(MEKANISME PERNAPASAN
DAN VOLUME
PERNAPASAN)
Materi IPA SMP Kelas 8
1. Mekanisme pernapasan
Jika kita menarik napas dan menyimpan di dalam
dada, dada akan mengembang. Demikian pula
jika kita menarik napas dan menyimpan di dalam
perut, perut pun akan mengembang dan
mengempis lagi setelah napas dihembuskan.
Apabila kita bernapas dan rongga dada membesar
berarti kita melakukan pernapasan dada.
Demikian pula jika kita bernapas dan perut yang
membesar, berarti kita melakukan pernapasan
perut. Bagaimana proses pernapasan dada dan
perut tersebut? Perhatikan uraian berikut.
a. Pernapasan dada
Pada pernapasan dada,
gerakan pernapasan dilakukan oleh tulang-tulang rusuk.
Tulang ini bergerak karena otot yang terdapat di antara tulang rusuk berkontraksi atau
mengkerut sehingga tulang-tulang rusuk terangkat ke atas dan rongga dada menjadi lebih besar. Tekanan udara di dalam tubuh lebih kecil jika dibanding dengan tekanan di luar tubuh, akhirnya udara dari luar
masuk ke dalam paru-paru melalui hidung.
b. Pernapasan perut
Pada pernapasan perut, gerakan pernapasan
dilakukan oleh sekat rongga badan. Sekat
rongga badan ini disebut juga diafragma. Diafragma pada saat mengendor
berkedudukan melengkung ke atas. Hal ini
menyebabkan rongga dada menjadi lebih sempit dan udara dalam paru-paru tertekan keluar melalui hidung.
2. Volume pernapasan
Pada saat istirahat, kita melakukan pernapasan biasa sehingga udara yang diambil dan dikeluarkan hanya sekitar 0,5 liter. Tetapi jika kita menarik napas sekuat tenaga, udara yang masuk lebih kurang 4 liter dan jika kita embuskan napas kuat-kuat, udara yang keluar juga lebih kurang 4 liter. Udara yang diisap dan yang dikeluarkan sebanyak 4 liter tersebut dinamakan kapasitas vital paru-paru. Di dalam paru-paru udara masih tetap tinggal 1 liter. Udara yang tetap tertinggal dalam paru-paru disebut udara residu. Jika kapasitas vital paru-paru 4 liter dan udara reside 1 liter, maka kapasitas total paru-paru lebih kurang 5 liter.