• Tidak ada hasil yang ditemukan

EXECUTIVE SUMMARY CAPAIAN KINERJA BAN-S/M TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EXECUTIVE SUMMARY CAPAIAN KINERJA BAN-S/M TAHUN 2014"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

EXECUTIVE SUMMARY CAPAIAN KINERJA BAN-S/M

TAHUN 2014

BADAN AKREDITASI NASIONAL SEKOLAH/MADRASAH

Kompleks Kemdikbud, Gedung F Lantai 2 Jl. RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan 12001

Telepon & Fax (021) 75914887 Website: http://www.ban-sm.or.id

Email: [email protected]

JAKARTA 2014

(2)

Executive Summary Laporan Capaian Kinerja BAN‐S/M Tahun 2014 hal. 1 A. PERAN BAN-S/M DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

1. Berdirinya BAN-S/M tidak terlepas dari amanah perundang-undangan yang berlaku sebagai dasar hukum yang melatar belakangi yaitu meliputi:

a. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 60 ayat (1): Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Penjabaran pesan UU Sisdiknas tersebut dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta Permendikbud No. 59 Tahun 2012 tentang Badan Akreditasi Nasional.

b. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: a) Pasal 86 ayat (1); b) Pasal 87 ayat (1) dan ayat (3).

c. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan: a) pasal 1 ayat (32); dan b) pasal 2 ayat (2).

d. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2012 Badan Akreditasi Nasional: a) Pasal 9 ayat (1), (2), (3), dan (4):

berkaitan dengan tugas BAN-S/M; b) Pasal 10 ayat (1); c) pasal 11 ayat (1) dan (2).

EXECUTIVE SUMMARY

CAPAIAN KINERJA BADAN AKREDITASI NASIONAL SEKOLAH/MADRASAH (BAN-S/M) TAHUN 2014

(3)

Executive Summary Laporan Capaian Kinerja BAN‐S/M Tahun 2014 hal. 2 2. Berdasarkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun

2003 dan perundang-undangan dalam bidang pendidikan tersebut, diamanatkan adanya sistem penjaminan mutu, sebagai diuraikan berikut:

1. Adanya Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang berlaku bagi seluruh sistem pendidikan nasional, yang dikembangkan oleh BSNP.

2. Adanya peran dari para pihak (stakeholders) yang bertugas dan berfungsi untuk pemenuhan standar nasional pendidikan. Para pihak (stakeholders) ini termasuk para pembina satuan pendidikan di pusat, Provinsi/

Kabupaten/Kota, masyarakat penyelenggara satuan pendidikan, dan satuan pendidikan sendiri.

3. Adanya pihak yang bertugas menilai kelayakan satuan pendidikan,

”sejauh mana” pemenuhan SNP telah dicapai. Tugas ini dilaksanakan oleh BAN-S/M.

4. Adanya evaluasi hasil belajar oleh pemerintah secara nasional yang dilakukan oleh lembaga mandiri yaitu BSNP yang didukung oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balitbang Kemdikbud.

5. Secara internal, sesuai Pasal 51, Undang-undang Sisdiknas, masing- masing satuan pendidikan menerapkan manajemen berbasis sekolah/

madrasah. Masing-masing satuan pendidikan juga harus bertanggung jawab pada penjaminan mutu setiap satuan pendidikan (Pasal 91 PP Nomor 19 Tahun 2005).

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peran BAN-S/M merupakan unsur eksternal terhadap satuan pendidikan dan institusi penyelenggara satuan pendidikan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat (swasta), dan sebagai salah satu bagian dari mata rantai sistem penjaminan mutu yang diamanatkan oleh Undang-undang Sisdiknas.

(4)

Executive Summary Laporan Capaian Kinerja BAN‐S/M Tahun 2014 hal. 3 B. PROGRAM BAN-S/M TAHUN 2014

1. Pelaksanaan akreditasi

Pada tahun 2014 BAN-S/M menetapkan kebijakan akreditasi Sekolah/Madrasah dengan menitikberatkan kepada penuntasan akreditasi sesuai renstra Kemdiknas 2010—2014. Sejalan dengan prioritas penuntasan akreditasi tersebut, kebijakan BAN-S/M kemudian dituangkan ke dalam penetapan kuota akreditasi yaitu 80% untuk satuan pendidikan yang belum pernah diakreditasi, dan 20% untuk satuan pendidikan yang sudah pernah terakreditasi (akreditasi ulang).

Untuk tahun anggaran 2014, sasaran akreditasi sekolah/madrasah sebanyak 19.500. Namun demikian, dalam implementasi, sekolah/madrasah yang diakreditasi sebanyak 27.656 sekolah/madrasah.

Capaian tersebut melebihi sasaran yang ditetapkan. Besarnya capaian sasaran akreditasi yang melampaui target karena beberapa hal di antaranya:

a. Adanya efisiensi anggaran yang dilakukan oleh BAN-S/M dari kuota sebelumnya sebanyak 19.500 menjadi 21.168 sasaran.

b. Terdapat penambahan kuota akreditasi Sekolah/Madrasah dari Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah. Anggaran yang bersumber dari APBN Kementerian Agama sebanyak 3.000 sasaran, dengan realisasi 971 Madrasah atau 32%. Kecilnya jumlah realisasi akreditasi dari anggaran kementerian Agama ini karena perbedaan mekanisme pencairan anggaran di mana Kementerian Agama masih menggunakan sistem Bantuan Sosial (Bansos), sementara alokasi anggaran untuk akreditasi menggunakan sistem belanja barang.

Kondisi ini menyebabkan pejabat di Kantor Wilayah Kementerian Agama di beberapa provinsi lebih berhati-hati dalam mencairkan anggaran tersebut. Sedangkan untuk anggaran dari Pemerintah Daerah, BAN-S/M mendapatkan tambahan sasaran dari APBD provinsi dan kabupaten/kota sebanyak 5.517 sekolah/madrasah.

(5)

Executive Summary Laporan Capaian Kinerja BAN‐S/M Tahun 2014 hal. 4 2. Hasil Akreditasi Sekolah/Madrasah Tahun 2014

Uraian mengenai hasil akreditasi sekolah/madrasah tahun 2014 sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Akreditasi Sekolah/madrasah Secara Nasional Tahun 2014

No Satuan Pendidikan

Peringkat

Jumlah A B C TT

1 SD 4.181 9.521 1.914 305 15.921

2 MI 482 1.086 226 20 1.814

3 SMP 1.758 1.702 632 66 4.158

4 MTS 186 465 195 18 864

5 SMA 554 441 184 16 1.195

6 MA 117 155 129 8 409

7 *SMK 1.398 1.295 302 32 3.027

8 **SLB 112 137 17 2 268

Jumlah 8.788 14.802 3.599 467 27.656 31,78% 53,52% 13,01% 1,69%

Keterangan.

* Program Keahlian

** Satuan Pendidikan

a. Dari data hasil akreditasi tahun 2014 diperoleh gambaran sebagai berikut:

1) Sebanyak 27.656 sekolah/madrasah telah diakreditasi pada tahun 2014, dengan rincian sebanyak 24.569 adalah sekolah, dan 3.087 adalah madrasah.

2) Dari seluruh sekolah/madrasah yang diakreditasi, sebagian besar terakreditasi dengan peringkat “B” (53,52%), disusul peringkat “A”

(31,78%), peringkat “C” (13,01%) dan yang Tidak Terakreditasi (TT) (1,69%).

3) Secara nasional hasil akreditasi tahun 2014 untuk sekolah yang meliputi jenjang SD, SMP, dan SLB masih didominasi perolehan

(6)

Executive Summary Laporan Capaian Kinerja BAN‐S/M Tahun 2014 hal. 5 peringkat B. Sedangkan SMA dan SMK sudah didominasi perolehan peringkat A.

4) Dari total 24.569 sekolah yang diakreditasi tahun 2014, Perolehan persentase rata-rata nasional peringkat B sebesar 53,30% dan peringkat A sebesar 32,57%.

5) Hasil akreditasi sekolah dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Pada jenjang SD peringkat A sebesar 26,26%; B sebesar 59,80%; C 12,02%, dan TT sebesar 1,92% dari 15.921 sekolah yang diakreditasi.

b) Pada jenjang SMP perolehan peringkat A sebesar 42,28%; B sebesar 40,93%; C sebesar 15,20%, dan TT sebesar 1,59% dari 4.158 sekolah yang diakreditasi.

c) Pada jenjang SMA perolehan peringkat A sebesar 46,36%; B sebesar 36,90%, C sebesar 15.40%, dan TT sebesar 1,34% dari 1.195 sekolah yang diakreditasi tahun 2014 ini.

d) Pada jenjang SMK perolehan peringkat A sebesar 46,18%; B sebesar 42,78%; C sebesar 9,98%, dan TT sebesar 1,06% dari 3.027 sekolah yang diakreditasi.

e) Pada jenjang SLB perolehan peringkat A sebesar 41,79%, B sebesar 51,12%, C sebesar 6,34%, dan TT sebesar 0,75% dari 268 SLB yang diakreditasi.

6) Dari total 3.087 madrasah yang diakreditasi tahun 2014, perolehan peringkat rata-rata nasional madrasah paling besar persentasenya adalah peringkat B sebesar 55,26% dan berikutnya peringkat A sebesar 25,43%.

7) Hasil akreditasi madrasah dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Pada jenjang MI perolehan peringkat A sebesar 26,57%; B sebesar 59,87%; C sebesar 12,46%, dan TT sebesar 1,10%

dari 1.814 madrasah yang diakreditasi.

b) Pada jenjang MTs perolehan peringkat A sebesar 21,53%; B sebesar 53,82%; C sebesar 22,57%, dan TT sebesar 2,08%

dari 864 madrasah yang diakreditasi.

(7)

Executive Summary Laporan Capaian Kinerja BAN‐S/M Tahun 2014 hal. 6 c) Pada jenjang MA perolehan peringkat A sebesar 28,61%; B

sebesar 37,90%, C sebesar 31,54%, dan TT sebesar 1,96%

dari 409 madrasah yang diakreditasi tahun 2014 ini.

d) Dari total 3.087 madrasah yang diakreditasi tahun 2014, perolehan peringkat rata-rata nasional madrasah paling besar persentasenya adalah peringkat B sebesar 55,26% dan peringkat A sebesar 25,43%.

e) Perolehan persentase peringkat A yang telah melampaui rata- rata nasional madrasah tahun 2014 ini adalah MI yaitu 26,57%

dan MA yaitu 28,61%.

f) Persentase perolehan peringkat rata-rata nasional yang paling tinggi adalah peringkat B untuk jenjang MI sebesar 59,87%.

8) Dengan capaian akreditasi tahun 2014, BAN-S/M telah berhasil mengakreditasi 313.227 satuan akreditasi atau 96.33% dari sasaran keseluruhan 325.165 satuan akreditasi. Dengan demikian, sisa sasaran akreditasi sekolah/madrasah sesuai renstra Kemdikbud yang belum diakreditasi sampai dengan tahun 2014 sebanyak 11.938 atau 3.67%.

Secara nasional hasil akreditasi tahun 2014 untuk sekolah yang meliputi jenjang SD, SMP, dan SLB didominasi perolehan peringkat B.

Sedangkan untuk jenjang SMA dan SMK didominasi perolehan peringkat A.

1. Dari total 24.569 sekolah yang diakreditasi tahun 2014, Perolehan persentase rata-rata nasional peringkat B sebesar 53,30% dan peringkat A sebesar 32,57%.

2. Perolehan persentase peringkat A yang berada di bawah rata-rata nasional tahun 2014 ini adalah jenjang SD yakni sebesar 26,26%.

b. Dari pengalaman pelaksanaan akreditasi selama ini, masalah/kendala yang dijumpai, diantaranya: 1) jumlah asesor yang memiliki kualifikasi masih sangat minim; 2) masih ada beberapa asesor yang tidak profesional dalam menjalankan tugasnya (sering dijumpai pelanggaran kode etik asesor); 3) sebagian sekolah/madrasah belum siap

(8)

Executive Summary Laporan Capaian Kinerja BAN‐S/M Tahun 2014 hal. 7 diakreditasi; 4) dukungan pemerintah daerah dalam bentuk alokasi anggaran akreditasi melalui APBD masih sangat minim; 5) hasil-hasil akreditasi belum dimanfaatkan oleh stakeholders pendidikan baik pusat maupun daerah sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan; dan 6) sebagian besar masyarakat belum mengenal tentang akreditasi.

C. PEMANFAATAN HASIL AKREDITASI

Hasil akreditasi sudah mulai diakui oleh berbagai pihak sebagai bagian dari mata rantai penjaminan mutu sistem pendidikan nasional antara lain:

a. Beberapa Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kanwil Kemenag mulai memperhatikan peta hasil akreditasi dan analisis hasil akreditasi sebagai bagian penting di dalam penyusunan program-program pembinaan pendidikan.

b. Beberapa Pemerintah Daerah mulai memberikan perhatian terhadap program akreditasi Sekolah/Madrasah dengan memberikan dukungan yang memadai dalam bentuk sarana dan prasarana, sumber daya manusia, peningkatan kualitas sumber daya manusia, alokasi anggaran akreditasi, dan kebijakan dan program akreditasi. Sebagai bentuk apresiasi dan dalam rangka meningkatkan dukungan terhadap program akreditasi Sekolah/Madrasah oleh Pemerintah Daerah, pada tahun 2014 BAN-S/M telah menganugerahkan Penghargaan School and Madrasah Accreditation (SaMA) Award kepada 10 pemerintah provinsi terpilih meliputi: DKI, Banten, DI. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo dan Aceh. Ke 10 provinsi tersebut dinilai telah secara konsisten memberikan dukungan secara penuh terhadap program akreditasi Sekolah/Madrasah.

c. Pemanfaatan hasil akreditasi berikutnya adalah bahwa saat ini hasil akreditasi (Peringkat akreditasi sekolah/madrasah) telah dimasukan sebagai salah satu syarat adminstrasi dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru pada Perguruan Tinggi (PT) dan menjadi syarat administrasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan karyawan/pegawai di beberapa perusahaan/kantor Swasta.

(9)

Executive Summary Laporan Capaian Kinerja BAN‐S/M Tahun 2014 hal. 8 D. REKOMENDASI TINDAK LANJUT

a. Rekruitmen asesor perlu diperketat untuk menjamin kualitas dan integritas asesor, sehingga peran asesor sebagai ujung tombak akreditasi dapat dilaksanakan secara optimal. Dengan demikian, kualitas hasil akreditasi dapat lebih terjamin.

b. Sosialisasi mengenai pentingnya akreditasi sekolah/madrasah kepada seluruh stakholders sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program baik sosialisasi melalui media massa (cetak dan elektronik) maupun program seminar dan sebagainya.

c. Perlu mendorong pemerintah daerah guna secara berkesinambungan mendukung pelaksanaan akreditasi melalui dukungan APBD baik provinsi maupun kabupaten/kota terutama bagi pemerintah daerah yang selama ini sama sekali belum memberikan kontribusi.

d. Efektivitas dan efisiensi sistem akreditasi serta pengembangan kapasitas para pelaksananya perlu terus menerus dilakukan penyempurnaan oleh BAN-S/M dari tahun ke tahun.

e. Sistem IT perlu terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan unit IT di Kemdikbud, baik untuk kepentingan data yang bersifat pasif maupun yang aktif, sehingga dapat membantu efektivitas dan efisiensi pengelolaan dan akuntabilitas sistem akreditasi.

Demikian pokok laporan pelaksanaan akreditasi tahun 2014, untuk menjadi bahan pertimbangan bagi penyempurnaan sistem akreditasi sekolah/madrasah.

Jakarta, Desember 2014 Ketua BAN-S/M

Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Gambar

Tabel 1. Hasil Akreditasi Sekolah/madrasah Secara Nasional Tahun 2014

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal Pejabat yang berwenang melakukan tindakan yang memperlambat pengurusan izin, tanda daftar, atau surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) dikenakan

Studi di lima provinsi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkat- an pengetahuan yang komprehensif tentang HIV dan AIDS di kalangan orang muda (usia 15-24

Menurut Blocher, et al. 53), analisa value chain merupakan alat strategi yang digunakan untuk memahami secara lebih baik terhadap keunggulan kompetitif, untuk mengidentifikasi

Abstrak: Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen hasil perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal

Penelitian terdahulu dengan demikian telah menujukkan hasil pengaruh konten dan waktu post terhadap popularitas merek di sosial media. Kami masih melihat adanya dua gap dari

Penelitian-penelitian mengenai pewarnaan dinamis cukup banyak dilakukan oleh peneliti, beberapa diantaranya adalah Lai dan Montgomery (2002) dalam artikelnya yang berjudul

Kembalinya dasar pengaturan hukum agraria kepada hukum asli Indonesia terdapat dalam Pasal 5 UUPA, bahwa hukum agraria yang berlaku atas bumi, air dan ruang

Ejaan Seluruh tulisan memiliki ejaan yang benar Sebagian besar tulisan memiliki ejaan yang benar Sebagian kecil tulisan memiliki ejaan yang benar Tulisan tidak