• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISASI ENZIM KASARCGTase- DARI ISOLAT Bacillus sp. BGG-1 BERDASARKAN PARAMETER SUHU DAN pH.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KARAKTERISASI ENZIM KASARCGTase- DARI ISOLAT Bacillus sp. BGG-1 BERDASARKAN PARAMETER SUHU DAN pH."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

iii

ABSTRAK

Siklodekstrin-

β merupakan senyawa yang bernilai tinggi dan memiliki peran

penting dalam industri Farmasi, diantaranya sebagai stabilisator, senyawa

emulsifier, penghilang bau, dan pengubah viskositas serbuk (Mori

et al.,

1994).

Siklodestrin-

β dap

at dihasilkan dari pati dengan bantuan enzim

β

-Cyclodextrin

Glucosyl Transferase

(CGTase-

β) yang dapat diperoleh dari bakteri. Berdasarkan

penelitian sebelumnya, enzim kasar CGTase-

β dapat dihasilkan oleh bakteri yang

berasal dari tanah di Jatinangor yang diberi nama

Bacillus sp.

BGG-1. Penelitian

ini dilakukan untuk mempelajari beberapa karakter dari enzim kasar CGTase-

β,

terutama suhu dan pH optimum , serta stabilitas enzim tersebut pada berbagai

suhu dan pH. Enzim kasar diperoleh dengan cara mengekstraksi enzim CGTase-

β

dari isolat

Bacillus sp.

BGG-1 dalam suatu media produksi, dan keberadaan

siklodekstrin-

β diuji secara kualitatif dalam media Horikoshi. Pengujian optimasi

dan stabilitas suhu dilakukan dengan menginkubasi enzim dan pati dalam buffer

fosfat pada variasi suhu, sedangkan untuk optimasi dan stabilitas pH dilakukan

dengan menginkubasi enzim dan pati dalam buffer dengan variasi pH pada suhu

optimum. Pada penelitian ini juga dilakukan pengujian untuk menentukan waktu

optimum aktivitas enzim CGTase-

β dari isolat

Bacillus sp.

BGG-1. Optimasi

waktu dilakukan dengan menginkubasi enzim dan pati dalam buffer pH dan suhu

optimum dengan variasi waktu. Pengujian aktivitas pembentukan siklodekstrin-

β

dilakukan dengan pengukuran penurunan absorbansi fenolftalein pada panjang

gelombang 550 nm (Goel and Nene, 1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa

persen aktivitas relatif tertinggi diperoleh pada suhu 60°C, pH 8 dan waktu

inkubasi selama 48 jam. Enzim tersebut stabil pada suhu 60°C serta rentang

pH 6

8.

(2)

iv

ABSTRACT

β

-cyclodextrin is a compound that has high value and important role in

pharmaceutical industry, such as stabilizer, emulsifier, deodorizing, and powder

viscosity modif

iers (Mori et al., 1994). β

-cyclodextrin can be produced from

starch using β

-

Cyclodextrin Glucosyl Transferase (β–

CGTase) enzyme, which can

be obtained from bacteria. Based on previous studies, crude β–

CGTase enzyme

can be produced by bacteria taken from Jatinangor soil, named Bacillus sp.

BGG-1. This research was carried out to study some characteristic of the crude β

-CGTase enzyme, especially optimum temperature and pH, as well as enzyme

stability in variation of temperature and pH. Crude enzymes was obtained by

extracting the enzyme from Bacillus sp. BGG-1 in a production medium, and the

presence of β

-cyclodextrin was tested qualitatively in Horikoshi media.

Temperature optimization and enzyme stability testing against temperature were

performed by incubating the enzyme and starch in phosphate buffer at the

variations of temperature, while pH optimization and enzyme stability testing

against pH were done by incubating the enzyme and starch in a buffer with pH

variation at optimum temperature. In this research, a test also conducted to

determine the optimum time of β

-CGTase enzyme activity. Optimization of time

was performed by incubating the enzyme and starch in buffer at optimum pH and

temperature, with variation of time. β

-cyclodextrin production activity can be

determined by measuring the decrease of phenolphthalein absorbance at 550 nm

(Goel and Nene, 1995). The results showed that the highest relative activity

percentage was achieved at 60°C, pH 8 and 48 hours of incubation time. The

enzyme stability was found at 60 °C and a pH range of 6-8.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH dan suhu optimum yang dapat menghasilkan gula reduksi paling tinggi pada proses hidrolisis pati bekatul oleh enzim

Berbeda halnya dengan kondisi optimasi konsentrasi substrat, untuk kurva pertumbuhan sel bakteri kondisi pH (Gambar 4), suhu fermentasi (Gambar 6), ko-substrat

Pengukuran pengaruh suhu terhadap aktivitas spesifik enzim dari isolat AB56ACr10 didapatkan dari hasil analisis antara nilai reduksi oleh enzim kromat reduktase

Stabilitas CGTase terhadap pH diuji dengan cara menginkubasikan larutan enzim dalam 0,1 M larutan bufer pada berbagai pH selama 1 jam dan 24 jam pada suhu kamar.. Selanjutnya,

Pengaruh Suhu dan pH Terhadap Aktivitas Enzim Protease dari Bacillus mycoides yang Ditumbuhkan dalam Media Campuran Limbah Cair Tahu dan Dedak. Ulfah Utami, M.Si,

Hasil pengujian dan pengukuran tersebut didapatkan pada jam ke-12 merupakan waktu inkubasi tertinggi yang ditandai dengan nilai aktivitas relatif enzim 100% (Gambar

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi enzim linamarase pada umbi singkong dan umbi gadung dengan variasi suhu dan pH yang

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan enzim lipase dari kapang biji kakao dan menentukan pH dan suhu optimum untuk aktivitas enzim lipase