Video Blog dan Perilaku Imitasi
(Studi Korelasional Terpaan Video Blog Make Up Tutorial di Youtube Terhadap Perilaku Imitasi Mahasiswi Universitas Sumatera Utara)
SKRIPSI
OLEH:
Utari Adista Pratiwi 130904120
Program Studi :Public Relations
DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2017
Video Blog dan Perilaku Imitasi
(Studi Korelasional Terpaan Video Blog Make Up Tutorial di Youtube Terhadap Perilaku Imitasi Mahasiswi Universitas Sumatera Utara)
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata 1 (S1) pada Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
OLEH :
L. Hana A G Sihombing 130904070
Program Studi : Public Relation
DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
LEMBAR PERSETUJUAN
Skripsi ini disetujui untuk dipertahankan oleh:
Nama : UTARI ADISTA PRATIWI NIM : 130904120
Departemen : ILMU KOMUNIKASI
Judul : VIDEO BLOG DAN PERILAKU IMITASI
(Studi Korelasional Terpaan Video Blog Makeup Tutorial di YouTube Terhadap Perilaku Imitasi di Kalangan Mahasiswi Universitas Sumatera Utara)
Dosen Pembimbing Ketua Departemen Ilmu Komunikasi
Dra. Dewi Kurniawati, M. Si, Ph. D Dra. Dewi Kurniawati, M. Si, Ph. D NIP. 196505241989032001 NIP. 196505241989032001
Dekan FISIP USU
Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si NIP. 197409302005011002
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS
Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya cantumkan sumbernya dengan benar. Jika di kemudian hari saya terbukti melakukan pelanggaran (plagiat) maka saya bersedia di proses sesuai dengan
hukum yang berlaku.
Nama : Utari Adista Pratiwi
NIM : 130904120
Tanda tangan :
Tanggal :
HALAMAN PENGESAHAN Skripsi ini diajukan oleh :
Nama : UTARI ADISTA PRATIWI NIM : 130904120
Departemen : ILMU KOMUNIKASI
Judul : VIDEO BLOG DAN PERILAKU IMITASI
(Studi Korelasional Terpaan Video Blog Makeup Tutorial di YouTube Terhadap Perilaku Imitasi di Kalangan Mahasiswi Universitas Sumatera Utara)
Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Majelis Penguji
Ketua Penguji : (………..)
Penguji : (………..)
Penguji Utama : (………..)
Ditetapkan di : Medan
Tanggal :
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai civitas akademika Universitas Sumatera Utara, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Utari Adista Pratiwi
NIM : 130904120
Departemen : Ilmu Komunikasi
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas : Universitas Sumatera Utara Jenis karya : Skripsi
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Sumatera Utara Hak Bebas Royalti Non Eksklusif (Non Exclusive Royalty – Free Rights) atas karya ilmiah saya yang berjudul Manajemen Kecemasan dan Ketidakpastian Pada Mahasiswa Perantau (Studi Deskriptif Kualitatif Terhadap Mahasiswa Perantau di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU). Dengan Hak Bebas Royalti Non Eksklusif ini Universitas Sumatera Utara berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat dan mempublikasikan tugas akhir saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Dibuat di : Medan Pada tanggal :
Yang menyatakan:
Utari Adista Pratiwi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dan skripsi yang berjudul VIDEO BLOG DAN PERILAKU IMITASI (Studi Korelasional Terpaan Video Blog Makeup Tutorial di YouTube Terhadap Perilaku Imitasi Mahasiswi Universitas Sumatera Utara)., guna melengkapi syarat untuk mencapai gelar Sarjana pada Universitas Sumatera Utara. Peneliti berharap kedepannya skripsi ini dpat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan penelitian. Tentunya skripsi ini masih sangat jauh dari sempurna, karena itu penulis senantiasa mengarapkan gagasan baru, kritik, serta saran yang membangun demi perbaikan ke depan. Dalam penyelesaian skripsi ini peneliti banyak mendapat bimibingan dan bantuan dari berbagai pihak. Pertama sekali peneliti mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada orangtua peneliti yakni Papa Dedy Kurniawan Panggabean dan Mama Ermasari Manullang yang selalu memberikan semangat,cinta dan kasih sayang, semangat serta doa yang tidak pernah putus untuk saya. Juga untuk abang Yudhi, adik Doni, adik Suci dan si bungsu kecil kami Zahira yang selalu memberikan semangat serta doanya.
Dalam proses penyelesaian skripsi ini, peneliti tidak hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri. Begitu banyak pihak yang memberi kontribusi, baik berupa materi, pikiran, maupun dorongan semangat dan motivasi. Oleh karena itu melalui kata pengantar ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dra. Dewi Kurniawati, M.Si, Ph.D selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU juga sebagai dosen pembimbing peneliti. Saya berterima kasih atas waktu, perhatian, kesabaran, dan dukungan yang diberikan dari awal sampai akhir mpengerjaan skripsi ini.
3. Ibu Emilia Ramadhani, MA selaku Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU.
4. Bapak Dr., Drs. Iskandar Zulkarnain, M.Si selaku dosen Pembimbing Akademik yang selalu bersedia berdiskusi untuk membahas persoalan kuliah saya.
5. Para dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU yang selalu memberikan ilmu yang turut membantu pengerjaan skripsi ini.
6. Kak Maya yang selalu membantu saya dalam mengurus hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan selama ini.
7. Seluruh keluarga besar saya yang selalu mendukung dan memberi semangat kepada saya untuk segera menyelesaikan skripsi saya ini. Terima kasih banyak, saya sayang kalian.
8. Teman sekamar saya yang terkasih, Dhaifiana Alyani yang selalu memotivasi saya dalam berbagai cara. Untuk cerita panjang sebelum tidur kita, untuk gosip-gosip yang tidak pernah terputus. Semoga kita bisa tetap bersama dalam suka maupun duka selamanya yaa. Dan semoga kita mendapat jodoh yang seperti kita minta, amiin.
9. Sahabat saya Mia Ratri dan Hana Gracia, yang selalu menemani hari-hari saya dalam mengerjakan skripsi ini. Juga untuk tawa canda dan kasih sayang yang diberikan kepada saya. Aku tau kalian sayang aku, aku juga sayang kalian, semoga kita bisa tetap seperti ini, selamanya.
10. Enjes Squad tecinta, Yossie Gloria, Natasha Fabiola, M. Irfandi Aulia, Fadillah Mursyid, Dwiky Yusuf, Gifta Zebua, Bima Silitonga, Regina Sidauruk, Gebyar Kembang, Habibi Wisudarma dan Gerald Sibuea yang selalu mewarnai hari-hari saya dikampus dengan gosip, canda, tawa dan tingkah laku aneh masing-masing. Terima kasih juga telah banyak sekali membantu dalam mengerjakan skripsi ini, maaf juga terkadang suka merepotkan.
Semoga kita tetap selalu bersama dan sukses bersama. Ku sayang kalian.
11. Sahabat-sahabat cantik saya, Riska Lie Fany, Mawaddahturrahma, Nadya Nur, Puteri Pernata, Faradilla, Ulfa Rahmani, Dessi Natalia dan Nurrafiqa yang telah bersama-sama dari awal semester hingga akhir semester ini. Maaf akhir-akhir ini kita kurang bisa kumpul bersama tapi semoga kedepannya bisa kumpul lengkap lagi. Tetap seperti ini terus yaa, semoga kita cepat mendapat gelar sarjana kita secepatnya.
12. Seluruh teman-teman Ilmu Komunikasi stambuk 2013 kalian luar biasa.
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul VIDEO BLOG DAN PERILAKU IMITASI (Studi Korelasional Terpaan Video Blog Makeup Tutorial di YouTube Terhadap Perilaku Imitasi Mahasiswi Universitas Sumatera Utara). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan terpaan video blog makeup tutorial di Youtube terhadap perilaku imitasi mahasiswi Universitas Sumatera Utara.
Teori-teori yang dianggap relevan dengan penelitian ini adalah Komunikasi, Teori Uses and Gratification, New Media, Media Sosial, Youtube, Video Blog dan Perilaku Imitasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yaitu suatu metode yang digunakan untuk meneliti sejauh mana variasi pada suatu variabel berhubungan dengan variabel lainnya. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 89 orang yang diperoleh menggunakan rumus Yamane. Teknik yang digunakan dalam penarikan sampel pada penelitian ini adalah Proportionate Stratifield Random Sampling dan Purposive Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel tunggal, analisis tabel silang dan uji hipotesis menggunakan rumus Korelasi Rank Spearman.
Hasil temuan penelitian menunjukkan Ha diterima yaitu terdapat hubungan terpaan video blog makeup tutorial di YouTube terhadap perilaku imitasi mahasiswi Universitas Sumatera Utara.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ...iii
HALAMAN PENGESAHAN... iv
KATA PENGANTAR ... v
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... viii
ABSTRAK ... ix
ABSTRACT ... x
DAFTAR ISI... xi
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xv
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1
1.2 Pembatasan Masalah ... 4
1.3 Perumusan Masalah ... 4
1.4 Tujuan Penelitian ... 5
1.5 Manfaat Penelitian ... 5
BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Kerangka Teori ... 6
2.1.1 Komunikasi ... 6
2.1.2.1 Pengertian Komunikasi ... 6
2.1.2.2 Ciri-ciri Komunikasi ... 8
2.1.2.3 Fungsi Komunikasi... 9
2.1.2.4 Tujuan Komunikasi ... 10
2.1.2.5 Tatanan Komunikasi ... 11
2.1.2 Teori Uses and Gratifications ... 12
2.1.3 New Media ... 17
2.1.4 Media Sosial ... 23
2.1.5 Youtube ... 27
2.1.6 Video Blog ... 32
2.1.7 Perilaku Imitasi ... 33
2.2 Kerangka Konsep ... 35
2.3 Variabel Penelitian ... 36
2.4 Definisi Operasional ... 37
2.5 Hipotesis... 38
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian ... 39
3.2 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 39
3.2.1 Universitas Sumatera Utara ... 39
3.3 Populasi dan Sampel ... 42
3.3.1 Populasi ... 42
3.2.2 Sampel ... 43
3.4 Teknik Penarikan Sampel ... 48
3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 48
3.6 Teknik Analisis Data ... 49
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian ... 52
4.1.1 Proses Pengumpulan Data ... 52
4.1.2 Pengolaan Pengolahan Data ... 53
4.2 Analisis Tabel Tunggal ... 54
4.2.1 Karakterisitik Responden ... 54
4.2.2 Terpaan Video Blog Tutorial ... 55
4.2.3 Perilaku Imitasi ... 68
4.3 Analisis Tabel Silang ... 77
4.4 Uji Hipotesis ... 84
4.5 Pembahasan ... 85
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 88
5.2 Saran ... 90
DAFTAR REFERENSI ... 91
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
2.1 Variabel Penelitian 37
3.1 Tabel Populasi 43
3.2 Tabel Sampel 45
3.3 Daftar Responden 45
4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia 54 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 55 4.3 Terpaan Video Blog Makeup Tutorial Berdasarkan Responden 56
Tertarik Menonton Video Blog Makeup Tutorial
4.4 Respinden Suka menonton Video Blog Makeup Tutorial 57 4.5 Frekuensi Menonton Video Blog Makeup Tutorial 58 4.6 Seberapa Lama Responden Menonton Video Blog Makeup Tutorial 59 4.7 Tampilan Video Blog Makeup Tutorial Menarik 60 4.8 Responden Mengikuti Vlogger Makeup Tutorial 61 4.9 Vlogger Sudah Baik dalam Menampilkan Video 62 4.10 Para Vlogger Berbakat dalam Bermakeup 63 4.11 Video Blog Makeup Tutorial Berlangsung Baik 64 4.12 Jumlah Vlogger Makeup Tutorial yang Pernah di Tonton 65 4.13 Responden Membutuhkan Adanya Video Blog Makeup Tutorial 66 4.14 Responden Merasa Puas Setelah Menonton Video Blog 67
Makeup Tutorial
4.15 Memperhatikan Keseluruhan Video Blog Makeup Tutorial 68 4.16 Memiliki Vlogger Makeup Tutorial yang Diidolakan 69
4.17 Pernah Menirukan Cara Bermakeup 70
4.18 Menjadi Suka Menggunakan Makeup 71
4.19 Tertarik Menggunakan Alat Makeup yang disarankan 72
4.20 Menggunakan Alat Makeup yang Sama 73
4.21 Membantu Meningkatkan Penampilan 74
4.22 Berminat Menjadi Vlogger Makeup Tutorial 75 4.23 Tertarik Menjadi Subsicibers Tutorial Makeup di YouTube 76 4.24 Hubungan Antara Suka Menonton Video Blog Makeup Tutorial 78
Di YouTube dengan Responden yang Pernah Menirukan Cara Bermakeup Vlogger Makeup Tutorial di YouTube
4.25 Hubungan Antara Responden yang Suka Menonton Video Blog 80 Makeup Tutorial di YouTube dengan Responden yang Merasa
Membutuhkan Adanya Video Blog Makeup Tutorial
4.26 Hubungan Antara Responden yang Tertarik Menonton Video Blog 82 Makeup Tutorial dengan Responden Yang Menggunakan
Alat Makeup yang Sama Dengan Vlogger Makeup Tutorial
4.27 Uji Hipotesis 84
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
2.1 Model Teoritis 36
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup tanpa ada orang lain. Hal ini berarti manusia harus saling berinteraksi dengan orang lain. Untuk berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya, manusia memerlukan komunikasi. Komunikasi dalam pengertian secara umum adalah proses penyampaian informasi, pesan, gagasan, atau pengertian-pengertian, dengan menggunakan lambang-lambang yang mengandung arti atau makna, baik secara verbal maupun nonverbal dari seseorang kepada orang lain.
Berdasarkan paradigma Lasswell, komunikasi adalah proses penyampaian
pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu (Effendy, 2006: 10). Salah satu media yang dimaksud dari Laswell adalah internet.
Belakangan ini, internet merupakan sebuah media informasi dan komunikasi yang memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia.
Internet menjadi salah satu media komunikasi yang banyak digunakan sekarang ini, internet merupakan salah satu bagian dari media baru atau new media. New media atau media online sebagai produk dari komunikasi yang termediasi teknologi yang terdapat bersama dengan komputer digital. New media terdiri dari gabungan berbagai elemen. Itu artinya terdapat konvergensi media di dalamnya, di mana beberapa media dijadikan satu.
Selain itu, new media merupakan media yang menggunakan internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif dan dapat berfungsi secara privat maupun secara publik.
Terdapat banyak hal yang ditemukan dalam pemanfaatan internet, diantaranya untuk mendapatkan informasi, sebagai sarana edukasi, untuk mencari hiburan, sebagai sarana iklan, mengakses jejaring sosial dan lain sebagainya.YouTube.com (sesuai dengan slogannya, yakni: “Broadcast Yourself”). Situs ini merupakan ketiga populer saat ini. Pada tahun 2007 YouTube mencapai puncak kesuksesannya dalam persaingan bisnis di internet setelah
mereka memiliki ribuan bahkan sampai jutaan member baik yang aktif maupun yang tidak aktif di seluruh dunia.
YouTube merupakan situs video yang menyediakan berbagai informasi berupa ‘gambar bergerak’ dan bisa diandalkan. Situs ini memang disediakan bagi mereka yang ingin melakukan pencarian informasi video dan menontonnya langsung. Kita juga bisa berpartisipasi mengunggah (meng – upload) video ke server YouTube dan membaginya ke seluruh dunia (Baskoro, 2009:58).
YouTube telah menjadi fenomena mendunia yang merupakan situs video sharing dimana berfungsi sebagai sarana untuk berbagi video secara online. Situs ini memfasilitasi penggunanya untuk meng-upload video yang diakses oleh pengguna lain diseluruh dunia secara gratis. YouTube merupakan database video yang paling popular di dunia internet, dan merupakan situs video yang menyediakan berbagai informasi berupa ‘gambar bergerak’ dan bisa diandalkan. Situs ini memang disediakan bagi mereka yang ingin melakukan pencarian informasi video dan menontonnya langsung. Kita juga bisa berpartisipasi mengunggah (meng – upload) video ke server YouTube dan membaginya ke seluruh dunia. Pengguna YouTube dapat mengakses, dan dapat diakses oleh siapa saja.
Sekitar 70% pengguna YouTube adalah berkaitan dengan musik, dan banyak pengguna internet yang mengunggah video musik ke situs YouTube. Fenomena YouTube yang paling menghebohkan saat ini adalah video penyanyi-penyanyi dadakan yang kemudian membuat para penyanyinya menjadi sangat terkenal. Sebutlah misalkan Justin Bieber, seorang penyanyi R&B pop asal Kanada, yang memberikan apresiasi bakat dirinya melalui situs YouTube. Videonya ditemukan di YouTube oleh Scooter Braun yang kemudian menjadi manajernya saat ini. (http://terlampau.wordpress.com/2011/08/18/- YouTube dan perkembangan-teknologinya/ di akses pada tanggal 16 Agustus 2012 ).
Berdasarkan data menurut Pemerhati IT, (Michael S Sunggiardi:2005) 68%
jumlah pengguna situs YouTube yang paling banyak di Indonesia adalah remaja dewasa dan pemuda yang mayoritas mereka berasal dari kalangan pelajar maupun mahasiswa, yang menggunakan situs YouTube sehingga berpotensi untuk pembentukan bakat diri seseorang. Dalam hal ini pengguna YouTube adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi, pengguna YouTube berusaha untuk mencari informasi atau tayangan yang paling baik dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Hal tersebut sesuai dengan teori Uses
and Gratifications. Dalam teori Uses and Gratifications bahwa audience aktif untuk menentukan media mana yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya. Teori ini lebih menekankan pada pendekatan manusiawi dalam melihat media massa. Artinya, manusia itu mempunyai otonomi, wewenang untuk memperlakukan media. Pendekatan teori Uses and Gratifications mempengaruhi fungsi komunikasi massa (YouTube) dalam melayani pengguna YouTube. Penggunaan teori ini bisa dilihat dalam kasus selektivitas musik personal.
Dengan tingginya jumlah pengunjung video YouTube yang mayoritas penggunanya remaja dan mahasiswa, maka penulis berupaya melihat apa yang menjadi motif dalam penggunaan YouTube di kalangan mahasiswa, dikarenakan 68% jumlah pengguna adalah remaja dewasa yang mayoritas dari kalangan mahasiswa, sehingga penulis memilih mahasiswa sebagai sampel dalam penelitian ini yang diharapkan dapat mewakili semua pengguna YouTube.
Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada mahasiswi Universita Sumatera Utara. New Media dan perilaku imitasi yang diantaranya membahas tentang penyampaian pesan atau ide seseorang kepada orang lain, membahas kontak sosial yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi, dan bagaimana new media dapat berpengaruh bagi perilaku imitasi mahasiswi USU. Terdapat beberapa Vlogger makeup tutorial yang terkenal di dunia seperti Michelle Pan, Jaclyn Hill, Kathleen Lights, dan Jair Woo. Bukan hanya di dunia, di Indonesia sendiri ada banyak sekali Vlogger makeup tutorial yang terkenal bahkan banyak juga orang-orang yang tidak profesional namun pernah mengunggah vlog tentang makeup. Beberapa vlogger makeup yang terkenal di Indonesia yaitu Harumi Sudrajat, Rachel Goddard, Abel Cantika, Cindercella dan Andra Alodita.
Salah satunya contohnya adalah Rachel Goddard, seorang Vlogger makeup tutorial yang terkenal di Indonesia, tampilan videonya berseni, jelas, profesional dan mudah diikuti.
Rachel memiliki 165 video tutorial subscibers sebanyak 180.218 dan mencapai 294 ribu penonton.
Banyaknya video tutorial makeup di YouTube yang memiliki banyak penonton dan pelanggan serta dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Mereka dapat meniru atau mengikuti perilaku para vlogger dengan menonton tayangan makeup tutorial tersebut.
Sehubungan dengan gambaran tentang pemanfaatan YouTube sebagai media baru untuk mendapatkan informasi dengan menggunakan pendekatan Uses and Gratifications, yang menekankan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukan apa yang dilakukan media terhadap khalayak, akan tetapi apa yang dilakukan khalayak terhadap media.
Selain itu, semakin banyaknya pengguna new media khusunya pengguna YouTube yang melihat video blog makeup tutorial di YouTube maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang terpaan video blog makeup tutorial di YouTube. Peneliti ingin meneliti tentang hubungan antara terpaan video blog makeup tutorial di Youtube dengan perilaku imitasi di Kalangan Mahasiswi Universitas Sumatera Utara.
1.2 Batasan Masalah
Untuk menghindari cakupan ruang lingkup penelitian yang luas, maka peneliti membatasi masalah yang akan dilteliti. Adapun pembatasan masalah tersebut yaitu sebagai berikut :
1. Peniltian ini menggunakan metode kolerasional, yaitu metode yang bersifat mencari atau menjelaskan suatu hubungan. Maka kolerasi dari penelitian yakni antara terpaan video blog makeup tutorial terhadap perilaku imitasi di kalangan mahasiswi Universitas Sumatera Utara.
2. Objek penelitian ini adalah mahasiswi dari beberapa Fakultas di Universitas Sumatera Utara yaitu Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran Gigi.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan permasalah sebagai berikut “Apakah terpaan video blog makeup tutorial berpengaruh terhadap perilaku imitasi mahasiswi Universitas Sumatera Utara?”
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian in adalah :
1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terpaan video blog makeup tutorial di kalangan mahasiswi Universitas Sumatera Utara.
2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku imitasi mahasiswi Universitas Sumatera Utara.
3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan video blog makeup tutorial terhadap perilaku imitasi di kalangan mahasiswi Universitas Sumatera Utara.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan dapat menjadi bahan referensi maupun bahan penelitian yang dibutuhkan untuk penelitian- penelitian selanjutnya.
2. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan menambah ilmu pengetahuan tentang New Media dan Perilaku Imitasi terhadap mahasiswa FISIP USU.
3. Secara praktis, penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi bagi pengguna YouTube dan para Vlogger YouTube selaku pengguna YouTube.
BAB II
URAIAN TEORITIS 2.1 Kerangka Teori
Kerangka teori adalah suatu kumpulan teori dan model dari literatur yang menjelaskan hubungan dalam masalah tertentu. Dalam kerangka teori, teori secara logis dikembangkan, digambarkan, dan dielaborasi jaringan-jaringan dari asosiasi antara variabel-variabel yang diidentifikasikan melalui survei atau telah literatur.
Fungsi teori dalam sebuah riset atau penelitian adalah untuk membantu peniliti menjelaskan fenomena sosial atau fenomena yang dialami menjadi pusat penelitian. Teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan preposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala tersebut (dalam Kriyantono, 2006:43).
Adapun teori yang dianggap relevan adalah:
2.1.1 Komunikasi
2.1.1.1 Pengertian Komunikasi
Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris communication berasal dari bahasa latin:
communicatio dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna (Effendy, 2006:9).
Komunikasi menyentuh semua aspek kehidupan bermasyarakat, atau sebaliknya semua aspek kehidupan masyarakat menyentuh komunikasi. Justru itu orang melukiskan komunikasi sebagai ubiquitos atau serba hadir. Artinya komunikasi berada di manapun dan kapanpun juga.
Menurut Carl I. Hovland dalam karyanya yang berjudul Social Communication memunculkan istilah science of communication yang didefenisikan sebagai suatu upaya yang sistematis untuk merumuskan dengan cara setepat-tepatnya asas-asas penstransmisian informasi serta pembentukan opini dan sikap (Effendy, 2003:13).
Carl I. Hovland (Soenarjo, 1995:143) mendefinisikan komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang memindahkan perangsang yang biasanya berupa lambang kata-kata untuk mengubah perilaku orang lain. Jadi, dengan demikian komunikasi itu adalah persamaan pendapat dan untuk kepentingan itu maka orang harus mempengaruhi orang lain dahulu sebelum orang lain itu berpendapat, bersikap, bertingkah laku yang sama dengan kita. (Widjaja, 2000: 26-27)
Harold D. Lasswell (Effendy, 1992:10) menyebutkan bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “Siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa, dan apa pengaruhnya”
Paradigma Lasswell (Effendy, 1992:10) diatas menunjukan bahwa Komunikasi meliputi lima unsur yaitu:
a. Komunikator (communicator, sender, source) adalah orang yang menyampaikan pesan atau informasi. Dalam komunikasi, peran komunikator bisa bersifat fleksibel dalam artian setiap partisipan dalam komunikasi bisa berperan sebagai komunikator secara bergantian.
b. Pesan (message) adalah pernyataan yang didukung oleh lambang, bahasa, gambar, dan sebagainya.
c. Media (channel, media) adalah sarana atau saluran yang mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya, maka diperlukan media sebagai penyampai pesan.
d. Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient) adalah orang yang menerima pesan atau informasi yang disampaikan komunikator. Sama halnya dengan unsur komunikator dalam komunikasi, peran komunikan juga dipegang oleh setiap partisipan.
e. Efek (effect, impact,influence) adalah dampak sebagai pengaruh pesan tersebut. Efek ini merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh seorang komunikator lewat transmisi pesan yang dilakukan agar komunikan dapat memahami makna pesan yang terkandung. Efek ini juga diharapkan mampu mengubah perilaku atau menggerakkan komunikan agar memenuhi imperatif atau perintah yang disampaikan oleh komunikator.
Adapun proses komunikasi menurut Onong terbagi atas dua tahap, yakni secara primer dan secara sekunder (Effendy, 2004:11)
a. Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang sebagai media. Lambang ini umumnya bahasa (lisan maupun tulisan) tetapi dalam situasi komunikasi tertentu lambang-lambang yang dapat digunakan dapat berupa gerak tubuh, gambar, warna dan sebagainya atau dikenal sebagai pesan nonverbal.
b. Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana perantara sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Proses ini termasuk sambungan dari proses primer untuk menembus atau “mengakali” keterbatasan manusia dalam menjangkau dimensiruang dan waktu. Dalam prosesnya komunikasi sekunder ini akan semakin efektif dan efisien karena didukung oleh teknologi komunikasi yang semakin canggih, yang akan ditopang oleh teknologi-teknologi lainnya.
2.1.1.2 Ciri-ciri Komunikasi
Berdasarkan paradigma Lasswell, bisa diartikan kalau komunikasi adalah proses linier penyampaian pesan yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan melalui perantara media yang diharapkan mampu menimbulkan atau menciptakan efek tertentu berupa kesepahaman hingga perubahan perilaku sesuai dengan keinginan komunikator yang disisipkan di dalam makna pesan yang ditransmisikan.
Komunikasi memiliki sifat atau ciri. Adapun sifat atau ciri dari komunikasi, antara lain : 1.Komunikasi Verbal (Verbal Communication)
a) Komunikasi Lisan (Oral Communication)
b) Komunikasi Tulisan / Cetak (Written/Printed Communication) 2. Komunikasi Niverbal (Nonverbal Communication)
a)Komunikasi Kial / Isyarat Badaniah (Gestured Communication) b)Komunikasi Gambar (Pictorial Communication)
3. Komunikasi Tatap Muka ( Face to Face Communication)
4. Komunikasi Bermedia (Mediated Communication) (Effendy,1993:33)
2.1.1.3 Fungsi Komunikasi
Fungsi komunikasi dipandang dari arti luas, tidak hanya diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan akan tetapi juga sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai pertukaran data, fakta dan ide. Adapun fungsi dari kegitan komunikasi, dibagi atas empat fungsi utama (Effendy,1999) yaitu:
a. Menyampaikan informasi (to inform)
Di sini komunikasi berfungsi dalam menyampaikan informasi, tidak hanya informasi tetapi juga pesan, ide, gagasan, opini maupun komentar. Sehingga masyarakat bisa mengetahui keadaan yang terjadi dimanapun.
b. Mendidik (to educute)
Komunikasi sebagai sarana informasi mendidik, menyebarluaskan kreativitas, tidak hanya sekedar memberi hiburan, tetapi juga memberi pendidikan untuk membuka wawasan dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara luas, serta memberikan berbagai informasi tidak lain agar masyarakat menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih berkembang.
c. Menghibur (to intertain)
Komunikasi juga memberikan warna dalam kehidupan kita, tidak hanya menjadi sumber informasi tetapi komunikasi juga dapat sebagai sumber hiburan. Semua golongan menikmatinya sebagai alat hiburan dalam bersosialisasi. Menyampaikan informasidapat berupa dalam gambar, bahasa, bunyi, tulisan, dan lagu.
d. Mempengaruhi (to influence)
Komunikasi sebagai sarana untuk mempengaruhi khalayak untuk memberi motivasi, mendorong untuk mengikuti kemajuan orang lain melalui apa yang dilihat, dibaca dan didengar. Serta memperkenalkan nilai-nilai baru untuk mengubah sikap dan perilaku kearah yang baik dan modernisasi.
2.1.1.4 Tujuan Komunikasi
Suatu pesan disampaikan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan agar pesan tersebut dapat dimengerti, memperkuat dan bahkan mampu mengubah orang lain. Dengan kata lain, kegiatan atau proses komunikasi tidak begitu saja diterima oleh komunikan, tetapi akan mengalami proses pengolahan terlebih dahulu sebelum akhirnya diterima dan menghasilkan efek sesuai dengan keinginan komunikator. Adapun tujuan komunikasi menurut Onong U. Effendy (1993:55), adalah :
a. Mengubah sikap (to change the attitude)
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat akan berubah sikapnya. Misalnya memberikan informasimengenai menjaga lingkungan kampus dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tujuannya adalah agar mahasiswa tidak lagi membuang sampah sembarangan di lingkungan sekitar area kampus.
b. Mengubah pendapat atau opini (to change the opinion)
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mau berubah pendapat dan persepsinya terhadapat tujuan informasi yang disampaikan.
Misalnya informasi mengenai kebijakan baru pihak Universitas tentang UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang mendapat tantangan dari mahasiswa maka harus disertai penyampaian informasi yang lengkap supaya pendapat mahasiswa dapat terbentuk untuk menerima kebijakan tersebut.
c. Mengubah perilaku (to change the behaviour)
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat akan berubah perilakunya. Misalnya informasi tentang kerugian yang dialami kampus
dari tawuran antar mahasiswa agar kedepannya mahasiswa tidak lagi melakukan tawuran.
d. Mengubah masyarakat (to change the society)
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat yang dimana pada akhirnya bertujuan agar masyarakat mau mendukung dan ikut serta terhadap tujuan informasi yang disampaikan.
2.1.1.5 Tatanan Komunikasi
Tatanan komunikasi adalahproses komunikasi yang ditinjau dari jumlah komunikan, apakah satu orang, sekelompok orang atau sejumlah orang yang bertempat tinggal secara tersebar. Berdasarkan situasi komunikan seperti itu, maka komunikasi dapat diklasifikasikan menjadi bentuk-bentuk sebagai berikut:
1. Komunikasi Pribadi (Personal Communication), yaitu : komunikasi diri sendiri, baik dalam fungsinya sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Komunikasi Pribadi ini terbagi atas:
a) Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) b) Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication)
2. Komunikasi Kelompok (Group Communcation), yaitu: komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang. Komunkasi ini terdiri dari:
a) Komunikasi kelompok kecil (small group communication) o Ceramah (lecture)
o Diskusi Panel (panel discussion) o Symposium
o Forum o Seminar
b) Komunikasi kelompok besar (large group communication / Public Speaking).
3. Komunikasi Massa (Mass Communication), yaitu: komunikasi yang berlangsung pada peringkat masyarakat luas, yang identifikasinya ditentukan oleh ciri khas institusionalnya (gabungan antara tujuan, organisasi dan kegiatan yang sebenarnya).
Komunikasi Massa ini terdiri dari:
a) Komunikasi media massa cetak (printed mass media communication) o Surat Kabar (daily)
o Majalah (magazine)
b) Komunikasi media massa elektronik (electronic mass media communication) o Radio
o Televisi o Film
4. Komunikasi Media (Media Communication), yang terdiri dari:
a)Surat b)Telepon c)Pamflet d)Poster
Lain-lain (Effendy,1999).
2.1.2 Teori Uses and Gratifications
Pendekatan ini pertama kali dinyatakan oleh Elihu Katz (1959) sebagai reaksi terhadap Bernard Berelson yang menyatakan bahwa penelitian komunikasi mengenai efek media massa sudah mati. Yang mulai hidup adalah penelitian tentang usaha untuk menjawab pertanyaan:
“what do people do with media ?” Karena penggunaan media adalah salah satu cara untuk memperoleh pemenuhan kebutuhan, maka efek media sekarang didefenisikan sebagai situasi ketika pemuasan kebutuhan terjadi (Rakhmat, 2004: 199).
Dalam teori Uses and Gratifications bahwa audience aktif untuk menentukan media mana yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya.Teori ini lebih menekankan pada pendekatan manusiawi dalam melihat media massa. Artinya, manusia itu mempunyai otonomi, wewenang untuk memperlakukan media. Blumer dan Katz percaya bahwa tidak hanya ada satu jalan bagi khalayak untuk menggunakan media. Sebaliknya, mereka percaya bahwa ada banyak alasan khalayak untuk menggunakan media. Menurut pendapat teori ini, konsumen media mempunyai kebebasan untuk memutuskan bagaimana ( lewat media mana ) mereka menggunakan media dan bagaimana media itu akan berdampak pada dirinya. Teori ini juga menyatakan bahwa media dapat mempunyai pengaruh jahat dalam kehidupan. Penggunaan teori ini bisa dilihat dalam kasus selektivitas musik personal. Kita menyeleksi musik tidak hanya
karena cocok dengan lagunya, tetapi juga untuk motif-motif yang lain, misalnya untuk gengsi diri, kepuasan batin, atau sekedar hiburan. Upaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sangat bergantung pada tersedia atau tidaknya media dan kemudahan memanfaatkannya.
Teori ini menjelaskan bagaimana individu berusaha mencari dan menikmati apa yang disajikan media massa guna memuaskan berbagai macam kebutuhan. Perilaku orang sering berorientasi pada tujuan (goal oriented)ketika mereka memilih media dan menikmati apa yang disajikan media massa (isi media). Pilihan mereka terhadap media juga ditentukan oleh informasi dan kepuasan yang telah mereka antisipasi sebelumnya.
Little John (dalam Morissan, 2010:77) mengajukan gagasan teori bahwa perbedaan individu (jenis kelamin, usia, tingkatan pendidikan, status sosial, dan lain-lain) menyebabkan audiens mencari, menggunakan dan memberikan tanggapan terhadap isi media secara berbeda- beda, yang disebabkan oleh faktor sosial dan psikologis yang berbeda-beda diantara individu audiens. Inti dari model Uses and Gratification ini adalah aktivitas audiens yaitu pilihan yang disengaja oleh para pengguna isi media untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Teori Uses and Gratification ini merupakan “kebalikan” dari teori peluru atau teori jarum hipodermik, dimana dalam teori peluru, media sangat aktif dan sementara khalayak berada di pihak yang pasif (Nurudin, 2006: 192). Sedangkan teori Uses and Gratification ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan media pada diri orang, melainkan tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media. Anggota khalayak dianggap secara aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya (Rakhmat, 2007: 65).
Riset Uses and Grafitications berangkat dari pandangan bahwa komunikasi (khususnya media massa) tidak mempunyai kekuatan mempengaruhi khalayak. Inti teori Uses and Gratifications adalah khalayak pada dasarnya menggunakan media massa berdasarkan motif- motif tertentu. Media dianggap berusaha memenuhi motif khalayak. Jika motif ini terpenuhi ini terpenuhi maka kebutuhan khalayak akan terpenuhi. Pada akhirnya, media yang mampu memenuhi kebutuhan khalayak disebut media yang efektif (Kriyantono, 2006: 204).
Katz, Blumer & Gurevitch menjelaskan mengenai asumsi dasar dari teori Uses and Gratifications, yaitu :
1. Khalayak dianggap aktif, artinya khalayak sebagai bagian penting dari penggunaan media massa diasumsikan mempunyai tujuan;
2. Dalam proses komunikasi massa, inisiatif untuk mengkaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada khalayak;
3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media lebih luas. Bagaimana kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung kepada perilaku khalayak yang bersangkutan;
4. Tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota khalayak. Artinya, orang dianggap cukup mengerti untuk melaporkan kepentingan dan motif pada situasi-situasi tertentu;
5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan sebelum diteliti lebih dahulu orientasi khalayak (Adrianto, 2004: 71).
Dengan demikian, teori Uses and Gratifications telah mengubah fokus penelitian dari kegunaan komunikasi dan perspektif media, kepada kegunaan komunikasi dari perspektif khalayak.
Penggunaan (uses) isi media untuk mendapatkan pemenuhan (gratification) atas kebutuhan seseorang atau uses and gratification, salah teori dan pendekatan yang sering digunakan dalam komunikasi. Teori dan pendekatan ini tidak mencakup atau mewakili keseluruhan proses komunikasi. karena sebagian besar perilaku audience hanya dijelaskan melalui berbagai kebutuhan (needs) dan kepentingan (interest) mereka sebagai suatu fenomena mengenai proses penerimaan (pesan media). Pendekatan uses and gratifications ditujukan untuk menggambarkan proses penerimaan dalam komunikasi massa dan menjelaskan penggunaan media oleh individu atau agregasi individu (Effendy, 2000: 289).
Pendekatan uses and gratifications memberikan alternatif untuk memandang pada hubungan antara isi media dan audiece, dan pengkategorian isi media menurut fungsinya.
Meskipun masih diragukan adanya satu atau beberapa model uses and gratifiacations, Katz (Effendy, 2000: 290) menggambarkan logika yang mendasari pendekatan mengenai uses and gratifications : (1) Kondisi sosial psikologis seseorang akan menyebabkan adanya (2) kebutuhan, yang menciptakan (3) harapan-harapan terhadap (4) media massa atau sumber-sumber lain, yang membawa kepada (5) perbedaan pola penggunaan media (atau keterlibatan dalam aktivitas lainnya) yang akhirnya akan menghasilkan (6)
pemenuhan kebutuhan (7) konsekuensi lainnya, termasuk yang tidak diharapkan sebelumnya. Sebagai tambahan bagi elemen-elemen dasar tersebut di atas, pendekatan uses and gratufications sering memasukkan unsur motif untuk memuaskan kebutuhan dan alternatif-alternatif fungsional untuk memenuhi kebutuhan.
Rubin (dalam Morissan dkk, 2010: 84) menemukan bahwa alasan atau motivasi orang menggunakan media dapat dikelompokkan ke dalam sejumlah kategori sebagai berikut: untuk menghabiskan waktu, sebagai teman (companionship), memenuhi ketertarikan (excitement), pelarian kesenangan, interaksi sosial, relaksasi, memperoleh informasi, dan untuk mempelajari konten media tertentu.
Rakhmat (2004) menyatakan Kebanyakan riset Uses and Gratification memfokuskan pada motif sebagai variabel independen yang mempengaruhi penggunaan media. Masyarakat secara aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya.
Disini muncul istilah “Uses and Gratification, penggunaan dan pemenuhan kebutuhan.
Dalam asumsi ini muncul pengertian bahwa komunikasi massa berguna (utility); bahwa konsumsi media diarahkan oleh motif (intentionality); bahwa perilaku media mencerminkan kepentingan dan preferensi (selectivity); dan bahwa khalayak sebenarnya kepala batu”.Untuk mengetahui minat audiensterhadap media, berarti hal ini menyangkut sejauhmana selektivitas audien, jenis motivasi yang menimbulkan penggunaan media, penolakan terhadap pengaruh yang tidak diinginkan, jenis dan jumlah tanggapan yang diajukan audiensmedia. Terdapat semacam ketidak sepakatan tentang kadar selektivitas dalam perilaku penggunaan media. Disatu pihak, ada indikasi kuat dari konstansi pengharkatan audiensatau figurekepembacaan pers dibanding kebanyakan konsumsi media (McQuail, 2011: 216)
Pendekatan Uses and Gratifications ditujukan untuk menggambarkan proses penerimaan dalam komunikasi massa dan menjelaskan penggunaan media oleh individu atau agregasi individu (Effendy, 2000: 289). Pendekatan ini menjelaskan tentang motif penggunaan media, dalam hal ini media tersebut ialah YouTube yang berkaitan dengan pemuasan kebutuhan seperti, kebutuhan untuk mendapatkan informasi, kebutuhan akan rasa penasaran bagi si pengguna YouTube, pemuasan kebutuhan yang dapat memberikan kesenangan atau hiburan bagi si pengguna media, dan pemuasan kebutuhan dalam berinteraksi di dunia internet. Pendekatan Uses
and Gratifications memberikan alternatif untuk memandang pada hubungan antara isi media dan audiece, dan pengkategorian isi media menurut fungsinya. Berdasarkan beberapa alasan tersebut diatas, maka penelitian ini berusaha untuk menyimpulkan bagaimana motif pengguna dalam menggunakan YouTube sebagai media komunikasi, difokuskan pada motif penggunaan media yang didasarkan pada pendapat McQuail (1989: 72), yakni : 1) Informasi, 2) Identitas pribadi, 3) Integrasi dan interaksi sosial, serta 4) Hiburan.
YouTube menjadi salah satu media yang dimana audience dapat menentukan dan memilih untuk melihat tayangan apa yang ditonton untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu kategori yang paling banyak diakses dan populer di YouTube adalah video blog makeup tutorial. Dalam video blog makeup tutorial tersebut audience diberi kebebasan untuk memilih siapa vlogger yang ia tonton dan yang ia anggap sesuai untuk memenuhi kebutuhannya, seperti seorang mahasiswi yang ingin mencoba memakai alis dengan rapi dan cantik, maka ia memilih melihat vlog makeup tutorial yang ditayangkan Rachel yang merupakan salah satu vlogger makeup yang ia suka. Dengan ia mengakses dan menonton vlog tersebut ia merasa telah memenuhi kebutuhannya dalam berpenampilan menarik.
2.1.3 New Media
Creeber dan Martin dalam Mondry (2008: 13), mendefenisikan media baru atau new media atau media online sebagai produk dari komunikasi yang termediasi teknologi yang terdapat bersama dengan komputer digital. New media terdiri dari gabungan berbagai elemen. Itu artinya terdapat konvergensi media di dalamnya, di mana beberapa media dijadikan satu. Selain itu, new media merupakan media yang menggunakan internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif dan dapat berfungsi secara privat maupun secara publik.
Menurut situs komunikasipraktis.com, media baru atau new media merupakan sarana atau alat komunikasi yang baru muncul atau baru berkembang. Istilah media baru merujuk pada digital devices, yakni alat komunikasi elektronik yang hanya butuh sentuhan jari. Sedangkan situs ensiklopedia online Wikipedia mendefenisikan media baru sebagai sebuah terminologi untuk menjelaskan konvergensi antara teknologi komunikasi digital yang terkomputerisasi serta terhubung ke dalam jaringan. Contoh media yang merepresentasikan media baru adalah internet.
Program televisi, film, majalah, buku, surat kabar dan jenis media cetak lain tidak termasuk media baru.
New media atau media baru merupakan istilah yang digunakan untuk semua media komunikasi yang berlatar belakang teknologi komunikasi dan informasi. Istilah media baru telah digunakan sejak tahun 1960-an dan telah mencangkup seperangkat teknologi komunikasi terpaan yang semakin berkembang dan beragam (McQuail, 2011). Media baru dapat berarti “sebuah rangkaian perubahan yang luas pada produksi media, distribusi media, dan penggunaan media”
(Lister, 2003: 9).
Pengelompokan media baru terbagi menjadi empat kategori. Pertama, media komunikasi interpersonalyang terdiri dari telepon, handphone, e-mail. Kedua, media bermain interaktif seperti komputer, videogame, permainan dalam internet. Ketiga, media pencarian informasi yang berupa portal/ search engine.Keempat, media partisipasi kolektif seperti penggunaan internet untuk berbagi dan pertukaran informasi, pendapat, pengalaman dan menjalin melalui komputer dimana penggunanya tidak semata-mata untuk alat namun juga dapat menimbulkan afeksi dan emosional (McQuail, 2011: 127).
Dalam media baru dapat memudahkan kita untuk mengetahui segala informasi yang jauh, sehingga kita dapat bertemu secara tatap muka dalam sebuah teknologi. Melalui media baru juga kita mendapatkan berbagai informasi dari seluruh dunia. Beberapa karateristik menurut Martin Lister, Jon Dovey, Seth Giddings, Iain Grant, dan Kieran Kelly (2003) meliputi: digitalisasi, interaktif, hyperteks, dispersal (pemecahan), virtuality (nyata), networked dan cyberspace
Pengertian media baru tersebut sebenarnya masih terlalu umum. Belum ditemukan definisi baku tentang media baru karena ada kesulitan dalam merumuskan definisinya. Bailey Socha dan Barbara Eber-Schmid dari New media Institute mengartikan media baru sebagai segala macam barang yang terkait dengan internet, teknologi, gambar, dan suara. Namun, dalam kenyataannya definisi media baru berubah setiap hari dan akan terus demikian (komunikasipraktis.com).
Pakar komunkasi Denis McQuail menjelaskan, ciri utama new media antara lain adanya saling keterhubungan (interkonektivitas), aksesnya terhadap khalayak individu sebagai penerima maupun pengirim pesan, interaktivitasnya (interaksi dengan khalayaknya seakan-akan melakukan percakapan langsung), kegunaan yang beragam sebagai karakter yang terbuka serta sifatnya yang ada di mana-mana. Jenis new media dapat dinilai dari dua aspek, yaitu berbasis
internet atau berupa digital. New media yang berbasis internet, misalnya adalah website, sedangkan yang berwujud digital, misalnya adalah CD-ROM atau DVD. Namun demikian, dalam penelitian ini new media difokuskan ke arah media yang berbasis internet, baik yang diakses melalui komputer maupun telepon selular.
Apa yang ditawarkan oleh media baru dibandingkan dengan media lama adalah kapasitas untuk memperluas volume informasi yang memungkinkan individu melalui kontrol yang lebih besar dan suatu kapasitas untuk menyeleksi informasi tertentu yang mereka harapkan dapat diterima. Tidak heran jika Ward (1995: 279) mengatakan bahwa media baru terkesan tanpa mediasi karena bisa digunakan secara langsung tanpa melalui organisasi media yang rumit seperti layaknya organisasi media lama atau tradisional. Sebagaimana dikatakan lebih jelas oleh McQuail (2011: 119) dimana kebanyakan media baru ini memungkinkan pengumpulan sekaligus pengiriman informasi sehingga implikasinya bisa beragam. Pada
produser, bisa memiliki peluang yang lebih luas untuk dikenal dan melakukan publikasi. Pada penerbit, dapat memberikan bentuk alternatif untuk komunikasi dan publikasi sehingga dapat melakukan komunikasi dan publikasi sehingga dapat dapat melakukan editingmaupun validasi terhadap publikasinya.
Pada factor produksi dan distribusi, tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu karena dapat memberikan informasi dalam jumlah yang sangat besar kemana pun tempatnya dan dalam waktu yang sama. Pada penerima informasi, dapat terjadi berbagai prubahan karena kebebasan dan kesamaan dalam hubungan antara pengirim dan penerima informasi sehingga penerima informasi dituntut untuk membuat berbagai pilihan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang harus diintergrasikan agar mampu melakukan komunikasi.
Perbedaan yang tampak antara media baru dan yang lama adalah dari segi penggunaan secara individual yaitu melalui tingkat interaktif penggunaan media yang diindikasikan oleh rasio respon pengguna terhadap pengirim pesan, tingkat sosialisasi pengguna dimana media baru lebih bersifat individual dan bukan bersifat interaksi sosial secara langsung, tingkat kebebasan dalam penggunaan media, tingkat kesenangan dan menariknya media yang di gunakan sesuai dengan keinginan serta tingkat privasi yang tinggi untuk penggunaan media baru (McQuail, 2011: 127).
Secara lebih tegas dikatakan oleh Ganley(dalam Ward, 1995:284) bahwa :
“Media baru memungkinkan individu memainkan peranan yang lebih aktif sebagai warga negara sekaligus sebagai konsumen karena media baru meningkatkan akses dari warga negara yang biasa menjadi lebih terinformasi secara politis yang memungkinkan peningkatan demokrasi. Meskipun begitu harus dilihat bahwa media baru tidak menutup kemungkinan adanya kesenjangan pengetahuan antara orang yang mempunyai informasi dengan yang tidak mempunyai informasi.”
Menurut Poster (dalam McQuail, 2011: 151) ada perbedaan media baru dari media lama:
“Internet menggabungkan radio, film, dan televisi dan menyebarkannya melalui teknologi ‘tekan’ (push): media baru mengabaikan batasan percetakan dan model penyiaran dengan (1) memungkinkan terjadinya percakapan dengan antar-banyak pihak;
(2) memungkinkan penerimaan secara simultan, perubahan dan penyebaran kembali objek-objek budaya; (3) mengganggu tindakan komunikasi dari posisi pentingnya, dari hubungan kewilayahan dari modernitas; (4) menyediakan kontak global secara instan;
dan (5) memasukkan subjek modern/akhir modern ke dalam mesin aparat yang berjaringan.”
Terdapat lima kategori utama ‘media baru’ yang sama-sama memiliki kesamaan saluran tertentu dan kurang lebih dibedakan berdasarkan jenis penggunaan, konten, dan konteks, seperti berikut ini:
1.Media komunikasi antarpribadi (interpersonal communication media). Meliputi telepon (yang semakin mobil) dan surat elektronik (terutama untuk pekerjaan, tetapi menjadi semakin personal). Secara umum, konten bersifat pribadi dan mudah dihapus dan hubungan yang tercipta dan dikuatkan lebih penting daripada informasi yang disampaikan.
2.Media permainan interaktif (interactive play media). Media ini terutama berbasis komputer dan video game,ditambah peralatan realitas virtual. Inovasi utamanya terletak pada interaktivitas dan mungkin dominasi dari kepuasan ‘proses’ atau ‘penggunaan’.
3.Media pencarian informasi (information search media). Ini adalah kategori yang luas tetapi Internet/www merupakan contoh yang paling penting, dianggap sebagai perpustakaan dan sumber data yang ukuran, aktualitas, dan aksebilitasnya belum pernah ada sebelumnya. Posisi mesin pencari telah telah menjadi sangat penting sebagai alat bagi para pengguna sekaligus sebagai sumber pendapatan untuk Internet. Di samping Internet,
telepon (mobile) juga semakin menjadi saluran penerimaan informasi, sebagaimana juga teleteks yang disiarkan dan layanan data radio.
4.Media partiisipasi kolektif (collective participatory media). Kategorinya khususnya meliputi penggunaan Internet untuk berbagi dan bertukar informasi,gagasan, dan pengalaman, serta untuk mengembangkan hubungan pribadi aktif (yang diperantarai komputer). Situs jejaring sosial termasuk di dalam kelompok ini.
5.Substitusi media penyiaran (substitution of broadcasting media). Acuan utamanya adalah penggunaan media untuk menerima atau mengunduh konten yang dimasa lalu biasanya disiarkan atau disebarkan dengan metode lain yang serupa (McQuail, 2011:
156-157).
Internet adalah salah satu bentuk dari media baru (new media). Internet dinilai sebagai alat informasi paling penting untuk dikembangkan kedepannya. Internet memiliki kemampuan untuk mengkode, menyimpan, memanipulasi dan menerima pesan (Ruben, 1998: 110). Internet merupakan sebuah media dengan segala karakteristiknya. Internet memiliki teknologi, cara penggunaan, lingkup layanan, isi dan image sendiri. Internet tidak dimiliki, dikendalikan atau dikelola oleh sebuah badan tunggal tetapi merupakan sebuah jaringan komputer yang terhubung secara intensional dan beroperasi berdasarkan protokol yang disepakati bersama. Sejumlah organisasi khususnya provider dan badan telekomunikasi berperan dalam operasi internet (McQuail, 2009: 28-29).
Menurut Septiawan Santana Kurnia(2005:57), internet adalah sebuah medium terbaru yang mengkonvergensikan seluruh karakteristik media dari bentuk-bentuk yangterdahulu. Apa yang membuat bentuk-bentuk komunikasi berbeda satu sama lain bukanlah penerapan aktualnya, namun perubahan dalam proseskomunikasi seperti kecepatan komunikasi, harga komunikasi, persepsi pihakpihakyang berkomunikasi, kapasitas storage dan fasilitas mengakses informasi, densitas (kepekatan atau kepadatan) dan kekayaan arus-arus informasi, jumlah fungsionalitas atau intelijen yang dapat ditransfer. Jadimenurut Santana, titik esensinya adalah bahwa keunikan internet terletak pada esensinya sebagai sebuah medium (Setyani, 2013: 5).
McQuail (2011: 157) membuat karakteristik kunci untuk membedakan media lama dengan media baru dari prespektif pengguna yaitu :
1.Interaksi (interactivity): sebagaimana ditunjukkan oleh rasio respons atau inisiatifdari sudut pandang pengguna terhadap ‘penawaran’ sumber atau pengirim.
2.Kehadiran sosial (sosiabilitas) (social presence or sociability): dialami oleh pengguna, berarti kontak personal dengan orang lain dapat dimunculkan oleh pengguna media.
3.Kekayaan media (media richness): jangkauan dimana media dapat menjembatani kerangka referensi yang berbeda, mengurangi ambiguitas, memberikan lebih banyak petunjuk, melibatkan lebih banyak indra, dan lebih personal.
4.Otonomi (autonomy): derajat dimana seorang pengguna merasakan kendali atas konten dan penggunaan, mandiri dari sumber.
5.Unsur bermain-main (playfulness): kegunaan untuk hiburan dan kesenangan, sebagai lawan dari fungsi dan alat.
6.Privasi (privacy): berhubungan dengan kegunaan media dan atau konten tertentu.
7.Personalisasi (personalization): derajat dimana konten dan penggunaan menjadi personal dan unik.
Sebagai media komunikasi, internet mempunyai peranan penting sebagai alat (channel) untuk menyampaikan pesan (message) dari komunikator/penyalur pesan (source) kepada komunikan/penerima pesan (receiver). Sifat dari internet sebagai media komunikasi adalah transaksional, dalam artian terdapat interaksi antar individu secara intensif (terus-menerus) dan ada umpan balik (feedback) dari antar individu dalam setiap interaksi tersebut. Selain itu, terdapat partisipasi antar individu dengan mempertimbangkan untung/rugi dalam setiap interaksi.
Seseorang membutuhkan koneksi Internet dan piranti keras seperti komputer,smart phone, tablet dan lain sebagainya untuk mengakses internet. Internet dianggap sebagai gabungan dari beberapa bentuk media dan fasilitas email, website, newsgroup, e-commerce dan sebagainya.
2.1.4 Media Sosial
Ditelusuri dari asal katanya, media sosial berasal dari dua kata yaitu media yang dapat dimaknai sebagai medium atau wadah dan sosial yang berarti masyarakat. Dari dua kata tersebut, dapat dipahami bahwa media sosial adalah wadah di mana banyak orang yang dapat berinteraksi layaknya di dalam sebuah masyarakat melalui medium internet. Di dalam media sosial, kita bisa menemukan orang-orang saling ngobrol, berbagi informasi atau file, berkomentar, berdebat, mencari pasangan hingga memasarkan produk. Semua hal itu sama seperti aktivitas di masyarakat. Namun, aktivitas masyarakat di media sosial terjadi dengan perantara internet.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein (2010: 59) mendefinisikan media sosial sebagai
“sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”. Menurut Kaplan dan Haenlein (2010: 59-68), ada enam jenis media sosial, yaitu:
1. Proyek Kolaborasi
Website mengizinkan usernya untuk dapat mengubah, menambah ataupun menghapus konten-konten yang ada di websitetersebut. Contohnya Wikipedia.
2. Blog dan Microblog
User lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini seperti curhat ataupun mengkritik kebijakan pemerintah. Contohnya twitter.
3. Konten
Para user dari pengguna website ini saling meng-share konten-konten media, baik video, ebook, gambar dan lain-lain. Contohnya YouTube.
4. Situs Jejaring Sosial
Aplikasi yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan cara membuat informasi pribadi sehingga dapat terhubung dengan orang lain. Informasi itu bisa berupa foto-foto.
Contohnya Instagram.
5. Virtual Game World
Dunia virtual, di mana mengreplikasikan lingkungan 3D, di mana user bisa muncul dalam bentuk avatar-avatar yang diinginkan serta berinteraksi dengan orang lain seayaknya di dunia nyata. Contohnya game online.
6. Virtual Social World
Dunia virtual yang membuat penggunanya merasa hidup di dunia virtual, sama seperti virtual game world, berinteraksi dengan yang lain. Namun, virtual social world lebih bebas dan lebih ke arah kehidupan. Contohnya second life.
Media sosial merupakan salah satu bagian dari media baru yang perkembangannya sangat pesat, dan kebanyakan penggunanya adalah anak muda, sehingga kehadiran media sosial di media baru sangat diperhitungkan .begitu juga dengan nominal jumlah penggunanya yang semakin meningkat.
Informasi dalam media sosial bisa didapat begitu mudah baik secara lokal dan interlokal, nasional dan internasional. Di satu sisi, hal tersebut sangat bermanfaat dalam perkembangan
umat manusia, namun di sisi yang lain media sosial juga merupakan ancaman yang sangat merusak. Berikut beberapa manfaat dan bahaya dari sosial media (Nur dan Junaedi, 2013: 60- 61):
1. Melatih anak untuk mengungkapkan ekspresinya, seperti menuliskan hal-hal yang menggambarkan suasana hati seseorang di beranda Facebookatau menuliskan aktivitas yang sedang dilakukan di beranda Blackberry Messenger
2. Media sosial menjadikan khalayak lebih bersahabat dengan lingkungan sosialnya.
Anak muda akan lebih mudah mendapatkan teman yang sepaham atau memiliki hobi yang sama melalui media sosial dengan bergabung di sebuah komunitas atau grup.
3. Melatih untuk memiliki kepedulian sosial. Empati dapat terbentuk dengan komunikasi yang dilakukan, seperti mengucapkan selamat ulang tahun, dan lain-lain.
4. Situs jejaring sosial dapat menjadi media untuk mempromosikan kreativitas, seperti mempromosikan video stopmotion untuk dijadikan bisnis dengan memposting foto di Instagram dan YouTube, dan menggunakan blog seperti Wordpressguna mempromosikan hasil karya fotografi kepada khalayak.
Media sosial tidak hanya memiliku manfaat bagi penggunanya, bahaya yang ada juga kerap mengancam kehidupan, yaitu:
1. Munculnya rasa malas untuk berkomunikasi di dunia nyata karena merasa menemukan dunianya di internet.
2. Tata bahasa yang sesuai dengan aturan yang berlaku di tiap negara di dunia media sosial seringkali diabaikan, sehingga hal ini bisa membuat semakin membudayakan menulis di luar Ejaan Yang Disempunakan (EYD) dan dalam bahasa Indonesia tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kemunculanbahasa alay adalah bukti nyata tentang hal ini.
3. Situs jejaring sosial menjadi pintu masuk bagi pelaku kejahatan. Kasus penculikan dan kekerasan dapat dimulai dari perkenalan mereka dengan orang yang tidak dikenal melalui situs pertemanan di media sosial.
Sejauh ini sampai pada tahun 2012, 27 dari 129 anak-anak yang dilaporkan hilang kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia diyakini telah diculik setelah bertemu penculiknya di Facebook atau bakan dibunuh.
Fenomena penggunaan media sosial saat ini semakin menekankan pada persoalan tentang personal menjadi hal yang paling dominan saat ini. Menurut Santosa, personalisasi penggunaan media ini menjadi menarik dikarenakan pengguna media sosial merasa bahwa yang terlibat dalam jual beli informasi adalah mereka yang menjadi anggota jejaring yang relatif mereka kenal secara sosial, sehingga sering disebut bahwa media sosial merupakan praktek kekerabatan berbasis teknologi media internet, sehingga status yang sifatnya personal dianggap relevan untuk diketahui kerabat mereka di jejaring sosial ( Nur dan Junaedi,59:2013),.
Mayfield dalam bukunya What is social media, membagi media sosial menjadi tujuh jenis dasar. Pembagian ini menjelaskan beberapa hal mengenai fungsi di media sosial. Pembagian media sosial berdasarkan fungsi tersebut akan dijelaskan di bawah ini (Harwina (2011) Skripsi Peranan Kaskus dalam Mengkomunikasikan Kegiatan Klastic Yogyakarta, Universitas Atma Jaya), yaitu:
1. Sosial Networks.
Situs yang mendukung orang-orang dalam membangun halaman web pribadi dan dapat berkomunikasi dengan teman lama maupun menemukan teman baru, berbagi ilmu, pengetahuan dan menjalin komunikasi, selain itu social networksjuga medapat menyediakan berbagai fitur yang memudahkan penggunanya dalam membagikan fileyang dapatberupa dokumen, video, audio, dan bahkan ada yang menyediakan fitur video callyang dapat membuat pengguna melakukan panggilan dengan melihat langsung lawan bicaranya melalui video. Sosial networks saat ini semakin banyak dibuat oleh berbagai negara,seperti Line yang berasal dari Jepang, dan Facebookyang berasal dari Amerika.
2. Blogs
Blogsadalah bentuk dari media sosial yang dapat berupa jurnal online, berita ringan, dan bahkan menceritakan kisah kehidupannya berupa tulisan yang tidak dibatasi. Penulisan di blog sedikit lebih rumit dibandingkan dengan media sosial biasa, karena tidak hanya perlu mengatur tulisan dan gambar, tetapi juga harus menyesuaikan segala konten yang akan disediakan oleh pengguna, misalnya video, tema, atau efek-efek lainnya. Contoh dari blogsadalah Wordpress dan Blogger.
3. Wiki
Situs yang mengizinkan orang untuk berkontribusi atau menyusun isidi dalam wacana. Wiki tergolong dalam kolaborasi yang baik, untuk menulis dokumen terbesar instansi atau
perencanaan karya dengan kelompok di beberapa kantor. Sifatnya dapat bersifat pribadi atau umum, tergantung orang yang menulis di dalam dokumen, namuntidak sedikit orang-orang yang dapat memanipulasi segala isi yang ada dalam sebuah wiki.Contoh dari wikiyaitu Wikipediadan Wikileaks.
4. Podcasts
Podcastsmerupakan data audio atau video yang dipublikasikan melalui internet dan pengguna dapat berlangganan.Podcaststerkadang digunakan secara khusus untuk menggambarkan video, dan kesannya seperti video recorderpribadi, dan juga banyak digunakan sebagai tempat untuk mencari teman, dan banyak juga yang dijadikan sebagai tempat untuk berbagi informasi.Contohnya AppleiTunes
5. Forums
Tempat diskusi yang dilakukan secara online, seperti berdiskusi mengenai sesuatu yang sedang populer, atau sedang menjadi pembicaraan hangat.Setiap diskusi dalam forum disebut Thread, untuk memberikan wacana dan perbedaan dalam beragumen ini memberikan tanggapan antar penikmat forum. Contoh dari forum online ini adalah Yahoo!Answer, Meebo, Yahoo!
Messenger, Line Group/ Group chat, dan lain-lain.
6. Content Communities.
Isi komunitas seperti jejaring sosial yang mengorganisasi dan berbagi mengenai berbagai macam isi seperti foto, dan video.Harus melalui registrasi kemudian mendapatkan home page dan dapat berkomunikasi dengan teman.Fokusnya berbagi pada jenis keterangan dari isi, seperti Flickryang memuat gambar untuk dipublikasikan dan berbagi video dengan YouTube.
7. Microblogging
Microbloggingadalah alat kobinasi dari blog dengan pesan singkat dan jejaring sosial.Salah satu contohnya adalah Twitter, yang memimpin posisi
Microbloggingdi tingkat teratas dengan lebih dari satu juta pengguna.
Jenis new media sekaligus media online yang paling populer saat ini adalah media sosial (social media) yang juga sering disebut “social networking” atau jejaring sosial, antara lain:
Blog, Facebook, Twitter, Instagram, Google Plus dan Path (komunikasipraktis.com) dan konten berupa YouTube.
2.1.5 YouTube