• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh. Mariani Nini 1* NIM. E

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh. Mariani Nini 1* NIM. E"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

P a g e 1 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan

REK R UTM EN CA LO N B UP ATI DA N W A K IL BU PA TI PAR TAI G O LO NG A N K A RY A P AD A PI L K ADA

TAH U N 201 8 DI K A BUP AT EN SA NG G A U

Oleh Mariani Nini 1* NIM. E1051151045

Dr. Bakran Suni, M.Ag 2 Dr. Jumadi, S.Sos, M.Si 2

*

Email: [email protected]

1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak

2. Dosen Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tanjung Pura Pontianak

Abstrak

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mekanisme rekrutmen Partai Golongan Karya dalam memilih calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada tahun 2018 di Kabupaten Sanggau. Skripsi ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara kepada informan. Dalam proses perekrutan calon yang dilakukan oleh partai Golkar, pada indikator penyediaan rekrutmen politik sudah sejalan dengan mekanisme rekrutmen berdasarkan petunjuk teknis penjaringan, penyaringan, dan penetapan calon. Secara kuantitas Partai Golongan Karya dalam memilih calon dan menetapkan calon Bupati dan Wakil Bupati dengan melakukan mekanisme rekrutmen secara terbuka dengan secara ketat dan pertimbangan-pertimbangan sesuai ketentuan partai pada kesediaan calon yang memiliki kriteria yang diinginkan untuk direkrut sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati, dan ini menjadi tuntutan parsiapan partai yang matang dari segi sosialisasi dan finansial para calon. Sehingga berdampak langsung terhadap kuantitas dan kualitas,ditambah lagi dengan komunikasi dari tingkat atas dan tingkat bawah dapat terjalin dengan baik. Terpilihnya pasangan calon ini karena sesuai kriteria yang ditetapkan oleh partai dan dapat kepercayaan dari masyarakat.

(2)

P a g e 2 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan

CANDIDATE RECRUITMENT OF REGENT AND VICE REGENT IN THE GOLKAR PARTY FOR THE 2018 ELECTION IN

SANGGAU REGENCY

Oleh Mariani Nini 1* NIM. E1051151045

Dr. Bakran Suni, M.Ag 2 Dr. Jumadi, S.Sos, M.Si 2

*

Email: [email protected]

1. Student of Political Science Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Tanjungpura University, Pontianak

2. Lecturer of Political Science Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Tanjungpura University, Pontianak

Abstrack

This research aims to find out and describe the recruitment mechanism of Golkar Party in selecting candidates for the 2018 Regent and Vice Regent election in Sanggau Regency. This research uses descriptive research type with qualitative method. Data collection techniques are in the form of documentation and intervies ith informants. In the process of recruiting candidates carried out by Golkar Party, the indicators for providing political recruitment were in line with the recruitment mechanism based on the technical guidelines for selecting, screening and determining candidates. Quantitatively, Golkar Party in selecting candidates and determining candidates for Regent and Vice Regent, open recruitmen mechanism was conducted in a strict manner and considerations in accordance with party provisions on the willingness of candidates who had the desired criteria to be recruited as candidates for Regent and Vice Regent, and this a demand for mature party preparations in terms of the socialization and financial aspects of the candidates. Therefore, impact is direct on quantity and quality, added with communication from the top level and the bottom level that cam be astablished properly. This candidate pair was chosen because it fit the criteria set by the party and can be trusted by the community.

(3)

P a g e 3 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan A. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian

Pasangan yang mencalonkan diri di partai Golkar untuk maju ke pilkada Sanggau yaitu Yansen Akun Effendy dan Fransiskus Ason. Dua partai politik melakukan duet koalisi, antara partai Golkar dan PKB yang mengusung Yansen Akun Effendy dan Fransiskus Ason berlaga di pilkada Sanggau tahun 2018. Partai politik pengusung calon kepala daerah Sanggau yaitu Partai Golkar: 5 kursi dan PKB: 3 kursi, dengan dukungan kedua partai tersebut pasangan ini dapat memenuhi syarat minimal 20%. Dipilihnya pasangan Yansen dan Ason oleh PKB, karena PKB menilai bahwa pasangan ini mampu menyuarakan kepentingan masyarakat khususnya ditingkat akar rumput atau masyarakat. PKB menilai pasangan ini ialah pasangan yang harmonis dan ideal. Dan kalau bicara pengalaman mereka berdua juga orang yang sudah berpengalaman. Pak Yansen adalah mantan Bupati Sanggau periode 2003-2008, sementara Pak Ason adalah Wakil Ketua DPRD dan juga ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau.

Sebelum proses pendaftaran ke KPU partai melakukan penjaringan bakal calon yang dilakukan oleh tim penjaringan partai Golkar dan menerima pendaftaran yang

sudah mulai aktif membuka pendaftaran yang dilakukan sekitar 6 bulan sebelumnya . Tidak ada hambatan yang artinya sebatas calon itu masih menjadi bakal calon siapapun bisa mendaftar tapi tentunya partai ada pertimbangan-pertimbangan tersendiri untuk memilih siapa yang nanti akan mewakili Golkar. Kemudian pada waktu itu Golkar juga mencalonkan kadernya yaitu pak Ason sebagai wakil Bupati mendampingi pak Yansen.

Partai Golkar ada melakukan survei interen dan ada juga masukan dari para anggota partai, termasuk ada penilaian dari tim seleksi dan kemudian melihat calon yang ada, karena pada waktu pencalonan sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang maju adalah pak Paolus Hadi dan pak Yohanes Ontot maka dari itu Golkar memilih pak Yansen dan pak Ason untuk mewakili Golkar karena merasa layak untuk melakukan perlawanan. Yang bisa maju untuk melawan pak PH setelah melakukan servei elektabilitas pak Yansen paling tinggi karena tidak ada calon lain yang mampu dan karena beliau juga pernah menjadi Bupati jadi beliau paham benar mengenai strategi kampanye. Pak Yansen menjadi calon Bupati dan pak Ason diposisikan menjadi calon Wakil Bupati. Pak Yansen diusung oleh PKB. Golkar ada 5 kursi dan PKB ada 3 kursi,

(4)

P a g e 4 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan karena dalam catatan dalam peraturan KPU minimal harus 8 kursi atau 20%. Kalau untuk persyaratan pada umumnya tidak bertentangan dengan peraturan Undang-Undang KPU, artinya masyarakat umum berpendidikan minimal S1.

Kriteria yang ditetapkan oleh partai untuk bakal calon yaitu kesiapan calon, hasil survei interen, secara administrasi memenuhi syarat. Hal-hal yang rusial pasti ada artinya bagaimanapun juga yang namanya politik perlu pergerakan termasuk kampanye, sarana kontak, biaya saksi, artinya finansial si calon pun dilihat kemampuan keuangannya karena itu besar pengaruhnya, partai tidak menyediakan dana untuk saksi karena jika tidak dilihat dari kemampuan keuangannya tidak bisa juga bergerak untuk maju. Jika finansial tidak cukup partai pun susah untuk bergerak artinya si calon juga dipertimbangkan untuk melihat finansialnya, kekokohannya, figurnya, administrasi. Administrasinya apakah bertentangan atau tidak dengan KPU, jika tidak bearti si calon lolos, dilihat juga dari elektabilitas calon, apakah terhadap calon lawan bisa memberikan perlawanan, partai melihat juga berdasarkan data ternyata masyarakat banyak memilih pak Yansen untuk menjadi calon Bupati dan

disandingkan dengan ketua Golkar yang pada saat itu juga ingin maju.

Dalam pilkada tahun 2018 kemarin karena kebetulan ketua partai sendiri yang ingin maju maka penjaringan ini sifatnya mungkin dominan menggunakan marwah partai. Partai membuka pendaftaran dan tidak ada kendala karena ini sifarnya terbuka, para calon mendaftar, dan orang-orang yang sudah masuk dalam radar partai lewat survei itu juga ikut mendaftar. Kendala dalam hal ini ialah pada saat menentukan atau tarik ulur kepentingan.

Menurut KPU Kabupaten Sanggau persyaratan yang ditetapkan untuk pencalonan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sanggau adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada pancasila, berpendidikan paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat, mampu secara jasmani dan rohani. Dalam hal pendaftaran pasangan calon, KPU berkoordinasi dengan Menteri untuk mendapatkan salinan keputusan terakhir tentang kepengurusan partai politik tingkat pusat sebelum masa pendaftaran pasangan calon. Dalam mendaftarkan bakal pasangan calon, partai politik wajib memenuhi persyaratan salah satunya, yaitu: menyertakan dokumen syarat calon dan surat persetujuan

(5)

P a g e 5 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan pasangan calon yang ditandatangani oleh pimpinan partai politik tingkat pusat.

Kendala yang dihadapi pada saat bakal calon mendaftarkan diri yaitu sebenarnya lebih kepada koordinasi, jadi tim penghubung masing-masing pasangan calon kadang kala kita tidak terlalu tahu apakah mereka kurang paham atau karena ada berbagai penghubung, karena biasanya masing-masing partai mengirim satu orang jadi kalau misalnya kalau satu pasangan calon itu ada tiga atau empat partai yang mengusung biasanya penghubung atau orang yg dipercaya bisa lebih dari satu untuk mewakili partai. Terkadang miss komunikasi juga, seperti khasus yang kemarin juga yaitu soal surat pernyataan sudah pernah mengisi harta kekayaan penyelenggaraan, karena harus mendapat bukti tertulis langsung dari KPK, tetapi diluar itu persyaratan yang lain seperti surat kesehatan dan yang lainnya tidak terlalu ada masalah.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018, kalau secara umum Kabupaten Sanggau bisa terbilang aman, situasinya kondusif, kendala pasti ada antara lain itu soal kontribusi logistik, karena gorgrafis Sanggau seperti daerah perbatasan agak sulit tetapi KPU bisa mendistribusikan sesuai dengan aturan, artinya saru hari

sebelum pelaksanaan pencoblosan logistik harus sudah sampai ke TPS, semua bisa dilakukan karena juga dengan dukungan Pemerintah Daerah, Polisi, TNI, itu sangat luar biasa dalam Pilkada. Disamping pengawalan mereka juga membantu mendistribusikan. Kemudian soal dari sisi partisipasi Sanggau masih diatas rata-rata nasional, kalau dilihat dari sisi pesertanya artinya pasangan calon, partai pengusung, mereka juga bisa atau mampu menciptakan situasi yang kondusif untuk Sanggau, meskipun sempat diberi kategori rawan 3 (tiga) tetapi setelah pelaksanaan Sanggau bisa buktikan kondisi yang aman.

Mengenai masyarakat yang ikut serta dalam pilkada, kalau dalam partisipasi secara umum memang diatas target yang ditetapkan KPU RI, namun masih ada peluang bisa meningkatkan partisipasi itu kalau sebenarnya bukan semata-mata tanggungjawab KPU, partai politik dan Pemerintah Daerah juga berperan termasuklah tokoh masyarakat dan sebagainya. Kalau dikatakan puas tentu belum juga karena kita berharap semua bisa terlibat dalam arti yang sudah punya hak pilih bisa menggunakan hak pilihnya, karena itu perwujudan kedaulatan masyarakat untuk memilih pemimpinnya, sangat disayangkan kalau tidak ikut memilih. Ketidakpuasannya hanya lebih

(6)

P a g e 6 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan kesitu karena semakin tinggi partsipasi, legitimasi hasil dari pemilu pasti akan lebih kuat karena lebih didukung banyak orang.

Penghambat saat pemilu yaitu secara supstansi hambatan itu tidak menganggu tahapan tetapi membuat kerepotan juga, ini lebih kepersoalan kapasitas penyelenggaraan ditingkat bawah mulai dari PPK, TPS dan PPS, karena regulasinya selalu berubah kemudian keterbatasan untuk melaksanakan bimtek, biasanya karena sudah berjenjang pasti ada mata rantai yang terputus tetapi tidak juga sampai membuat pemilu itu menjadi sebuah masalah besar. Waktu pemilihan Bupati tidak ada pemilu ulang sedangkan pada saat pemilihan Legislatif ada tiga TPS yang melakukan pemilihan ulang. Hal ini lebih kepada pemahaman petugas dibawah.

Proses rekrutmen yang dilakukan oleh Partai Golongan Karya di Kabupaten Sanggau yaitu secara terbuka hal ini dapat dilihat bahwa Partai Golongan Karya mengumumkan pencalonan dan persyaratan pencalonan dilakukan sampai kemedia agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam perekrutan ini. Partai Golongan Karya tidak melaksanakan

rekrutmen secara tertutup, jika rekrutmen ini dugunakan tentu masyarakat tidak mengetahui siapa saja kandidat yang akan mencalonkan diri dan akan maju dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Hal ini tentu berpengaruh untuk kemajuan Kabupaten Sanngau dikarenakan masyarakat tidak tahu apakah para calon dapat menjalankan aspirasi masyarakat atau tidak.

Rekrutmen tertutup berlawanan dengan penerapan rekrutmen tertutup karena rekrutmen ini tidak dapat diketahui secara bebas oleh masyarakat. Cara rekrutmen ini menutup masyarakat untuk dapat menilai anggota yang telah dicalonkan oleh elit partai. Biasanya kesempatan tersebut hanyalah dinikmati oleh sekelompok kecil orang. Ujian oleh masyarakat terhadap kualitas serta integritas tokoh masyarakatt biasanya sangat jarang dilakukan, kecuali oleh sekelompok kecil elit itu sendiri.

1.2. Identifikasi Masalah Penelitian Adapun yang menjadi identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Partai Golkar tidak mengusung

sendiri.

2. Seleksi partai Golkar bersifat transparan.

(7)

P a g e 7 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan 3. Partai Golkar mengusung ketua DPD

Golkar hanya sebagai Wakil Bupati bukan sebagai Bupati.

1.3. Fokus Penelitian

Atas pemahaman dari uraian latar belakang, maka penulis memfokuskan permasalahan tersebut pada “rekrutmen oleh Golkar terhadap calon kepala daerah pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sanggau tahun 2018”.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penulis merumuskan masalah diatas sebagai berikut bagaimana proses rekrutmen yang dilakukan Partai Golkar terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sanggau.

1.5. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui proses rekrutmen yang dilakukan partai Golkar terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sanggau Tahun 2018 apakah bersifat terbuka atau tertutup.

1.6. Manfaat Penelitian

Dalam penulisan skripsi ini, penulis mengungkapkan manfaat yang hendak diperoleh baik dari segi teoritis maupun dari segi praktis. Adapun manfaat tersebut adalah:

1.6.1.Manfaat Teoritis

Secara teoritis, manfaat yang didapatkan dari hasil penelitian ini adalah untuk memperluas jangkauan wawasan para mahasiswa-mahasiswi ilmu politik dalam rangka untuk menyalurkan pemahaman dan intelektualitas setiap mahasiswa-mahasiswi dibidang akademis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi perkembangan ilmu politik dan bisa dijadikan acuan atau referensi bagi peneliti selanjutnya terhadap permasalahan yang sama.

1.6.2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan solusi serta bermanfaat bagi partai politik sebagai pilar demokrasi dalam menjalankan fungsinya terutama bagi partai Golkar di Kabupaten Sanggau dalam melaksanakan proses rekrutmen politik.

B. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Rekrutmen Politik

Rekrutmen politik berasal dari dua (2) kata yaitu rekrutmen dan politik. Rekrutmen berarti penyeleksian dan politik berarti urusan negara. Jadi rekrutmen politik adalah penyeleksian rakyat untuk melaksanakan urusan negara. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia rekrutmen politik adalah pemilihan dan pengangkatan orang untuk mengisi peran

(8)

P a g e 8 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan tertentu dalam sistem sosial verdasarkan sifat dan status (kedudukan), seperti suku, kelahiran, kedudukan sosial dan prestasi atau kombinasi dari kesemuanya.

Perekrutan kader untuk mengikuti pemilukada tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2015 tentang kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota. Partai politik dituntun untuk propesional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, peran kader dalam partai politik sangat penting untuk membangun suatu kepemimpinan partai yang berkualitas, karena bagaimanapun suatu partai politik kedepannya ditentukan oleh kualitas kader-kader yang dimilikinya.

2.1.2. Sistem Rekrutmen Politik

Menurut Czudnowski dalam bukunya (Putra Fadillah 2008, 57) yang berjudul “partai politik dan kebijakan publik” mengemukakan mekanisme dalam proses rekrutmen politik antara lain: 1. Rekrutmen terbuka, dimana syarat dan prosedur untuk menampilkan seseorang tokoh dapat diketahui secara luas. Dalam hal ini partai politik berfunsi sebagai alat bagi elit politik yang berkualitas untuk mendapatkan dukungan masyarakat. cara ini memberikan

kesempatan bagi rakyat untuk melihat dam menilai kemampuan elit politiknya. Dengan demikian cara ini sangat kompetitif. Jika dihubungakan dengan paham demokrasi, maka cara ini juga berfungsi sebagai sarana rakyat mengontrol legitimasi politik para elit. Adapun manfaat yang diharapkan dari rekrutmen terbuka adalah:

a. Mekanismenya demokratis

b. Tingkat kompetisi politiknya sangat tinggi dan masyarakat akan mampi memilih pemimpin yang benar-benar mereka kehendaki c. Tingkat akuntabilitas pemimpin

tinggi

d. Melahirkan sejumlah pemimpin yang demokratis dan mempunyai nilai integritas pribadi yang tinggi. 2. Rekrutmen tertutup, berlawanan dengan cara rekrutmen terbuka. Dalam rekrutmen tertutup, syarat dan prosedur pencalonan tidak dapat secara bebas diketahui umum. Partai berkedudukan sebagai promotor elit yang berasal dari dalam tubuh partai itu sendiri. Cara ini menutup kemungkinan bagi anggota masyarakat untuk melihat dan menilai kemampuan elit yang ditampilkan. Dengan demikian cara ini kurang kompetitif. Hal ini menyebabkan demokrasi berfungsi

(9)

P a g e 9 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan sebagai sarana elit mempengaruhi legitimasinya (Putra, 2003, 209).

2.1.3 Kerangka Pikir Penelitian

Proses penjaringan bakal calon yang pasti kriteria yang ditetapkan pertama yaitu dilakukannya survei, siapa saja bakal calon, elektabilitasnya bagus, setelah itu para calon mendaftar baru disitu orang partai mendiskusikan melalui mekanisme partai atau rapat pleno melibatkan pengurus dari tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten untuk menentukan calon mana yang kuat. Oleh karena itu partai memberikan kriteria yang pertama elektabilitas tinggi, punya kemampuan finansial karena ini yang menjadi faktor utama, hal ini yang digunakan partai untuk melakukan penjaringan, setelah itu masing masing calon diberi poin-poin berdasarkan hasil survei dan kemampuan, dilihat juga dari visi misi bakal calon.

Menggunakan teori menurut Czudnowski dalam bukunya (Putra Fadillah 2008, 57) yang berjudul “partai politik dan kebijakan publik” mengemukakan mekanisme dalam proses rekrutmen politik antara lain: 1. Rekrutmen Terbuka, 2. Rekrutmen tertutup teori ini sangan relevan dengan permasalahan yang penulis angkat bahwasannya menjelaskan proses rekrutmen dilakukan secara terbuka atau

tidak dalam rekrutmen calon Bupati dan Wakil Bupati partai Golkar.

C. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif (Nawawi 2005, 31). Metode penelitian deskriptif dengan melakukan analisis, suatu metode dalam meneliti obyek, kondisi, suatu sistem pemikiran atau peristia yang terjadi dimasa sekarang dan sebagaimana adanya.

Bogdan dan Taylor (dalam Moleong 2004, 3) merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau pun lisan dari masyarakat. Dengan demikian metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah metode yang berusaha mendeskripsikan data atau informasi yang ditemukan dilapangan dengan cara menganalisanya.

3.2.Langkah-Langkah Penelitian

Langkah pertama penelitian ini yaitu penulis menentukan topik permasalahan terlebih dahulu, setelah permasalahan dirumuskan selanjutnya penulis mengumpulkan data dilapangan yaitu

(10)

P a g e 10 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan dengan penyiapkan pedoman wawancara yang dimana berisi daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden untuk mendapatkan data. Setelah dirasa data telah mencukupi, peneliti melakukan studi kepustakaan untuk menemukan teori-teori yang berkaitan mengenai rekrutmen partai politik.

Langkah-langkah penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Studi Kepustakaan

Penelitian dilakukan dengan cara mencari teori dan informasi, mempelajari literatur, majalah-majalah ilmiah dan laporan-laporan untuk menemukan konsep-konsep dan hal-hal yang berhubungan dengan judul penelitian serta untuk memperoleh pembahasan yang relevan guna menunjang dan memperluas yang disajikan penulis. b. Penelitian Lapangan

Penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung kelapangan guna mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan proses rekrutmen calon Bupati dan Wakil Bupati Partai Golongan Karya tahun 2918 di Kabupaten Sanggau. data tersebut diperoleh dengan melakukan wawancara dan dokumentasi.

3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian 3.3.1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kantor Sekretariat Partai Golongan Karya Kabupaten Sanggau. pemilihan lokasi ini dikarenakan pengamatan penulis mengenai masalah tersebut yang berada di kantor Sekretariat Golongan Karya Kabupaten Sanggau. Dipilihnya lokasi penelitian ini, bahwa dengan pertimbangan Partai Golongan Karya pada pilkada di Kabupaten Sanggau dalam proses rekrutmen tersebut dengan sangat ketat dalam penyeleksian calon yang akan ditetapkan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati partai Golongan Karya di Kabupaten Sanggau.

3.4. Subjek dan Objek Penelitian 3.4.1. Subjek Penelitian

Menurut Sugiyono (2010,56) teknik penentuan subjek penelitian ditentukan dengan menujuk orang-orang selaku sumber data yang memahami atau pertimbangan tertentu orang tersebut dianggap paling tahu dengan apa yang diharapkan dalam penelitian ini. Misalnya orang yang paling tahu tentang apa yang dapat memberikan informasi secara akurat tentang Rekrutmen Calon Bupati Dan Wakil Bupati Partai Golongan Karya Pada Pilkada Tahun 2018 Di Kabupaten Sanggau. Adapun orang-orang yang akan dijadikan informan dalam penelitian ini adalah:

(11)

P a g e 11 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan - Sekretaris Partai Golkar Kabupaten

Sanggau (Bapak Nur Kurniawan A.Md)

- Kader Partai Golkar (Bapak Hendri Boizandi)

- KPU Kabupaten Sanggau (Bapak Martinus Sumarto SH)

4.1.2. Objek Penelitian

Sugiyono (2012,38) berpendapat bahwa objek penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu dengan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan dengan pengertian tersebut penulis mendeskripsikan yang menjadi objek peneliti ini adalah Rekrutmen Calon Bupati Dan Wakil Bupati Partai Golongan Karya Pada Pilkada Tahun 2018 Di Kabupaten Sanggau.

3.5.Teknik Pengumpulan Data

Dalam melakukan penelitian perlu diperoleh data primer dan data sekunder. Untuk memperoleh data tersebut diperlukan teknik pengumpulan data. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Teknik Wawancara

Sugiyono (2012, 232) bahwa dengan wawancara penelitian akan mengetahui hal-hal lebih mendalam

tentang partisipan dalam

menginterpresentasikan situasi atau fenomena yang terjadi. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini dengan memberikan pertanyaan kepada informan yang dianggap mampu memberikan informasi tentang proses rekrutmen partai. 2. Teknik Dokumentasi

Sugiyono (2012, 82) dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, dokumentasi biasanya berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Sejumlah fakta-fakta tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cendra mata, laporan artefak, foto dan sebagainya. Sifat utama data ini tidak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi ruang penelitian untuk mengetahui hal-hal yang peenah terjadi diwaktu silam.

3.6. Instrumen Penelitian

Untuk mendapatkan data atau fakta penelitian maka peneliti menggunakan alat pengumpulan data sebagai berikut:

1. Pedoman wawancara, yaitu pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya, sebagai pedoman untuk memperoleh data kepada sumber informasi yang berkaitan dengan permasalahn yang diteliti. Jenis wawancara yang digunakan

(12)

P a g e 12 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan pada penelitian ini dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam dan leluasa, tanpa terkait oleh suatu susunan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya.

Alat perekam suara, yaitu alat untuk menhimpun data dalam bentuk suara dari setiap informan yang dimintai keterangan sebagai penunjang untuk penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti.

2. Alat dokumentasi, yaitu melihat arsip, fotocopy surat menyurat, kamera dan yang ada kaitannya dengan penelitian pada saat berada dilokasi penelitian. 3.7. Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, analisis data dalam penelitian kualitatif merupakan proses menyederhanakan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca serta memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola agar didapat sebuah temuan yang dapat dimakani sebagai tujuan dari penelitian.

3.7. Teknik Analisis Data

Menurut Bodgan (dalam Sugiyono 2009,224) analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan

temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah teknik analisis data secara kualitatif, artinya data yang telah dikumpulkan dilapangan, diolah dan disusun berdasarkan kategori-kategori sesuai dengan sifat dan jenisnya. Dengan demikian analisa data dilakukan dengan cara induktif, dengan mencari fakta empiris dilapangan, mempelajari, menganalisis, menafsirkan dan menarik kesimpulan dari fakta yang didapat dilapangan.

3.8. Teknik Keabsahan Data

Sebelum melakukan teknik keabsahan data diperlukan pemeriksaan data terlebih dahulu agar data benar-benar lengkap. Teknik keabsahan data dilakukan untuk menguji data menganalisis keabsahan data, dilakukan dengan metode triangulasi data. Menurut Moleong (2007, 330) mengatakan bahwa triangulasi data adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu diluar data untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data tersebut.

1. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber atau lebih dari satu orang.

(13)

P a g e 13 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan 2. Triangulasi Waktu

Dalam mencari data yang kreadibilitas, waktu juga memberikan pengaruh. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dipagi hari pada saat narasumber masih segar, akan memberikan data yang valid sehingga lebih kredibel.

3. Triangulasi Data

Triangulasi ini bertujuan untuk menguji kreadibilitas data yang telah dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama namun menggunakan teknik yang berbeda.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Mekanisme Rekrutmen

Petunjuk pelaksanaan (Juklak) Partai

Golkar Nomor:

JUKLAK-13/DPP/Golkar/XI/2011 yaitu membahas tentang tata cara pemilihan umum kepala daerah dari partai Golkar. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan DPP Partai Golkar, maka dala proses rekrutmen mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan oleh Partai Golkar dalam proses ataupun tata cara pemilukada. Pertama, inventariasi nama-nama tokoh yang dianggap layak memimpin kota. Proses ini dilakukan oleh

DPD Partai Golkar Sanggau dan mengirimkannya kembali ke pusat.

Kedua, tahap survei dan seleksi. Proses ini dilakukan oleh DPP Partai Golkar Pusat sebagai langkah selanjutnya setelah menerima hasil inventarisasi dari DPD Partai Golkar. Nama-nama tokoh yang telah dipublikasi oleh DPD menjadi landasan DPP dalam menetapkan siapa yang dianggap layak sebagai calon kepala daerah dari partai Golkar.

Ketiga, penetapan bakal calon kepala daerah. Selanjutnya partai Golkar melaksanakan tahap penetapan calon, yang nantinya akan muncul calon yang secara resmi oleh partai Golkar. Proses ini merupakan tahap akhir dimana DPP partai Golkar akan memutuskan siapa pasangan calon yang akan menjadi calon yang mewakili partai Golkar pada pemilukada. Proses ini memiliki tiga tahapan penting yaitu tahap pemilihan dan penetapan calon terpilih, tahap penentuan pasangan calon dan tahap pengesahan pasangan calon.

2. Proses Rekrutmen

Banyak pertimbangan yang diambil oleh partai Golkar untuk menunjukan calon terbaik yang akan maju ke Pilkada Sanggau tahun 2018. Diadakannya tim seleksi agar dapat mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum melaksanakan penjaringan, penyaringan, penetapan yang

(14)

P a g e 14 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan dilakukan sehingga memperoleh hasil yang matang dan maksimal sesuai ketentuan dari kriteria untuk penetapan sehingga dalam proses rekrutmen tersebut dapat berjalan dengan baik dan kondusif. Untuk itu peran partai politik sangatlah vital dalam rekrutmen terhadap orang-orang yang memiliki kualitas dan kuantitas mereka ditunjukan dengan produktivitas kinerja mereka dalam melaksanakan fungsinya. Jadi apabila mereka mampu dalam menjalankan tugas dan fungsinya maka pemerintahan semakin optimal. Melakukan tahap seperti ini akan mejadi strategi yang baik dalam memperoleh suara dan sangat optimal, penilaian terhadap calon dengan memperhatikan prestasi para calon.

3. Penjaringan Bakal Calon

Berdasarkan hasil penjaringan, rekan jejak pengabdian bakal calon anggota dipartai dan masyarakat, penilaian berdasarkan bobot skoring, maka partai Golkar melakukan rapat pleno untuk menetapkan hasil penjaringan yang dilakukan pada calon yang telah lolos dan layak untuk direkrutkan sebagai calon dalam tahap selanjutnya. Bahwa yang harus menjadi tolak ukur dalam persiapan calon harus mampu dan bisa melakukan rekrutmen dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas seorang calon terutama yang

manjadi fokus perhatian dalam mempersiapkan keterwakilan tokoh yang diusung, sehingga partai Golkar harus membuktikan dan meninjolkan perannya, dikarenakan dalam partai politik peran keterwakilan juga sangat penting untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.

4. Penetapan Bakal Calon

Partai politik juga memainkan fungsi rekrutmen dalam mencari oeang-orang yang memiliki kapasitas yang layak untuk bisa memperjuangkan dan menyuarakan aspirasi masyarakat dipemerintahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dasar penilaian dilaksanakan melalui proses dengan tahap dan syarat-syarat yang telah ditentukan melalui pertimbangan-pertimbangan objektif rasional. Dimana setiap orang yang memenuhi syarat untuk mengisi jabatan politik yang dipilih oleh masyarakat mempunyai peluang yang sama dalam melakukan kompetisi.

E. PENUTUP 1. Kesimpulan

Rekrutmen politik fungsi yang menjadi penentu wajah partai dalam ruang publik. Siapa mereka, dari mana asalnya, apa ideologinya, bagaimana pengalaman politiknya, bagaimana kapasitas dan kemampuan politiknya akan menjadi petunjuk awal wajah politik partai diruang publik. Pada penelitian ini penulis

(15)

P a g e 15 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan melakukan penelitian pada salah satu partai politik yaitu Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sanggau. Penulis menemukan sebuah konsep bahwa komitmen dalam pelaksanaan mekanisme proses rekrutmen sudah tercantum dalam JUKNIS.

Dalam bagian ini penulis akan mencoba menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai bagaimana proses rekrutmen calon Bupati dan Wakil Bupati Sanggau tahun 2018 oleh Partai Golongan Karya Kabupaten Sanggau. Adapun yang dapat peneliti simpulkan dari pernyataan masalah diatas adalah sebagai berikut:

1. Rekrutmen Terbuka, Partai Goklar melakukan proses rekrutmen politik secara terbuka yang mana syarat dan prosedur untuk menampilkan seorang tokoh dapat diketahui secara luas, tingkat kompetisi politiknya sangat tinggi dan masyarakat akan mampu memilih pemimpin yang benar-benar mereka kehendaki. Mekanisme yang dilakukan dalam menyeleksi kandidat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yaitu melakukan penjaringan, penyaringan, dan penetapan bakal calon terpilih. Dalam pelaksanaan rekrutmen terbuka ini Partai Golkar Kabupaten Sanggau melakukan verifikasi terhadap bakal

calon dengan meneliti kebenaran dan keabsahan atas seluruh kelengkapan persyaratan calon tersebut, kemudian nama-nama hasil verifikasi selanjutnya diundang untuk melakukan uji kepatutan dan kelayakan.

Rekrutmen yang dilakukan oleh Partai Golkar Kabupaten Sanggau dilakukan secara terbuka bukan secara tertutup, hal ini dapat dilihat bahwa proses rekrutmen dari Partai Golkar dilakukan sampai kemedia atau diumumkan sampai ke media agar masyarakat yang ingin mencalonkan diri dapat melihat atau memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh partai. Persetujuan dari pemimpin pusat partai mejadi salah satu syarat utama dalam proses persayaratan pencalonan. Fungsi koordinasi ini diperlukan untuk memastikan pasangan calon yang dimintai persetujuan oleh pengurus partai politik ditingkat Kabupaten/Kota melalui Provinsi ke pemimpin pusat merupakan berisi informasi selengkap-lengkapnya yang diajukan oleh partai politik ditingkat daerah.

Syarat dan prosedur untuk menampilkan seorang tokoh dapat diketahui secara luas. Dalam hal ini partai politik berfungsi sebagai alat bagi elit politik yang berkualitas untuk mendapatkan dukungan masyarakat. cara

(16)

P a g e 16 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat dan menilai kemampuan elit politiknya. Dengan demikian cara ini sangat kompetitif. Jika dihubungkan dengan paham demokrasi, maka cara ini juga berfungsi sebagai sarana masyarakat mengontrol legitimasi politik para elit.

2. Rekrutmen Tertutup, berlawanan dengan sisten rekrutmen terbuka, dalam rekrutmen tertutup syarat dan prosedur pencalonannya tidak dapat secara bebas diketahui umum. Partai berkedudukan sebagai promotor elit yang berasal dari dalam tubuh partai itu sendiri. Cara ini menutup kemungkinan bagi anggota masyarakat untuk melihat dan menilai kemampuan elit yang ditampilkan. Dengan demikian hal ini kurang kompetitif. Hal ini menyebabkan demokrasi berfungsi sebagai sarana elit mempengaruhi legitimasinya. 2. Saran

Saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti menurut pembahasan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Rekrutmen Terbuka, untuk mekanisme rekrutmen bakal calon Bupati dan Wakil Bupati harus diterapkan sesuai dengan ketentuan dan prosedur petunjuk teknis sebagai pijakan dasar agar dapat menghasilkan orang-orang yang memiliki kualitas. Adapun harapan untuk Partai

Golkar Kabupaten Sanggau agar tetap mempertimbangkan, tetap berjalan stabil, tetap terkontrol, tetap membuka diri dalam menjalankan mekanisme rekrutmen secara terbuka. Dengan cara ini sangat kompetitif dan demokratis karena kepercayaan masyarakat terhadap seorang tokoh atau bakal calon mampu membawa aspirasi masyarakat.

2. Rekrutmen Tertutup, jika rekrutmen ini dilakukan secara tertutup otomatis kesempatan masyarakat untuk melihat dan menilai kemampuan calon sangat terbatas, hal ini dikarenakan masyarakat kurang mengenal siapa saja yang akan diusung oleh partai untuk maju yang dapat mewakili aspirasi yang masyarakat diinginkan.

F. DAFTAR PUSTAKA

Althoff, Philip dan Rush. 2011. Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Budiardjo, Mirriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Fadilah, Putra. 2003. Partai Politik Dan

Kebijakan Politik. Bandung: CV Pustaka Setia.

Fadillah, Putra. 2008. Partai Politik Dan Kebijakan Politik. Bandung: CV Pustaka Setia.

(17)

P a g e 17 Mariani Nini, E1051151045

Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan Firmanzah. 2011. Mengelola Partai Politik.

Jakarta: Pustaka Obar Indonesia. Gaffar, Afan. 1999. Politik Indonesia:

Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Halking. 2013. Sistem Politik Indonesia.

Universitas Negeri Medan Kantaprawira, Rusandi. 2004. Sistem

Politik Indonesia. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Labolo, Muhammad dan Tegur Ilham. 2015. Partai Politik Dan Sistem Pemilihan Umum di Indonesia Teori, Konsep, dan Isu Strategis. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Marsh, david dan Stroker Gerry. 2012.

Teori Dan Metode Dalam Ilmu Politik. Bandung: Nusa Media. Moleong, J Lexy. 2007. Metode Penelitan

Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rodakarya.

Moleong, J Lexy. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rodakarya.

Nurhasim, Moch. 2005. Konflik Antar Elit Dalam Pemilihan Kepala Daerah. Yogyakarta.

Pamungkas. 2011. Partai Politik, Teori & Praktik Di Indonesia. Yogyakarta: Perum Griya Saka Permai.

Prihatmoko, Joko J. 2005. Pemilihan Kepala Daerah Langsung. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rahman, Arifin. 2007. Sistem Politik

Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Reeve, Davis. 2013. Golkar Sejarah Yang Terlupakan. Jakarta: Penerbit Komunitas Bambu.

Ricklefs. 2004. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: Penerbit Serambi.

Slossa, Daniel.S. 2005. Mekanisme Persyaratan dan Tata Cara Pemilukada Secara Langsung. Yogyakarta: Media Presindo. Subakti, Ramlan. 2010. Memahami Ilmu

Politik. Jakarta: PT Grasindo. Sugiyono. 2010. Memahami Penelitian

Kualitatif. Bandung: Alfabet. Sugiyono. 2012. Memahami Metode

Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabet.

UNDANG-UNDANG

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011

Tentang Partai Politik. SKRIPSI

Setiawan, Ade. 2015. Pola Rekrutmen Calon Legislatif Partai Nasional Demokrat Pada Pemilu Legistatif 2014 Di Kota Pontianak. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak.

Dono, Novatus. 2016. Proses Rekrutmen Partai Demoktasi Indonesia Perjuangan Dalam Memilik Kader Politik Di Dewan Pemimpin Cabang Kabupaten Bengkayang. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam undang-undang tersebut telah diatur bahwa kebijakan desentralisasi fiskal meliputi alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai sumber pembiayaan penyelenggaraan

Apoptosis tidak hanya terjadi dalam mempertahankan stabilitas baik dalam jumlah dan besar sel pada jaringan yang berproliferasi seperti kulit, mukosa intestinal, dan sistem imun,

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) profil acara Mario Teguh Golden Ways; (2) sinopsis jalannya acara Mario Teguh Golden Ways; (3) cakupan

Unit analisis yang digunakan adalah komunikasi personal berupa persepsi dan motivasi, dinamika kelompok berupa peranan, kekompakan dan kepemimpinan dalam program

Peta Kompetensi Pembelajaran 1 Mengidentifikasi karakteristik kehidupan masyarakat masa praaksara di Indonesia Melalui aktivitas Menonton video/membaca artikel Memahami

Segala puji syukur penulis hanturkan atas rahmat dan hidayah yang telah Allah SWT limpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tesis ini yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman hubungan antar pribadi subjek penelitian yang berkaitan dengan proses pemeliharaan hubungan suami dan istri yang

stempel hanya berisikan nama dan SIP dokter. Dengan demikian banyak dokter yang tidak menuliskan paraf karena menganggap sudah cukup dengan adanya cap stampel.