• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 1, No. 2, September 2017, 13-18

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Thalaba Pendidikan Indonesia Vol. 1, No. 2, September 2017, 13-18"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR

UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA

Samsul Hadi, S.Ag

[email protected]

Abstrak. Proses belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah. Di sini guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat besar, di samping sebagai fasilitator dalam pembelajaran, guru juga sebagai pembimibing. Dalam proses belajar mengajar, salah satu faktor yang sangat mendukung keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam menguasai dan menerapkan metode pembelajaran yang mampu memunculkan motivasi belajar dan dapat mencapai prestasi yang diharapkan. Selain itu, guru dituntut untuk menguasai berbagai macam metode serta pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa. Metode demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses tertentu pada siswa. Sedangkan resitasi adalah suatu metode mengajar dengan pemberian pekerjaan oleh guru kepada siswa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Dengan bervariasinya metode belajar yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maka siswa akan termotivasi dan meningkatnya prestasi belajar siswa, yaitu hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode observasi (pengamatan), Wawancara dan Dokumentasi. Sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukan bahwa penerapan metode demonstrasi dan pemberian tugas belajar (resitasi) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V SD Negeri Kranggan 5. Hal tersebut dapat diketahui dari delapan prestasi yang dijadikan variabel itu. Dari tiga siklus yang diterapkan, sudah dapat dilihat perkembangan pada delapan prestasi yang dijadikan variabel dalam penelitian ini, yaitu keaktifan individu, keaktifan dalam kelompok, nilai ulangan harian dan uji praktek, ketepatan waktu mengerjakan tugas, memilki indikator materi pembelajaran, siswa memperhatikan ketika guru menjelaskan dan siswa tanggap terhadap instruksi.

Kata Kunci : Metode Demonstrasi, Resitasi, Prestasi Belajar.

Pendahuluan

Di era modern sekarang, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat serta menyentuh pada semua aspek kehidupan manusia tak terkecuali di bidang pendidikan dan pengajaran. Pemerintah dewasa ini khususnya Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan berusaha untuk

meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah telah mengusahakan peningkatan mutu pendidikan mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai ke tingkat perguruan tinggi. Di antaranya adalah penyempurnaan kurikulum 1975 menjadi kurikulum 1984, kemudian disempurnakan

lagi menjadi kurikulum 1994 dan seterusnya. Selain itu, dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara yang ditetapkan dengan ketetapan MPR No IV/MPR/1978.

Keselarasan antar bangsa, serta keselarasan kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat. Hal ini kita dapat lihat dengan fenomena yang ada, apabila terlalu mementingkan kehidupan di dunia maka akan lupa kehidupan kita kelak yaitu kehidupan akhirat.

Begitu juga sebaliknya, apabila kita terlalu

mementingkan kehidupan akhirat yang akhirnya mengabaikan kehidupan dunia juga kurang baik. Dari itu perlu keseimbangan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat sesuai dengan harapan bangsa di

(2)

dalam membangun dan menciptakan manusia seutuhnya.

Dalam peningkatan mutu pendidikan pemerintah selalu berusaha semaksimal mungkin untuk terbentuknya pendidikan yang berkualitas, pendidikan yang mampu berperan dalam persaingan global di era masa kini. Salah satu bentuk konkrit usaha pemerintah tersebut dengan mengadakan penataran guru-guru bidang studi, pengadaan buku-buku paket, dan menambah sarana dan prasarana untuk kegiatan proses belajar mengajar.

Mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, proses memberikan, bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar.3 Sedangkan pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan secara sadar pada setiap individu atau kelompok untuk merubah sikap dari tidak tahu menjadi tahu. Proses belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang di dalamnya terjadi proses siswa belajar dan guru mengajar dalam konteks interaktif, dan terjadi interaksi edukatif antara guru dan siswa, sehingga terdapat perubahan dalam diri siswa baik perubahan pada tingkat pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan atau sikap.

SD Negeri Kranggan 5 sebagai salah satu lembaga pendidikan yang sangat menjunjung keberhasilan pembelajaran, sehingga siswa yang

diharapkan mampu menjadi seorang yang

multidimensi yang berlandaskan agama. Usaha untuk seperti itu banyak dilakukan oleh lembaga terkait,

seperti pemenuhan sarana prasarana, media

pembelajaran dan guru yang profesional dengan harapan akan mampu menciptakan pengelolaan pembelajaran dengan baik, yang pada akhirnya akan menjadikan lembaga yang berkualitas.

Namun selain itu, banyak permasalahan-permasalahan pembelajaran yang terjadi di sekolah. Seperti, rendahnya prestasi belajar siswa, malas belajar, dan tidak terlalu mementingkan sekolah, mereka lebih memilih bermain dari pada harus belajar. Permasalahan seperti itu rata-rata dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan.

Penggunaan metode demonstrasi diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi siswa dan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa menyebar, yang berarti ada prestasi belajar siswa itu tinggi dan ada pula yang rendah. Dengan bervariasinya prestasi belajar siswa akan memotivasi guru untuk mengupayakan peningkatan prestasi belajar siswa dengan berbagai macam cara.

Pada peningkatan prestasi belajar siswa bukan hanya peran guru yang dibutuhkan tetapi siswa

sendirilah yang dituntut peran aktif dalam proses belajar mengajar. Salah satu hal yang penting dimiliki oleh siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya adalah penguasaan bahan pelajaran. Siswa yang kurang menguasai bahan pelajaran akan mempunyai nilai yang lebih rendah bila dibandingkan dengan siswa yang lebih menguasai bahan pelajaran. Untuk menguasai bahan pelajaran maka dituntut adanya aktifitas dari siswa yang bukan hanya sekedar mengingat, tetapi lebih dari itu yakni memahami, mengaplikasikan, dan mengevaluasi bahan pelajaran.

Menurut Dardjat resitasi adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar bilamana guru

memberikan tugas tertentu dan murid

mengerjakannya, kemudian tugas tersebut

dipertanggungjawabkan kepada guru. Dengan cara demikian diharapkan agar siswa belajar secara bebas

tapi bertanggung jawab dan siswa akan

berpengalaman berbagai kesulitan yang kemudian siswa berusaha untuk mengatasi masalah tersebut.

Perlu disadari bahwa yang diharapkan oleh guru terhadap siswanya adalah bahan pelajaran yang diterima siswa dapat dikuasainya dengan baik. Oleh karena itu, salah satu cara yang ditempuh adalah tugas yang diberikan oleh guru tidak hanya dikerjakan di kelas yang sempit dan terbatas oleh waktu, akan tetapi perlu dilanjutkan di rumah, di perpustakaan, di laboratorium dan hasilnya harus dipertanggung jawabkan.

Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk manusia yang berkepribadian agama sehingga mereka dapat menunjukkan prilaku yang berakhlakul-karimah yang sesuai dengan ajaran agama seperti yang tercermin dalam diri Rasulullah SAW. Pendidikan Agama Islam

secara sederhana adalah proses bimbingan,

pembelajaran dan pelatihan terhadap manusia agar nantinya menjadi orang Islam, yang berkehidupan serta mampu melaksanakan peranan dan tugas-tugas hidup sebagai “muslim”.

Berkaitan dengan hal tersebut, sampai saat ini Pendidikan Agama Islam belum mencapai standar

yang diinginkan yaitu Pendidikan Agama

Islamsebagai ilmu yang mendorong siswa untuk menjadi sosok manusia yang mempunyai nilai-nilai dan norma-norma kehidupan yang ideal, yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits. Pada kenyataannya pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD masih sebatas menyampaikan tentang keagamaan kepada siswa. Dengan penerapan metode

demonstrasi dan resitasi pada pembelajaran

(3)

memberikan kontribusi positif bagi siswa dan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa .

Berdasarkan fenomena di atas sebagai gambaran problematika maka di sini penulis tertarik untuk mengangkat judul “PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR (RESITASI) UNTUK MENINGKAT-KAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS V DI SD NEGERI KRANGGAN 5 TAHUN PELAJARAN 2015/2016”.

Metode

Pedekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dalam pelaksanaan tindakan kepada subjek penelitian, yang diutamakan adalah mengungkapkan makna, yakni makna dan proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar melalui tindakan yang dilakukan. Menurut Syaodih, penelitian adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas, sosial, persepsi dan

pemikiran orang secara individual maupun

kelompok. Dan penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama, menggambarkan dan mengungkap, kedua menggambarkan dan menjelaskan serta bersifat deskriptif.

Dengan diterapkannya suatu model PTK

ialah bahwa terdapat langkah-langkah yang

seharusnya diikuti oleh peneliti, yaitu 1) Ide awal, 2)

Pra survey/temuan awal, 3) Diagnosa, 4)

Perencanaan, 5) Implementasi tindakan, 6)

Observasi, 7) Refleksi, 8) Laporan.

Pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai pelaku tindakan. Tugas peneliti selain sebagai pengamat aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, ia juga sebagai pewawancara yang akan mewawancarai subyek penelitian ( siswa). Hasil Penelitian dan Pembahasan

Paparan data yang peneliti sajikan ini diperoleh berdasarkan hasil observasi langsung aktifitas siswa di kelas dan wawancara sebagai pengukuran keberhasilan siswa dalam penerapan metode demonstrasi dan resitasi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V SD Negeri Kranggan 5.

Pada pertemuan tindakan I, peneliti menerapkan Metode demonstrasi dan resitasi dalam proses belajar mengajar dengan tujuan untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam.

Siklus ini terdiri dari satu pokok bahasan,

yaitu memahami arti Sholat serta rukun-rukun sholat, dengan alokasi waktu (2 X 35 Menit) dengan satu kali pertemuan.Pelaksanaan siklus ini dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Juni 2015 terdiri dari pokok bahasan, yaitu arti shalat dan rukun-rukun shalat yang dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan yang terdiri 2 jam pelajaran (JP).

Selama kegiatan pembelajaran, peneliti bertindak sebagai guru dan sebagai observer yang mencatat lembaran pengamatan pada pedoman observasi. Hasil pengamatan pada siklus I, kegiatan siswa cukup baik dengan antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar. Memasuki kegiatan inti, siswa dikelompokkan dandiberi gambar orang shalat lalu mendiskusikannya. Setelah itu guru menjelaskan dengan menggunakan metode demonstrasi, yaitu memberikan penjelasan kepada siswa tentang suatu materi dan mempraktekkan dari apa yang telah dijelaskan kepada siswa. Dan dari itu untuk mempermudah apa yang dijelaskaan dan yang dipraktekkan oleh guru mengenai materi yang dipelajari dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan seperti yang dicontohkan oleh guru secara bergantian tiap kelompok di depan kelas, serta kelompok lain bertugas untuk memperhatikan. Setelah itu siswa dituntut untuk menyimpulkan materi yang telah dilewati, kemudian guru melakukan tanya jawab untuk mengetahui pemahaman siswa, serta melangsungkan evaluasi pada pertemuan pertama sebagai pengukur dari penerapan metode demonstrasi yang telah digunakan. Serta guru memberikan penugasan (resitasi) yang dikerjakan di rumah masing-masing dengan mencari gambar gerakan shalat serta bacaannya.

Penerapan metode demonstrasi dan resitasi pada siklus pertama berjalan dengan cukup baik hal ini terlihat pada antusias siswa dalam mengikuti pelajaran dan penguasaan materi yang diberikan, serta melihat hasil nilai evaluasi dan penugasan atau resitasi (Pekerjaan Rumah) setelah penggunaan metode demonstrasi dan resitasi dalam proses belajar mengajar.

Pada perencanaan tindakan ke II, peneliti menerapkan metode demonstrasi dan resitasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa pada materi selanjutnya..Siklus II ini terdiri dari satu pokok bahasan yaitu sunnah-sunnah dalam shalat serta gerakannya dengan alokasi waktu (2 x 35 menit) dengan satu kali pertemuan. Pelakasanaan siklus II ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 12 Juni 2015, ini

(4)

juga terdiri dari satu pokok bahasan yaitu: sunnah-sunnah dalam shalat serta gerakannya (2 X 35 Menit).

Hasil pengamatan siklus II siswa sudah baik dengan antusias dalam mengikuti KBM. Memasuki kegiatan inti, guru menjelaskan dengan singkat tentang sunnah-sunnah shalat dan bacaannya dengan menggunakan metode demonstrasi yaitu

memperagakan gerakan-gerakan sunnah-sunnah

shalat dan bacaannya.

Metode ini mempermudah siswa dalam memahami penguasaan materi, di samping itu juga melatih siswa membiasakan diri untuk melakukan kewajiban shalat dengan baik dan benar. Setelah siswa menerima materi pelajaran, guru memberikan penugasan dengan tujuan agar siswa dapat aktif dan mempunyai tanggung jawab serta terbina suatu kemandirian dalam dirinya.

Dari kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan metode demonstrasi dan resitasi dapat membuat siswa lebih bersemangat dalam mengikuti proses pembelajara-nya. Hal ini dikarenakan siswa mengalami atau memperagakan sendiri dari materi yang telah dijelaskan sendiri, sehingga siswa merasa lebih paham dan mudah untuk dapat diamalkan apa yang siswa ketahui dan lebih terdorong untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya.

Pada perencanaan tindakan ke III peneliti mengadakan evaluasi, yaitu ujian parktek dengan mendemonstrasikan gerakan dan bacaan-bacaan shalat secara berkelompok. Siklus III ini peneliti juga melangsungkan ujian tulis dengan materi yang telah disiapkan dari materi yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu dengan alokasi waktu (2 x 35 menit) dengan satu kali pertemuan. Pelakasanaan siklus III ini dilaksanakan pada hari Sabtu 13 Juni 2015, dengan alokasi waktu (2 x 35 Menit) dengan 1 kali pertemuan.

Pada pertemuan ketiga ini peneliti

mengadakan ujian tentang beberapa materi pokok yang telah diterima oleh siswa pada pembelajaran sebelumnya. Dan jenis ujiannya ada dua jenis, yaitu ujian praktek secara berkelompok dan ujian tulis secara individu. Dengan tujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa terhadap sesuatu yang dipelajarinya serta yang dialami siswa pada tiap pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan demikian penerapan metode demonstrasi dan resitasi akan sangat membantu

siswa dalam meningkatkan motivasi dalam

mengaplikasikan ilmunya.

Setelah penggunaaan penerapan metode

demonstrasi dan resitasi pada pembelajaran

Pendidikan Agama Islam ini, perkembangan dalam diri siswa mulai terlihat, hal itu tentu sangat

membanggakan peneliti. Model siklus yang

berkesinambungan ini diharapkan mampu menunjang

peningkatan prestasi siswa khususnya dalam

pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Dengan penerapan metode demonstrasi dan resitasi, lebih menuntut siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan. Oleh karena itu, penerapan metode demonstrasi dan resitasi ini perlu dilanjutkan agar hasil yang diterima siswa lebih maksimal. Untuk menindak lanjuti keberhasilan kemampuan siswa tersebut perlu diambil

langkah-langkah agar prestasi siswa dapat

dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

Temuan bahwa ada peningkatan prestasi yang semula peserta didik kurang antusias dalam KBM, namun pada siklus kedua ini berubah derastis hal itu terbukti dengan adanya respon positif dalam KBM. Peserta didik terlihat lebih antusias baik secara

individu dan kelompok dalam menanggapi

pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. Pada siklus ketiga guru melakukan evaluasi dengan cara tertulis dan praktek. Pada siklus ini merupakan suatu kesimpulan dalam penelitian ini

karena evalusi merupakan instrumen untuk

mengetahui sejauh mana prestasi siswa dicapai setelah mengikuti KBM dengan penerapan metode demonstrasi dan resitasi.

Penerapan metode demonstrasi dan resitasi yang berangkat dari pengalaman keseharian anak didik ternyata terbukti ampuh mengkondisikan mereka belajar dengan baik, karena peserta didik menjadi tolak ukur pertama dan utama dalam membuat desain pembelajaran.

Keaktifan belajar akan muncul seiring dengan pengakuan terhadap masing-masing individu sehingga proses aktualisasi diri dengan pengungkapan diri, masalahnya dapat tercapai dikelas. Kondisi tersebut tercapai dengan metode demonstrasi dan resitasi yang diterapkan di kelas tersebut. Temuan mengenai langkah-langkah penerapan metode demonstrasi dan resitasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam menigkatkan prestasi belajar siswa dalam penelitian ini memang tidak

seideal sebagaimana anjuran-anjuran teoritik

misalakan: dalam penelitian ini meskipun penerapan metode demonstrasi dan resitasi belum sesuai secara sempurna sesuai anjuran-anjuran teoritiknya, namun hasil yang diharapkan sudah sesuai dengan

(5)

harapan dan standard yang ditetapkan SD Negeri Kranggan 5.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dan resitasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di SD Negeri Kranggan 5. Adapun upaya dalam meningkatkan prestasi belajar dalam penerapan metode demonstrasi dan resitasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Kranggan 5 adalah sebagai berikut: langkah pertama yang dilakukan adalah membentuk kelompok belajar menjadi lima kelompok, yang masing-masing terdiri dari lima orang anggota kelompok sesuai dengan nomor urut absen. Langkah kedua, tiap kelompok diberikan gambar orang shalat yang dilengkapi dengan bacaannya dan siswa diberi kesempatan untuk mendiskusikan gambar tersebut. kemudian guru menjelaskan tentang materi secara singkat dan memberikan contoh peragaan-peragaan shalat. kemudian tiap kelompok diperintahkan untuk mendemonstrasikan gambar yang telah dibagikan kepada setiap kelompok. Selama kegiatan berlangsung guru melakukan penilaian tentang aktivitas belajar siswa di kelas. Dan langkah ketiga guru mgadakan evaluasi akhir.

Dampak yang dapat dilihat adalah

terhadap delapan prestasi belajar yaitu keaktifan individu, keaktifan secara kelompok, nilai ulangan

harian dan uji praktek, ketepatan waktu

mengerjakan tugas, memilki indikator materi pembelajaran, siswa memperhatikan ketika guru menjelaskan dan siswa tanggap terhadap instruksi guru.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian penerapan metode demonstrasi dan resitasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk menigkatkan prestasi belajar siswa di SD Negeri Kranggan 5 , maka dapat diajukan saran-saran sebagai berikut:

1. Penerapan metode demonstrasi dan resitasi pada setiap mata pelajaran dalam menigkatkan prestasi belajar

siswa haruslah disiapkan sebaik

mungkin untuk lebih tercapainya suatu tujuan yang maksimal sehingga siswa dapat lebih mudah ketika siswa belajar dan dapat mudah dipahami.

2. Agar siswa selalu antusias dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), lebih

berani mengungkapkan gagasannya,

berkomunikasi dan bekerjasama dengan teman kelompoknya, membiasakan aktif

dalam segala permasalahan yang

ditemui dalam kehidupan sehari-hari,

mengaktualisasikan materi yang

dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. 3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut

untuk membuktikan pengaruhnya

penerapan metode demonstrasi dan resitasi terhadap cara kerja anak yang masih dini.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Hasan, M., 2003, Selekta Pendidikan Agama Islam, CV. Pedoman Ilmu Jaya.

Amin, M., 1992, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam, PT. Garoeda Buana Indah, Pasuruan.

Arief, Armai, 2002, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta.

Arifin, M., 2006, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara, Jakarta.

Arikunto, Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta.

Daradjat, Zakiah, 2004, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta. Djunaidi Ghony, M., 2008, Penelitian Tindakan

Kelas, Penerbit UIN Press.

Hamalik, Oemar, 2001, Proses Belajar Mengajar, Bumi Aksara, Bandung.

Mulyasa, E., 2005, Implementasi Kurikulum 2004, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Nizar, Samsul, 2002, Filsafat Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta.

Sanjaya, Wina, 2005, Pembelajaran dalam

Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Prenada Media, Jakarta.

Syaodih S., Nana, 2007, Metode Penelitian Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung. UUSPN: Undang-Undang Pendidikan Nasional. Wahid, Murni dan Nur, Ali, 2008, Penelitian

Tindakan Kelas (PTK) Pendidikan Agama dan Umum dari Teori Menuju Praktik, UM Press.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor melalui model mind

 Areal Kantor, Gedung Pembangkit, Mes Karyawan  Tahap pasca- konstruksi sebanyak satu kali untuk penyusunan system pengolahan Sampah dan penyediaan sarana yang

Motivasi belajar instrinsik dan ekstrinsik siswa kelas VII.1 SMP Negeri 9 Siak Kecamatan Bungaraya Kabupaten siak pada mata pelajaran seni budaya tergolong sedang

Perusahaan yang menjalankan operasionalnya tidak hanya membutuhkan inovasi tetapi juga membutuhkan pertimbangan serius mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi

berdasarkan temuan-temuan permasalahan tersebut, maka disarankan kepada pemangku kebijakan untuk melaksanakan pembinaan, melakukan sosialisasi kebijakan dengan baik,

Selain itu, dalam era perubahan yang signifikan di bidang ekonomi dan teknologi digital, keamanan serta rasa nyaman dalam bertransaksi online, diharapkan menjadi fokus

Maksud penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi dan mendapatkan gambaran menyeluruh tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan audit atas program PAMSIMAS

Adapun tentang pentingnya motivasi dalam meningkatkan konsentrasi, tiga responden yakni Fitrianingsih, Miftahul Jannah, dan Siska julia sepakat bahwa mereka memerlukan