktober 2017 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang pada tanggal 26 Oktober 2017, terdaftar di bawah Register Perkara Nomor : 66/G/2017/PTUN-PLG, sebagaimana telah diterima perbaikannya pada Pemeriksaan Persiapan tanggal 15 November 2017 yang mengemukakan hal-hal yang pada pokoknya adalah sebagai berikut : --- I. Objek Sengketa : --- Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 862/410/KPTS/BKPSDM/2017., Tanggal 21 Agustus 2017 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Heriyanto, S.E., NIP : 197705162007011029 ; --- II. Tenggang Waktu Pengajuan Gugatan : ---

Penggugat baru mengetahui KTUN Objek sengketa aquo pada tanggal 5 September 2017 ketika Penggugat menerima surat tersebut dari Tergugat melalui keluarga Penggugat, sehingga diajukannya gugatan ini ke Pengadilan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

Tata Usaha Negara Palembang adalah masih dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari dan karenanya memenuhi ketentuan Pasal 55 UU Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ; --- III. Kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara : --- 1. Bahwa keputusan a quo yang dikeluarkan oleh Tergugat, telah memenuhi

ketentuan Pasal 1 angka (9) dan angka (12) UU No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, untuk menjadi objek sengketa TUN, yaitu : --- a) Keputusan a quo adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan

oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata ; --- - Bersifat konkret, karena yang disebutkan dalam surat keputusan Tergugat tersebut tidak abstrak, tetapi berwujud dan nyata-nyata secara tegas menyebutkan memberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil ; --- - Bersifat individual, karena tidak ditujukan kepada umum, tetapi berwujud dan nyata-nyata secara tegas menyebutkan nama Penggugat ; --- - Bersifat final, karena tidak lagi memerlukan persetujuan dari

instansi tertentu baik bersifat horizontal maupun vertikal ; --- b) Tergugat adalah badan atau pejabat tata usaha Negara yang mengeluarkan keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya yang digugat oleh orang atau badan hukum perdata ; --- 2. Bahwa oleh karena keputusan a quo yang dikeluarkan oleh Tergugat,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

merupakan sebuah Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN), maka sesuai ketentuan Pasal 50 UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana telah diubah dua kali, terakhir dengan UU No. 51 Tahun 2009, sehingga Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang berwenang untuk memeriksa, memutus, dan menyelesaikan Sengketa Tata Usaha Negara ini ; --- IV. Kepentingan Penggugat Yang Dirugikan : --- Bahwa berdasarkan pasal 53 ayat (1) UU Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang berbunyi sebagai berikut : ---

“Orang atau Badan Hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau rehabilitasi”. ---

Bahwa dengan adanya Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor: 862/410/KPTS/BKPSDM/2017 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Heriyanto, SE, NIP: 197705162007011029 tanggal 21 Agustus 2017, menimbulkan kerugian bagi Penggugat yaitu : --- 1. Bahwa dampak pemberhentian tidak dengan hormat tersebut Penggugat kehilangan pekerjaan dan tidak lagi mendapatkan gaji sebagai Pegawai Negeri Sipil sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari ; --- 2. Bahwa Tergugat telah menghilangkan hak-hak Penggugat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pangkat/Gol. Penata Tingkat I / IIId, pada Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Pol dan Linmas) Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan ; --- Bahwa oleh karena itu maka gugatan ini sudah memenuhi ketentuan pasal

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

53 ayat (1) Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara ; --- V. Dalil Posita / Alasan-Alasan Gugatan : ---

Adapun yang menjadi dalil atau alasan-alasan (posita) gugatan adalah sebagai berikut : --- 1. Bahwa Penggugat mulai bekerja sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dengan SK. Bupati Nomor 813/051.II/KPTS/BKD.IV/2008 tanggal 15 Juli 2008, Terhitung Mulai Tanggal 01 Januari 2007, bertugas pada Kantor Kesbang Pol dan Linmas Pemerintah Kabupaten OKU Selatan ; --- 2. Bahwa Penggugat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan berdasarkan SK Bupati Nomor 821.12/318/KPTS/BKD.IV.2/2009 tanggal 29 September 2009, Terhitung mulai tanggal 01-10-2009, dengan Pangkat Penata Muda, Golongan Ruang III/a, Unit Kerja Kantor Kesbang Pol dan Linmas Kab. OKU Selatan ; --- 3. Bahwa Penggugat Diberhentikan Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai

Negeri Sipil, berdasarkan Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor 862/410/KPTS/BKPSDM/2017 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Heriyanto, SE, NIP. 197705162007011029, yang diterbitkan tertanggal 21 Agustus 2017, dengan alasan karena telah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap ; --- 4. Bahwa putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, yang dijadikan alasan pemberhentian tidak dengan hormat dalam surat objek sengketa, adalah berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Palembang Nomor 12/Pid.Sus-TPK/2017/PN. Plg tanggal 2 Mei 2017, yang amarnya berbunyi sbb : --- - Menyatakan Terdakwa Heriyanto Bin Kartok tersebut diatas tidak terbukti

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Primair ; --- - Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari dakwaan Primair tersebut ; - Menyatakan Terdakwa tersebut di atas, terbukti secara sah dan

meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan Subsidair ; --- - Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana

penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sejumlah Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan ; --- - Menghukum Tedakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp.12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) ; --- - Dan seterusnya ; --- 5. Bahwa dengan adanya putusan pidana tersebut, Penggugat tidak mengajukan banding, sehingga putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) terhitung tanggal 9 Mei 2017 ; --- 6. Bahwa kemudian kurang lebih 3 (tiga) bulan setelah itu tepatnya pada tanggal 21 Agustus 2017 Tergugat mengeluarkan Keputusan tentang Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Penggugat sehingga dengan kata lain Penggugat diberhentikan sebagai PNS terhitung mulai tanggal 21 Agustus 2017 ; --- KTUN Obyek Sengketa Bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku : --- 7. Bahwa KTUN Obyek Sengketa dalam perkara a quo diterbitkan

berdasarkan Pasal 87 ayat (4) huruf b, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara sebagaimana dikutip : --- “ PNS diberhentikan tidak dengan hormat karena ; --- a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan Undang-Undang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ; --- b. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum ; --- c. menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik; atau ; --- d. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan dengan berencana.” ; --- 8. Bahwa selain itu pula berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil pasal 250 mengatur bahwa : “PNS diberhentikan tidak dengan hormat apabila” : --- a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 ; --- b. dipidana dengan pidana penjara atau kurungan berdasarkan putusan

pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan Jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan Jabatan dan/atau pidana umum ; --- c. dan seterusnya ; --- 9. Bahwa kemudian dalam pasal 252 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun

2017 tentang Manajemen PNS mengatur bahwa : --- “Pemberhentian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250 huruf b dan huruf d dan pasal 251 ditetapkan terhitung mulai akhir bulan sejak putusan pengadilan atas perkaranya yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.” ; --- 10. Bahwa sehubungan dengan hal tersebut diatas, KTUN objek sengketa aquo diterbitkan pada tanggal 21 Agustus 2017 dan berlaku sejak ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

keputusan ini akan diadakan pembetulan kembali sebagaimana mestinya ; - 11. Bahwa berdasarkan fakta hukum di atas maka penerbitan objek sengketa yang ditetapkan tanggal 21 Agustus 2017, sehingga KTUN objek sengketa telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yaitu PP Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS pasal 252 yang mengatur bahwa pemberhentian PNS yang terlibat korupsi haruslah ditetapkan terhitung mulai akhir bulan sejak putusan pengadilan atas perkaranya yang telah memiliki kekuatan hukum tetap ; --- 12. Bahwa dengan ditetapkannya objek sengketa pada tanggal 21 Agustus

2017, sedangkan putusan pidana korupsi yang bersangkutan telah berkekuatan hukum tetap pada bulan Mei 2017, maka KTUN objek sengketa aquo telah bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yaitu pasal 252 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil ; --- 13. Bahwa jika Tergugat taat aturan, seharusnya Tergugat menetapkan

Keputusan pada akhir bulan sejak putusan pidana aquo telah berkekuatan hukum tetap (yaitu pada akhir bulan Mei 2017) dan bukan tanggal 21 Agustus 2017 (tiga bulan setelahnya) sehingga hal tersebut jelas bertentangan dengan PP No.11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS ; --- 14. Bahwa dikarenakan KTUN objek sengketa a quo diterbitkan dengan cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik, maka sudah sepantasnya KTUN objek sengketa a quo haruslah dinyatakan batal atau tidak sah melalui pengadilan ini ; --- KTUN Obyek Sengketa Bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang baik : --- - Asas Kepastian Hukum, yakni asas dalam negara hukum yang

mengutamakan landasan ketentuan peraturan perundang - undangan,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

kepatutan, keajegan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan (Penjelasan Pasal 10 Ayat 1 huruf a); dan ; --- - Asas Kecermatan, yakni asas yang mengandung arti bahwa suatu

Keputusan dan/atau Tindakan harus didasarkan pada informasi dan dokumen yang lengkap untuk mendukung legalitas penetapan dan/atau pelaksanaan Keputusan dan/atau Tindakan sehingga Keputusan dan/atau Tindakan yang bersangkutan dipersiapkan dengan cermat sebelum Keputusan dan/atau Tindakan tersebut ditetapkan dan/atau dilakukan (Penjelasan Pasal 10 ayat 1 huruf d) ; ---

Asas Kepastian Hukum : ---

15. Bahwa KTUN Objek Sengketa bertentangan dengan asas kepastian hukum karena diterbitkannya dengan menabrak kaidah hukum dan tidak mengikuti aturan serta ketentuan Undang-undang Administrasi Pemerintahan dan PP tentang Manajemen PNS sehingga dengan demikian mengakibatkan tidak adanya kepastian hukum terhadap keabsahan dan keberlakuan dari KTUN yang menjadi Obyek Sengketa a quo ; ---

Asas Kecermatan : ---

16. Bahwa karena Objek sengketa diterbitkan dengan melanggar peraturan perundang-undangan dan asas asas umum pemerintahan yang baik maka sepatutnya patut diduga keputusan tersebut diambil secara tidak cermat dan tidak memperhatikan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan untuk mendukung keabsahan Keputusan tersebut dan juga tidak dipersiapkan dengan cermat sebelum Keputusan tersebut diterbitkan ; --- 17. Bahwa akibat KTUN Objek sengketa yang bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik sebagaimana diatur dalam pasal 53 ayat (2) huruf a dan huruf b UU PTUN, maka sudah sepantasnya Penggugat memohon pada Yang Mulia Majelis Hakim PTUN Palembang agar dapat membatalkan KTUN Obyek sengketa

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG a quo dan mewajibkan Tergugat untuk mencabut KTUN objek sengketa

aquo dan mengembalikan kedudukan Penggugat sebagai Pegawai Negeri Sipil seperti semula ; --- V. Petitum / Tuntutan : --- Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka Penggugat memohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan putusan sebagai berikut ; --- 1. Mengabulkan gugatan Pengugat untuk seluruhnya ; --- 2. Menyatakan Batal atau Tidak Sah Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor 862/410/KPTS/BKPSDM/2017 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Heriyanto, S.E., NIP :197705162007011029, tanggal 21 Agustus 2017 ; --- 3. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor 862/410/KPTS/BKPSDM/2017 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Heriyanto, S.E., NIP :197705162007011029, tanggal 21 Agustus 2017 ; --- 4. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mengembalikan hak-hak Penggugat sebagai Pegawai Negeri Sipil ; --- 5. Menghukum Tergugat untuk membayar segala biaya yang timbul dalam perkara ini ; --- Menimbang, bahwa terhadap Gugatan yang diajukan oleh Penggugat tersebut maka Tergugat pula telah mengajukan Jawaban tertulisnya tertanggal 22 November 2017 yang disampaikan pada persidangan tertanggal 22 November 2017 dengan mengemukakan hal-hal sebagai berikut ; --- DALAM POKOK PERKARA : --- V.Tanggapan Atas DalilL / Posita / Alasan-alasan Gugatan pada angka 1 sampai

dengan 6, dengan penjelasan sebagai berikut : ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

V.1.Bahwa Tergugat menerima dalil-dalil / posita / alasan yang disampaikan oleh Penggugat ; --- Tanggapan atas dalil / Posita / lasan-alasan Gugatan pada Angka 7 sampai dengan 14, bahwa objek sengketa tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, dengan penjelasan sebagai berikut : --- V.2.Bahwa Tergugat diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Pasal 87 ayat (4) huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang berbunyi “Pegawai Negeri Sipil Diberhentikan Tidak Dengan Hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan / atau pidana umum" ; --- V.3.Bahwa selain berdasarkan Pasal 87 ayat (4) huruf b Undang-Undang

Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Heriyanto, SE didasarkan pada Pasal 250 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil ; --- V.4.Bahwa Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil Nomor : 862/410/KPTS/BKPSDM/2017 ditetapkan tanggal 21 Agustus 2017 ; --- V.5.Bahwa dalam penetapan Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan

Nomor 862/410/KPTS/BKPSDM/2017 tanggal 21 Agustus 2017 terdapat diktum yang berbunyi Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan pembetulan kembali sebagaimana mestinya ; --- V.6.Bahwa peraturan perundang - undangan tidak secara tegas mengatur mengenai prosedur pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

Negeri Sipil namun dapat kami kemukakan tahapan yang dilakukan dalam proses penerbitan objek sengketa yang dilakukan oleh Tergugat sebagai berikut : --- 1. Bahwa Penggugat berdasarkan vonis dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Klas I A Khusus Nomor 12/Pid.Sus-TPK/2017/PN. Plg tanggal 25 April 2017 diantaranya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan subsidair Penuntut Umum, dan oleh karenanya dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda sejumlah Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan dan diharuskan membayar uang pengganti sejumlah Rp. 12.500.000 (dua belas juta lima ratus ribu rupiah) ; --- 2. Bahwa terhadap putusan tersebut Penggugat dan Jaksa Penuntut Umum

tidak melakukan upaya hukum banding sehingga putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) terhitung tanggal 9 Mei 2017 ; --- 3. Bahwa atas Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan

Negeri Palembang Klas I A Khusus Nomor : 12/Pid.Sus-TPK/2017/PN. Plg tanggal 25 April 2017 tersebut, maka Tergugat menerbitkan keputusan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan pertimbangan peraturan perundang-undangan sebagai berikut : --- a.Pasal 87 ayat (4) huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014

tentang Aparatur Sipil Negara ; --- b.Pasal 250 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil ; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

c.Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : K.26-30/V.72-9/99 tanggal 22 Juli 2016 perihal Permintaan Untuk Mematuhi Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara disebutkan bahwa PNS yang berstatus sebagai terpidana penjara/kurungan atau telah selesai menjalani hukuman pidana penjara/kurungan namun belum pernah diberikan sanksi, oleh karena itu untuk menjamin kepastian hukum serta rasa keadilan masyarakat, diminta kepada seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi Pusat dan Daerah untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara khususnya Pasal 87 ayat (2) dan ayat (4) huruf b dan d ; --- d.Surat Kepala Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara Nomor : 107.a/KR.VII/BKN.K/IX/2016 tanggal 8 September 2016 perihal Konsultasi. Disebutkan bahwa bagi Pegawai Negeri Sipil yang dipidana penjara dibawah 2 (dua) tahun sekalipun, sepanjang berdasarkan putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana korupsi, wajib diberlakukan ketentuan Pasal 87 ayat (4) huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yaitu Pemberhentian Tidak Dengan Hormat ; --- 4. Bahwa perkara yang dihadapi Penggugat termasuk dalam lingkup hukum

pidana sehingga secara yuridis formil tidak ada pemberitahuan putusan pidana terhadap Penggugat kepada Tergugat dari pengadilan dan / atau Jaksa Penuntut Umum, berkaitan dengan hal tersebut dapat disampaikan alur proses pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil yang dilakukan oleh tergugat sebagai berikut : --- a.atas dasar Surat Perintah Penahanan (Tingkat Penyidikan) Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu di Muaradua Nomor : PRINT-01/N.6.14.8/Fd.1/01/2017., tanggal 9 Januari 2017, Tergugat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri Sipil atas Nama Heriyanto, SE tanggal 20 Januari 2017 ; --- b.tanggal 8 Mei 2017 Tergugat mendapatkan informasi bahwa keputusan

terhadap Penggugat telah mempunyai kekuatan hukum tetap ; --- c.tanggal 16 Mei 2017 diterbitkan surat permintaan salinan putusan

kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Klas I A Khusus dengan surat Nomor : 800/1579/BKPSDM.3/2017 tanggal 16 Mei 2017 perihal Permintaan Salinan Putusan dan Legalisir a.n Heriyanto, SE ; --- d.tanggal 7 Juni 2017 dilaksanakan rapat pembahasan pemberhentian

tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil yang menghasilkan keputusan bahwa tergugat diusulkan untuk diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil ; --- e.tanggal 9 Juni 2017 diterbitkan Nota Dinas konsep Surat Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Tergugat ; --- f.tanggal 21 Juni 2017 Tergugat menerima konsep Surat Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil dan Tergugat memiliki waktu paling lama 21 (dua puluh satu) hari kerja setelah usul tersebut diterima ; --- g.tanggal 21 Agustus 2017 tergugat menandatangani Surat Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil ; -- 5. Bahwa keputusan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai

Negeri Sipil tidak diberlakukan surut sesuai dengan Pasal 57 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dimana bunyinya “Keputusan berlaku pada tanggal ditetapkan, kecuali ditentukan lain dalam Keputusan atau ketentuan peraturan perundang- undangan yang menjadi dasar Keputusan” dan Pasa l 58 ayat (6) yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

berbunyi Keputusan tidak dapat berlaku surut, kecuali untuk menghindari kerugian yang lebih besar dan / atau terabaikannya hak Warga Masyarakat ; --- 6. Bahwa pemberlakukan surut objek sengketa akan membawa konsekuensi Tergugat mengembalikan kelebihan pembayaran gaji terhitung mulai sejak bulan Mei hingga September 2017. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-Undangan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan terhadap Saudara MN, mantan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yang melakukan tindak pidana korupsi dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Palembang Nomor 01/Pid.Sus/2011PN.PLG tanggal 12 Agustus 2011, belum dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, dan oleh karena itu Bupati Ogan Komering Ulu Selatan menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan Keputusan Nomor : 862/365/KPTS/BKPSDM/2017 tanggal 18 Juli 2017 yang seharusnya ditetapkan akhir bulan keputusan pengadilan tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan Saudara MN harus mengembalikan kelebihan pembayaran gaji terhitung mulai tanggal 31 Agustus 2011 sampai dengan keputusan Bupati ditetapkan ; --- VI. Menanggapi Keberatan Penggugat pada Dalil / Posita / Alasan-alasan Gugatan pada Angka 15 sampai dengan 17 terkait dengan objek sengketa Tidak Bertentangan dengan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik, dapatlah Tergugat tanggapi sebagai berikut : ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

3.1 bahwa penerbitan objek gugatan telah sesuai dengan asas kepastian hukum karena telah mengikuti ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Sesuai dengan Pasal 52 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, syarat sahnya suatu keputusan meliputi ditetapkan oleh pejabat yang berwenang, dibuat sesuai prosedur, dan substansi yang sesuai dengan objek Keputusan ; --- 3.2 bahwa penerbitan objek sengketa telah memperhatikan asas kecermatan karena telah didasarkan pada informasi dan dokumen yang diperoleh secara sah dan diputuskan melalui rapat pembahasan sehingga menurut hemat kami penerbitan objek sengketa telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, oleh karena itu gugatan Penggugat patut untuk ditolak seluruhnya ; --- Berdasarkan uraian di atas, Tergugat mohon kiranya Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang yang mengadili dan memeriksa perkara a quo berkenan untuk memutus perkara aquo yang amarnya sebagai berikut : --- DALAM POKOK PERKARA : --- 1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ; --- 2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara a quo ; --- Menimbang, bahwa terhadap jawaban Tergugat tersebut, selanjutnya Penggugat telah mengajukan Repliknya tertanggal 29 Nopember 2017 yang telah disampaikan pada persidangan tanggal 29 Nopember 2017 yang pada pokoknya menyatakan bertetap pada isi Gugatan dan menolak dalil-dalil Jawaban Tergugat, kemudian Tergugat juga telah mengajukan Dupliknya tertanggal 7 Desember 2017

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

sebagaimana disampaikan melalui persidangan tanggal 7 Desember 2017 itu juga yang pada pokoknya Tergugat bertetap pada dalil-dalil jawaban-nya serta menolak semua dalil-dalil Gugatan dan Replik Penggugat ; ---

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan surat bukti berupa fotokopi surat yang telah bermaterai cukup dan telah pula diparaf sesuai dengan alat bukti pembanding, bertanda bukti P-1 sampai dengan bukti P-4 sebagaimana lengkap terurai kedalam Berita Acara Sidang-nya, sebagai berikut ; --- 1. Bukti P-1 : Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan., Nomor :

862/410/KPTS/BKPSDM/2017 tanggal 21 Agustus 2017 Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama HERIYANTO, SE NIP. 197705162007011029 (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 2. Bukti P-2 : Petikan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri

Palembang, Nomor 12/Pid.Sus-TPK/2017/PN.Plg, yang dibacakan pada hari Selasa tanggal 2 Mei 2017 (Fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 3. Bukti P-3 : Petikan Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 813/051.II/KPTS/BKD.IV/2008 Tanggal 15 Juli 2008 Tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atas nama HERIYANTO, SE (Fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 4. Bukti P-4 : Petikan Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan

Nomor : 821.12/318/KPTS/BKD.IV.2/2009 Tanggal 29 September 2009 Tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan atas nama HERIYANTO, SE (Fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil Jawabannya maka pihak Tergugat telah mengajukan surat bukti berupa fotokopi surat yang telah bermaterai cukup dan telah pula diparaf sesuai dengan alat bukti pembandingnya, yang mana secara lengkap terurai kedalam Berita Acara bertanda bukti T.1 sampai dengan bukti T.14 adalah sebagai berikut ; --- 1. Bukti T-1 : Pemberitaan surat kabar harian OKU Selatan tanggal 10 Januari 2017 (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 2. Bukti T-2 : Pemberitaan surat kabar harian OKU Selatan tanggal 10 Januari 2017 (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 3. Bukti T-3 : Surat Perintah Penahanan dari Kepala Cabang

Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu., Nomor : Print-01/N.6.14.8/Fd1/01/2017., Tanggal 09 Januari 2017 (fotokopi dari fotokopi) ; --- 4. Bukti T-4 : Nota Dinas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 800/198/BKPSDM.3/2017 tanggal 18 Januari 2017 (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 5. Bukti T-5 : Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 862/70/KPTS/BKPSDM/2017 tanggal 20 Januari 2017 tentang Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri Sipil (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 6. Bukti T-6 : Surat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 800/1579/BKPSDM.3/2017 tanggal 16 Mei 2017 perihal permintaan Salinan Putusan dan legalisir atas nama : Heriyanto, SE. (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 7. Bukti T-7 : Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Nomor : 12/Pid.Sus-Tpk/2017/PN.PLG

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

tanggal 25 April 2017(sesuai dengan salinan resmi Putusan) ; 8. Bukti T-8 : Surat Undangan Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 800/1717/BKPSDM/2017 tanggal 02 Juni 2017 perihal Undangan Rapat Pembahasan Putusan Pengadilan atas nama ; Heriyanto, SE. NIP. 197705162007011029 (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 9. Bukti T-9 : Notulen Rapat Tim BAPERJAKAT dan Kepala Bagian Hukum

Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 800/1730/BKPSDM.3/2017 tanggal 7 Juni 2017 (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 10. Bukti T-10 : Nota Dinas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan

SDM Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 800/1721/BKPSDM.3/2017 tanggal 07 Juni 2017 (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 11. Bukti T-11 : Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 862/410/KPTS/BKPSDM/2017 tanggal 21 Agustus 2017 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (fotokopi sesuai dengan aslinya) ; --- 12. Bukti T-12 : Foto Agenda surat masuk Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (fotokopi dari fotokopi) ; --- 13. Bukti T-13 : Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor :

K.26-30/V.72-9/99 tanggal 22 Juli 2016 perihal Permintaan untuk Mematuhi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (fotokopi dari fotokopi) ; --- 14. Bukti T-14 : Surat Kepala Kantor Regional VII Badan Kepegawaian

Negara Nomor : 107.a/KR.VII/BKN.K/IX/2016 tanggal 8 September 2016 perihal Konsultasi (fotokopi dari fotokopi) ; - Menimbang, bahwa Pihak Penggugat dan Pihak Tergugat menyatakan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 21 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

tidak mengajukan saksi dalam perkara ini meski telah diberi kesempatan oleh Majelis Hakim untuk itu ; --- Menimbang, bahwa untuk selanjutnya Penggugat maupun Tergugat melalui Kuasa Hukumnya untuk kemudian mengajukan Kesimpulan masing-masing untuk Penggugat tertanggal 17 Januari 2018 dan untuk Tergugat tertanggal 16 Januari 2018 pada persidangan tanggal 17 Januari 2018 ; --- Menimbang, bahwa segala sesuatu yang termuat kedalam Berita Acara Persidangan dalam perkara ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Putusan ini ; --- Menimbang, bahwa pada akhirnya baik Penggugat maupun Tergugat melalui Kuasa Hukum masing-masing lebih lanjut menyatakan tidak mengajukan apa-apa lagi dan mohon Putusan ; ---

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah sebagaimana telah diuraikan di atas ; --- Menimbang, bahwa melalui gugatannya maka Penggugat pada pokoknya mohon untuk dinyatakan batal atau tidak sah objek sengketa dalam perkara ini berupa Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 862/410/KPTS/BKPSDM/2017., Tanggal 21 Agustus 2017 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Heriyanto, S.E., NIP : 197705162007011029 (vide bukti P-1 = T-11) ; ---

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat telah mengajukan jawaban tertulis tertanggal 22 November 2017 yang pada pokoknya membantah dalil-dalil gugatan Penggugat dan menyatakan bahwasanya penerbitan objek sengketa telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan AUPB, jawaban Tergugat tersebut tidak memuat eksepsi dan atau uraian jawaban yang bersifat ekseptif ; ---

Menimbang, bahwa oleh karena jawaban Penggugat tidak memuat eksepsi

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 22 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

maka sebelum mempertimbangkan mengenai pokok sengketa, Majelis Hakim terlebih dahulu akan mempertimbangkan mengenai syarat formal pengajuan gugatan yaitu dalam hal kewenangan mengadili dari Pengadilan, kepentingan Penggugat dan tenggang waktu Penggugat dalam mengajukan gugatannya dengan pertimbangan hukum sebagai berikut ; ---

Menimbang, bahwa syarat formal pengajuan Gugatan dimuat dan diatur oleh Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 sebagaimana telah diubah pertama kali dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 ; --- Menimbang, bahwa dalam hal penentuan kewenangan mengadili dari Peradilan Tata Usaha Negara, maka Majelis Hakim merujuk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, khususnya Pasal 47 juncto Pasal 50 juncto Pasal 54 ayat (1) juncto Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009, dengan objek sengketa berupa keputusan tata usaha negara sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 9 ditambah dengan Pasal 1 angka 7 juncto Pasal 87 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan; --- Menimbang, bahwa dalam ketentuan Pasal 47 juncto Pasal 50 juncto Pasal 54 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 mengatur pada pokoknya Pengadilan Tata Usaha Negara berwenang sebagai pengadilan tingkat pertama untuk memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara, dan gugatannya diajukan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Tergugat; --- Menimbang, bahwa selanjutnya yang dimaksud dengan sengketa tata usaha negara sebagaimana disebutkan dalam ketentuan Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 adalah sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha negara, baik di pusat maupun di daerah sebagai akibat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(23)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 23 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

dikeluarkannya keputusan tata usaha negara, termasuk sengketa kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku ; --- Menimbang, bahwa lebih lanjut berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009, ditambah Pasal 1 angka 7 juncto Pasal 87 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan, diatur bahwa suatu keputusan dapat dikategorikan sebagai keputusan Tata Usaha Negara atau Keputusan Administrasi Pemerintahan, apabila memuat unsur-unsur sebagai berikut : --- 1. Suatu penetapan tertulis (juga mencakup tindakan faktual) ; --- 2. Dikeluarkan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara (Badan dan/atau Pejabat

Tata Usaha Negara di lingkungan eksekutif, legislatif, yudikatif, dan penyelenggara negara lainnya) ; --- 3. Berisi tindakan hukum tata usaha negara ; --- 4. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (dan AUPB) ; --- 5. Bersifat konkret, individual, dan final (bersifat final dalam arti lebih luas) ; --- 6. Menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata (juga

keputusan yang berpotensi menimbulkan akibat hukum) ; --- 7. Keputusan yang berlaku bagi warga masyarakat ; --- Menimbang, bahwa setelah mencermati ketentuan hukum sebagaimana diuraikan di atas kemudian dihubungkan dengan objek sengketa, diperoleh fakta hukum bahwa objek sengketa merupakan Keputusan Tata Usaha Negara berupa penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Tergugat yaitu Bupati Ogan Komering Ulu Selatan selaku Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil, yang bersifat konkret, individual, dan final serta menimbulkan akibat hukum bagi Penggugat selaku nama yang dituju atau nama tercantum di dalam objek sengketa, sehingga Majelis Hakim berpendapat objek sengketa termasuk Keputusan Tata Usaha Negara yang dapat diperiksa dan menjadi kewenangan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(24)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 24 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

mengadili Peradilan Tata Usaha Negara secara absolut, kemudian ditinjau dari tempat kedudukan Tergugat di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan maka secara yurisdiksi pemeriksaan dan penyelesaian sengketa a quo merupakan kewenangan relatif Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang, dan oleh karena itu syarat formal pengajuan gugatan dalam hal kewenangan pengadilan telah terpenuhi ; ---

Menimbang, bahwa selanjutnya untuk menentukan ada tidaknya kepentingan seseorang untuk menggugat di Peradilan Tata Usaha Negara diatur dalam Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004, yang berbunyi : --- (1) Orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh

suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau direhabilitasi ; ---

Menimbang, bahwa melalui gugatannya maka Penggugat mendalilkan bahwasanya Penggugat bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan jabatan terakhir Kepala Seksi Hubungan Demokratisasi, Politik dan Kesatuan Bangsa di Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Pol dan Linmas) pada Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, pangkat Penata Tingkat I Golongan ruang III/d, kemudian setelah terbitnya objek sengketa berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil, Penggugat merasa kepentingannya dirugikan karena menjadi kehilangan pekerjaan dan tidak lagi mendapatkan gaji sebagai Pegawai Negeri Sipil sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ; --- Menimbang, bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, Penggugat jelas memiliki kepentingan langsung yang dirugikan atas terbitnya objek sengketa, dan oleh karena itu sepanjang tidak dibuktikan sebaliknya, Majelis Hakim berpendapat syarat formal pengajuan gugatan dalam hal kapasitas atau kepentingan Penggugat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(25)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 25 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

juga telah terpenuhi ; --- Menimbang, bahwa selanjutnya untuk menentukan tenggang waktu pengajuan gugatan diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, yang berbunyi “Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara”; --- Menimbang, bahwa objek sengketa terbit pada tanggal 21 Agustus 2017, namun berdasarkan dalil gugatan Penggugat khususnya halaman 2 bagian II. Tenggang Waktu Pengajuan Gugatan disebutkan bahwasanya Penggugat baru mengetahui objek sengketa pada tanggal 5 September 2017, kemudian gugatan

didaftarkan di Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang pada tanggal 26 Oktober 2017, maka sepanjang tidak dibuktikan sebaliknya dan memang tidak

dibuktikan sebaliknya, olehnya Majelis Hakim berpendapat bahwasanya syarat formal dalam hal tenggang waktu pengajuan gugatan a quo sebagaimana ditentukan oleh Pasal 55 Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara juga telah terpenuhi ; --- Menimbang, bahwa oleh karena seluruh syarat formal pengajuan gugatan telah terpenuhi, selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan mengenai pokok sengketa dengan menguji penerbitan objek sengketa apakah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dari aspek kewenangan, prosedur, maupun substansi, dan / atau Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik, melalui pertimbangan hukum di bawah ini ; --- Menimbang, bahwa berdasarkan gugatan, jawaban, replik, duplik, bukti surat, dan kesimpulan dari para pihak, diperoleh fakta - fakta hukum sebagai berikut : --- 1. Bahwa Penggugat adalah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan berdasarkan bukti P-4 sebagaimana dimaksud Petikan Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(26)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 26 dari Putusan Perkara Nomor 66/G/2017/PTUN-PLG

821.12/318/KPTS/BKD.IV.2/2009., Tanggal 29 September 2009 Tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan atas nama HERIYANTO, S.E., dan jabatan terakhir adalah selaku Kepala Seksi Hubungan Demokratisasi, Politik dan Kesatuan Bangsa di Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (vide bukti T-5 dan objek sengketa) ; --- 2. Bahwa berdasarkan bukti T-3 berupa Surat Perintah Penahanan dari Kepala

Cabang Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Nomor : Print-01/N.6.14.8/Fd.1/01/2017., Tanggal 9 Januari 2017, Penggugat ditahan di Cabang Rutan Baturaja Muaradua terhitung mulai tanggal 9 Januari 2017, atas dasar penahanan tersebut selanjutnya terhadap Penggugat dikenakan Pemberhentian Sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor : 862/70/KPTS/BKPSDM/2017., Tanggal 20 Januari 2017 (vide bukti T-5) ; --- 3. Bahwa berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Palembang Nomor 12/Pid.Sus-Tpk/2017/PN.PLG tanggal 2 Mei 2017 (vide bukti P-2 dan T-7), Penggugat dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsidair, dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sejumlah Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan ; --- 4. Bahwa berdasarkan bukti T-8, T-9, dan T-10, pada pokoknya Tim Baperjakat dan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan telah melaksanakan rapat pembahasan Putusan Pengadilan terhadap Penggugat pada tanggal 7 Juni 2017 ; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Mekanisme cara senyawa klorin dapat mematikan kuman bakteri yaitu asam hipoklorit yang merupakan senyawa klorin yang paling aktif akan menghambat oksidasi glukosa dalam sel

Bersedia untuk dilakukan peninjauan terhadap sarana dan alat yang akan digunakan dalam proses Pemeriksaan Kesehatan Berkala oleh pihak PT PJB UP Gresik

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan karakteristik konsumen distro di kota Pekanbaru dengan objek penelitian adalah konsumen Distro Pestaphoria Neverending

Watts (2003) juga menyatakan hal yang sama bahwa konservatisme merupakan salah satu karakteristik yang sangat penting dalam mengurangi biaya keagenan dan meningkatkan kualitas

Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan aplikasi mobile phone berbasis Android dengan menerapkan metode Wiener estimation untuk menduga nilai reflektan berdasarkan

Park and Ride diharapkan dapat menyediakan tempat yang cukup luas dan baik untuk menampung kendaraan pribadi, mengurangi kendaraan yang masuk ke Kota karena

Dari fenomena yaitu semakin meningkatnya jumlah perceraian yang dilakukan pada pasangan dewasa madya dan telah menikah dalam waktu yang cukup lama, serta ditemukan bahwa

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16 dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan, Juncto Pasal