• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

32 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Karena dengan menggunakan penelitian kualitatif lebih memungkinkan untuk melihat realita yang terjadi secara langsung di Desa Kakiang. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, maka data yang didapatkan lebih kredibel dan lebih lengkap. Tidak hanya itu peneliti ingin perolehan data dalam bentuk rinci dan mendalam dari pada subjek

Menurut (Machmud, 2018) pendekatan penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, dan pemikiran orang secara indivual maupun kelompok. Data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deskripsi dalam konteks yang mendetail disertai catatan hasil wawancara mendalam, serta hasil ananlisis dokumen. Tujuan penelitian kualitatif yakni menggambarkan dan mengungkapkan, serta menggambarkan dan menjelaskan. Dalam penggunaan pendekatan ini, hasil penelitian merupakan deskripsi interpretasi yang mana peneliti berusaha menjelaskan dan mendeskripsikan setiap objek yang diteliti bersifat tentatif dalam konteks waktu dan situasi tertentu.

3.2 Tipe Dan Dasar Penelitian

Tipe penelitian yang akan digunakan adalah tipe deskriptif dimana peneliti dapat menggambarkan (mendeskripsikan) fenomena dan realita yang terjadi pada masyarakat Desa Kakiang. Tipe penelitian deskriptif kualitatif digunakan karena sesuai dengan objek penelitian yang akan diteliti oleh peneliti, karena isi dari laporan penelitian ini nantinya akan berisi kutipan-kutipan data yang memberi gambaran akan laporan penelitian ini. Lalu data tersebut berasal dari catatan di lapangan, wawancara, foto dokumentasi, beserta dokumen resmi dan yang lainnya.

Sedangkan dasar penelitian ini adalah penelitian naturalistik karena dalam penelitian ini dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Karena ciri- ciri yang paling menonjol dalam penelitian kualitatif ialah cara pengamatan

(2)

33 serta pengumpulan data dilakukan dalam sebuah situasi yang alami, serta tidak adanya batasan. Menurut ( N a s u t i o n , 2 0 0 3 ) dilihat dari segi orientasinya, penelitian naturalistik dianggap sangat tepat pada penelitian yang berkaitan dengan kegiatan manusia seperti kesenian beladiri Karaci. Sementara untuk tujuan dalam penelitian naturalistik ialah untuk mengetahui realitas sosial, aktualitas, dan persepsi terkait bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kakiang dalam melestarikan kesenian beladiri Karaci.

3.3 Fokus Penelitian

Masalah dalam penelitian kualitatif disebut fokus. Menurut (Lincoln dan Guba dalam Moleong 1996) mendefinisikan masalah adalah suatu keadaan yang bersumber dan hubungan antara dua faktor atau lebih yang menghasilkan situasi yang membingungkan. Dengan berpedoman pada fokus penelitian, maka peneliti membatasi bidang-bidang penelitian dengan ranah fokus penelitian, sehingga dapat diketahui dengan pasti data mana yang perlu dimasukkan kedalam sejumlah data yang dikumpulkan. Fokus penelitian ini sangat penting untuk dijadiikan sebagai sarana memandu dan mengarahkan jalannya penelitian. Fokus penelitian ini adalah pada mendeskripsikan bagaimana strategi komunikasi masyarakat dalam mempertankan kesenian beladiri Karaci khususnya di Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa.

3.4 Subjek Penelitian

Penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan subjek penelitian dianggap paling tahu tentang permasalahan yang diangkat oleh peneliti (Sugiyono, 2014). Adapun kriteria pemilihan subjek yang harus dipenuhi sebagai berikut :

1. Sudah mengikuti Kesenian Beladiri Karaci sejak lima tahun kebelakang.

2. Anggota kelompok Karaci Desa Kakiang.

3. Berdomisili di Desa Kaking.

4. Berjenis kelamin laki-laki 5. Usia diatas 35 tahun

6. Mempunyai pengalaman dan piawai dalam memainkan kesenian beladiri Karaci.

7. Suku asli Samawa

(3)

34 Dari semua kriteria yang sudah ditentukan peneliti, maka individu yang akan menjadi subjek penelitian harus memenuhi kriteria yang telah disebutkan diatas. Dalam teknik ini peneliti menentukan subjek penelitian dengan pertimbangan yang melihat kredibelitas, pengetahuan, pengaruh, umur, dan historis sumber data. Peneliti memilih orang yang telah mengerti akan sejarah beladiri Karaci dan piawai memainkan kesenian beladiri Karaci tersebut. Karena individu yang akan dijadikan sumber data harus mempunyai kredibilitas dan kapasitas dalam memberikan informasi untuk memenuhi kebutuhan data yang diperlukan dalam penelitian ini.

3.5 Lokasi Penelitian

Wilayah yang akan diteliti mencakup wilayah Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Besar Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi untuk diteliti.

3.6 Waktu Penelitian

Waktu penelitian mulai di lakukan pada akhir Oktober sampai akhir November 2020, apabila dalam waktu yang sudah ditentukan peneliti masih ada data yang belum terpenuhi dan peneliti tidak dapat terjun ke lapangan dikarenakan beberapa hal, maka peneliti akan mengambil kontak narasumber agar bisa berkomunikasi secara online.

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian kali ini , peneliti akan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.

1. Wawancara Mendalam

Wawancara adalah bentuk bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, berdasarkan tujuan tertentu. Wawancara tak terstruktur disebut wawancara mendalam bersifat luwes. Susunan-susunan pertanyaan dan susunan kata-kata dalam setiap pertanyaan dapat diubah pada saat wawancara, disesuaikan dengan kebutuhan pada saat wawancara (Mulyana, 2013).

Subjek adalah orang yang diwawancarai, diminta informasi oleh pewawancara. Subjek merupakan orang yang diperkirakan mampu menguasai data, informasi ataupun fakta dari suatu objek penelitian. Dalam

(4)

35 penelitian ini menggunakan orang mengerti akan budaya beladiri karaci sebagai sumber data primer (subjek penelitian). Teknik wawancara karena menginginkan data berupa cerita rinci dan bahasa hasil konstruksi dari para subjek.

Wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung dari subjek penelitian. Teknik wawancara tidak terstruktur atau wawancara mendalam, sehingga proses bersifat luwes, susunan pertanyaannya dan susunan kata dalam setiap pertanyaan dapat di ubah pada saat wawancara, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pada saat wawancara. Peneliti berusaha mengarahkan agar wawancara itu sesuai dengan tujuan, untuk peneliti tetap membawa dan memegang pedoman wawancara, yakni susunan pertanyaan yang akan di ajukan meskipun hanya sekedar pengingat.

2. Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodelogi penelitian sosial. Pada intinya metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis (Bungin, 2007). Dengan teknik dokumentasi peneliti akan melampirkan hasil rekaman wawancara, dokumen pribadi atau dokumen resmi, mengambil data-data berbentuk tulisan sejarah kesenian sampai cerita lisan, dan juga foto-foto kegiatan penelitian.

3.8 Teknik Analisis Data

Menurut Muslimin Machmud (2018) menjelaskan bahwa teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yakni : aktivitas yang dilakukan dalam analisis data kualitatif, dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Adapun proses pengaturan urutan data yakni :

1. Pengumpulan data

Data yang telah diperoleh oleh peneliti melalui observasi, hasil wawancara, juga dokumentasi akan dicatat dalam catatan lapangan peneliti yang terdiri dalam dua bagian yakni catatan deskriptif (berisi tentang apa yang didengar, dilihat, disaksikan dan dialami sendiri oleh peneliti tentang fenomena yang diteliti), juga catatan reflektif (berisi komentar, kesan,

(5)

36 tafsiran, juga pendapat peneliti tantang temuan yang telah dijumpai dan menjadi bahan rencana pengumpulan data tahap selanjutnya).

2. Kondensasi Data (Data Condensation)

Data yang telah terkumpul kemudian akan dilakukan proses kondensasi, yakni merujuk pada sebuah proses memilih, menyederhanakan, mengabstrakkan, dan atau mentransformasikan sebuah data yang telah mendekati keseluruhan bagian dari catatan-catatan yang diperoleh di lapangan oleh peneliti, transkrip wawancara, adanya dokumen-dokumen, juga meterimateri yang bersifat empiris.

3. Penyajian data

Penyajian data diarahkan agar data terorganisirkan dengan baik, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan lebih komunikatif atau mudah untuk dipahami dan memudahkan untuk perencanaan langkah kerja pada tahap penelitian berikutnya. Pada saat tahap penyajian data, peneliti berusaha untuk menyusun data-data yang dirasa relevan menjadi sebuah informasi agar dapat disimpulkan juga memiliki suatu makna yang tertentu.

Prosesnya juga dapat dilak ukan dengan cara yakni menampilkan data, membuat suatu hubungan antar fenomena untuk memaknai apa yang sebenarnya terjadi serta apa yang seharusnya perlu untuk ditindaklanjuti dalam mencapai tujuan dari penelitian. Miles dan Hubermen menyatakan :

“yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif”.

4. Penarikan kesimpulan

Proses penarikan sebuah kesimpulan juga akan dilakukan pada saat proses penelitian berlangsung seperti halnya proses kondensasi data. Saat data telah terkumpul cukup memadai maka langkah berikutnya ialah pengambilan kesimpulan sementara, setelah data sudah dianggap benar- benar lengkap kemudian diambillah kesimpulan akhir. Pada kesimpulan awal yang dikemukakan sesungguhnya masih bersifat sementara, kemudian bisa saja akan berubah ketika ditemukan sejumlah bukti-bukti yang kuat serta mendukung untuk tahap pengumpulan data berikutnya. Kesimpulan

(6)

37 dalam penelitian kualitatif diharapkan merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Jika dicermati bagan analisis data model interaktif menurut Miles dan Huberman, dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Bagan 3.1 : Model Interaktif dari Miles dan Huberman (Machmud, 2018) 3.9 Uji Keabsahan Data

Keabsahan data adalah standar kebenaran suatu data hasil penelitian yang menekankan pada data atau informasi dari pada sikap dan jumlah orang. Pada dasarnya uji keabsahan data dalam sebuah penelitian, hanya ditekankan pada uji validitas dan reabilitas dalam penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti (Lutfiyah, 2011).

Uji keabsahan data guna membuktikan keaslian data yang telah ditemukan oleh peneliti. Dalam penelitian ini menggunakan Triangulasi bisa disebut sebagai pengujian yang memanfaatkan penggunaan sumber yaitu membandingkan dan mengecek terhadap data yang diperoleh. Uji validitas memiliki peranan penting dalam penelitian deskriptif kualitatif, karena sumber data yang digunakan tidak bisa dipastikan kebenarannya secara langsung. Peneliti menggunakan triangulasi data untuk mengetahui validitas data yang diperoleh. Menurut Machmud pengujian keabsahan data bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Display Data / Penyajian Data Koleksi data

Reduksi Data / Condensasi

Data Kesimpulan

/ Verifikasi

(7)

38 1. Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa

yang dikatakan secara pribadi.

2. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.

3. Membandingkan perbincangan dengan banyak pihak untuk mencapai pemahaman tentang suatu atau berbagai hal .

Dengan tiga hal diatas, peneliti akan menggunakan triangulasi sumber.

Triangulasi sumber adalah kegiatan membandingkan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan seluruh subjek penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam jangka pendek, perbankan Syariah belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap

Dengan adanya adat yang mengatur dalam kehidupan masyarakat etnis Batak Toba, sehingga didaerah rantau mereka harus bisa menciptakan keteraturan hidup didaerah

Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.05/2016 tentang Perubahan Atas

Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jombang Nomor 23/PID.B/2016/PN.JBG Tentang Penggelapan Dalam Jabatan.. Identifikasi dan

Dari keempat variabel bebas (bahan kemasan, daya tarik visual, daya tarik praktis, dan etika kemasan) yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap variabel terikat (keputusan

Metode analisis data yang dilakukan adalah metode deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk mengungkapkan gejala-gejala atau keadaan yang terjadi pada subjek

Penentuan pengaruh waktu penyinaran UV terhadap aktivitas fotokatalis TiO 2 dilakukan dengan menggunakan limbah cair tapioka yang dikondisikan pada pH

Apabila nilai yang didapatkan pada bab sebelumnya kurang dari 75, maka akan muncul soal dengan tingkat kesulitan rendah seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 3.17.