• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N Nomor: 0091/Pdt.G/2017/PA.Pkl

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "P U T U S A N Nomor: 0091/Pdt.G/2017/PA.Pkl"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N ---

Nomor: 0091/Pdt.G/2017/PA.Pkl

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Agama Pekalongan yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama, dalam persidangan Majelis, telah menjatuhkan putusan atas perkara Cerai Gugat antara : --- PENGGUGAT, Tempat dan Tanggal lahir di Pekalongan ,10 Juli 1995, agama Islam, pekerjaan Mengurus Rumah Tangga Pendidikan SLTA, tempat tinggal di Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, selanjutnya disebut Penggugat ; ---

MELAWAN

TERGUGAT, Tempat dan Tanggal Lahir, Pekalongan, 12 April 1987, agama Islam, pekerjaan Wiraswasta, Pendidikan SD, Tempat tinggal di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, selanjutnya disebut Tergugat ; --- Pengadilan Agama tersebut ; --- Telah membaca dan mempelajari berkas perkaranya ; --- Telah mendengar Penggugat dan saksi-saksi di persidangan ; ---

TENTANG DUDUK PERKARANYA

Menimbang, bahwa Penggugat dalam surat gugatannya tertanggal 22 Februari 2017 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Pekalongan, Nomor : 0091/Pdt.G/2017/PA.Pkl, tanggal 23 Februari 2017 mengajukan hal-hal sebagai berikut : --- 1. Bahwa pada tanggal 25 Oktober 2015 Penggugat dengan Tergugat telah melangsungkan pernikahan yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Barat Kota

(2)

Pekalongan dan seusai pernikahan antara Penggugat dengan Tergugat, Tergugat telah mengucapkan sighat taklik talak sebagaimana tercantum dalam Kutipan Akta Nikah Nomor 0756 / 102 / X / 2015 tanggal 26 Oktober 2015 yang dikeluarkan oleh KUA Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan; --- 2. Bahwa setelah menikah Penggugat dan Tergugat bertempat Tinggal di Rumah Orang Tua Penggugat di Kelurahan Sapuro Kebulen Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan sampai bulan Desember 2015, Selama kurang lebih 02 Bulan , kemudian Penggugat dan Tergugat Pindah dan tinggal di rumah kontrakan di Kedungwuni Barat selama kurang lebih 6 bulan , selanjutnya pada bulan Juni 2016 Penggugat kembali kerumah orang tua Penggugat di Kelurahan Sapuro Kebulen Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan sedangkan Tergugat kembali kerumah orang tua Tergugat di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan sampai sekarang, ---- 3. Bahwa selama pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat telah hidup sebagaimana layaknya suami istri ,keduanya sudah melakukan hubungan Suami Istri( ba’da dukhul ) , Dan memiliki 1( satu ) orang anak perempuanya itu ; Nama , ANAK , Tempat dan Tanggal lahir , Pekalongan 02 November 2016 dan sekarang tinggal bersama Penggugat; --- 4. Bahwa semula keadaan rumah tangga Penggugat dan Tergugat dalam keadaan harmonis ,Namun sejak bulan Desember 2015 , Hubungan antara Penggugat dan Tergugat mulai tidak harmonis , sering timbul pertengkaran yang di sebabkan masalah hutang, pada saat akan menikah Tergugat meminjam uang kepada pemilik perusahaan dimana Penggugat bekerja melalui Penggugat untuk tambahan biaya nikah , dengan kesepakatan akan di kembalikan setelah pernikahan Penggugat dan Tergugat , namun setelah 2 bulan menikah , Tergugat mengingkari kesepakatan dan tidak mau melunasi hutangnya , Penggugat yang tiap hari bertemu dengan pimpinannya menjadi malu dan tidak enak hati , sehingga Penggugat selalu menasehati Tergugat agar melunasi

(3)

hutangnya , hal tersebut malah menimbulkan pertengkaran antara Tergugat dan Penggugat. Hingga akhirnya hutang tersebut dilunasi oleh Penggugat dengan uang tabungannya sendiri; --- 5. Bahwa puncaknya pada bulan Juni 2016, Penggugat ijin untuk menengok orang tua Penggugat di Kelurahan Sapuro Kebulen Kecamatan Pekalongan Barat dan diantar oleh Tergugat sendiri namun Tergugat tidak pernah menjemput Penggugat kembali, ketika dihubungi lewat telpon tak ada jawaban dari Tergugat. Penggugat dan keluarganya juga sudah berupaya untuk menghubungi Tergugat namun tak ada respon sama sekali dari Tergugat, hingga Penggugat melahirkan anak dari pernikahan Penggugat dan Tergugat pun, Tergugat tidak mendampingi atau menjemput sampai sekarang; --- 6. Bahwa Sejak Bulan Juni 2016 sampai sekarang Penggugat dan Tergugat sudah hidup terpisah selama kurang Lebih 08 Bulan , dan selama itu pula Tergugat tidak pernah menghubungi Penggugat, Pengugat juga sudah berupaya menghubungi Tergugat namun tidak ada respon dari Tergugat , Tergugat dan keluarganya juga tidak punya Inisiatif untuk memperbaiki keadaan Rumah Tangga Penggugat dan Tergugat dan Tergugat terbukti telah membiarkan dan tidak memperdulikan Penggugat ; --- 7. Bahwa atas sikap Tergugat tersebut Penggugat menderita lahir batin dan Penggugat tidak Ridho dan tidak berkeinginan lagi untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Tergugat; --- 8. Bahwa dengan kejadian tersebut rumah tangga antara Penggugat dengan Tergugat sudah tidak dapat dibina dengan baik sehingga tujuan perkawinan untuk membentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah sudah sulit dipertahankan lagi; dan karenanya agar masing-masing pihak tidak melanggar norma hukum dan norma agama maka perceraian merupakan alternative terakhir bagi Penggugat untuk menyelesaikan permasalahan Penggugat dengan Tergugat; --- 9. Bahwa Penggugat bersedia membayar biaya perkara sesuai dengan ketentuan yang berlaku; ---

(4)

Berdasarkan alasan/dalil-dalil diatas, Penggugat mohon agar KetuaPengadilan Agama Kota Pekalongan segera memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi : --- Pimer:

1. Mengabulkan gugatan Penggugat; --- 2. Menceraikan perkawinan Penggugat (PENGGUGAT) danTergugat (TERGUGAT) ; --- 3. Membebankan biaya yang timbul dari perkara ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; --- Subsider:

- Dan atau jika pengadilan berpendapat lain, mohon putusan seadil- adilnya. ---

Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah ditetapkan, Penggugat hadir menghadap sendiri di persidangan, sedangkan Tergugat tidak hadir menghadap di persidangan dan tidak menyuruh orang lain menghadap sebagai wakilnya, meskipun ia telah dipanggil secara sah dan patut, lagi pula tidak ternyata bahwa ketidak-hadirannya itu disebabkan oleh suatu halangan yang sah ; --- Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat tidak pernah hadir di persidangan, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa perkara ini tidak perlu dilakukan Mediasi ; --- Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah berusaha mendamaikan pihak berperkara dengan cara menasihati Penggugat agar tetap mempertahankan rumah tangganya dan rukun kembali sebagai suami isteri bersama Tergugat, namun usaha tersebut tidak berhasil; lalu dibacakan surat gugatan Penggugat tersebut yang isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat ;--- Menimbang, bahwa untuk meneguhkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti surat berupa : --- 1. Foto Copy Surat Keterangan Penduduk atas nama Penggugat Nomor : 3375/SKT/20170110/00030 tanggal 10 Januari 2017 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan (tertanda P.1) ; ---

(5)

2. Foto copy Kutipan Akta Nikah Nomor : 0756/102/X/2015 Tanggal 26 Oktober 2015 yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan (tertanda P.2) ; --- Menimbang, bahwa selain bukti surat tersebut di atas, Penggugat juga telah mengajukan saksi-saksi yang memberikan keterangan di bawah sumpah pada pokoknya sebagai berikut : --- 1. Saksi Pertama : SAKSI I : --- - Bahwa saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat karena saksi adalah bibi Penggugat ; --- - Bahwa Penggugat dan Tergugat adalah suami isteri yang menikah pada bulan Nopember 2015, kemudian berumah tangga dan telah dikaruniai se orang anak ; --- - Bahwa pada mulanya rumah tangga tersebut tampak rukun, mulanya

tinggal bersama di rumah orang tua Penggugat selama 3 bulan, kemudian terjadi perselisihan karena hutang Tergugat untuk menambah biaya pernikahan sampai saat itu belum terbayar, yang akhirnya Tergugat kembali ke orang tuanya berpisah dengan Penggugat sampai sekarang selama 7 bulan dan tidak pernah kembali kepada Penggugat ;

- Bahwa selama itu Tergugat telah membiarkan atau tidak mempedulikan Penggugat dan tidak pernah memberi nafkah kepada Penggugat ; --- 2. Saksi Kedua : SAKSI II : --- - Bahwa saksi kenal dengan Penggugat dan Tergugat karena saksi adalah paman Penggugat ; --- - Bahwa Penggugat dan Tergugat sudah menikah pada tahun 2015, namun saksi lupa baik bulan maupun tanggalnya ; --- - Bahwa setelah menikah Penggugat dan Tergugat tinggal bersama

membina rumah tangga di rumah orang tua Penggugat, dan telah dikaruniai seorang ; --- - Bahwa pada mulanya rumah tangga Penggugat dan Tergugat tampak

harmonis, namun kemudian setelah berjalan 3 bulan saksi sering mendengar terjadi cekcok antara Penggugat dan Tergugat, yang akhirnya Penggugat dan Tergugat pisah tempat tinggal, Tergugat telah

(6)

meninggalkan Penggugat pulang ke rumah orang tua sampai sekarang selama 7 bulan ; --- - Bahwa selama pisah, Tergugat telah membiarkan atau tidak mempedulikan Penggugat dan tidak pernah memberi nafkah kepada Penggugat ; --- Menimbang, bahwa bukti-bukti tersebut telah dibenarkan oleh Penggugat ; --- Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat menyatakan tidak akan mengajukan tanggapan apapun dan akhirnya mohon putusan ; --- Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini, maka ditunjuk hal-hal sebagaimana tercantum dalam berita acara persidangan dan harus dianggap telah termuat dalam pertimbangan Majelis secara keseluruhan ;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah seperti telah diuraikan di atas ; --- Menimbang, bahwa Tergugat tidak pernah hadir di persidangan dan tidak pula menyuruh orang lain menghadap sebagai wakilnya, meskipun ia telah dipanggil secara sah dan patut, maka Tergugat harus dinyatakan dalam keadaan tidak hadir, karenanya putusan atas perkara ini dapat dijatuhkan secara verstek ; --- Menimbang, bahwa Tergugat tidak pernah hadir dimuka sidang tanpa alasan yang jelas, sehingga perkara ini tidak perlu dilakukan Mediasi ; --- Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah berusaha mendamaikan pihak berperkara, namun tidak berhasil ; --- Menimbang, bahwa dari posita gugatan telah menunjukkan bahwa perkara ini termasuk sengketa di bidang perkawinan, dan ternyata Penggugat berdomisili di wilayah hukum Pengadilan Agama Pekalongan, maka berdasarkan ketentuan Pasal 49 ayat (1) huruf a dan Pasal 73 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 3 Tahun 2006 dan UU Nomor 50 Tahun 2009, Pengadilan Agama Pekalongan berwenang untuk memeriksa, memutus, dan menyelesaikan gugatan Penggugat ; ---

(7)

Menimbang, bahwa Penggugat mendalilkan, rumah tangganya sejak bulan Desember 20-15 tidak harmonis karena sering terjadi pertengkaran lantaran hutang Tergugat kepada pemilik perusahaan yang digunakan Tergugat sebagai tambahan biaya pelaksanaan nikah belum dibayarkan, sehingga Penggugat merasa malu dengan pimpinan perusahaan dan pada akhirnya Penggugatlah yang melunasi hutang tersebut, sedangkan Tergugat sejak bulan Juni 2016 kembali ke orang tua dengan alasan mau menengok orang tua, tetap[i sejak saat itu Tergugat tidak mau kembali lagi kepada Penggugat dan pisah tempat tinggal sampai sekarang selama hampir 8 bulan, dimana Tergugat telah meninggalkan Penggugat, membiarkan dan tidak memberi nafkah dan sebagainya kepada Penggugat ;---

Menimbang, bahwa untuk meneguhkan kebenaran dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti surat tertanda P.1, P.2 dan saksi-saksi ; --- Menimbang, bahwa bukti surat tersebut berupa Fotokopi Kartu Tanda Penduduk atas nama Penggugat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan dan telah dibubuhi meterai cukup, maka bukti-bukti surat tersebut telah memenuhi syarat formal sebagai alat bukti ; --- Menimbang, bahwa berdasarkan bukti surat tertanda P.1 tersebut maka terbukti Penggugat berdomisili di Kelurahan sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, oleh karena itu gugatan Penggugat secara formal dapat diterima Pengadilan Agama Pekalongan ; --- Menimbang, bahwa berdasarkan bukti surat tertanda P.2 berupa Fotocopy Kutipan Akta Nikah Nomor : 0756/102/X/2015 Tanggal 26 Oktober 2015 yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, maka terbukti antara Penggugat dan Tergugat telah terikat dalam perkawinan yang sah dan perkawinannya dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, oleh karena itu gugatan Penggugat terhadap Tergugat memiliki dasar hukum yang sah ;--- Menimbang, bahwa saksi-saksi yang diajukan di persidangan telah bersumpah menurut tatacara agamanya dan keterangannya mengenai apa

(8)

yang dialaminya sendiri serta saling bersesuaian satu sama lain, maka kesaksian tersebut sah dan memenuhi syarat sebagai alat bukti ; --- Menimbang, bahwa saksi Erina Retnowati binti Ahmad Rosul dan Ahmad Khusaini bin kamalun tersebut telah memberikan keterangan yang pada pokoknya menguatkan dalil-dalil gugatan Penggugat sebagaimana tersebut di atas ; --- Menimbang, bahwa berdasarkan dalil-dalil Penggugat dihubungkan dengan keterangan saksi-saksi tersebut di atas, maka Majelis telah menemukan fakta di persidangan yang pada pokoknya bahwa Tergugat telah telah meninggalkan Penggugat, membiarkan dan tidak memberi nafkah wajib dan sebagainya kepada Penggugat selama hampir 3 tahun lamanya berturut- turut ; ---

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta tersebut di atas, Majelis berkesimpulan bahwa Tergugat telah melanggar taklik talak angka 2 dan 4 yang telah diucapkannya sesudah akad nikah ; --- Menimbang, bahwa dengan demikian telah terdapat alasan untuk bercerai sebagaimana dimaksud Pasal 116 huruf “g” Kompilasi Hukum Islam ; -- Menimbang, bahwa Majelis sependapat dengan Ahli Fiqih yang selanjutnya diambil alih menjadi pendapat Majelis seperti tercantum dalam Kitab Syarkowi alat Tahrir Juz II halaman 302 berbunyi: ---

ﻅﻔﻠﻟﺍ ﻰﺿﺗﻘﻣـﺑ ﻼﻣﻋ ﺎﻫﺩﻭﺟﻭﺑ ﻊﻗﻭ ﺔﻔﺻﺑ ﺎﻗﻼﻁ ﻖﻠﻋ ﻥﻣ

Artinya: Barangsiapa yang menggantungkan talak dengan suatu sifat, maka jatuhlah talak itu dengan terwujudnya sifat tersebut ; --- Menimbang, bahwa berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka gugatan Penggugat agar diceraikan dari Tergugat cukup beralasan dan tidak melawan hukum, oleh karena itu harus dikabulkan dengan kewajiban Penggugat membayar uang iwadl sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) ; --- Menimbang, bahwa Penggugat telah membayar uang iwadl sebesar Rp.

10.000,- (sepuluh ribu rupiah) ; --- Menimbang, bahwa sesuai ketentuan Pasal 84 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana telah diubah dengan UU

(9)

Nomor 3 Tahun 2006 dan UU Nomor 50 Tahun 2009, Majelis Hakim secara ex officio memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Agama Pekalongan untuk mengirimkan satu helai salinan putusan ini yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, yang selengkapnya perintah tersebut tercantum dalam amar putusan di bawah ini ; --- Menimbang, bahwa Cerai Gugat termasuk perkara bidang perkawinan, maka sesuai ketentuan Pasal 89 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 3 Tahun 2006 dan UU Nomor 50 Tahun 2009, biaya perkara dibebankan kepada Penggugat ; - Mengingat, segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Hukum syar'i yang bersangkutan dengan perkara ini ; ---

M E N G A D I L I

1. Menyatakan, Tergugat telah dipanggil dengan patut untuk menghadap di persidangan, tidak hadir ; --- 2. Mengabulkan gugatan Penggugat dengan verstek; --- 3. Menetapkan jatuh talak satu khul`i Tergugat (TERGUGAT) terhadap Penggugat (PENGGUGAT) dengan iwadh sebesar Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah); --- 4. Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Agama Pekalongan untuk mengirimkan salinan putusan ini kepada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dan Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan untuk dicatat dalam daftar yang disediakan untuk itu ; --- 5. Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp.341.000,- (tiga ratus empat puluh satu ribu rupiah) ; ---

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Agama Pekalongan pada hari Senin tanggal 26 April 2017 Masehi bertepatan dengan tanggal 29 Rajab 1438 Hijriyah, oleh kami Drs. H. Choirul Anwar, SH., MH sebagai Ketua Majelis, Drs. H. Mukhlas, Sh., M.H. dan Hj.

Nurjanah, S.Ag., M.H.I., masing-masing sebagai Hakim Anggota, dan pada hari

(10)

itu juga diucapkan oleh Ketua Majelis dalam sidang terbuka untuk umum dengan didampingi Dra. Hj. Ruf’atun sebagai Panitera Pengganti serta dihadiri oleh Penggugat tanpa hadirnya Tergugat ; ---

Ketua Majelis

Drs. H. Choirul Anwar, SH., MH

Hakim Anggota Hakim Anggota

Drs. H. Syamsul Falah, M.H. Hj. Nurjanah, S.Ag., M.H.I

Panitera Pengganti,

Dra. Hj. Ruf’atun

Rincian Biaya Perkara :

1. Biaya pendaftaran : Rp. 30.000,- 2. Biaya Administrasi

Penyelesaian Perkara

: Rp. 50.000,-

3. Biaya panggilan : Rp.250.000,- 4. Redaksi putusan : Rp. 5.000,- 5. Meterai : Rp. 6.000,-

(11)

_______________

Jumlah : Rp. 341.000,- (tiga ratus empat puluh satu ribu rupiah);

Referensi

Dokumen terkait

Menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “ PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui permainan bola dengan metode praktik langsung dapat meningkatkan motorik kasar anak pada Kelompok B TK Amanah

Hasil dari penelitian ini adalah (1) Minat pemuda Desa Pagelaran terhadap bekerja di bidang pertanian masih tergolong rendah (2) Terdapat hubungan yang signifikan pada

Hasil dari tugas akhir ini adalah gambaran aktifitas pada proses pengkajian makalah yang diwujudkan dalam suatu aplikasi berbasis proses.. Dengan tujuan

Laporan penelitian yang berjudul “Audit Sistem Informasi Knowlegde Management Divisi SIS TEK FO Pada PT INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia) Menggunakan COBIT

Sutrisno Hadi, Metode Research II, Yogyakarta: Andi Offset, 2002, hlm. Moloeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000, hlm.. 14 Metode ini

sepupunya, sedangkan pada kelompok tani Tranggulasi aspek Bonding Social Capital tidak terlihat. 2) Aspek Bridging Social Capital pada pihak SOM dan kelompok

Pengaruh kecepatan udara pembakaran terhadap pembakaran untuk kondisi aliran udara turbulen dengan bilangan Reynold diatas 3500 relatif lebih kecil dibanding pada