• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN EMERGENCY RESPONSE PLAN PADA GEDUNG PERKANTORAN DAN PERDAGANGAN PROYEK PT. TATA. Oleh: Inggi Irawan ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENERAPAN EMERGENCY RESPONSE PLAN PADA GEDUNG PERKANTORAN DAN PERDAGANGAN PROYEK PT. TATA. Oleh: Inggi Irawan ( )"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN EMERGENCY PENERAPAN EMERGENCY

RESPONSE PLAN PADA RESPONSE PLAN PADA

GEDUNG PERKANTORAN DAN GEDUNG PERKANTORAN DAN

PERDAGANGAN PROYEK PERDAGANGAN PROYEK

PT. TATA PT. TATA

Oleh Oleh : : Inggi

Inggi Irawan Irawan

(6505 040 011)

(6505 040 011)

(2)

Latar Belakang Latar Belakang



 TATA adalah suatu perusahaan yang bertindak di bidang konstruksi. TATA adalah suatu perusahaan yang bertindak di bidang konstruksi. Salah satu proyek TATA pada tahun 2009 yakni

Salah satu proyek TATA pada tahun 2009 yakni build up build up gedung gedung perkantoran dan perdagangan yang terletak di kawasan Surabaya Ti

perkantoran dan perdagangan yang terletak di kawasan Surabaya Timur, mur, tepatnya di Jalan Kertajaya Indah Timur nomor 18. Bangunan ini tepatnya di Jalan Kertajaya Indah Timur nomor 18. Bangunan ini dibangun diatas lahan seluas 5300 m2 yang nantinya memiliki

dibangun diatas lahan seluas 5300 m2 yang nantinya memiliki 17 17 lantailantai yang

yang terdiri dari terdiri dari basementbasement yang berfungsi sebagai area parkir dan yang berfungsi sebagai area parkir dan utility, utility, ground floor

ground floor, 5 lantai parkir, 8 lantai perkantoran, ruang mesin dan lantai , 5 lantai parkir, 8 lantai perkantoran, ruang mesin dan lantai paling atas untuk landasan helipad

paling atas untuk landasan helipad.. Mengingat bangunan yang mempunyai Mengingat bangunan yang mempunyai 17 lantai

17 lantai iniini berfungsi sebagai area perkantoran dengan jumlah orang yang berfungsi sebagai area perkantoran dengan jumlah orang yang cukup banyak dapat dikategorikan memiliki potensi bahaya kebakar cukup banyak dapat dikategorikan memiliki potensi bahaya kebakaran an berat. Tingkat probabilitas terjadinya kebakaran yang cukup ting

berat. Tingkat probabilitas terjadinya kebakaran yang cukup tinggi dapat gi dapat memakan korban jiwa. Dengan akti

memakan korban jiwa. Dengan aktivvitas perkantoran yang tinggi dan itas perkantoran yang tinggi dan adanya banyak orang yang tidak mengetahui arah keluar dari bangu

adanya banyak orang yang tidak mengetahui arah keluar dari bangunan nan tersebut

tersebut dapat menyebabkan proses evakuasi terhadap keadaan darurat dapat menyebabkan proses evakuasi terhadap keadaan darurat menjadi sulit. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan pera

menjadi sulit. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan perancangan ncangan emergency response plan

emergency response plan yangyang berupa sarana escapeberupa sarana escape..

(3)

Tujuan Tujuan



Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:



Melakukan Melakukan perancangan perancangan fasilitas fasilitas escape escape berupa: berupa:



 Exit routeExit route



 Tangga daruratTangga darurat

 Exit signExit sign

 Pintu daruratPintu darurat

 Assembly areaAssembly area



Melakukan Melakukan perancangan perancangan standart standart operating procedure operating procedure (SOP) fire emergency response.

(SOP) fire emergency response.



Menentukan Menentukan assembly area. assembly area.

(4)

Manfaat Penelitian Manfaat Penelitian



Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan Tugas Akhir ini antara lain:

Tugas Akhir ini antara lain:



Hasil perancangan fasilitas Hasil perancangan fasilitas escape escape dapat digunakan sebagai dapat digunakan sebagai upaya menyelamatkan diri pada saat terjadi kebakaran.

upaya menyelamatkan diri pada saat terjadi kebakaran.



Menjadikan Menjadikan hasil hasil perancangan perancangan standart standart operating operating procedure (SOP)

procedure (SOP) pelaksanaan pelaksanaan fire emergency response fire emergency response sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi

kebakaran.

kebakaran.



Penentuan Penentuan assembly area assembly area digunakan untuk mengetahui digunakan untuk mengetahui tempat berkumpul yang aman.

tempat berkumpul yang aman.



Sebagai pertimbangan perusahaan untuk menerapkan Sebagai pertimbangan perusahaan untuk menerapkan fire fire emergency response plan.

emergency response plan.

(5)

Batasan Penelitian Batasan Penelitian



Batasan masalah dalam pengerjaan Tugas Akhir ini antara Batasan masalah dalam pengerjaan Tugas Akhir ini antara lain:

lain:

 Penelitian hanya dilakukan pada gedung perkantoran dan perdagangan Penelitian hanya dilakukan pada gedung perkantoran dan perdagangan proyek PT. TATA di Surabaya Timur.

proyek PT. TATA di Surabaya Timur.

 Difokuskan pada perancangan fasilitas escapeDifokuskan pada perancangan fasilitas escape kebakaran yang berupa: kebakaran yang berupa:

 Exit routeExit route



 Tangga daruratTangga darurat

 Exit signExit sign

 Pintu daruratPintu darurat

 Assembly areaAssembly area

 Standart Operating Procedure (SOP)Standart Operating Procedure (SOP)

 Perancangan fasilitas Perancangan fasilitas escapeescape tidak mencakup perkiraan biaya dan jenis tidak mencakup perkiraan biaya dan jenis bahan yang dipakai.

bahan yang dipakai.

(6)



Diagram Diagram Alir Alir

Studi Literatur:

- Emergency Response Plan

- NFPA 101 edisi th. 2000 dan SFPE 3rdedition 2002

Perancangan ERP:

- Pintu darurat - Exit sign

- Tangga darurat - Prosedur tanggap darurat - Exit route - Assembly area

Kesimpulan dan Saran

Studi Lapangan:

- Layout Bangunan

Pengumpulan Data : - Layout Bangunan - Data Arah Angin

MULAI

SELESAI

(7)

Perhitungan

Perhitungan Luas Luas Bangunan Bangunan



Berikut ini merupakan contoh perhitungan luas bangunan pada Berikut ini merupakan contoh perhitungan luas bangunan pada lantai 1

lantai 1 : : Diketahui:

Diketahui:

Luas Temporary (LT)

Luas Temporary (LT) = 1082 m = 1082 m

22

Luas Permanent (LP)

Luas Permanent (LP) Tangga Tangga = 10 m = 10 m

22

Balkon

Balkon = 84,96 m = 84,96 m

22

Toilet

Toilet = = 13 m 13 m

22

+ + Total

Total = 107,96 m = 107,96 m

22

Luas Bangunan

Luas Bangunan = LT = LT – – LP LP

= 1082 m

= 1082 m

22

– – 107,96 m 107,96 m

22

= 974,04 m

= 974,04 m

22

Jadi, luas bangunan pada lantai 1 adalah 974,04 m

Jadi, luas bangunan pada lantai 1 adalah 974,04 m

22

(8)

Hasil

Hasil Perhitungan Luas Perhitungan Luas Bangunan Bangunan Tiap Tiap Lantai: Lantai :

971,92 12

983,92 Lantai ATAP

942,08 41,84

983,92 Lantai LMR

1034,76 237,24

1272 Lantai 9

1034,76 237,24

1272 Lantai 8

842 23

865 Lantai 7

842 23

865 Lantai 6

842 23

865 Lantai 5

842 23

865 Lantai 3

842 23

865 Lantai 2

974,04 107,96

1082 Lantai 1

964,72 19,2

983,92 Lantai P6

964,72 19,2

983,92 Lantai P5

964,72 19,2

983,92 Lantai P3

964,72 19,2

983,92 Lantai P2

966,32 17,6

983,92 Lantai P1

1810,6 37,4

1848 Basement

1817,8 30,2

1848 Groundfloor

Luas Bangunan (m2) Luas Permanent

(m2) Luas Temporary

(m2) Lokasi

(9)

Perhitungan

Perhitungan Jumlah Jumlah Orang Orang



Setelah diketahui luas bangunan dan ditetapkan Setelah diketahui luas bangunan dan ditetapkan density factor density factor pada gedung sebesar 9,3 (NFPA 101 Tahun 2000), maka dapat pada gedung sebesar 9,3 (NFPA 101 Tahun 2000), maka dapat ditentukan jumlah orang dengan perhitungan

ditentukan jumlah orang dengan perhitungan: :

tor DensityFac

an

LuasBangun

N =

(10)

Hasil

Hasil Perhitungan Jumlah Perhitungan Jumlah Orang Orang Tiap Tiap Lantai: Lantai :

105 9,3

971,92 Lantai ATAP

101 9,3

942,08 Lantai LMR

111 9,3

1034,76 Lantai 9

111 9,3

1034,76 Lantai 8

91 9,3

842 Lantai 7

91 9,3

842 Lantai 6

91 9,3

842 Lantai 5

91 9,3

842 Lantai 3

91 9,3

842 Lantai 2

105 9,3

974,04 Lantai 1

103 9,3

964,72 Lantai P6

103 9,3

964,72 Lantai P5

103 9,3

964,72 Lantai P3

103 9,3

964,72 Lantai P2

104 9,3

966,32 Lantai P1

194 9,3

1810,6 Basement

195 9,3

1817,8 Groundfloor

Jumlah Orang (N) Density Factor

(m2 / org) Luas Bangunan

(m2) Lokasi

(11)

Perancangan Pintu Darurat (

Perancangan Pintu Darurat ( Exit Exit ) )

 Kebutuhan Kebutuhan exit exit untuk tiap lantai ini dipengaruhi oleh waktu untuk tiap lantai ini dipengaruhi oleh waktu escapeescape dan dan banyaknya lebar tempat keluar (LTK). Banyaknya lebar tempat kelu banyaknya lebar tempat keluar (LTK). Banyaknya lebar tempat keluar ar (LTK) dapat diketahui dengan persamaan

(LTK) dapat diketahui dengan persamaan::

Dimana Dimana::

N : Jumlah orang N : Jumlah orang

T : Waktu dalam menit T : Waktu dalam menit

U : Banyaknya LTK yang dibutuhkan U : Banyaknya LTK yang dibutuhkan



 Sedangkan untuk mengetahui jumlah Sedangkan untuk mengetahui jumlah exitexit dapat digunakan persamaan:dapat digunakan persamaan:

Dimana Dimana::

E : Banyaknya tempat keluar atau tangga E : Banyaknya tempat keluar atau tangga U : Banyaknya LTK yang dibutuhkan U : Banyaknya LTK yang dibutuhkan

xT U N

= 40

4 + 1

= U

E

(12)



Berikut Berikut ini ini contoh contoh perhitungan perhitungan kebutuhan kebutuhan exit pada exit pada lantai lantai 1: 1:

Diketahui : Diketahui :

Jumlah orang (N)

Jumlah orang (N) = 105 orang = 105 orang Waktu

Waktu escape escape (T) (T) = 3 menit = 3 menit

LTK (U)

LTK (U) = = = = = 0,87 = 0,87 ≈ ≈ 1 1

Jumlah

Jumlah exit exit (E) (E) = = = = = 1,25 = 1,25 ≈ ≈ 1 1

xT U N

= 40

3 40

105 U = x

4 + 1

= U

E 1

4 1 +

=

E

(13)

Hasil

Hasil Perhitungan Perhitungan Kebutuhan Kebutuhan Exit Exit Tiap Tiap Lantai: Lantai :

1 1

3 menit 105

Lantai ATAP

1 1

3 menit 101

Lantai LMR

1 1

3 menit 111

Lantai 9

1 1

3 menit 111

Lantai 8

1 1

3 menit 91

Lantai 7

1 1

3 menit 91

Lantai 6

1 1

3 menit 91

Lantai 5

1 1

3 menit 91

Lantai 3

1 1

3 menit 91

Lantai 2

1 1

3 menit 105

Lantai 1

1 1

3 menit 103

Lantai P6

1 1

3 menit 103

Lantai P5

1 1

3 menit 103

Lantai P3

1 1

3 menit 103

Lantai P2

1 1

3 menit 104

Lantai P1

2 2

3 menit 194

Basement

2 2

3 menit 195

Groundfloor

Jumlah Exit E=(U/4)+1 LTK

U=N/(40xT) Waktu

Escape (T) Jumlah

Orang (N) Lokasi

(14)

Dimensi

Dimensi Pintu Darurat ( Pintu Darurat ( Exit Exit ) )



 Perhitungan dimensi pintu darurat meliputi perhitungan lebar danPerhitungan dimensi pintu darurat meliputi perhitungan lebar dan tinggi tinggi pintu darurat. Tinggi pintu darurat disesuaikan dengan keti

pintu darurat. Tinggi pintu darurat disesuaikan dengan ketinggian pintu nggian pintu darurat yang telah ada dalam bangunan gedung. Dari perhitungan

darurat yang telah ada dalam bangunan gedung. Dari perhitungan unit unit LTK dapat diketahui lebar tiap unit

LTK dapat diketahui lebar tiap unit exit, dengan cara membagi LTK exit, dengan cara membagi LTK dengan jumlah

dengan jumlah exit. Ketentuan tiap satuan unit exit. Ketentuan tiap satuan unit exitexit ditetapkan sebagai ditetapkan sebagai berikut:

berikut:

 Satu unit exitSatu unit exit : 21: 21

 Dua unit exitDua unit exit : 21: 21+ 21”+ 21 = 1.050 mm= 1.050 mm

 Tiga unit Tiga unit exitexit : 21: 21+ 21+ 21 + 18+ 18 = 1.500 mm= 1.500 mm



 Empat unit exitEmpat unit exit : 21: 21+ 21”+ 21 + 18”+ 18 + 18”+ 18 = 1.950 mm= 1.950 mm



 Lebar unit exitLebar unit exit 21”21 adalah 525 mmadalah 525 mm

(15)

Hasil

Hasil Perhitungan Perhitungan Dimensi Dimensi Pintu Darurat (Exit Pintu Darurat ( Exit) ) Tiap Tiap Lantai: Lantai :

2 1 exit lebar 0,525 m

Lantai 1 ATAP

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai LMR

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 9

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 8

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 7

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 6

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 5

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 3

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 2

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 1

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P6

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P5

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P3

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P2

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P1

2 2 exit lebar 1,05 m

2 Basement

2 2 exit lebar 1,05 m

2 Groundfloor

Tinggi Exit (m) Lebar Exit

Jumlah Lokasi Exit

(16)

Perancangan Tangga Darurat Perancangan Tangga Darurat



 UntukUntuk perancanganperancangan tangga darurat, tangga darurat, perluperlu mempertimbangkan jumlah mempertimbangkan jumlah orang (N) yang dapat terakomodasi, lebar tangga darurat dan

orang (N) yang dapat terakomodasi, lebar tangga darurat dan jumlah jumlah lantai. Perhitungan ini dilakukan sesuai dengan persamaan

lantai. Perhitungan ini dilakukan sesuai dengan persamaan berikut:berikut: P = 200w + 50 ( w

P = 200w + 50 ( w –– 0.3 ) ( n –0.3 ) ( n – 1)1) Dimana

Dimana: : P = Jumlah orang yang direkomendasikanP = Jumlah orang yang direkomendasikan w = Lebar tangga dalam meter

w = Lebar tangga dalam meter n = Jumlah lantai bangunan n = Jumlah lantai bangunan

(17)

Berikut ini merupakan contoh perhitungan lebar minimum Berikut ini merupakan contoh perhitungan lebar minimum

tangga yang diperlukan untuk menghindari penumpukan tangga yang diperlukan untuk menghindari penumpukan

penghuni pada lantai atap dan lantai LMR penghuni pada lantai atap dan lantai LMR. .

 Lantai ATAPLantai ATAP

Untuk P = 105, n = 17 Untuk P = 105, n = 17

PPatap = 200 w= 200 watap + [50 (w+ [50 (watap-0,3)] (n-0,3)] (n--1)1) 105105 = 200 w= 200 watap + [50 (w+ [50 (watap--0,3)] (170,3)] (17--1)1) 105105 = 200 w= 200 watap + [50 w+ [50 watap 15] (16)15] (16) 105105 = 200 w= 200 watap +800 w+800 watap --240240

345345 = 1000 w= 1000 watapatap wwatap = 0,4 m= 0,4 m

 Lantai LMRLantai LMR

Untuk P = 101, n = 16 Untuk P = 101, n = 16

PPlmrlmr + P+ Patap = 200 w= 200 wlmrlmr + [50 (w+ [50 (wlmrlmr-0,3)] (n-0,3)] (n--1)1) 101 + 105

101 + 105 = 200 = 200 wwlmrlmr + [50 (w+ [50 (wlmrlmr-0,3)] (16-0,3)] (16-1)-1) 206206 = 200 w= 200 wlmrlmr+ [50 w+ [50 wlmrlmr 15] (15)15] (15) 206206 = 200 w= 200 wlmrlmr +750 w+750 wlmrlmr --225225 431431 = 950 w= 950 wlmrlmr

wwlmrlmr = 0,45 m= 0,45 m

(18)

Hasil

Hasil Perhitungan Perhitungan Lebar Lebar Tangga Tangga Darurat Darurat Tiap Tiap Lantai: Lantai :

0,4 Lantai ATAP

0,45 Lantai LMR

0,6 Lantai 9

0,73 Lantai 8

0,87 Lantai 7

1,03 Lantai 6

1,2 Lantai 5

1,4 Lantai 3

1,6 Lantai 2

2 Lantai 1

2,3 Lantai P6

2,8 Lantai P5

3,3 Lantai P3

4 Lantai P2

5 Lantai P1

6,8 Basement

9 Groundfloor

Lebar tangga (m) Lokasi

(19)

Dimensi Tangga Darurat Dimensi Tangga Darurat

 Dimensi tangga darurat ditentukan dari perhitungan diatas dan berdasarkan Dimensi tangga darurat ditentukan dari perhitungan diatas dan berdasarkan ketentuan SNI 03

ketentuan SNI 03--17461746--2000.2000.

 TabelTabel dimensidimensi tanggatangga daruratdarurat

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 Basement 2

- -

- -

- -

Groundfloor

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai ATAP

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai LMR

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai 9

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai 8

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai 7

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai 5

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai 3

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai 2

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai 1

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai P6

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai P5

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai P3

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai P2

0,19 3,7

0,55 0,96

0,55 2

Lantai P1

Tinggi Anak Tangga (m) Tinggi Antar

Bordes (m) Lebar Bordes

(m) Tinggi Rel

Pegangan Lebar (m)

Jumlah Tangga Darurat Lokasi

(20)

Perancangan

Perancangan Exit Route Exit Route



Penentuan jumlah Penentuan jumlah exit route exit route ditentukan sesuai dengan jumlah ditentukan sesuai dengan jumlah pintu keluar pada setiap lantai. Hal ini, dimaksudkan agar jarak pintu keluar pada setiap lantai. Hal ini, dimaksudkan agar jarak yang dilalui orang ketika menuju pintu darurat (

yang dilalui orang ketika menuju pintu darurat (exit exit) tidak ) tidak terjadi penumpukan pada satu titik

terjadi penumpukan pada satu titik exit exit saja. Sesuai dengan saja. Sesuai dengan persyaratan OSHA 1910.36, 2002 mensyaratkan jumlah persyaratan OSHA 1910.36, 2002 mensyaratkan jumlah minimal

minimal exit route exit route sebanyak dua buah. Sehingga jumlah sebanyak dua buah. Sehingga jumlah exit exit route

route yang direncanakan pada setiap lantai sebanyak 2 buah. yang direncanakan pada setiap lantai sebanyak 2 buah.



Exit route Exit route yang telah ditentukan diatas diaplikasikan dengan yang telah ditentukan diatas diaplikasikan dengan pewarnaan tiap lantai bangunan, sehingga penghuni dapat pewarnaan tiap lantai bangunan, sehingga penghuni dapat dengan mudah menentukan

dengan mudah menentukan exit route exit route untuk selanjutnya keluar untuk selanjutnya keluar melalui exit yang tersedia.

melalui exit yang tersedia. Warna Warna yang yang digunakan digunakan adalah adalah hijau

hijau, , karena karena hijau hijau adalah adalah warna warna yang yang pertama pertama kali kali dapat dapat tertangkap

tertangkap oleh oleh mata mata sehingga sehingga mudah mudah dilihat dilihat meskipun meskipun dalam dalam keadaan

keadaan darurat. darurat .

(21)

Perancangan

Perancangan Exit Sign Exit Sign



 Pada setiap pintu darurat harus dilengkapi dengan Pada setiap pintu darurat harus dilengkapi dengan exit signexit sign sesuai dengan sesuai dengan persyaratan SNI 03

persyaratan SNI 03 –– 6574 6574 –– 2001. Perancangan 2001. Perancangan exit signexit sign untuk tiap ruang untuk tiap ruang dalam gedung adalah sebagai berikut :

dalam gedung adalah sebagai berikut :

 Dimensi huruf exit signDimensi huruf exit sign

 tinggi huruf tinggi huruf = 15 cm= 15 cm

 tebal huruf tebal huruf = 2 cm= 2 cm

 jarak antar hurufjarak antar huruf = 1 cm= 1 cm

 lebar huruflebar huruf = 5 cm= 5 cm

 Tinggi pemasangan arah exit signTinggi pemasangan arah exit sign maksimal 20 cm dan minimal 15 cm maksimal 20 cm dan minimal 15 cm dari permukaan lantai.

dari permukaan lantai.

 Pemasangan pada pintu darurat dengan jarak 10 cm dari rangka pintu.Pemasangan pada pintu darurat dengan jarak 10 cm dari rangka pintu.

 Lokasi pemasangan exit signLokasi pemasangan exit sign ::

 setiap pintu daruratsetiap pintu darurat

 setiap tangga daruratsetiap tangga darurat

 ujung gang yang mendorong ke arah pintu exitujung gang yang mendorong ke arah pintu exit

 setiap persimpangan pada koridor.setiap persimpangan pada koridor.

(22)

Perancangan

Perancangan Assembly Area Assembly Area

 Arah mata anginArah mata angin

Penentuan arah angin tahunan didasarkan pada kecenderungan

Penentuan arah angin tahunan didasarkan pada kecenderungan arah angin terbanyak arah angin terbanyak selama 3 tahun (2007

selama 3 tahun (2007--2009) pengamatan . Data tersebut didapatkan melalui sumber B2009) pengamatan . Data tersebut didapatkan melalui sumber Badan adan Meteorologi dan Geofisika, Juanda Surabaya.

Meteorologi dan Geofisika, Juanda Surabaya. RRingkasan data adalah sebagai berikut :ingkasan data adalah sebagai berikut :

 Letak assembly areaLetak assembly area

ArahArah anginangin terbanyakterbanyak padapada tahuntahun 20072007--2009 2009 adalahadalah keke timurtimur, , makamaka letakletak assembly assembly area

area tidaktidak beradaberada padapada timurtimur bangunanbangunan gedung. gedung. JadiJadi, assembly area A , assembly area A terletakterletak padapada utara

utara gedunggedungdandanassembly area B terletakassembly area B terletak padapada selatanselatan gedung.gedung.

Timur 2009

Timur 2008

Timur 2007

Arah Angin Tahun

(23)

Kesimpulan Kesimpulan

 Dalam menentukan exit routeDalam menentukan exit route disini adalah dengan memanfaatkan jalur yang aman dan disini adalah dengan memanfaatkan jalur yang aman dan tercepat ketika terjadi kebakaran. Pada bangunan ini tiap lantai

tercepat ketika terjadi kebakaran. Pada bangunan ini tiap lantai memiliki 2 jalur memiliki 2 jalur exitexit. . Exit Exit route

route yang direncanakan diaplikasikan dengan pewarnaan hijau agar penghuni dapat yang direncanakan diaplikasikan dengan pewarnaan hijau agar penghuni dapat dengan mudah menentukan

dengan mudah menentukan exit routeexit route..

 Kebutuhan tangga darurat tiap Kebutuhan tangga darurat tiap lantai adalah sebagai berikut:

lantai adalah sebagai berikut:

0,4 2

Lantai ATAP

0,45 2

Lantai LMR

0,6 2

Lantai 9

0,73 2

Lantai 8

0,87 2

Lantai 7

1,03 2

Lantai 6

1,2 2

Lantai 5

1,4 2

Lantai 3

1,6 2

Lantai 2

2 2

Lantai 1

2,3 2

Lantai P6

2,8 2

Lantai P5

3,3 2

Lantai P3

4 2

Lantai P2

5 2

Lantai P1

6,8 2

Basement

Lebar Tangga (m) Jumlah

Tangga Lokasi

(24)

 Kebutuhan pintu darurat tiap lantai adalah sebagai berikut:Kebutuhan pintu darurat tiap lantai adalah sebagai berikut:

2 1 exit lebar 0,525 m

Lantai 1 ATAP

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai LMR

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 9

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 8

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 7

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 6

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 5

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 3

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 2

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai 1

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P6

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P5

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P3

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P2

2 1 exit lebar 0,525 m

1 Lantai P1

2 2 exit lebar 1,05 m

2 Basement

2 2 exit lebar 1,05 m

2 Groundfloor

Tinggi Exit (m) Lebar Exit

Jumlah Lokasi Exit

(25)



Tinggi pemasangan arah Tinggi pemasangan arah exit sign exit sign maksimal 20 cm maksimal 20 cm dan pemasangan

dan pemasangan exit sign exit sign pada pintu darurat berjarak pada pintu darurat berjarak 10 cm dari rangka pintu. Lokasi pemasangan

10 cm dari rangka pintu. Lokasi pemasangan exit sign exit sign adalah pada setiap pintu darurat, setiap tangga

adalah pada setiap pintu darurat, setiap tangga

d d arurat, ujung gang yang mendorong ke arah arurat, ujung gang yang mendorong ke arah exit exit dan dan setiap persimpangan pada koridor.

setiap persimpangan pada koridor.



Lokasi Lokasi assembly area assembly area terletak pada posisi utara dan terletak pada posisi utara dan selatan bangunan dan berjarak 30,48 meter dari selatan bangunan dan berjarak 30,48 meter dari

bangunan terluar.

bangunan terluar.



Standart Operating Procedure Standart Operating Procedure (SOP) berisi petunjuk (SOP) berisi petunjuk arahan tindakan yang dilakukan apabila terjadi arahan tindakan yang dilakukan apabila terjadi

keadaan darurat atau kebakaran. Tim

keadaan darurat atau kebakaran. Tim emergency response emergency response dan tim evakuasi dapat bergerak cepat untuk

dan tim evakuasi dapat bergerak cepat untuk

mengatasi keadaan darurat serta para karyawan dapat mengatasi keadaan darurat serta para karyawan dapat

langsung menuju

langsung menuju assembly area assembly area terdekat. terdekat.

(26)

Saran Saran



Perancangan Perancangan emergency response emergency response ini belum ini belum mengulas tentang

mengulas tentang integrated integrated sistem untuk sistem untuk kebakaran.

kebakaran.



Diharapkan melakukan pelatihan dan simulasi Diharapkan melakukan pelatihan dan simulasi dari

dari emergency response emergency response prosedur yang telah prosedur yang telah

dibuat, sehingga dapat diketahui kekurangan dibuat, sehingga dapat diketahui kekurangan - -

kekurangan dari prosedur tersebut.

kekurangan dari prosedur tersebut.

(27)

SEKIAN TERIMA KASIH

SEKIAN TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

strategi adalah penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang suatu perusahaan dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran

Zahir Accounting versi 5.1 adalah software akuntansi yang digunakan untuk membuat laporan keuangan, dengan bahasa yangmudah dipahami dan dimengerti.. Penggunaan Zahir

Membeli paket Daisy Crowd Fund merupakan kontribusi terhadap penggalangan dana ekuitas untuk pengembangan ai Daisy dan bukan merupakan investasi

Agar lebih mudah melihat cakupan jaringan penguat sinyal maka lingkaran cakupan setiap titik yang terdapat pada Contoh 1 dan Contoh 2 akan dikonversi ke dalam

Berdasarkan Model Summary pada tabel 2 menunjukkan bahwa nilai R square atau koefisien determinasi sebesar 0,401 bila dipresentasekan menjadi 40,1%, dapat disimpulkan

In & Kang (2011), menjelaskan bahwa niat pembelian berkaitan dengan empat perilaku konsumen, seperti: rencana yang ragu untuk membeli sebuah produk, secara

Lampiran 9 : Pengujian Multivariate Sampel Indonesia Tahap Kedua Variables in the Equation. B

NO NAMA NIP TEMPAT LAHIR TGL LAHIR KELAMIN JENIS PENDIDIKAN