• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. PEMBAHASAN. 16 Universitas Kristen Petra. Final Line. Coil Winding. Rivetting. Manual Checker. Auto Soldering. Final Line. Drapho.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4. PEMBAHASAN. 16 Universitas Kristen Petra. Final Line. Coil Winding. Rivetting. Manual Checker. Auto Soldering. Final Line. Drapho."

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

16

Universitas Kristen Petra

4. PEMBAHASAN

4.1 Proses Produksi

Proses produksi di PT.Schneider Electric Manufacturing Batam-Plant Electromechanic adalah sebuah perusahaan yang memproduksi komponen- kimpinen listrik. Contoh barang produksinya adalah Relay (RXM), Push button, dan Emergency stop button. Proses produksi yang dilakukan hanyalah proses assembly saja. Seluruh porses produksi dibagi berdasarkan jenis produknya.

Setiap jenis produk memiliki line produksi sendiri. Contoh satu line produksi yang ada pada PT.SEMB-PEM adalah line produksi mirror step 2 (MS2) yang memproduksi Relay (RXM). Line produksi sendiri ada yang dibagi menjadi 2 jenis yaitu preparation line dan main line. Penggambaran dari line produksi Mirror step 2 (MS2) dapat dilihat pada gambar 4.1

Coil Winding

Drapho

Rivetting

Auto Soldering

Manual Checker

Final Line

Printing Cover

Preparation Line Main Line

Final Line

Final Line

Gambar 4.1 Penggambaran Line Produksi Mirror Step 2

Preparation line dan main line memiliki fungsi yang berbeda. Preparation line bertugas untuk memberi pasokan barang-barang yang dibutuhkan main line, sedangkan main line sendiri bertugas untuk membuat satu produk jadi (finish goods). Setiap preparation line atau main line ini merupakan sebuah kumpulan dari beberapa Cell, setiap cell yang ada bisa memilki fungsi yang berbeda atau

(2)

17

Universitas Kristen Petra

juga sama. Contohnya main line pada mirror step 2 teradapat 3 buah cell, yaitu final line 1, final line 2 dan final line 3. Final line ini memiliki proses produksi yang sama dan menghasilkan produk yang sama. Preparation line pada line produksi di mirror step 2 memiliki enam buah cell yang memiliki fungsi yang berbeda.

Setiap cell di line produksi ini terdiri dari beberapa bench atau hanya satu bench saja. Setiap bench ini bisa memiliki satu buah mesin saja atau lebih dari satu mesin dengan fungsi yang sama. Bench inilah yang mewakili satu proses terentu pada satu cell atau bisa juga mewakili satu mesin tertentu dalam satu cell.

Contohnya pada Cell printing cover line produksi mirror step 2 terdiri dari satu bench Auto Tampo Print (RXM2-21) yang berisi satu buah mesin Auto Tampo Print dan satu bench manual tampo print (RXM2-20) yang berisi dua buah mesin manual tampo print. Penggambaran dari cell dan bench dari line produksi Mirror step 2 (MS2) dapat dilihat pada gambar 4.2

Printing Cover

Auto Tampo Print Manual

Tampo Print Kanban Tray

Manual Tampo

Print

Gambar 4.2 Penggambaran Cell Printing Cover Mirror Step 2 Preparation line melakukan kegiatan produksi berdasarkan ketersediaan kanban boks. Kanban boks adalah sebuah wadah untuk menampung barang hasil preparation line yang akan digunakan sebagai bahan baku di main line. Kanban boks yang telah terisi akan dibawa ke main line dan kanban boks yang telah kosong di main line akan dikembalikan ke preparation line.

Kanban boks ini menjadi acuan oleh preparation line untuk melakukan change series/reference. Kanban boks ini harus selalu terisi oleh barang, karena apabila ada permintaan dari main line dan kanban boks kosong maka main line

(3)

18

Universitas Kristen Petra

tidak akan dapat melaksanakan proses produksinya. Contoh gambar kanban boks yang tersusun dalam tray dapat dilihat pada gambar 4.3

Gambar 4.3 Kanban Tray and Boks for K-Contractor Preparation Line Main line melakukan kegiatan produksi berdasarkan permintaan konsumen. Permintaan konsumen yang didapat dari departemen Supply Chain Management kemudian akan diteruskan ke departemen Produksi dan akhirnya akan dilaksanakan oleh production line. Permintaan konsumen inilah yang akan menentukan kapan terjadi change series /reference di main line.

4.2 Permasalahan Waktu Changeover

Changeover time dalam setiap Cell cukup berpengaruh terhadap waktu produksi, semakin lama changeover time maka akan semakin sedikit waktu produksi. Waktu produksi yang berkurang ini akan menurunkan output produksi yang berdampak pada terlambatnya pengiriman produk jadi ke customer.

Changeover time saat ini masih menjadi masalah, karena ada beberapa bench yang memiliki changeover time cukup tinggi.

(4)

19

Universitas Kristen Petra

(5)

20

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.4 adalah penggambaran pareto chart dari changeover time seluruh bench pada lantai produksi PT. Schneider Electric Manufacturing Batam- PEM. Data yang digunakan adalah data changeover time dari tahun 2014. Hasil pareto chart ini menunjukkan ada 11 bench yang masuk kedalam 80% masalah yang harus diselesaikan. Sebelas bench tersebut kemudian didiskusikan dengan pihak perusahaan tetang kemungkinan untuk dilakukan perbaikan dengan metode SMED. Lima bench kemudian dipilih oleh perusahaan berdasarkan hasil diskusi untuk dilakukan perbaikan waktu changeover dengan SMED. Hal ini dikarenakan lima bench yang tidak dipilih telah masuk kedalam Proyek lain. Kelima bench yang dipilih dan yang tidak dipilih ini dijelaskan alasannya pada tabel 4.1 kemudian didiskusikan dengan pihak perusahaan dan akhirnya dipilihlah 5 bench

Tabel 4.1 Pemilihan Bench yang Bermasalah

No Production Line Bench Status

1 Mirror Step 2 Auto Tampo Print (RXM2-21) Proyek ini 2 Mirror Step 2 Manual checker (RXM2-118) Proyek ini 3 XB7-2ND Life Main Line Printing Body XB7-2nd Life

(XB7N-15)

Proyek ini

4 K-Contrator Preparation line

Coil Winding and Testing MARSILI (CT3-067)

Proyek ini

5 Kiwi2 Preparation Line Coil Winding DETZO (LC1K- 003)

Proyek ini

6 Mirror Step 2 Auto Adjustment Proyek lain

7 Kiwi2 Preparation Line Spot Welding 4p (CT3-027) Proyek lain 8 Tesys Preparation Line New Coiling Detzo 1g6 Cav

(TE-017)

Proyek lain

9 Kiwi2 Preparation Line Manual Coil Winding ( CT3- 074)

Proyek lain

10 Kiwi2 Preparation Line Auto PCM Moving 1st (TE- 112)

Proyek lain

11 Mirror Step 2 Auto Checker (inactive) (RXM2-125)

Proyek lain

(6)

21

Universitas Kristen Petra

4.3 Auto Tampo Print

Auto Tampo Print (RXM2-21) adalah bench yang masuk dalam production line Mirror Step 2 (MS2). Produk yang diproduksi pada production line ini adalah Relay (RXM). Produk Relay ini dibagi menjadi beberapa bagian, bagian yang akan dibahas lebih lanjut lagi adalah bagian cover dan armature.

Bentuk produk Relay (RXM), dapat dilihat pada gambar 4.5.

Gambar 4.5 Produk Relay (RXM)

Mesin Auto Tampo Print (RXM2-21) adalah mesin yang berfungsi untuk mem-print bagian cover dari Relay (RXM). Mesin ini terdiri dari 2 buah mesin tampo print yang saling dihubungkan dengan mekanisme khusus. Mesin Bagian yang harus di-print pada cover ada 2 sisi, dan kedua sisi ini memiliki jenis print yang berbeda. Jenis print yang berbeda ini dikatakan sebagai reference yang berbeda. Setiap reference memiliki cliche (cetakan) tersendiri, cliche inilah yang akan diganti apabila terjadi change reference (changeover). Satu kali change reference bisa saja mengganti dua cilche pada kedua print, namun juga bisa hanya mengganti cliche pada satu print saja. Kapan mesin ini harus melakukan change series/ change reference bergantung dari kanban boks yang kosong ataupun bisa dari permintaan dari departemen produksi, jadi tidak ada jadwal pasti kapan mesin ini akan melakukan change series / change reference. Mesin Auto Tampo Print (RXM2-21) dapat dilihat pada gambar 4.6

(7)

22

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.6 Mesin Auto Tampo Print

4.3.1 Permasalahan Changeover pada Auto Tampo Print

Proses changeover pada bench ini memiliki masalah, waktu terlama yang tercatat pada data tahun 2014 adalah 94 menit 30 detik. Prosedur changeover pada mesin ini bisa berbeda-beda. Salah satu penyebabnya adalah keadaan tinta yang digunakan mesin tidak bisa dikontrol. Contohnya adalah ketika changeover tinta pada mesin kering, maka harus ditambah VSD terlebih dahulu, namun apabila tinta masih baik maka tidak perlu ditambah VSD. Contoh lainnya apabila tinta telah habis maka harus ditambahkan tinta lagi dan untuk melakukanya, staf maintenance harus pergi ke statsiun pengisian tinta yang tempatnya terpisah dengan mesin ini. Kasus lainya adalah saat tinta telah mengering di pinggiran cliche maupun pinggiran tempat tinta, pada kasus ini akan membutuhkan waktu untuk membersihkan cliche dan tempat tinta terlebih dahulu.

Data waktu changeover pada bench ini diambil sebanyak 10 kali.

Kesepuluh data ini kemudian dijadikan data waktu rata-rata untuk proses changeover bench ini. Data waktu changeover ini diambil selama bulan Februari- April 2015. Data waktu rata-rata yang diambil serta pengujianya dapat dilihat pada lampiran 1. Kesepuluh data ini dianggap telah mewakili rata-rata waktu changeover yang terjadi pada bench ini. Prosedur changeover pada bench ini dideskripsikan pada tabel 4.2

(8)

23

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.2 Prosedur Changeover Auto Tampo Print

SEQ# E V E N T Internal

Elapsed time (sec)

Done By

1 waiting maintenance 546 546 Operator

2 take reference code 3 549

Maintenance Staff

3 open safety door 3 552

4 scan reference code 24 577

5 Open the lock of Printing Machine

and rotate 13 590

6 Open the lock of cliché 31 620

7 Take out cliché from printing

machine & put in proper place 26 646

8 Clean the cliché 36 682

9 take new cliché 12 694

10 separate old cliché from new cliché 5 699

11 search VSD 19 718

12 insert VSD to ink 13 731

13 stir the ink 18 749

14 Install new cliché with the new ink

to printing machine 18 767

15 lock the cliché 13 780

16 Install the tampon 16 796

17 Rotate the machine and lock 15 811

18 Adjustment 505 1316

19 close the safety door 5 1321

Total rata-rata waktu yang diperlukan untuk melakukan changeover adalah 1321 detik atau sekitar 22 menit. Proses changeover ini hanya mengganti cliche di satu mesin saja. Seluruh proses changeover ini masih merupakan proses internal, semua kegiatan dilakukan staf maintenance saat mesin telah berhenti beroperasi.

Prosedur ini kemudian dianalisa menggunakan pareto chart. Gambar pareto chart dapat dilihat pada gambar 4.7

(9)

24

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.7 Pareto Chart Prosedur Changeover Auto Tampo Print

Gambar 4.7 menunjukkan hasil pareto chart dari waktu prosedur changeover. Prosedur bermasalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu adalah waiting maintenance dan adjustment. Rata-rata durasi waiting maintenance adalah 546 detik atau 9.1 menit, sedangakan rata-rata durasi adjustment adalah 505 detik atau 8.4 menit. Waiting maintenance terjadi karena operator baru memanggil staf maintenance saat produksi berhenti.

Waktu terlama kedua adalah proses adjustment. Proses adjustment ini adalah proses untuk men-tepatkan hasil print ke cover. Proses ini memakan waktu yang lama karena untuk mendapatkan penempatan yang tepat tidak ada standar sendiri. Staf maintenance yang mengerjakan proses adjustment ini harus mencoba penempatan print sedikit demi sedikit. Contoh hasil penempatan print yang tidak tepat pada cover dapat dilihat pada gambar 4.8

(10)

25

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.8 Reject Print Cover

Reject pada cover sebelah kiri dikarenakan mesin print yang terlalu miring, sehingga hasil print tidak sempurna, sedangkan pada reject cover sebelah kanan hasil print tidak sempurna pada tulisan “UL RATINGS”. Hasil reject ini harus dihilangkan terlebih dahulu baru proses produksi bisa dilanjutkan. Hasil print cover yang baik bisa dilihat pada gambar 4.9

Gambar 4.9 Good Print Cover

Proses adjustment ini juga tidak dapat berlangsung dengan baik. Hal ini disebabkan staf maintenance tidak memiliki sebuah standar bagaimana cara untuk mengatur penempatan hasil print. Staf maintenance hanya menerka berdasarkan pengalaman mereka mengenai bagimana cara

(11)

26

Universitas Kristen Petra

penempatan untuk menghasilkan print yang baik. Cara yang mereka gunakan untuk menepatkan hasil print ini tidak standar. Mereka harus menggeser mesin dengan melonggarkan beberapa baut terlebih dahulu. Mereka juga menggunakan kertas untuk mengganjal mesin agar mendapatkan penempatan yang pas. Gambar penggunaan kertas untuk mengganjal mesin dapat dilihat pada gambar 4.10

Gambar 4.10 Kertas untuk Mengganjal Mesin

4.3.2 Analisa Masalah Changeover pada Auto Tampo Print

Prosedur waiting maintenance akan dibahas lebih lanjut pada bagian printing body XB7-2nd Life. Prosedur adjustment pada mesin Auto Tampo Print memiliki rata-rata waktu yang cukup lama. Waktu itu adalah 505 detik. Waktu ini adalah rata-rata durasi staf maintenance mendapatkan hasil penempatan print yang tepat. Prosedur adjustment ini kemudian dianalisa menggunakan fishbone diagram. Gambar fishbone diagram dapat dilihat pada gambar 4.11

Waktu adjustment auto tampo print lama

Method Machine

Man Tidak terdapat Work Instruction Change over

Setiap cliché memiliki dimensi print yang berbeda

Masih menggunakan kertas untuk melakukan pengaturan mesin

Sulit untuk mengatur mesin

Staff Maintenance yang berbeda akan melakukan prosedur changeover yang sedikit berbeda

Harus menggeser mesin

Gambar 4.11 Fishbone Diagram Adjustment Auto Tampo Print

(12)

27

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.11 adalah penggambaran fishbone mengenai permasalahan lamanya waktu prosedur adjustment pada bench Auto Tampo Print. Masalah yang menyebabkan lamanya waktu prosedur adjustment dikategorikan menjadi tiga kategori. Kategori tersebut adalah method, machine dan man.

Kategori method menunjukkan bahwa terdapat dua penyebab utama Penyebab pertama yaitu tidak adanya work instruction untuk prosedur changeover. Hal ini menyebabkan masalah pada staf maintenance. Staf maintenance yang melakukan changeover akan melaukan prosedur yang sedikit berbeda satu sama lainya, meskipun inti dari setiap hal yang dikerjakanya sama.

Sedikit berbedanya prosedur antara staf maintenance ini akan berpengaruh kepada beberapa prosedur lainya. Penyebab kedua adalah masih digunakanya kertas untuk membantu mengatur mesin. Kertas disini digunakan apabila mesin tidak dapat diatur dengan baik. Pengguaan kertas ini sampai saat ini masih menjadi alternatif apabila mesin sulit untuk diatur. Gambar penggunaan kertas dapat dilihat pada Gambar 4.10 pada bab-bab sebelumnya.

Kategori man menunjukkan bahwa salah satu penyebab lamanya waktu adjustment adalah sedikit berbedanya prosedur melakukan changeover pada setiap staf maintenance. Hal ini berhubungan dengan tidak adanya work instruction untuk changeover pada bagian method. Masalah yang mungkin timbul adalah cara pembersihan cliche. Penyebab lainya adalah operator ada yang tidak mempersiapkan peralatan untuk staf maintenance, seperti menyiapkan VSD dan tissue produksi untuk membersihkan cliche.

Kategori machine menunjukkan ada dua penyebab lamanya prosedur adjustment pada mesin Auto Tampo Print. Penyebab pertama yaitu cliche yang tidak memiliki dimensi print yang sama. Dimensi print yang berbeda ini maksudnya adalah perbedaan jarak antara sisi cliche dengan cetakan cliche yang berada di tengah. Penyebab kedua adalah kesulitan untuk menggeser mesin.

Mesin printing yang ada di bench ini ada dua buah, dan ukuran dari kedua mesin ini notabene besar sehingga sulit untuk digeser. Kesulitan untuk menggeser mesin ini terasa semakin sulit karena harus menyesuaikan dengan penempatan hasil print pada cover relay yang jarak antara sisinya hanya dalam ukuran milimeter.

(13)

28

Universitas Kristen Petra

4.3.3 Usulan Perbaikan pada Auto Tampo Print

Usulan untuk mengurangi waktu changeover pada bench ini diselesaikan dengan metode SMED. Hal pertama yang dilakukan adalah mengubah beberapa prosedur internal menjadi prosedur eksternal. Prosedur yang diubah dari proses internal menjadi prosedur eksternal dapat dilihat pada tabel 4.3

Tabel 4.3 Estimasi Perbaikan Prosedur Changeover Auto Tampo Print

SEQ# E V E N T Internal Eksternal

Elapsed

Done By Time

(sec) 1 waiting

maintenance 546 0

Operator 2 take reference

code 3 3

Maintenance Staff

3 open safety door 3 6

4 scan reference

code 24 31

5

Open the lock of Printing Machine and rotate

13 44

6 Open the lock of

cliché 31 74

7

Take out cliché from printing machine & put in proper place

26 100

8 Clean the cliché 0 36 100 Operator

9 take new cliché 12 112

Maintenance Staff 10 separate old cliché

from new cliché 5 117

11 search VSD 0 19 117 Operator

12 insert VSD to ink 13 130

Maintenance Staff

13 stir the ink 18 148

14

Install new cliché with the new ink to printing machine

18 166

15 lock the cliché 13 179

16 Install the tampon 16 195

17 Rotate the

machine and lock 15 210

18 Adjustment 505 715

19 close the safety

door 5 720

(14)

29

Universitas Kristen Petra

Prosedur yang harus diubah dari internal menjadi eksternal didapatkan dari hasil pareto chart pada gambar 4.7 Prosedur itu adalah pada prosedur adjustment dan waiting maintenance, namun hanya prosedur waiting maintenance yang bisa diubah menjadi prosedur eksternal. Prosedur ini dapat diubah menjadi prosedur eksternal dengan cara operator yang melakukan prosedur ini, karena pada kondisi nyata operator tidak melakukan kegiatan produksi selama prosedur changeover berlangsung.

Usulan pertama adalah dengan memberi pengarahan kepada operator tentang kapan harus memanggil maintenance. Kelebihan dari usulan ini adalah staf maintenance tetap yang melakukan changeover, sehingga tidak perlu dilakukan pelatihan lebih lanjut. Staf maintenance juga telah dianggap mahir untuk bisa melakukan changeover tanpa ada kesalahan. Kekurangan dari usulan ini adalah waktu kedatangan staf maintenance tidak pasti. Kejadian dimana staf maintenance tiba sebelum changeover dimulai bisa terjadi, dan juga sebaliknya staf maintenance bisa belum datang saat changeover akan dimulai.

Estimasi perhitungan jumlah produk cover tersisa sebelum operator memanggil staf maintenance dilakukan. Satu kali siklus mesin mengeluarkan produk pada bench ini adalah 2.94 detik. Satu kotak cover relay yang belum di print terdiri dari tiga tingkat dengan masing-masing tingkat berisi 169 buah cover relay. Rata-rata waktu waiting maintenance adalah 546 detik. Hal ini berarti Operator harus memanggil staf maintenance dengan menekan tombol andon ketika produk tersisa 185 buah barang. Hal yang menjadi pertimbangan adalah kedatangan maintenance yang bisa datang lebih cepat atau lebih lambat. Hal ini kemudian membuat penyesuaian mengenai jumlah barang sebeum operator memanggil maintenance adalah 169 barang atau satu tingkat terahkir pada kotak cover relay.

Usulan kedua adalah membuat operator untuk melakukan changeover sendiri. Operator yang melakukan changeover sendiri tanpa perlu bantuan staf maintenance memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari usulan ini adalah tidak perlu ada kekhawatiran menunggu maintenance yang cukup lama, sehingga proses changeover bisa berjalan dengan lancar. Kekurangan dari usulan ini adalah perlu adanya training kepada operator agar mengerti tentang bagaimana

(15)

30

Universitas Kristen Petra

cara melakukan changeover. Kedua usulan ini harus ditunjang dengan adanya work instruction untuk proses changeover pada bench ini. Work instruction harus dibuat agar setiap aspek yang menentukan keberhasilan dari proses changeover bisa berlangsung dengan baik.

Prosedur lainya yang bisa diubah menjadi eksternal meskipun tidak menjadi masalah utama menurut pareto chart adalah clean cliche dan search VSD. Clean cliche bisa dijadikan prosedur eksternal dengan pengarahan kepada staf maintenance untuk melakukan pembersihan cliche setelah changeover selesai atau bisa juga dengan pengarahan kepada operator untuk melakukan pembersihan cliche. Search VSD bisa diubah menjadi prosedur eksternal dengan memberikan pengarahan kepada operator untuk menyiapkan VSD dan tissue produksi saat staf maintenance mulai melakukan prosedur changeover.

Hasil dari pengubahan beberapa prosedur internal menjadi eksternal didapatkan durasi changeover menjadi 720 detik. Waktu changeover pada awalnya adalah 1321 detik. Pengurangan waktu changeover sebanyak 601 detik, atau 45%.

Langkah pengurangan changeover time menurut SMED berikutnya adalah menghilangkan atau meminimalkan adjustment. Permasalahan pada prosedur adjustment telah dijelaskan menggunakan fishbone pada gambar 4.33. Hasil dari fishbone tersebut dijadikan landasan untuk melakukan pengurangan durasi adjustment. Usulan untuk pengurangan durasi adjustment pada kategori method dan man dilakukan dengan pembuatan work instruction untuk changeover pada lampiran 2. Pembuatan work instruction ini diharapkan dapat membuat waktu adjustment menjadi berkurang.

Usulan untuk pengurangan durasi adjustment pada kategori machine dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan membuat standart ukuran cliche yang sama, sehingga ketika dilakukan adjustment bisa dilakukan dengan perhitungan yang sama. Cara kedua adalah dengan memodifikasi bagian bawah mesin sehingga lebih gampang untuk dilakukan pengaturan. Modifikasi bagian bawah mesin dilakukan dengan cara membuat sebuah pengulir di bagian bawah mesin sehingga mesin bisa digeser dengan baik. Pengulir ini ditujukan agar mesin bisa digeser untuk memudahkan staf maintenance untuk penempatan hasil print

(16)

31

Universitas Kristen Petra

yang tepat. Gambar konsep tampak atas pengulir ini dapat dilihat pada gambar 4.12

Mesin Print

X AXIS

Y AXIS

Gambar 4.12 Gambar Konsep Tampak Atas Pengulir pada Mesin Print Usuan pembuatan pembuatan pengulir dimesin ini diharapkan dapat mengurangi waktu adjustment. Rata-rata waktu adjustment ini pada awalnya adalah 505 detik atau 8,3 menit. Penerapan usulan ini diharapkan dapat mengurangi rata-rata waktu adjustment menjadi 250 detik atau 50% dari waktu rata-rata adjustment awal. Prosedur changeover sendiri tidak akan mengalami perubahan. Waktu total changeover diestimasikan akan berkurang menjadi 351 detik. Penghematan waktu yang didapat adalah 970 detik atau 73,4 %

4.3.4 Implmentasi Perbaikan pada Auto Tampo Print

Implementasi pada bench ini yang dilakukan adalah mengarahkan kepada operator untuk membantu staf maintenance dalam melakukan changeover.

Operator membantu dalam menyiapkan VSD dan membersihkan cliche. Usulan untuk pemanggilan operator sebelum changeover selesai tidak dapat di- implementasikan karena masih harus dilakukan pembelajaran lebih lanjut.

Implementasi lainya adalah pembuatan pengulir pada print 1 untuk bench ini. Pengulir ini digunakan untuk membantu penempatan hasil print pada cover Relay. Pengulir ini berhasil mengurangi waktu rata-rata adjustment dari 505 detik menjadi 135 detik. Pembuatan pengulir ini diserahkan kepada pihak ketiga atau supplier. Gambar sebelum (kiri) dan setelah implementasi (kanan) pengulir dapat dilihat pada gambar 4.13

(17)

32

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.13 Hasil Penambahan Pengulir pada Mesin Print

Implementasi ini membuat waktu rata-rata changeover menjadi berubah.

Prosedur changeover pada bench ini mengalami perubahan pada prosedur internal dan eksternal. Durasi pada prosedur adjustment juga mengalami pengurangan.

Data dan hasil pengujian pengambilan data changeover pada bench ini dapat dilihat pada lampiran 3. Data ini kemudian diuji untuk mengetahui signifikasi perubahan yang terjadi. Pengujian dilakukan dengan metode two sample-t test.

Hasil pengujian dapat dilihat pada gambar 4.14

Gambar 4.14 Hasil Two Sample T-Test Waktu Changeover Sebelum dan Sesudah Perbaikan pada Bench Auto Tampo Print

Gambar 4.14 menunjukkan hasil pengujian menggunakan software Minitab dan didapatkan hasil P-value sebesar 0.000 sedangkan α yang ditetapkan adalah 0,05.

Hipotesa pada percobaan ini adalah sebagai berikut:

 Ho : Rata-rata waktu Changeover lama dan changeover improvement tidak berbeda secara signifikan dengan α = 5 %.

(18)

33

Universitas Kristen Petra

 H1 : Rata-rata waktu Changeover lama lebih besar daripada rata-rata waktu Changeover improvement secara signifikan dengan α = 5 %.

Kesimpulan yang didapat adalah Tolak H0 yang berarti rata-rata waktu changeover lama lebih besar daripada rata-rata waktu changeover baru secara signifikan. Hal ini kemudian mendasari bahwa changeover setelah improvement lebih cepat. Rata-rata waktu changeover setelah improvement adalah 827 detik sedangkan rata-rata waktu changeover lama adalah 1321 detik.

Prosedur Changeover juga mengalami perubahan. Prosedur ynag mengalami perubahan adalah prosedur search VSD dan cliche pindah dari internal menjadi eksternal. Prosedur changeover yang baru dapat dilihat pada Tabel 4.4

Tabel 4.4 Perbaikan Prosedur Changeover Auto Tampo Print

SEQ# E V E N T Internal

Elapsed

Done By Time

(sec)

1 waiting maintenance 474 474

Maintenance Staff

2 take reference code 3 477

3 open safety door 3 480

4 scan reference code 28 508

5 Open the lock of Printing

Machine and rotate 14 522

6 Open the lock of cliché 33 555

7 Take out cliché from printing

machine & put in proper place 22 577

8 take new cliché 12 589

9 separate old cliché from new

cliché 5 594

10 insert VSD to ink 13 606

11 stir the ink 17 623

12 Install new cliché with the new

ink to printing machine 20 643

13 lock the cliché 14 657

14 Install the tampon 15 671

15 Rotate the machine and lock 16 687

16 Adjustment 135 822

17 close the safety door 5 827

(19)

34

Universitas Kristen Petra

Waktu changeover baru ini mengalami perubahan. Rata-rata waktu changeover sebelumnya adalah 1321 detik, dan rata-rata waktu yang baru adalah 829 detik.

Penurunan yang terjadi sebanyak 494 detik atau 37%.

4.4 Manual checker

Manual checker (RXM2-118) adalah bench yang masuk dalam production line Mirror Step 2 (MS2). Produk yang diproduksi pada production line ini adalah Relay (RXM). Produk Relay ini dibagi menjadi beberapa bagian, bagian yang akan dibahas lebih lanjut lagi adalah bagian cover dan armature. Bentuk produk Relay (RXM), dapat dilihat pada gambar 4.5.

Manual checker adalah bench yang berfungsi untuk memeriksa kedataran /flatness dari armature. Kedataran dari armature perlu untuk di-cek terlebih dahulu agar tidak terjadi reject di proses selanjutnya. Mesin manual checker ini hanya memiliki dua buah reference yaitu AC dan DC. Gambar armature dan bagian yang harus di-cek kedatarannya (lingkaran merah) dapat dilihat pada gambar 4.15

Gambar 4.15 Armature

Cell manual checker sendiri memiliki 7 Bench / 7 buah mesin. Mesin- mesin ini memiliki fungsi yang sama. Semua mesin ini tidak harus beroperasi dengan reference yang sama, setiap mesin bisa menjalankan reference yang berbeda-beda. Bench ini adalah preparation line jadi bench ini beroperasi sesuai dengan kanban boks yang kosong. Gambar mesin manual checker dapat dilihat pada gambar 4.16

(20)

35

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.16 Mesin Manual checker

4.4.1 Permasalahan Changeover pada Manual Checker

Proses changeover di mesin ini mempunyai masalah. Waktu terlama yang tercatat di data tahun 2014 adalah 20 menit. Prosedur changeover dari mesin ini sebenarnya cukup sederhanya. Secara garis besar prosesnya adalah mengganti ketinggian satu bagian mesin dengan menggunakan kertas dan mengencangkan baut pada Jig. Prosedur changeover manual checker dapat dilihat pada Tabel 4.5

Tabel 4.5 Prosedur Changeover Manual Checker

SEQ# E V E N T Internal

Elapsed

Done By Time

(sec)

1 Waiting maintenance 473 473 Operator

2 swap the indicator note 5 478

Maintenance Staff

3 open 2 screw on jig 34 512

4 replace the old adjustmen

paper with the new one 8 520

5 lock 2 screw oon jig 29 549

6 Adjustment 697 1246

Waktu pada tabel 4.5 adalah waktu rata-rata yang didapat dari pengambilan delapan data changeover. Data yang didapat diambil selama bulan Februari-April 2015. Data waktu rata-rata yang diambil serta pengujianya dapat

(21)

36

Universitas Kristen Petra

dilihat pada lampiran 4. Proses changeover ini dilakukan oleh staf maintenance.

Seluruh prosedur changeover adalah kegiatan internal karena semua prosedur dilakukan saat mesin tidak beroperasi. Prosedur adjustment adalah proses staf maintenance harus pergi ke stasiun pengukuran flatness dan menyesuaikan hasil dari pengukuran di statsiun tersebut dengan mesin di cell manual checker.

Prosedur ini kemudian dianalisa menggunakan pareto chart. Gambar pareto chart dapat dilihat pada gambar 4.17

Gambar 4.17 Pareto chart Prosedur Changeover Manual Checker

Hasil dari pareto chart didapatkan prosedur adjustment inilah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Proses adjustment ini mengharuskan staf maintenance untuk pergi ke tempat pengukuran flatness, dan tempat ini tidak berada di cell yang sama dengan manual checker. Staf maintenance yang telah kembali dari tempat pengukuran flatness kemudian akan mengatur ulang mesin manual checker sesuai dengan hasil pengukuran flatness. Hasil yang didapatkan akan diamati lagi, dan apabila masih reject, maka staf maintenance akan pergi ke tempat pengukuran flatness lagi dan proses ini terus berulang hingga ditemukan ukuran yang benar. Staff maintenance yang pergi ke tempat pengukuran flatness ini juga terkadang tidak dapat langsung melakukan pengukuran, karena harus menunggu ketika mesin itu dipakai oleh Line Inspector.

Waktu adjustment yang lama juga bisa disebabkan oleh kertas yang digunakan untuk mengatur ketinggian mesin. Kertas ini hanyalah kertas biasa yang dilipat kemudian diletakkan dibawah Jig. Jig ini kemudian dikencangkan dengan mengencangkan baut pada Jig tersebut. Penggunaan kertas ini dilakukan

(22)

37

Universitas Kristen Petra

karena mesin ini tidak memiliki cara pengukuran yang pasti dari awal pembuatanya. Gambar kertas yang digunakan di mesin ini dapat dilihat pada gambar 4.18

Gambar 4.18 Kertas Adjustment Manual checker

4.4.2 Analisa Masalah pada Auto Tampo Print

Prosedur adjustment pada bench manual checker memiliki rata-rata waktu yang cukup lama. Waktu itu adalah 697 detik. Waktu ini merupakan rata-rata durasi staff maintenance harus melakukan pengukuran di stasiun pengukuran flatness dan menyesuaikan setting mesin manual checker sesuai dengan hasil dari pengukuran tersebut. Prosedur adjustment ini kemudian dianalisa menggunakan fishbone diagram. Gambar fishbone diagram dapat dilihat pada gambar 4.19

waktu adjustment lama pada manual checker Method

Machine Masih menggunakan kertas untuk

melakukan pengaturan mesin

Tidak terdapat Work Instruction Change over

Harus mengukur armature di flatness station Flatness station berada di lokasi yang berbeda

Gambar 4.19 Fishbone Diagram Long Adjustment Time On Manual Checker Gambar 4.19 adalah penggambaran fishbone mengenai permasalahan lamanya waktu prosedur adjustment pada bench Manual checker. Masalah yang

(23)

38

Universitas Kristen Petra

menyebabkan lamanya waktu prosedur adjustment dikategorikan menjadi dua kategori. Kategori tersebut adalah method dan machine.

Penyebab lamanya waktu adjustment manual checker pada kategori machine adalah penggunaan kertas untuk pengaturan mesin. Kertas digunakan untuk membantu setelan mesin agar seusai dengan spesifikasi reference yang benar. Kertas ini sampai saaat ini masih digunakan karena pada dasarnya mesin ini tidak memiliki pengukuran yang pasti.

Penyebab lamanya waktu adjustment manual checker pada kategori method ada dua. Penyebab pertama adalah tidak adanya work instruction untuk changeover. Hal ini sebenarnya tidak terlalu memberikan efek pada proses changeover itu sendiri, mengingat saat ini staf maintenance sudah terbiasa untuk melakukanya. Work Instruction ini akan menjadi penting apabila nantinya changeover bisa dilakukan oleh operator sendiri.

Penyebab kedua adalah staf maintenance yang harus pergi ke tempat pengukuran flatness untuk menentukan apakah setelan Jig telah tepat atau belum.

Alat untuk mengukur flatness ini hanya ada satu dan digunakan oleh Line Inspector untuk menggambil sampel armature pada setiap awal shift. Staf maintenance yang harus berpindah ini menyebabkan bertambahnya waktu changeover pada bench ini. Pengukuran ke tempat pengukuran flatness ini bisa bertambah lebih lama apabila staf maintenance masih harus mengantri untuk melakukan pengukuran.

4.4.3 Usulan Perbaikan pada Manual Checker

Usulan untuk mengurangi waktu changeover pada bench ini diselesaikan dengan metode SMED. Hal pertama yang dilakukan adalah mengubah beberapa prosedur internal menjadi prosedur eksternal. Prosedur yang diubah dari proses internal menjadi proses eksternal dapat dilihat pada tabel 4.6

(24)

39

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.6 Estimasi Perbaikan Prosedur Changeover Manual Checker Pertama

SEQ# E V E N T Internal Eksternal

Elapsed

Done By Time

(sec) 1 Waiting

maintenance 0 473 0 Operator

2 swap the indicator

note 5 0 5

Maintenance Staff 3 open 2 screw on

jig 34 0 39

4

replace the old adjustmen paper with the new one

8 0 47

5 lock 2 screw oon

jig 29 0 76

6 Adjustment 697 0 773

Prosedur yang harus diubah dari internal menjadi eksternal menurut pareto chart pada gambar 4.17 adalah Adjustment dan waiting maintenance. Kenyataan prosedur adjustment tidak bisa diubah menjadi kegiatan eksternal karena mesin harus berhenti melakukan kegiatan produksi. Prosedur waiting maintenance bisa diubah menjadi prosedur eksternal. Usulan yang diberikan untuk mengubah prosedur waiting maintenance menjadi prosedur eksternal ada dua.

Usulan yang pertama adalah dengan membuat operator memanggil staf maintenance sebelum changeover dilakukan. Operator harus memanggil staf maintenance sebelum produk armature terakhir masuk ke mesin. Waktu satu produk diproses di mesin ini adalah 18 detik. Satu tray berisi 12 Armature. Rata- rata durasi waiting maintenance yang ingin dieliminasi adalah 473 detik. Artinya dalam 473 detik, operator dapat memproduksi 27 buah armature.

Hasil perhitungan ini membuat operator harus memanggil staf maintenance dengan menekan tombol andon ketika produk tersisa 27 buah armature. Hal yang menjadi pertimbangan adalah kedatangan maintenance yang bisa datang lebih cepat atau lebih lambat. Hal ini kemudian membuat penyesuaian mengenai jumlah barang sebeum operator memanggil maintenance adalah 24 barang atau dua buah tray terahkir sebelum changeover dimulai.

Usulan kedua adalah dengan membuat operator melakukan kegiatan changeover sendiri tanpa perlu untuk memanggil maintenance. Kedua usulan ini

(25)

40

Universitas Kristen Petra

sama dengan usulan pada bench Auto Tampo Print. Kedua usulan ini juga memiliki kekurangan dan kelebihan yang sama dengan usulan pada bench Auto Tampo Print.

Hasil dari pengubahan prosedur waiting maintenance dari prosedur internal menjadi eksternal didapatkan durasi changeover menjadi 773 detik.

Waktu changeover pada awalnya adalah 1246 detik. Pengurangan waktu changeover sebanyak 473 detik, atau 38%.

Langkah pengurangan changeover time menurut SMED berikutnya adalah menghilangkan atau meminimalkan adjustment. Permasalahan pada prosedur adjustment telah dijelaskan menggunakan fishbone pada gambar 4.32. Hasil dari fishbone tersebut dijadikan landasan untuk melakukan pengurangan durasi adjustment. Usulan untuk pengurangan durasi adjustment pada kategori method dan man dilakukan dengan pembuatan work instruction untuk changeover. Work instruction untuk bench ini dapat dilihat pada lampiran 5. Pembuatan work instruction ini diharapkan dapat membuat staf maintenance atau operator yang melakukan changeover dapat bekerja dengan baik dan meminimalkan bertambahnya waktu adjustment yang diakibatkan prosedur yang salah atau prosedur yang berbeda-beda.

Usulan untuk pengurangan durasi adjustment pada kategori method dilakukan dengan menghilangkan waktu maintenance untuk berpindah.

Penghilangan waktu ini dilakukan dengan membuat mesin pengukur flatness dipindah atau diduplikasikan dan ditaruh di cell manual checker.

Pengurangan adjustment ini dilakukan dengan menduplikasi mesin pengukur di tempat pengukuran flatness dan menaruhnya di cell manual checker.

Waktu yang dperlukan maintenance untuk berpindah rata-rata adalah 29 detik.

Data perpindahan maintenance dan pengujian data ini dapat dilihat pada lampiran 6. Rata-rata staf maintenance berpindah untuk melakukan pengukuran sebanyak 3 kali, sehingga apabila hal ini bisa diterapkan maka diperkirakan akan mengurangi waktu adjustment sebanyak 81 detik. Situasi kenyataan yang ada staf maintenance terkadang harus menunggu giliran ketika akan melakukan pengukuran di stasiun pengukuran flatness, belum lagi situasi dimana staf maintenance juga terkadang berbincang dengan Line Inspector. Pengurangan waktu adjustment ini akan

(26)

41

Universitas Kristen Petra

membuat pengurangan pada waktu changeover. Perubahan pada waktu changeover ketika perubahan prosedur internal dan eksternal serta peminimalan adjustment dapat dilihat pada Tabel 4.7

Tabel 4.7 Estimasi Perbaikan Prosedur Changeover Manual Checker Kedua

SEQ# E V E N T Internal Eksternal

Elapsed

Done By Time

(sec) 1 Waiting

maintenance 0 473 0 Operator

2 swap the indicator

note 5 0 5

Maintenance Staff 3 open 2 screw on

jig 34 0 39

4

replace the old adjustmen paper with the new one

8 0 47

5 lock 2 screw oon

jig 29 0 76

6 Adjustment 616 0 692

Tabel 4.14 merupakan tabel yang menunjukkan hasil perkiraan durasi changeover pada bench Manual checker apabila diterapkan usulan ini. Waktu changeover akan berkurang menjadi 692 detik, dari waktu changeover awal 1246 detik. Pengurangan ini sebanyak 554 detik atau 56%.

Usulan untuk pengurangan durasi adjustment pada kategori machine belum bisa dilakukan karena mesin manual checker ini memang tidak memiliki pengukuran. Setelan mesin didapat dari hasil sampling oleh Line Inspector setiap awal shift.

4.5 Printing Body XB7-2nd LIFE

Printing Body XB7-2nd Life (XB7N-15) adalah bench yang masuk pada production line XB7-2nd Life. Produk XB7-2nd Life terdiri dari beberapa bagian.

Bagian yang berhubungan dengan mesin printing body XB7-2nd Life (XB7N-15) dan akan dibahas lebih lanjut lagi adalah bagian body. Bentuk XB7-2nd Life dapat dilihat pada gambar 4.20

(27)

42

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.20 Produk XB7-2nd LIFE

Mesin printing body XB7-2nd Life adalah mesin yang berfungsi untuk meberikan print pada body produk XB7-2nd Life. Mesin ini adalah mesin tampo print. Mesin tampo print ini memiliki cliche. cliche inilah yang menjadi pembeda reference satu dengan lainya. Gambar Cliche dapat dilihat pada gambar 4.21

Gambar 4.21 Cliche

Bench ini adalah bench yang masuk kedalam main line. Change reference di mesin ini bergantung dari permintaan konsumen, bukan berdasarkan kanban boks. Bench di main line ketika change reference harus memanggil seorang Line Inspector untuk memeriksa ketepatan hasil changeover dengan permintaan konsumen. Line Inspector adalah seorang staf departemen kualitas yang bertugas di line produksi. Body XB7-2nd Life dapat dilihat pada gambar 4.22

(28)

43

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.22 Body XB7-2nd Life

4.5.1 Permasalahan Changeover pada Printing Body XB7-2nd Life

Proses changeover di bench ini mempunyai masalah. Waktu changeover terlama yang tercatat berdasarkan data tahun 2014 adalah 15 menit 16 detik.

Reference yang ada di bench ini cukup banyak, dan ada beberapa reference yang memiliki prosesdur changeover yang berbeda. Perbedan yang pertama adalah change reference yang harus mengganti Jig dan tidak harus mengganti Jig. Hasil wawancara yang didapat dengan staf manitenance, menyimpulkan bahwa proses changeover yang mengganti dan tidak mengganti Jig tidak terlalu berbeda durasinya. Pengaturan Jig ini bisa dilakukann secara cepat karena hanya menggeser Jig untuk menyesuaikan dengan panjang dari produk body XB7-2nd Life. Perbedaan yang kedua adalah adanya Line Inspector yang memeriksa hasil print dan Cell captain yang memeriksa hasil print. Line Inspector memang harus memeriksa hasil print sebelum kegiatan produksi bisa berjalan, namun pada kenyataannya terkadang Cell captain juga bisa menjadi penentu kelayakan hasil print. Perbedaan kedua ini juga tidak terlalu membedakan durasi changeover yang terjadi. Mesin Printing Body XB7-2nd Life dan Jig (lingkaran merah) dapat dilihat pada gambar 4.23

(29)

44

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.23 Mesin Printing Body XB7-2nd Life

Prosedur changeover yang hasil print diperiksa oleh Cell captain pada bench ini dapat dilihat pada tabel 4.8

Tabel 4.8 Prosedur Changeover Printing Body XB7-2nd Life (Cell Captain) SE

Q# E V E N T Inter

nal

Elapsed

Done By Time

(sec)

1 Waiting maintenance 582 582 Operator

2 take new cliché 29 611

Maintena nce Staff

3 clean the new cliché 44 655

4 open the tampoprint machine 2 657

5 open the lock and take out tampo 10 667

6 take out old cliché 5 672

7 separate old cliché and ink cup 6 678

8 check the ink cup 9 687

9 put together ink cup and new cliché 3 690 10 put new cliché to the tampo print machine 6 696 11 lock the tampo print machine & close

tampo print machine 15 711

12 take and choose the reference barcode 6 717

13 scan the reference barcode 6 723

14 test the print machine 131 855

15 Waiting Cell captain decision 36 890

(30)

45

Universitas Kristen Petra

Prosedur ini dibuat berdasarkan lima data rata-rata waktu changeover selama pengamatan pada bulan Februari – April 2015. Data waktu rata-rata yang diambil serta pengujianya dapat dilihat pada lampiran 7. Prosedur ini kemudian dicoba dianalisa dengan pareto chart. Gambar pareto chart dapat dilihat pada gambar 4.24

Gambar 4.24 Pareto chart Prosedur Changeover Printing Body XB7-2nd Life (Cell Captain)

Hasil dari pareto chart pada gambar 4.24 menunjukkan bahwa prosedur changeover yang harus di perbaiki adalah waiting maintenance, test print machine dan waiting cell captain decision. Ketiga prosedur memang memiliki durasi yang paling besar daripada prosedur lainya, namun dari ketiganya hanya waiting maintenance yang paling besar daripada prosedur lainya.

Prosedur changeover yang hasil print diperiksa oleh Line Inspector pada bench ini dapat dilihat pada tabel 4.9

Tabel 4.9 Prosedur Changeover Printing Body XB7-2nd Life (Line Inspector)

SEQ# E V E N T Internal

Elapsed

Done By Time

(sec)

1 Waiting maintenance 582 582 Operator

(31)

46

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.9 Prosedur Changeover Printing Body XB7-2nd Life (Line Inspector)(Sambungan)

SE

Q# E V E N T Internal

Elapsed

Done By Time

(sec)

2 take new cliché 29 611

Maintena nce Staff

3 clean the new cliché 44 655

4 open the tampoprint machine 2 657

5 open the lock and take out tampo 10 667

6 take out old cliché 5 672

7 separate old cliché and ink cup 6 678

8 check the ink cup 9 687

9 put together ink cup and new cliché 3 690 10 put new cliché to the tampo print

machine 6 696

11 lock the tampo print machine & close

tampo print machine 15 711

12 take and choose the reference barcode 6 717

13 scan the reference barcode 6 723

14 test the print machine 131 855

15 Waiting Line Inspector 72 927 Line

Inspector 16 Waiting decision form Line Inspector 75 1002

Prosedur ini dibuat dari rata-rata lima data waktu changeover selama pengamatan pada bulan Februari – April 2015. Data waktu rata-rata yang diambil serta pengujianya dapat dilihat pada lampiran 7. Prosedur ini kemudian dicoba dianalisa dengan pareto chart. Gambar pareto chart dapat dilihat pada gambar 4.25

(32)

47

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.25 Pareto Chart Prosedur Changeover Printing Body XB7-2nd Life (Line Inspector)

Hasil dari pareto chart pada gambar 4.25 menunjukkan bahwa prosedur changeover yang harus di perbaiki adalah waiting maintenance, test print machine dan waiting Line Inspector decision. Ketiga prosedur memang memiliki durasi yang paling besar daripada prosedur lainya, namun dari ketiganya hanya waiting maintenance yang paling besar daripada prosedur lainya.

Kedua prosedur Changeover ini memiliki permasalahan utama yang sama yaitu prosedur waiting maintenance yang lama. Waiting maintenance pada prosedur ini adalah 582 detik atau 9.7 menit. Waktu waiting maintenance ini mengungguli jauh daripada seluruh durasi prosedur changeover lainya. Durasi total prosedur setelah waiting maintenance adalah 7 Menit untuk changeover ketika penentuan kelayakan hasil print oleh Line Inspector dan 5 menit untuk changeover ketika penentuan kelayakan hasil print oleh cell captain.

Masalah lain yang muncul adalah pemilihan cliche. Prosedur ini seharusnya bisa lebih mudah. Pemilihan cliche oleh staf maintenance cukup sulit karena tidak ada penanda yang mudah dikenali oleh staf maintenance yang mengganti cliche. Tempat meletakkan cliche juga tidak diberi tanda yang mudah dilihat, sehingga saat staf maintenance akan mengambil cliche harus melakukan pengecekan satu demi satu. Gambar tempat cliche pada Main line XB7-2nd Life dapat dilihat pada gambar 4.26

(33)

48

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.26 Tempat Cliche pada Main Line XB7-2nd Life

4.5.2 Analisa Masalah Changeover pada Printing Body XB7-2nd Life

Proses changeover pada bench di lantai 3 hampir keseluruhanya dilakukan oleh staf maintenance. Hal ini yang menyebabkan proses changeover pada beberapa bench di lantai 3 bisa berlangsung cukup lama. Waktu waiting maintenance terlama terdapat pada bench printing body XB7-2nd Life (XB7N-15).

Waktu waiting maintenance ini durasinya hampir sama dengan rata-rata waktu changeover pada bench XB7N-15. Hal ini yang kemudian akan dicoba untuk dihilangkan. Permasalahan pada lamanya waktu waiting maintenance pada bench XB7N-15 dapat dilihat pada Fishbone diagram di gambar 4.27

Lama waktu waiting maintenance Man

Method Rata-rata 3 orang staf maintenance tiap shift

Operator tidak dapat melakukan changeover sendiri

Operator memanggil staf maintenance setelah produksi berhenti

Tidak ada Work instruction untuk changeover Job Desk staf maintenance

tidak hanya melakukan changeover

Gambar 4.27 Fishbone Diagram Waiting Maintenance

Gambar 4.27 adalah penggambaran fishbone mengenai permasalahan lamanya waktu waiting maintenance. Masalah yang menyebabkan lamanya waktu waiting maintenance dikategorikan menjadi dua kategori. Kategori tersebut adalah man dan method.

(34)

49

Universitas Kristen Petra

Kategori man menunjukkan ada dua penyebab utama mengapa waiting maintenance lama. Penyebab yang pertama adalah operator yang tidak dapat melakukan changeover sendiri. Hal ini dikarenakan tidak terdapat work instruction untuk operator melakukan changeover sendiri. Operator juga tidak dlengkapi dengan peralatan yang memadai untuk melakukan changeover sendiri.

Penyebab kedua adalah jumlah staf maintenance. Jumlah staf maintenance yang bekerja untuk satu shift adalah dua hingga tiga orang. Dua atau tiga orang staf maintenance ini harus menangani permasalahan mesin untuk keseluruhan kegiatan produksi di lantai 3. Job desk staf maintenance pun bukan hanya melakukan changeover saja, tetapi juga menangani mesin yang mengalami breakdown.

Kategori Method menunjukkan hanya terdapat satu penyebab utama mengapa waktu waiting maintenance ini lama. Hal ini dikarenakan operator memanggil maintenance setelah produk habis. Operator saat ini tidak dapat memanggil staf maintenance terlebih dahulu sebelum produk terakhir diproduksi karena tidak ada instruksi berapa banyak jumlah produk tersisa sebelum terjadi changeover.

4.5.3 Usulan Perbaikan pada Printing Body XB7-2nd Life

Usulan untuk mengurangi waktu changeover pada bench ini diselesaikan dengan metode SMED. Hal pertama yang dilakukan adalah mengubah beberapa prosedur internal menjadi prosedur eksternal. Prosedur yang diubah dari prosedur internal mejadi prosedur eksternal dapat dilihat pada tabel 4.10

Tabel 4.10 Estimasi Perbaikan Prosedur Changeover XB7-2nd Life (Cell Captain)

SEQ

# E V E N T Internal Eksternal Elapsed Time (sec)

Done By

1 Waiting maintenance 0 582 0

Operat or

2 take new cliché 29 0 29

3 clean the new cliché 44 0 73

4 open the tampoprint

machine 2 0 75

5 open the lock and take out

tampo 10 0 85

(35)

50

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.10 Estimasi Perbaikan Prosedur Changeover XB7-2nd Life (Cell Captain) (Sambungan)

SE

Q# E V E N T Internal Eksternal Elapsed

Time (sec) Done By

6 take out old cliché 5 0 90

Operator 7 separate old cliché and ink

cup 6 0 96

8 check the ink cup 9 0 105

9 put together ink cup and

new cliché 3 0 108

10 put new cliché to the tampo

print machine 6 0 114

11

lock the tampo print machine & close tampo print machine

15 0 129

12 take and choose the

reference barcode 6 0 135

13 scan the reference barcode 6 0 141

14 test the print machine 131 0 273

15 Waiting Cell captain

decision 66 0 339 Cell

Captain Tabel 4.10 adalah tabel prosedur changeover pada bench XB7N-15. Bench ini memiliki dua jenis prosedur changeover yang berbeda prosedur changeover pada tabel 4.10 adalah prosedur changeover dimana Cell captain yang menjadi penentu kelayakan hasil print. Prosedur untuk changeover dimana Line Inspector yang menjadi penguji kelayakan print bisa dilihat pada tabel 4.11

Tabel 4.11 Estimasi Perbaikan Prosedur Changeover XB7-2nd Life ( Line Inspector)

SEQ

# E V E N T Internal Eksternal Elapsed Time (sec)

Done By

1 Waiting maintenance 582 0

Operat or

2 take new cliché 29 0 29

3 clean the new cliché 44 0 73

4 open the tampoprint

machine 2 0 75

5 open the lock and take out

tampo 10 0 85

(36)

51

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.11 Estimasi Perbaikan Prosedur Changeover XB7-2nd Life ( Line Inspector) (Sambungan)

SE

Q# E V E N T Internal Eksternal

Elapsed Time

(sec)

Done By

6 take out old cliché 5 0 90

Operator 7 separate old cliché and ink

cup 6 0 96

8 check the ink cup 9 0 105

9 put together ink cup and

new cliché 3 0 108

10 put new cliché to the tampo

print machine 6 0 114

11

lock the tampo print machine & close tampo print machine

15 0 129

12 take and choose the

reference barcode 6 0 135

13 scan the reference barcode 6 0 141

14 test the print machine 131 0 273

16 Waiting Line Inspector 39 0 312

Line Inspector 17 Waiting decision form Line

Inspector 63 0 375

Prosedur yang diubah dari internal menjadi eksternal pada tabel 4.10 dan tabel 4.11 adalah waiting maintenance. Hal ini didasarkan pada pareto chart pada gambar 4.24 dan gambar 4.25 Waiting maintenance untuk changeover bench ini sangat tinggi, melihat dari perbandingan durasi waiting maintenance dengan durasi prosedur lainya. Usulan yang diajukan untuk bisa memindahkan prosedur waiting maintenance pada pada bench ini ada dua. Usulan pertama adalah membuat operator memanggil staff maintenance sebelum changeover dimulai.

Usulan kedua adalah membuat operator melakukan changeover sendiri.

Pemindahan prosedur waiting maintenance dari prosedur internal menjadi prosedur eksternal tidak bisa dilakukan dengan mengarahkan operator untuk memanggil staff maintenance sebelum changeover dimulai. Hal ini karena durasi waiting maintenance sendiri yang melebihi durasi dari keseluruhan prosedur yang lain. Pemindahan prosedur waiting maintenance dari prosedur internal menjadi

(37)

52

Universitas Kristen Petra

prosedur eksternal ini kemudian dilakukan dengan cara membuat operator sendiri yang melakukan kegiatan changeover.

Hasil estimasi dari pengubahan prosedur waiting maintenance dari prosedur internal menjadi eksternal didapatkan durasi changeover menjadi 339 (Cell Captain) dan 375 detik (Line Inspector). Waktu changeover pada awalnya adalah 890 detik (Cell Captain) dan 1002 detik. (Line Inspector). Pengurangan waktu changeover sebanyak 551 detik (Cell Captain) dan 627 detik (Line Inspector)

Operator yang melakukan kegiatan changeover ini harus diberi pelatihan terlebih dahulu dan juga diberi sebuah work instruction. Work instruction untuk bench ini telah dilampirkan pada lampiran 8. Operator yang melakukan changeover sendiri ini juga harus dibantu dengan pengubahan layout awal dengan menyediakan sebuah stasiun kerja baru untuk membantu operator dalam melakukan kegiatan changeover. Gambar stasiun kerja lama dapat dilihat pada gambar 4.28

Machine Cliché self

Tray Tray

Cleaning station

Button Button

Gambar 4.28 Layout Stasiun Kerja Lama Bench Printing Body XB7-2nd Life

Penambahan stasiun kerja yang baru diusulkan dengan penambahan meja yang berada di samping statiun kerja lama. Meja ini difungsikan untuk meletakkan peralatan untuk operator melakukan changeover. Gambar stasiun kerja yang baru dapat dilihat pada gambar 4.29

(38)

53

Universitas Kristen Petra

Machine Cliché self

Change Station

Cliché prepare

station

Tray Tray

Cleaning station

Button Button

Gambar 4.29 Usulan Stasiun Kerja baru Bench Printing Body XB7-2nd Life Langkah berikutnya untuk meminimalkan waktu changeover pada bench ini adalah dengan meminimalkan atau menghilangkan prosedur testing. Testing pada changeover ini pada kenyataanya tidak dapat dihilangkan. Testing ini dilakukan agar tinta telah berhasil berfungsi dengan baik sehingga hasil print sempurna. Testing ini juga tidak dapat diminimalkan karena ini memang harus dilakukan dan durasi yang ada telah seminimal mungkin.

Usulan lain yang diberikan adalah pemeriksa kelayakan hasil print oleh cell captain saja. Usulan ini harus didukung dengan beberapa hal. Hal yang bisa dilakukan adalah membuat Cell captain saja yang menjadi penentu kelayakan hasil print. Hal ini harus didukung dengan Line Inspector yang bertugas untuk memeriksa cliche sebelum dipasang. Cliche yang akan digunakan pada shift ini akan disiapkan oleh staff maintenance dan kemudian di cek oleh Line Inspector, sehingga tidak terjadi kesalahan pemasangan cliche saat terjadi changeover oleh operator. Tempat cliche yang akan digunakan ini diletakkan di meja baru di stasiun kerja yang baru. Staf maintenance juga harus melakukan pembersihan mesin dan mempersiapkan tinta yang akan digunakan setiap awal shift

4.5.4 Implementasi Perbaikan pada Printing Body XB7-2nd Life

Implementasi pada bench ini baru sampai tahap trial. Langkah implementasi yang telah diambil adalah mengubah layout bench ini untuk men- support implementasi yang seharusnya. Improvement layout baru yang dibuat untuk stasiun penggantian cliche.

(39)

54

Universitas Kristen Petra

Stasiun yang baru ini diletakkan tepat disebelah bench. Hal ini ditujukan agar operator semakin mudah dalam menjangkau tempat ini agar waktu changeover tidak terlalu lama. Pembuatan stasiun baru ini diserahkan kepada pihak ketiga atau supplier. Gambar perubahan stasiun kerja lama (kiri) menjadi stasiun kerja baru (kanan) dapat dilihat pada gambar 4.30

Gambar 4.30 Pengubahan Stasiun Kerja pada Bench Printing Body XB7-2nd Life Percobaan dilakukan untuk mengetahui estimasi waktu changeover yang terjadi. Percobaan hanya sempat dilakukan satu kali. Hasil pada percobaan ini dapat dilihat pada tabel 4.12

Tabel 4.12 Estimasi Perbaikan Prosedur Changeover Printing Body XB7- 2nd Life Hasil Percobaan

SEQ# E V E N T Internal

Elapsed Time

(sec)

Done By

1 open the tampoprint machine 2 2

Operator 2 open the lock and take out tampo 10 12

3 separate old cliché and ink cup 10 27

4 put back old cliché 5 17

5 take new cliché and put it in ink cup 29 29

Referensi

Dokumen terkait

Proses pemutihan pulp harus menggunakan bahan kimia yang bersifat reaktif untuk melarutkan sisa lignin yang ada didalam pulp agar diperoleh derajat putih yang tinggi, namun

Pada praktikum ini dilakukan penetapan kadar teofilin dalam campuran parasetamol dan teofilin dengan menggunakan metode spektrofotometri derivatif, di mana pada metode ini

Adapun data primer dalam penelitian ini yaitu data yang diperoleh secara langsung dari subjek atau para pelaku UMKM di Kota Tangerang Selatan melalui wawancara dengan

Ketidaksiapan beberapa Rumah Sakit dalam menanggulangi bencana gempa bumi, tsunami, wabah penyakit dan bencana lainnya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan amanat Pasal 7 ayat (5) Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Fuzzy-Eckenrode mampu memberikan pembobotan secara baik untuk menentukan suatu kriteria tertentu dalam pertimbangan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan-kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dalam menyelesaikan soal barisan bilangan riil: (1) Kesulitan mentransfer

Produksi jagung tertinggi dari semua sistem OTK pada dosis urea 400 kg/ha, berarti serapan NPK oleh jagung DK 8652 paling efektif pada dosis urea 400 kg/ha.. Kata kunci: Olah