• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PERHITUNGAN PERKUATAN TEBING SUNGAIANDAI BANJARMASIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EVALUASI PERHITUNGAN PERKUATAN TEBING SUNGAIANDAI BANJARMASIN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI PERHITUNGAN PERKUATAN TEBING SUNGAIANDAI BANJARMASIN

Adi Susetyo Dermawan

1)

dan Rustam Heryadi

2)

1,2

) Staf Pengajar Fakultas Teknik Universitas Ahmad Yani

Salah salah satu upaya dari pemerintah dalam upaya menormalisasi sungai adalah dengan pembuatan tanggul/siring pembatas sungai, sebagai dukungan atas Peraturan Daerah No 31 Tahun 2012 tentang Penetapan, Pengaturan Pemanfaatan Sempadan Sungai Dan Bekas Sungai. Tujuan penelitian untuk mengetahui model perkuatan siring yang efektif digunakan, menghitung dimensi dan stabilitas siring yang diperlukan untuk perkuatan dan pengamanan tebing sungai.Lokasi berada di daerah aliran sungai Andai, dengan pembuatan tanggul/siring (leeve revetment) tipe pondasi rendah dengan perkuatan pancangan galam, untuk mendukung perkuatan dari tanggul/siring tersebut digunakan metode yang digunakan Mayerhoff untuk menghitung stabilitas daya dukung tiang pancang berdasarkan data hasil pengujian sondir pada tanah.Hasil penelitian menghasilkan perkuatan tebing sungai adalah jenis perkuatan siring berbentuk trapesium dengan dimensi tinggi 1,75m, lebar 0,3m dan 0,8m serta panjang siring 2 km dengan pondasi pancangan galam 5 bh. Perhitungan stabilitas tanggultelah memenuhi syarat yaitu stabilitas geser (sliding) adalah Ff = 73,620 N > Fh = 64,921 N, yang berarti mampu melawan geser (Aman), stabilitas guling (overturning)adalah 73,620 N

> 27.0504 N, yang berarti mampu melawan guling terhadap titik A (Aman), dan stabilitas penurunan (downing) pada kedalaman pancangan galam 5m adalah 2301,1 kg

>2018,55 kg, yang berarti tidak dapat menahan tekanan terhadap tanggul (tidak aman).Dengan mengetahui model dan perhitungan stabilitas siring tersebut diharapkan dapat berguna untuk studi kelayakan dari siring yang telah dibuat tersebut.

Keyword: geser, guling, penurunan, tebing

PENDAHULUAN

Kota Banjarmasin dikenal dengan sebutan kota seribu sungai dikarenakan banyaknya sungai besar dan sungai- sungai kecil yang tersebar di seluruh Wilayah Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarmasin. Menurut data letak geografis Kota Banjarmasin terletak pada 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur Timur, ketinggian tanah asli berada pada 0,16 m dibawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang.

Kondisi Kota Banjarmasin dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh pada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan

masyarakat, terutama pemanfaatan

sungai sebagai salah satu prasarana

transportasi air, parawisata, perikanan

dan perdagangan. Pesatnya pem-

bangunan cukup menimbulkan dampak

negatif bagi keberadaan sungai yang

ada di Kota Banjarmasin. Banyak

sungai semakin sempit, dangkal, bahkan

mati dan tidak berfungsi lagi akibat

banyaknya bangunan yang menutupi

badan sungai. Tidak banyak lagi sungai

yang bisa menjadi jalur transportasi

karena jangankan dilalui oleh klotok

dan kapal barang, jukung pun tidak lagi

dapat mengambang di permukaan

sungai akibat pendangkalan.Oleh karena

itu, pentingnya menorma-lisasikan lagi

sungai-sungai alam baik itu sungai

besar maupun sungai-sungai kecil yang

(2)

tersebar di seluruh kota Banjarmasin yang sebagian sudah mulai tertutup, dangkal dan bahkan hilang akan membuat hidup lagi aktifitas masyarakat yang dulunya menjadikan sungai sebagai alat transportasi utama dan merupakan jalur sentral dalam pergerakan roda perekonomian kota pada masa lalu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis perkuatan yang yang digunakan untuk perkuatan tebing dan menganalisis perhitungan stabilitas tanggul/dinding penahan sungai agar aman dari tergeser (sliding),terguling (overturning) dan penurunan (downing).

METODE PENELITIAN Lokasi yang digunakan adalah Sungai Andai yang berada antara Sungai Awang dengan Sungai Gampa dan tembus ke arah Sungai Lokbuntar dan di teruskan ke arah sungai Alalak sebagai anak sungai dari sungai Martapura.

Pengumpulan Data Lapangan

Sungai Andai dengan kategori sungai kecil, dengantanah rawa, arus sungai disana dipengaruhi oleh arus pasang surut yang berasal dari Sungai Martapura dan Sungai Barito dengan arus sedang yang mengikuti alur pasang surut sungai.

Data Teknis Sungai

 Total panjang sungai adalah 5Km

 Panjang sungai yang bisa dilalui

adalah 2.5 Km

 Lebar sungai = 18-25m

 Kedalaman Rata-Rata = 6m

 Kecepatan Minimal Arus Sungai

Andai = 0.068 m/s

 Kecepatan Maksimal Arus Sungai

Andai = 0.098 m/s

 Kecepatan Rata-Rata Arus Sungai

Andai = 0.0831 m/s

Skema kedalaman sungai disajikan pada Gambar 1.

Gambar 1. Skema kedalaman sungai Analisa Data

Daridata-data yang di kumpulkandapat ditarik kesimpulan jenis perkuatan dinding bantaran sungai yang cocok pada kondisi lapangan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perkuatan dinding bantaran

sungai yang cocok pada kondisi

lapangan.adalah jenis dinding dengan

profil trapesium siku-siku dengan bahan

batu gunung, yang dipasangkan dengan

pancangan.

(3)

Data Lapangan

Skema data lapangan disajikan pada Gambar 2.

Gambar 2. Skema data lapangan Detail Perencanaan Siring Penahan

Detail perencanaan siring penahan disajikan pada Gambar 3.

Gambar 3. Detail Siring Analisa Perhitungan Stabilitas

Dinding Penahan Sungai

Struktur dinding penahan dan batu gunung (gravitywall) dengan pembebanan berat sendiri dengan profiltrapesiumsiku seperti pada Gambar 3 rencana detail dindingpenahan sungai sebagai salah satu solusi untukkeadaan sebenarnya di lapanganDengan data sebagaiberikut:

Volume dinding penahan:

L = P x ι

= 1,75 x 0,3 = 0,525 m

2

L = ½ a x t

= ½ 0,5 x 1,75 = 0,4375 m

2

~ 0,525 m

2

+ 0,4375 m

2

=0,9625 x 1 V

prisma

= 0,9625m

3

Berat jenis dari pasangan batu gunung adalah : ρ= 2200 kg/m

3

Jadi 0,9625m

3

x2200 m

3

, Berat volume dinding=2117,5 kg

Skema volume dinding penahan

secara sederhana disajikan pada Gambar

4.

(4)

Gambar 4. Skema volume dinding penahan

Volume precast:

a. V = p .l.t

= 1 x 0,1 x0,25 = 0,025m

3

b. V = p .l.t

= 1 x 0,1 x0,8 = 0,08m

3

c. V = p .l.t

= 1 x 0,1 x0,5

= 0,05m

3

Volume precast : V = p .l.t

V = 0,025+0,08+0,05 =0,155m

3

luas lubang pada precast :

l = ¼. π .D

2

= 0,25 x 3,14 x 0,10

2

= 0,00785 m

2

V = l.t

= 0,00785 x 0,10 = 0,0785 m

3

Jadi Volume precast adalah 0,155- 0,0785 =0,0765m

3

Skema volume precast disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5. Skema volume precast Berat jenis dari beton bertulang adalah ρ = 2400 kg/m

3

Jadi berat Volume Precast 0,0765m

3

x 2400kg/m

3

=1,836 kg

Total berat volume bahan antara precast dan dinding penahan adalah:

2117,5 kg+1,836 kg= 2301,1 kg atauTv

wall

= 2,3011 ton

Muatan/beban tebing sungai disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Muatan/beban tebing sungai

NO KETERANGAN MUATAN/BEBAN

1 Volume precast V

precast

=0,0765m

3

2 Volume dinding penahan V

prisma

= 0,9625m

3

3 Total berat volume bahan dinding siring Tv

wall

2,3011 ton μ = 0,4

4 Massa Jenis air, ρ

air=

1000 kg/m

3

5 Kecepatan rata-rata arus sungai andai Ʃ

sungai

= 0,0831 m/s 6 Ketinggian air max pada rencana dinding penahan h = 1.25m

7 Lebar bawah tanggul b = 0.80m

8 Berat jenis dari beton bertulang ρ = 2400 kg/m

3

9 Berat jenis dari pasangan batu gunung ρ= 2200kg/m

3

10 Gravitasi g = 10 m/s

2

Sumber : Hasil perhitungan. 2015

(5)

Analisa perhitungan stabilitas konstruksi sebagai berikut:

1. Stabilitas dinding tanggul terhadap gaya geser(Sliding).

Besar gaya hidrostatis yang diberikan oleh air sungai adalah:

Fh = ½ .ρ

air

sungai

. h

2

Fh = ½ .1000 kg/m

3

.0,0831 m/s

2

. (1,25m)

2

Fh = 64,921 N

Dengan ukuran tanggul V

prisma

= 0,9625m

3

maka dihasilkan gaya berat pada tanggul yang berupa gaya gravitasi dengan perumusan sebagai berikut:

W = m

wall

.g

W = Tv

wall

.V

prisma .

Ʃ

sungai

Jika Tv

wall

= 2,3011 ton, maka besar gaya gravitasinya:

Gravitasi: g = 10 m/s

2

W = 2,3011 . 10

3

kg/m

3

. 0,9625 m

3

. 0,0831 m/s

2

W = 184,050 N

Maka tanggul yang diberi gaya hidrostatis oleh air akan memberikan gaya reaksi berupa gaya friksi yang besarnya:

Ff = µ . W

Untuk Tv

wall

= 2,3011 ton, maka besar gaya friksinya:

Ff = µ . W

= 0,4 . 184,050 N Ff = 73,620 N

Sehingga stabilitas dinding tanggul terhadap geser (sliding) :

Seharusnya Ff ≥ Fh melawan geser

Ff = 73,620 N ≥ Fh = 64,921 N 

melawan geser (Aman)

2. Stabilitas dinding tanggul terhadap gaya guling(Overturning).

W .½ . b > Fh .1/3 .h

melawan guling terhadap titik A

UntukTv

wall

= 2,3011 ton , stabilitas dinding tanggul terhadap guling :

~W .½ . b=184,050 N. ½ .0,8m=73,620 N

~Fh .

1

/

3

. h =64,921 N .

1

/

3

. 1,25=

27.0504 N

W .½ . b >Fh .

1

/

3

.h

73,620 N > 27.0504 N melawan guling terhadap titik A (Aman) Dapat disimpulkan tanggul akan

tahan terhadap gaya

guling(overturning)dan gaya geser (sliding)karena besar gaya friksinya lebih besar dari gaya hirostatis yang diterimanya.

3. Stabilitas dinding tanggul terhadap gaya penurunan/ambles(Downing).

Jika kita gunakan berat tanggul Tv

wall

=2301,1 kgmaka berat siring haruslah lebih kecil atau sama dengan berat daya dukung tanah.

Dengan kata lain Tv

wall

ρ

tanah(daya dukung tanah)

 Perhitungan daya dukung tanah

dengan kedalaman pancangan galam5m:

=

=26,16+376,8

=402,96+0,75

=403,71x5

=2018,55kg

Tv

wall

ρ

tanah(daya dukung tanah)

2301,1 kg >2018,55 kgtidak dapat menahantekanan terhadap tanggul(tidak aman)

Q

ult

= +

+ +

+ =

(6)

 Perhitungan daya dukung tanah

dengan kedalaman pancangan galam 6m:

=

=26,16+439,6

=465,76+0,75

=466,51x5

=2332,55kg/m

3

Tv

wall

ρ

tanah(daya dukung tanah)

2301,1 kg <2332,55 kgdapat menahantekanan terhadap tanggul(Aman)

KESIMPULAN

Perkuatan yang dipakai untuk tebing sungai adalah jenis perkuatan siring berbentuk trapesium dengan dimensi tinggi 1.75m, lebar atas 0.3m dan lebar bawah 0.8m serta panjang sirng 2km dengan pondasi pancangan galam 5bh panjang 6m.Perhitungan mengenai stabilitas tanggul/siring penahan sungai telah memenuhi syarat yaitu

a. Stabilitas geser (sliding)adalah Ff = 73,620 N > Fh = 64,921 N, yang

berarti mampu melawan geser (Aman).

b. Stabilitas guling (overturning) adalah 73,620 N > 27.0504 N, yang berarti mampu melawan guling terhadap titik A (Aman)

c. Stabilitas penurunan(downing) pada kedalaman pancangan galam 5m adalah 2301,1 kg >2018,55 kg, yang berartitidak dapat menahantekanan terhadap tanggul (tidak aman)

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 1978. Ilmu Bangunan Air 1. A.K. A. Jakarta.

Hidayat, S.T., dan Chusnul.

2015.Analisis Stabilitas Tabat Beton. Banjarmasin

http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/file s/ld/2010/KotaBanjarmasin-2010- 1,20-11-2015, 18.15PM.

http://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/po rosteknik/article/view/196,20-11- 2015, 19.00PM.

Sunggono, K.H. 1995.Buku Teknik Sipil.Penerbit Nova.Bandung.

Oktaviani, D.S. 2014.Laporan Pengantar Rekayasa Dan Desain Pembuatan Tanggul. Bandung.

Pemerintah Kota Banjarmasin.2012.

Dinas Sumber Daya Air Dan Drainase, Peraturan Daerah Kota Banjarmasin No 31 Tahun 2012, Banjarmasin.

SOMIF Borneo Perkasa.2015.Laporan Hasil Penyelidikan Tanah, Banjarmasin.

Q

ult

= +

+

+

+

(7)

Gambar

Gambar 1. Skema kedalaman sungai  Analisa Data
Gambar 2. Skema data lapangan  Detail Perencanaan Siring Penahan
Gambar 4.  Skema  volume  dinding  penahan  Volume precast:  a.  V = p .l.t  = 1 x 0,1 x0,25 = 0,025m 3 b

Referensi

Dokumen terkait

kA, maka Persamaan 2.25 tidak sesuai untuk dipergunakan. 7) Menghitung perkiraan jumlah gangguan yang terjadi pada Transmisi Sei.

Curah hujan wilayah yang terdapat pada suatu daerah aliran sungai (DAS) sangat diperlukan untuk mengetahui mengenai informasi tentang pengaturan air irigasi, mengetahui

2014 yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Tebing Tinggi Nomor : 810/561 Tahun 2014, Untuk Paket Pekerjaan Pembangunan Bangunan Atas Jembatan Sungai Padang III Dekat

• Untuk mengetahui korelasi antara debit aliran sungai dengan konsentrasi. sedimen pada muara Sub Daerah Aliran Sungai Padang di

1) Untuk mengetahui luasan tanah yang tertutupi dan tidak tertutupi oleh Blok Beton Precast yang terdapat pada tebing sungai dan besar koefisien hambatan vegetasi

pekerjaan tersebut, maka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan perkuatan kolom struktur menggunakan pembesaran dimensi ( concrete jacketing ) lebih lama

Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari Dynamic Wavelength Router dengan cara menghitung nilai latensi yang diperlukan oleh router untuk mengirimkan paket dari

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui harga pokok produksi, menghitung harga jual, dan menghitung selisih perhitungan harga pokok produksi sebelum dan sesudah penelitian pada