PENERAPAN EMERGENCY PENERAPAN EMERGENCY
RESPONSE PLAN PADA RESPONSE PLAN PADA
GEDUNG PERKANTORAN DAN GEDUNG PERKANTORAN DAN
PERDAGANGAN PROYEK PERDAGANGAN PROYEK
PT. TATA PT. TATA
Oleh Oleh : : Inggi
Inggi Irawan Irawan
(6505 040 011)
(6505 040 011)
Latar Belakang Latar Belakang
TATA adalah suatu perusahaan yang bertindak di bidang konstruksi. TATA adalah suatu perusahaan yang bertindak di bidang konstruksi. Salah satu proyek TATA pada tahun 2009 yakni
Salah satu proyek TATA pada tahun 2009 yakni build up build up gedung gedung perkantoran dan perdagangan yang terletak di kawasan Surabaya Ti
perkantoran dan perdagangan yang terletak di kawasan Surabaya Timur, mur, tepatnya di Jalan Kertajaya Indah Timur nomor 18. Bangunan ini tepatnya di Jalan Kertajaya Indah Timur nomor 18. Bangunan ini dibangun diatas lahan seluas 5300 m2 yang nantinya memiliki
dibangun diatas lahan seluas 5300 m2 yang nantinya memiliki 17 17 lantailantai yang
yang terdiri dari terdiri dari basementbasement yang berfungsi sebagai area parkir dan yang berfungsi sebagai area parkir dan utility, utility, ground floor
ground floor, 5 lantai parkir, 8 lantai perkantoran, ruang mesin dan lantai , 5 lantai parkir, 8 lantai perkantoran, ruang mesin dan lantai paling atas untuk landasan helipad
paling atas untuk landasan helipad.. Mengingat bangunan yang mempunyai Mengingat bangunan yang mempunyai 17 lantai
17 lantai iniini berfungsi sebagai area perkantoran dengan jumlah orang yang berfungsi sebagai area perkantoran dengan jumlah orang yang cukup banyak dapat dikategorikan memiliki potensi bahaya kebakar cukup banyak dapat dikategorikan memiliki potensi bahaya kebakaran an berat. Tingkat probabilitas terjadinya kebakaran yang cukup ting
berat. Tingkat probabilitas terjadinya kebakaran yang cukup tinggi dapat gi dapat memakan korban jiwa. Dengan akti
memakan korban jiwa. Dengan aktivvitas perkantoran yang tinggi dan itas perkantoran yang tinggi dan adanya banyak orang yang tidak mengetahui arah keluar dari bangu
adanya banyak orang yang tidak mengetahui arah keluar dari bangunan nan tersebut
tersebut dapat menyebabkan proses evakuasi terhadap keadaan darurat dapat menyebabkan proses evakuasi terhadap keadaan darurat menjadi sulit. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan pera
menjadi sulit. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan perancangan ncangan emergency response plan
emergency response plan yangyang berupa sarana escapeberupa sarana escape..
Tujuan Tujuan
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
Melakukan Melakukan perancangan perancangan fasilitas fasilitas escape escape berupa: berupa:
Exit routeExit route
Tangga daruratTangga darurat
Exit signExit sign
Pintu daruratPintu darurat
Assembly areaAssembly area
Melakukan Melakukan perancangan perancangan standart standart operating procedure operating procedure (SOP) fire emergency response.
(SOP) fire emergency response.
Menentukan Menentukan assembly area. assembly area.
Manfaat Penelitian Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan Tugas Akhir ini antara lain:
Tugas Akhir ini antara lain:
Hasil perancangan fasilitas Hasil perancangan fasilitas escape escape dapat digunakan sebagai dapat digunakan sebagai upaya menyelamatkan diri pada saat terjadi kebakaran.
upaya menyelamatkan diri pada saat terjadi kebakaran.
Menjadikan Menjadikan hasil hasil perancangan perancangan standart standart operating operating procedure (SOP)
procedure (SOP) pelaksanaan pelaksanaan fire emergency response fire emergency response sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi
kebakaran.
kebakaran.
Penentuan Penentuan assembly area assembly area digunakan untuk mengetahui digunakan untuk mengetahui tempat berkumpul yang aman.
tempat berkumpul yang aman.
Sebagai pertimbangan perusahaan untuk menerapkan Sebagai pertimbangan perusahaan untuk menerapkan fire fire emergency response plan.
emergency response plan.
Batasan Penelitian Batasan Penelitian
Batasan masalah dalam pengerjaan Tugas Akhir ini antara Batasan masalah dalam pengerjaan Tugas Akhir ini antara lain:
lain:
Penelitian hanya dilakukan pada gedung perkantoran dan perdagangan Penelitian hanya dilakukan pada gedung perkantoran dan perdagangan proyek PT. TATA di Surabaya Timur.
proyek PT. TATA di Surabaya Timur.
Difokuskan pada perancangan fasilitas escapeDifokuskan pada perancangan fasilitas escape kebakaran yang berupa: kebakaran yang berupa:
Exit routeExit route
Tangga daruratTangga darurat
Exit signExit sign
Pintu daruratPintu darurat
Assembly areaAssembly area
Standart Operating Procedure (SOP)Standart Operating Procedure (SOP)
Perancangan fasilitas Perancangan fasilitas escapeescape tidak mencakup perkiraan biaya dan jenis tidak mencakup perkiraan biaya dan jenis bahan yang dipakai.
bahan yang dipakai.
Diagram Diagram Alir Alir
Studi Literatur:
- Emergency Response Plan
- NFPA 101 edisi th. 2000 dan SFPE 3rdedition 2002
Perancangan ERP:
- Pintu darurat - Exit sign
- Tangga darurat - Prosedur tanggap darurat - Exit route - Assembly area
Kesimpulan dan Saran
Studi Lapangan:
- Layout Bangunan
Pengumpulan Data : - Layout Bangunan - Data Arah Angin
MULAI
SELESAI
Perhitungan
Perhitungan Luas Luas Bangunan Bangunan
Berikut ini merupakan contoh perhitungan luas bangunan pada Berikut ini merupakan contoh perhitungan luas bangunan pada lantai 1
lantai 1 : : Diketahui:
Diketahui:
Luas Temporary (LT)
Luas Temporary (LT) = 1082 m = 1082 m
22Luas Permanent (LP)
Luas Permanent (LP) Tangga Tangga = 10 m = 10 m
22Balkon
Balkon = 84,96 m = 84,96 m
22Toilet
Toilet = = 13 m 13 m
22+ + Total
Total = 107,96 m = 107,96 m
22Luas Bangunan
Luas Bangunan = LT = LT – – LP LP
= 1082 m
= 1082 m
22– – 107,96 m 107,96 m
22= 974,04 m
= 974,04 m
22Jadi, luas bangunan pada lantai 1 adalah 974,04 m
Jadi, luas bangunan pada lantai 1 adalah 974,04 m
22Hasil
Hasil Perhitungan Luas Perhitungan Luas Bangunan Bangunan Tiap Tiap Lantai: Lantai :
971,92 12
983,92 Lantai ATAP
942,08 41,84
983,92 Lantai LMR
1034,76 237,24
1272 Lantai 9
1034,76 237,24
1272 Lantai 8
842 23
865 Lantai 7
842 23
865 Lantai 6
842 23
865 Lantai 5
842 23
865 Lantai 3
842 23
865 Lantai 2
974,04 107,96
1082 Lantai 1
964,72 19,2
983,92 Lantai P6
964,72 19,2
983,92 Lantai P5
964,72 19,2
983,92 Lantai P3
964,72 19,2
983,92 Lantai P2
966,32 17,6
983,92 Lantai P1
1810,6 37,4
1848 Basement
1817,8 30,2
1848 Groundfloor
Luas Bangunan (m2) Luas Permanent
(m2) Luas Temporary
(m2) Lokasi
Perhitungan
Perhitungan Jumlah Jumlah Orang Orang
Setelah diketahui luas bangunan dan ditetapkan Setelah diketahui luas bangunan dan ditetapkan density factor density factor pada gedung sebesar 9,3 (NFPA 101 Tahun 2000), maka dapat pada gedung sebesar 9,3 (NFPA 101 Tahun 2000), maka dapat ditentukan jumlah orang dengan perhitungan
ditentukan jumlah orang dengan perhitungan: :
tor DensityFac
an
LuasBangun
N =
Hasil
Hasil Perhitungan Jumlah Perhitungan Jumlah Orang Orang Tiap Tiap Lantai: Lantai :
105 9,3
971,92 Lantai ATAP
101 9,3
942,08 Lantai LMR
111 9,3
1034,76 Lantai 9
111 9,3
1034,76 Lantai 8
91 9,3
842 Lantai 7
91 9,3
842 Lantai 6
91 9,3
842 Lantai 5
91 9,3
842 Lantai 3
91 9,3
842 Lantai 2
105 9,3
974,04 Lantai 1
103 9,3
964,72 Lantai P6
103 9,3
964,72 Lantai P5
103 9,3
964,72 Lantai P3
103 9,3
964,72 Lantai P2
104 9,3
966,32 Lantai P1
194 9,3
1810,6 Basement
195 9,3
1817,8 Groundfloor
Jumlah Orang (N) Density Factor
(m2 / org) Luas Bangunan
(m2) Lokasi
Perancangan Pintu Darurat (
Perancangan Pintu Darurat ( Exit Exit ) )
Kebutuhan Kebutuhan exit exit untuk tiap lantai ini dipengaruhi oleh waktu untuk tiap lantai ini dipengaruhi oleh waktu escapeescape dan dan banyaknya lebar tempat keluar (LTK). Banyaknya lebar tempat kelu banyaknya lebar tempat keluar (LTK). Banyaknya lebar tempat keluar ar (LTK) dapat diketahui dengan persamaan
(LTK) dapat diketahui dengan persamaan::
Dimana Dimana::
N : Jumlah orang N : Jumlah orang
T : Waktu dalam menit T : Waktu dalam menit
U : Banyaknya LTK yang dibutuhkan U : Banyaknya LTK yang dibutuhkan
Sedangkan untuk mengetahui jumlah Sedangkan untuk mengetahui jumlah exitexit dapat digunakan persamaan:dapat digunakan persamaan:
Dimana Dimana::
E : Banyaknya tempat keluar atau tangga E : Banyaknya tempat keluar atau tangga U : Banyaknya LTK yang dibutuhkan U : Banyaknya LTK yang dibutuhkan
xT U N
= 40
4 + 1
= U
E
Berikut Berikut ini ini contoh contoh perhitungan perhitungan kebutuhan kebutuhan exit pada exit pada lantai lantai 1: 1:
Diketahui : Diketahui :
Jumlah orang (N)
Jumlah orang (N) = 105 orang = 105 orang Waktu
Waktu escape escape (T) (T) = 3 menit = 3 menit
LTK (U)
LTK (U) = = = = = 0,87 = 0,87 ≈ ≈ 1 1
Jumlah
Jumlah exit exit (E) (E) = = = = = 1,25 = 1,25 ≈ ≈ 1 1
xT U N
= 40
3 40
105 U = x
4 + 1
= U
E 1
4 1 +
=
E
Hasil
Hasil Perhitungan Perhitungan Kebutuhan Kebutuhan Exit Exit Tiap Tiap Lantai: Lantai :
1 1
3 menit 105
Lantai ATAP
1 1
3 menit 101
Lantai LMR
1 1
3 menit 111
Lantai 9
1 1
3 menit 111
Lantai 8
1 1
3 menit 91
Lantai 7
1 1
3 menit 91
Lantai 6
1 1
3 menit 91
Lantai 5
1 1
3 menit 91
Lantai 3
1 1
3 menit 91
Lantai 2
1 1
3 menit 105
Lantai 1
1 1
3 menit 103
Lantai P6
1 1
3 menit 103
Lantai P5
1 1
3 menit 103
Lantai P3
1 1
3 menit 103
Lantai P2
1 1
3 menit 104
Lantai P1
2 2
3 menit 194
Basement
2 2
3 menit 195
Groundfloor
Jumlah Exit E=(U/4)+1 LTK
U=N/(40xT) Waktu
Escape (T) Jumlah
Orang (N) Lokasi
Dimensi
Dimensi Pintu Darurat ( Pintu Darurat ( Exit Exit ) )
Perhitungan dimensi pintu darurat meliputi perhitungan lebar danPerhitungan dimensi pintu darurat meliputi perhitungan lebar dan tinggi tinggi pintu darurat. Tinggi pintu darurat disesuaikan dengan keti
pintu darurat. Tinggi pintu darurat disesuaikan dengan ketinggian pintu nggian pintu darurat yang telah ada dalam bangunan gedung. Dari perhitungan
darurat yang telah ada dalam bangunan gedung. Dari perhitungan unit unit LTK dapat diketahui lebar tiap unit
LTK dapat diketahui lebar tiap unit exit, dengan cara membagi LTK exit, dengan cara membagi LTK dengan jumlah
dengan jumlah exit. Ketentuan tiap satuan unit exit. Ketentuan tiap satuan unit exitexit ditetapkan sebagai ditetapkan sebagai berikut:
berikut:
Satu unit exitSatu unit exit : 21: 21””
Dua unit exitDua unit exit : 21: 21””+ 21”+ 21” = 1.050 mm= 1.050 mm
Tiga unit Tiga unit exitexit : 21: 21””+ 21+ 21”” + 18+ 18”” = 1.500 mm= 1.500 mm
Empat unit exitEmpat unit exit : 21: 21””+ 21”+ 21” + 18”+ 18” + 18”+ 18” = 1.950 mm= 1.950 mm
Lebar unit exitLebar unit exit 21”21” adalah 525 mmadalah 525 mm
Hasil
Hasil Perhitungan Perhitungan Dimensi Dimensi Pintu Darurat (Exit Pintu Darurat ( Exit) ) Tiap Tiap Lantai: Lantai :
2 1 exit lebar 0,525 m
Lantai 1 ATAP
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai LMR
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 9
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 8
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 7
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 6
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 5
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 3
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 2
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 1
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P6
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P5
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P3
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P2
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P1
2 2 exit lebar 1,05 m
2 Basement
2 2 exit lebar 1,05 m
2 Groundfloor
Tinggi Exit (m) Lebar Exit
Jumlah Lokasi Exit
Perancangan Tangga Darurat Perancangan Tangga Darurat
UntukUntuk perancanganperancangan tangga darurat, tangga darurat, perluperlu mempertimbangkan jumlah mempertimbangkan jumlah orang (N) yang dapat terakomodasi, lebar tangga darurat dan
orang (N) yang dapat terakomodasi, lebar tangga darurat dan jumlah jumlah lantai. Perhitungan ini dilakukan sesuai dengan persamaan
lantai. Perhitungan ini dilakukan sesuai dengan persamaan berikut:berikut: P = 200w + 50 ( w
P = 200w + 50 ( w –– 0.3 ) ( n –0.3 ) ( n – 1)1) Dimana
Dimana: : P = Jumlah orang yang direkomendasikanP = Jumlah orang yang direkomendasikan w = Lebar tangga dalam meter
w = Lebar tangga dalam meter n = Jumlah lantai bangunan n = Jumlah lantai bangunan
Berikut ini merupakan contoh perhitungan lebar minimum Berikut ini merupakan contoh perhitungan lebar minimum
tangga yang diperlukan untuk menghindari penumpukan tangga yang diperlukan untuk menghindari penumpukan
penghuni pada lantai atap dan lantai LMR penghuni pada lantai atap dan lantai LMR. .
Lantai ATAPLantai ATAP
Untuk P = 105, n = 17 Untuk P = 105, n = 17
PPatap = 200 w= 200 watap + [50 (w+ [50 (watap-0,3)] (n-0,3)] (n--1)1) 105105 = 200 w= 200 watap + [50 (w+ [50 (watap--0,3)] (170,3)] (17--1)1) 105105 = 200 w= 200 watap + [50 w+ [50 watap ––15] (16)15] (16) 105105 = 200 w= 200 watap +800 w+800 watap --240240
345345 = 1000 w= 1000 watapatap wwatap = 0,4 m= 0,4 m
Lantai LMRLantai LMR
Untuk P = 101, n = 16 Untuk P = 101, n = 16
PPlmrlmr + P+ Patap = 200 w= 200 wlmrlmr + [50 (w+ [50 (wlmrlmr-0,3)] (n-0,3)] (n--1)1) 101 + 105
101 + 105 = 200 = 200 wwlmrlmr + [50 (w+ [50 (wlmrlmr-0,3)] (16-0,3)] (16-1)-1) 206206 = 200 w= 200 wlmrlmr+ [50 w+ [50 wlmrlmr ––15] (15)15] (15) 206206 = 200 w= 200 wlmrlmr +750 w+750 wlmrlmr --225225 431431 = 950 w= 950 wlmrlmr
wwlmrlmr = 0,45 m= 0,45 m
Hasil
Hasil Perhitungan Perhitungan Lebar Lebar Tangga Tangga Darurat Darurat Tiap Tiap Lantai: Lantai :
0,4 Lantai ATAP
0,45 Lantai LMR
0,6 Lantai 9
0,73 Lantai 8
0,87 Lantai 7
1,03 Lantai 6
1,2 Lantai 5
1,4 Lantai 3
1,6 Lantai 2
2 Lantai 1
2,3 Lantai P6
2,8 Lantai P5
3,3 Lantai P3
4 Lantai P2
5 Lantai P1
6,8 Basement
9 Groundfloor
Lebar tangga (m) Lokasi
Dimensi Tangga Darurat Dimensi Tangga Darurat
Dimensi tangga darurat ditentukan dari perhitungan diatas dan berdasarkan Dimensi tangga darurat ditentukan dari perhitungan diatas dan berdasarkan ketentuan SNI 03
ketentuan SNI 03--17461746--2000.2000.
TabelTabel dimensidimensi tanggatangga daruratdarurat
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 Basement 2
- -
- -
- -
Groundfloor
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai ATAP
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai LMR
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai 9
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai 8
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai 7
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai 5
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai 3
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai 2
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai 1
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai P6
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai P5
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai P3
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai P2
0,19 3,7
0,55 0,96
0,55 2
Lantai P1
Tinggi Anak Tangga (m) Tinggi Antar
Bordes (m) Lebar Bordes
(m) Tinggi Rel
Pegangan Lebar (m)
Jumlah Tangga Darurat Lokasi
Perancangan
Perancangan Exit Route Exit Route
Penentuan jumlah Penentuan jumlah exit route exit route ditentukan sesuai dengan jumlah ditentukan sesuai dengan jumlah pintu keluar pada setiap lantai. Hal ini, dimaksudkan agar jarak pintu keluar pada setiap lantai. Hal ini, dimaksudkan agar jarak yang dilalui orang ketika menuju pintu darurat (
yang dilalui orang ketika menuju pintu darurat (exit exit) tidak ) tidak terjadi penumpukan pada satu titik
terjadi penumpukan pada satu titik exit exit saja. Sesuai dengan saja. Sesuai dengan persyaratan OSHA 1910.36, 2002 mensyaratkan jumlah persyaratan OSHA 1910.36, 2002 mensyaratkan jumlah minimal
minimal exit route exit route sebanyak dua buah. Sehingga jumlah sebanyak dua buah. Sehingga jumlah exit exit route
route yang direncanakan pada setiap lantai sebanyak 2 buah. yang direncanakan pada setiap lantai sebanyak 2 buah.
Exit route Exit route yang telah ditentukan diatas diaplikasikan dengan yang telah ditentukan diatas diaplikasikan dengan pewarnaan tiap lantai bangunan, sehingga penghuni dapat pewarnaan tiap lantai bangunan, sehingga penghuni dapat dengan mudah menentukan
dengan mudah menentukan exit route exit route untuk selanjutnya keluar untuk selanjutnya keluar melalui exit yang tersedia.
melalui exit yang tersedia. Warna Warna yang yang digunakan digunakan adalah adalah hijau
hijau, , karena karena hijau hijau adalah adalah warna warna yang yang pertama pertama kali kali dapat dapat tertangkap
tertangkap oleh oleh mata mata sehingga sehingga mudah mudah dilihat dilihat meskipun meskipun dalam dalam keadaan
keadaan darurat. darurat .
Perancangan
Perancangan Exit Sign Exit Sign
Pada setiap pintu darurat harus dilengkapi dengan Pada setiap pintu darurat harus dilengkapi dengan exit signexit sign sesuai dengan sesuai dengan persyaratan SNI 03
persyaratan SNI 03 –– 6574 6574 –– 2001. Perancangan 2001. Perancangan exit signexit sign untuk tiap ruang untuk tiap ruang dalam gedung adalah sebagai berikut :
dalam gedung adalah sebagai berikut :
Dimensi huruf exit signDimensi huruf exit sign
tinggi huruf tinggi huruf = 15 cm= 15 cm
tebal huruf tebal huruf = 2 cm= 2 cm
jarak antar hurufjarak antar huruf = 1 cm= 1 cm
lebar huruflebar huruf = 5 cm= 5 cm
Tinggi pemasangan arah exit signTinggi pemasangan arah exit sign maksimal 20 cm dan minimal 15 cm maksimal 20 cm dan minimal 15 cm dari permukaan lantai.
dari permukaan lantai.
Pemasangan pada pintu darurat dengan jarak 10 cm dari rangka pintu.Pemasangan pada pintu darurat dengan jarak 10 cm dari rangka pintu.
Lokasi pemasangan exit signLokasi pemasangan exit sign ::
setiap pintu daruratsetiap pintu darurat
setiap tangga daruratsetiap tangga darurat
ujung gang yang mendorong ke arah pintu exitujung gang yang mendorong ke arah pintu exit
setiap persimpangan pada koridor.setiap persimpangan pada koridor.
Perancangan
Perancangan Assembly Area Assembly Area
Arah mata anginArah mata angin
Penentuan arah angin tahunan didasarkan pada kecenderungan
Penentuan arah angin tahunan didasarkan pada kecenderungan arah angin terbanyak arah angin terbanyak selama 3 tahun (2007
selama 3 tahun (2007--2009) pengamatan . Data tersebut didapatkan melalui sumber B2009) pengamatan . Data tersebut didapatkan melalui sumber Badan adan Meteorologi dan Geofisika, Juanda Surabaya.
Meteorologi dan Geofisika, Juanda Surabaya. RRingkasan data adalah sebagai berikut :ingkasan data adalah sebagai berikut :
Letak assembly areaLetak assembly area
ArahArah anginangin terbanyakterbanyak padapada tahuntahun 20072007--2009 2009 adalahadalah keke timurtimur, , makamaka letakletak assembly assembly area
area tidaktidak beradaberada padapada timurtimur bangunanbangunan gedung. gedung. JadiJadi, assembly area A , assembly area A terletakterletak padapada utara
utara gedunggedungdandanassembly area B terletakassembly area B terletak padapada selatanselatan gedung.gedung.
Timur 2009
Timur 2008
Timur 2007
Arah Angin Tahun
Kesimpulan Kesimpulan
Dalam menentukan exit routeDalam menentukan exit route disini adalah dengan memanfaatkan jalur yang aman dan disini adalah dengan memanfaatkan jalur yang aman dan tercepat ketika terjadi kebakaran. Pada bangunan ini tiap lantai
tercepat ketika terjadi kebakaran. Pada bangunan ini tiap lantai memiliki 2 jalur memiliki 2 jalur exitexit. . Exit Exit route
route yang direncanakan diaplikasikan dengan pewarnaan hijau agar penghuni dapat yang direncanakan diaplikasikan dengan pewarnaan hijau agar penghuni dapat dengan mudah menentukan
dengan mudah menentukan exit routeexit route..
Kebutuhan tangga darurat tiap Kebutuhan tangga darurat tiap lantai adalah sebagai berikut:
lantai adalah sebagai berikut:
0,4 2
Lantai ATAP
0,45 2
Lantai LMR
0,6 2
Lantai 9
0,73 2
Lantai 8
0,87 2
Lantai 7
1,03 2
Lantai 6
1,2 2
Lantai 5
1,4 2
Lantai 3
1,6 2
Lantai 2
2 2
Lantai 1
2,3 2
Lantai P6
2,8 2
Lantai P5
3,3 2
Lantai P3
4 2
Lantai P2
5 2
Lantai P1
6,8 2
Basement
Lebar Tangga (m) Jumlah
Tangga Lokasi
Kebutuhan pintu darurat tiap lantai adalah sebagai berikut:Kebutuhan pintu darurat tiap lantai adalah sebagai berikut:
2 1 exit lebar 0,525 m
Lantai 1 ATAP
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai LMR
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 9
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 8
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 7
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 6
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 5
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 3
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 2
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai 1
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P6
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P5
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P3
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P2
2 1 exit lebar 0,525 m
1 Lantai P1
2 2 exit lebar 1,05 m
2 Basement
2 2 exit lebar 1,05 m
2 Groundfloor
Tinggi Exit (m) Lebar Exit
Jumlah Lokasi Exit
Tinggi pemasangan arah Tinggi pemasangan arah exit sign exit sign maksimal 20 cm maksimal 20 cm dan pemasangan
dan pemasangan exit sign exit sign pada pintu darurat berjarak pada pintu darurat berjarak 10 cm dari rangka pintu. Lokasi pemasangan
10 cm dari rangka pintu. Lokasi pemasangan exit sign exit sign adalah pada setiap pintu darurat, setiap tangga
adalah pada setiap pintu darurat, setiap tangga
d d arurat, ujung gang yang mendorong ke arah arurat, ujung gang yang mendorong ke arah exit exit dan dan setiap persimpangan pada koridor.
setiap persimpangan pada koridor.
Lokasi Lokasi assembly area assembly area terletak pada posisi utara dan terletak pada posisi utara dan selatan bangunan dan berjarak 30,48 meter dari selatan bangunan dan berjarak 30,48 meter dari
bangunan terluar.
bangunan terluar.
Standart Operating Procedure Standart Operating Procedure (SOP) berisi petunjuk (SOP) berisi petunjuk arahan tindakan yang dilakukan apabila terjadi arahan tindakan yang dilakukan apabila terjadi
keadaan darurat atau kebakaran. Tim
keadaan darurat atau kebakaran. Tim emergency response emergency response dan tim evakuasi dapat bergerak cepat untuk
dan tim evakuasi dapat bergerak cepat untuk
mengatasi keadaan darurat serta para karyawan dapat mengatasi keadaan darurat serta para karyawan dapat
langsung menuju
langsung menuju assembly area assembly area terdekat. terdekat.
Saran Saran
Perancangan Perancangan emergency response emergency response ini belum ini belum mengulas tentang
mengulas tentang integrated integrated sistem untuk sistem untuk kebakaran.
kebakaran.