2.1 Tinjauan Pustaka
Perancangan dan pengembangan produk secara garis besar adalah rangkaian aktivitas yang dimulai dengan analisis dan peluang dan kemudian diakhiri dengan tahap produksi, penjualan, dan pengiriman. Pengembangan produk juga dapat ditafsirkan sebagai pengembangan produk yang ada dimasyarakat atau membuat suatu produk yang baru yang dapat membantu kegiatan manusia dalam kesehariannya. Pengembangan produk selalu ditinjau dari berbagai sisi, seperti kualitas, biaya produk, waktu pengembangan, biaya pengembangan dan kapabilitas pengembangan.
Proses pengembangan dan perancangan produk dapat dibagi menjadi 5 fase menurut Karl T. Ulrich dan Steven D. Eppinger dalam bukunya
“Perancangan dan Pengembangan Produk” yaitu proses perencanaan, pengembangan konsep, perancangan tingkat sistem, perancangan rinci, pengujian dan perbaikan, dan peluncuran produk.
Fase 0 Perencanaan
Fase 1 Pengembangan
Konsep
Fase 2 Perencanaan Tingkat
Sistem
Fase 3 Perencanaan Rinci
Fase 4 Pengujian dan
Perbaikan
Fase 5 Peluncuran Produk Proses Pengembangan Produk
Gambar 2.1 Proses pengembangan produk
Menurut Karl T. Ulrich dan Steven D. Eppinger, proses-proses dalam pengembangan produk dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu :
2.2 Perencanaan Produk
Kegiatan yang mempertimbangkanportfolio suatu proyek, sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menentukan bagian apa dariproyek yang akan diikuti selama periode tertentu. Perencanaan produk dikatakan cukup penting karena jika suatu perusahaan kurang berhati-hati merencanakan portfolio suatu proyek maka sering kali mengalami hal yang kurang baik seperti :
- Pasar target yang tidak terpenuhi
- Perencanaan publikasi produk yang kurang tepat
- Kapasitas pengembangan yang kurang sesuai dalam proyek yang diikuti - Distribusi sumberdaya yang kurang baik
- Permulaan proyek dan pembatalan yang kurang menguntungkan - Pengaturan proyek berubah-ubah
• Perencanaan proses yang dimulai dengan identifikasi peluang-peluang pengembangan produk. Ide-ide untuk suatu produk baru didapatkan dari beberapa sumber seperti :
- Personal pemasaran dan penjualan.
- Penelitian dan organisasi bagian pengembangan teknologi.
- Tim pengembangan produk.
- Bagian manufaktur dan oprasional organisasi.
- Pihak ketiga seperi pemasok, pencipta, dan partner bisnis.
Selain pencarian peluang dari dalam perusahaan, ada beberapa cara lain untuk mendapatkan peluang-peluang pengembangan secara pasif yaitu : - Mencatat kegagalan produk dan keluhan dari konsumen.
- Mewawancarai pengguna utama.
- Mempertimbangkan kecenderungan akan gaya hidup, demografis dan teknologi yang terus berkembang.
- Usulan pelanggan yang dikumpulkan secara sistematis.
- Studi pesaing
• Proses evaluasi proyek dilakukan untuk mencari peluang terbaik untuk produk baru dalam kategori produk-produk yang telah ada, dengan empat prespektif dasar strategi sebagai pertimbangan yaitu :
- Strategi bersaing
Strategi bersaing adalah suatu pendekatan pasar dan produk yang
mendasar dengan memperhatikan pesaing. Strategi bersaing digunakan
untuk memilih peluang pasar. Strategi bersaing yang biasa digunakan
adalah :
o Kepemimpinan teknologi
Strategi bersaing yang menerapkan penelitian dan pengenbangan teknologi baru untuk pengembangan produk.
o Kepemimpinan biaya
Strategi bersaing yang mengutamakan skala ekonomis, baik efisiensi produksi, tenaga kerja murah
o Fokus pelanggan
Strategi ini mengharuskan perusahaan untuk berhubungan erat dengan pelanggan, karena platform produk dirancang sesuai keinginan pelanggan.
Strategi ini mungkin memberi hasil lini produk yang luas dengan cirri variasi produk tinggi yang sesuai dengan kebutuhan segmen pelanggan yang heterogen.
o Tiruan
Strategi yang menunggu peluang-peluang potensial teridentifikasi lalu dengan cepat meluncurkan produk baru untuk meniru produk yang telah berhasil tersebut.
- Segmentasi pasar
Segmentasi pasar adalah pemetaan pasar menjadi segmen-segmen
yang memungkinkan perusahaan mempertimbangkan tindakan dari
pesaing dan kekuatan sari perusahaan. Pemetaan digunakan untuk
memperkirakan peluang produk mana yang menyebabkan kelemahan lini perusahaan dan yang memanfaatkan kelemahan dari produk pesaing.
- Alur teknologi
Alur teknologi adalah suatu pandangan dalam pengambilan keputusan untuk mengubah lini produk yang di sesuaikan berdasarkan oleh evaluasi kemajuan teknologi-teknologi di masa itu.
- Perencanaan platform produk
Platform produk adalah kumpulan asset yang dibagi dalam kumpulan
produk. Platform dibuat dengan tujuan mempermudah dan mempercepat proses perancangan turunan produk, yang dimana ciri dan fungsi utamanya sesuai dengan segmen pasar utama.
• Mengalokasi sumberdaya dan perencanaan waktu
Pengalokasian sumber daya adalah pembagian dan penempatan sumber
daya baik manusia maupun bahan mentah secara baik, yang digunakan
untuk menghindari terjadinya alokasi SDM yang berlebih di suatu tempat,
jadwal produksi yang tertunda, produk terlambat masuk pasar, serta
keuntungan yang menurun.
Perencanaan waktu proyek biasa disebut sebagai pipe management, untuk perencanaan waktu biasanya perusahaan akan mempertimbangkan dari segi-segi berikut :
- Penentuan waktu pengenalan produk
Semakin cepat pengenalan produk semakin baik, namun dalam peluncuran produk sebaiknya juga memperhatikan kualitas dari produk agar memadai, sehingga tidak merusak reputasi perusahaan nantinya.
- Kesiapan teknologi
Kekuatan teknologi berperan kritis dalam proses perencanaan.
Teknologi yang kuat dapat diintegrasikan dengan produk secara cepat dan handal.
- Kesiapan pasar
Survey pasar, apakah pelanggan ingin segera mendapatkan produk baru atau produk yang bertahan lama namun dengan harga awal yang tinggi.
- Persaingan
Penawaran produk yang telah mengantisipasi produk pesaing akan
mempercepat proses pengembangan lebih lanjut.
• Melengkapi perencanaan pendahuluan proyek
Perencanaan pendahuluan proyek, biasanya berisikan perencanaan- perencanaan, sasaran dan tujuan pembuatan produk, batasan-batasan dari produk tersebut dan kemana produk tersebut akan dipasarkan. Sebagai perencanaan pendahuluan suatu proyek dinyatakan dalam suatu proposal usulan dalam bentuk pernyataan misi, asumsi dan batasan-batasan dan penentuan staff dan kegiatan perencanaan proyek pendahuluan.
Pernyataan misi bersifat menggambarkan produk yang direncanakan secara garis besar yang berisikan : Uraian produk, Sasaran bisnis yang akan dituju, Pangsa pasar utama dan kedua, Asumsi dan batasan-batasan, serta Stake holder.
Asumsi dan batasan, berisikan batasan-batasan dari produk dan beberapa perkiraan baik medan dan lain sebagainya. Batasan-batasan dapat dilihat dari berbagai segi seperti manufaktur, pelayanan, penggunaan maupun lingkungan.
2.3 Identifikasi kebutuhan pelanggan
Identifikasi Kebutuhan Pelanggan, adalah suatu proses pengumpulan data-
data kebutuhan pelanggan.Tujuan dari identifikasi kebutuhan pelanggan
adalah :
- Meyakinkan bahwa produk telah trfokus pada kebutuhan pelanggan.
- Mengidentifikasikan kebutuhan pelanggan yang tersembunyi dan tidak terucapkan (latent needs) seperti halnya kebutuhan yang eksplisit menjadi suatu kebutuhan yang dapat dimengerti oleh tim pengembangan.
- Menjadi basis untuk menyusun spesifikasi produk
- Memudahkan pembuatan arsip dari aktivitas identifikasi kebutuhan untuk proses pengembangan produk.
- Menjamin tidak ada kebutuhan penting pelanggan yang terlupakan
- Menanamkan pemahaman bersama mengenai kebutuhan pelanggan diantar anggota tim pelanggan.
Tahap dalam identifikasi kebutuhan pelanggan:
• Mengumpulkan data mentah dari pelanggan.
Metode yang sering kali digunakan dalam mengumpulkan data mentah dari pelanggan adalah :
- Wawancara
Satu atau lebih anggota tim pengembang berdiskusi mengenai
kebutuhan dengan seorang pelanggan. Wawancara biasanya dilakukan
pada lingkungan pelanggan dan berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam.
- Kelompok Fokus
Moderator memfasilitasi suatu diskusi kelompok yang disebut kelompok fokus, dapat dilakukan dengan para pengguna setia suatu produk yang diteliti.
- Observasi Produk pada Saat Digunakan
Mengamati pelanggan menggunakan produk atau melakukan pekerjaan yang sesuai dengan tujuan produk tersebut diciptakan.
• Menginterpretasikan data mentah jadi kebutuhan pelanggan.
Tuntunan untuk menginterpretasikan kebutuhan pelanggan:
- Ekspresikan kebutuhan sebagai “Apa yang harus dilakukan produk”, bukan “Bagaimana melakukannya”.
- Pelanggan sering mengekspresikan kesenangannya dengan menguraikan konsep solusi, atau pendekatan untuk implementasi, akan tetapi pernyataan kebutuhan haruslah diekspresikan secara independen dari solusi teknologi tertentu .
- Ekspresikan kebutuhan sama spesifiknya seperti data mentah.
- Untuk menghindari kehilangan informasi, ekspresikan kebutuhan pada tingkatan detail yang sama seperti data mentah.
- Gunakan pernyataan positif, bukan negatif.
- Perubahan ini tidak bersifat mutlak, dan bersifat fleksibel, jika sebaiknya suatu pernyataan bersifat negative, maka tidaklah menjadi masalah.
- Ekspresikan kebutuhan sebagai atribut dari produk.
- Mengungkapkan kebutuhan sebagai pernyataan tentang produk menjamin konsistensi dan mendukung proses perubahan menjadi spesifikasi produk.
- Hindari kata-kata “harus” dan “mesti”.
• Mengorganisasikan kebutuhan menjadi beberapa hierarki, kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Tahap-tahap prosedur untuk mengelompokkan kebutuhan menjadi hierarki:
- Catat setiap pernyataan kebutuhan pada kartu-kartu atau secarik kertas yang terpisah.
- Kurangi pernyataan kebutuhan yang sama atau tidak dibutuhkan lagi.
- Kelompokkan kartu-kartu berdasarkan kesamaan kebutuhan yang diekspresikan.
- Untuk setiap grup berikan nama/ label.
- Pertimbangkan untuk mengelompokkan grup yang dihasilkan menjadi super grup yang terdiri dari 2 sampai 5 grup.
- Periksa dan edit kembali pernyataan kebutuhan yang telah disusun
• Menetapkan derajat kepentingan relatif setiap kebutuhan.
Daftar hierarki saja tidak memberikan informasi mengenai tingkat kepentingan relatif yang dirasakan pelanggan terhadap kebutuhan yang berbeda-beda. Pada langkah ini kita menetapkan tingkat kepentingan relatif kebutuhan yang yang dihasilkan pada langkah sebelumnya.
Terdapat dua pendekatan dasar untuk menetapkan bobot kepentingan setiap kebutuhan:
- Bersandar pada kesepakatan anggota tim berdasarkan pengalaman mereka selama ini dengan pelanggan.
- Berdasarkan nilai kepentingan yang diperoleh dari survei lanjutan terhadap pelanggan.
Perbedaan dalam kedua pendekatan ini adalah dalam hal biaya dan kecepatan dengan akurasi. Bobot kepentingan setiap kebutuhan dapat diungkapkan dengan beberapa cara, yaitu nilai rata-rata, standar deviasi, atau jumlah respons untuk setiap kategori kepentingan.
• Menganalisa hasil dan proses.
Pada langkah terakhir ini kita harus menggambarkan kembali hasil dan
proses, yang walaupun terstruktur tetapi tetap harus diuji kembali
kekonsistenannya dan intuisi yang telah dikembangkan melalui interaksi yang cukup lama dengan pelanggan.
Perhitungan untuk penentuan jumlah sample didapatkan dengan menggunakan rumus :
2 2
n = 4e Ζ
(Pengantar Statistika, Ronald E. Walpole, 2002)