• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : Edwin Erifiandi (NRP ) Pembimbing : Prof. Dr. Drs. I Nyoman Budiantara, MSi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh : Edwin Erifiandi (NRP ) Pembimbing : Prof. Dr. Drs. I Nyoman Budiantara, MSi"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)2/7/2011. Oleh : Edwin Erifiandi (NRP. 1309 201 701) Pembimbing : Prof. Dr. Drs. I Nyoman Budiantara, MSi. PENDAHULUAN  Latar Belakang g ((1))  Salah satu metode statistika untuk memodelkan hubungan antar variabel adalah analisa regresi.  Tiga pendekatan yang digunakan untuk mengestimasi kurva regresi: pendekatan parametrik, non  parametrik, dan semiparametrik.  Regresi parametrik terdapat asumsi yang sangat kaku dan kuat yaitu bentuk kurva regresi diketahui, mis linier, kuadratik, kubik, eksponen dsb.  Dalam regresi parametrik kita dituntut memiliki informasi masa lalu tentang pola data.. 1.

(2) 2/7/2011. PENDAHULUAN  Latar Belakang (2)  Tidak semua pola hubungan dapat didekati dengan parametrik karena keterbatasan informasi masa lalu.  Regresi nonparametrik merupakan pendekatan regresi yang sesuai untuk pola data yang tidak diketahui bentuk kurva regresinya atau tidak ada informasi masa lalu yang lengkap (Eubank, 1988 dan Budiantara, 2001)  Model regresi nonparametrik yang banyak digunakan adalah Kernel, Wavelets, MARS, Deret Fourier, Spline,  dsb.. PENDAHULUAN Latar Belakang g (3)  Pendekatan regresi nonparametrik memiliki fleksibilitas yang tinggi karena data mencari sendiri bentuk estimasi kurva regresinya tanpa dipengaruhi subyektivitas peneliti.  Dalam beberapa kasus, var respon memiliki hubungan linier dengan g salah satu var p prediktor tapi p dengan g var prediktor lainnya tidak diketahui pola hubungannya.   Dalam keadaan seperti ini, Wahba (1990)  menyarankan menggunakan pendekatan regresi semiparametrik.. 2.

(3) 2/7/2011. PENDAHULUAN Latar Belakang g (4)  Model‐model regresi semiparametrik adalah Kernel,  Spline, Polinomial Lokal, Deret Fourier.  Eubank (1988) menyatakan diantara model‐model regresi nonparametrik dan semiparametrik, Spline merupakan salah satu model yang mempunyai interpretasi statistik dan visual sangat baik dan khusus.  Spline S li memiliki iliki kemampuan k sangat baik b ik menanganii data  d   yang perilakunya berubah‐ubah pada sub‐sub interval  tertentu (Cox dan Sullivan, 1996 dan Budiantara, 2006)  Estimator Spline memiliki fleksibilitas yang tinggi (Budiantara, 2004; 2006). PENDAHULUAN Latar Belakang (5)  Sejauh ini estimator Spline dalam regresi semiparametrik yang dikembangkan oleh peneliti hanya untuk model regresi satu variabel respon.  Dalam beberapa kasus pada data BPS sering ditemui kasus‐kasus dimana pengukuran variabel dilakukan pada waktu bersamaan sehingga akan melibatkan model regresi dengan variabel respon lebih dari satu dan saling berkorelasi.. 3.

(4) 2/7/2011. PENDAHULUAN Rumusan Masalah 1. Bagaimana mendapatkan estimator untuk parameter . komponen parametrik dan nonparametrik dalam regresi  semiparametrik multirespon? 2. Bagaimana memilih titik knot optimal pada estimator spline parsial? 3. Bagaimana membuat algoritma dan program untuk estimator Spline dalam mengestimasi kurva regresi semiparametrik? 4. Bagaimana memodelkan data pada studi kasus pengeluaran konsumsi makanan dan bukan makanan di  Jawa Timur Tahun 2009?. PENDAHULUAN Tujuan Penelitian 1. Mendapatkan estimator untuk parameter komponen . parametrik dan nonparametrik dalam regresi  semiparametrik multirespon.  2. Memilih titik knot optimal pada estimator spline parsial. 3. Membuat algoritma dan program untuk estimator Spline dalam mengestimasi kurva regresi semiparametrik multirespon. 4 Membuat 4. M b t model d l hasil h il studi t di kasus k pengeluaran l k konsumsi i makanan dan bukan makanan di Propinsi Jawa Timur Tahun 2009. 4.

(5) 2/7/2011. PENDAHULUAN Manfaat Penelitian 1. Memahami dan mengerti bagaimana cara . menurunkan estimator untuk kurva regresi komponen  menurunkan estimator untuk kurva regresi komponen parametrik dan nonparametrik dalam regresi  semiparametrik multirespon. 2. Dapat memilih titik knot optimal pada estimator . spline parsial. 3. Dapat membuat program dan menginterpretasikan . outputnya untuk studi kasus pengeluaran makanan  dan bukan makanan di Jatim Tahun 2009. PENDAHULUAN Batasan Penelitian 1.. Untuk memperoleh estimator spline parsial dalam regresi semiparametrik multirespon yang diperoleh berdasarkan optimasi Weighted Least Square (WLS).. 2.. Pola variabel respon dengan variabel prediktor diasumsikan berpola parametrik linier.. 3.. Kurva regresi komponen nonparametrik dihampiri dengan fungsi spline linier.. 4.. Pemilihan titik knot optimal menggunakan metode GCV.. 5.

(6) 2/7/2011. TINJAUAN PUSTAKA Analisis Regresi banyak digunakan dalam berbagai bidang dan sangat berguna dalam berbagai penelitian. Secara penelitian  Secara umum,  umum   Gujarati (1999) menyatakan analisis regresi berkenaan dengan studi ketergantungan variabel respon, pada satu atau lebih variabel prediktor, dengan maksud menaksir atau meramalkan variabel respon.. TINJAUAN PUSTAKA Ada 3 pendekatan dalam analisis regresi: 1. Regresi Parametrik, diasumsikan bentuk kurva regresi diketahui. Model umum regresi parametrik:. y  X    . 2. Regresi Nonparametrik, digunakan apabila pola hubungan antara variabel respon dengan variabel prediktor tidak diketahui bentuk kurva regresinya.  Model umum regresi nonparametrik (Eubank, 1988):. yi  f (ti )   i , i  1,, 2,..., , ,n Dalam regresi nonparametrik kurva regresi hanya diasumsikan mulus (smooth) dalam arti termuat dalam suatu ruang fungsi tertentu sehingga mempunyai sifat fleksibilitas yang tinggi (Eubank, 1988). . 6.

(7) 2/7/2011. TINJAUAN PUSTAKA 3. Regresi semiparametrik merupakan gabungan antara regresii parametrik ik dan d regresii nonparametrik. Model regresi semiparametrik (Eubank, 1988) yi  xi   f (ti )   i , i  11, 22,..., n  . Spline Polynomial Truncated  Secara umum didefinisikan sbb:. f (t ) . q.  k t. k 1.  t  Kl q  . k. m.   l (t  Kl )q l 1.  t  K q l   0. ;tK ;tK. p parameter polinomial p p  : merupakan  : parameter truncated.  K1, K2,…,Km adalah titik knot yaitu titik perpaduan. bersama dimana terdapat perubahan perilaku fungsi pada interval yang berlainan (Budiantara, 2006). 7.

(8) 2/7/2011.  Jika k=1 dan banyak knot=1 maka didapat fungsi spline. linier dengan satu knot dapat disajikan dalam bentuk:. tK  t f (t )   t   (t  K )1   1  t   (t  K )  t  K Dapat disajikan dalam gambar: f (t ). t.  t   (t  K )1. tK. tK. t. K. TINJAUAN PUSTAKA Pemilihan Titik Knot Optimal Salah satu metode pemilihan titik knot  optimal adalah Generalized Cross  Validation (GCV) (Budiantara,2000).  Titik knot optimal didapat dari nilai GCV . terkecil. Fungsi GCV didefinisikan: GCV  K1 , K 2 , , K M  . MSE  K1 , K 2 , , K M . (n 1tr[ I  A  K1 , K 2 , , K M ]) 2.  j 1 M.  . MSE  K1 , K 2 , , K M   n 1  y j  fˆ K , K ,, K  t j 1. 2. M. 2. A( K1 , K 2 , , K M )  T ( K1 , , K M )(T ( K1 , , K M )T ( K1 , , K M )) 1T ( K1 , , K M ). 8.

(9) 2/7/2011. TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Non Statistik: Pengeluaran Konsumsi Makanan dan Bukan Makanan. Indikator kesejahteraan terkait konsumsi adalah tingkat kemiskinan, yaitu kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari‐hari. Didalam memenuhi kebutuhannya, individu atau rumahtangga memiliki perilaku konsumsi yang menggambarkan pola konsumsi rumahtangga tersebut.. TINJAUAN PUSTAKA Beberapa faktor yang mempengaruhi pola konsumsi: 1 Tipologi wilayah(desa/kota) 1. 2. Karakteristik sosial (tingkat pendidikan,  jumlah ART) 3. Karakteristik ekonomi(pendapatan). 9.

(10) 2/7/2011. METODOLOGI Bahan dan Alat 1. Data Susenas tahun 2009 Propinsi Jawa Timur. Timur 2. Software Matlab R2009a, SPSS 11.5 for  Windows  dan Minitab 15.. METODOLOGI Variabel Penelitian Variabel Respon: Y1  = Pengeluaran  Pengeluaran konsumsi makanan/kapita/bln(Rp) Y2  = Pengeluaran konsumsi bkn mknan/kapita/bln(Rp) Variabel Prediktor: X1  = pendapatan/kapita/bln (Rp) X2 = persentase KRT yang berpendidikan minimal SMA X1  = jumlah ART (orang) T1 = umur kepala rumahtangga (tahun). 10.

(11) 2/7/2011.  Definisi Operasional: 1.. 2. 3.. 4 4. 5.. Pengeluaran /kapita/bulan adalah biaya yang  dikeluarkan untuk konsumsi semua ART selama sebulan dibagi dengan banyaknya ART.  Pendapatan per kapita dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pengeluaran per kapita. Persentase KRT yang berijasah minimal SMA adalah banyaknya KRT yang telah menamatkan pendidikan dan memiliki ijasah SMA atau Perguruan Tinggi. Banyaknya ART adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumahtangga. Umur KRT dihitung dalam tahun pembulatan ke bawah atau umur pada waktu ulang tahun terakhir.. METODOLOGI. Langkah‐langkah Penelitian. 1. Estimasi. kurva regresi komponen parametrik dan nonparametrik. a. Menyajikan model regresi semiparametrik multirespon:. yki  xki p  f k (ti )   ki ,  . k  11,2, 2 , r , i  1,2, 1 2 , n. b. Kurva regresi dihampiri dengan fungsi spline parsial truncated .. S (ti ) . s. m. h 1. d 1.   khtkih   kd (tki  K kd )h. c. Membuat model regresi semiparametrik multirespon dalam  b t k  t ik bentuk matrik.. y  Z ( x, t )    . d. Menentukan matrik bobot variance‐covariance  e. Mencari estimasi parameter dgn menyelesaikan optimasi WLS e. Menyelesaikan optimasi WLS (Weighted Least Square). 11.

(12) 2/7/2011. METODOLOGI 2. Untuk memperoleh titik knot optimal  pada estimator spline diperlukan  langkah sebagai berikut: a. Mendefinisikan nilai. MSE[ K1, , K r ]  . b. Mendapatkan matrik. A[ K1, , K r ]  . c. Mencari titik knot optimal yang  meminimumkan fungsi GCV. METODOLOGI 3. Membuat algoritma dan program komputer untuk menyelesaikan tujuan: a. Mendapatkan estimator  spline dalam regresi  semiparametrik multirespon  Merancang model regresi semiparametrik multirespon  Mendapatkan matrik pembobot variance  covariance  Menampilkan M ilk estimator spline ti t   li berdasarkan b d k penghitungan.. 12.

(13) 2/7/2011. METODOLOGI b. Algoritma memilih titik knot optimal . pada estimator spline:  Tentukan jumlah titik knot  Lakukan penghitungan semua GCV untuk. mendapatkan titik knot optimal.  Tentukan nilai GCV terkecil dan titik knot  optimal.. METODOLOGI 4. Memodelkan data pengeluaran konsumsi makanan dan bukan makanan dari output program sbb: a. Membuat plot data antara var respon dan prediktor b. Memodelkan var prediktor komponen nonparametrik dengan var respon menggunakan spline truncated c. Menerjemahkan nilai GCV dan titik knot d. Mengambil g kesimpulan p titik knot optimal. p e. Mengambil kesimpulan model estimasi spline untuk mengestimasi kurva regresi semiparametrikmultirespon. 13.

(14) 2/7/2011. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. ESTIMASI MODEL SPLINE LINIER DALAM  REGRESI SEMIPARAMETRIK.  , t , y mengikuti Hubungan g antara xki g model regresi g  ki ki semiparametrik:   yki  xki k  f k (ti )   ki , k  1, 2,, r , i  1, 2, nk   Fungsi f didekati dgn fungsi spline linier dg m titik knot  sehingga model regresi semiparametrik dpt ditulis:. s yki   k 0   k1 X1i     kpp X ppi   k1tki     kstki . k1(tki  K k1)s    km (tki  K km )s   ki.  Model semiparametrik dapat ditulis dalam bentuk. matrik sbb:.  y1   Z1  0   1   1                             0  Z   y   r   r  r   r   y Z        Nx1 Nx(rp  rs  rm)(rp  rs  rm) x1 Nx1  r.   r. .  k 1.   k 1. . Kemudian matrik variance covariance berukuran  nk  x   nk   W ( 2 ) W ( )  W ( )   1 1  12  1r  2  W ( 21) W2 ( 2 )  W ( 2r )  [W ( 2 )]1               2   W ( r1) W ( r 2 )  Wr ( r )    . 14.

(15) 2/7/2011.  Estimasi parameter model diperoleh dengan metode. Weighted Least Square Min ( W  )  Min       ( rp  rs  rm ). ( rp  rs  rm ). . . . .  y  Z [ K1 , , K r ]  W  y  Z [ K1 , , K r ]         .  Setelah S l h diturunkan di k terhadap h d beta dan b  d hasilnya h il. disamakan dengan nol, didapatkan hasil Z   K1,, K r WZ  K1,, K r  ˆ  Z   K1,, K r Wy         1 ˆ    Z   K1,, K r WZ  K1,, K r   Z   K1,, K r Wy          Estimasi E i i untuk k kurva k regresii fˆ ( X , t )  Z  K1 , , K r  ˆ     1  Z  K1 , , K r   Z   K1 , , K r WZ  K1 , , K r   Z   K1 , , K r Wy           A  K1 , , K r  y   .  Titik Knot Optimal diperoleh  N 1 y  fˆ ( X , t ) y  fˆ ( X , t ) Min Min GCV [ K1,, K r ]        K R,, K R K R,, K R 1trace I  A[ K , , K ] 2 N  r       1   1  N y   I  A[ K1,, K r ]  I  A[ K1, , K r ] y      Min   2 K R,, K R 1 N trace  I  A[ K1,, K r ]     1. r. 1. 1. r. r. . . . . . . . 15.

(16) 2/7/2011. Deskripsi Pengeluaran Konsumsi Makanan(Y1) dan Bukan Makanan(Y2) dengan variabel Prediktor  Scatter plot pendapatan per kapita terhadap. pengeluaran makanan 325000. Pengeluara an Makanan (Rp). 300000 275000 250000 225000 200000 175000 150000 300000. 400000. 500000. 600000. 700000. Pendapatan per Kapita (Rp).  Scatter plot pendapatan per kapita terhadap. pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran Bukan Makanan (Rp). 400000 350000 300000 250000 200000 150000 100000 300000. 400000 500000 600000 Pendapatan per Kapita (Rp). 700000. 16.

(17) 2/7/2011.  Scatter plot Persentase KRT berpendidikan minimal . SMA terhadap Pengeluaran Konsumsi Makanan 325000. Pen ngeluaran Makanan (Rp). 300000 275000 250000 225000 200000 175000 150000 0. 10 20 30 40 50 Persentase KRT Berpendidikan minimal SMA (%). 60.  Scatter plot Persentase KRT berpendidikan minimal . SMA terhadap Pengeluaran Konsumsi Bukan Makanan. Pengelu uaran Bukan Makanan (Rp). 400000 350000 300000 250000 200000 150000 100000 0. 10. 20. 30. 40. 50. 60. Persentase KRT Berpendidikan minimal SMA (%). 17.

(18) 2/7/2011.  Scatter plot Persentase KRT berpendidikan minimal . SMA terhadap Pengeluaran Konsumsi Bukan Makanan. Pengelu uaran Bukan Makanan (Rp). 400000 350000 300000 250000 200000 150000 100000 0. 10. 20. 30. 40. 50. 60. Persentase KRT Berpendidikan minimal SMA (%).  Scatter plot Jumlah Anggota Rumahtangga terhadap. Pengeluaran Konsumsi Makanan 325000. Peng geluaran Makanan (Rp). 300000 275000 250000 225000 200000 175000 150000 2. 3 Jumlah Anggota Rumahtangga. 4. 18.

(19) 2/7/2011.  Scatter plot Jumlah Anggota Rumahtangga terhadap. Pengeluaran Konsumsi Bukan Makanan. Pengelu uaran Bukan Makanan (Rp). 400000 350000 300000 250000 200000 150000 100000 2. 3 Jumlah Anggota Rumahtangga. 4.  Scatter plot Umur Kepala Rumahtangga terhadap. Pengeluaran Konsumsi Makanan 325000. Penge eluaran Makanan (Rp). 300000 275000 250000 225000 200000 175000 150000 35. 40 45 50 Umur Kepala Rumahtangga (tahun). 55. 60. 19.

(20) 2/7/2011.  Scatter plot Umur Kepala Rumahtangga terhadap. Pengeluaran Konsumsi Bukan Makanan. Pengeluaran Bukan Makanan (Rp). 400000 350000 300000 250000 200000 150000 100000 35. 40. 45. 50. 55. 60. Umur Kepala Rumahtangga (tahun).  Spline Univariabel Variabel Prediktor Komponen. Nonparametrik dan Variabel Multirespon Spline Linier 1,2, dan 3 Knot No Knot Respon 1. Knot Respon 2. Nilai GCV. 1.. 41. 43. 4294290404.89. 2.. 35. 36. 4517377813.26. 3.. 36. 38. 4484276889.60. 4.. 43. 41. 4342611140.04. 5.. 48. 42. 4587311365.99. 20.

(21) 2/7/2011. Spline Linier 2 Knot. p 1 No Knot Respon. p 2 Knot Respon. Nilai GCV. 1.. K1=35, K2=36. K1=35, K2=36. 4791068131.76. 2.. K1=34, K2=35. K1=34, K2=39. 4790471147.48. 3.. K1=40, K2=57. K1=45, K2=46. 4411903568.08. 4 4.. K1=35, 35 K2=46 46. K1=38, 38 K2=41 41. 4912006737 33 4912006737.33. 5.. K1=40, K2=42. K1=36, K2=41. 4800568323.77. Spline Linier 3 Knot No. Knot Respon 1. Knot Respon 2. Nilai GCV. 1.. K1=39, K2=42, K3=47. K1=38, K2=51, K3=54. 5075676285.00. 2.. K1=40, K2=42, K3=45. K1=36, K2=41, K3=46. 5088090326.22. 3.. K1=36, K2=38, K3=40. K1=34, K2=36, K3=37. 5098309695.42. 4 4.. K1=40, 40 K2=41, 41 K3=42 42. K1=37, 37 K2=40, 40 K3=43 43. 4975442262 71 4975442262.71. 5.. K1=41, K2=56, K3=57. K1=45, K2=46, K3=56. 4511383946.58. 21.

(22) 2/7/2011. Estimasi model spline linier multirespon dengan knot  pada t1=41 dan t2=43. Parameter. Estimasi. 1 1. ˆ1  5483.52 ˆ1  6998.03 ˆ2  4631.57. 2 2. ˆ2  5762.85. Kurva spline linier untuk respon 1  5. 3.4. Plot estimasi spline linear satu titik knot. x 10. 3.2. Pengeluaran Makanan. 3 2.8 2.6 2.4 2.2 2 1.8 1.6 1.4 30. 35. 40 45 50 Umur Kepala Rumah Tangga. 55. 60. 22.

(23) 2/7/2011. Kurva spline linier untuk respon 2  5. 4.5. Plot estimasi spline linear satu titik knot. x 10. P engeluaran Bukan M akanan. 4. 3.5. 3. 2.5. 2. 1.5. 1 30. 35. 40 45 50 Umur Kepala Rumah Tangga. 55. 60. Pemilihan Model Spline Multirespon Terbaik. No. Model Spline Multirespon. Nilai GCV. Keterangan. 1.. Model knot optimal 1 knot. 3267327848.39. Spline linier 1 titik knot. 2.. Model knot optimal 2 knot. 2435602885.97. Spline linier 2 titik knot. 3 3.. M d l knot Model k optimal i l 3 knot k. 2635548070 05 2635548070.05. S li linier Spline li i 3 titik i ik knot k. 23.

(24) 2/7/2011. Estimasi Model Spline Multirespon Terbaik   1927551.25  0.00221pdptn+7.23didik  103.44art  makan 50537.05umur  50557.48  umur  34   53.98  umur  48 1. 1.  bkn _ mkn  46471.78  0.38440 pdptn  430.39didik  4834.48art  346.29umur  7807.01 umur  54  +14396.19  umur  56  1. 1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Estimator komponen parametrik dan nonparametrik  1    Z   K1, , K r WZ  K1, , K r   Z   K1, , K r Wy. . . dengan dimana. . . ˆ  (ˆ1, ˆ2,, ˆr )    . . . . . ˆk  (ˆk 1 ˆkp ˆk1 ˆks ˆk 1 ˆkm ), ) k  11, , r. . 24.

(25) 2/7/2011. Estimator kurva regresi semiparametrik fˆ(X,t) Z K1,,Kr  ˆ     1 Z K1,,Kr   Z K1,,Kr WZ K1,,Kr   Z K1,,Kr Wy           A K1,,Kr  y   . GCV minimum diperoleh dari fungsi GCV  K1,, K r   K1RMin ,,Kr R K1R,,Kr R     Min. N1y I  A K1,, Kr    I  A K1,, Kr   y    2    N1trace I  A K1,, Kr    . . . 25.

(26) 2/7/2011. Berdasarkan nilai GCV minimum didapatkan model spline dalam regresi semiparametrik multirespon sebagai berikut: a. Model pengeluaran konsumsi makanan yang  terbentuk dengan menggunakan model terbaik adalah sebagai berikut:  1927551.25  0.00221pdptn+7.23didik 103.44art  makan 50537.05umur  50557.48 umur  34  53.98 umur  48 1. 1. b. Model pengeluaran konsumsi bukan makanan yang terbentuk dengan menggunakan model  terbaik adalah sebagai berikut:  bkn bk _ mkn k  46471.78 4647178  00.38440 38440 pdptn d t  430 430.39 39didik  483448 4834.48artt  346.29umur  7807.01 umur  54 +14396.19 umur  56 1. 1. 26.

(27) 2/7/2011. TERIMA KASIH. 27.

(28)

Referensi

Dokumen terkait

Artinya, kemampuan motorik kasar anak pada aspek keseimbangan, kelincahan dan ketahanan belum berkembangan dengan optimal, hal ini terbukti dari aspek keseimbangan

Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB merupakan sarana pelayanan kesehatan masyarakat (public service) yang memberikan pelayanan kesehatan rujukan secara

Berangkat dari pemikiran Fuller, yang mengatakan bahwa hukum tidak dapat diterima sebagai hukum, kecuali apabila bertolak dari moralitas tertentu, maka ketika pendapat

Dalam penelitian ini, analisis yang akan dilakukan adalah pada berita persiapan Pemilukada Gubernur Jawa Barat 2013 di Rubrik Pemilukada Harian Umum Radar Cirebon.. Jika kita

4.4.4 Setelah membaca , siswa mampu menuliskan informasi penting dari teks eksplanasi yang dibaca tentang manfaat penemuan pensil dalam bentuk peta pikiran dengan

Terimakasih saya ucapkan kepada ibu dan bapak dosen jurusan Teknik Arsitektur UIN Maliki Malang atas bimbingan, perhatian, dukungan, dan motivasi selama saya menuntut ilmu

Penelitian ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya mengenai permasalahan terkait implementasi kebijakan CnC di Kabupaten Pasaman Barat,

(2003) untuk berbagai komoditas pertanian di Indonesia, termasuk jagung, masih bersifat umum. Kriteria tersebut didasarkan kepada pengalaman empiris terhadap penggunaan lahan